Title                 : Because I Miss You

Genre              : Romance, Sad, AU.

Rate                 : General

Length             : Oneshot

Main Cast       :

  • Yongshin Couple (Yonghwa-Shinhye)
  • Yoon Eun Ji/OCs ak.a Author (Udah lama Zen ga eksis/pletak)

Support Cast   : (Ga ada kali yak?! Liat aja deh)

Soundtrack     : Because I miss You – Jung Yonghwa (CNBLUE)

Disclaimer       : Zen illustration AREA ONLY ! no others AUTHOR ! SIBENGKE AGEK !

Summary        :

Ketika cinta mengatakan kalau tidak harus memiliki, apa yang akan kau lakukan?

Melepaskannya .

Ketika cinta mengatakan kalau cinta tidak bisa dilepaskan, apa yang akan kau lakukan?

Membiarkannya pergi .

Jung Yonghwa adalah anak Mahasiswa jurusan musik. Biasanya hoobae menyebutnya ‘si kepala es’. Dulu sebelum dia menjadi ‘si kepala es’ Yonghwa orang yang sangat periang dan murah senyum. Tapi berubah ketika .. Yoon Eun Ji, Gadis biasa dan yeojachingu Yonghwa pergi menaikki kereta api tanpa menyebutkan tujuannya. Awalnya Yonghwa tidak khawatir karna Eun Ji selalu mengirimkannya surat. Sampai akhirnya, Yonghwa tahu kalau gadis itu sudah meninggal ..

Ketika Cinta mengatakan kalau Cinta akan datang kembali, apa yang akan kau lakukan?

“….”

(**)

[FLASH BACK ON]

LELAKI itu menutup matanya dari terik sinar matahari yang menyinari mata. Kakinya berjalan ringan menuruni tangga menuju stasiun Subway. Tangan satunya merongoh botol mineral dari ranselnya, lalu meneguknya hingga habis tanpa sisa.

kereta berhenti, seorang gadis tengah sibuk dengan buku yang dia pegang, keluar dari kereta. Lalu dia mendongak, mengembangkan sebuah senyum untuk lelaki yang sudah menunggunya.

“Kau telat 5 menit ..”Ucap Lelaki itu seraya mendekat, dia membantu membawakan buku yang dipegang oleh gadis itu.

Gadis itu terkekeh, “Maaf .. kereta ini berjalan dengan sangat pelan”

Mereka berjalan keluar, menikmati teriknya sinar matahari yang menyinari mereka. Semilir angin sedikit menyejukkan kulit mereka, membuat hidup terasa sangat Indah.

“Bagaimana dengan tugas tumbuhan itu?”Tanya Lelaki itu.

“Mmm .. Entahlah Yonghwa, Bunga itu begitu sangat istimewah. Aku belum menemukan jawabannya”

Lelaki bernama Yonghwa ber-O ria, “Lalu apa lagi selanjutnya?Kau masih mau bertanya dengan ribuan orang lagi?”

Gadis itu terlihat berfikir, dia belum menemukan jawaban.

“Ayolah Eun Ji, Aku lelah selalu merelakan liburanku untuk menemanimu”Rengek Yonghwa.

Eun Ji mengembungkan mulutnya, lalu dia menyikut Yonghwa dengan kuat. “Ya ! Jadi selama ini kau hanya berpura-pura? Aigoo~ kau ini !”Kesal Eun Ji, dia merebut kembali buku yang dipegang Yonghwa.

“Oppseo ! kau ini tidak bisa di ajak bercanda ! Geurae, aku hanya perpura-pura Eun Ji~”Yonghwa merangkul Eun Ji, gemas dengan gadis itu. “Kau jangan pernah meninggalkan aku ya ..”Ucap Yonghwa.

“Wae? bukankah kau senang karna tidak akan ku sodorkan pertanyaan aneh lagi?”

“Andwaee ! Karna aku .. pasti merindukanmu”Yonghwa tersenyum.

Eun Ji mendesah, “Hanya itu? Kau menyebalkan Yonghwa !”Eun Ji mempercepat langkahnya.

“YAA ! dan juga karna aku MENCINTAIMU !”Teriak Yonghwa seraya mengejar gadis itu.

(**)

“BUNGA itu melambangkan cinta sejati yang diliputi duka. Bunga itu memberikan ketenangan untuk mengantarkan kerpergian orang terkasih”

Kata-kata Leo Sungsangnim berkelebat dikepala Eun Ji, berputar seperti pusaran air yang tidak pernah habisnya. Gadis itu menopang dagu dengan kedua tangannya, merasa bosan dengan kata-kata itu. Membuatnya pusing dan binggung.

BRAK Eun Ji mengebrak meja dengan pulpennya, membuat orang yang berada didepannya terkejut.

“YA! Kau pikir ini lelucon ! Eun Ji-ah jika kau sudah gila sebaiknya kau ke Rumah sakit jiwa segera !”Saran Yonghwa setengah bercanda.

TEK Gadis itu menjelentikkan jarinya di depan wajah Yonghwa. “Kau benar ! Biar kau juga MALU mempunyai yeojachingu sepertiku !”Ucapnya dengan sinis.

Yonghwa terkekeh, lalu dia kembali fokus terhadap buku yang lelaki itu baca. “Jadi apa Eun Ji?”Katanya tanpa menoleh ke gadis itu.

Eun Ji membenamkan kepala dengan kedua tangannya, dia berbicara sesuatu tapi tidak jelas didengar oleh Yonghwa.

“Apa? Kau mengatakan apa? Itu tidak jelas Eun Ji!”

