Title : We Are On the Same Block
Author : Aydan Ahn
Length : Oneshot
Genre : Romance, Angst.
Cast :
1. Nam HyunJi
2. Lee MinHyuk (BLOCK B)
3. Ahn JaeHyo (BLOCK B)
4. Lee Taeil (BLOCK B)
5. Zico/Woo JiHo (BLOCK B)
6. P.O/Pyo JiHoon (BLOCK B)
7. Ukwon/Kim YooKwon (BLOCK B)
8. ZE:A

”Annyeong Haseyo, Chonun Nam HyunJi Imnida1, saya berasal dari YG high school, sebagai siswa baru saya mohon bimbingannya, kamsahamanida2”  ujarku seraya memperhatikan seisi kelas, hari ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di Stardom High School. Keadaan disini sangat jauh berbeda mengingat sekolah ku yang sebelumnya adalah salah satu sekolah elit di Seoul.  Aku harus pindah kesini karena pekerjaan appa menuntut kami untuk berpindah-pindah. Melihat keadaan kelas dan penampilan murid-murid berseragam hitam disekolah baruku, aku kira Stardom High agak sedikit bebas.

“baiklah Nam HyunJi, silahkan duduk di kursi kosong” perintah HongKi songsaenim3 yang tiba-tiba membuat fikiranku buyar. Aku berjalan menuju kursi kosong yang terletak di belakang ruangan sambil berkali-kali menyebar pandangan, kelas ini agak berantakan dan sedikit menyeramkan. Kursi ku agak sedikit goyang dan ada sarang laba-laba di atasnya. Lalu yang paling tidak bisa aku mengerti adalah ketika aku menemukan silet dan cutter di atas mejaku. Siswa macam apa yang membawa barang barang seperti ini ke sekolah?

“oh, mianhae4,silet dan cutter itu punyaku” baru kusadari ternyata ada orang tepat di sebelah kursi ku, rupanya kami sebangku. Ia seorang lelaki, garis wajahnya tegas dan rambutnya coklat. Ia menggunakan kemeja hitam di balik seragam hitam Stardom High, dan mengancingkannya hingga menutup leher. Kombinasi yang aneh tapi pantas untuk ia kenakan.

“Ahn JaeHyo imnida” ucapnya seraya mengulurkan tangan, yang ternyata terdapat tato bertuliskan ‘KR’. Aku menyambutnya tanpa berkata apapun karena masih shock dengan kenyataan pahit akan sekolah baru ku. “selamat datang di Stardom High” lanjutnya dengan tatapan misterius dan sunggingan aneh yang entah bisa dibilang sebagai senyuman atau bukan. Aku bergidik tanpa sadar.

Stardom High.

Ini akan jadi kenangan buruk.

Bicara tentang kenangan buruk, jam istirahat juga bisa dibilang salah satunya jika kau adalah siswa baru dan tidak mengenali siapapun untuk membawa mu ke kantin. Aku berjalan seorang diri untuk mengikuti beberapa murid yang sepertinya akan menuju ke kantin, dengan melewati lorong-lorong kelas dan keramaian siswa Stardom High. Kebanyakan dari mereka menatapku dengan tatapan oh-dia-murid-baru-itu. sehingga yang perlu ku lakukan hanya berjalan lurus dan sedikit menunduk, sebelum tatapan itu semakin liar.

Benar saja, ternyata rute yang kupilih memang menuju kantin. Disini aku harus mengantri untuk mendapat jatah makan siangku, sungguh berbeda dengan YG High karena aku hanya perlu duduk manis dan memesan makanan disana. Keadaan kantin saat ini juga sangat ramai, karena orang-orang bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk mengobrol keras, tertawa, dan bahkan ada yang melakukan breakdance di ujung ruangan.

Aku juga melihat si JaeHyo itu, teman sebangku ku yang membawa benda tajam ke sekolah. Ia sedang bersama teman-temannya, sedang bercanda keras-keras. Merasa sedang diperhatikan, JaeHyo tiba-tiba memanggilku sambil melambaikan tangannya.

