MR. NAMJA ANEH

Authors           : ChenHye

Title                 : Mr. Namja Aneh

Genre              : Romace Family

Rating             : PG 13

Length             : Oneshot

Cast                 :  Haewoo

Gongchan B1A4

Jinyoung B1A4

Sunny SNSD, dsbg

Untuk chingu yang udah pernah baca atau ngeliat FF ini di blog selamat bertemu kembali, aku ngepost lagi nih, soalnya di blog itu comment nya dikit, dan bukan berupa kritik atau saran, jadi aku mohon buat kalian yang baca berikan comment dan kritik yah..

“ Jinyoung oppa.. “ teriakku saat melihat oppaku sedang berdiri didepan pintu menunggu kehadiranku.

“ Ahhh “ tiba-tiba aku terpeleset. Huh.. mungkin karena aku terlalu bersemangat melihat oppaku. Wajar saja, aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Itu karena oppaku bulan madu bersama istrinya ke Jepang. Seharusnya aku senang melihat oppaku tidak single lagi tapi, aku justru sangat sedih, karena itu tidak ada lagi yang bisa menjemputku saat pulang sekolah dan menemaniku ke toko buku dihari libur.

“ Haewoo? Kau tidak papa? “ kata oppa berjalan menghampiriku.

“ Ahh.. tidak papa. Tidak sakit kok. “ kataku sedikit meringis.

“ Mau ku bantu my yeoja chingu? “ kata oppa sambil mengulurkan tangannya ke arahku. Sambil tersenyum, aku membalas meraih tangannya.

Aku sangat menyayangi oppaku. Dia sangat manis, tampan, baik, dan perhatian padaku. Rasanya aku ingin memilikinya, tapi.. itu tentu tidak mungkin.

“ Haewoo?? Kamu kenapa? “ kata seorang wanita cantik yang datang sambil membawa tiga gelas minuman dan setoples kue.

“ Sayang.. tolong ambulant handsaplast di loker itu. “ kata oppa sambil menunjukkan sebuah loker yang tak jauh dari situ.

Unnie pun segera mengambilkannya dan memberikannya pada oppa.

“ Ini minum dulu. Pasti sakit ya?? “ kata unnie itu sambil tersenyum ramah padaku. Maniss.. sekali. Wajar saja oppaku tertarik padanya. Aku hanya tersenyum dan menyambut gelas yang diberikannya.

“ Kau ini seperti anak kecil saja. “ kata oppaku sambil memukul pelan kakiku.

“ Sakit tau. “ kataku sedikit kesal. Setelah memasangkan handsaplast dilututku, oppa duduk disebelahku. “ Aku jadi ingat saat kejadian 10 tahun lalu. Kira-kira umurmu masih 5 tahun. Kejadian itu persis seperti ini. Kau terpeleset saat memanggilku. “ Oppa… “ haha.. Itu lucu sekali. “ kata oppa sambil tertawa kecil. Aku hanya menundukan kepalaku. Ada rasa kesal menyelimuti diriku.

“ Kalian berdua memang couple yang serasi ya.. “ kata unnie sambil tersenyum ramah.

Unnie itu memang murah senyum. Aku sangat kagum melihatnya.

“ Oppa.. hari ini temani aku ya ke toko buku. “ kataku sambil menatap oppaku penuh harap.

“ Iya.. pokoknya hari ini kamu bebas mau bawa aku kemana. “ kata oppa sambil tersenyum.

“ Mmmm.. Unnie, bolehkan aku pinjam oppa sebentar? “ kataku menatap unnie cantik itu.

“ Tentu saja.. “.

Oppa seperti namja chingu bagiku. Jika tak ada dia disampingku, hidupku rasanya tak ada artinya. Dulu, aku sangat berharap bisa menjadi istri oppa. Sampai-sampai aku menyampaikan isi hatiku padanya. Aku pikir sampai sekarang aku masih menyukainya. Padahal, sekarang umurku sudah 15 tahun.

Hari ini, oppa berjanji akan siap menemaniku ke tempat apa saja yang aku mau. Pertama-tama, aku membawanya ke toko buku, main game, jalan-jalan ke Namsan, dan ke taman bunga yang sering aku dan oppa kunjungi. Tempat itu adalah tempat favorit oppa.