“Ha ! apa telingamu itu sudah rusak ! Aku harus pergi Yonghwa, aku tidak bisa disini .. Leo Seongsangnim hanya memberikan waktuku 3 hari”Eun Ji terlihat pasrah.

“Apa?”Yonghwa memastikan, bukannya dia tidak mendengar perkataan Eun Ji.

“Ya tuhan Yonghwa ..”Eun Ji mengelengkan kepalanya. “Itu benar .. katanya orang sana pasti tahu. Karna bunga itu penuh dengan kesucian”

Yonghwa terdiam, selerah humornya sudah hilang sekarang. “Kau yakin? Aku bisa ikut denganmu”

“Tidak ! kau nanti tidak akan bisa kembali Yong, Biarkan aku saja yang pergi. Kau tetap disini Yonghwa, kali ini biar aku yang menemukan jawabannya. Aku sudah dewasa Yonghwa”Ucap Gadis itu.

“Terserah apa katamu, hanya saja. Kirimkan aku sebuah surat selama 3 hari itu”

“Apa? Ya ampun . Sebelum surat pertama sampai aku sudah kembali Yonghwa”Gadis itu memutar kedua bola matanya.

“Tidak peduli, kalau sampai aku tidak menerima surat. Aku akan menyusulmu kesana, kemanapun walaupun kau tidak menyebutkannya”

“Cih~ kau ini. Tanpa aku, kau pasti bisa bahagia Yonghwa. Aku mencintaimu”Eun Ji menyentuh lengan Yonghwa, dia mengosoknya dengan pelan. Tanpa terasa Eun Ji meneteskan air mata, gosokkan itu penuh dengan keharuan.

“Eun Ji kau menangis? Ada apa?Aigoo~ sampai seperti itu kau tidak mau berpisah denganku? Ya ampun, peluk aku Eun Ji”

Eun Ji memukul lengan Yonghwa dengan kuat, lalu dia mengusap air matanya. “Tidak mau ! Dasar kau Yong !”Gadis itu tertawa sejenak.

(***)

YONGHWA mengerakkan kepalanya, menikmati musik dari Headsetnya. Matanya berpindah-pindah melihat gambar yang terdapat majalah. Badannya bersandar di dinding stasiun Subway. Seperti biasa, lelaki itu menunggu Eun Ji dengan sabar.

“Cam ! Cam ! Cam !”Eun Ji menyentil dahi Yonghwa dengan kuat, lalu dia terkekeh geli melihat Yonghwa terhuyung mundur ke belakang karna itu.

Lelaki itu melepaskan Headsetnya, dia sudah bersiap marah. “Eun Ji !! Apa maksudmu huh?!”

Bola mata Eun Ji melihat ke atas, dia berfikir. “Entahlah ..”Gadis itu memeletkan lidahnya.

Yonghwa mengeryitkan dahinya, “Kau tidak membawa buku? Hari ini kau tidak kuliah?”Tanya Yonghwa seraya berjalan mengikuti langkah Eun Ji.

“Tidak, aku bolos”Eun Ji tertawa.

Bolos? Sebelumnya Eun Ji tidak pernah bolos. Bukankah dia sangat menyukai jurusannya? Bagaimana bisa dia bolos? Dan kata bolos, tidak pernah sedikitpun diucapkan Eun Ji, Pikir Yonghwa aneh.

“Kau aneh Eun Ji. Kau bilang kau tidak akan pernah bolos ..”

“Ingin saja merasakannya, kenapa tidak boleh? Kau saja boleh”Eun Ji memajukan bibirnya.

“Tidak, tidak . Sudahlah lupakan saja. Hari ini ingin kemana? Ayo akan aku temani”

“Tumben, biasanya kau punya tugas sehingga selalu menolak jika diajak pergi”Ucap Eun Ji, “Geurae, ayo kita makan sesuatu .. perutku sangat lapar”

“Ha~ Ottokhae kalau Bulgogi? Kau suka itukan? Ayo, aku menemukan restoran baru”Yonghwa mengengam tangan Eun Ji, sangat erat.

(*)

MEREKA duduk disudut, dengan makanan yang sudah tersusun rapi diatas meja. Eun Ji menundukkan kepalanya, berdoa sebelum makan.

“Kau berdoa. Ini Aneh Eun Ji”Kata Yonghwa lagi.

“Kenapa?! Bukankah kita memang harus berdoa. Mungkin saja ini makanan enak terakhir yang kita makan. Kau yang aneh yong !”

“Baik, Baik . Memang, tapi biasanya kau makan dahulu baru berdoa”

“Akhir-akhir ini kau tampak cerewet sekali. Sudahlah ayo makan !”

Yonghwa melirik kea rah Eun Ji, dia memperhatikan gadis itu dengan cermat. Entahlah, hari ini dia ingin sekali menatap gadis itu dengan sangat lama. Rasa-rasanya dia tidak bisa lagi menatap wajah Eun Ji.

“Kau kenapa menatap ke seperti itu?”Eun Ji menghentikan makannya, dia menaruh sumpit di piringnya.

“Jangan pergi, besok tidak usah pergi Eun Ji. Aku mohon ..”Yonghwa menatap gadis itu lekat.

Eun Ji tertawa, sampai-sampai dia mengeluarkan air mata. “Oke, aku akan mengirim surat Yonghwa tenang saja. Semua kegiatanku akan aku tulis di situ. Sudah?”

“Aku serius Eun Ji, jangan pergi .. kau tidak boleh pergi”

“Yong ! Sejak kapan kau menjadi egois?! Aku pergi hanya untuk mencari tugas. Itu sangat penting Yonghwa. Kau ini kenapa? Sudahlah, kita pulang saja. Sepertinya kau perlu istirahat”Eun Ji memanggil pelayan, lalu memberikannya beberapa lembar uang. “Besok jam 1,KA501 Kau tidak akan lupakan Yong?”Eun Ji beranjak dia meninggalkan Yonghwa yang masih membisu.

