Author : Aydan Ahn
Title     : you are my? BoyFriend
Length : One Shot
Genre  : Romance. Teens.
Cast     : 1. YOU as Kim HanNah

2. K.Will/ Kim HyungSoo as Appa

3. JaeKyung as Eomma

4. KwangMin (BoyFriend)

5. YoungMin (BoyFriend)

6. MinWoo (BoyFriend)

7. DongHyun (BoyFriend)

8. HyunSeung (BoyFriend)

9. JeongMin (BoyFriend)

© Copyright; 2011, AYDAN AHN All Rights Reserved.

No printing or redistribution allowed.

Do not post anywhere else. Do not plagiarize. 

 

HanNah sedang asik berkutat dengan laptop ketika Kim HyungSoo menghambur masuk kedalam kamar. Gadis berambut coklat gelap itu nyaris terlompat dari kursinya melihat HyungSoo yang tiba-tiba muncul di sebelah kanannya. Ia sedang asik mencari-cari live performance terbaru boyband kesayangannya dan ia tidak suka jika ia diganggu seperti ini. HanNah lantas buru-buru menutup salah satu tab nya di Mozilla Firefox. Ia tidak mau HyungSoo melihatnya sedang fangirling, karena ia pasti ditertawakan.

appa,[1] ketuklah dulu pintunya sebelum appa masuk” pinta HanNah sambil menyandarkan punggungnya di kursi. Ia mendengus kesal.

“sepertinya kau sedang tidak ada kerjaan? temani appa pergi ya?” tanya HyungSoo tanpa mengindahkan perkataan HanNah. Pertanyaan barusan nyaris membuat HanNah melotot. Jelas-jelas ia sedang sibuk, bagaimana mungkin laki-laki yang disebutnya ayah ini bisa mengatakan kalau HanNah sedang tidak ada kerjaan.

appa.. kkumkkae[2]? aku kan sedang..” belum selesai HanNah berbicara, tiba-tiba terdengar suara pekikan dari dapur.

“HanNah Kim! cepat ganti baju dan temani appa pergi!” pekik JaeKyung.

HyungSoo terkekeh mendengar teriakan istrinya yang sedang asik memasak di dapur, ia bisa saja mendengar percakapan HyungSoo dan HanNah dengan jarak sejauh itu. Yang diteriaki hanya bisa pasrah sambil menghembuskan nafasnya kencang-kencang.

ne eomma, arraseo[3]!!” balas HanNah buru-buru sebelum JaeKyung datang ke kamarnya dan megomelinya. Ia ngeri membayangkan JaeKyung masuk kekamarnya sambil membawa spatula lalu memarahinya hanya gara-gara hal sepele seperti ini.

appa tunggu di mobil” ujar HyungSoo sambil tersenyum lebar. Sementara HanNah hanya menatapnya dengan tatapan datar. Sejurus kemudian, ia begegas menuju klosetnya untuk mencari pakaian yang akan dikenakan.

            “appa, oedigani?[4] tanya HanNah sambil mengencangakan seatbelt nya. Ia lantas menyalakan pendingin karena udara di dalam mobil sangat pengap.

“ke kantor appa, chagiya[5] jawab HyungSoo sambil memindahkan gigi. Dalam hitungan menit, mereka berdua sudah meluncur di tengah keramaian jalan raya kota Seoul. HanNah mengerutkan alisnya, memikirkan jawaban ayahnya barusan.

“memangnya appa punya kantor? Kerjaan appa kan menyanyi di televisi” tanya HanNah terus terang, lantas membuat HyungSoo terbahak-bahak sambil memukul stir mobilnya.

Starship Entertainment itu kantor appa loh” jawab HyungSoo sambil mengacak ramut putri kesayangannya. HanNah menaikkan alisnya, baru mengerti apa yang dibicarakan ayahnya.

“oh iya aku lupa” ujar HanNah singkat sambil mengendikkan bahunya. Ia lalu menajamkan telinganya ketika mendengar sayup-sayup musik dari radio mobil, SUPER JUNIOR!, Pikirnya senang. HanNah kemudian menggerakkan tangannya untuk memperbesar volume radio sehingga alunan musik Bonamana memenuhi mobil, membuat HyungSoo menggeleng-gelengkan kepalanya.

HanNah Kim adalah putri satu-satunya dari laki-laki bersuara merdu, Kim HyungSoo, yang lebih dikenal dengan nama K.Will di dunia entertainment Korea. Ia berkerja sebagai penyanyi solo di bawah naungan Starship Entertainment. HyungSoo dianggap sebagai salah satu penyanyi senior di Korea karena berhasil menyabet banyak penghargaan di industri musik.

Melihat gadis remaja disampingnya yang sedang asik menyanyikan lagu Super Junior, HyungSoo lantas tertawa sambil sekaligus mengagumi kecantikan putrinya. Ia mewarisi mata indah JaeKyung dan senyum ramah HyungSoo.

appa, kenapa membawa ku ikut ke kantor? Biasanya appa tidak pernah..” tanya HanNah sambil memandangi jalan raya. HyungSoo tidak menjawab, ia cuma tersenyum kecil. Melihat ayahnya seperti itu, HanNah merasa keki dan kemudian mengambil iPod nya untuk mendengarkan lebih banyak lagu-lagu Super Junior.