“ Lelah? “ tanya oppa padaku.

“ Ne.. “ kataku.

“ Besok kau sibuk tidak? “ tanya nya lagi.

“ Anio.. “ jawabku.

“ Besok aku jemput jam 3, dandanlah yang cantik dan sopan. Ok? “. Aku sedikit terkejut mendengarnya, apa oppa akan mengajakku dinner atau liburan ke Jeju? Ahhh… aku ini. mana mungkin oppa mengajakku dinner.

“ Ne.. “ jawabku lagi. Hari ini memang hari yang melelahkan, tapi terasa sangat menyenagkan jika bersamanya.

Aku sudah siap di ruang tamu menuggu oppa menjemputku. Sesekali aku berdiri didepan cermin di ruang tamu. Aku benar-benar memperhatikan fasionku, takut terlalu menor dan takut terlalu nora. Dengan dress pink selutut dan bando pink polos dikepalaku, ku pikir cukup natural. Ting Tong! Itu pasti oppa, pikrku. Saat kubuka, ternyata memang dia, ahhh aku senang sekali.

Sesekali aku melirik oppa yang sedang menyetir.

“ Mmm.. mengapa oppa tidak memujiku ya? “ gumamku heran.

“ Oppa.. “ panggilku.

“ Mmm? “.

“ Oppa.. “ panggilku lagi.

“ Mwo? “. Oppa tidak sedikitpun melirikku. Huhh.. dia berbeda sekali dari biasanya. Biasanya, dia memujiku tiap kali kita bertemu, cantik sekali, kamu imut ya hari ini, kamu terlihat semakin cantik, biasanya oppa memujiku seperti itu.

Tiba-tiba, mobil oppa berhenti di sebuah café. Tempatnya romantisss sekaliiii.. Oppa pun menggandengku turun dan membawaku ke dalam.

“ Apa oppa akan mengajakkaku dinner candelight? “ gumamku sekilas.

“ Hai! “ teriak oppa pada seseorang. Namja itu melambaikan tangannya. Perasaanku mulai berubah.

“ Hyung.. lama sekali tidak bertemu, bagaimana?? Menyenagkan? “ kata cowok yang sangat terlihat akrab pada oppaku.

“ Ne.. “ kata oppa sambil tersenyum.

“ Gongchan ya, kenalkan ini yeoja ku, Haewoo, yeppo? “ kata oppa yang menyuruhku berjabat tangan pada namja itu.

“ Hai.. aku Gongchan. “ kata namja itu sambil mengulurkan tanganya ke arahku dengan senyuman manisnya. Kuakui, ia terlihat sangat tampan. Akupun membalas jabatannya dengan sedikit enggan.

Apa yang sedang direncanakan oppa? Apa hubungannya oppa dengan namja itu? perasaanku mulai tidak menentu.

“ Kalian bicara berdua dulu ya.. oppa mau mau jemput unnie didepan. “ kata oppa. Aku semakin merasa curiga pada oppa. Ada apa ini sebenarnya.

“ Kau dengan oppa sangat dekat ya? “ tanya namja itu. Aku hanya tersenyum.

“ Aku sangat senang bisa bertemu denganmu.. “ kata namja yang bernama Gongchan itu. Aku semakin enggan melihatnya. SokKenalSokDekat sekali dia padaku..

Apa sih yang direncanakan oppa? Apa oppa mau menjodohkan aku dengannya? Aku segera berlari keluar mencari oppa dan meninggalkan namja aneh itu yang sepertinya ikut mengejarku.

“ Oppa? “ teriakku pada oppa yang sedang dinner dengan unnie dihalaman café. Ahhh.. romantic sekali. Aku sangat iri melihatnya.

Oppa segera berdiri dari dari dudukannya.

“ Oppa? Apa yang kau rencanakan? Apa maksudmu mempertemukan aku dengannya? Oppa akan meniggalkanku ya? Oppa tidak senang aku mendekati oppa? “ kataku yang mulai kesal.

“ Tidak yang seperti kau pikirkan Haewoo. Ini.. ini hanya… “ kata oppa padaku.

Aku sangat kesal pada oppa, aku tau unnie pasti marah padaku karena sudah merusak dinnernya dengan oppa.

