Tittle : IN UR HEARTBEAT

Author : Ocha Syamsuri

Length : Oneshoot

Genre : Romance, Fantasy, angst

Casts : Han Chaeri

Marcus Cho (Cho Kyuhyun)

Aiden Lee (Lee Donghae)

Spencer Lee (Eunhyuk)

“Percayalah biarpun aku tidak berada lagi di dunia yang sama denganmu, aku tetap akan mencintaimu.” Ocha Syamsuri

****

“Kau percaya ada dunia selain di dunia ini?” Tanya gadis itu tanpa melepaskan pandangannya yang sedari tadi hanya menatap langit, seolah ada sesuatu yang sangat menarik hati dan pikirannya.

Aku mendongak seraya sedikit mengernyitkan alis mata-ku, sinar matahari sore ini cukup terik. Walaupun tidak terlalu membawa efek bagiku, tapi tetap saja sinarnya menyilaukan mata-ku. Terlebih lagi ditambah dengan kehadiran gadis yang berada di sampingku ini, sinar matahari yang membias di wajah cantiknya tidak hanya menyilaukan mataku, namun juga membutakan mataku. “Aku percaya.” Sambung gadis itu lalu melihat ke arah langit lagi. “Aku percaya juga walaupun kita berbeda dunia, kita pasti akan bertemu lagi. Entah di Syurga atau neraka, atau malah melalui renkarnasi.”

Aku mendengus. Sejak kapan gadis ini tertarik mengenai hal-hal fiksi seperti itu? Yeah aku akui pernyataan-pernyataannya mengenai dunia lain selain dunia ini memang ada. Tapi hal itu tidak lah cocok untuk dijadikan sebuah novel roman picisan. Dunia lain selain dunia ini tidak lah seasyik dan menyenangkan menurut pemikiran-mu. Ada sesuatu hal mengerikan yang ada disana jika kau menjangkau dunia itu lebih dalam lagi. Tapi aku tidak akan mengatakan ‘sesuatu’ itu apa. Cukup Tuhan dan para pengikutnya yang tahu.

“Jika aku tidak ada di dunia ini lagi, kau harus percaya aku akan selalu melihatmu dari atas sana.”

Aku membalikkan badanku menghadap gadis itu. Aku selalu menyukai menatap wajahnya sedekat ini. Menyukai setiap detik perubahan raut wajahnya. Menyukai wajahnya yang memerah jika nafas-ku mulai menghembus di lehernya. Aku menyukai semua yang ada di dalam dirinya. Menyukainya seakan tidak ada hal lain lagi di dunia ini.

“Kalau kau tidak ada di dunia ini, aku pasti akan membawamu kembali lagi ke dunia ini. Hidup Han Chaeri itu hanya bisa ditentukan oleh Cho Kyuhyun.”

Ia tertawa, membuat sudut matanya terlihat lebih jelas. Dan diantara semua ekspresinya, aku lebih menyukai ekspresi tertawa-nya seperti ini. Wajahnya bercahaya, cahaya yang lagi-lagi membutakan mataku.

“Kau aneh Cho Kyuhyun-ku sayang.” Ia membalikkan badannya. Kini wajah kami saling berhadapan. Ia menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman. Ia mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah-ku. “Bagaimana kau bisa membawa-ku kembali? Kau bukan Tuhan Cho Kyuhyun-ku sayang.”

Tentu aku bisa Han Chaeri. Hanya saja kau tidak mengenal siapa aku. Ah tidak, kau memang mengenal aku. Namun kau tidak mengenali siapa aku sebenarnya.

Ia menatapku secara defensif, menyelusuri setiap inchi wajahku. Tatapannya terhenti lalu ia menarik wajah-ku mendekat kearahnya. Aku sudah tahu apa yang ia lakukan. Aku menarik tengkuknya lalu melumat bibirnya. Untuk hal yang satu ini, aku tidak akan pernah mengijinkan-nya untuk mencuri start duluan. Aku seorang pria, dan aku tidak suka jika seorang gadis yang mengambil alih.

Aku memang diciptakan begini. Hidup dengan segala ‘kepemimpinan’.