            “Ya DongHyun! ilwa[6]!” teriak HyungSoo ketika melihat laki-laki berambut merah melintas di salah satu lorong. Laki-laki itu lantas berbalik dan tersenyum memandang mereka berdua. Tanpa butuh menunggu, laki-laki bernama DongHyun itu sudah berada di hadapan HyungSoo.

annyeonghaseyo sunbaenim![7]kata DongHyun sambil tersenyum lebar sekali. Rambut merahnya membuat HanNah terpana, ia baru pertama kali melihat orang yang mewarnai rambutnya semerah ini.

annyeonghaseyo DongHyun-ah” balas HyungSoo sambil tersenyum, sementara HanNah hanya tersenyum kaku melihat DongHyun yang melambaikan tangan padanya.

Hyung HanNah Kim igeoya[8]?”  tanya DongHyu terus terang sambil menjabat tangan HanNah yang sedari tadi hanya bisa melakukan gerakan-gerakan canggung. Melihat putrinya seperti itu, HyungSoo lantas terkekeh.

ye, DongHyun kau temani HanNah sebentar ya? Hyung mau bertemu Daejangnim[9] sebentar” pinta DongHyun seraya mengacak pelan rambut putrinya.

“Ah ne sunbaenim dengan senang hati!” kata DongHyun dengan semangat. Mendengar DongHyun berkata begitu, HyungSoo lalu mencium kening HanNah dan meninggalkannya bersama DongHyun.

“nah mari ikut aku!”

HanNah menatap DongHyun jengah ketika laki-laki itu menarik tangannya dan membawanya pergi. Ia tidak pernah mengenali DongHyun sebelumnya dan ia merasa sedikit risih jika harus pergi dengan orang yang tidak dikenalinya. Dalam hitungan menit, mereka berdua tiba di salah satu studio di gedung Starship Entertainment. Pada awalnya HanNah merasa tidak tertarik karena tadinya ia mengira akan pergi ke kafetaria atau tempat dimana dia bisa membeli makanan. Tapi perhatiannya teralih ketika dia melihat beberapa laki-laki yang menyambutnya dengan senyuman cerah.

Annyeong Haseyo!” sambut mereka seraya melambaikan tangan. HanNah hanya tersenyum kecil, bingung harus menjawab apa karena tidak mengenali satupun dari mereka.

Hyung, HanNah Kim ya?” tanya salah satu dari mereka. “Yeppeo-da[10]!” tambahnya, membuat pipi HanNah memerah.

ne, ya KwangMin YoungMin ilwa!” perintah DongHyun kepada dua laki-laki yang sedang asik tertawa di sudut ruangan. Merasa dipanggil, mereka berdua lantas berdiri dan menghampiri DongHyun.

HanNah tiba-tiba merasa pusing ketika melihat YoungMin dan KwangMin berjalan beriringan, karena mereka adalah dua orang yang berwajah sama. Cuma rambut lah yang menjadi pembeda mereka.

“kepalaku pusing, aku melihat dua orang berwajah sama. aku permisi ke toilet ya?” tanya HanNah terus terang, membuat DongHyun dan YoungMin terbahak.

“kau tidak pusing HanNah, mereka adalah kembar” ujar DongHyun lembut. Perempuan mungil itu baru mengerti kalau KwangMin dan YoungMin adalah saudara kembar.

anyyeong, Jo YoungMin imnida” kata si pirang dengan senyum manis. HanNah menatapnya dengan tatapan kagum, karena YoungMin memiliki wajah yang sangat cantik. Ia bahkan merasa bahwa YoungMin jauh lebih cantik daripada dirinya.

anyyeong, Jo KwangMin imnida”  kata si rambut coklat seraya tersenyum lembut, senyuman yang membuat HanNah meleleh seketika. Ia mengagumi bagaimana cara si kembar membuatnya terpesona dengan cara yang berbeda.

“itu HyunSeong, MinWoo dan JeongMin” ujar DongHyun sambil menunjuk beberapa laki-laki. Yang ditunjuk, melambaikan tangan mereka sebagai lambang perkenalan. HanNah menganggut- memberitahukan mereka bahwa ia mengerti.

“kami ini BoyFriend, noona tau BoyFriend?” seru MinWoo tiba-tiba. HanNah menggeleng cepat, ia tidak mengerti apa yang ditanyakan MinWoo.

“memangnya noona belum melihat teaser kami?” timpal laki-laki bertubuh mungil itu. HanNah menggeleng untuk kedua kalinya.

“yah.. sayang sekali, padahal DongHyun Hyung tidak pakai baju disitu” katanya dengan nada kecewa. Mendengar namanya disebut, DongHyun melotot.