“ Hanya apa? Aku tau oppa membenciku, tak bisa mencintaiku lebih dari unnie. Tapi aku sangat mencintaimu, dangsineol sarangheo.. “ aku mengeluarkan semua isi hatiku yang sudah tak kuat kependam lagi.

“ HAEWOO sshi! Hentikan! Apa yang kau katakan? Tak seharusnya kau bicara seperti itu? “

Unnie menggenggam lengan oppa, mencoba menenangkan emosi suaminya.

“ Oppa jahat. Oppa tau aku sangat mencintai oppa, kenapa oppa melakukan ini?? “ air mataku mulai mengalir.

“ Karena itu oppa melakukan ini, oppa tidak ingin kamu selalu terikat pada oppa, kau sudah besar yeoja, kau pasti mengerti oppa yang seharusnya kau lakukan. “ kata oppa yang berusaha menjelaskannya padaku.

“ Apa yang harus kulakukan? Menjauhi oppa? Mencari namja lain? Oppa yang ku inginkan. Tidak ada yang lain. Aku tau oppa sudah memilki Sunny sshi. Tapi.. aku juga tidak mengerti dengan perasaanku. “ aku semakin mendung. Rasanya hujan telah membasahi wajahku.

“ Haewoo.. oppa ingin memberikanmu yang terbaik.. oppa melakukan ini karena oppa sayang padamu. Oppa tidak ingin kamu seperti itu. “.

“ Mencintai oppa adalah sebuah kesalahan? Begitukah maksud oppa? “

Aku terdiam membisu, aku benar kecewa pada oppa dan sangat membenci diriku. Kenapa aku mencintai oppaku sendiri?? Aku membalikkan badanku, “ Baiklah, jika ini mau oppa, aku akan mengakhirinya. “ kataku dan segera berlari pergi.

“ Haewoo sshi!!! “

Aku berlari sekencang-kencangnya, aku tidak peduli dengan suara-suara yang memanggil namaku. Aku benci diriku dan oppaku. Aku benci. Aku juga tidak mengerti kenapa aku harus menyukai oppaku??? Dia oppamu Haewoo. Mengapa kau mencintainya?? Aku menangis sederas-derasnya. Aku lelah, Aku tidak tahu, tidak mengerti, aku bingung. Salahkah aku mencintainya???

Aku berhenti di sebuah taman, tempat favorit oppa. Tak tahu sejauh manakah kakiku melangkah sampai ke tempat ini.

“ Haewoo.. “ seseorang memanggil namaku. Aku tau, dia namja aneh itu. Namja itu memberikan selembar tisu padaku. Aku tidak menyambutnya, aku juga benci padanya. Aku benci semuanya!!

“ Menangislah jika itu mengurangi bebanmu. Berteriaklah jika itu membuatmu merasa nyaman. “.

“ AKU BENCI OPPA!!!!!!!!!!!!!!!! “ aku berteriak kencang. Sungguh, itu reflek.

“ Merasa lebih baik? Kau tidak salah mencintai oppamu, kau tidak salah mendekatinya, kau tidak salah berusaha tampil cantik didepannya, kau juga tidak salah membuatnya tertarik padamu. Aku tau, kau sangat mencintai oppamu, ingin memilikinya. Kau sadar tidak, sebenarnya itu sudah terjadi. Oppa membalas cintamu, oppa juga tertarik padamu, bahkan sering memujimu, oppa juga selalu dekat denganmu, siap mengantarkan dan mengabulkan permintaanmu. Apa kau tidak sadar, oppa itu sudah seperti yang kau inginkan? Dia lantas seperti pacarmu? Tapi, cintanya padamu tidak seperti yang kau bayangkan. Cintanya itu sebagai adik kesayangannya. Kau terikat padanya. Mengertilah.. dia tidak ingin kau bersedih.. dia sangat ingin membahagiakanmu.. aku mohon.. jangan kau akhiri semuanya. Itu begitu indah untuk dilupakan. Oppa pasti sangat kecewa.. “ kata namja itu. Kata-katanya begitu bijak, begitu hangat. Membuatku tak bisa menentangnya dan tak bisa berkata-kata. Baru kali ini aku merasakannya.