Aku melepaskan bibirku dari bibirnya dengan sedikit berat. Jika aku tidak mengingat ia akan kehabisan nafas bila aku tetap meneruskan ciuman kami, tentu aku tidak akan menghentikannya apalagi mengingat rasa manis dari bibirnya seolah menjadi candu bagiku.

“Aku curiga kepadamu, kau bilang tidak pernah ciuman selain denganku. Tapi kenapa semakin hari kau semakin ahli dalam berciuman?.”

Ia memukul dadaku dengan tangan mungil-nya. Wajahnya sangat memerah saat ini, pasti ia merasa malu karena pernyataanku barusan. Aku menangkap tangannya yang hendak memukuli dada-ku lagi dan menguncinya di genggaman tanganku. Aku menariknya kedalam pelukanku.

“Arghh, sialan kau Cho Kyuhyun.” Jeritnya. Aku tahu ia sangat malu, bahkan ia berniat ingin menyembunyikan dirinya agar tidak bertemu denganku.

Ck, dasar gadis bodoh. Ia kira aku akan kesulitan untuk menemukan dirinya?.

“Kenapa memang? Kau malu huh?.”

“Tentu saja bodoh.” Jawabnya langsung.

Aku mengecup puncak kepalanya. Jantungnya berdetak kencang. Aku memejamkan kedua mataku mendengar detak jantungnya, menikmati semua debaran-nya. Mungkin diantara semua hal yang ada didalam dirinya, aku sangat menyukai debaran jantung-nya. Debaran yang akan semakin kencang jika aku melakukan skinship seperti ini. Debaran yang membuatku terbuai, seolah nyanyian nina bobo yang sering dinyanyikan oleh para orangtua ke bayi-nya.

“Detak jantung-mu sangat tenang sekali,” Gadis itu menempelkan telinganya di dada-ku, “Detak jantungmu seperti permainan piano klasik, sangat menenangkan.” Lanjutnya.

****

Aku Marcus. Aku bukan seorang pria biasa. Aku istimewa jika dibandingkan dengan manusia yang berjenis kelamin ‘pria’. Yeah begitulah, kedudukan-ku lah yang membuatku istimewa. Bahkan aku lebih istimewa jika dibandingkan dengan seorang malaikat.

Aku seorang Devionic, penjaga keseimbangan antara neraka dan syurga. Aku bukan seorang malaikat, aku bukan seorang iblis, aku lebih kuat dari mereka namun aku bukan Tuhan. Aku hanya bertugas sebagai penjaga keseimbangan. Malaikat dan Iblis itu terbagi berdasarkan tingkat ilmu dan kekuatan mereka. Malaikat dan Iblis yang berada di tingkat yang paling atas, mempunyai kekuasaan di wilayah mereka masing-masing. Sementara Malaikat dan Iblis yang berada di tingkat yang paling bawah, hanya melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh pemimpin mereka. Dan aku lah yang menjaga keseimbangan, agar para Malaikat dan Iblis itu tidak saling mencampuri urusan masing-masing. Karena biasanya Malaikat dan Iblis yang berada di tingkat terendah sering sekali melakukan sesuatu yang menyalahi aturan. Jika ada salah satu dari mereka yang menyalahi aturan, aku akan melemparkan mereka ketempat terbusuk yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Beberapa bulan yang lalu -menurut waktu manusia- aku turun ke dunia. Aku turun ke dunia bukan karena aku menyalahi aturan. Aku di turunkan karena tugas yang mengharuskan aku mencari sebuah ‘Angelic’, itu adalah sebuah detak jantung murni. Salah satu malaikat bodoh tingkat rendah tidak sengaja -atau mungkin sengaja- menjatuhkannya ke dunia manusia. Angelic harus di cepat di ambil, jika itu sampai terjatuh di tubuh orang jahat maka Angelic akan berubah menjadi ‘Douvinio’ yaitu sebuah hati terjahat yang pernah ada. Akan terjadi sesuatu yang mengerikan jika hal itu sampai terjadi, dunia ini akan mengalami hal yang sangat menakutkan.

