Author: Cho Min Hyun (Salsabila Nadhifa)

Genre: Romance

Length: Continue

Cast:

Cho Min Hyun (Author)

Cho Kyuhyun (Super Junior)

Park Jung Soo (Super Junior)

Park Sun Hee (OC)

Rating: Teenager

Disclaimer: All the cast aren’t mine, except Kyuhyun and OCs. The plot and the story are mine.

Warning: Ini FF penuh dengan kegalauan, jadi jangan heran kalo isinya amburadul (authornya lagi mengalami galau berkepanjangan). Mungkin banyak typo bertebaran, biasa lagi galau (?).

Happy Reading! ^^

Kau adalah bintang, yang bersinar dan akan selalu bersinar di dalam hati ini. Bintang yang tak akan pernah bisa kudapatkan. Bintang yang terlalu sulit untuk diraih seorang yeoja biasa sepertiku ini. Tapi aku percaya, kelak kau akan melihatku. Melihatku sebagai yeoja yang tepat dan pantas untuk bersanding denganmu. Karena mencintaimu adalah segalanya bagiku.

-***-

*MIN HYUN POV*

Pagi itu, seperti biasa aku melakukan aktivitasku, yaitu berangkat ke sekolah. Di tengah perjalanan ke sekolah, aku bertemu dengannya. Ya, aku bertemu dengan namja itu, teman sekelasku di sekolah dan juga.. namja yang kusukai. Tapi sayangnya, aku bukanlah tipe yeoja agresif yang mengejar-ngejar namja yang ia sukai agar dapat berpacaran dengannya. Bukan, aku bukanlah yeoja seperti itu.

Aku memang menyukainya, mencintainya malah. Tapi aku tidak pernah menunjukkan perhatian lebih padanya, aku malah tidak pernah dekat dengannya. Aku mencintainya dalam duka yang besar.

Aku memang termasuk sebagai salah satu yeoja dingin di sekolah. Duniaku tidaklah luas, hanya sebatas ruang kelas, sekolah, perpustakaan, kamar, dan laptopku. Aku tidak pernah pergi berjalan-jalan bersama teman-teman yang lain, walaupun sekedar hangout bersama, itu jarang kulakukan. Yang kulakukan hanyalah pergi ke sekolah, belajar, makan , tidur, dan berkutat di hadapan buku-buku dan laptopku sendiri. Dunia maya adalah temanku, tetapi aku bukanlah tipe orang yang suka berkenalan dengan orang lain sebelum bertemu dengannya. Aku hanya senang berteman dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama denganku.

Entah sejak kapan, tiba-tiba aku menyukai namja itu. Padahal tidak ada yang sama di antara aku dengannya. Wajahnya tampan, pintar, atletis, pergaulannya luas, juga populer di kalangan yeoja maupun namja. Sedangkan aku? Wajahku biasa-biasa saja, pintar juga tidak, kuper, kutu buku dan memakai kacamata. Minatnya berbeda jauh dengan minatku, bagaimana aku bia tertarik dengannya? Sableng.

Namja itu masuk ke dalam bus yang sedari tadi menunggu di depan halte bus tersebut. Dia naik bus juga toh? Padahal biasanya dia bawa motor. Aku pun berjalan memasuki bus itu juga (namanya juga satu sekolahan).

Di dalam bus, kulihat hanya tinggal satu kursi yang tersisa, dan itu.. Omo, di samping namja itu! Apa harus aku duduk di sampingnya? Sudahlah, tidak apa-apa. Lagipula ia tidak mungkin mengenaliku, aku kan sangat pendiam di kelas.

Aku pun mulai melangkah ke arah kursi tersebut, dan mendudukinya. Tepat setelah aku duduk, ia menoleh ke arahku.

“Kau Min Hyun bukan?” tanyanya seraya menoleh ke arahku. Refleks, aku ikut menoleh ke arahnya.

“Ne. Kau Jung Soo kan? Tumben ada yang ingat padaku.” Jawabku dingin, seraya mengalihkan pandanganku ke arah depan.

