Author : Rebecca Mularia
Title : To Make Your Dream Come True
Length : One Shot
Genre : romance
Cast : Choi Seunghyun (TOP of Bigbang), Lee Seunghyun (Seungri of Bigbang), Park Kyunghee dan Oh Hye Eun (Fiksional)
also posted on my blog

“Apa mimpimu kalau kau sudah dewasa, Kyung Hee?” seorang anak lelaki berumur 10 tahun berparas tambun bernama Choi Seung Hyun duduk di ayunan bercat merah yang sudah mulai karatan.

“Aku? Aku ingin.. Aku ingin dicium dan menikah dengan Seunghyun oppa di Paris. “ kata gadis berumur 7 tahun yang bernama Kyung Hee. Ia duduk di ayunan kuning yang juga mulai berkarat di sebelah Seunghyun.

“kau.. mau menikah denganku?” Seunghyun yang dua tahun lebih tua dari Kyunghee menghentikan gerakan ayunannya tiba-tiba.

“Bukan, bodoh! Lee Seunghyun! Yang kumaksudkan adalah Lee Seunghyun.” Kyunghee tetap mengayunkan ayunannya, tak peduli dengan Seunghyun yang masih duduk terdiam di sampingnya. “Jangan bilang kau tak tahu Lee Seunghyun!” Kyunghee tiba-tiba ikut memberhentikan ayunannya. Menatap lurus ke mata Seunghyun, lalu melepas kacamata tebalnya.

“kau tak tahu Lee Seung Hyun?” Kyung Hee kembali bertanya, meyakinkan. Yang ditanya hanya membalas dengan sekali gelengan ragu. “Haish! Kau punya TV kan di rumah? Nyalakanlah itu sekali-sekali. Jangan hanya berkutat dengan buku pelajaran. Lee Seunghyun oppa adalah penyanyi remaja yang baru saja merelease album keduanya. Umurnya masih 13 tahun, tapi fansnya tak hanya berasal dari Korea, bahkan ketenarannya sudah sampai ke luar Asia dan Eropa.” Kyunghee mulai berceloteh panjang. “Dia sungguh sangat tampan. Dan suaranya sangat enak di dengar..” Kyunghee tiba-tiba berhenti berbicara. Ia kemudian kembali menatap Seunghyun yang hanya terdiam memandang wajah Kyunghee. Kyunghee lalu mengembalikan kacamata Seunghyun.

“sudahlah.. kau pasti tak akan mengerti apa yang aku bicarakan.” Kyunghee kembali menggerakkan ayunannya. “Kau sendiri.. apa mimpimu kalau kau sudah dewasa?” Kyunghee tetap tak menatap ke arah Seunghyun.

“aku.. aku ingin mewujudkan semua mimpimu.” Jawab Seunghyun singkat.

~~~

“Kyung Hee! Aku akan pergi ke Music Core hari ini. Seunghyun, ah anni, Seungri oppa akan tampil disana. Kau mau ikut?” Oh Hye Eun yang pagi itu memakai bandana merah muda menyapa Kyung Hee yang baru saja memasuki ruang kelas.

“Ah.., Choi Seunghyun, tetanggaku yang  pergi ke Amerika itu akan kembali ke Korea beserta keluarganya malam ini. Ayah dan ibuku sudah menyiapkan acara penyambutan untuk mereka. Jadi kurasa.. aku tak bisa ikut kali ini.” Kyung Hee menampakkan wajah sedihnya. Sebenarnya, hari ini adalah comeback dari penyanyi favoritnya semenjak kecil setelah dua tahun menjalani wajib militer. Dia comeback dengan nama baru, Seungri.

“ah, sedih sekali. Padahal ini pertama kalinya ia tampil di depan umum setelah 2 tahun terisolasi dari mata kamera.” Kata Hye Eun ikut berekspresi sedih. “baiklah, pastikan nanti malam kau menonton siaran langsungnya, ya?” Hye Eun dengan cepat mengubah ekspresinya, hanya dapat mengangguk. “Baiklah, aku mau ke perpustakaan dulu dengan yang lain. Kau ikut?” dia bertanya lagi pada Hye Eun. Yang ditanya hanya dapat menggeleng lemah, terlalu malas untuk beranjak dari bangkunya.

~~~

“Kyung Hee, tolong keluarkan kalkun panggangnya dari microwave.” Eomma Kyunghee yang berada di ruang makan berkata lembut kepada Kyunghee yang ada di dapur. Semua orang sibuk di rumah Kyunghee. Appa sedang menjemput keluarga Choi dari Gimpo airport, Eomma dan Kyunghee memasak dan menata meja makan, sementara Kyung-ok, adik lelaki Kyung hee membereskan ruang tamu dan ruang keluarga.