“ Mianhae.. jika aku menggangu hubungan kalian. Aku tidak bermaksud menghalangi kalian. Aku hanya mengabulkan permintaan hyung. Dia mau aku menggantikannya. Tapi.. aku tau itu sakit bagimu.. Mianhae.. “ kata Gongchan dan beranjak pergi.

Aku hanya bisa menggigit bibirku. Tak sanggup rasanya. Aku menyakiti semua orang. Oppa, unnie, namja aneh itu, bahkan aku menyakiti diriku sendiri. Ahh.. apa yang sudah kulakukan. Kenapa aku baru meyadarinya?

Seharian ini, aku merenungkan diri di kamar. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Aku takut untuk minta maaf. Aku sangat tak pantas untuk dimaafkan. Tiba-tiba sebuah balon terbang dihadapanku. Entah kenapa, balon itu seperti memintaku untuk mengikutinya, kakiku seolah ringan untuk berjalan. Tiba-tiba balon itu berhenti didahan pohon. Aku juga berhenti mengikutinya dan terdiam sejenak. Aku bingung dengan diriku. What I am doing??

“ Haewoo.. “ tiba-tiba seorang wanita memanggilku. Aku menolehkan kepalaku,

“ Unnie? “ batinku.

“ Unnie.. mianhae.. “ aku langsung memeluknya. Erat sekali..

“ Unnie.. maafkan aku.. “ aku hanya bisa mengatakan itu padanya.

“ Aku mohon.. kau jangan mengakhirinya.. oppa, bahkan aku sakit mendengarnya.. aku mohon.. kembalilah padanya. “ Unnie begitu erat memelukku. Terasa sekali, tubuhnya yang lemah tak bersemangat menjalani hidup.

Unnie membawaku ke rumahnya menemui oppa. Aku takut sekali.. aku takut melihat oppa. Oppa pasti membenciku. Dari kejauhan, aku melihat oppa sedang menggenggam sebuah surat pink ditangannya. Ahh.. itu surat cintaku yang kuberikan padanya saat aku kelas 6 sd. Aku ingat sekali.. Aku tak tega melihat oppa.. sungguh.. Akhirnya, aku memberanikan diri melangkahkan kakiku mendekatinya.

“ Oppa.. “ kataku pelan. Oppa menengadahkan kepalanya kearahku, senyum manisnya langsung terlihat. Rasanya seperti sudah lama tak melihat itu. Oppa segera meghampiriku, tiba-tiba oppa terjatuh,

“ Oppa.. “ aku sedikit terkejut.

“ Kau baik-baik saja? “ aku menghampirinya.

“ Bagaimana? Mirip tidak denganmu? “ kata oppa sambil tersenyum.

“ Oppa!! “ kataku sedikit kesal, ahhh dia membohongiku.

Tiba-tiba oppa berlutut didepanku

“ Hey.. kau jangan pergi lagi ya.. jangan mengakhirinya.. aku tidak bisa hidup tanpamu.. “ kata oppa padaku.

“ Anio.. aku harus mengakhirinya. Mengakhiri rasa perhatianku padamu. Sudah ada yang menggantikanmu. “ kataku begitu saja. Aku juga tidak tau, apa yang baru saja aku katakan.

“ Apa kau bilang? Beraninya kau menduakan ku? “ tiba-tiba oppa langsung berdiri dihadapanku.

“ Apa kau menerima namja pilihanku? “ tiba-tiba oppa tersenyum menyelidik kearahku. Oppa mendekatkan wajahnya padaku,

“ Temui dia di taman favoritku. “ kata oppa. Entah kenapa aku langsung menuruti perintah oppa. Aku segera berlari ke taman favorit oppa.

“ Yeoja! Aku mencintaimu!! Saranghae… “ oppa berteriak padaku. Aku berlari semakin kencang.

“ Aku juga mencintaimu, oppa. “ gumamku dalam hati.

Akhirnya aku sampai di taman favorit oppa. Menurutku taman ini berbeda dari biasanya. Terlihat lebih indah. Aku mencari namja aneh itu. Dimana dia?

“ Hei! “ seseorang memanggilku. Aku menolehkan kepalaku.

“ Noona.. Seseorang berkaata padaku, katanya jika kau ingin bertemu dengannya kau harus menangis dulu. “ kata seorang anak kecil padaku.

