Author : Dian linglung

Genre : action, romantic,

Length : continue

Cast : choi ha ni

choi siwon

yunho

kim heechul

cho kyuhyun

lee donghae

leeteuk

support cast : Park eun chan

Gu seung ma

Shin eun ji

shim changmin TVXQ

 

Annyeong..

ff lanjutan nich.. happy reading okeh? ^.^

 

Author POV

Markas black evil

“Hyung kau dari mana?” tanya eunhyuk pada heechul.

“Menyelesaikan urusanku.“ Jawab heechul singkat tanpa melihat eunhyuk.

“Heh… Kim heechul. Apa sebenarnya rencanamu hah? Kenapa kau membawa gadis yang menyusahkan ini?“ tanya seung ma saat melihat heechul masuk ke dalam markas dan duduk di kursi dengan tenangnya.

Heechul yang sedang memainkan pisau lipat yang ada ditangannya, langsung melempar pisau itu ke samping seung ma dan mengenai sebuah foto yang tertempel di dinding. Seung ma diam membeku karna kaget melihat kelakuan ketuanya.

 

“Karena gadis ini adalah anak dari Lee sungmin.“ jawab heechul sambil menunjuk ke arah dinding yang dipasangani beberapa foto. Lebih tepatnya foto yang tertancap pisau. Foto itu foto lee sungmin.

 

Eun chan yang melihat itu semua, hanya bisa menelan ludah tanpa bisa berbuat apa-apa. Dia sudah tidak memiliki tenaga, bahkan air matanya saja sudah habis.

 

“Orang yang harus bertanggung jawab atas kematian orang tuaku. Dia dengan teganya menuduh appaku sebagai perampok dan menembakinya sampai tewas di depan mataku dan eommaku, tak ada seorang pun yang menolong kami saat itu. Mereka hanya menonton. Dan eommaku, melihat kejadian itu dia menjadi stres, dia bahkan sampai masuk rumah sakit jiwa, sampai akhirnya dia mati bunuh diri“ jelas heechul dengan penuh emosi.

 

Dia kemudian berjalan menuju dinding dan mencabut pisau yang tertancap di dinding itu. Dia berbalik dan menatap eun chan tajam. Tatapan mereka beradu sesaat. Eun chan ketakutan, dia menundukkan kepalannya. “Akan kuperlihatkan padanya bagaimana rasa sakit kehilangan orang yang dia cintai.“

 

Heechul berjalan menghampiri eun chan, dia berlutut di depan eun chan dan membuka sapu tangan yang menyumpal mulut eun chan. Gadis itu menunduk sambil terisak, tubuhnya bergetar.

 

Melihat itu, heechul mengeluarkan seringaian setannya. Dia mengacungkan pisau di depan wajah eun chan.“Sayang sekali, karena ulah appamu kau harus mati.“ Ujar heechul.

***

 

“ANDWE… ANDWE..“ teriak kyuhyun.

“Yak.. bangun.. bangun..“ ujar donghae sambil mengguncang-guncangkan tubuh kyuhyun, yang tertidur di meja kerjanya.

 

Kyuhyun pun bangun, dia kemudian mengusap wajahnya dengan kasar. Keringat dingin mengucur deras.

 

“Gwenchana?“ tanya donghae khawatir sambil mengasongkan segelas air putih pada kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dan langsung menenggak segelas air putih itu sampai habis.

 

“Gwenchana, hyung. Aku hanya mimpi buruk. Gomawo.” Jawab kyuhyun sambil mengasongkan gelas yang sudah kosong pada donghae.

 

Dua hari Setelah pemakaman onew. leeteuk,donghae, kyuhyun dan yunho tanpa ha ni menyelidiki black evil dan mencari tahu dimana markas mereka. Mereka sampai menginap di kantor tapi hasilnya nihil.

 

“Apa markas mereka sudah ditemukan?”Tanya kyuhyun. Donghae hanya menggelengkan kepalanya. Kyuhyun membentur-benturkan kepalanya pada meja “Otokke? Otokke?”