“Eomma, ini kan bukan thanksgiving. Untuk apa memberi mereka jamuan semewah ini? ini terlalu berlebihan.” Keluhku pada eomma, namun tak urung tugas yang dipercayakan padanya dikerjakan juga.

“Tak apa, Kyunghee. Keluarga Choi sudah eomma dan appa anggap seperti keluarga sendiri. Lagipula, memangnya kau tak kangen dengan Seunghyun? Kalian berdua kan dulu sangat dekat.” Goda eomma pada Kyunghee.

“Ah! Jadi, Kyunghee noona dari dulu sudah punya pacar?” Kyung ok tiba-tiba saja sudah ada di ruang makan dan ikut dengan percakapan Kyunghee dan eommanya.

“Aih, kenapa aku harus punya adik seperti dirimu, Kyung ok? Selalu saja ingin tahu urusanku.” Kyung Hee berpura-pura mengeluh, mengalihkan perhatian.

“Sudahlah, kalian berdua lebih baik segera mandi. Keluarga Choi akan datang sebentar lagi. Jangan lupa pakai pakaian yang bagus, arachi?” eomma Kyunghee menggerakkan tangannya seakan mengusir kedua anaknya itu dari dapur.

Malam pun tiba, sekitar pukul 07.00, Mobil appa Kyunghee sudah masuk ke garasi rumah dan ribut-ribut pun mulai terdengar dari pintu. Kyung-ok tampak tak sabar ingin bertemu Keluarga Choi, khususnya Choi Seunghyun. Sementara Kyunghee malah duduk santai di sofa, menantikan penampilan dari artis favoritnya, Seungri.

“Ahh.. ini Kyunghee? Aih, kau sudah besar sekarang. Sudah cantik.” Choi Ahjumma menghampiri Kyunghee yang kaget karena kehadirannya yang tiba-tiba. “yeobo, coba lihat, Kyunghee yang dulu sering kita ajak jalan-jalan ke Incheon kalau orang tuanya sedang sibuk, sekarang sudah tumbuh dewasa.”

“Aigoo~ dan jangan bilang ini adalah Kyung ok” kata Choi ahjussi setelah Kyung Hee menyalami tangannya. “terakhir aku menggendongmu, kau hanya bisa bilang ‘eomma’ hahahahaha” mereka sekeluarga pun akhirnya larut dalam tawa.

“tunggu dulu, Seunghyun, dimana dia?” tanya eomma Kyunghee yang berdiri di sebelah Kyunghee. Tak sampai sepersekian detik kemudian, seorang lelaki masuk ke dalam ruang tamu kepayahan. Badannya tambun dan berperawakan besar, memakai kacamata besar dan kemeja kotak-kotak hitam dan putih. Dia membawa paper-bag yang kemungkinan besar berisi oleh-oleh.

“Seunghyun?” Kyunghee menatap lurus kearah mata Seunghyun, meyakinkan apa yang retinanya tangkap. Yang dipanggil hanya menengok lalu balas menatap. Sejenak ruangan itu diam.

~~~

Makan malam bersama keluarga Choi pun usai. Kyunghee akhirnya dengan terpaksa melewatkan penampilan Seungri di tv karena merasa tak enak jika tak ikut makan. Sebentar lagi adalah penampilan kedua Seungri. Kyunghee sudah duduk di sofa ruang keluarganya, sementara Choi Ahjumma, Ahjussi, appa dan eomma sedang mengobrol santai di taman belakang. Kyunghee membetulkan letak cardigan cokelat pucat yang ia pakai diatas sehelai gaun bermotif bunga berwarna senada.

“Kau masih suka Seunghyun itu?” kata Seunghyun merujuk kepada Seungri yang ada di TV. “Kau tak banyak berubah” ia lalu duduk tepat disebelah Kyung hee.

“Ayah dan ibumu bilang aku tambah cantik.” Kyunghee membalas kalimat Seunghyun. “Seharusnya aku yang bilang bahwa kau tak banyak berubah.” Tambahnya lagi.

“well, sekarang aku lebih baik dari Seunghyun yang dulu.” kata Seunghyun datar menatap ke arah tv.

“kau masih sangat gendut, masih memakai kacamata. Dan kau sangat suka memakai kemeja motif kotak-kotak. Dimananya yang lebih baik, eh?” Kyunghee berusaha menggoda—mengejek—fisik Seunghyun.

“Sekarang aku pandai menari” kilah Seunghyun

“bagaimana bisa menari kalau badanmu sebesar ini?” ejek Kyunghee.

“Sekarang aku sudah bisa melantunkan beberapa baris rap.” Seunghyun tak mau kalah.

“Paru-paru mu akan kehabisan nafas duluan sebelum barisan rap mu selesai.” Kyunghee masih mengejek.

“aku akan menjadi lebih baik dari Seunghyun mu yang ada di TV itu.” Seunghyun beranjak dari ruang keluarga dengan nada ketus pada kalimat terakhirnya. Entah kenapa Kyunghee merasa bersalah karenanya