“Aku memang Jung Soo. Siapa lagi?” tanyanya seraya tertawa renyah. Oh God, mati aku mendengar tawanya sedekat ini.

Aku hanya diam dan menundukkan wajahku dalam-dalam. Ternyata pilihan untuk duduk disini memang SALAH. Kalau begini terus, aku sudah mati duluan karena jantungku akan lepas dari tempatnya dan turun ke perut.

“Kenapa diam?” tanyanya seraya menundukkan wajahnya, hendak melihat wajahku. Ia menyingkirkan rambut panjang yang menutupi wajahku -yang masih tetap menunduk- entah untuk apa, untuk melihat wajahku? Otaknya sedang sedikit ‘sakit’ mungkin. Aku segera menepis tangannya pelan, dan mengangkat wajahku kembali.

“Ani. Gwenchanayo.” Ujarku lagi, masih datar dan dingin seperti sebelumnya.

“Oh ya, aku mendengar gosip bahwa kau berpacaran dengan Cho Kyuhyun. Apa itu benar?” tanyanya seraya menerawang jauh. Kenapa dia peduli? Aku bahkan tidak pernah berbicara dengannya selain tentang tugas. Itupun kalau kami satu kelompok. Tapi.. jujur aku senang mendengar ia peduli padaku. Setidaknya ia tidak membenciku, kan?

“Apa pedulimu?” tanyaku lagi, dingin. Tidak bisakah aku melembut di depan orang yang aku sukai? Baboya Min Hyun.

“Aku hanya mau tanya. Kita kan teman.” Jawabnya pelan, tapi mantap. Apa kau tidak salah dengar? Teman? Sejak kapan dia menganggap aku temannya?

“Ternyata kau menganggapku teman, toh.” Ujarku terang-terangan. Aku memang tipe orang yang tidak suka basa-basi.

“Kau memang temanku. Ya, kau belum menjawab pertanyaanku!”

“Pertanyaan apa? Soal gosip itu? Hah, kalau kau mau menjadi wartawan, sayang sekali berita yang kau tangkap itu salah. Sejak kapan aku berpacaran dengan Cho Kyuhyun? Kami hanya teman, teman dekat. Carilah berita lain untuk kau liput! Apa kau puas dengan jawabanku?”

“Puas. Sangat puas.” Ujarnya seraya tersenyum senang. Apa maksud senyum itu?

-***-

“Min Hyun!” panggil seorang namja yang kuketahui sebagai seorang ‘Cho Kyuhyun’.

“Mwo?” tanyaku malas karena kegiatan browsingku jadi terganggu. Ada apa lagi sih dengan ‘setan penggila game’ satu ini?

“Yak, jangan loyo begitu, dong! Aku bawa kabar baik, nih.” Jawabnya seraya memukul punggungku pelan.

“Kabar apa?” tanyaku lagi, seraya mengalihkan pandangan ke laptopku, hendak kembali browsing.

“Hasil tes kemarin sudah keluar, dan tebak apa?”

“Apa? Kau dapat peringkat pertama lagi, kan? Sudahlah, aku tahu kau akan selalu dapat peringkat pertama.” Tidak usah pamer di depanu lagi, aku sudah terlalu bosan untuk mendengarnya -,- ujarku dalam hati.

“Memang benar, aku dapat peringkat pertama. Tapi, ya! Peringkat keduanya itu kau!” teriaknya senang.

Aku? Peringkat kedua? Apa aku tidak salah dengar? Apa dia yang tidak salah bicara? Ini hal yang tidak mungkin! Dengan segera aku menolehkan kepalaku ke arahnya yang masih terlihat berbinar.

“Jinjja? Apa kau mau mengerjaiku lagi, hei manusia evil?” tanyaku mengejek, tapi binar kebahagiaan tak dapat kusembunyikan dari wajahku.