Karena aku memiliki kekuatan tertinggi di antara Malaikat dan Iblis, aku tidak perlu memerlukan waktu yang lama untuk menemukan raga seseorang yang memiliki Angelic itu. Sebenarnya aku hanya perlu mengambil Angelic itu dari tubuh manusia itu dan kembali lagi ke tempat asal-ku, tanpa perlu repot-repot bersosialisasi dengan para manusia. Namun segalanya sedikit banyak melenceng dari perkiraan awal-ku.

Ya, jika saja Angelic itu tidak terjatuh di raga gadis ini, tentunya sudah beberapa bulan yang lalu aku kembali ke tempat asalku, bukannya malah hidup sebagai seorang manusia bernama Cho Kyuhyun. Para pemimpin Iblis juga terang-terangan mencemooh tindakan gila-ku ini. Ditambah lagi aku sangat mencintai gadis itu, mencintainya melebihi apapun yang ada di seluruh dunia dan di alam semesta.

Mencintai seorang manusia sama saja merendahkan kedudukan-ku sebagai penjaga keseimbangan, semua Malaikat dan Iblis sangat tidak menyukai adanya hubungan antara aku dengan gadis itu. Bahkan salah seorang Malaikat ada yang berniat memotong masa hidup gadis itu agar aku tidak terlalu larut dengan kisah percintaan yang menurut mereka sangat konyol dan segera kembali ke tempatku semula. Tapi jangan sebut aku Marcus jika aku tidak segera mengambil sebuah tindakan untuk melindungi gadis itu. Yeah, dengan mengandalkan kekuasaan yang kumiliki, aku mengingatkan -mengancam- mereka agar tidak menyentuh gadis itu.

Aku hanya tidak suka jika gadis itu terluka. Kehadiran gadis itu di sekitarku membuat sisi lain dari-ku seolah menyeruak keluar tanpa batas.

“Sampai kapan kau mau tinggal di tempat busuk itu Marcus?.” Suara Aiden -salah satu pemimpin Malaikat- menghentikan kegiatanku sejenak. Aku putuskan untuk tidak memerdulikan-nya dan terus mengikat tali sepatu-ku.

“Cih, apa kau lupa dengan kedudukanmu tuan Marcus?.”

Aku mengabaikan ocehannya dan terus saja melakukan semua hal yang telah kurencanakan. Sebagai ‘manusia’ aku memang harus membiasakan diri melakukan semuanya dengan tenaga-ku sendiri.

“Aku tidak segan-segan akan memotong masa hidup gadis itu jika kau tidak segera kembali.”

Aku menghentikan langkah kakiku. Tanganku mengepal kuat. Sebuah asap putih keluar dari tanganku, aku menjulurkan tanganku keatas dan dengan sekali hentakan aku menghentakkan tanganku ke bawah. Dentuman seperti sebuah benda yang terjatuh terdengar begitu keras. Untung saja lorong ini sepi, aku tidak mau repot-repot menghilangkan memori para manusia yang melihat pemandangan aneh ini.

Aku memandang rendah seorang Malaikat yang terduduk tak jauh dari-ku. Wajahnya penuh dengan luka, sayap-nya juga tampak sedikit kacau. Ck, salahnya sendiri ikut campur dengan urusanku. Tidakkah ia ingat siapa aku?

“Sialan kau. Tidakkah kau tahu seberapa pentingnya kau harus mengontrol kekuatanmu?.”

Aku mendengus. “Dan tidakkah kau harus sadar diri menyadari tingkat kekuasaanmu sampai kau berani mengancamku, Aiden?.”

Malaikat yang bernama Aiden itu berdiri, ia mendekatiku. “Aku bersumpah akan memotong masa hidup gadis-mu itu, tuan Marcus. Kau tidak boleh terlalu lama berada di dunia ini. Dunia Malaikat dan Iblis mulai mengalami masalah karena tindakan ‘bodoh’mu ini. Para Iblis itu bahkan mulai berani bersikap kurang ajar dengan kami.”

“Apa peduliku? Dan jika kudengar sekali lagi kau mengancam-ku seperti itu, aku tidak segan-segan akan melemparkanmu ke tempat terburuk.”