(***)

GADIS itu duduk dibangku bersama kopernya, sesekali dia melihat kea rah jam besar yang ada di stasiun. Beberapa menit lagi keretanya akan segera berangkat, tapi orang yang dia tunggu tidak datang juga.

Eun Ji menghembuskan nafas berat, sebuah penyesalan muncul dihatinya. Coba saja kalau dia tidak bersikap kasar terhadap Yonghwa, mungkin saja lelaki itu sudah memeluknya dengan erat, mengucapkan kata selamat tinggal yang indah. Juga menatap matanya dengan kedua bola mata miliknya.

Eun Ji tertarik dengan lelaki itu karna bola mata Yonghwa. Begitu teduh dan bersinar, penuh dengan rasa kasih sayang dan kelembutan. Begitu istimewah untuk seorang lelaki, karna dia tidak pernah menemukan yang seperti itu.

Jarum panjang tepat berhenti diangka 10, itu berarti 10 menit lagi kereta Eun Ji akan segera berangkat. Dengan penyesalan, Eun Ji menggeret kopernya menuju kereta. Sebelum masuk, Eun Ji masih melihat ke sekeliling Stasiun, tapi tidak dia temukan juga orang yang dicari. Berat hati, Eun Ji masuk ke dalam kereta. Duduk manis menunggu keberangkatan.

Lelaki itu mengoes dengan cepat sepedanya, berulang kali dia menyalip kendaraan yang ada didepannya. Tapi tetap saja tidak cukup untuk sampai ke stasiun tepat waktu. Bodoh ! Bodoh ! Kenapa aku naik sepeda?! Kenapa tidak naik mobil? Gerutu Yonghwa selama perjalanan. Dia hanya merutuki dirinya sendiri.

Sesampainya di stasiun, Yonghwa memarkirkan sepedanya dengan sembarang lalu berlari dengan cepat memasuki stasiun. TUTUTUT, Gelisah .. hati Yonghwa sudah gelisah. Hatinya mengatakan kalau itu adalah kereta yang Eun Ji tumpangi. Lambat .. langkah Yonghwa sudah melambat. Raut wajahnya sudah berubah .. dia terlihat murung dan menangis.

“EUN JI-AH !!”Teriak Yonghwa dengan kuat distasiun, sehingga membuat orang melihat ke arahnya. Lelaki itu terduduk, menangis. “Maaf .. maafkan aku”

(**)

HARI-HARI dilewati Yonghwa dengan begitu saja, hari pertama Yonghwa terlihat seperti orang linglung. Dia kembali menunggu di stasiun Subway dari siang hingga stasiun sudah sepi. Saat itu, lelaki itu baru melangkah pergi untuk pulang.

Hari kedua, Yonghwa mendapatkan sebuah surat yang dikirimkan ke Apatermennya. Sangat senang, lelaki itu seperti kejatuhan emas yang tak terhingga. Ketika dia lihat bahwa nama pengirimnya adalah orang yang dia rindukan, Yoon Eun Ji.

“12 September 2011.

BOGOSHIPO YONG !!~ Keke. Bagaimana kabarmu? Haha. Ini terlihat kaku, Maaf .. maafkan aku Yonghwa. Kalau saja aku tidak mengatakan kalau kau egois, mungkin kau sudah mengantarkan kepergianku. Oh~ya Leo Seongsangmin menelponeku kemarin, dan mengatakan kalau aku diberikan waktu 1 minggu untuk menemukan jawabannya. Jadi kau tahu maksudku kan? Pagi ini aku masih ada dikereta, perjalananku sangat jauh Yong, dan hampir membuatku mual karna itu. Keke~^^ . Jangan tunggu aku Yong .. jangan. Ahh~ aku akan mengirim beberapa surat lagi untukmu. Gomawooo Yongg ~~”

Berat, Yonghwa berat hati ketika melihat tulisan ‘1 minggu’ Jujur saja, dia sudah sangat ingin bertemu dengan gadis itu. Memeluknya dengan erat, juga memandang matanya. Yonghwa dan Eun Ji mempunyai kesamaan dalam hal menyukai. Yonghwa menyukai mata Eun Ji, saat pertama kali bertemu yang Yong lihat adalah mata Eun Ji. Begitu bening dan cantik. Membuat hatinya selalu merasa sejuk ketika melihatnya.

Lelaki itu terus mendapatkan surat, surat yang selalu datang setiap hari.

“ANNYEONG~~Keke^^ Harimu indah Yonghwa?!!Sepertinya kau harus memakai jaket, udara sangat dingin disini. Benar-benar dingin sehingga aku tidak bisa merasakan apa-apa. Huuu~ Bahkan Cintamu tidak bisa sampai disini~ Tidak. Aku bercanda”

 

“OTTOKHAE?!! Aku tersesat Yong! Tidak. Tidak. Hanya bercanda. Hari ini, pertama kalinya aku menginjakkan kaki disini. Ahh~ begitu nyaman dan enak. Ini berbeda Yong, terlihat banyak anak kecil bermain disini. Mereka tertawa, bebas Yong. Aku tidak melihat banyak bangunan lagi disini. Banyak perpohonan. Haha~ Jika sudah waktunya kau harus mencoba oke? Dan kita akan bertemu disini. Jika waktumu telah tiba ..”