“yah! HyunJi-ya!! ilwa5!” aku menoleh ke kanan dan kiri, memastikan yang baru saja dipanggilnya itu memang aku. “na6?” tanyaku. Lalu dia mengangguk kecil.

waeyo7?” tanyaku kikuk begitu berada di dekatnya, “aku belum melihatmu mengobrol dengan siapapun hari ini, jadi aku putuskan untuk mengenalkan mu dengan teman-temanku” ucapnya sepihak. Bocah ini…benar-benar.

Aku sedikit kaget melihat teman-temannya, tidak ada diantara mereka yang berpakaian dengan benar. Terlebih lagi ada yang melepas jas nya dan mengikatnya di pinggang.

“ini Zico-ssi, dia leader kami” ujar JaeHyo, tetap dengan tatapan anehnya itu. Zico tersenyum, tidak ada yang lebih mencolok dari dia karena rambutnya di ikat pineapple dan poninya dibiarkan menutupi sebelah matanya. Rantai di celana panjang hitamnya cukup menarik perhatian.

“ini Kyung, Minhyuk, P.O, Ukwon, dan Taeil”  JaeHyo menunjuk ke arah lelaki berambut hitam yang dari tadi tertawa sambil memegangi perutnya,Kyung. Di sebelahnya terdapat Minhyuk, laki-laki berambut merah dan berwajah pemarah. Kemudian ia menunjuk lagi ke arah lelaki yang bersuara berat, dia satu-satunya yang mengancingkan seragam hingga ke leher,namanya P.O. Dan UKwon ini, laki-laki yang mengikatkan seragam di pinggangnya dan berwajah ramah. Sementara Taeil adalah laki-laki mungil yang menggunakan kaca mata hitam.

Ukwon tiba-tiba mengulurkan kepalan tangannya, seperti sebuah tos tapi dengan cara yang lebih akrab. Aku melirik JaeHyo, ia mengangguk kecil. Kemudian aku membalas tos yang dilakukan Ukwon dengan kikuk.

“cih gadis YG” Minhyuk membuka mulutnya dan melihatku dari atas hingga ke bawah. Apa-apaan barusan?kenapa nadanya melecehkan begitu? MinHyuk adalah satu-satunya orang dari BLOCK B yang melihat ku dengan pandangan menyebalkan, padahal yang lainnya bersifat sangat ramah.

“biarkan saja, hyung memang sedikit jutek” ucap P.O, seolah mengetahui kalau aku tidak suka diperlakukan seperti itu. aku memutar bola mataku.

“senang kenal denganmu, HyunJi, kau bisa bergabung bersama kami kapanpun kau mau, since you have no body here8” tawar Kyung dengan senyumnya.

“haruskah?” ucap ku dengan sangat pelan, sambil melirik ke arah MinHyuk yang jelas jelas tidak setuju dengan tawaran Kyung.

“harus, karena kami adalah BLOCK B” zico melipat tangannya, dan aku merasakan keheningan luar biasa ketika dia menyebut BLOCK B. tidak ada tawa, apalagi bisikan, karena kantin menjadi tiba-tiba sunyi. Saat aku memalingkan wajah ku kebelakang, semua mata menatap kami, atau menatap aku? Apa-apaan ini? Kenapa aku menjadi takut?

Zico menarik tanganku untuk keluar dari kantin bersama-sama. Sesaat sebelum keluar, aku bisa melihat bagaimana JaeHyo dengan sengaja melempar pandangannya ke seluruh penghuni kantin, tatapan aneh lagi. Setelah itu beberapa siswa di kantin ada yang menundukan kepalanya dan ada yang melanjutkan aktivitasnya seolah mereka tidak mendengar nama BLOCK B.

see? Everybody loves BLOCK B” bisik Kyung sambil tetap berjalan di sebelahku. Oh tidak. Siapapun,tolong aku.

Aku tidak menyadari sebelumnya bahwa ternyata aku juga satu kelas dengan MinHyuk dan Ukwon. Mereka duduk di pojok belakang, sementara aku tetap duduk dengan JaeHyo karena aku tidak menemukan siswa perempuan yang duduk sendiri. Pelajaran matematika sudah berlangsung selama kurang lebih satu jam, dan selama itu lah aku berkali-kali melirik ke arah JaeHyo untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukannya karena dia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dan ternyata yang dilakukannya adalah menatap papan tulis dengan tatapan kosong. Jadi, kurasa yang ada di sebelahku ini hanya raga JaeHyo, sementara fikirannya sudah melayang entah kemana.