 

Brak…

Seorang perempuan setengah baya masuk ke dalam ruangan. “Yak.. kau cho kyuhyun!! Polisi macam apa kau? Kau bahkan tidak bisa menyelamatkan anakku.“ teriak perempuan itu sambil terisak.

 

Dia berjalan mendekati kyuhyun dan memukulinya dengan tas tangan yang dibawanya. Kyuhyun hanya diam mematung, dia sama sekali tidak menahan pukulan-pukulan yang dilayangkan padanya.

 

“Chagiya.. sudahlah.. sabar.. sabar..“ ujar seorang pria yang berusaha menahan tubuh perempuan itu dibantu donghae.

 

Perempuan itu melepas kyuhyun, dia mulai menangis sejadi-jadinya di pelukan laki-laki yang bersamanya.

 

“Ada apa ini?“ tanya siwon yang sudah berada di dalam ruangan. Dia melihat laki-laki dihadapannya dan membungkukkan badan.

 

“Apa kabar lee sungmin sshi? Lama tidak berjumpa.“ Ujar siwon.

Siwon membawa lee sungmin dan istrinya menuju ke ruangan lain.

“Ada apa ini?“ tanya leeteuk yang baru saja datang dengan yunho.

“Mereka itu siapa kyuhyun~a?“ tanya donghae pada kyuhyun tanpa mempedulikan pertanyaan leeteuk.

 

Kyuhyun menghela nafas sejenak “Mereka adalah orang tua dari gadis yang di culik oleh black evil.“ Jawab kyuhyun sambil menundukan kepala.

 

“Oh.. ya sudah, kembali bekerja.“ Ujar yunho. Mereka semua duduk di masing-masing meja kerjanya. “apakah ada yang sudah menyelidiki motif dari black evil?” tanya yunho sambil menatap satu persatu bawahannya itu.

 

“Ne,mereka sepertinya memiliki dendam terhadap kepolisian.“ jelas kyuhyun yang sekarang sudah mulai fokus terhadap pekerjaannya.

 

“Gu seung ma, shim changmin, eunhyuk, zhoumi mereka pernah terlibat kejahatan. Dan mereka masing-masing pernah di penjara. Sedangkan kim heechul, 2 tahun lalu dia dilaporkan telah meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat.“ Tambah donghae.

“Kim heechul?“ tanya yunho.

“Ne, namja yang mendekap gadis yang disanderanya.“ Jawab donghae sambil menyerahkan sebuah foto.

Yunho mengambil foto itu dan melihatnya lekat-lakat. Pikirannya mulai menerawang pada kejadian dua hari lalu.

 

two days ago

“Hyung, hujan. Bagaimana dengan ha ni? dia masih ada di  pemakaman“ tanya jonghyun pada minho. Mereka sudah ada di markas kepolisian.

 

Mendengar hal itu yunho langsung bergegas mengambil kunci mobil di meja “biar aku yang menjemput ha ni.” Ujarnya langsung berlari keluar meninggalkan jonghyun dan minho yang menatap yunho dengan alis bertaut.

 

Yunho mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, dia menerobos hujan yang cukup deras tanpa mempedulikan keselamatan dirinya sendiri.dia sepertinya khawatir dengan keadaan ha ni.

 

Sekitar 15 menit, yunho sudah sampai di kompleks pemakaman. Dia menyambar payung yang ada di jok belakang. Dia kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju makam onew.

 

Suasana di pemakaman sangat sepi, di tambah hujan deras yang membasahi seluruh kota. Semakin menambah suasana menjadi sangat mencekam. Yunho berjalan lebih cepat, dia terlihat sangat khawatir dengan keadaan ha ni.

 

Pada saat pemakaman yunho memperhatikan tiap detik ekspresi ha ni, namun sayang ha ni hanya diam dan memandang makam onew dengan tatapan kosong. Dia sama sekali tidak menitikkan air mata.