 

“Yonghwa, Mungkin ini surat terakhir dariku. Tanganku lelah, belum aku harus mencari jawaban dari tumbuhan itu. Jika aku tidak menemukan jawabannya, aku tidak bisa tenang ! TT-TT ~~ jiwaku akan terus gentayangan karna itu. Maka dari itu Yonghwa, Jika aku tidak dapat menemukan jawaban itu, tolong kau bantu aku cari ya. Dan datanglah ke gedung Subway, aku pasti berada disana. Dan pada saat itu .. aku akan pulang dengan tenang ^^ Gomawoo”

 

Yonghwa menutup surat terakhir dari Eun Ji, dia mengosok dahinya dengan pelan. Melihat aneh surat dari Eun Ji. Ada sesuatu yang menganjal, yang tidak dapat dicerna oleh Yonghwa. Begitu susah untuk dia mengerti. Lalu, lelaki itu melihat kea rah kalender, Dia tersenyum cerah karna itu.

“Akhirnya kau pulang Eun Ji, jadi itu maksudmu ..”Kata Yonghwa seraya beranjak mengambil tas ranselnya.

Salah, lelaki itu salah. Dia tidak akan mengerti, bukan itu maksud dari gadis itu. Ini sebuah perpisahaan, Yonghwa harus siap menerimanya, dia harus tabah.

(***)

/Soundtrack : 그리워서… (Inst.)(Ost. Heart Strings/You’ve fallen to me)

LELAKI itu memasang Earphone di telingannya, setelah bersiap dia mengoes sepeda dengan kencang kea rah stasiun Subway. Senyumnya mengembang, Yonghwa kembali seperti dulu. Ceria dan penuh dengan senyuman. Lengkap sudah hidup lelaki itu, tidak perlu lagi dirinya merasa was-was, tidak perlu lagi dirinya merasakan ketakutan, tidak perlu lagi dirinya merasakan kerinduan yang sangat dalam, karna .. semua akan hilang.

CITT Yonghwa memberhentikan laju sepedannya, dia sudah sampai di Staisun KTX. Lelaki itu masuk dengan pelan ke stasiun, duduk diruang tunggu dengan tenang. Pikirannya menerawang, tentang tumbuhan itu. Yonghwa masih punya PR untuk mencari tahu jawaban dari Leo Seongsangnim. Walau bagaimanapun, lelaki itu juga sangat penasaran dengan jawabannya.

TIKTOKTIKTOK bunyi jarum jam itu terdengar jelas ditelinga Yong, sekarang waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, tapi belum dia temukan pula kereta KA501. Kembali, Lelaki itu menunggu. Berkali-kali dia menganti posisi duduknya, menumpuh tangan, bahkan duduk bersila diatas kursi, sampai jam menunjukkan pukul 7 malam. Kini Stasiun sudah sepi, hanya ada pembersih yang lewat.

Yonghwa tidak ingin merasa kecewa, jadi dia terus menghibur dirinya, mengatakan kalau Eun Ji akan datang dan akan segera kembali berdiri didepannya. Lelaki itu beranjak mendekati salah satu penjaga stasiun, dia mencoba untuk bertanya.

“Maaf, Boleh aku bertanya?”

“Oh, ya tentu saja ..”Ucap lelaki paruh baya, yang dibatasi oleh kaca.

“Kereta KA501 kapan akan sampai malam ini?”Tanya Yonghwa dengan tersenyum.

“Apa?Bisa kau ulangi lagi anak muda?”Lelaki paruh baya itu seperti terkejut mendengarnya.

“KA501? Malam ini akan sampaikan?”Ulang Yonghwa.

Lelaki paruh baya itu terdiam, Dia membenarkan letak kacamatanya, lalu berdehem. “Anak muda, apa kau tidak salah? Mungkin keluargamu salah menyebutkannya?mungkin KA502 atau KA105?”

“Tidak Ahjussi, saya tidak salah dengar. Bahkan saya mencatatnya”Yonghwa mengluarkan secarik kertas dari sakunya, dia memberikan kertas itu.

Lelaki paruh baya itu melihatnya, lalu mengalihkan pandangan kea rah Yonghwa. “Kau tidak mendengarnya? KA501 mengalami kecelakaan, salah satu gerbong terpisah dan menabrak kereta yang melaju dari sebelah kanan, sehingga menimbulkan kecelakaan yang hebat. Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa yang selamat”

Beku, seketika seluruh tubuh Yonghwa membeku. Dia tidak bisa mendengarkan apa-apa, bahkan panggilan dari penjaga itu. Tangannya gemetar, bukan hanya tangan semuanya. Tubuh Yonghwa menjadi aneh, jantung seakan remuk, hancur berkeping-keping, tidak ada sisa.

Yonghwa terduduk dilantai, tubuhnya lemas. Pikirannya sudah tidak ada ditubuhnya lagi, matanya mengabur dan hitam. Dia tidak tahu lagi apa yang terjadi.

[FLASH BACK END]

2 tahun kemudian ..

LELAKI itu membenarkan letak tasnya, lalu berjalan masuk menerobos lautan manusia ke dalam bis. Dia memilih tempat duduk paling belakang, sebelah kanan, yang dipenuhi oleh beberapa memori lama dan juga, Kebetulan bis sedang sepi hari ini. Lelaki itu menatap kea rah jendela, membiarkan sinar matahari menyinari seluruh tubuhnya. Gara-gara itu, dia menyipitkan matanya untuk melawan sinar matahari.

Bis berhenti, ada salah satu penumpang dari halte yang naik. Dengan tergesah-gesah dia berjalan ke belakang, seorang gadis .. Dia terlihat sibuk dengan beberapa buku yang dia bawa, lalu mengambil posisi duduk disamping lelaki itu.