“yah Hyung!ppali9! kita sudah terlambat!” aku melirik ke sumber suara, suara terberat dan terendah yang pernah kudengar. P.O bersender di daun pintu kelas kami, dari sini bisa kulihat Kyung, Zico, dan Taeil berdiri di luar sambil tertawa-tawa. Orang-orang ajaib.

Aku menoleh ke arah Minhyuk, dia sudah menggamit tasnya dan melenggang ke luar kelas, juga diikuti oleh Ukwon. Apa-apaan ini? Siswa macam apa yang berani keluar dari kelas tanpa permisi saat guru sedang menerangkan pelajaran?

JaeHyo mengeluarkan beberapa barang dari lacinya dan memasukkan ke dalam tas, aku yakin mataku tidak rabun dan aku bisa melihat dengan jelas bahwa tadi ia mengeluarkan pisau lipat dan brass knuckle10.

“sampai jumpa besok, aku pergi dulu, bye HyunJi!” ucap JaeHyo dengan suara keras. Aku menganga. Kyuhyun songsaenim juga, matanya melebar dan bukunya hampir terjatuh. Kelas menjadi sangat hening ketika mereka menghilang dari pintu kelas. Tak ada yang berani angkat bicara. Jadi kami kembali melanjutkan trigonometri seolah hal tadi tidak pernah terjadi.

Aku rasa BLOCK D itu, atau BLOCK B? terserah apapun namanya karena aku sungguh tak peduli, mereka pasti sudah gila.

Kupikir ini adalah hari paling sial dalam hidupku. Pertama, karena aku belum mendapatkan satu orang pun teman perempuan di Stardom High. Kedua, karena orang-orang BLOCK B itu menakutkan. Ketiga, karena siswa siswa Stardom High terus-terusan menatapku. Dan terakhir, karena aku tiba-tiba terperangkap di antara hujan dan angin kencang di halte sebelum mendapatkan bus untuk pulang.

“ya!coba lihat kesini, ada gadis berseragam hitam yang cantik” sebuah suara bergeming di antara rintik hujan. Aku menoleh, tiga orang laki-laki berpostur tinggi sudah berada di sekeliling ku.

“oh, dari Stardom High?siapa namamu? Kau cukup menarik” ujar laki-laki beralis tebal setelah memperhatikan seragamku. Aku memutar bola mataku dan berusaha mendiamkan mereka.

“kau tuli ya?apa kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa?” ujar laki-laki yang lain, sepertinya dia dalam mood yang buruk. Dari tadi dahinya berbentuk seperti integral dan ada sorot kemarahan dari matanya. Aku mulai merasa takut dan menggenggam ransel ku dengan kuat.

“berhenti menakuti dia HyungSik, kau membuatnya gemetar” HyungSik hanya tersenyum sinis. “mau ikut bersenang-senang dengan kami?” tanya laki-laki beralis tebal. Aku buru-buru menggeleng, rasa takutku semakin menjadi ketika laki laki bernama HyungSik itu mendekatkan wajah angkuhnya di depanku. kemudian salah satu dari mereka, mencengkram tanganku dan memegang daguku. Ya-tuhan-tolong-aku.

“mau apa kalian disini?” aku memejamkan mataku, berharap itu bukan teman ketiga orang ini lagi. Tapi aku kenal suara ini.

“bukan urusan mu” ketus HyungSik sambil mengepalkan tangannya. Aku melihat MinHyuk bersender di tiang halte, sedang memainkan rambutnya yang basah terkena rintikan hujan.

“bagus, karena kau juga tidak ada urusan di sini, kka11” ujar MinHyuk tenang. Sedetik kemudian, ia menatap mereka dengan tatapan-paling-ganas-sedunia.

“hei calm down, kami hanya ingin bermain-main” salah satu dari mereka angkat bicara, dan berbalik untuk meninggalkan ku. Sementara HyungSik masih menatap MinHyuk,

“tunggu sampai JunYoung Hyung mematahkan lenganmu” katanya singkat. MinHyuk tidak menanggapinya, ia kembali masuk ke dalam gedung sekolah. Aku masih gemetar dan kebingungan, ada apa dengan orang-orang ini? Ini percakapan singkat yang paling menakutkan yang pernah kudengar. Kemudian, aku mengejar MinHyuk ke dalam gedung untuk mengucapkan sekedar terimakasih.

