Tittle: When Love Takes Your Heart

Author: Yurilia

Length: Oneshot

Genre: Romance?

Rating: Sumua Umur

Cast:

Yeon Young

Chan Sung (2PM)

Woo Young (2PM)

Jun Ho (2PM)

Disclaimer: I just own the story line. The Cast (2PM) is belong to theirself. And for Yeon Young, it’s one of my friend’s chara.

No plagiarism! And I need your comment as well.

HAPPY READING~

***

“Kamu lagi ngapain sih? Daritadi ngotak-ngatik hape mulu,” tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dibalik punggung Yeon Young sambil mendelik kearah ponsel yang ada ada digenggaman kedua tangan gadis itu.

Begitu sadar Chan Sung muncul dibalik punggungnya, Yeon Young langsung menutup flip Sony Ericsson W980 miliknya dengan buru-buru. “Chan Sung-ah, kamu nih ngagetin aja!” Yeon Young benar-benar kaget akan kemunculan Chan Sung yang tiba-tiba. Chan Sung pun duduk dikursi yang ada disebelah Yeon Young.

Mereka duduk dideretan paling belakang dari kursi-kursi yang tersusun rapi dikelas tempat mereka menimba ilmu. Mereka sekolah di Byung Moon High School dan duduk di bangku tingkat kedua.

“Kamu masih mikirin dia?” tanya Chan Sung tiba-tiba. Kontan membuat Yeon Young kaget untuk yang kedua kalinya dalam waktu yang relatif singkat.

“Ah, engga kok,” elak Yeon Young dengan nada gugup. Dan Chan Sung jadi langsung tahu kalau antara hati dan bibir Yeon Young tidak ada kesinambungan. Apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan yang dirasakannya.

“Yeon Young-ah, aku tahu tadi kamu baca-baca sms dari dia kan?” Chan Sung langsung menebak. To the point. Tanpa basa-basi.

Yeon Young langsung menundukkan kepalanya. Menghalau airmata yang sudah menari membayangi pandangannya agar tidak tumpah. Chan Sung meraih sebelah tangan Yeon Young, menariknya agar Yeon Young berdiri. Menggandengnya, dan berjalan keluar kelas padahal jam istirahat sudah hampir selesai, hanya tersisa sekitar tiga menit lagi. Baru beberapa langkah keluar dari kelas, Chan Sung dan Yeon Young berpapasan dengan Jun Ho, teman sekelas mereka yang juga teman baik Chan Sung.

“Jun Ho-ah, nanti bilang ke Jang saem kalo Yeon Young sakit dan aku menemaninya di UKS,” Chan Sung menyampaikan pesannya itu pada Jun Ho masih dengan berjalan sambil menggandeng tangan Yeon Young.

Jun Ho yang tidak mengerti apa yang terjadi tapi masih linglung karena Chan Sung memberikan instruksi tiba-tibanya memberhentikan acara jalan menuju kelasnya, dan malah diam membeku sambil matanya mengikuti arah perginya Chan Sung dan Yeon Young. Kenapa mereka? Oh, Yeon Young sakit ya tadi?. Jun Ho berkata dalam hati dan kemudian langsung melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang hanya terpaut jarak beberapa langkah.

***

Chan Sung membawa Yeon Young menuju atap sekolah. Yeon Young masih saja menunduk. Sedari tadi banyak yang memperhatikan mereka. Terlebih lagi Chan Sung itu salah satu cowok terkenal di Byung Moon High School. Walaupun pemandangan Chan Sung dan Yeon Young berjalan berdua itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Bahkan sejak mereka masih duduk di tingkat pertama. Menimbulkan asumsi-asumsi kalau mereka berdua itu sepasang kekasih. Sekaligus membuat hampir seluruh siswi di Byung Moon High School patah hati.

Sampai di atap sekolah, Chan Sung mebawa Yeon Young ke pagar pembatas, tempat mereka biasa menghabiskan waktu berduaan. Untuk sekedar makan siang, ataupun berbagi cerita. Walaupun hanya Yeon Young yang membagi ceritanya. Dan Chan Sung menjadi pendenngar setianya yang baik.

