Title                       : A kiss (part 1)

Author                  : Nurani adi / @abcdedot

Main cast             : choi minho (SHINee) , han injung (imaginary cast)

Support cast       : SHINee member, manager hyung, han dal hee

Length                  : twoshoot

Genre                   : romance, comedy (?)

Rating                   : PG-15

A.N : akhirnya ini ff jadi juga, ini ff pertamaku, jadi maaf kalo rada-rada gaje, acak-acakan dan kurang greget. Mianhe *sujud sujud sampe pegel*. Ini ff murni hasil pemikiranku, kalau ada jalan cerita atau apapun itu yang sama mungkin itu hanya kebetulan semata 😉

Berhubung ini ff pertama, jadi mohon kritik dan sarannya ya!!  makasih buat admin kalau ff ini di publish *bow*

 

Minho pov

“MWO?” aku membelalakkan mataku, terkejut mendengar manager hyung mengatakan kalau akulah yang akan menjadi model mv terbaru kami.

“ne Minho-ah kau lah yang paling cocok untuk mv ini, semuanya sudah setuju, benarkan?” manager hyung menanggapi keterkejutanku dengan sangat tenang dan bahkan meminta persetujuan member lain, yang kemudian dengan kompak mengangguk.

“ andwe” aku menggelengkan kepalaku dengan keras, aku tidak mau, benar-benar tidak mau.

“waeyo? Minho-ah ini hanyalah acting, bukankah kau dulu pernah menjadi model mv gee, dan bahkan amigo, ini tidak akan sulit bukan?” manager hyung terus meyakinkanku, dia menatap mata bulatku. Ah ya ini memang bukan pertama kalinya aku menjadi model sebuah mv, hanya saja kali ini sedikit berbeda, aku sudah membaca skripnya dan dalam mv itu aku harus melakukan banyak adegan mesra dengan seorang model lain yang belum ditentukan, dan itulah yang membuatku bersikeras menolak manager hyung, aku punya alasan ku sendiri, bagaimana mungkin aku melakukan adegan mesra Sementara pada kenyataannya aku belum pernah pacaran?!

“ hh, mengapa tidak jjong-hyung saja? Dia lebih berpengalaman kan?” ya, seharusnya jjong-hyung, dia pernah –setidaknya- pacaran jadi tak kan terlalu kaku seperti aku kan? Benarkan? Aku merasa gagasan pintarku ini akan diterima manager hyung.

“ anni, semua sudah setuju kalau kau yang akan melakukannya” mmmmmmwooooo? Dia masih tetap dengan keyakinannya?? aku melirik ke-4 namja di sampingku, member shinee yang lain, meminta dukungan.

“ ye, aku juga setuju kalau minho yang melakukannya” ucap jjong di ikuti anggukan yang lain

“lagipula aku tidak pandai beracting” lanjutnya sambil terkekeh melunturkan semua semangatku.

“baiklah, aku rasa aku tidak punya pilihan lain.”

“bagus, berarti kita tinggal menunggu keputusan management untuk model perempuannya” .

DEG

Model perempuannya, partner ku nanti, bagaimana mungkin aku melupakan hal sepenting itu, apakah ia cantik? Berpengalaman? HH memikirkannya saja membuatku makin tak percaya diri..

Lima hari kemudian..

“kita sudah mendapat model perempuannya, dia sudah setuju dan sebentar lagi dia dan kru lain akan kemari, aku harap kau memberi kesan baik padanya minho-ah” manager hyung melayangkan pandangannya padaku, hanya padaku, membuat membuat member lain terkikik, bahkan jjong-hyung tidak bisa menutupi tawanya, aishh ini benar-benar menjengkelkan!

“ye arraseo” ucapku pelan saat manager hyung hampir keluar.

“gwenchanaeo minho-ah, ini takkan seburuk yang kau pikirkan” onew-hyung menepuk pundakku setelah manager kami itu benar-benar keluar.

“ye, kau pasti mendapat model yang cantik, atau jangan-jangan itu yoona, itu benar-benar kesempatan yang langka hahaha” aku medelik ke arah suara itu, jjong-hyung. Hyung ku ini memang sedikit pabo, bagaimana mungkin dia mengatakan hal ini pada keadaan seperti ini, aku hanya bisa menghela napas panjang, meladeninya hanya akan membuat nyaliku makin ciut, member lain hanya tertawa, ah sudahlah lebih baik aku diam, ini membuatku lebih baik.

Suara langkah kaki menyadarkanku, ah ya tadi aku tertidur dan sekarang aku masih berada di ruangan yang sama seperti 15 menit yang lalu, dengan orang-orang yang sama, manager hyung dan beberapa orang ainnya memasuki ruangan, sekitar 15 orang, dan semuanya pria, aku mengucek mataku tidak percaya dengan apa yang kulihat.

“mana modelnya ???” aku berbisik sangat pelan pada key-hyung, dia hanya menggeleng dan kemudian mendongakkan kepalanya.

“mungkin itu” dia menunjuk seorang yeoja yang berjalan menuju pintu, diikuti seorang lain di belakangnya.