“Ani, percayalah! Kalau kau tidak percaya, silahkan lihat di papan pengumuman!” ujarnya antusias. Dilihat dari ekspresimu aku juga tahu kalau kau jujur, bodoh -_-

“Waa!! Cho Kyuhyun! Usahaku tidak sia-sia!” jeritku bahagia, refleks aku segera memeluk orang di depanku -Kyuhyun-.

*MIN HYUN POV END*

*KYUHYUN POV*

“Jinjja? Apa kau mau mengerjaiku lagi, hei manusia evil?” tanyanya dengan nada mengejek, tapi binar kebahagiaan tak dapat ia sembunyikan dari wajahnya.

“Ani, percayalah! Kalau kau tidak percaya, silahkan lihat di papan pengumuman!” ujarku meyakinkannya. Aku percaya dan saangaatt percaya dengan penglihatanku!

“Waa!! Cho Kyuhyun! Usahaku tidak sia-sia!” jeritnya bahagia, tiba-tiba ia memelukku. Aku kaget sebentar, tapi setelah itu aku membalas pelukannya. Ah, Min Hyun. Seandainya kau tidak melihatku sebagai seorang teman.. Tapi aku cukup bersyukur bisa kau anggap teman, karena hal ini juga termasuk langka, bukan?

Kemudian ia melepaskan pelukannya, dan masih tetap tersenyum. Kulihat ia bahagia, sangat bahagia. Tiba-tiba ia menarik lenganku, dan mengajakku berlari.

“Kutraktir es krim sebagai perayaannya!” ujarnya seraya menoleh ke arahku dan tetap berlari.

“Baik. Kau harus siap mengeluarkan banyak uang!” balasku usil. Kulihat ia mencibir tetapi raut bahagia masih tetap tergambar jelas di wajahnya.

-***-

@ Ice Cream Café

“Permisi, mau pesan apa?” tanya seorang pelayan toko yang menghampiri meja kami.

“Aku pesan..” ujar Min Hyun terpotong.

“Eh, mianhae mengganggu. Apakah anda ingin memesan menu spesial hari ini?” potong pelayan tersebut.

“Kalau boleh tahu, menu spesialnya apa ya?” tanyaku penasaran.

“Banana Parfait ukuran jumbo, menu spesial untuk pasangan.” Jawab pelayan itu ramah. Hah, jangkamman! Pasangan tadi katanya? Kulihat mata Min Hyun terbelalak. Sepertinya ia merasakan hal yang sama denganku.

“Emm.. Tapi, kami bukan pasangan, mbak.” Ujarnya kepada pelayan itu.

“Oh, jinjja? Mianhae.. soalnya kalian serasi sekali. Jeongmal mianhae, jadi mau pesan apa?” ujar pelayan itu merasa bersalah.

“Double scoop, choco-mint.” Ujarku dan Min Hyun bersamaan. Kemudian kami pun saling pandang. Pelayan itu hanya tersenyum kemudian kembali ke tempatnya setelah mengucapkan kalimat, “Mohon tunggu sebentar.”

Kami saling diam. Tidak ada yang mau memulai pembicaraan. Aku mengalihkan perhatianku ke psp, sedangkan ia hanya memandang keluar café. Tiba-tiba datang seorang pelayan yang mengantarkan pesanan kami.

“Selamat menikmati.” Ujar pelayan itu seraya membungkukkan badannya dan kembali ke tempatnya berasal. Aku berhenti memainkan pspku, dan menyimpannya di dalam tasku. Kulihat Min Hyun hanya memain-mainkan sendoknya di dalam es krim pesanannya.

“Ya, kenapa kau meniru-niruku?” tanyaku usil membuka pembicaraan.

“Meniru apanya?” tanyanya bingung.

“Ini.” Ujarku seraya menunjuk es krim di depanku.

“Aku tidak menirumu. Kau yang meniruku.” Ujarnya santai seraya tersenyum kecil.

“Aku duluan yang bilang choco-mint.” Balasku kesal

“Aku.”

“Aku!

“Aku!”

“Aku!”

“Aku! Akh, sudahlah! Tidak jadi makan kalau begini terus!” ujarnya mengalah dan segera menyuapkan sendok es krim dengan lahap ke mulutnya.