 

Tak jauh dari makam onew ada seorang pria memakai pakaian serba hitam serta memakai kacamata hitam yang berjalan berlawanan dengan yunho, dia berjalan dengan tergesa-gesa.

 

Ketika berpapasan dengan yunho, Pria itu merendahkan payung yang sedang di pegangnya, sampai menutupi wajahnya.

 

Yunho berhenti dan berbalik menatap lekat-lekat pria itu. Dia merasa perawakan pria itu tak asing lagi baginya.

 

 

“Yunho sshi ! apa ada yang sedang mengganggu pikiranmu saat ini?” tanya leeteuk membuyarkan lamunan yunho.

”Ne, rasanya aku pernah melihat orang ini saat menjemput ha ni di pemakaman 2 hari yang lalu.”

“Jinjja??” Tanya leeteuk, donghae dan kyuhyun berbarengan.

“Aku belum begitu yakin.“ Jawab yunho sambil tetap menatap foto heechul lekat-lekat. Dia meletakkan kembali foto itu “bagaimana dengan markas mereka? Apakah kalian sudah menemukannya?“

“Mianhamnida yunho sshi kami belum menemukannya.“ Jawab leeteuk dengan wajah penuh penyesalan.

“Aku sudah menemukan salah satu tempat yang sering didatangi oleh zhoumi, pria kurus tinggi yang membunuh onew oppa.’’ Ujar ha ni dingin yang sudah berada di depan pintu.

Yunho, leeteuk, donghae dan kyuhyun menatap ha ni kaget.

“Ha ni~a bukankah kau sedang sakit? Untuk apa kau kesini? Lebih baik kau pulang saja.“ Ujar leeteuk sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri ha ni.

“Gwenchana oppa. Aku sudah sembuh.“ Jawab ha ni sambil berjalan menuju mejanya.

“Di pagi hari dan sore hari dia sering mengunjungi sebuah toko bunga di daerah daigu milik seorang gadis yang bernama shin eun ji.“ Lanjut ha ni.

“Darimana kau tahu?“ tanya donghae

“Dua hari ini aku dan jonghyun melakukan penyelidikan.’’

“MWO ?? aku tidak pernah memberi perintah padamu choi ha ni sshi dan bukankah kau itu sedang sakit ?’’ Ujar yunho marah.

“Karena aku tahu, kalau kalian tidak akan mendapatkan informasi apa-apa. Tim kalian memang dari dulu payah.” Ujar ha ni dengan penuh penekanan di kata ‘payah’.

“Payah? Apa maksudmu berkata seperti itu hah ?? tanya donghae sambil menggebrak meja. Dia berdiri menghampiri ha ni. Tapi langkahnya di tahan oleh leeteuk.

“Waeyo? Apa aku salah?” Tanya ha ni angkuh

Tak ada satu pun dari mereka menjawab pertanyaan ha ni. Perkataan ha ni memang ada benarnya. Kebiasaan mereka yang sering malas-malasan, berpengaruh pada cara kerja mereka.

 

“Meskipun begitu, kau harus mendiskusikannya dengan kami dan menunggu perintah dariku. Kasus kali ini berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya. Ini sebabnya siwon sshi membentuk sebuah team dan memilih kita sebagai anggotanya. Kita harus bekerja sama, saling melengkapi satu sama lain.”  Jelas yunho. “Kau mengerti ha ni sshi?”  tanya yunho, Ha ni menjawab dengan anggukan kepala.

 

“Ha ni sshi, lanjutkan penyelidikanmu. Donghae~a dan leeteuk sshi sore ini kalian pergi ke toko bunga itu dan selidiki apa hubungan zhoumi dengan gadis pemilik toko bunga itu. Dan kau cho kyuhyun, sebaiknya kau pulang, bersihkan dirimu. Sudah 2 hari kau menginap di kantor.”

“Tapi.. hyung.”

