Author : Claudhia Safira (Park Hye Joong)

Title : Strawberry Lovellipop

Length : Continue

Genre : Romance

Cast :

* Casts :
– Kim Hyun Joong  (SS501) as Kim Hyun Joong
– Park Hye Joong as Park Hye Joong
– Kim Hyung Joon (SS501) as Kim Hyung Joon
– Song Hye Ra as Song Hye Ra
– Heo Young Saeng (SS501) as Heo Young Saeng
– Kim Hyun Ra as Kim Hyun Ra
– Kim Kyu Jong (SS501) as Kim Kyu Jong
– Song Hyu Rin as Song Hyu Rin
– Park Jung Min (SS501)  as Park Jung Min
– Han Sang Mi as Han Sang Mi

Extended Casts :
– Kim Min Joo as Hyun Joong’s mother
– Park Min Ho as Hye Joong’s father
– Byun Jang Moon (A’st1)  as Jang Moon
– Sung In Kyu as (A’st1) In Kyu
– Kang Hye Neul as Hye Neul
– Park Jung Jin (A’st1)  as Jung Jin

 

Summary :

Perasaan aneh selalu menggelayuti Park Hye Joong tiap kali ia bertemu dengan Kim Hyun Joong. Jantungnya berdetak begitu cepat. Ia sudah berusaha menghilangkan perasaan aneh itu, karena ia sadar, Hyun Joong adalah saudara tirinya.

Rasa cemburu mulai merasuk ke dalam hati Hye Joong saat tahu ada seorang gadis yang begitu menyukai Hyun Joong. Gadis itu bernama Kim Hyun Ra.

Meskipun di sisinya telah ada pria yang sangat mencintainya –Kim Hyung Joon namanya- tapi Hye Joong seakan tidak menyadari kehadiran Hyung Joon.

Bagaimana kisah Hyun Joong dan Hye Joong akan berakhir? Kenyataan bahwa mereka adalah saudara tiri membuat perasaan mereka berdua menjadi campur aduk.

 ***

PROLOGUE

 

Seoul, December 28th 1992

 

“Hyun Joong kau di mana? Ibu membawakan sesuatu untukmu!” ucap seorang wanita memanggil anaknya.

 

Kemudian, dari balik tirai muncullah seorang bocah cilik nan lucu seraya menghampiri ibunya.

 

“Rupanya kau bersembunyi di situ. Ibu belikan sesuatu untukmu, -wanita itu lalu mengeluarkan sesuatu dari tas belanjanya-, tarada………….. lolipop rasa strawberi kesukaanmu!!!! Kau suka?” Tanya wanita itu.

 

Bocah mungil yang baru berusia 6 tahun itu lantas memakan lollipop dengan lahapnya.

 

“Hyun Joong, kau akan segera punya Ayah baru. Kau senang?” Tanya wanita itu.

 

“Ayah baru?” ucap bocah mungil itu.

 

“Iya, ayah baru, jadi sekarang ada yang bisa menjaga kita. Kau bisa bermain bersama ayah barumu, kau bisa minta lollipop sesuka hatimu.”

 

“Aku mau Ayah baru…..!!!!!!!” ucap bocah itu.

 

“Benarkah? Kau mau mempunyai Ayah baru?” Tanya wanita itu memastikan.

 

Hyun Joong menganggukkan kepalanya, sebagai pertanda ia mengiyakan pertanyaan ibunya.

 

Kemudian, bel pintu rumah Hyun Joong berbunyi.

 

“Tunggu sebentar Hyun Joong, ibu membuka pintu dulu.”

 

Tak lama berselang, Ibu Hyun Joong menghampiri Hyun Joong bersama dengan seorang pria dan seorang gadis cilik.

 

“Sayang, Hyun Joong menyetujui rencana kita!” ucap Ibu Hyun Joong pada pria itu.

 

“Benarkah?” ucap pria itu.

 

Ibu Hyun Joong hanya mengangguk penuh kegembiraan.

 

“Hyun Joong, dialah ayah barumu. Ibu akan segera menikah dengannya. Jadi mulai sekarang kau harus memanggilnya Ayah.”

 

“Hai Hyun Joong, senang berjumpa denganmu. Sebentar lagi aku akan menjadi ayahmu, kau senang?” ucap pria itu.

 

Hyun Joong hanya tersenyum.

 

“Ada satu lagi yang ingin ibu katakan kepadamu, selain ayah baru, kau juga akan mempunyai kakak. Selama ini kau menginginkan kehadiran seorang kakak, kan? Namanya Park Hye Joong. Nah, ayo Hyun Joong, berkenalanlah dengan kakak barumu” ucap Ibu Hyun Joong.

 

“Hai……………….. namaku Park Hye Joong. Senang berkenalan denganmu.” ucap Hye Joong.

 

“Namaku Kim Hyun Joong.” Ucap Hyun Joong sembari berjabat tangan dengan Hye Joong.

 

“Umur kalian terpaut tidak terlalu jauh. Jadi ayah yakin kalian bisa cepat akrab. Hye Joong, kau harus menyanyangi Hyun Joong seperti kau menyanyangi adikmu sendiri ya…. Kau harus pintar – pintar menjaganya.” Ucap Ayah Hye Joong.

 

“Baiklah ayah, aku akan menyanyangi Hyun Joong seperti aku menyanyangi adikku sendiri” ucap Hye Joong.

 

………………. ………. ………………..