“pulang dan jangan ganggu aku” katanya tanpa menatap wajahku. Rasanya luar biasa menyakitkan dan..aku tidak tau bagaimana menjelaskannya.

Ada apa sebenarnya dengan orang-orang aneh ini?kenapa pula aku harus ada di sekitar mereka? Michilgeol gatha!!!12

“aku dengar kemarin kau diganggu ze:a?” JaeHyo tiba-tiba bertanya, suaranya sangat mengagetkan hingga aku nyaris terlonjak dari kursi. Matanya lurus, dan tangannya memainkan cutter. Aku bersumpah, appa jahat sekali menyekolahkan ku disini karena banyak ancaman di sekitarku.

“ze:a?nugu13?” tanyaku kikuk.

“orang-orang dari Empire High, mereka selalu berselisih dengan kami, leadernya bernama JunYoung dan total mereka sembilan orang. kalau kau dibawa oleh mereka, maka kau tidak akan bisa pulang” ungkap JaeHyo. Kemarin aku mendengar nama JunYoung. lalu aku bergidik ngeri mendengar kata-kata JaeHyo. “MinHyuk bilang kau nyaris menangis” lanjutnya. Aku terbelalak, bingung akan melakukan apa. Ternyata si pemarah berambut merah itu memperhatikanku juga.

“HyungSik itu juga ze:a?” tanyaku singkat. Masih kebingungan.

“ya, dia salah satunya” jawab JaeHyo.

“jadi,apa ze:a dan BLOCK B punya hubungan yang kurang baik?” tanyaku terus terang. Dan lagi-lagi, ketika aku menyebut BLOCK B, semua orang mendadak diam dan memandang ke arah kami, sekalipun aku mengatakannya dalam volume yang nyaris tak terdengar. Sekolah ini gila, pikirku.

“begitulah, kadang-kadang mereka harus diberi pelajaran” JaeHyo menyunggingkan bibirnya, bukan senyuman ataupun seringai. Aku tidak tau apa itu sebenarnya.

BLOCK B berjalan diantara siswa Empire High, seragam hitam mereka membuat mereka semakin terlihat mencolok. Zico memimpin mereka dan yang lainnya mengikuti di belakang. Dalam hitungan ke tiga, mereka tiba di kelas yang mereka incar, yaitu kelas JunYoung, leader ze:a.

Taeil dan Ukwon mulai menendangi meja dan para murid perempuan berteriak, P.O dan Zico mencoret-coret dinding dengan pilox hitam bertuliskan “BLOCK B OWN THIS PLACE”, JaeHyo memecahkan kaca dengan tangan kanannya, sementara MinHyuk duduk sambil menyilangkan kakinya di atas meja.

“MWOYA14??apa-apaan ini??” JunYoung berteriak saat melihat kelasnya hancur berantakan. Sudah ada delapan orang anggota ze:a di balik tubuhnya. Tangannya di kepal dan dia bersiap untuk melampiaskan emosinya, tapi Kevin menahannya. MinHyuk berdiri dari duduknya, sementara zico dan P.O masih asik mencoret-coret dinding.

“dengarkan ini baik-baik ze:a, karena aku tidak akan mengatakanya dua kali, jangan pernah menginjakkan kaki kotor kalian di sekolah kami, dan jangan pernah mengganggu gadis kami, ingat, ini semua..” MinHyuk berhenti bicara dan memutar bola matanya ke seisi kelas yang hancur “tidak apa-apanya dibandingkan apa yang akan kami lakukan nanti jika kau berani menyentuh gadis kami lagi, arraseo15?

DongJun baru saja akan menghajar MinHyuk, tapi tangannya ditangkap oleh maknae BLOCK B, P.O hanya terkekeh kecil.

“urusan kami selesai,kkaja16” perintah Zico kepada BLOCK B, mereka lalu meninggalkan ze:a yang terbalut emosi.