“YA! kau kira aku apa No MinWoo?!” yang lain terkekeh mendengar jawaban dari DongHyun, tapi HanNah tidak. Ia hanya memandangi mereka semua dengan tatapan bingung. Ia tidak pernah mendengar BoyFriend sebelumnya.

“BoyFriend igeo...mwoya[11]?” HanNah bertanya terus terang lagi, ia tidak suka jika harus berbasa-basi.

“kami adalah BoyBand baru yang akan debut minggu depan, kau suka BoyBand HanNah?” tanya HyunSeong. HanNah mengangguk cepat, tentu saja ia suka BoyBand, apalagi Super Junior.

naneun ELF-iya![12]sahut HanNah dengan cepat, membuat KwangMin tersenyum melihat tingkah lucunya.

gureom[13]..kau harus melihat BoyFriend debut, kau pasti akan suka dengan kami juga” komentar JeongMin membuat HanNah mengangkat alisnya. Belum tentu, pikirnya dalam hati.

“lalu kau akan menjadi GirlFriend!” tambah YoungMin sambil tertawa kecil. Sementara HanNah hanya menatapnya dengan pandangan tidak mengerti.

            “appa!!eodiganiya??” HanNah menatap Ayahnya dengan pendangan sebal, akhir-akhir ini laki-laki yang merawatnya itu suka memaksa. HyungSoo tidak menjawab, hanya tersenyum kecil dan membuat HanNah semakin sebal.

I jit I jigeowo jugetso![14]seru HanNah sambil melipat kedua tangannya, ia mencibir dan terus mengoceh dalam bahasa yang tidak dimengerti HyungSoo.

“kita akan melihat debut BoyFriend di M!Countdown, HanNah Kim” HyungSoo menyerah. “kau sudah bertemu mereka kan? mereka oke kan?” lanjutnya lagi.

ye  ujar HanNah singkat. Ia masih merasa sebal dengan ayahnya yang suka semena-mena, padahal tadi ia sedang asik mendownload. Melihat putrinya merajuk, HyungSoo hanya tertawa tanpa meminta maaf. HanNah menjadi semakin keki.

Setelah memarkir mobilnya, HyungSoo menggandeng HanNah untuk memasuki studio. HanNah berjalan dengan ogah-ogahan ketika semua orang menatapnya- atau ayahnya yang notabene adalah seorang penyanyi. Orang-orang mulai mengambil gambar mereka dan ia merasa lebih kesal dari sebelumnya. Ia menyesal hanya menggunakan hoodie dan jeans. Harusnya ia menggunakan sesuatu yang lebih baik kalau tau orang-orang akan terus mengambil gambarnya seperti ini.

HanNah memasuki studio dan duduk di kursi yang paling nyaman. Ia menolak ajakan ayahnya untuk pergi ke backstage untuk melihat anggota BoyFriend. Lantas yang dilakukan HanNah hanya melihat dari kursi penonton sambil mengambil gambar dari beberapa boyband dan girlband yang disukainya.

Beberapa waktu kemudian, HanNah sedang asik melihat hasil jepretannya ketika ia mendengar MC menyebut BoyFriend. Ia lalu mendongak dan menyaksikan pria-pria yang ditemuinya minggu lalu sedang menampilkan lagu mereka. Pada awalnya ia tak percaya bahwa yang disaksikannya adalah BoyFriend, tapi ia akhirnya percaya ketika melihat kembar Jo sedang menari di panggung. Mereka benar-benar mempesona dan memiliki karisma yang luar biasa. Para penonton berteriak dan menyoraki mereka dengan penuh semangat, HanNah sebenarnya ingin berteriak, tapi ia merasa malu.

Pada saat yang sama, ia melihat Jo KwangMin mengedipkan sebelah matanya dari jauh. KwangMin rupanya melihat keberadaan HanNah. Ia merasakan aliran darahnya semakin cepat.

            “mereka oke kan??!” tanya HyungSoo sambil menatap mata putrinya. JaeKyung hanya tertawa sambil menghidangkan makan malam diatas meja makan.

ne appa”  jawab HanNah. Pikirannya masih melayang. Ia masih bisa mendengar alunan lagu yang dinyanyikan anggota BoyFriend dan ia juga masih bisa mengingat bagaimana KwangMin mengedipkan sebelah matanya dengan canggung.

“tuh kan, sudah kubilang kalau mereka oke” timpal HyungSoo sambil menyendok makan malamnya.

HanNah tidak menjawab. Ia lantas melihat ke meja, ia sedang tidak nafsu untuk makan apapun. Tapi JaeKyung sudah menyendokkan makan malam ke piringnya. Mau tidak mau, HanNah memakannya dengan suapan yang ogah-ogahan.

eomma, aku sudah selesai” ujar HanNah setelah menyisakkan sedikit makan malamnya. JaeKyung menatapnya bingung, padahal HanNah sangat menyukai kimbap, tapi ia malah menyisakannya di piring.

“eh? kau sakit HanNah?’ tanya JaeKyung cemas, ia lantas memegang dahi putrinya.

ani eomma, aku hanya mengantuk, aku tidur ya, jaljayo[15]ucap HanNah sambil megecup pipi JaeKyung dan HyungSoo. Lalu bergegas menuju kamarnya.