“Cogiyo~ Annyeong”Sapa gadis itu ramah, dia membenarkan letak topi fedoranya.

Lelaki itu menoleh, lalu menatapnya dengan tatapan dingin.

Gadis itu mendelik, dia kenal siapa lelaki ini. ‘Si Kepala es’ Yonghwa Sunbae, Sunbae yang sangat terkenal di Universitas, dan dikagumi oleh banyak gadis remaja.

“Yonghwa Sunbae? Ne?Aigoo~ aku tidak menyangka bisa bertemu sunbae kesini. Ah~ Sunbae, Lee Seongsangnim, memintaku untuk membantumu beberapa hari ini. Lee Seongsangnim bilang kau akan melakukan konser piano solo”Cerocos gadis itu tanpa dihiraukan oleh lelaki bernama Yonghwa itu.

Merasa kesal karna tidak hiraukan, Shinhye membuka kaca jendela. Membuat beberapa kertas yang dibawa oleh Yonghwa berhamburan terbang di dalam bis. Dan itu membuat lelaki itu sangat marah.

“Ya! Kau lihat apa yang kau perbuat?! Menjauhlah dariku !”Ucap Yonghwa dengan kasar, lalu dia bangkit untuk mengambil kertas yang berserakan itu.

Shinhye yang merasa bersalah, dia membantu Yonghwa untuk mengumpulkan kertas itu tapi kembali disambut oleh bentakan dari Yong.

“Tidak usah membantu ! Kau hanya akan membuat aku sial !”Ucapnya dengan ketus, tepat pada saat bis berhenti disalah satu halte, lelaki itu melangkah keluar dan diikuti oleh Shinhye. Yonghwa menatap gadis itu dengan kesal.

“Mianhae Sunbae, Mianhae ..”Shinhye meminta maaf, sebenarnya gadis itu tidak bermaksud. KAU ! JUNG YONGHWA ! Kau sudah membuat aku MALU ! Lihat saja ! akan aku cairkan ES yang ada dikepalamu itu HAH ! LIHAT SAJA NANTI !

“Menjauh sedikit ! lebih jauh jika kau bisa ! dan kalau perlu kau menghilang dari sini !”

“Sunbae, kita baru bertemu. Tapi kenapa kau berkata seperti itu? Aigoo~ kau benar-benar si Kepala Es”Ucap gadis itu dengan berdecak.

“Siapa namamu?”Tanya Yonghwa langsung, dia punya maksud menanyakan itu.

“Wae Sunbae? Park Shinhye, sunbae bisa memanggilku Shinhye kalau mau”Gadis itu tersenyum.

Yonghwa memutar kedua bola matanya, dia berbalik untuk segera keluar dari halte. “Akan aku katakan ke Lee Seongsangnim kalau kau hanya menyusahkan aku”Lelaki itu pergi tanpa berbalik lagi.

Shinhye mendelik, dengan geram gadis itu mencak-mencak. “Ya ! Sunbae, Chamkaman !!”Shinhye menarik lengan Yonghwa, dan hampir membuat lelaki itu jatuh. “Mianhae sunbae, mianhae ..”

“Mianhae ! Mianhae ! apa kau cuman bisa berkata seperti itu?! aku sudah bilang untuk menjauh dariku ! kenapa kau masih ada disini?!”Bentak Yonghwa dengan kasar, nafasnya menjadi turun-naik karna itu.

“Aku tidak tahu ini dimana Sunbae ! kenapa kau terus saja membentakku! Aku tersesat, aku pikir dengan mengikutimu kau bisa menunjukkan aku arah ! tapi kau malah membentakku terus !”Kesal Shinhye, dia sudah tidak tahan dengan cara bicara Yonghwa yang begitu kasar.

Yonghwa terdiam, lelaki itu seperti mengingat sesuatu. Kisah lama yang telah menyeruak dipikirannya. Pertemuan pertama antara dia dan Eun ji dulu. Sama, sama persis .. Yonghwa seakan sedang bercemin.

“Yaa ! Yonghwa !! Kau pikir aku mau mengikutimu?! Aku tersesat ! Kau terus saja membentakku ! Aku pikir dengan mengikutimu kau akan menunjukkan arah ! tapi kau terus saja membentakku !”

Yonghwa berdehem, “Aku ingin ke pulau namiseom, Jadi terserah apa maumu ..”Lelaki itu masih menatap Shinhye dengan tatapan dinginnya.

Shinhye tersenyum, “Aku ikut Sunbae !”Ucapnya dengan semangat.

(***)

DAUN itu berjatuhan dari pohonnya, melayang dengan perlahan dan mendarat di atas kepala Shinhye. Gadis itu mengambilnya, lalu menatap lelaki yang berjalan dengan mengunakan Earphone itu. Tadinya Shinhye ingin mengajak Yonghwa berbicara tentang daun jatuh, tapi tidak jadi, takut lelaki itu akan membentaknya.

Yonghwa membuka matanya, melirik gadis itu. Coba saja lihat tingkah konyolnya, meniup daun dengan seperti itu, dia pikir daun akan kembali ke atas pohon? Gerutu Yonghwa. Tapi karna itu, Yonghwa sedikit menyungingkan sebuah senyuman.

Gadis itu menarik nafas, menghirup udara musim semi yang terdapat dipulau ini. Kini mereka sudah berada dibawah pepohonan yang tinggi hampir menjangkau langit, Shinhye ingat ini adalah lokasi syuting drama yang sangat terkenal, Winter sonata. Tempat Joon Sang(Baek Yongjun) dan Yu Jin(Choi Jinwoo) melewati ini dengan berbonceng sepeda.