Ia mencibir. “Berusaha mengancam-ku huh?.”

“Pikirkanlah sendiri.”

Kurasa menjauh darinya adalah hal terbaik yang harus kulakukan saat ini.

Aku tahu jika dia -Aiden- serius mengenai ancaman yang ia lontarkan tadi. Aku harus memikirkan sesuatu untuk menyembunyikan gadis itu. Sebenarnya aku mempunyai banyak pilihan untuk tetap membawa gadis itu berada di sampingku selamanya. Aku bisa membawanya ke tempat asal-ku dan menjadikannya mempelai-ku. Namun itu bukanlah ide yang baik. Jika aku membawanya ke tempat asal-ku, aku tidak bisa lagi mendengar debaran jantung-nya yang kencang apabila berada di dekatku atau aku tidak bisa lagi melihat wajahnya memerah jika mendengar atau melihat sesuatu yang bisa membuatnya malu. Ia akan sama seperti-ku, tanpa ekspresi dan dengan detak jantung yang sangat tenang.

****

“Cho Kyuhyun-ku sayang, lihatlah sudah jam berapa sekarang ini?.” Gadis yang berada didepanku ini mengerucutkan bibirnya. Sepertinya ia tampak kesal sekali karena kehadiranku yang sangat terlambat.

Aku berpura-pura melirik jam yang berada di pergelangan tanganku. “Cuma satu jam. Apa masalahnya?.”

Gadis itu menghentakkan kakinya. Ia melipat kedua tangannya dan membuang wajahnya. Cih, dasar gadis manja, segitu saja sudah marah. Aku mendekatinya dan berdiri di depannya, aku mengalungkan tanganku di lehernya dan mengaitkan sesuatu di lehernya.

“Kalung?.” Ia menatap wajahku seakan menuntut sebuah penjelasan. Aku mendekatkan wajahku dan mencium pipinya lembut. Lagi-lagi wajahnya memerah karena sentuhan-ku.

“Maaf, aku tadi terlambat karena ingin membelikanmu kalung itu. Apa kau menyukainya?.”

Gadis itu menganggukkan kepalanya. Sepertinya ia senang sekali mendapatkan kalung itu. Debaran jantungnya berdetak kencang, bahkan lebih kencang dari biasanya. Aku menariknya kedalam pelukanku, merasakan setiap detakan jantungnya. Apa debaran jantungnya merupakan sebuah candu untukku? Kenapa aku sangat menyukai debaran yang berasal dari jantungnya?

“Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.” Bisik gadis itu namun masih dapat terdengar olehku.

DEG! Jantungku terasa berdetak lebih kencang. Ada apa ini? Kenapa hanya kata-kata seperti itu bisa sangat berpengaruh buatku? Kenapa jantungku berdetak lebih kencang?

“Ahh, jantungmu berdetak lebih kencang.” Gadis itu mempererat pelukannya. “Detak jantungmu terdengar sangat merdu sekali. Aku iri sekali dengan jantungmu yang mempunyai suara semerdu ini.”

Tidak. Aku seharusnya yang berkata seperti itu. Jantungmu istimewa Han Chaeri. Angelic yang bersarang di jantungmu membuat jantungmu semakin istimewa.

“Aku punya sebuah kabar buruk untukmu tuan Marcus.”

Suara Aiden terdengar jelas di telingaku. Kami yang menduduki kekuasaan tertinggi memang bisa berkomunikasi melalui pikiran. Bahkan di saat aku sedang berbicara dengan seseorang pun aku masih tetap bisa berkomunikasi melalui pikiranku.

“Ternyata aku tidak repot-repot harus memotong masa hidup gadis itu. Gadis itu akan hanya mempunyai masa hidup sampai akhir musim semi ini. Dia akan meninggal.”

Langkah kakiku terhenti. Aku menolehkan pandanganku kesekeliling mencari sosok Aiden. Setahuku ia memiliki luka yang cukup parah, tidak mungkin ia bisa berkomunikasi denganku dengan jarak yang sangat jauh. Ia pasti berada di sekitar sini.

