Tittle        : Mianhaeyo …

Length      : Twoshot

Genre       : Romance, Friendship

Cast          : Boyfriends, Han Kiri, and other

Author      : dhee95line

Note         : FF ini milik saya dan murni hasil pemikiran saya. Karena masih baru dan amat sangat amatir, maka sangat ditunggu Saran, Kritik dan Komentarnya agar bisa membuat FF yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Gomawo… Happy reading.. ^o^/

DON’T COPY WITHOUT PERMISION, PLEASE!!

 

Author POV

“Annyeong oppadeul!” seru seorang gadis riang.

“Annyeong! Kapan kau pulang ke Seoul?” tanya salah seorang namja yang berambut agak kemerahan.

“aku baru sampai 2 jam yang lalu. Dan saat tahu kalian sedang latihan disini, aku langsung pergi kesini.” Jawabnya

“ah, kau bawa apa?” tanya namja yang lain.

“Oh, ini! Barusan aku mampir dulu ke kedai langgananku dan membelikan kalian makanan ini!” jawab yeoja itu sambil memberikan kantung plastik yang memang tadi dia bawa.

Saat membongkar isi tas plastik yang ia bawa, yeoja itu terlihat seperti sedang mencari seseorang. Lalu tiba-tiba saja, matanya ditutup oleh telapak tangan seseorang.

“Ah~ Young Oppa, aku tak bisa lihat apa-apa” keluhnya, beberapa saat kemudian tangan itu pun terlepas dan yeoja itu bisa melihat kembali.

“Hah~ kenapa kau tahu itu aku?” tanya orang yang tadi di panggil Young oppa itu.

“tentu saja aku tahu! Aku kan yeoja mu” ujarnya bangga

“ah, Kiri-ya~ kau bawa oleh-oleh apa dari Singapure?” tanya namja lain yang berwajah serupa dengan Young oppa, tapi namja itu berambut hitam, tidak pirang seperti Young oppa.

“Aigo~ aku lupa. Oleh-olehnya aku tinggal dirumah. Mian ya Kwang oppa!” katanya menyesal

“Aish~ dasar pelupa!” Kwang oppa lalu mengacak-acak rambut Kiri dan disertai wajah cemberut dari Kiri serta gelak tawa semua orang yang ada disana.

Kiri POV

Aku Kiri. Han Kiri. Sudah sebulan terakhir ini aku menjadi yeojachingu dari salah seorang member boyband pendatang baru yang sedang melejit. Jo Youngmin. Yah, dia adalah salah satu member Boyfriend yang sekarang sedang meniti karirnya di industri musik Korea ini.

Kami bertemu pertama kali di sebuah cafe. Saat itu Youngmin oppa sedang menjadi seorang pelayan di cafe itu, dan itu adalah salah satu bagian acara Variety show M!Pick.

Awalnya aku tak tahu mengenai mereka (read:Boyfriend), namun sejak saat Youngmin oppa menumpahkan kopi di bajuku, aku jadi penasaran padanya dan member Boyfriend yang lain. Meski tak mudah akhirnya kini aku pun bisa menjadi yeojachingunya.

Selama ini hari-hari kami baik-baik saja. Aku selalu berusaha untuk bisa mengerti dirinya. Sebagai seorang penyanyi terkenal tentu saja akan ada banyak gosip tentang namjaku itu dengan yeoja lainnya, tapi aku selalu mencoba untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita tak jelas itu.

***

“sekali lagi mianhe! Aku sudah terlalu kangen pada kalian, jadi lupa!” kataku meminta maaf

“Ne, gwenchana. Toh masih ada hari esok!” kata seorang namja yang dari tadi hanya duduk diam sambil mendengarkan lagu dari iPodnya.

“gomawo Minwoo-ya!” seruku senang sambil memeluknya, tak lama kemudian ada sepasang tangan yang memegang erat pundakku kemudian menarikku menjauh dari Minwoo.

“Ya! Kau itu yeojaku mana boleh peluk-peluk namja lain?” serunya kesal, aku hanya terkekeh pelan.