“Sampai kapan kamu mau mikirin dia?” tanya Chan Sung memecah kesunyian dengan nada menerawang sambil melihat kearah halaman sekolah yang berada di bawah.

“Entahlah Chan Sung-ah, aku terlalu mencintainya,” jawab Yeon Young pasrah sambil ikut melihat ke bawah.

Chan Sung meraih kedua bahu Yeon Young dengan kedua tangannya. Diputarnya tubuh Yeon Young hingga menghadapnya. Ditatapnya kedua mata Yeon Young dalam. Bahkan mungkin dia bisa tahu semua yang dirasakan gadis itu hanya dengan menatap bola matanya yang indah berwarna cekolat tua. Namun Yeon Young mengalihkan pandangannya dari mata Chan Sung. Chan Sung tetap memaksa agar Yeon Young menatap matanya.

“Lihat aku, Yeon Young! Lihat aku! Lihat mataku, a-ku men-cin-tai-mu! Sudah berapa kali aku mengatakan hal itu? Tak bisakah kau melihatku sebagai seorang pria?! Kenapa kau mencintai orang yang jelas-jelas tidak mencintaimu,” Chan Sung mengatakannya dengan sepenuh hati. Ia begitu mencintai gadis ini namun sudah berkali-kali ia menyatakan cintanya, tetap saja ia tak bisa meluluhkan hati gadis ini.

“Besok aku pindah ke London, jaga dirimu baik-baik,” Chan Sung melanjutkan dengan nada sambil lalu dan pergi dari situ.

Yeon Young masih diam ditempatnya berdiri. Dia menangis sejadi-jadinya disitu.

***

5 months later

Chan Sung sudah pindah ke London 5 bulan yang lalu. Yeon Young tidak mengetahui apapun mengenai kepindahan karibnya itu, hanya seucap kata yang yang dikatakan lelaki itu saat ia meninggalkan Yeon Young diatap sekolah 5 bulan yang lalu.

“Yeon Young-ah, ada yang nyari kamu tuh,” ujar Jun Ho sambil mengendikkan dagunya kearah pintu kelas mereka.

“Ng? Siapa?” tanya Yeon Young.

Jun Ho menggeser posisinya berdiri agar Yeon Young bisa melihat kearah pintu dimana ada seseorang yang sedang mencarinya. Lalu Yeon Young pun berjalan keluar kelasnya untuk menemui orang yang mencarinya.

“Woo Young-oppa? Ada apa mencariku?” tanya Yeon Young heran.

“Bisa ikut aku sebentar?” tanya Woo Young pelan namun cukup bisa didengar oleh Yeon Young.

“Boleh,” jawab Yeon Young dengan senang hati.

Woo Young mengajak Yeon Young kehalaman belakang sekolah. Dibawah sebuah pohon yang cukup rindang, ia memulai pembicaraannya.

“Mungkin ini sangat tiba-tiba, tapi aku tak bisa lagi menahan perasaanku. Aku mencintaimu. Maukah kau menjadi pacarku?” tanya Woo Young mantap.

“Oppa serius?” tanya Yeon Young kaget.

“Ne, aku sangat serius,” jawab Woo Young mantap.

“Mianhae oppa, aku harus memikirkannya dulu. Maukah kau memberiku waktu?” Entah kenapa Yeon Young menjawab seperti itu. Padahal sudah sejak lama ia mencintai lelaki ini, tapi entah mengapa lidahnya tak bisa mengucapkan ‘iya’ dengan mudah.

“Oke, tidak masalah, aku akan menunggumu. Sampai kau siap,” ucap Woo Young bijak. “Aku harus kembali ke kelas, annyeong,” pamit Woo Young dan langsung pergi dari hadapan Yeon Young.

Disitu, disaat ia mendapatkan balasan untuk cintanya selama ini, hatinya justru tidak merasa senang. Ia tak tahu  kenapa, bahkan ia malah teringat akan sosok yang biasanya selalu menemani hari-harinya, Hwang Chan Sung. Namun sekarng sosoknya sudah pindah ke London. Bahkan Yeon Young tidak tahu bagaimana caranya untuk menghubungi manusia satu itu, karena dia pergi tanpa meninggalkan apapun. Berkali-kali Yeon Young menanyakan nomor telepon Chan Sung pada Jun Ho, namun yang ditanya enggan menjawab. Beribu-ribu kali ia mengirimkan e-mail pada Chan Sung, namun tak ada tanda-tanda bahwa Chan Sung akan membalas e-mailnya.