“Tidak ada tapi, ini perintah. Kalian menunggu apa? Kerjakan tugas kalian sekarang!!” Perintah yunho tegas. Mereka semua berdiri dan membungkukkan badan. Donghae dan leeteuk bergegas keluar ruangan. Sedangkan kyuhyun, dia menatap jas yang digantung di di kursinya, dia menghela nafas sesaat dan menyambar jas itu, dia mulai berjalan dengan kaki di seret.

“Pabo!!!” teriak ha ni pada kyuhyun, saat dia melewati meja ha ni. Mata kyuhyun langsung melotot dan menatap ha ni tajam, dia paling tidak suka dihina apalagi oleh seorang yeoja. Apalagi yeoja itu ha ni.

“MWO?” teriak kyuhyun.

“Pabo!! pabo!!” ulang ha ni dengan santai sambil tetap menatap layar laptopnya.

“Kalau kau berkata seperti itu lagi akan kubunuh kau choi ha ni sshi!” Ujar kyuhyun sambil menatap ha ni tajam. Dia mengepalkan tangannya mencoba menahan emosi.

“Why not? Bunuh saja aku sekarang, aku sudah sangat siap!” Ujar ha ni, dia menatap kyuhyun tak kalah tajam.

 

Kyuhyun mengangkat tangannya hendak menampar ha ni, tapi tangannya berhenti di udara, dia mengepalkan tangannya dan berjalan meninggalkan ha ni.

 

“Apa kau tidak sadar kalau kau itu sangat bodoh? Dalam waktu dua hari kau menginap di kantor untuk menyelidiki black evil tapi kau tidak mendapat informasi apa-apa. Ya jelaslah mencarinya di kantor, kau  hanya menatap layar monitor. Lihat dirimu, kau sangat menyedihkan, kau bahkan lebih menyedihkan dibandingkan pengemis. Aku tidak suka dengan orang yang mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan.”

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya, “Aku tahu, aku akui aku memang bodoh.” Ujar kyuhyun sambil terus melangkah meninggalkan ha ni.

 

Yunho yang ada di ruangan tak berkata apapun, dia hanya menonton tingkah kedua setan yang ada di hadapannya. Dia seakan mengetahui apa tujuan ha ni berkata seperti itu pada kyuhyun.

 

Ha ni POV

Bodoh. Ada apa denganmu cho kyuhyun? kau seperti mayat hidup. Kau tidak boleh seperti ini. Kau tidak boleh memperlihatkan kelemahanmu. Aku tahu perasaanmu saat ini, aku bahkan merasakan hal yang sama bahkan lebih buruk dari perasaanmu saat ini.

 

Tapi aku berhasil bangkit dari keterpurukanku. Perasaan keterpurukan dalam diri tidak akan mengubah apapun, onew oppa tidak akan bisa hidup kembali. Tapi dia tetap hidup dalam hatiku, dan pikiranku.

Dua hari yang lalu adalah tangisan terakhirku. Meskipun sampai sekarang aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri,tapi Aku bertekat akan membalas kematian onew oppa. Nyawa harus dibalas dengan nyawa.

 

“Bagaimana kondisimu ha ni~a?” tanya yunho, pertanyaannya membuyarkan lamunanku.

“Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja,” jawabku dingin. Aku merasakan kalau dia menatapku. Meja kami berhadapan jadi aku sangat bisa merasakanya.

 

“Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu. Aku tidak perlu dikasihani.” Ujarku, kurasakan dia tersentak dengan perkataanku barusan. Aku paling benci dengan tatapan kasihan orang-orang di sekitarku akhir-akhir ini.

 

“Mianhe, sepertinya kau sudah kembali menjadi seorang choi ha ni.”

“Aku tahu, oppaku memintamu untuk menjagaku, itu tidak perlu. Karena aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak mau bergantung pada orang lain. Dan jangan lakukan tugas eksklusif dari oppaku itu.” Jelasku dengan tegas.

 

“Tanpa diperintah pun aku akan melindungi semua anak buahku bukan hanya kau. Aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi.” Ujarnya mantap sambil menatapku. Baru saja aku ingin membalas ucapan yunho, tiba-tiba pintu terbuka.

