Author : Raini Kaliv

Title     : My little love

Genre  : Romantic

Length : One Shot

Rating : General

Cast     : Lee Taemin SHINee

: Lee Hae Ri

: SHINee member

Omoo, ini merupakan FF pertama saya, jadi maklum aja kalau ada kata-kata yang cukup banyak ngawur, tidak penting dan sedikit aneh #plakk

Harap para readers suka dengan FF saya ini.

Happy reading J J

-Lee Hae Ri POV-

“ Ya.. Lee Teaemin, kenapa kau menyuruhku kesini? Aku masih ada jadwal kuliah sesudah ini?

“ Ah Hae Ri-ya, aku ingin melihatmu. Akhir-akhir ini SHINee begitu sibuk dengan jadwal yang sangat padat. Aku ingin melihatmu walau hanya sebentar. Apakah itu tidak boleh?

Aishh jinja, anak ini benar-benar melatih kesabaranku. Tapi melihat tampang aigonya membuatku gemas.

“ Aishh, aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja aku tidak ingin kamu terlalu kecapen dengan jadwal yang padat dan harus bertemu dengan aku lagi”. Ahh aku menjadi terharu dengan perhatian-perhatian kecil yang dia lakukan untukku.[]

Kini dia bersandar dibahuku “ Biarkan aku bersandar sebentar saja. Aku ingin bersandar dipundakmu”. Aku hanya diam saja, membiuarkan dia bersandar dibahuku sesuka dia.

Aku mengerti dia kalau dia terlihat kecapean atau lelah, jadwal sekolah yang harus diikuti dan jadwal SHInee yang begitu sibuk. Konser, debut, promo album, promo single, fanmeeting, dan banyak kegiatan lainnya yang membuat dia tidak punya banyak waktu untuk istirahat.

“ Bersandarlah sepuas kamu. Aku tidak ingin kamu terlalu capek dan aku berharap sekolah kamu tetap kamu perhatikan” gumamku pelan.

“ Ne noona.. “ jawabnya dalam gumaman juga.

“ Ya.. aish anak ini…” aku menggetok kepalanya kesal. Kenapa dia harus memanggilku noona.

“ Mwo..” teriakknya “ aku salah apa”.

“Anio” jawabku setengah kesal setengah gondok. “ Aku harus balik kekelas, sebentar lagi akan dimulai”. Ah aku masih ingin bersama dengannya walaupun akan banyak teriakan diatara kami. Oke sebenarnya teriakan dari aku.

“ Ah jinja, aku harus pulang sebelum hyung membunuhku karena aku hanya minta waktu sebentar saja tadi”.

Kini kami sudah saling berdiri dan akan saling membelakangi. Bebrapa langkah kemudia dia memanggilku. “ Hae Ri-ya, saranghayeo”.

“Ne, arraso. Saranghayeo Taemin-ah”. Yah aku melihat dia tersenyum dibalik maskernya yang menutupi wajahnya itu. Aku tahu diatara kami ada sesuatu yang hangat yang lebih adari cinta.

-Lee Taemin POV-

Hari ini kami masih harus latihan vokal dan tarian baru untuk konser nanti. Karena aku ijin terlalu lama tadi sekarang Onew hyung memarahiku.

“ Ya..Taemin-ah kamu ini tadi bilangnya hanya sebentar. Kenapa lama sekali? Tanyanya dengan kesal.

“ Mian Hyung, aku tahu aku salah” ucapku pasrah. Ah tadi tuh ada kecelakaan dilampu merah dekat asrama, makanya aku bisa terlambat latihan sekarang.

“ Kajja, ayok kita latihan. Sekarangkan Teamin sudah datang” ajak Key melerai.

Minho Hyung menepuk bahu memberikan semangat. “ Gwenchana, Taemin-ah, kajja”.

Ketika musik mulai dimainkan, kami semua mulai fokus dengan latihan.

———–

Sekarang latihan sedang break, aku mengambil posisi menyender ke diding. Ah rasanya ncapek sekali. Tapi aku merasa cukup senang dengan semua yang aku lakukan sekarang.