“hehe, mian” kataku sambil menunjukkan mehrong padanya,dan mendaratlah sebuah jitakkan yang cukup keras di kepalaku. Member lain yang melihat pun tertawa melihat tingkah kami.

Author POV

Seharian itu Kiri terus berada di tempat latihan itu sampai tak terasa hari sudah kian larut saja. Para member Boyfriend telah menyelesaikan latihan mereka hari itu dan memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing tak terkecuali Kiri.

“Oppadeul, aku pulang duluan ya!” pamit Kiri pada para member.

“kau pulang dengan siapa?” tanya Donghyun, namja yang berambut merah itu.

“aku pulang sendiri, wae?” tanya Kiri polos

“Hah? Ini sudah larut!” kata Hyunseung kaget, Kiri hanya mengangguk dengan wajah polosnya.

“Ya! Ayo aku antar!” kata Youngmin sambil langsung menggandeng Kiri

“ah~ aniyo, kau pasti capek oppa!” tolak Kiri, tapi Youngmin terus memaksa dan akhirnya mereka pun pulang berdua sambil bergandengan tangan.

Sebenarnya sendari tadi ada seseorang yang terus memperhatikan pasangan itu dengan tatapan yang mencerminkan rasa sakit yang ia rasakan. Hatinya serasa remuk saat melihat pasangan itu. Wajah kekecewaannya itu begitu jelas, namun tak ada satupun yang menyadarinya.

“andai aku bisa lebih cepat mengenal dan menyukaimu, mungkin orang yang sekarang kau gandeng dengan mesra itu bukan dia, tapi aku”

***

“Nah, kita sampai! Cepat masuk dan beristirahatlah” kata Youngmin lembut sambil mengelus kepala Kiri dengan sayang.

“Ne. Oppa juga. Cepat pulang dan beristirahat, dan satu lagi, jangan sampai ada yang mengenalimu. Arachi?” Kata Kiri mengingatkan

“Arata, sudah sana!” Kiri pun masuk kedalam apartemennya dan melambai kearah Youngmin.

Didalam, Kiri segera masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Wajahnya menyiratkan kesedihan dan penyesalan yang mendalam. Cukup lama ia memandangi langit-langit kamarnya dalam diam.

Lalu ia bangkit dan kini mengalihkan pandangannya ke sebuah koper yang tergeletak tak berdaya di sudut kamarnya. Beberapa saat ia memandang koper itu dengan tatapan kosong, namun kemudian ia bangkit dan membuka kopernya dengan hati-hati dan perlahan.

Ia keluarkan sebuah bungkusan yang berisi beberapa merchandise yang telah terbungkus rapi. Kiri tersenyum kecil memandang bungkusan itu, lalu menyimpannya dan mengeluarkan benda-benda lain dari dalam kopernya hingga tangannya terhenti pada sebuah amplop coklat yang berada di bagian paling bawah kopernya.

Senyum yang tadi menghiasi wajahnya kini hilang entah kemana. Wajah manis Kiri kini terlihat begitu dingin. Ia buka amplop itu dan mengeluarkan isinya.

Entah untuk keberapa kalinya ia baca isi amplop itu sejak ia pertama menerimanya di Singapura. Dan untuk kesekian kalinya pula ia menitikkan air mata saat tahu kenyataan yang sebenarnya. Matanya menyiratkan begitu besar beban yang kini di tanggungnya.

***

Kehidupan Kiri dan Youngmin semakin hari semakin membaik, karir Boyfriend pun semakin meningkat. Kini para member tengah beristirahat dari kegiatan menyanyi mereka, namun ada beberapa orang yang masih tetap harus bekerja dengan menjadi pemain drama atau sekedar menjadi MC dan bintang tamu di variety show. Kebetulan Youngmin sedang mendapat tawaran untuk main di sebuah drama.

Kiri POV

Pagi ini, aku berencana untuk datang ke lokasi syuting Youngmin oppa sebagai kejutan. Tapi tentu saja aku tak datang sebagai yeojachingu Youngmin. Kalau begitu bisa-bisa mati aku dihajar para fans Youngmin oppa. Oleh karena itu aku akan bergabung bersama fans lain yang memang rutin datang kesana untuk sekedar melihat proses syuting atau pun karena ingin bertemu idolanya.