“Ha ni~a aku berhasil menemukannya.” Teriak jonghyun yang sudah berada di pintu.

“Jinjja?”

***

 

Jonghyun sudah menemukan tempat lain yang sering dikunjungi anggota black evil. Dia membantu kami melakukan penyelidikan lebih tepatnya dia membantuku.

 

Eunhyuk anggota black evil setiap malam sering mengunjungi sebuah club malam. Dia terkenal playboy diantara yeoja,dan dia namja yadong.

 

Yunho memutuskan untuk memata-matainya malam ini. Yups, aku sekarang  dengan yunho, leader menyebalkan yang sifatnya sering berubah-ubah ini melakukan penyamaran.

 

Jujur penyamaran kali ini lebih ekstrim dari penyamaranku sebelum-sebelumnya. Aku memakai pakaian yang ketat sedikit terbuka dan rok di atas lutut. Rambutku ku gerai, riasan wajahku lebih tebal dari biasanya, aku memakai lipstik merah menyala.

 

Luka di lengan kiriku ku tutupi dengan plester yang agak besar yang sesuai dengan warna kulitku. Tanpa memakai kain kasa, plester yang lengket membuat lukaku yang belum kering terasa sangat perih. Aku harus menahan rasa perih di lenganku agar tidak ada orang yang mencurigaiku.

 

Sedangkan yunho dia memakai kaos oblong dan jaket kulit serta celana panjang robek, rambutnya di tata berantakan. Aku akui kalau dia itu tampan. Yak choi ha ni kau harus fokus.

 

Aku sangat risih dengan penampilanku, tapi aku berusaha percaya diri. Yunho menatapku tak percaya saat dia menjemputku. Wajar, ini 180 derajat berbeda dengan penampilanku biasanya.

 

Aku masuk ke dalam mobil aku duduk di sebelahnya, dia terlihat gugup di kursi pengemudi . Ckckc kenapa dia?

“Kau berbeda sekali.” Ujarnya

“Kau lupa kalau aku ahli dalam penyamaran?” dia mengangguk, dia mulai menstarter mobil. Dia terdiam sesaat,Dia melepas jaket kulit yang dipakainya. Dan menyampirkannya di atas pangkuanku menutupi pahaku yang terlihat sangat jelas. Aku kaget dengan perlakuannya itu.

 

Aku menatapnya dengan alis bertaut, apa yang dia lakukan. Tapi dia tidak mempedulikan tatapanku, dia menjalankan mobilnya perlahan.

 

Setelah sampai, yunho memberikan arahan dan berpesan padaku agar jangan bertindak gegabah. Karena kami akan berjalan terpisah, aku akan mencoba mendekati eunhyuk sedangkan yunho akan mengawasi dari jauh.

 

Aku mengembalikan jaket yang ada dipangkuanku padanya. Aku membuka sabuk pengaman dan beranjak keluar mobil.

 

“Hati-hati!” pesan yunho. Aku mengangguk pelan. Mobilnya mulai menjauh, aku pun masuk ke dalam club dengan percaya diri.

 

Suasana di dalam ramai dengan musik disco cukup keras, hanya cahaya lampu disco yang berkedap-kedip yang menerangi kami. Aku duduk di bangku bar sendirian. Mataku menelusuri setiap sudut, mencoba menemukan sosok namja yang bernama eunhyuk.

 

Yang kudapati hanya yunho yang berdiri di pojok sambil mengawasiku, dan berusaha ikut larut dalam suasana club.

 

“Kau sendirian gadis cantik?” tanya seorang namja yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku, dia mengedipkan matanya sebelah.

 

Cih, aku sangat jijik dengan kelakuan namja ini. Ingin sekali aku menonjok muka yadongnya itu. Tapi aku berusaha menahan emosiku, tenang ha ni kau sedang dalam penyamaran sekarang.

 

“Ne.” Jawabku sambil berusaha tersenyum manis.