“Sunbae, apa kau punya orang yang sangat kau sayangi?”Tanya Shinhye, dia menoleh kea rah Yonghwa. Entah kenapa mulutnya sangat gatal, dia ingin sekali berbicara dengan Yonghwa walaupun tidak dihiraukan oleh lelaki itu.

“Wae?”Ucap Yonghwa dengan dingin, dia tidak menoleh ke Shinhye tapi melepas salah satu dari Earphonenya.

“Sunbae percaya atau tidak terserah, tapi hampir semua orang pernah mencobannya. Dan apakah orang itu sudah meninggal?”Shinhye bertanya dengan hati-hati, dia takut Yonghwa merasa tersinggung.

Lelaki itu tercekat, lalu menangguk dengan kaku.

“Orang mengatakan, Daun dimusim semi adalah yang paling indah. Bukan karna warna mereka yang beralih menjadi kuning, coklat, dan merah. Tapi karna orang disurga ..”Shinhye menunjuk ke atas, “mengirimkan sebuah surat lewat daun yang jatuh”

Yonghwa tertawa kecil, “Hah! Kau ini bodoh atau tolol? Itu hanya mitos, dan kau percaya? ya ampun .. kau menduakan tuhan tahu !”Semprot Yonghwa, lalu dia berjalan cepat meninggalkan Shinhye.

“Mwo?”Shinhye menatap daun itu, memang sejujurnya dia tidak melihat apa-apa, lalu dia mengalihkan pandangan ke Yonghwa. Lelaki itu memang harus dibakar agar kepalanya segera mencair ! Shinhye membuang daun itu, membiarkannya mendarat ditanah. ‘Sunbaenim ! tunggu aku !”

(*)

YONGHWA melepaskan sepatunya, dia berjalan di pasir danau, mencoba mendekat kea rah air. Lelaki itu membiarkan kakinya basah karna air, kedua tangannya dia biarkan bersembunyi dibalik saku celanannya.

Shinhye berjongkok, dia menulis sesuatu dipasir, hanya coretan anak kecil tapi baginya menyenangkan. Pandangan gadis itu beralih ke sebuah kulit kerang yang terbenam dipasir, Shinhye mencoba untuk mencungkilnya.

“Yonghwa Sunbae ! Bagaimana bisa ada kulit kerang disebuah danau? Ah, aku dapat !”Ucap gadis itu dengan membasuh kulit kerang itu menggunakan air danau. “Wah, ini tidak pecah. Sunbae?Sunbae?SUNBAENIM!!”Gadis itu menjatuhkan kulit kerangnnya, dia melihat Yonghwa sudah setengah badan tenggelam oleh air, Shinhye binggung apa yang ada dipikiran lelaki itu. “Sunbaenim apa yang kau lakukan?!”Gadis itu memegang erat tangan Yonghwa, dia mencoba untuk menariknya.

“Lepaskan aku, tidak usah kau peduli denganku ! Lepaskan !!”Teriak Yonghwa.

“Oppseo ! jika aku datang kemari bersamamu, maka aku harus pulang bersamamu ! aku tidak tahu jalan sunbae !”Shinhye menarik tangan lelaki itu, membawanya kembali ke pinggir danau.

Tubuh Shinhye terjerembah, kaki-kakinya menjadi lemas karna menarik Yonghwa tadi. Ditengah tenangnya danau, terdengar isakkan tangis kecil dipinggir, Shinhye yakin itu pasti suara Yonghwa, karna tidak ada orang selain mereka disana.

“Eun Ji-ah .. Eun Ji-ah”Kata lelaki itu disela isak tangisnya, tubuh Yonghwa bergetar dia mencoba melewan dengan mengenggam.

Bisa terdengar jelas tangisan Yonghwa itu, menyedihkan .. membuat Shinhye merasakan apa yang dirasakan oleh lelaki itu. Gadis itu tahu kalau Yonghwa pernah ditinggal oleh seorang gadis, tapi Shinhye tidak tahu nama gadis itu .. tapi mungkin saja namanya adalah Eun Ji, nama yang disebutkan oleh Yonghwa tadi.

“Sunbae ..”panggil gadis itu pelan, “aku memang tidak tahu masalahmu tapi kalau kau mencoba untuk bunuh diri, mungkin itu akan menjadi masalahku juga. Jadi Yonghwa sunbae, kau tidak bisa terus seperti ini, kau tidak membiarkan hidupmu hancur karna masa lalumu. Kau harus membuka diri sunbae, cinta bukan hanya ada satu atau dua .. cinta itu banyak. Kalaupun kau tidak bisa mencintai seorang gadis lagi, kau bisa memberikan cintamu kepada orangtuamu, teman-temanmu, ataupun anak yatim piatu. Mianhae, Sunbae .. aku tidak bermaksud untuk menasehatimu”

Air mata Yonghwa terus menetes dipasir, tiba-tiba saja dia memeluk Shinhye dengan erat, lelaki itu menangis dipunggung gadis itu. Shinhye menyentuh punggung lelaki itu, kini bisa dia rasakan sengatan listrik yang menjalar ke tubuhnya, bahkan detak jantungnya berdetak dengan cepat.

(***)

YONGHWA memasuki gedung stasiun Subway dengan perlahan. Matanya sibuk melirik kea rah buku yang sedang dipegangnnya, kali ini dia tidak mau ada kesalahan lagi. Kedua telingannya ditutupi dengan earphone, sampai-sampai orang yang kesal karna ditabraknya tidak dia hiraukan. Tepat pada saat lelaki itu mendongak, sebuah kereta berhenti, salah satu dari beberapa orang yang keluar itu ada yang Yonghwa tunggu.