Ini sudah hari ke-14 aku bersekolah di Stardom High, dan aku masih saja di ikuti oleh orang-orang BLOCK B ini. Mereka selalu membawa ku kemana pun mereka pergi, hingga tak jarang ratusan pasang mata memandangiku. sehingga orang orang hanya tau aku dengan sebutan, si-murid-baru-yang-bergabung-dengan-kelompok-bereputasi-buruk. Sabtu lalu, saat aku sedang bersantai di kamar, mereka tiba-tiba sudah berada di ruang keluarga ku dan eomma menyambut mereka dengan riang. Dari mana pula mereka bisa tau rumahku? Orang-orang BLOCK B ini sungguh tak bisa di tebak kelakuannya.

“yah!bisa tidak kau tidak usah menatapku seperti itu?!” MinHyuk membuka mulut, wajahnya tiga kali lebih pemarah dari biasanya. Dia ini,satu-satunya anggota BLOCK B yang memperlakukanku dengan sangat tidak baik.

mianhae, a-a-aku tidak sadar” jawabku sambil menunduk dan kembali berpura-pura membaca buku. Jantungku berdegup kencang saat mendengarnya marah seperti itu. MinHyuk sungguh menakutkan.

“ya hyung! Kau jangan bersikap kasar seperti itu dengan HyunJi” P.O menyikut lengan MinHyuk, P.O ini maknae tapi tingkahnya benar-benar sangat tidak maknae, justru Ukwon lah yang kurasa pantas menjadi maknae karena sikap cerianya.

“padahal kau yang mengoceh panjang lebar di depan ze:a untuk melindunginya” lanjutnya, lalu MinHyuk melotot besar sekali. P.O segera berlari dan berlindung di balik tubuhku saat MinHyuk hendak mengejarnya.

“kau,P.O alias Pyo Jihoon, lebih baik diam atau lehermu akan ku ikat dengan daging dan aku akan segera mengumpan mu ke ze:a” ancam MinHyuk. Zico terkekeh, sementara Ukwon sudah terbahak-bahak. Aku bingung harus melakukan apa, karena aku memang tidak tau apa yang sebenarnya terjadi disini.

“Hyung kau kejam” ujar P.O manja sambil memainkan rambutku dari belakang, MinHyuk sepertinya mengumpat sesuatu dan ia segera keluar dari kelas sambil membanting pintu keras sekali. Wajahnya jadi lebih tampan kalau dia terbalut emosi, Benar-benar si pemarah. Rasanya pipi ku memanas. Tunggu?apa-apaan aku barusan?tidak ada kata tampan untuk MinHyuk!

someone got jealous easily17” ujar Kyung sambil terkekeh. Dahiku berkerut memikirkan maksud kata-katanya barusan.

Hari jadi sangat melelahkan saat aku berlari-lari menghindari BLOCK B, karena kalau tidak menghindar mereka pasti menyeretku untuk ikut bersama mereka, sekedar bermain kartu, belajar trigonometri, ataupun ke game center. Aku nyaris tidak percaya bahwa BLOCK B ditakuti di seantero Seoul, orang lain menganggap BLOCK B adalah sekumpulan anak muda pembuat onar. Memang sih, mereka suka membuat onar, tapi mereka baik sekali, terutama kepadaku. Dan mereka cukup menyenangkan.

Aku memandangi jendela bus, memikirkan butuh berapa lama lagi untuk tiba di rumahku. Awan menjadi lebih gelap, aku khawatir hujan akan turun. Kali ini pandangan mata ku tidak lagi tertuju pada awan gelap di luar bus, tapi pada sekumpulan laki-laki berseragam biru gelap yang sedang berkumpul di halte selanjutnya, seragam mereka bagus dan semuanya berwajah tampan. Sepertinya mereka sedang mengobrol. Tunggu sebentar, sepertinya aku mengenali beberapa dari mereka, itu bukannya HyungSik? Slap! Aku menampar diriku sendiri ketika kami bertemu pandang. HyungSik segera bergegas mengajak teman-temannya untuk masuk ke dalam bis ini. Mereka berjumlah banyak sekali. AKU HARUS TURUN, APAPUN YANG TERJADI. Aku tau hidupku akan segera tamat ketika melihat mereka memasuki bus ini dan tersenyum puas, lalu duduk mengitari ku. Terlambat.

kwiyeopta18, siapa namamu manis?” tanya laki-laki berbadan tinggi besar. Poninya menutupi mata kirinya. Aku tidak menjawab, keringat dingin mulai meluncur di dahiku. Nama-nama mulai bermunculan di antara percakapan orang-orang ini, aku mendengar SiWan, HeeChul, KwangHee,Kevin, dan selebihnya aku tidak tau apa yang mereka sebutkan.