“Cho Kyuhyun, kenapa kau berhenti?.” Chaeri menatapku aneh. Aku segera mengatur mimik wajahku kembali, aku tidak ingin gadis ini curiga. Aku meraih tangannya dan menggenggamnya.

“Aku tidak sedang dalam keadaan bercanda tuan Marcus. Gadis itu sebentar lagi akan meninggal.”

Sial! Dimana si brengsek itu?

“Awww, kenapa kau menggenggam tanganku seperti itu? Tanganku sakit sekali.” Chaeri melepaskan tangannya dan mengusap tangannya dengan tangan satunya lagi.

Dengan cepat aku meraih tangannya dan menciumi tangannya. “Maaf.”

Chaeri memandangku dengan penuh keheranan. Ia mengelus wajahku. “Apa ada sesuatu yang mengganjal di hatimu? Apa kau sedang tidak enak badan? Kalau begitu kita tidak usah pergi saja.”

“TIDAK!” Pekikku tanpa sadar. “Ah, maaf. Maksudku aku tidak apa-apa.” Aku tersenyum. Berusaha untuk senyum tepatnya. Suasana hatiku memang dalam keadaan tidak menyenangkan. Sial, semua ini gara-gara perkataan Aiden brengsek itu!

Chaeri menggelengkan kepalanya. “Tidak Cho Kyuhyun, pasti ada sesuatu yang terjadi padamu. Lebih baik kita pulang saja.”

Aku menggenggam tangannya. “Aku dalam keadaan baik-baik saja Han Chaeri.” Lalu aku menuntunnya menuju ke suatu tempat.

****

Pandanganku tak lepas dari sosok gadis yang sedang asyik berlarian. Tak percuma aku mengajaknya kesini jika reaksinya seperti ini. Gadis itu tampak sangat menyukai suasana dan keindahan tempat ini. Tempat ini berada di ujung kota Seoul, tempatnya sangat terpencil makanya tak heran jika sedikit sekali yang mengetahui keberadaan tempat ini. Aku sendiri menemukan tempat ini secara tidak sengaja saat aku mencari Angelic itu.

“Jangan menatapnya seperti itu terus tuan Marcus, gadis itu sebentar lagi akan habis masa hidupnya.”

“Mencoba untuk menggertakku huh?.”

“Aku tidak bercanda Marcus. Bahkan Michael sudah bersiap-siap kesana untuk mencabut nyawa gadis-mu itu.”

“Michael? Sejak kapan ia repot-repot untuk turun tangan langsung?.”

“Sejak gadis itu telah menarik perhatianmu tuan Marcus.”

Aku menoleh dan kudapati sesosok makhluk berjubah hitam sedang berdiri tidak jauh dari tempatku saat ini. Ia menyeringaiku. Aku paham sekali dengan apa yang ada di dalam benaknya. Ini pasti adalah sebuah hal yang sangat menyenangkan untuknya. Mencabut nyawa seorang manusia yang telah menarik perhatian seseorang yang memiliki kekuasaan tertinggi di dunia Malaikat dan Iblis.

Dengan sekali kecepatan cahaya ia mendekatiku. “Takdir tidak bisa di ubah tuan Marcus. Gadis itu tetap harus meninggal. Masa hidupnya telah habis.”

Aku mengepalkan tanganku, rahangku mulai mengeras. Sial, berani sekali ia mencoba menyakiti gadis itu. “Tapi aku punya hak kan untuk menyelamatkannya?.”

“Ya. Tapi hanya Angelic yang berada didalam jantungnya.”

“Maksudmu?.”

“Dia hanya manusia biasa. Takdirnya tidak bisa diubah.”

Aku menelan ludahku, mencoba menenangkan diriku. “Karena apa dia bisa meninggal?.”

“Penyakit jantung. Angelic yang berada didalam jantungnya secara tidak sengaja telah melemahkan fungsi jantungnya. Sebenarnya ia memang mempunyai penyakit jantung sejak dulu, hanya saja Angelic itu membuat jantungnya makin melemah.”

“Kau tidak berbohong?.”

“Aku tidak berani membohongimu tuan.”

Sial! Apa aku harus benar-benar kehilangan gadis itu?