“SUNBAENIM !”Teriaknya setelah keluar dari kereta, dia melambaikan tangan ke atas.

Tersungging senyuman dibibir Yonghwa, dia melepaskan earphonenya dan berjalan mendekat kea rah orang itu, “Lihat, aku sudah menyelsaikannya. Aku yakin tidak ada kesalahan lagi disini”Ucap lelaki itu yakin.

“Uh?Aku tidak yakin Sunbae, kau sudah mengatakannya berulang kali. Tapi kau selalu salah mencocok nada, itu membuat Lee Seongsangnim kesal karna kebodohanku”Rengek gadis itu, dia meratapi dirinya sendiri.

Yonghwa mengosok kasar rambut gadis itu dengan tertawa, “Maaf .. aku sengaja melakukannya, karna jika dari dulu aku membenarkannya kau tidak akan belajar tambahan seperti ini, dalam arti kau akan memanfaatkan aku terus”

“Aigooo ! Sunbae, aish~ dasar”Shinhye memukul ringan lengan Yonghwa.

“Mau pergi? Kajja .. kajja ..”Lelaki itu merangkul Shinhye, membawanya keluar dari gedung Subway.

“Kajja !”Ucap gadis itu dengan semangat.

Beberapa hari setelah kejadian dipulau Namiseom, Shinhye semakin mendekati Yonghwa, dia membantu lelaki itu untuk konser solo piano pertamanya. Yonghwa yang selalu berada didekat Shinhye, seakan melihat pantulan Eun Ji di gadis itu. Cara gadis itu berbicara, cara gadis itu makan, cara dia menatap Yonghwa, cara gadis itu menenangkan hatinya, cara gadis itu bercanda .. dan Yonghwa pernah beranggapan kalau Shinhye itu adalah Eun Ji. Lambat laun, hatinya semakin terbuka. Dia mulai menerima kedatangan gadis itu, yang selalu membuat dia kesal dan marah, kekonyolan tingkahnya, dan senyumnya.

Lelaki itu tidak bisa membohongi dirinya sendiri, dia tahu ada sesuatu yang membuat dia merasa nyaman ketika memandang Shinhye. Dia menyimpan sebuah perasaan untuk gadis itu, dan akhirnya Yonghwa tahu kalau dia kembali mencintai orang selain Eun Ji, dia sadar kalau cinta sudah kembali pulang untuknya.

(*)

“SUNBAE-nim, kita mampir ke toko bunga dulu ya ..”Pinta Shinhye ketika mereka sedang berjalan.

“Apa? Kenapa?”

“Ada dua bunga yang ingin aku beli, eomma menyuruhku untuk membelinya tadi”

“Geurae .. terserah kau saja”Yonghwa tersenyum.

Shinhye memasuki toko bunga itu, diikuti oleh Yonghwa dari belakang. Sementara Shinhye sibuk bertanya dengan penjaga toko, lelaki itu mengelilingi toko itu, tersirat sesuatu dipikirannya. Dia ingin membelikan bunga untuk Shinhye, karna itu dia terkikik sendiri.

Pandangan Yonghwa beralih ke seorang anak kecil yang sedang bertanya dengan pelayan toko yang lain, dan mendengar percakapan kedua orang itu.

“Unnie, apa ada bunga yang melambangkan cinta sejati yang diliputi duka, dan Bunga yang memberikan ketenangan untuk mengantarkan kerpergian orang terkasih?”Tanya gadis kecil itu, “Aku benar-benar sedang mencarinya”

“Bunga yang melambangkan cinta sejati yang diliputi duka itu bunga Lily, sedangkan bunga yang memberikan ketenangan untuk mengantarkan orang yang terkasih itu Bunga melati, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya untukmu”Pelayan toko itu mengambil satu tangkai bunga lily, dan beberapa tangkai bunga melati. “Semoga orang itu bahagia ya ..”

Yonghwa tercekat, matanya membulat .. jantungnya seakan dicekam dengan kuat. Perkataan itu, dan jawaban itu .. EUN JI !! Lelaki itu berlari keluar dari toko bunga dengan membawa bunga lily dan bunga melati, tidak dia hiraukan lagi panggilan Shinhye yang terus meneriakkinya. Tujuan Yonghwa hanya satu sekarang, gedung Subway  yang mengantarkan Eun Ji kedalam lubang kematiannya.

(**)

TUKTUK langkah kaki itu terkesan berat ketika mendengar ketukannya, kepala lelaki itu ditekuk, kini dia tidak mau berlari lagi, dia ingin berjalan perlahan .. lelaki itu tidak ingin ada sesuatu hal yang dilewatinya. Keadaan gedung Subway sangat sepi malam itu, kalau dilihat hanya ada Yonghwa yang berjalan sendirian, tidak ada penjaga atau masinis disana.

Lelaki itu berjalan kea rah sebuah bangku panjang, perasaannya mengatakan kalau Eun Ji pernah duduk disini. Yonghwa mendongak, menatap sekeliling gedung. Benar- benar sepi, tidak ada satupun kereta disana, hanya lampu yang berkelap-kelip menyinari Yonghwa. Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya, masa lalu itu kembali menghantui dirinya, begitu jelas.

“Eun Ji-ah !! aku sudah tahu jawabannya ! Tapi kenapa kau tidak pulang?! Kau bilangkan disurat kalau kau akan pulang jika aku menemukan jawabannya?! Sekarang kau dimana?!!EUN JI-ah ! TOLONG JAWAB AKU !”Tubuh lelaki itu terjerembah, kakinya sudah tidak kuat untuk menumpuh badannya, sudah terlalu lemah. “Datanglah Eun Ji-ah, aku mohon .. aku ingin melihatmu ! itu semua karna AKU MERINDUKANMU ! aku merindukanmu Eun Ji-ah .. aku .. aku mohon”Tidak ada jawaban yang ada hanya suara Yonghwa yang bergema.