“HanNah Kim?” panggil HyungSoo seraya menikmati makan malamnya.

ne appa?”

            “besok malam temani appa ke pesta daejangnim, ia mau merayakan kesuksesannya” perintah HyungSoo tanpa diembel-embeli rayuan.

ne” jawab HanNah singkat, ia meneruskan langkahnya menuju kamar. Matanya menerawang dan tingkahnya sedikit kaku.

Setibanya di kamar, ia kemudian menghidupkan laptop kesayangannya. Tanpa pikir panjang, ia segera menelusuri internet untuk mendownload teaser,performance, dan album BoyFriend.

            HanNah nyaris terlonjak ketika melihat JaeKyung menyerahkan sehelai gaun mini berwarna soft pink. Ia tidak percaya JaeKyung menyuruhnya untuk menggunakan gaun menyebalkan itu untuk menghadiri pesta Daejangnim. Belum lagi sepasang higheels berwarna pastel setinggi 9 cm sudah menunggunya di dalam kotak yang dibawa JaeKyung.

eomma, jangan yang warna pink! Aku mau warna yang lain saja, hitam atau coklat…jebal..” pinta HanNah sambil mengatupkan kedua telapak tangannya.

Anni, cepat kenakan ini dan sebentar lagi eomma akan merias wajahmu” ujar JaeKyung tanpa menatap wajah HanNah yang sudah hampir menangis. Pura-pura menangis lebih tepatnya.

eomma….” Rengek HanNah sambil menarik-narik baju ibunya.

            “ppali[16]

            HanNah mendegus kesal, akhir-akhir ini ia sering merasa kesal. Orang-orang terus memandanginya, dan ia tidak suka itu. Belum lagi ayahnya yang meninggalkannya sendiri di tengah keramaian pesta. HanNah melihat kebawah tubuhnya, warna pink ini menjijikan, pikirnya sebal.

Belum mendapat teman bicara, HanNah lantas meninggalkan keramain pesta den berusaha mencari tempat untuk menyendiri. Ia ingin mengistirahatkan kakinya yang letih karena hak sepatunya yang tinggi. Ia lalu berjalan menuju belakang rumah daejangnim yang begitu luas dan menemukan taman yang terhampar dengan indahnya. Air kolam memantulkan cahaya bulan dan bunga-bunga terlihat lebih eksotis dibawah kegelapan. Merasa terhipnotis, HanNah akhirnya terduduk pada sebuah bangku taman dan menikmati ketenangan yang ada. Gemericik air, suara jangkrik, dan hembusan angin yang menjadi satu membuat kesalnya hilang perlahan-lahan.

HanNah melihat mawar merah dan memutuskan untuk memetiknya. Bukannya mendapat petikan mawar, ia malah terluka lantara duri mawar yang menusuk jari telunjuknya. Ia mengaduh kecil dan membiarkan darahnya menetes di atas rerumputan.

gwenchanayo[17]?” sebuah suara tiba-tiba memecah keheningan. Suara berat yang pernah ia dengar sebelumnya.

“Jo KwangMin?” tanya HanNah tak percaya. Ia memastikan penglihatannya. Dan memang benar yang dihadapannya adalah Jo KwangMin, ia mengenakan tuksedo hitam yang sangat bagus.

“HanNah Kim waeyo?[18]tanya laki-laki itu khawatir.

“tertusuk duri” jawab HanNah sambil tersenyum getir, ia merasakan pedih di jarinya semakin menjadi, duri itu mungkin menusuknya sedemikan dalam.

aigo! kemarikan jarimu” pinta KwangMin seraya duduk di sebelah HanNah. Gadis itu menyerahkan jarinya tanpa ragu, darah masih keluar dan terus menetes di atas rerumputan.

KwangMin lantas menyapukan jarinya di atas luka HanNah dan mengeluarkan darah kotor yang masih menempel. HanNah mengaduh sambil mengigit bibirnya. Ia merasa kapok telah menyentuh mawar.

chamkamman,[19] begini akan lebih baik” gumam KwangMin dengan suara rendahnya. Tanpa di duga, KwangMin memasukkan jari HanNah ke dalam mulutnya dan menghisap darah yang masih keluar. Sentuhan langsung itu membuat HanNah mematung. Degupan jantungnya tiba-tiba berubah menjadi sangat cepat dan lehernya merinding. Ia tidak merasakan perih lagi, melainkan perasaan yang membuat perutnya merasakan sensasi aneh yang menyenangkan.

“sudah lebih baik?” tanya KwangMin tiba-tiba. HanNah terperanjat, jarinya sudah tidak ada darah lagi dan sakitnya sudah sedikit menghilang.

“ah ne, gomawoyo KwangMin-ah” ujar HanNah dengan kikuk. Melihat tangannya yang masih ada dalam genggaman KwangMin, ia lantas buru-buru menariknya dan kemudian merasa sangat canggung.

cheonmaneyo” kata KwangMin seraya tersenyum lembut. Lagi-lagi HanNah tersentuh dengan senyuman itu.