“annyeonghasseo” ucapnya.

in jung pov

“annyeonghasseo” ucapku dengan sedikit penyesalan karena aku telat beberapa detik

“mianhe kami telat” lanjut eonni sekaligus managerku. ya kami memang telat, tapi itu karena dia yang terlalu lama berdandan untuk melihat idolanya, ya siapa lagi kalau bukan shinee. Bahkan dialah yang menyetujui kontrak ini, aku menjadi model mv mereka bukanlah hal yang kuinginkan, tapi eonni-ku. Dia bilang ini kado untuk ulang tahunnya karena itulah aku dengan pasrah mengiyakan.

“Han In jung-ssi, Han dal hee-ssi silakan duduk” seorang pria 30-an yang aku lupa namanya siapa menyuruh kami duduk, aku berjalan mengikuti eonni-ku dan mengambil tempat disampingnya. Ada sekitar 20 orang diruangan ini, aku yakin kebanyakan dari mereka adalah kru dan kelima namja di depanku ini pastilah shinee, aku yakin karena aku melihat eonnie ku yang dengan rajin tebar pesona pada mereka, dan sesekali meremas jariku.  aku sendiri? Entahlah, aku sibuk mendengar penjelasan pria 30-an (yang ternyata manager shinee) yang sekarang sedang memperkenalkan beberapa kru.

“dan kelima namja ini, kalian pasti sudah tahu, mereka shinee” ucapnya. aku tidak tahu dan kalau bukan karena aku akan menjadi model mv mereka aku tak yakin tahu timpalku dalam hati.

“saya leader onew” orang yang mengaku onew berdiri dan memberi salam pada kami semua.

“saya jonghyun”

“saya key”

“saya minho”

“dan saya taemin”

Masing-masing memperkenalkan namanya dan memberikan salam, apa aku juga harus? Si manager shinee menatapku.

“saya in jung” aku berdiri dan membungkukan badanku, dan refleks menatap eonnie yang menginjak kaki ku, dia memberikan isyarat dengan mulutnya yang Artinya aku tahu : senyum. HH aku menghela napas, dan kemudian berusaha tersenyum setulus mungkin.

“saya dal hee, manager injung-ah” eonniku berdiri, dan tersenyum sangaaaaaaaaaaaat manis, aku yakin gula pun kalah manis dengan senyuman oenniku ini. Ohohohoh

“shin injung-ssi, nanti kau akan beradu peran dengan choi minho” si manager menatapku kemudian menunjukkan seorang namja yang ternyata duduk tepat di depanku, orang yang bernama minho mentapku dan kemudian tersenyum, aku balas menatapnya tapi dengan tidak tersenyum, entah kenapa tapi aku tak terbiasa mengumbar senyum pada orang yang baru kukenal, aku menganggukan kepalaku pelan, demi kesopanan.

Sudah hampir setengah jam pertemuan ini berlangsung, seharusnya aku tak perlu datang, karena pada kenyataannya hanya eonnie ku yang berbicara, mengenai tempat, waktu dan lain-lainnya aku hanya mengiyakan atau mengangguk, benar-benar tidak berguna.

aku menatap kelima namja di depanku, hmm mereka cukup ganteng pikirku, tepat saat mata ku focus pada orang yang nanti akan menjadi partnerku, choi minho, dia juga melayangkan pandangannya padaku, mata kami bertemu, satu.. dua.. tiga.. dia memalingkan pandangannya dengan gusar, mwo? Apa artinya ini? Aku masih menatapnya, kali ini dengan ekspresi heran.

minho pov

Tak sengaja mata kami bertemu, ekspresinya datar, sangat sangat datar, aku tidak mengerti dengan gadis ini, apakah dia bukan salah satu fans kami? Atau bahkan dia tidak mengenal kami? Tidak Mengenalku?? Aku memalingkan mukaku, mengingat betapa sombongnya iya beberapa menit lalu saat aku tersenyum namun ternyata dia hanya memandangku dengan ekspresi seperti saat ini dan mengangukkan       kepalanya sekilas, isssh sungguh sombong! Apa aku benar-benar harus beradegan mesra dengan gadis ini?! Aku rasa tidak akan bisa.

“jadi kapan kita mulai shooting?” injung menanyakan ini dengan nada dingin dan tidak sabar, aku yakin dia ingin segera keluar dari tempat ini karena akupun begitu, hohoho

“besok, kru sudah siap, kalian juga Siapkan?” sutradara menatapku dan injung bergantian, aku melirik injung yang kurasa sedang melirikku, tapi ternyata dia sedang sibuk dengan penanya dan menulis entah apa di notesnya, gzzzz….

“baiklah aku siap” ucapnya yakin

“ya, aku juga……. Siap” ujarku walau dengan nada suara yang sangat rendah dan semangat kurang dari 2watt. hh

*keesokkan harinya*

“jadi kita akan shooting di stasiun ini?” ujarku begitu sampai di salah satu stasiun di seoul.

“ne” seorang kru menjawab pertanyaan-yang-tak-perlu-dijawab-ku.