“JunYoung hyung, berhentilah merayu gadis babo19 itu” tukas laki-laki berbadan mungil. Jadi ini yang namanya JunYoung, wajahnya tidak seperti anak nakal. Ia sungguh tampan dan berkarisma. Nada berbicaranya sangat ramah dan tulus jika dibandingkan dengan HyungSik.

“santai saja dengan kami” ujar JunYong sambil tersenyum ramah. Aku nyaris tak bisa bernafas ketika JunYoung mengulurkan tangannya dan merangkul bahuku. Nyawaku sedang terancam. Ya Tuhan lepaskan aku dari orang-orang ini, aku mohon.

Lalu mereka memaksaku untuk ikut turun di halte berikutnya, aku tidak bisa bergerak karena tangan JunYoung masih merangkul bahuku, ini rangkulan yang mengerikan. ‘kalau kau dibawa oleh mereka, maka kau tidak akan bisa pulang’ kata-kata JaeHyo terngiang saat aku melangkahkan kaki menuruni bus dengan delapan orang laki-laki di belakangku, dan satu orang yang masih merangkulku. Untuk pertama kalinya, aku menyesal telah dilahirkan kedunia ini.

Lalu, untuk pertama kalinya juga aku bersyukur bersekolah di Stardom High begitu melihat MinHyuk bediri di depan kami semua.

“oh ini dia teman kecil kita” ujar JunYoung sambil mempererat rangkulannya. “habisi dia,ze:a” lanjutnya singkat. Nada ramahnya langsung berubah tajam. Leader mereka benar-benar mengerikan.

Aku bisa melihat dengan jelas saat MinHyuk di kepung dan mereka mulai mencelakainya. Hatiku rasanya sakit sekali dan aku bingung harus melakukan apa. Waktu terasa sangat lambat saat hantaman demi hantaman mulai mendarat di wajahnya.  Bibirnya mulai mengeluarkan darah dan sudut matanya membiru.

“HyunJi lari!” ucapnya di tengah luka. Tidak, aku tidak bisa lari meninggalkanmu sendiri. Jadi aku putuskan untuk menggigit tangan JunYoung dan menendangnya hingga terjerembap. Lalu aku menghajar HyungSik dengan buku trigonometri ku, maaf tampan, wajahmu tidak lagi sebagus yang tadi. Beberapa di antara mereka mulai berjatuhan dan mengerang kesakitan. Lee MinHyuk, kau luar biasa kuat.

ppali!” ujarnya sambil menggandeng tanganku. Kami berlari menyelamatkan diri, saat para ze:a mulai mengejar kami. Di bawah guyuran hujan, aku dan MinHyuk berlari mencari tempat persembunyian.

neo gwenchanayo?20tanyaku sambil mengeluarkan sapu tangan dari tas. Kami bersembunyi di sebuah rumah tua yang tidak berpenghuni. MinHyuk menyenderkan punggungnya di dinding. Bibirnya masih mengeluarkan darah, sudut matanya biru, rambutnya berantakan, dan ada noda darah di kerah kemejanya.

“tanganku patah dan aku tidak baik-baik saja” rintih MinHyuk dalam nada ketusnya. Jantungku mencelos, sakit yang dia rasakan sepertinya menular padaku. Bagaimana pun kasarnya dia, dia telah menyelamatkan ku hingga terluka seperti ini.

kamsahamnida” ujarku pelan.

“tidak perlu” singkatnya.

“seharusnya kau tidak usah menolongku saja, kau jadi seperti ini gara-gara aku” aku menunduk sambil membersihkan tangannya yang kotor dengan sapu tangan. Kemudian ia menepisnya.

“aku tidak menolongmu” ucapnya kasar. Aku tau dia memang pemarah, tapi haruskah seperti ini? Ini menyakitkan. Jantungku berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya, dan terasa sakit bila mendengar rintihan MinHyuk.

gurae21…” kataku lemah. “mianhae..tapi apa kau selalu bersikap kasar seperti ini? Aku tidak tau apa salahku padamu, dan aku rasa aku bisa gila jika kau terus-terusan seperti ini” ucapku terus terang sambil menyeka air mata yang mulai mengalir di pipiku. Ini sempurna, di luar dan di mataku sama-sama hujan. Lebih baik ze:a membawaku dan aku tidak usah kembali lagi.