“Ahahaha.. Dasar shikshin!” tawaku nyaring seraya menunjuk ke arahnya yang sedang sibuk memakan (makan apa minum, sih?) es krimnya.

“Sekali lagi kau bilang begitu, aku tak akan membayar es krimmu!” ujarnya sebal.

“Yah, jangan gitu dong.. Masa’ baru segitu ngambek.” Godaku lagi.

“Gurae, karena kau sudah mengolokku, traktiran BATAL.” Ujarnya seraya menekankan kata ‘batal’.

“Ampun deh.. Min Hyun, traktir aku..” ujarku memohon padanya. Aku tidak mau bayar sendiri –__–

“Ya sudah, tutup mulutmu dan makanlah es krimmu sebelum mencair! Aku tidak mau membelikannya lagi untukmu.” Ujarnya sambil tetap memakan es krimnya.

“Siap bos Min Hyun.”

*KYUHYUN POV END*

*NORMAL POV*

Selagi Min Hyun dan Kyuhyun memakan es krim mereka dan saling bercanda, seseorang memperhatikan kegembiraan mereka dengan tatapan nanar. Namja itu melangkah pergi, pergi meninggalkan café tersebut.

“Ya, kau adalah namja terburuk di dunia!” ujar seseorang yeoja dari belakangnya. Namja itu menoleh ke belakangnya, dan melihat yeoja itu malas.

“Ne, aku memang namja yang buruk. Puas?” ujarnya malas dan kembali melanjutkan langkahnya. Yeoja itu mengejarnya, dan.. hap! Yeoja itu memeluk tubuhnya dari belakang. Namja itu pun menghentikan langkahnya dan melepaskan pelukan yeoja itu.

“Apa maumu?” tanyanya dingin.

“Aku mau kau berhenti untuk melihat Min Hyun dan melihat ke arahku.” Ujar yeoja itu seraya menunjuk dirinya sendiri.

“Memangnya siapa dirimu dan apa hakmu untuk memintaku melakukan hal itu?” tanya namja itu cepat, matanya berkilat marah.

“Aku Park Sun Hee, dan aku berhak memintamu melakukan itu, arraseo?” jawab yeoja itu kesal, ia merasa diremehkan.

“Wae? Kenapa kau berhak? Ini hidupku dan bukan hidupmu! Camkan itu Agassi!” jerit namja itu marah, kemudian ia melangkah pergi meninggalkan Sun Hee. Sun Hee yang merasa kesal pun kembali menghampiri namja itu dan mencekal tangannya.

“Lepaskan!” ujar namja itu keras, raut kemarahan tersorot sangat jelas di wajahnya.

“Shireo! Jung Soo, apa kau tahu apa hakku, hah?! Aku tunanganmu, T-U-N-A-N-G-A-N!” balas Sun Hee tak kalah keras, ia juga marah sama seperti Jung Soo sekarang.

Jung Soo tercengang, ia melihat wajah yeoja di depannya ini lekat. Wajah yeoja itu memerah menahan tangis, cengkeraman tangannya mulai melemah dan ia menundukkan wajahnya.

“Kau? Tunanganku? Sejak kapan?” tanya Jung Soo lirih, ia sangat terkejut mengetahui kenyataan ini.

“Aku.. aku.. sudahlah!” ujar yeoja itu seraya beranjak pergi dan berlari ke arah jalanan. Sedangkan Jung Soo yang masih tertegun di tempatnya, merutuk pada dirinya sendiri.

“Aish.. ya!” jeritnya seraya menendang kotak sampah yang ada di sebelahnya. Ia mengacak rambutnya frustasi, dan melangkah untuk kembali ke rumahnya.

-***-

Min Hyun dan Kyuhyun melangkah keluar café, hendak pulang ke rumah masing-masing.

“Huaahh, kenyaangg.” Ujar Kyu seraya menepuk-nepuk perutnya. Min Hyun hanya geleng-geleng kepala melihatnya.