“oh iya, terimakasih sudah menonton debut kami kemarin” gumam KwangMin sambil menatap air kolam yang menimbulkan suara gemericik yang indah. HanNah mengangguk, ia bingung harus menjawab apa.

“anggota BoyFriend yang lain, eodiyo?[20] tanya HanNah sambil berusaha mengontrol degupan jantungnya.

“mereka ada didalam, HyunSeung dan DongHyun Hyung sedang sibuk makan sementara MinWoo,YoungMin, dan JeongMin Hyung sedang menemani anak laki-laki Daejangnim bermain” jelas KwangMin.

“kau sendiri sedang apa disini?” lanjutnya sambil menatap HanNah. Baru saja ia berhasil mengontrol degupan jantungnya, kini jantungnya tengah berdegup lebih kencang.

anniyeo, aku bosan di dalam” jawab HanNah singkat.

“kau cantik sekali dengan gaun pink ini” puji KwangMin terus terang, lalu tersenyum. Mendengar kalimat KwangMin barusan, ia tidak bisa lagi merasakan kakinya di tanah. HanNah meleleh seketika.

Di rumah nanti, ia harus segera berterimakasih pada eomma nya. Pikir HanNah.

            HanNah berlari-lari ke kamar ibunya begitu tiba dirumah, HyungSoo yang masih berada di dalam mobil hanya bisa terheran-heran melihat tingkah laku putrinya. Suara hak sepatu HanNah menimbulkan kegaduhan di tengah malam.

eomma!eomma!eomma! Aku suka sekali gaun pink ini! Aku suka sekali!!” seru HanNah tiba-tiba begitu melihat JaeKyung yang sedang bersantai di tempat tidur.

“eh? waeyo? tadi kau bilang, kau tidak suka gaun ini?” tanya JaeKyung kebingungan.

“sekarang aku suka! Gomawoyo eomma!” HanNah lalu memeluk ibunya yang masih bingung. Tanpa pikir panjang, JaeKyung membalas pelukan putrinya seraya tersenyum. HyungSoo yang baru tiba di kamar, tiba-tiba bergabung dan memeluk mereka sambil tertawa.

appa-ya! mengganggu saja!” cibir HanNah sambil mendorong HyungSoo hingga terjerembap di atas tempat tidur. JaeKyung terkekeh melihat suaminya yang diperlakukan seperti itu.

gurae[21], kau suka yang mana diantara enam orang itu?” tanya HyungSoo sambil berusaha bangkit dari posisi sebelumnya. HanNah tercekat, ia tidak mengerti maksud HyungSoo.

“ma-ma-maksud appa?!” sahut HanNah panik.

“tadi appa melihat kalian mengobrol bersama, sepertinya senang sekali sampai tertawa-tawa begitu, MinWoo ya?DongHyun? atau si kembar?” ledek HyungSoo.

“tidak ah, appa berlebihan!” bantah HanNah seraya menarik-narik lengan ibunya.

“mengaku saja hahaha” ledek HyungSoo lagi.

“a-a-aku mau tidur! Jalja eomma!” sahut HanNah buru-buru sambil mencium pipi ibunya. Ia lantas bergegas ke kamar, meninggalkan orang tuanya yang masih terkekeh.

            HanNah membuang nafasnya, ia baru saja pulang dan tidak menemukan seorang pun dirumah. Eomma pasti sedang pergi, pikirnya. Pintu rumah terkunci dan ia lupa membawa kunci cadangan. Lebih parah lagi, handphone nya mati dan HanNah tidak bisa menghubungi kedua orangtuanya. Ia lantas memutuskan untuk pergi ke kantor ayahnya dengan menggunakan bus. Tidak disangka, hujan tiba-tiba turun dan mengacaukan rencananya. Tapi HanNah tidak mau menunggu seperti ini, karena ia pikir menunggu adalah hal yang sangat membosankan. Tanpa pikir panjang, ia segera menembus derasnya hujan dan mencari halte terdekat.

Setibanya di gedung Starship Entertainment, ia bertanya mengenai keberadaan ayahnya kepada beberapa pekerja disana. Semuanya menggeleng, tanda tidak tahu. HanNah menjadi sangat kesal, ia sudah mencari kemana-mana dan belum juga menemukan ayahnya. Ini adalah hari paling sial, pikirnya.

“HanNah Kim? apa yang kau lakukan disini?” tanya KwangMin begitu melihat HanNah yang kebingungan. Merasa namanya dipanggil, HanNah lantas menoleh dan mendapati KwangMin tepat berada di belakangnya.

“KwangMin?” ujar HanNah dengan sedikit nada kaget.

waeyo? seragammu basah begitu?” tanya laki-laki itu.

“itu..tadi…aku kehujanan, oh iya apa kau melihat appa?” balas HanNah dengan salah tingkah, ia lupa kalau seragamnya basah dan rambutnya berantakan.