“Cho Kyuhyun, ayo kemari. Di sini ada bunga yang sangat indah.” Gadis itu melambaikan tangannya, menyuruhku mendekatinya.

“Ingat tuan. Sebentar lagi masanya akan habis.” Peringat Michael sebelum aku mendekati Chaeri. Apa aku tidak mempunyai pilihan lain untuk menyelamatkan gadis itu?

“Ini untukmu.” Chaeri menyodorkan setangkai bunga berwarna merah ke hadapanku, tak lupa juga ia menyunggingkan sebuah senyuman yang selalu membuatku terbius. “Bagaimana? Bagus tidak?.”

“Lumayan.” Jawabku pelit pujian.

“Kau ini, selalu dingin seperti ini. Ada tanggapan sedikit dong. Masa hanya jawab lumayan.”

Alisku terangkat sebelah. “Lalu apa? Masa aku harus melompat-lompat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan sebatang lollipop?.”

“Aishh~ dasar pria berhati es batu.”

“Apa? Es batu?.” Seruku pura-pura marah. Gadis itu tergelak, lalu ia menarik tanganku menuju ke suatu tempat.

****

“Kau masih ingat dengan perkataanku dulu?.” Tanyanya.  Kini kami berada di tengah-tengah sebuah padang rumput yang sangat indah.

Aku menciumi lehernya lalu menaruh daguku di bahunya. “Kau itu cerewet sekali, mana mungkin aku mengingat semua perkataanmu.”

Ia mencubit tanganku. Aku terkekeh. Seandainya saja ia tahu bahwa cubitannya itu tidak berarti apa-apa buatku. “Apa kau percaya jika kita akan bertemu lagi di dunia lain selain di dunia ini?.” Tanyanya.

“Oh, ayolah Han Chaeri, tidakkah ada kata-kata yang lain selain tentang khayalan bodohmu itu?”

Chaeri memegang tanganku. “Kyuhyun, jika aku tidak ada lagi di dunia ini bukan berarti aku akan meninggalkanmu sendiri. Aku akan selalu melihatmu dari atas sana. Dan berjanjilah untuk tidak menangisi kepergianku.”

“Han Chaeri, jangan mengatakan hal yang aneh lagi.” Aku tahu ia akan berkata apa. Hanya saja aku tidak ingin mendengarnya.

Gadis itu menunduk. Badannya bergetar. Aku memejamkan mataku saat merasakan air matanya yang menetes di tanganku. Sial, kenapa dadaku rasanya sangat sakit?

Aku bisa merasakan debaran jantung Chaeri yang melemah. Tidak, dia tidak boleh pergi secepat ini. Michael sialan, kenapa ia berani menyentuh gadis ini?.

“Kyuhyun, jika aku tidak berada disini lagi, apakah kau bisa berjanji kau tidak akan menangis dan menyalahkan siapapun atas kepergianku?.”

“Berhenti mengatakan seolah kau sungguhan akan pergi Han Chaeri!! Berhenti mengatakan kata-kata yang menakutkan seperti itu!.” Pekikku. Aku makin mengeratkan pelukanku. Tidak, demi apapun aku tidak merelakan Chaeri pergi dariku.

Chaeri menyandarkan kepalanya di dadaku. “Ini hanya masalah waktu Cho Kyuhyun. Waktu yang memisahkan kita. Tapi waktulah yang nantinya akan mempertemukan kita.”

“Persetan dengan waktu Han Chaeri! Kau tidak boleh kemana-mana. Kau ingat dengan janjimu yang ingin bersama denganku selamanya?.”

Chaeri menggelengkan kepalanya lemah. “Hanya masalah waktu Cho Kyuhyun. Kita pasti akan bertemu lagi.”

Para Iblis sialan itu pasti sedang tertawa terbahak-bahak melihatku menangisi seorang manusia seperti ini. Aku bertaruh mereka pasti menganggap semua kejadian ini hanyalah lelucon selingan mereka.

“Tuan Marcus, inilah saatnya. Gadis itu akan pergi. Masanya telah habis.”

“TIDAK! JIKA KAU BERANI MENYENTUH GADIS INI, KAU AKAN HABIS DITANGANKU MICHAEL!!!.”