Ekspresi muka MinHyuk berubah begitu melihat aku menangis, aku tau dia tidak menyukainya. Jadi aku putuskan untuk segera pergi sebelum dia mulai memakiku. Aku membungkuk dalam-dalam di hadapannya.

kamsahamnida, maaf merepotkanmu” ujarku lemah dengan air mata yang bersimbah, kemudian berbalik untuk segera pergi. Babo, aku tak mengerti kenapa aku seperti ini. Menangis tanpa alasan yang jelas hanya karena diperlakukan seperti itu oleh MinHyuk.

kkajima22” perintah MinHyuk sambil menggamit tangan kananku. Aku nyaris terlonjak ketika dia berbuat begitu, aku benar-benar akan dimarahi nya habis-habisan, karena sudah membuatnya terluka dan berniat untuk meninggalkannya disini. Air mataku semakin menetes deras, dan aku putuskan untuk memejamkan mata, bersiap menerima ocehannya.

Tapi ini bukan ocehan. Aku terbelalak saat mendapati wajah MinHyuk berada tepat di depanku, bibirnya jelas-jelas menempel di bibirku. Ia masih menggenggam tangan kananku. Jantungku berdegup luar biasa cepat. Bisa kurasakan rasa darah dari bibirnya. Dan aku kembali menangis ketika dia mulai merintih kecil, tapi ia malah menciumku lebih lembut. Matanya terbuka, dan ia menjauhkan wajahnya.

mianhae..aku tidak bermaksud untuk berlaku kasar kepadamu” ucap MinHyuk dalam nada yang jauh lebih lembut dari sebelum-sebelumnya. “aku..hanya tidak mengerti kenapa aku juga bisa bersikap seperti itu”  matanya penuh dengan penyesalan. Aku tertunduk, masih dalam kuasa air mata.

“aku tidak bisa melihat wanita menangis, apalagi itu kau..jadi aku mohon…ulljima23” Minhyuk berehenti sebentar sebelum melanjuti kalimatnya, ia mengambil nafas dalam-dalam. Dan aku nyaris pingsan ketika dia membuka mulutnya untuk berbicara,

saranghaeyo Nam HyunJi24

Sudah tujuh kali aku menampar diriku sendiri untuk meyakinkan bahwa kejadian kemarin adalah kenyataan. Senyumku tidak bisa berhenti mengembang kalau mengingat wajah MinHyuk begitu dekat.

“yah! Silly loving birds!25 ilwa!” Kyung berteriak begitu melihat aku dan MinHyuk berjalan memasuki kelas. Tangan kiri MinHyuk di perban dan aku membantu nya berjalan.

musun iri isseosseo??26  Zico bertanya sambil menatap kami berdua. Matanya membesar dan suaranya meninggi.

“ze:a mengejar kami” ujar MinHyuk seraya berusaha duduk, aku membantunya dan dia tersenyum. Senyuman yang belum pernah aku lihat sebelumnya, dan aku rasa dia memang perlu senyum sekali-sekali, karena wajahnya jadi beratus-ratus kali lipat lebih mempesona.

mwo?! Mereka berani mengejarmu? Akan ku buat mereka menyesal telah mengenal BLOCK B!!!” pekik Zico penuh emosi. Semua orang kini melihat kami, lagi-lagi tanpa suara dan hening luar biasa. Sekolah ini tidak akan pernah berubah, karena mereka terus dihantui perasaan terancam oleh BLOCK B.

chamkamman27,aku ambil knuckle dulu” ujar JaeHyo dan berjalan menuju tasnya. Pasti benda-benda mengerikan itu lagi.

“tidak perlu” kata MinHyuk singkat.

“Eh Hyung??” tanya P.O bingung.

“tidak usah balas dendam, ini cuma luka ringan. lagipula kalau mereka tidak mengejar kami, aku tidak akan pernah bisa jujur pada HyunJi tentang perasaanku, aku rasa aku perlu berterimakasih pada ze:a” ucap MinHyuk terus terang sambil tersenyum kepadaku. Aku membalasnya.

“sudah kuduga” ujar Kyung sambil terkekeh. Aku juga tertawa kecil, karena tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanku.