Aku kembali mengecek penampilanku dan berkutat di depan cermin untuk yang kesekian kalinya. Dan setelah merasa siap, aku pun berangkat menuju lokasi syutingnya.

Sesampainya disana, aku melihat begitu banyak crew yang berseliweran kesana kemari, aku dan rombongan fans yang lain sedang mencari-cari dimana keberadaan Youngmin oppa. Tapi saat sedang mencari dan bertanya pada crew, aku merasa ada seseorang yang menepuk pundakku pelan. Aku pun berbalik dan aku sedikit kaget saat tahu itu adalah Kwangmin dan Donghyun oppa.

“Oppa!” seruku tertahan. Mereka tersenyum manis sekali, meski wajah mereka tertutupi topi dan hoodie yang mereka kenakan, tapi aku tahu itu mereka.

“Annyeong! Mau menjenguk Youngmin?” tanya Donghyun oppa

“menjenguk? Oppa ada-ada saja! Aku hanya iseng datang” kataku bohong.

“sudahlah, kami tahu kok!” kini giliran Kwang oppa yang menggodaku

“lupakan… oh iya, kalian sedang apa disini?” tanyaku mengalihkan

“kami? Hanya iseng saja. Lagi pula bosan diam di dorm” kata Dong oppa, aku hanya manggut-manggut tanda mengerti.

“oh, iya. Youngmin hyung sedang ada take di pinggir sungai yang disana. Mau pergi kesana bersama?” Kwang oppa menawari

“ah, aniyo, aku kan bersama fans yang lain. Bisa bahaya kalau aku bersama kalian” tolakku. Kami pun akhirnya pergi dengan terpisah.

Saat sudah hampir mendekati tempat Youngmin oppa take, kami para fans dan orang luar hanya diperbolehkan melihat dari jarak sekitar 100 meter dari tempat Youngmin oppa berdiri. Aku sedikit kesulitan melihat karena memang ada di barisan yang agak belakang.

“hey, hey, kalian tahu?! Kudengar di drama ini akan ada kiss scene antara Youngmin oppa dan lawan mainnya Sulli Unni lho!” bisik seseorang disampingku.

Deg. Sesaat aku merasa sangat kaget, tapi kemudian aku coba untuk tidak percaya. Seperti kesepakatan kami saat jadian, aku tidak boleh percaya hal-hal aneh seperti itu kalau bukan Youngmin oppa sendiri yang bilang.

“ah, masa sih? Bukannya tidak ada ya?! Aku tidak melihat beritanya tuh!” sanggahku, dengan berbisik pula tentunya.

“yah, aku harap juga begitu. Tapi kalau dilihat-lihat mereka pasangan yang serasi ya? Meskipun Sulli unni lebih tua” kini seorang fans lain yang berbisik.

Mendengar itu, bohong kalau ku bilang aku tidak kesal dan cemburu. Ingin sekali aku berteriak pada orang-orang ini, Aku adalah yeojachingunya jadi jangan bicara yang aneh-aneh! Tapi aku harus terus bersabar dan menahan diri,karena jika aku terbawa emosi itu dapat berdampak buruk bagi Youngmin oppa.

Kami pun kembali serius melihat setiap adegan yang dimainkan oleh Youngmin oppa dan yang lainnya. Karena sedikit bosan berdiri, aku pun mencoba mencari Kwangmin dan Donghyun oppa. Mungkin mereka membawa sesuatu yang bisa membuatku semangat lagi. Tak lama mencari aku menemukan mereka di dekat tenda yang digunakan para pemain untuk beristirahat. Dengan nekat, aku pun mengendap-endap mendekati mereka.

“Dor!” kataku mengagetkan mereka, mereka sedikit tersentak namun kemudian tersenyum.

“kau ini, nekat sekali! Bagaimana kalau ada yang melihat? Ayo masuk saja!” omel Donghyun oppa.