Shinhye mendekati lelaki yang sedang duduk dilantai itu, dia menatap lirih Yonghwa. Lagi-lagi dia bisa merasakan kepedihan yang disimpan oleh lelaki itu. Gadis itu mengulurkan tangannya, membantu Yonghwa untuk segera bangkit.

“Sunbae, kita dan Eun Ji unnie sudah berbeda. Manusia tidak bisa melihat, tapi kau bisa merasakannya Sunbae. Bukankah itu sudah cukup? Kau harus melepaskannya sunbae, kalau tidak Eun Ji unnie tidak akan tenang, ayo sunbae ..”

Yonghwa menyambut uluran tangan gadis itu, ditatapannya bunga lily dan melati itu lalu ditaruhnya di atas bangku, setetes air mata Yonghwa jatuh di kelopak bunga lily.

“Setelah ini kau harus tersenyum ya Sunbae ..”Gadis itu menarik kedua sudut bibir Yonghwa mengunakan jarinya.

“Terima kasih Hye ..”Mereka berdua, berjalan keluar dari gedung Subway dengan tersenyum.

Dibalik itu, seorang gadis dengan cahaya putih disetiap tubuhnya berdiri didepan bangku. Gadis itu tersenyum, dia mengambilnya dengan senang. Titik air matanyapun jatuh di kelopak bunga itu.

“Yong .. Yong terima kasih”suara gadis itu terdengar jelas ditelinga Yonghwa, dan membuat lelaki itu berbalik menuju bangku itu kembali.

Hilang .. kedua bunga itu sudah hilang, tangan Yonghwa bergetar .. dia masih bisa mencium bau Eun Ji, bau parfum gadis itu. Shinhye menangis, dia membekap mulutnya. Gadis itu berbalik, dia tidak tahan melihat pemandangan itu tapi Shinhye malah menemukan sosok gadis yang ingin ditemui Yonghwa itu.

“Terima kasih Shinhye, aku harap kau menjaga Yonghwa dengan baik. Terima kasih”ucap Eun Ji dengan tersenyum, lalu menghilang.

(***)

EPILOG

CREAK lelaki itu membuka pintu meja kerjanya, dia menghidupkan lampu. Di pinggir meja terdapat sebuah papan nama yang terukir ‘Leoricci Vernandes’, lelaki itu meraba mencari letak kaca mata yang dia tinggalkan.

“Seungmo ! Seungmo ! kau taruh dimana kaca mataku!”teriaknya dengan keras.

“Di atas meja Ahjussi !!”teriak orang disebrang sana.

Lelaki paruh baya itu terus meraba, sampai tangannya menyentuh sesuatu yang lembut dan jarang ada dimeja. Dengan rasa penasaran, lelaki itu terus meraba-raba hingga menemukan kacamatanya itu, dan memakainya.

Bunga .. dan secarik kertas dibawahnya, dahinya mengeryit lalu mengambil kertas yang ada dibawah bunga.

“Untuk : Leo Seongsangnim From : Yoon Eun Ji

Ini benarkan Seongsangnim? YAY~ aku menemukan jawabannya ! Kedua bunga itu adalah bunga melati dan Lily ! Aku luluskan Seongsangnim?! Kau harus berkata iya, walaupun aku dibantu oleh na—maksudku mantan namjachinguku ^^ Seongsangnim ! Gomawo atas semuanya ! Jeongmal Gamsahamnida .. sekarang aku bisa tenang, karna aku sudah lulus”

Lelaki itu meneteskan air mata, tidak bisa dia tahan lagi dia benar-benar ingin menangis dengan kuat. “Mahasiswi kesayangku, Yoon Eun Ji ..”

LO LO GUE END *motongleher*/pletak.

HAHA ~ ~ nangis Zen mendayu-dayu/pletak. Wakaka~ ottoe? Kayaknya udah lama banget Zen ga publish ff -,- mana ini blog kayak kuburan. Paling cuman BADers setia Zen disini/DUAGH *sokpunyaBADers* Keke~ eksis dikit gapalah <– maunya -,- . XDD. SUMPAH ! Zen nangis bikin ini FF TT-TT Sebenernya air matanya ga keluar <–lah?/pletak. Tapi Zen nangis dalam hati, kaga tau kenapa ==a waktu Zen ngebayanginnya apalagi pake backsound : Yonghwa- Because I Miss You, hati Zen kayak disilet ==” . <– lebe deh gua.

SIAPA YANG GA DAPAT FEEL?!!! TT-TT Mianhae sayang -,- Zen sudah mencurahkan semua Zen ke sini == . Nyesek Zen buat ini FF, ga tau kenapa bisa kayak gini. Pengen buat Trailernya sih, tapi Zen ga bisa download lagi TT.TT malangnya nasib Zen ~,~ . Udah ah, kebanyakan ngomong ntar dipatok ayam/pletak. KOMENTAR ditunggu ajee~ YONGSHIN COUPLE JJANG !

Ya, ampun Zen lupa kasih tau tentang surat itu ya ==a . Jadi surat itu tu sebenarnya ga ada -,- cuman bayangan Yonghwa doang, itu cuman surat kosong. Oke ? Nah, masalah bunga ga ditangan ke toko bunga aja? Ya elah, inikan cerita, kalau kayak gitu mah kagak seru namanya -,-