“HyungSoo sunbaenim? Aku belum melihatnya hari ini, ayo ikut denganku sebelum kau sakit karena kehujanan” ajak KwangMin tiba-tiba sambil menarik tangan HanNah.

HanNah tidak menolak, ia merasa tidak sanggup menolak ajakan KwangMin. Berbeda sewaktu DongHyun menarik tangannya dan mengajaknya pergi. Ia merasa KwangMin dapat dipercaya.

Mereka akhirnya tiba di dorm BoyFriend yang jaraknya tidak jauh dari gedung Starship Entertainment. KwangMin mengajaknya masuk dan tidak ada orang di dalam. HanNah mengikutinya dan ia duduk di atas sofa. Ia lalu meletakkan tasnya disebelah telepon. Setelah menunggu beberapa menit menghilang, KwangMin membawakannya sebuah handuk dan sebuah hoodie berwarna biru laut.

igeo, pakai ini biar kau tidak kedinginan” kata KwangMin dengan lembut. Tanpa pikir panjang, HanNah segera bergegas ke toilet untuk mengganti seragamnya yang basah dan kembali duduk di sofa.

“apa kau mau cokelat hangat?” tawar KwangMin setelah melihat HanNah yang mengenakan hoodienya yang kebesaran. Ia lalu terkekeh kecil.

“tidak usah repot-repot KwangMin-ah” gumam HanNah sedikit kikuk, ia justru ingin sekali menyesap cokelat hangat dalam keadaan dingin seperti ini.

gidariseyo[22] HanNah-ah” ujar KwangMin seolah bisa membaca pikiran HanNah. KwangMin kemudian masuk kedapur dan segera membuatkan segelas cokelat hangat, sementara HanNah sudah kembali terduduk di sofa. Ia lalu meraih majalah yang tergeletak di atas meja dan sibuk membolak-balikkan halamannya. Suhu tubuhnya yang sudah mulai menghangat dan suara kertas majalah itu akhirnya membuat HanNah mengantuk. Dalam hitungan menit, HanNah sudah terlelap di sofa.

“jaaaaa….!! cokelat panas buatanku sudah siap!!” seru KwangMin penuh semangat. Melihat HanNah yang sudah tertidur pulas, KwangMin lantas menutup mulutnya dan meletakkan cokelat panas itu di meja. Ia lalu berbalik menuju kamarnya dan mengambil sebuah selimut.  Setelah menyelimuti tubuh HanNah, KwangMin kemudian duduk disebelah sofa dan mempelajari struktur wajah HanNah yang begitu mempesonanya.

“tidur yang nyenyak HanNah Kim, dan jangan sampai kau sakit” gumam KwangMin dalam suara rendahnya. Setelah berfikir cukup panjang, KwangMin akhirnya mengusap kepala HanNah dan mengecup kening wanita itu dalam hening.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara ribut-ribut dari luar. KwangMin lantas berpindah dari posisinya dan hendak memarahi mereka.

“YAH! Tenang sedikit!” sewot KwangMin sambil membuka pintu.

“KwangMin-ah! kami bolak-balik mencarimu dari tadi, kau ini kemana saja? kalau manajer hyung tau kau pasti akan dimarahinya, lalu begini begitu…” ujar YoungMin sambil berusaha masuk ke dalam dorm. Sementara yang lain mengikutinya dari belakang.

“diam! kau itu diam, bisa diam tidak sih??! ada yang sedang tidur!” ketus KwangMin sambil membekap mulut saudara kembarnya dengan telapak tangan. Satu menit sebelum mereka ribut, DongHyun lantas melerai mereka.

“eh? HanNah noona sedang apa disini?” tanya MinWoo saat tiba di dalam dorm. Yang lain lalu buru-buru melihat kedalam dan memperhatikan HanNah yang sedang terlelap, kecuali KwangMin yang masih bertatapan dengan YoungMin.

aigo, kiyeopta[23]!” seru HyunSeung sambil menatapi HanNah. Tangannya mengepal berusaha menahan untuk tidak mencubit pipi HannNah.

“KwangMin kau tidak berbuat macam-macam kan? kenapa dia ada disini?” tanya DongHyun penasaran.

“ti-ti-tidak! Dia tadi kehujanan lalu aku bawa kesini untuk beristirahat!” bela KwangMin sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. YoungMin masih menatap KwangMin dengan sebal, ia ingin balas dendam atas perlakuan adik kembarnya tadi.

“MinWoo, tolong telepon HyungSoo sunbaenim dan katakan kalau HanNah berada disini” tambah KwangMin.

“eh? baiklah” MinWoo kemudian meraih telepon dan hendak menelepon HyungSoo. Tapi tangannya tersenggol tas HanNah dan menumpahkan isinya. Di lantai sudah ada buku-buku, alat tulis dan iPod HanNah yang tidak sengaja memutar music video BoyFriend. Melihat hal itu, mereka berenam bertatapan dan DongHyun terkekeh.

omo!, boss kecil kita sudah jadi girlfriend” ujar laki-laki berambut merah itu, diiringi dengan tawa senang.