“Maaf tuan. Tapi ini lah saatnya.”

Mataku terbelalak saat Michael berdiri didepanku. Ia mengucapkan sebuah mantra, sebuah mantra yang ia selalu ucapkan sebelum ia melakukan tugasnya. Mencabut nyawa manusia.

“Aku mencintaimu Cho Kyuhyun.”

Tangan Michael terangkat keatas, bersiap mengibaskan cahaya yang berguna untuk menarik ruh dari raga seorang manusia.

“Tidak, jangan kau lakukan itu Michael. Aku benar-benar akan menghabisimu.”

“Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun Cho…” aku bisa merasakan detak jantung Chaeri yang tidak beraturan dan semakin melemah.

“Michael!!”

“Kyuhyun..”

Terlambat. Michael berhasil mencabut nyawa gadis ini. Sial! Kau benar-benar akan aku habisi Michael!!

Sebuah cahaya berkilauan berwarna putih muncul bersamaan dengan ruh Han Chaeri yang kini berada di dalam genggaman Michael. Michael mengambil cahaya itu lalu menyodorkannya ke arahku.

“Ini Angelic-nya tuan. Dan kumohon segeralah pulang ketempat asalmu.”

“Aku akan membuat perhitungan denganmu Michael.” Desisku.

Michael menundukkan badannya lalu menghilang dengan kecepatan cahaya.

Pandanganku beralih ke tubuh Chaeri yang masih berada didalam pelukanku. Kenapa rasanya bisa sesakit ini? Kenapa di dadaku seperti adanya menusuk-nusuknya? Han Chaeri, kenapa hatiku sakit sekali karena kehilanganmu?

Han Chaeri, bagiku mencintaimu bukanlah sebuah lelucon anak kecil di sore hari. Hanya dengan mencintaimu lah aku dapat mengerti betapa pentingnya sebuah kehidupan itu. Jika aku bisa merubah takdir yang telah ditetapkan Tuhan, tentunya aku akan menarik garis takdirmu itu untuk berada di dekatku. Seperti yang kubilang sebelumnya, Han Chaeri itu hanya untuk Cho Kyuhyun, sejak dulu tertulis seperti itu.

Maafkan aku Han Chaeri, biarpun sekuat dan setinggi apapun posisiku di hadapan Tuhan, aku tetap tidak bisa menjagamu dan melindungimu. Maafkan karena ketidakberdayaanku ini. Kau tahu, jika aku bisa memilih, aku akan menukar separuh masa hidupku agar kau tetap berada disisiku, agar kau tetap bisa berdebar saat berada di dekatku.

Maafkan karena aku tidak berguna. Aku hanyalah seorang Cho Kyuhyun yang tidak sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa saat nyawamu di cabut. Maafkan aku Han Chaeri. Aku akan selalu mencintaimu walaupun bumi dan langit menjadi kacau karenanya.

“Ini hanya masalah waktu Cho Kyuhyun, cepat atau lambat kita akan kembali bersama lagi.”

Bersamaan dengan suara itu, aku merasakan angin yang berhembus di tengkukku. Han Chaeri, apa itu kau?

****

Aku menggerakkan tubuhku malas. Ck, dasar iblis sialan. Mereka mengerjaiku rupanya. Aku mengepalkan tanganku dan dengan sekali hentakan aku melemparkan iblis itu.

“Tuan, ada masalah sedikit.” Ujar Spencer, salah seorang malaikat tertinggi.

Aku menoleh dengan malas. Spencer menundukkan kepalanya takut. Cih, dasar malaikat bodoh! Apa segitu takutnya denganku? Baiklah aku akui sejak kejadian -meninggalnya Chaeri- itu aku berubah menjadi seorang Marcus yang sangat mengerikan. Kalau dulu aku masih mengasihani para Malaikat dan Iblis yang membuat kesalahan, kini aku tidak akan mengampuni mereka sedikit pun. Kejam memang, tapi salah mereka sendiri. Mereka yang membuatku kejam begini.

“Angelic terjatuh lagi tuan.” Ujar Spencer dengan suara yang penuh dengan ketakutan.