“ Menangis? “ batinku.

“ Kau menangis sambil berkata, Aku akan terus menangis sampai kau datang. “.

Aku terdiam sejenak, berpikir. Apa maksudnya? Apa kau harus menangis dan berteriak seperti itu? Murahan sekali caranya.. Huffttt.. aku menarik nafasku dan menghembuskannya perlahan.

“ AKU AKAN TERUS MENANGIS SAMPAI KAU DATANG!!!!! “ aku terus berusaha membuat air mataku keluar. Ahh.. benar-benar tidak bisa. Aku mencoba mengingat kejadian-kejadian yang membuatku menangis, tetap saja tidak bisa.

“ AKU AKAN TERUS MENANGIS SAMPAI KAU DATANG!!! “ aku terus berteriak.

“ NAMJA ANEH!!!! CEPAT DATANGLAH!!!!! “. Aku hampir putus asa berteriak seperti itu. Sungguh,, air mataku tidak bisa keluar sedikitpun. Tiba-tiba, puluhan balon mendarat di dekatku. Tiba-tiba munculah seorang namja tampan dibalik balon-balon itu.

“ Namja aneh?? “ batinku.

“ Kenapa kau tidak bisa menangis? “ kata namja itu padaku.

“ Kenapa kau menyuruhku menangis? “ aku balik bertanya.

“ Tadi malam kau menangis begitu banyak dan berteriak kencang sekali? Kenapa sekarang tenagamu berkurang? “ namja itu mulai meledekku.

“ Siapa bilang tenagaku berkurang? “ aku bedecak kecil.

“ Itu buktinya. “.

“ Ya sudahlah.. aku pulang saja. Aku sudah menghabiskan banyak waktuku untuk hal ini. “ aku segera beranjak pergi.

Tiba-tiba namja aneh itu menahan tanganku.

“ Kau ini, cepat sekali marah, wajar saja kau sering menghabiskan air matamu. “ dia kembali meledekku. Namja itu membalikkan badanku ke arahnya.

“ Kau tidak bisa menangis karena kau bahagia, yeoja. Sarangahe.. “ kata namja itu.

“ Sarangahe? Kau yakin bisa menggantikan oppaku?? “.

“ Aa. yeah. Buktinya tadi malam aku berhasil membuatmu jatuh cinta padaku. “ kata namja tampan itu dengan senyumnya.

“ Baiklah.. aku mengerti. Saranghae.. Mr. Namja Aneh. “ kataku sambil tersenyum manis.

“ Kau sudah membuat panggilan kesayangan untukku ya? “ kata Gongchan sambil tersenyum manja.

“ Hey! Siapa bilang? Itu.. itu hanya.. “

“ Sungguh, aku juga tidak mengerti kenapa aku menyukaimu. Saat pertama kali hyung menceritakan tentangmu padaku, aku sempat ilfeel mendengarnya. Masa ada wanita yang menyukai oppanya sendiri, hah.. ??? “ namja itu benar-benar meledekku bahkan dia mengabaikan perkataanku.

“ Hmm.. aku baru tau. Kata-kata bijakmu tadi malam hanya akting semata. “ kataku dengan mata menyelidik.

“ Itu hanya panggilan kesayangan untukku. Iyakan, Mrs. cengeng? “ katanya sambil menjitak kecil kepalaku dan segera berlari. Dia ini.. membuatku benar-benar bingung. Aku berkata ini ia, menjawab itu. Aku berkata ia, ia menjawab itu. *Authors yang aneh apa cerita yang aneh??*

“ Hey! “ aku segera mengejarnya. Kesal mulai mencampuri hatiku.

“ Tenang saja… jika kau sedih, aku sudah menyiapkan pundakku umtuk meyandarkan kepalamu, Mrs. cengeng ku.. “ katanya sambil terus berlari.

“ Dasar namja aneh.. “ batinku. Ahhh.. jujur saja.. namja aneh itu benar-benar mengusir oppa dari hatiku.

THE END

Mianhae ya kalau ceritanya aneh dan gaje.. MIANHAE seribu MIANHAE.. maklum juga ya kalau bahasa Korea nya gak jelas, Mohon kritik dan commentnya ya.. Kamsahamnida…

Sekali lagi, gomawo yang udah mau baca…