            HanNah mencibir gadis-gadis di belakangnya dengan sebal. Ia baru saja ingin pulang kerumah ketika melihat mereka sedang asik membicarakan BoyFriend di halte. Gadis-gadis itu terus saja mengobrol dengan keras dan tertawa-tawa, yang membuat seluruh penumpang bus merasa jengah.

aigo!! Kau lihat YoungMin oppa saat fanmeet kemarin? Neomu kiyeopta![24]seru salah satu gadis berambut pirang.

“tidak!tidak! DongHyun oppa lebih imut! Aku suka sekali waktu dia melambaikan tangannya ke arah kita!” balas gadis yang lain.

Cih, aku tidak akan pernah memanggil si rambut merah itu dengan sebutan oppa, pikir HanNah dalam hati.

“yah, DongHyun oppa boleh juga sih, tapi KwangMin oppa membuatku meleleh!! Dia menatapku sewaktu memberika tanda tangan! Tatapannya itu…menggemaskan!!” pekik salah seorang dari mereka. HanNah melotot mendengarkan perkataannya barusan.

aigo!!! Iya aku juga melihatnya!!”

“rasanya aku ingin jadi GirlFriend selama-lamanya!!” tambah si rambut pirang.

HanNah baru mengerti saat gadis itu menyebutkan GirlFriend, yang notabene adalah nama fandom untuk BoyFriend. Ia mengerutkan alisnya dan memutuskan untuk turun di halte selanjutnya. Telinganya panas jika terus-terusan mendengar mereka mengoceh seperti ini.

kamsahamnida ahjusshi[25] ucap HanNah seraya menjejakkan kakinya di aspal. Supir bus itu mengangguk sedikit sambil tersenyum dan kembali menjalankan kendaraannya.

HanNah nyaris menganga ketika ia tiba di dorm BoyFriend. Ia tidak sengaja melangkahkan kakinya kesini ketika kekesalan masih menguasainya. Padahal tadinya ia hendak pulang kerumah. HanNah lantas ingin segera berbalik untuk mencari bus, tapi terlambat ketika ia melihat KwangMin membuka pintu dan melangkah keluar. Tatapan mereka bertemu.

“HanNah Kim? ada perlu apa?” tanya KwangMin begitu melihat HanNah.

a-a-aniya, aku juga tidak tahu kenapa aku kesini” jawab HanNah jujur, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“hahaha, masuklah dulu, yang lain sedang keluar mencari snack, sebentar lagi mungkin mereka kembali” ujar KwangMin sambil terkekeh.

“eh? gurae.. baiklah” gumam HanNah. Ia sebenarnya tidak tahu kenapa ia bisa ada disini dan ia juga tidak tahu kenapa ia mau saja masuk kedalam tanpa alasan yang jelas. KwangMin mempersilahkannya duduk dan ia duduk di sebelah HanNah, ia menghidupkan televisi untuk meramaikan suasana.

“KwangMin-ah, kemarin appa yang menjemputku disini ya?” tanya HanNah. KwangMin menoleh, lantas menjawab,

ne, kami tidak tega membangunkan mu jadi kami putuskan untuk menelepon Sunbaenim, dia kaget melihatmu tertidur disini” ujar KwangMin.

“ah, sudah kuduga, tapi appa  bilang kau yang mengantarku pulang” kata HanNah sambil menyaksikan televisi.

mwo? Sunbaenim bilang seperti itu? tidak begitu kok..” ucap KwangMin kebingungan.

appa kan memang tidak jelas” ucap HanNah, membuat KwangMin terkekeh sambil mengacak rambut HanNah tanpa sadar. Pipi HanNah memerah memerah dan jantungnya berdegup lagi.

Alunan lagu BoyFriend tiba-tiba menggema di ruangan itu dan HanNah nyaris melompat mendengarnya. Ia lupa men-silent handphonenya, dan KwangMin yang notabene anggota BoyFriend duduk persis disebelah HanNah. Ia lalu buru-buru mematikan panggilan dari appa.

“jadi, sekarang kau GirlFriend kan? kau suka kami kan?” tanya KwangMin sambil tersenyum lebar. Matanya berbinar-binar menunggu jawaban HanNah.

“ti-ti-tidak begitu KwangMin-ah!” jawab HanNah sambil terbata.

“lalu, kau sudah lihat music video kami kan? siapa yang kau suka dari kami berenam? Bias mu siapa??” tanya KwangMin lagi tanpa mengindahkan jawaban HanNah sebelumnya. Ia semakin mendekati HanNah dan nyaris membuat perempuan itu terjatuh dari sofanya.

“aku suka..MinWoo, DongHyun, JeongMin, HyunSeung, YoungMin, kalian semua aku suka!” jawab HanNah asal-asalan. KwangMin membuang nafasnya. Ia lantas menyenderkan tubuhnya di sofa.

“yah…padahal aku berharap kalau aku adalah satu-satunya bias mu” ucap KwangMin jujur.

“eh??” tanya HanNah tidak mengerti, ia merasa pendengarannya salah.