“ Tadi kamu menemui Hae Ri-ssi? Tanya Minho hyung yang kini sudah duduk disampingku ikut bersender di dinding juga.

“ Ne hyung. Setelah hampir sebulan tidak bertemu aku senang sekali bertemu dengannya Hyung. Walaupun ketika bertemu dia sering meneriakiku tanpa aku tahu aku salah apa. Tapi aku senang ketika dia seperti itu. Hmmm, apa aku pabo?”

“ Pabo, ah mungkin. Kekeke..” minho hyung menertawaiku.

“ Ah hyung….” Aku tau hyung hanya menggodaku saja, tapi tetap saja aku merasa malu.

-Flashback Lee Taemin POV-

Aku bertemu dengannya ketika dia mendapati makan bekal sendirian di gedung olahraga sekolah. Saat itu aku sangat malu dan sedikit salah tingkah karena ada yang melihatku. Tapi dia sangat menyenangkan. Aku baru tahu beberapa hari setelah kenal kalau dia itu kaka kelasku. Aku baru masuk sekolah ini dan dia akan segera lulus. Dia itu noona yang menyenagkan. Sejak pertemuan di ruang olah raga kami jadi sering bertemu dilain kesempatan. Aku menikmatinya.

Berjalannya waktu, aku menyadari kalau aku menyukai Hae Ri-ya sebagai seoarang wanita bukan sebagai noona yang selama ini aku anggap. Aku menyukainya sebagai seorang laki-laki bukan sebagai seorang adik.

Ketika aku mengutarakan perasaanku awalnya dia ragu, tapi aku berusaha meyakinkannya bahwa aku tulus. Aku begitu senang ketika dia mau menerimaku sebagai namjachingunya. Ahh menyenangkan sekali. Walaupun dia lebih tua dariku aku tidak peduli. Sungguh aku menyukainya.

-Lee Hae Ri POV-

Hampir seminggu setelah pertemuaku dengan Teamin dihalaman kampus. Sekarang aku merindukannya. Ottoke? Aku bisa gila sendiri. Aishh apa aku harus menelphonenya? Aduh bagaimana ini, tapi aku begitu ingin berteriak kepadanya. Omoo,, sunggguh aku tidak tahu caranya menunjukan rasa cinta dihadapannya, aku selalu merasa salah tingkah sehingga yang keluar hanya teriakan. Baikalah aku akan menelephonenya, apapun yang akan terjadi nanti aku tidak akan berteriak. Aku janji.

“Yaaa, kenapa kau tidak mengangkat telephone mu? Aihss bocah satu ini mebuat aku melanggar janjiku saja. Ahh kenapa masih belum diangkat”.

“ Yeoboseyo…”

“ Yaaa, kenapa kau baru angkat telephonemu?

“Mian Hae Ri-ya, aku baru tadi kamar mandi. Ini saja aku masih memakai handuk”. Aishh anak ini benar-benar pabo, masa hal begitu saja dia katakana padaku.

“ Oh,…” aku berusaha menetralisist detak jantungku yang berdegup kencang. Dan hening yang cukup lama diantara kami. “ aku merindukanmu”. Ucapku akhirnya. Sungguh aku merasa mukaku memerah sekarang, dan beruntung aku tidak mengatakan secara langsung, bisa-bisa aku membuatnya malu serta diriku juga malu.

“…………..”

“Taemin-ah, apa kau mendengarkanku? Tanyaku was-was karena dia tidak merespon.

“ Aku senang kamu mengungkapkan perasaanmu. Aku juga merindukanmu. Sungguh” ………… “Muachh”.

Omoo apa aku tidak salah mendengar barusan, sepertinya aku harus kedokter THT untuk memeriksakan pendengarkanku. Ahh dia memberikan kecupan. Oke walaupun ini dalam konteks telephone tapi tetap saja dia memberikan ciuman. Sekarang mukaku makin merah saja.

Ah dia sekarang sudah menjadi namja yang dewasa, bukan baby cute lagi.

Setelah itu telephone aku tutup, dan kejadian barusan masih membuatku senyum senyum sendiri.

Saranghayeo Lee Taemin, My little Love J :*