“Gila, kau menghabiskan uangku, Profesor setan yang bodoh.” ejek Min Hyun asal. Kyuhyun hanya mendelik kemudian tertawa ke arahnya.

“Apa tadi kau bilang? Bodoh? Ckckck, kau ini tidak punya mata, ya.” Ujarnya seraya tersenyum usil. Min Hyun hanya mengabaikan perkataan temannya itu dan tiba-tiba.. matanya menangkap sebuah pemandangan yang kurang menarik. Jung Soo.. bersama seorang yeoja? Lebih baik aku menyelidikinya lebih lanjut.

“Eh.. Kyu, kau pulang duluan saja, ya.” Ujarnya seraya melangkah ke arah sebuah pohon yang berada tidak jauh dari tempat Jung Soo.

“Kau mau ke mana?” tanya Kyuhyun seraya berjalan mengikuti Min Hyun.

“Ah, tidak penting, kau pulang saja duluan, sana.” Usir Min Hyun halus.

“Shireo! Aku mau pulang bersamamu saja. Aku akan ikut ke manapun kau pergi.”

“Hah.. terserahlah.” Ujar Min Hyun menyerah seraya melangkah kembali menuju pohon tersebut. Di balik pohon itulah, Min Hyun dan Kyuhyun memperhatikan dua orang tersebut.

“Memangnya siapa dirimu dan apa hakmu untuk memintaku melakukan hal itu?” tanya Jung Soo cepat, matanya berkilat kemarahan.

“Aku Park Sun Hee, dan aku berhak memintamu melakukan itu, arraseo?” jawab yeoja itu kesal, sepertinya ia merasa diremehkan.

“Wae? Kenapa kau berhak? Ini hidupku dan bukan hidupmu! Camkan itu Agassi!” jerit Jung Soo marah, kemudian ia melangkah pergi meninggalkan yeoja bernama Sun Hee itu. Sun Hee yang merasa kesal pun kembali menghampiri Jung Soo, dan mencekal tangannya.

“Lepaskan!” ujar Jung Soo keras, raut kemarahan tersorot sangat jelas di wajahnya.

“Shireo! Jung Soo, apa kau tahu apa hakku, hah?! Aku tunanganmu, T-U-N-A-N-G-A-N!” balas Sun Hee tak kalah keras, ia juga marah sama seperti Jung Soo sekarang.

Tunangan? Yeoja itu tunangannya? Mati kau, Min Hyun.’ Batin Min Hyun. Ia nampak sangat syok.

“Min Hyun? Gwenchanayo?” tanya Kyuhyun setelah ia menyadari adanya perubahan ekspresi pada raut wajah yeoja di sampingnya itu.

“G.. gwenchana, Kyuhyun-ah, Nan neun gwenchana. Lebih baik.. kita pulang sekarang.” Ajak Min Hyun seraya menarik tangan Kyuhyun untuk menjauh dari pohon tersebut.

“Eh.. Ne, kajja.” Ujar Kyuhyun tergagap. Dengan otaknya yang pintar, ia dapat menyimpulkan bahwa seorang Cho Min Hyun MENYUKAI Park Jung Soo. Apa kesimpulannya itu salah? Tentu saja.. TIDAK.

-***-

Jangan kalian pikir perjalanan cinta sejati itu mudah dan selalu berjalan mulus. Jangan juga kalian berpikir bahwa perjalanan cinta sejati selalu menghadapi rintangan, kalian hanya perlu berfikir bahwa cinta sejati itu ada, dan kita dapat merasakannya. Temukanlah cinta sejatimu masing-masing.

-***-

^T-B-C^

Hancuurr.. huwee😥 Sudah kesekian kalinya saya ngepost ff ancur-ancuran dan galau-galauan ini. Readers, komen yak. Plis banget, soalnya ini galaunya author udah kronis (<< abaikan). Baca ya ff saya yang lain di http://ffamatir.wordpress.com atau blog pribadi saya http://seuliestory.wordpress.com atau follow twitter saya @salsabolala mention for follback🙂