KwangMin tiba-tiba menarik tangan HanNah dan menempelkan bibirnya di bibir HanNah. Matanya melotot ketika ia merasakan hangat bibir KwangMin dibibirnya. Jantungnya berdegup kencang dan badannya terasa kaku. Seolah mengerti kecanggungan HanNah, KwangMin lantas menempelkan salah satu telapak tangannya di pipi HanNah yang memerah. Ia membiarkan tangannya yang lain menggenggam tangan HanNah dengan lembut. Perempuan itu tidak lagi merasa canggung. Ia merasakan sensasi aneh yang menyenangkan lagi.

arraseo? Aku menyukaimu, makanya tadi aku berharap kau juga menyukaiku” ujar KwangMin sambil menyelipkan rambut HanNah kebelakang telinganya. Ia menatap HanNah dengan penuh perasaan.

“aku malu sekali…rasanya aku ingin lari saja” gumam HanNah dengan suara pelan. Jantungnya berdegup kencang dan ia merasa bodoh setelah berkata seperti itu. KwangMin lantas terkekeh kecil.

“JO YOUNGMIN-AH! ITU COKELAT KU!!JANGAN DIGIGIT-GIGIT SEPERTI ITU!!”  pekik MinWoo begitu tiba di depan pintu dorm. HanNah dan KwangMin lalu dengan sangat mendadak, beranjak dari sofa dan berdiri dengan canggung.

“MinWoo jangan teriak-teriak, kau bisa mengganggu tetangga” ujar DongHyun dengan bijak. Yang dimarahi hanya bisa mencibir sambil berusaha mempertahankan cokelatnya yang digigiti YoungMin.

“HanNah Kim? sedang apa disini?” tanya JeongMin saat melihat HanNah yang berdiri dengan kikuk. HanNah menggeleng kencang dan buru-buru menjawab,

“a-a-aniyo, aku mampir sebentar” ucap HanNah dengan terbata.

noona disini?? Asik!!! Aku baru beli kartu dan kita bisa main bersama hingga malam!!!” seru MinWoo tiba-tiba begitu mendengar nama HanNah disebut, ia lupa akan cokelatnya.

“KwangMin, kau kenapa?” tanya HyunSeung saat melihat KwangMin yang bertingkah kikuk dari tadi, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Lalu menggeleng.

amugeotdo ani, Hyung[26]

            KwangMin lalu melirik ke arah HanNah yang sudah ditarik-tarik oleh MinWoo untuk bermain kartu. Yang lain sudah duduk melingkar dan DongHyun membuka snacknya. Laki-laki berambut merah itu kemudian memberikan sebuah lollipop kepada HanNah.

gomawoyo, oppa” ujar HanNah tanpa sadar.

“eh, kau sebut aku oppa? HOREEEEE!!!!” seru DongHyun sambil berjingkrak. KwangMin lalu dengan segera menatap HanNah meminta penjelasan, yang ditatap hanya menggeleng kecil.

“HyunSeong Hyung! Kita belum mulai main, tapi kau sudah menghabiskan dua bungkus snack!! Aish jinjja[27]gerutu YoungMin sambil menggigiti cokelat.

“kau sendiri terus menggigiti cokelatku, Jo YoungMin kembalikan!!” pinta MinWoo seraya membagikan kartu.

Di antara keributan itu, HanNah baru sadar ternyata KwangMin terus memperhatikannya dari tadi. Jantungnya berdegup lagi mengingat kejadian tadi, dia bersyukur yang lain tidak melihatnya. Sejurus kemudian, ia bisa melihat jelas bibir KwangMin yang bergerak di dalam diam, berusaha membisikkan tanpa suara, berupa kata-kata.

you-are-my-girlfriend” ujarnya sambil menunjuk HanNah dan menunjuk dirinya sendiri. Lalu tersenyunm lembut. Lagi-lagi, HanNah merasakan sensasi aneh yang menyenangkan itu.

FIN


[1] Appa= ayah

[2] Kkumkae= yang benar saja

[3] Ne eomma,arraseo= baik ibu,aku mengerti

[4] Eodigani= mau kemana?

[5] Chagiya= panggilan sayang

[6] Ilwa= kemari

[7] Sunbaenim= senior

[8] Igeoya= ini

[9] Daejangnim= bos

[10] Yeppeo-da=cantiknya

[11] Mwoya=apa

[12] Naeun ELF-iya= aku adalah ELF

[13] Gureom= kalau begitu

[14] I jit I jigeowo jugetso!= ini menyebalkan!

[15] Jaljayo=selamat tidur

[16] Ppali= cepat

[17] Gwenchanayo= baik-baik saja?

[18] Waeyo= kenapa

[19] Chamkamman=sebentar

[20] Eodiyo=dimana?

[21] Gurae= begitu

[22] Gidariseyo= tunggu sebentar

[23] Kiyeopta= imutnya

[24] Neomu kiyeopta= sangat imut

[25] Kamsahamnida ahjusshi= terimakasih paman

[26] Amugeotdo ani, hyung= tidak ada apa apa hyung

[27] Jinjja= benar-benar

Iklan