“EH?MALDO ANDWAE28! Jadi kalian…? Begitu? Tidak bisa! HyunJi itu milikku! MinHyuk kau tidak boleh menyentuhnya! Aku yang lebih dulu mengenalinya!” JaeHyo nyaris menjerit dan matanya sungguh menyeramkan. Aku tercekat begitu mendengar nya berbicara. Dari awal kami bertemu, aku tidak pernah melihatnya tenggelam oleh emosi seperti ini.

Tidak ada yang bicara di antara kami. semuanya berwajah datar seolah tidak terjadi apa-apa. Jantungku berdetak cepat sekali dan aku meremas tangan kiri MinHyuk untuk menghilangkan rasa takutku terhadap JaeHyo.

“oke aku hanya bercanda, MinhYuk chukkae29” ujar JaeHyo penuh kemenangan, bibirnya melakukan sudut itu lagi.  Lalu dia tertawa kecil.

“sudah aku bilang kau harus berhenti bercanda hyung, tidak ada yang menganggap bercandaanmu itu lucu” kata P.O sambil membenarkan topinya. “bercandaanmu itu menyeramkan” timpal Ukwon. Jadi makhluk itu cuma bercanda? Bagus sekali karena aku terjebak. JaeHyo hanya terkekeh melihat wajahku yang cemas. Sementara MinHyuk hanya geleng-geleng kepala.

“ayo cepat kita harus bergegas” ujar Zico seraya berdiri dan yang lain mengikuti. JaeHyo berjalan kebelakang dan menggamit tasnya, Ukwon juga. Semuanya seolah sedang bersiap-siap.

Eodiya30?” tanyaku.

“ada sembilan pasang lengan yang harus dibereskan, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, HyunJi kau temani MinHyuk disini” kata Zico sambil mengedipkan sebelah matanya. bocah-bocah ini ternyata serius. Mereka berjalan keluar kelas sambil membawa tas, yang aku yakin isinya pasti adalah barang-barang mengerikan.

“kami pasti membawa kabar baik, jadi tunggulah!!” ujar P.O sambil melambaikan tangan. Aku melirik ke arah MinHyuk, dia mengangkat bahu sambil terkekeh. Walau penuh luka, ia tetap terlihat mempesona. Ternyata aku jatuh cinta dengan orang paling pemarah di Seoul. ♥


[1] Chonun Nam HyunJi Imnida=  saya Nam HyunJi

[2] Kamsahamnida= terimakasih

[3] Songsaenim= guru

[4] Mianhae= maaf

[5] Ilwa= kemari

[6] Na= aku?

[7] Waeyo= kenapa?

[8] Since you have no body here= selama kau tidak kenal siapapun disini

[9] Ppali= cepat

[10] Brass Knuckle=semacam senjata yang dikepal di tangan, biasanya berfungsi sebagai alat pertahanan diri.

[11] Kka= pergi

[12] Michilgeol gatha= aku mau gila

[13] Nugu= siapa?

[14] Mwoya= apa

[15] Arraseo= mengerti?

[16] Kkaja= ayo pergi

[17] Someone got jealous easily= seseorang cemburu dengan mudahnya

[18] Kwiyeopta= imutnya

[19] Babo= bodoh

[20] Neo gwenchanayo?= apa kau tidak apa-apa?

[21] Gurae= begitu

[22] Kkajima= jangan pergi

[23] Ulljima= jangan menangis

[24] Saranghaeyo Nam HyunJi= aku cinta padamu Nam HyunJi

[25] Silly loving birds= burung bodoh yang sedang jatuh cinta

[26] musun iri isseosseo= apa ada yang terjadi?

[27] Chamkamman= tunggu sebentar

[28] Maldo andwae= tidak mungkin

[29] Chukkae= selamat

[30] Eodiya?= mau kemana?

Voting ini terbuka bagi semua kalangan, author tetap, author free writer, dan readers.. Silakan memvote FF kesukaan kalian, HANYA BOLEH SATU KALI!

WARNING!! Sebelum kalian menekan tombol vote, pastikan kalau ini merupakan FF yang menurut kalian terbaik. Kami tidak akan bertanggung jawab jika terjadi pendoublean voting dan menyebabkan FF ini didiskualifikasi.. Harap pengertiannya! 😀