“ne” aku pun mengikuti mereka untuk masuk kedalam tenda itu. Kebetulan tenda sedang sepi jadi aku lumayan leluasa. Kwangmin oppa memberiku minuman dingin dan kami mengobrol bersama.

Sekitar 15 menit kemudian kami keluar dari tenda untuk melihat Youngmin oppa lagi. Tapi, begitu kagetnya aku saat melihat adegan yang dilakukan oleh Youngmin oppa.

Dia…dia..dia berciuman… aku tahu itu benar karena aku bisa melihat jelas semua itu. Mungkin jika itu hanya sebentar aku masih bisa menahan rasa sakit ini, tapi… adegan itu berlangsung cukup lama.

Mataku kini terasa panas, aku mulai merasa air mata memenuhi pelupuk mataku. Aku hanya bisa menahan air mata ini sebisaku dan mengedarkan pandanganku agar tidak merasa semakin sakit. Dari sudut mataku, aku tahu Kwangmin dan Donghyun oppa juga merasa kaget dan mereka terlihat memandangku cemas.

“Kiri-ya…” seru Kwangmin oppa terdengar khawatir. Kupaksakan seulas senyum saat sudah bisa sedikit mengontrol emosiku.

“aku ada urusan lain, aku pamit pulang duluan. Salam buat Youngmin oppa!” pamitku, tanpa menunggu jawaban aku segera berlari pergi.

Author POV

Sebenarnya saat adegan itu berlangsung, Youngmin sempat sekilas melihat Kiri bersama Kwangmin dan Donghyun. Seketika itu wajahnya berubah pucat, apalagi saat melihat Kiri pergi dengan terburu-buru. Youngmin merasa sangat bersalah, tapi ia tak bisa berlari mengejar Kiri untuk bisa menjelaskan semuanya.

Sementara itu Kwangmin dan Donghyun pun terlihat cemas, mereka tahu hal yang baru saja terjadi ini telah menghancurkan hati Kiri. Bagaimana tidak, namjachingunya sendiri berciuman dengan gadis lain didepan matanya.

“hyung, ottokhae?” tanya Kwangmin gelisah

“mollayo. Aish~ kenapa Youngmin begitu bodoh menyetujui adanya adegan ini? Apa dia tidak memikirkan perasaan Kiri jika ia mengetahuinya?!” kata Donghyun kesal, Kwangmin semakin merasa gelisah dan tanpa bicara apa-apa Kwangmin pun berlari mengejar Kiri.

Kwangmin terus berlari mengejar Kiri sambil terus berusaha menghubunginya, tapi Kiri sama sekali tidak mengangkat telfon darinya. Kemudian ia ingat, dulu ia pernah menemukan Kiri menangis sendirian di sebuah taman yang memang sepi. Ketika itu Kiri juga terluka karena Youngmin, mereka berselisih paham karena foto-foto mesra Youngmin dengan seorang gadis di Internet.

Tanpa pikir pajang, ia pun segera menghentikan sebuah taksi dan menuju kesana. Benar saja, Kwangmin melihat Kiri sedang duduk diam sendirian di tempat yang cukup tersembunyi di taman itu.

Kwangmin berjalan perlahan mendekati Kiri. Saat ia sudah hampir dekat Kiri baru menyadari kedatangannya. Kiri –memaksakan diri- tersenyum. Meski senyumnya tetap terlihat manis, tapi Kwangmin tahu hati Kiri tengah hancur sekarang dan entah mengapa ia juga merasakan sakit itu. Sepertinya, semua orang yang melihat luka dalam yang terpancar di mata Kiri pun akan merasakan hal yang sama.

Kiri kemudian bangkit dari duduknya saat mereka sudah berhadapan. Dan kemudian Kwangmin menarik Kiri kedalam pelukannya. Kiri sempat berontak tapi Kwangmin malah mempererat pelukannya.

“menangislah… kau pantas untuk menangis…” kata Kwangmin lemah

“aniyo, aku…aku tidak boleh menangis… aku tidak boleh egois..” seru Kiri dengan suara tercekat menahan tangis

“kau tidak egois, kau pantas untuk menangis. Menangislah!” kata Kwangmin lagi, kini Kiri tidak menjawab apa-apa dan kemudian ia pun menangis.