“Jinjja?? Bolehkah aku menemanimu princess?” tanyanya sambil menggenggam tanganku dan menciumnya.

“Tentu saja boleh.” Jawabku sambil tersenyum menggoda. Aku sangat jijik dengan tingkahku saat ini.

“Eunhyuk~a kau memang benar-benar seorang playboy.” Teriak seorang namja yang duduk tak jauh dariku. Orang-orang disekitarnya bersorak sorai.

 

Eunhyuk? Ternyata namja yadong ini eunhyuk. Binggo, dia sudah memakan umpanku. Ternyata penyamaranku berhasil, dia sama sekali tidak mengenaliku.

 

“Ayo ikut aku.” Ajaknya sambil menyeretku ke lantai disco.

 

Aku berusaha menikmati music, tapi aku sama sekali tidak bisa. Aku benci berada di tempat seperti ini. Eunhyuk memegang pinggangku dia menarikku mendekat padanya.

Aku berusaha melepas tangannya dari pinggangku selembut mungkin. Agar dia tidak curiga, aku sangat risih dengan perlakuannya.

“Namamu eunhyuk?” tanyaku setengah berteriak agar terdengar olehnya disini sangat bising.

“Ne.” Jawabnya singkat. Cih, dia sangat menikmati musik yaang dimainkan oleh DJ.

Kalau begini caranya aku tidak akan bisa mengorek info darinya. Aku berusaha bersabar mencari waktu yang tepat.

 

Tiba-tiba mataku melihat sosok heechul masuk ke dalam club.

Deg…

Perasaan aneh ini kembali memenuhi dadaku. Aku tidak bisa lagi mengendalikan diriku. Aku mencari sosok yunho mencari pertolongan. Sesempurna aku menyamar dia pasti akan dengan mudah mengenaliku.

 

Shit, dimana yunho? Aku tidak mendapati sosoknya dimana pun. Aku berjalan menjauh dari eunhyuk, tiba-tiba dia mncekal tanganku. “Kau mau pergi kemana princess?”

“Aku mau ke toilet sebentar.”

 

Dia melepas tanganku, dan aku langsung pergi menjauh, aku pergi ke toilet. Bersembunyi untuk sementara waktu, aku tidak mau heechul melihatku. Dan aku juga tidak mau melihatnya. Rasa sakit karena ulahnya masih berbekas.

 

Aku sampai di sebuah lorong gelap dan sepi menuju toilet. Aku menghela nafas lega. Perasaan legaku hanya bertahan beberapa detik, mataku melotot ketika ku lihat sosok heechul dari jauh berjalan menuju arahku.

 

Dadaku sesak, beberapa langkah lagi dia akan menemukanku. Aku hanya diam tak berkutik. Kakiku sulit aku gerakkan, seperti ada berton-ton batu di atasnya.

 

Tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang menyentuh tanganku, dan menyeretku ke tembok. Dia menghimpitku dengan badannya,tangan kirinya memegang tangan kananku sedangkan tangan kanannya menyentuh tembok.

 

“Tenanglah, ini aku.” Ujarnya aku mengangkat kepalaku dan mendapati sosok yunho berada sangat dekat dengan wajahku. Darimana dia datangnya? Aku menghela nafas lega, setidaknya kalau terjadi hal buruk aku tidak sendirian.

Dia menundukkan kepalanya berusaha menyejajarkan wajahnya dengan wajahku wajahnya semakin mendekat sampai hidung kami bersentuhan.

 

Aku menahan nafasku, apa yang dia lakukan? Secara spontan aku menutup mataku. Kudengar suara langkah kaki melewati kami. Sepertinya heechul sudah masuk ke dalam toilet. Perlahan aku membuka mataku, wajah yunho masih berada tepat di depan wajahku. Aku bahkan bisa merasakan nafasnya menyapu wajahku. Dia menatapku tepat diamanik mataku.

 

“Sebaiknya kita harus segera pergi dari sini.” Ujarku pelan

Dia mundur satu langkah, “Mianhe.” Ujarnya pelan sambil menggaruk kepalanya.