Aku menghempaskan tubuhku di salah satu bangku disana, mencoba mencerna apa saja yang harus dilakukan nanti, aku membelalakan mataku saat membaca salah satu scene ku dengan yeoja sombong itu, “kissing scene”, Bukankah dulu hanya adegan romantic? Tidak ada kissing scene bukan? Pasti ada kesalahan! Aku berjalan cepat mencari sang sutradara.

“sengsseongnim, pasti ada kesalahan, terakhir kali aku melihat skripnya, disana tidak ada adegan ciuman, tapi kenapa sekarang tiba-tiba ada? Ini pasti salah cetak!” aku berbicara langsung tanpa basa basi saat melihat si sutradara berjalan ke arahku.

“annieo, itu skrip yang sudah di revisi” sekarang malah dia yang menatapku dengan tatapan anehnya,

“lakukan saja apa yang ditulis disitu” baru saja aku akan menyambar ucapannya dia malah membuatku makin tercengang. Aku masih mematung, benar-benar tak dapat di percaya, aku untuk melakukan adegan romantis saja menolak dengan keras, apalagi dengan ini? Ciuman. Ciuman pertamaku . HHHHHH ini benar-benar…………. Argh aku melampiaskan kekesalan ku dengan menendang botol minuman yang entah kenapa bisa ada didepanku.

“awwww” itu suara injung, si yeoja sombong, partner ciumanku nanti.

“ya!! Apa kau tidak melihat ada orang disini? Kau benar2.. gila” umpatnya sambil mengelus elus kepalanya, apa tadi botol minumanku mendarat di kepala injung? Haha aku senang memikirkannya. Ah ah anni ini bukan saatnya untuk senang! Aku menghampiri injung, tadinya aku akan mengeluarkan keluh kesahku tapi melihat dia masih marah dan kesakitan karena tendangan botolku akhirnya aku mengurungkan niatku.

“waeyo? Kau tidak akan minta maaf?” ucapannya selalu dingin, bahkan saat sedang marah, dasar gadis aneh.

“anni, itu kesalahanmu sendiri tidak melihat dengan mata” aku dengan enteng menjawab pertanyaan dinginnya itu.

“mm kau sudah membaca skripnya?” sebelum aku disembur dengan perkataannya aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

“sudah, waeyo?” kini suara injung melunak, dan terdengar hangat, kenapa tidak dari kemarin kau seperti ini batinku.

“kau tidak terkejut?” aku menatapnya heran.

“anni” dia menggelengkan kepalanya, agak keras seperti meyakinkan ku kalau dia memang sama sekali tidak terkejut.

“kita hanya perlu professional”ucapnya lagi tepat setelah sutradara kami menyuruh kami  berkumpul untuk berdoa.

Yaa. Aku harap aku bisa, batinku sambil menghela nafas panjang, agak berat.

injung pov

Aku sudah membaca semua skripnya, dan yah tentu saja aku terkejut dengan kissing scene yang harus kulakukan, tapi toh aku tahu pada akhirnya aku harus melakukannya, karena itulah pada saat minho bertanya apakah aku terkejut atau tidak, aku dengan yakin mengatakan tidak.

“kita hanya perlu professional” ucapku, setelah mendengar teriakan sutradara yang menyuruh kami berkumpul.

Aku berbalik sekilas dan mendapati dia masih mematung di tempatnya, kenapa dengan dia? apa dia kurang yakin? Kenapa tiba-tiba perasaanku jadi tidak enak?

“CUT” teriak si sutradara

LAGI? Ya tuhan ada apa dengan namja di depanku ini, ini take kami yang kesekian kalinya entah 30 atau 40, dan aku benar-benar lelah!

“ya! Minho-ah lakukanlah dengan benar!” ucap si sutradara, lagi, sama seperti ucapan saat take pertama kami. Aku menatapnya dengan tatapan putus asa.

“minho-ssi, kau hanya perlu menciumku”ucapku dengan menekankan kata men-cium-ku sambil menunjukkan telunjuk tepat di bibirku.

“ye, arraseo” dia menganggukan kepalanya tapi matanya masih menyiratkan ketidak yakinan, benar-benar membuatku putus asa!

“kau melakukan dengan benar di adegan kita sebelumnya” aku berusaha memberinya semangat, dia memang benar-benar baik di adegan sebelumnya -adegan tanpa kontak fisik- . aku menghela nafasku, berpikir sejenak, tapi aku juga benar-benar lelah.

“sengsseongnim, bisa kah kami istirahat dulu? Aku lelah” aku benar-benar berharap saranku ini diterima.

“ah oke, kita istirahat dulu 15 menit” YESS ternyata saranku di terima, si sutradara berjalan diikuti kru lain, meningalkan kami berdua.

Aku melirik minho yang masih berdiri dan terlihat tidak ada niatan untuk menggerakan kakinya, aku penasaran, sungguh. Mengapa dia tidak melakukannya dengan benar, apa karena dia punya trauma akan ciuman, atau karena dia belum pernah ciuman?? Kini di tempat ini hanya ada aku dan minho, berdua, tiba-tiba aku mendapatkan sebuah ide, aku harap ini bekerja.

“minho-ssi, ikut aku” aku berjalan mendahuluinya, menuju ruang ganti.

-TBC-

Iklan