***

Satu minggu berlalu, namun Yeon Young belum memberikan jawaban pada Woo Young. Entah kenapa hatinya tak menginginkan Woo Young, namun hatinya justru menginginkan Chan Sung untuk berada disisinya. Akhirnya ia memutuskan untuk menolak Woo Young. Ia sendiri tak mengerti apa yang ada dipikirannya sekarang, hingga ia bisa menolak cinta dari seseorang yang sudah sejak dulu dicintainya.

Yeon Young mengambil ponselnya yang ada di saku kemejanya, menekan nomor yang sudah dihafalnya diluar kepala. Nada sambung terdengar tanda teleponnya sudah tersambung. Setelah beberapa saat, sebuah suara yang juga sudah sangat dikenalnya terdengar.

“Yeoboseyo?”

“Woo Young-oppa, aku sudah punya jawabannya,” Yeon Young berkata dengan ragu.

“Jinjjayo?”

“Ne. Tapi, mianhae, aku tak bisa menjadi pacarmu. Aku…aku mencintai orang lain, mianhae oppa,” jelas Yeon Young.

“Begitukah? Ah, tak masalah, semoga kau bahagia dengan lelaki yang kau cintai,” ucap Woo Young pasrah.

TREK. Woo Young mematikan sambungan teleponnya. Yeon Young menelan ludahnya. Ia jadi merasa bersalah, namun hati kecilnya mengatakan kalau ini yang terbaik.

***

2 weeks later

Selama dua minggu sejak ia menolak Woo Young, ia gencar menanyakan pada Jun Ho mengenai Chan Sung. Ia juga terus saja mengirimi Chan Sung e-mail. Walaupun yang didapatannya hanya kekecewaan. Karena e-mailnya tak pernah dibalas oleh Chan Sung, Jun Ho juga tetap menyembunyikan nomor telepon Chan Sung.

Hingga pada hari ini, dia datang ke kafe milik keluarga Jun Ho untuk memaksanya memberitahukan nomor telepon Chan Sung.

“Jun Ho-ya, kumohon, kasih tau aku nomor teleponnya dong!!” pinta Yeon Young untuk yang kesekian kalinya.

“Dengarkan aku ya! Dia sudah berpesan padaku agar tidak memberikan informasi apapun tentangnya padamu. Aku tak bisa mengkhianati sahabatku. Walaupun aku tahu kau adalah orang yang dicintainya. Tapi aku tetap tak bisa,” jelas Jun Ho dengan wajah letih.

TRING. Bel yang ada di pintu kafe berbunyi, tanda ada tamu yang datang.

“Park Yeon Young, kau tak perlu lagi mencari tahu nomor teleponku, karena aku ada disini sekarang,” ujar sang tamu yang baru datang tadi.

“Hwang…Chan…Sung?” Yeon Young kaget melihat siapa yang datang. Ia tak menyangka, disaat hatinya hampir saja putus asa, keajaiban justru datang untuknya.

“Ne, ini aku, lelaki yang kau cintai hm?” ujar Chan Sung lagi dengan nada menggoda.

Yeon Young menghampiri tempat Chan Sung berdiri. “Ya! Teganya kau meninggalkanku tanpa kabar sedikitpun!” Yeon Young berkata sambil memukul-mukul bahu Chan Sung. Chan Sung hanya bisa pasrah dan menangkis sekenanya pukulan-pukulan liar yang diberikan Yeon Young. “Kamu tega, Chan Sung-ah! Tega! Jahat!” kini, bukan pukulan yang keluar dari amarah Yeon Young, melainkan air mata.

Chan Sung yang melihat hal itu, langsung meraih Yeon Young kedalam pelukannya. Beruntung kafe milik keluarga Jun Ho tidak terlalu ramai sekarang. Jadi adegan berpelukan antara Chan Sung dan Yeon Young tidak menjadi tontonan heboh. Jun Ho hanya tersenyum melihat keduanya.

The End