“Gwenchana. Aku tahu apa maksudmu melakukan itu.” Dia melepas jaket yang dipakainya dan memakaikannya padaku, “Kajja!!” ujarnya sambil memegang tanganku dan menarikku keluar club.

 

 

Author POV

“Hyung, sampai kapan kita menunggu disini ini sudah malam, orang itu tidak menampakkan batang hidungnya. Jangan-jangan setan betina itu menipu kita.” Ujar donghae.

“Tunggu sebentar lagi, toko bunga itu masih belum tutup, ini aneh padahal sudah malam. Tidak mungkin ha ni menipu kita. Ini hanya masalah waktu.”

 

Donghae dan leeteuk sudah menunggu selama 3 jam. Mereka menunggu di dalam mobil di seberang toko  bunga sesuai petunjuk ha ni.

 

Donghae membuka pintu mobil dan beranjak keluar, “Yak, kau mau kemana?” tanya leeteuk sambil menahan donghae.

 

“Aku mau masuk kesana hyung, hanya diam menunggu tak menghasilkan apa-apa. Aku tidak mau dihina untuk yang kedua kalinya oleh setan betina itu.”

“Jangan gegabah donghae~a.”

“Percayakan ini padaku hyung.” Ujar donghae berusaha meyakinkan hyungnya. Leeteuk diam, dia tidak berusaha untuk menahan donghae, dia sadar perkataan donghae ada benarnya.

 

Donghae keluar dari mobil, dia menyebrang jalan dengan hati-hati dan mulai masuk ke dalam toko bunga.

 

“Selamat datang.” Ujar seorang gadis menyambut kedatangan donghae sambil membungkukkan badan dan tersenyum manis. Donghae terpana melihat gadis yang ada di hadapannya itu.

 

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya gadis itu. Donghae tetap tidak bergeming. Dia masih menatap yeoja yang ada dihadapannya dengan tatapan kagum.

 

“Ehem” yeoja itu berdehem, membuyarkan lamunan donghae. Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia salah tingkah.

 

“mmh.. aku ingin membeli bunga untuk eommaku, dia sedang ulang tahun.” Jawab donghae asal, sambil menutupi rasa gugupnya.

 

Yeoja itu berkeliling memilih buket bunga yang cocok. Tak lama dia membawa satu buket bunga, “aku rasa ini cocok untuk hadiah ulang tahun eommamu.” Ujarnya sambil menyerahkan buket bungan pada donghae.

 

“Cantik sekali.” Komentar donghae.

“Bunga mawar memang sangat cantik.”

“Anniyo maksudku kau nona, kau cantik sekali.” Puji donghae, perkataan donghae membuat wajah gadis itu bersemu merah.

“Kamsahamnida.”

Donghae  tersenyum melihat gadis yang dihadapannya tersipu malu.

“Aku akan membeli buket bunga ini. Ngomong-ngomong apa toko bunga ini buka sampai malam?” tanya donghae penuh selidik.

“Tidak juga, hari ini aku sedang menunggu seseorang.” Jawab gadis itu. Donghae terlihat sanngat kecewa dengan jawabannya. Pasti pria anggota black evil, Tebak donghae dalam hati.

 

Donghae mengeluarkan dompet dari saku celananya, dia mengambil beberapa lembar uang dari dalamnya, dan menyerahkan pada gadis itu.

 

Ddrrrt… drrt..

“Yeoboseyo?”

“Donghae~a cepat keluar, namja itu sedang menuju kesana sekarang.”

“ne, arasseo.”

 

Donghae menutup teleponnya, dia berdecak kesal. Dia memasukkan dompet dan handphonenya ke dalam saku celana.

“Kamsahamnida, nona?”

“Shin eun ji. Kamsahamnida sudah berkunjung kemari. Harap datang lagi lain kali.”

“Ne, pasti.” Jawab donghae mantap. Dia keluar dari toko bunga tergesa-gesa.