“kenapa?….kenapa air mataku terus mengalir?….kenapa….kenapa hatiku…tak bisa mengerti?…” keluh Kiri di sela-sela tangisnya.

***

Sudah beberapa hari sejak kejadian itu, hubungan Youngmin dan Kiri pun sudah semakin membaik. sehari setelah kejadian itu Youngmin memang datang dan menjelaskan segalanya.

Hari ini kebetulan boyfriend sedang tak ada jadwal dan hanya bermalas-malasan di dorm mereka.

“Ah~ aku lapar! Tak adakan sesuatu untuk dimakan?” keluh Jungmin sambil bergulingan di lantai

“Iya hyung, aku juga!” seru Minwoo dengan aegyonya

“Tapi sedang tak ada apa-apa disini, dan aku malas unt-“ ucapan Donghyun terpotong oleh kedatangan seseorang.

“Annyeong oppadeul! Aku bawa makanan!” seru seorang gadis yang masuk dengan santainya ke dalam dorm mereka itu.

“Ah! Kiri-ya, kau memang penyelamat kami” sahut Jungmin riang sambil langsung menyabet tas plastik yang di bawa Kiri.

“annyeong Kiri-ya! Kenapa kau kesini?” tanya Kwangmin yang baru keluar dari kamarnya

“Aku hanya punya firasat kalian pasti sedang kebosanan dan kelaparan disini” jawabnya asal sambil beranjak duduk di sofa bersama Hyunseung yang asik berselca.

“Youngmin oppa mana?” tanya Kiri

“emm.. dia masih harus menyelesaikan dramanya” jawab Minwoo ragu. Para member boyfriend memang sudah tahu masalah Kiri dan Youngmin.

“ooh” jawab Kiri singkat, keadaan hening sesaat tapi kemudian Jungmin, Donghyun dan Minwoo kembali sibuk dengan makanan yang dibawa Kiri.

“kenapa wajahmu pucat hari ini? Kau sedang sakit?” tanya Kwangmin sambil duduk di sebelah Kiri. Kiri sempat gelagapan tapi kemudian kembali tenang.

“Ani, nan gwenchana.” Jawabnya terlihat tenang, tapi Kwangmin merasa ada yang disembunyikan oleh Kiri.

“ah, aku ikut ke toilet dong!” kata Kiri lagi sambil segera bangkit.

Didalam toilet ia memandang dirinya di depan cermin dengan gelisah.

“sejelas itukah?” tanyanya dalam hati, kemudian ia segera membasuh mukanya dan mencoba kembali tetap tenang.

***

Semakin lama hubungan Youngmin dan Kiri berlanjut, Kiri semakin terlihat tertutup. Ia selalu saja terlihat tidak nyaman dan menutupi sesuatu. Selain itu, Kiri juga mulai merasa seseorang selalu memperhatikannya lebih dari sikap seorang teman. Orang itu selalu ada saat Kiri membutuhkan seorang teman bicara, orang itu selalu ada saat ia sedang merasa sangat sendirian. Tapi Kiri bingung, ia tak tahu harus bagaimana.

Seperti saat ini, Kiri dan member Boyfriend sedang berlibur ke Busan. Karena ini sedang musim panas, mereka pun memutuskan untuk bermain kepantai.

“Kiri-ya~ ayo bermain air bersama kami!” ajak Donghyun

“aniyo, oppa saja! Aku sedang malas bermain air” seru Kiri, sendari tadi ia memang hanya duduk diam sambil membaca di bawah sebuah pohon rindang.

Kemudian seseorang ikut duduk di sampingnya. Dan menyodorkan segelas air kelapa yang segar.

“chogi” serunya sambil menyodorkan minuman itu pada Kiri.

“Ah~ Minwoo-ya! Gomawo” kata Kiri sambil mengambil minuman itu.

“Ne, kenapa kau hanya duduk diam disini?” tanya Minwoo lagi.