Ck, dasar Malaikat sialan. Kenapa mereka selalu ceroboh begini?

“Dimana Angelic itu terjatuh?.”

“Di Perancis tuan. Lebih tepatnya di kota Paris.”

****

Aku mengacuhkan semua tatapan memuja dari para gadis-gadis ini. Ck, apa di kota ini kehabisan pria yang berwajah tampan sampai-sampai mereka menatapku begini? Aku harus segera mencari Angelic itu dan kembali ketempat asalku. Aku tidak ingin berada lama-lama di kota ini. Berada di tempat ini hanya akan menyakitkan hatiku. Semua kenangan tentang Han Chaeri seolah menyeruak keluar dari dalam lubuk hatiku. Terlebih lagi Han Chaeri sangat menyukai kota ini.

Baru saja aku membuka pintu mobil ferarri-ku tiba-tiba saja aku mendengar debaran jantung itu. Tidak salah lagi, itu pasti Angelic. Angelic pasti berada di sekitar sini. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling lalu berjalan mengikuti insting-ku.

Aku mengernyitkan keningku saat aku melihat pemandangan yang berada di depanku ini. Menara Eiffel? Apa mungkin Angelic berada di dekat sini?

Aku memejamkan mataku untuk mempertajam pendengaranku. Semua debaran jantung setiap orang itu hampir sama, namun bagi bunyi Angelic ini berbeda. Bunyinya sangat menenangkan dan menentramkan. Aku melangkahkan kakiku tanpa membuka mataku. Aku yakin sekali dengan instingku. Aku tidak akan salah. Tapi… Kenapa debaran jantungnya seperti debaran jantung Han Chaeri? Apa Angelic akan mengeluarkan irama debaran jantung yang sama?

“Han Chaeri! Kau kemana saja sih kenapa menghilang seperti itu?.”

Seperti De-Ja-Vu. Aku membuka mataku. Ini pasti perbuatan alam bawah sadarku. Tidak mungkin Han Chaeri itu adalah Han Chaeri-ku dulu. Aku mendekati seorang gadis yang berdiri memunggungiku. Tampaknya ia sedang menatap menara Eiffel.

“Han Chaeri..” Teriak seorang gadis bertubuh sedikit gemuk. Ia berlari menuju gadis -bernama Han Chaeri- yang sedang menatap menara Eiffel itu. Aku makin mempercepat langkah kakiku, aku harus cepat mengambil Angelic itu.

“Han Chaeri..”

Gadis itu menoleh. Aku sontak menghentikan langkah kakiku. Gadis itu… Bagaimana mungkin gadis itu mempunyai nama dan wajah yang sama dengan Han Chaeri-ku? Bahkan ekspresinya yang sedang tersenyum pun juga sama persis dengan Han Chaeri-ku?.

Aku tidak tahu mengapa, tapi aku seolah tersihir dan berjalan mendekatinya. Aku menyentuh bahu gadis itu pelan. Gadis itu menoleh ke arahku. Ia memandangku penuh keheranan. Pandangan matanya persis sekali seperti pertama kali aku bertemu dengannya.

“Nona Han Chaeri?.”

“Ya, ada apa tuan?.” Gadis itu tersenyum. Persis senyuman seperti pertama kali saat aku bertemu dengannya. Semuanya sama persis.

Aku meraih tubuhnya lalu melumat bibirnya. Persetan dengan segala konsekuensi yang sekiranya akan aku tanggung setelah ini. Gadis ini memang gadisku. Han Chaeri-ku.

“Ini hanya masalah waktu Cho Kyuhyun, cepat atau lambat kita akan kembali bersama lagi.”

Suara itu lagi?

END~~~~

Voting ini terbuka bagi semua kalangan, author tetap, author free writer, dan readers.. Silakan memvote FF kesukaan kalian, HANYA BOLEH SATU KALI!

WARNING!! Sebelum kalian menekan tombol vote, pastikan kalau ini merupakan FF yang menurut kalian terbaik. Kami tidak akan bertanggung jawab jika terjadi pendoublean voting dan menyebabkan FF ini didiskualifikasi.. Harap pengertiannya!😀