 

CHAPTER 1

 

HARMONICA FROM  NOONA

 

Seoul,  June 06th  2000

 

Hari ini, 06 Juni 2000, usiaku bertambah satu tahun. Ibu sedang mempersiapkan acara pesta ulang tahunku. Ayah yang mempersiapkan dekorasinya. Sebenarnya aku tidak suka dengan acara ulang tahun semacam ini. Tapi mau bagaimana lagi, ibu yang memiliki ide. Aku tak kuasa untuk menolaknya. Namun, di saat yang lain sedang sibuk mempersiapkan pesta ulang tahunku, aku tak melihat batang hidung noona. Sejak tadi pagi hingga menjelang sore, noona seakan hilang diterpa angin. Di mana noona sebenarnya?

 

Akhirnya tepat pukul 7 malam pesta ulang tahun Hyun Joong pun dimulai. Hye Joong yang sedari tadi dicari – cari Hyun Joong akhirnya muncul juga. Ia mengenakan baju berwarna merah jambu nan indah dengan pita berwarna merah melekat di atas kepalanya.

 

Aku senang akhirnya noona muncul juga. Noona hari ini cantik sekali. Aku sangat dekat dengannya, ia bagaikan kakak kandungku sendiri. Ternyata seperti inilah rasanya memiliki seorang kakak.

 

Serangkaian acara telah dilaksanakan Hyun Joong. Mulai dari tiup lilin, make a wish, potong kue, dan menyuapi kue ulang tahun ke keluarganya. Acara terakhir adalah penyerahan kado. Semua teman – teman Hyun Joong yang datang memberikan kado yang dibawanya.

 

“Hyun Joong, selamat ulang tahun, semoga kau menyukai kado pemberianku.” Ucap Jung Min.

 

“Hyun Joong, aku berharap kita tetap bisa bermain bola bersama.” Ucap Kyu Jong.

 

“Hyun Joong, jangan bosan – bosan untuk menjadi temanku yach…………..” ucap Young Saeng.

 

“Terima kasih teman – teman kalian telah datang!” ucap Hyun Joong dengan senangnya, karena ia menerima banyak hadiah hari itu.

 

Pesta ulang tahun itu pun berakhir. Tiba saatnya Hyun Joong membuka kado yang ia diterima dari teman – teman dan kedua orang tuanya.

 

Kado pertama yang ia buka adalah dari omma dan appa nya. Ternyata ia mendapatkan satu set mainan mobil – mobilan yang kalau dilihat dari merknya saja, kita sudah tahu jika harga mainan itu setara dengan harga satu buah smartphone.

 

“Joahae?” Tanya Ayah.

 

Hyun Joong hanya menundukkan kepala dengan penuh rasa gembira.

 

Tak berapa lama kemudian ……………………..

 

“Hyun Joong ah, ke sini sebentar!” ajak Hye Joong.

 

“Iya Noona.” ucap Hyun Joong.

 

Hye Joong mengajak Hyun Joong ke balkon.

 

“Hyun Joong ah……………….. pemandangannya indah, kan?” Tanya Hye Joong.

 

“Iya Noona, bintangnya terlihat jelas sekali.” Ucap Hyun Joong.

 

“Aku punya hadiah untukmu. Ini, terimalah.” Ucap Hye Joong seraya menyerahkan kotak kecil berbungkus kertas kado berwarna hijau muda.

 

“Maafkan aku, selama aku menjadi kakakmu, baru kali ini aku memberikan kado untukmu. Padahal kau sudah berulang kali memberikan kado untukku. Aku memang kakak yang payah.” Ucap Hye Joong.

 

Hyun Joong lantas membuka kado yang diberikan noonanya itu. Ternyata isinya adalah sebuah harmonika.

 

“Noona, apa noona tidak salah memberikanku sebuah harmonika? Noona tahu kan, aku tidak bisa main harmonika?” ucap Hyun Joong.

 

“Justru karena itu, aku ingin kau belajar memainkan harmonika itu. Kau tahu, jika kau sedih, dengan bermain harmonika maka rasa sedihmu itu akan sedikit terobati. Andai kau sedih dan kakak tidak ada di sampingmu untuk menghiburmu, mainkanlah harmonika itu. Kakak berjanji, apabila kau mahir memainkan harmonika itu, kakak akan membelikanmu sekotak lollipop strawberry kesukaanmu” ucap Hye Joong.

 

“Sinca? Jika aku mahir memainkan harmonika, noona akan membelikanku lollipop strawberry?” Tanya Hyun Joong memastikan.

 

“Kapan kakak pernah berbohong padamu?” ucap Hye Joong. “Hyun Joong, kau senang mempunyai kakak sepertiku?” Tanya Hye Joong.

 

“Tentu saja aku sangat senang. Noona bagaikan malaikat pelindung yang diberikan Tuhan kepadaku. Noona  selalu ada di saat aku membutuhkan. Noona selalu membelaku jika aku dimarahi ayah dan ibu. Noona selalu menolongku apabila aku diganggu teman – temanku yang usil. Noona adalah segalanya bagiku. Aku sangat menyayangi noona.” Ucap Hyun Joong.

 

“Terima kasih Hyun Joong. Aku juga sangat menyayangimu.” Ucap Hye Joong sembari memeluk Hyun Joong.

 

Sejak saat itulah, aku belajar memainkan harmonika dengan baik dan benar. Agar aku mahir memainkannya. Tujuan utamaku bukanlah untuk mendapatkan lollipop strawberry itu, tapi semata – mata hanyalah agar noona bangga padaku. Supaya noona merasa senang mempunyai adik seperti aku. 

………………. ………. ………………..

To Be Continue