***

 

Kyuhyun yang di tinggal sendirian di kantor, berjalan mondar-mandir menunggu rekan-rekannya kembali. Tak lama pintu terbuka, leeteuk dan donghae mauk ke dalam ruangan. Kyuhyun langsung menghampiri mereka.

 

“Bagaimana hasilnya?” tanya kyuhyun pada donghae dan leeteuk. Mereka hanya menggelengkan kepala.

“Yak! payah!!”

“Mereka hanya pergi ke supermarket dan sesudah itu kami kehilangan jejak.” Jelas leeteuk, donghae hanya memandangi buket bunga mawar yang dibelinya tadi, tnpa ikut berbicara.

 

Ckrek..

Pintu ruangan terbuka, yunho masuk ke dalam diikuti ha ni. Donghae, kyuhyun dan leeteuk melotot melihat penampilan ha ni yang sangat berbeda dari biasanya.

 

“Lihat apa kalian? Balik badan!!” bentak yunho ketika melihat anak buahnya melototi ha ni. Dia kemudian menghalangi tubuh ha ni dari pandangan anak buahnya.

 

Ha ni masih memakai pakaian penyamarannya, dia hanya memakai jaket yunho, kakinya yang jenjang terlihat jelas. Rambutnya sudah kembali diikat, riasan wajahnya sudah ia hapus..

 

Terdengar dengusan dari mereka, tapi mereka tetap mengikuti perintah leadernya itu.

“Ha ni~a kau seksi sekali, kakimu bagus.” Komentar donghae. Mendengar hal itu yunho mengambil pulpen yang ada di dekatnya dan melepar pulpen itu,

 

Pletak.. pulpen itu dengan tepat mendarat di atas kepala donghae. Donghae meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya.

 

“Ha ni~a ganti bajumu!!” Perintah yunho.

“Ne.”

“Hyung, sudah ku bilang kan kalau ha ni itu sangat pintar menyamar. Dia sangat total melakukan profesinya ini. Dibandingkan penyamaran-penyamarannya sebelumnya aku paling suka dengan penyamarannya kali ini. Aku suka kaki jenjangnya hyung.” Komentar kyuhyun sambil cengengesan.

 

Donghae dan leeteuk mengangguk-anggukan kepala.

 

Ha ni dengan sangat jelas dapat mendengar komentar nyeleneh dari kyuhyun, dia melepas high heels yang dipakainya dan melemparkannya secara membabi buta pada kyuhyun.

 

Bruk.. bruk..

“Yak.. cho kyuhyun!! rupanya kau sudah kembali menjadi setan.”

“Cepat, ganti baju sana!” perintah yunho lagi pada ha ni.

***

 

Markas Black Evil

“Kirimkan ini ke rumah lee sungmin dan juga ke kantor kepolisian pusat. Pastikan besok pagi kotak ini sudah ada di tangan mereka!”perintah heechul sambil menyerahkan dua kotak berukuran sedang pada changmin.

“Apa ini hyung?”

“Kado spesial dariku untuk mereka.”

–TBC—

 

Yeah.. part 3 selesai… *prok.. prok..prok..*

kirain gak bakalan selesai, atau gak bakalan ada part 3.. ini semua gara2 komputerku ngadat, ni juga nebeng ngetik ma laptop orang *curcol #jeger

Mianhe, dah nunggu lama *ada gitu yg nungguin? Pede sekalee #plak

Saya akuin part ini ancur. gak ada actionnya2 sama sekali.. sorry.. sorry.. sorry *sambil ngedance ala suju* klo ini malah lebih jelek dari part 1 ma part 2.. moga part 4 bisa lebih baik.. amiiiiin,….,.,.,.

Seperti biasa, yang baca ff ni harap ngasih kritik, saran, tanggapan,tambahan,celaan juga boleh.

ini demi kemajuan saya sebagai penulis *cikiciw bahasenye berat sangat #pletak

kamsahamnida buat yang baca *bow*