“ingin saja, lagipula buku ini belum selesai aku baca” jawab Kiri

“oh, iya. Aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Kata Minwoo sedikit serius, Kiri pun menutup bukunya dan memperbaiki posisi duduknya.

“mwo?”

“kenapa hanya kepadaku kau tidak memanggil oppa?” tanya Minwoo kemudian. Bukannya menjawab Kiri malah tertawa.

“Ya! Kenapa kau malah tertawa?” tanya Minwoo kesal

“hahaha.. mianhae. Aku hanya merasa lucu saja.” Kata Kiri sambil terus tertawa, sementara Minwoo sudah memasang tampang cemberutnya.

“aku hanya merasa tiap melihatmu, kau lebih cocok jadi adikku” jelas Kiri

“tapi aku kan lebih tua darimu Kiri-ya~” kata Minwoo sambil mencubit pipi Kiri gemas

“Ah… Appo~! Lagi pula kita hanya berbeda 5 bulan kan!” jawab Kiri sambil meringis kesakitan.

“hah~ terserahlah!” kata Minwoo kesal.

“jangan marah dong! Baiklah kalau begitu, mulai sekarang aku akan memanggil mu oppa.” Bujuk Kiri saat melihat wajah Bad Mood Minwoo. Kiri memang paling tak bisa melihat Minwoo marah atau pun sedih, karena kalau boleh jujur Kiri adalah salah satu Fans berat Minwoo.

“Tau ah!” kata Minwoo masih dengan wajah sebalnya.

“ayolah, jangan marah lagi ya…. Minwo oppa~” bujuk Kiri. Ia terus saja memanggil Minwo dengan sebutan barunya, hingga akhirnya Minwoo menyerah dan ia tak marah lagi.

***

Malam harinya mereka membuat acara barbeque di depan vila yang mereka tempati. Selain makan-makan bersama mereka juga mengadakan acara tari-tarian dan menyanyi bersama. Pokoknya semalaman itu mereka bersenang-senang bersama.

Tapi tidak dengan Kiri, malam itu ia merasa tak enak badan. Ia merasa tubuhnya begitu lemah dan tak bertenaga, tapi ia tak mau sampai Youngmin khawatir dengan keadaannya.

“Kiri-ya, ayo kita bernyanyi bersama” ajak Youngmin, Kiri menolaknya tapi Youngmin tetap keukeuh dan akhirnya mereka pun bernyanyi bersama.

Saat malam kian larut, Kiri sudah tak bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan. Ia merasa kepalanya seakan mau pecah. Tapi ia harus tetap bertahan.

“Ah, kita kehabisan minuman disini. Ada yang mau mengambilkannya di dalam villa?” tanya manager Boyfriend

“biar aku saja” jawab Kiri sambil berjalan menuju villa. Ia berpikir setidaknya ia bisa sedikit mengurangi rasa sakit itu.

Setelah sekian lama, Kiri tak kunjung kembali dari dalam villa.

“mana Kiri? Kenapa ia belum kembali juga?” tanya Donghyun yang dibalas dengan bahu terangkat tanda tak tahu dari orang-orang yag ada disana.

“biar aku lihat, mungkin ia tak tahu dimana minumannya” kata Kwangmin menawarkan diri.

“biar aku saj-“ ucapan Youngmin terpotong oleh Kwangmin.

“tak usah, nikmati saja malam ini. Kau pasti lelah dan ingin bersenang-senang. Toh aku takkan melakukan apa pun” kata Kwangmin yang segera berjalan masuk ke vila.

Didalam vila, ia terus mencari-cari Kiri tapi tak dapat menemukannya. Ia sudah mencari ke tempat-tempat yang mungkin Kiri datangi untuk mengambil minuman, tapi tetap tidak ada. Sampai akhirnya Kwangmin melihat pintu kamar Kiri terbuka, ia pun berjalan mendekat. Apa yang dilihatnya sekarang membuat jantungnya seolah berhenti berdetak selama sesaat. Lalu kemudian Kwangmin segera berlari menghampirinya.

“Kiri-ya…ireona Kiri-ya… Kiri-ya…” serunya berulang-ulang.

To Be Continued ….