~~~

“Cepat, Kyunghee! Aku tak mau kita ketinggalan kereta dan tak bisa menyaksikan penampilan Seungri oppa di music bank hari ini! kau harus tahu, penampilannya kemarin sangat mengesankan! Dan firasatku, hari ini dia akan membagikan beberapa goodies album nya.” Hye eun tetap berceloteh selama perjalanan kami dari sekolah ke stasiun kereta. Aku mengikat tali sepatuku singkat lalu segera berlari menghampirinya.

Belum beberapa langkah kuambil, tali sepatuku sudah lepas dan nyaris saja aku jatuh karenanya. Saat kutelusuri, sebuah kaki raksasa telah menginjak tali sepatuku. Oh, ternyata itu adalah Seunghyun.

“naik ke mobil, aku akan mengantarmu.” Seunghyun berkata datar.

“Tidak! Aku mau pergi dengan temanku. Kau pulang saja duluan.” Kyunghee menatap seunghyun dengan tatapan memohon. “HEY! Kau!” Seunghyun kemudian memanggil Hye Eun. “Iya! Kau! Kau temannya Kyung hee kan? Kalian akan pergi? Keberatan kalau ku antar?” Seunghyun berkata kepada Hye Eun.

“Diantar? Naik mobil? Oh, For God sake, aku sangat berterima kasih kepadamu. Itulah yang kami butuhkan sekarang.” Katanya tepat di depan Kyung Hee dan Seunghyun. “Ayo, Kyunghee, cepat kita naik ke mobil. Jangan sia-siakan kesempatan macam ini!” sergah Hye eun cepat lalu menarik tangan Kyunghee, masuk ke dalam bentley hitam 4 seat milik Seunghyun.

Sepanjang perjalanan, Seunghyun dan Hye eun lah yang paling menikmati keadaan ini. mereka saling melontarkan lelucon dan tebak-tebakan, lalu tertawa terbahak-bahak.

“kurasa mobil kecil ini tak cocok denganmu, Seunghyun.” Kata Kyunghee membuat tawa Hye eun dan Seunghyun terhenti. Suasana mobil menjadi canggung dan Kyunghee benar-benar menyesal akan kata-katanya.

25 menit perjalanan tak terasa, akhirnya mereka sudah sampai di gedung KBS. Mereka langsung masuk ke studio dan langsung disambut dengan teriakan riuh dari arah bangku penonton. Ternyata Afterschool baru saja menyelesaikan penampilannya. Para playgirls dan playboys masih berteriak sementara musik mulai berganti. Member SHINee pun keluar. Sekarang giliran para shawol dengan Lightstick mereka meneriakkan nama member SHINee. Hye Eun, Kyung hee dan Seunghyun beriringan mencari kursi untuk duduk. Akhirnya mereka mendapat tempat di sebelah kanan panggung.

Satu-persatu member SHINee menghilang kebalik panggung. Kemudian asap putih dari dry ice mulai membubung dari arah panggung. Lampu diredupkan dan sebuah intro lagu didengungkan. Itu penampilan yang dinanti-nanti oleh Kyunghee dari tadi.

My heart is beating everytime i see you..

Then you’re coming close to me..

Seungri menunjuk ke arah Kyunghee.

Semua fans Seungri berteriak melihat tingkah idolanya itu. Tapi satu yang Kyunghee tau pasti, jari telunjuk Seungri menunjuk padanya tadi.  Bahkan, mata mereka sempat bertemu, Kyunghee yakin itu.

“Aku bisa lebih baik dari dia” bisik seseorang dari sebelah Kyunghee, Seunghyun.

“Kau tak bisa, dia yang terbaik.” Kata Kyunghee sambil masih tersenyum ke arah panggung. Tanpa Kyunghee sadari, Seunghyun meninggalkannya tanpa berkata apapun.

~~~

Sudah tiga bulan semenjak comeback seunghyun alias Seungri di dunia perindustrian entertainment Korea. Dan hari ini, tepat di hari ulang tahun Kyunghee yang ke 17, Seungri akan merelease Music Video untuk single terbarunya.

“dan.. inilah.. MV terbaru dari urineun Seungri-goon!” kata Shin Bongsun yang menjadi pemandu acara peluncuran MV di sebuah pusat perbelanjaan ini, mengawali teriakan dari seluruh gadis usia belia yang datang ke tempat itu. Sebuah layar hitam besar kemudian berubah warna. Dan muncul wajah Seungri. Seungri, beserta dengan manager dan produsernya turut hadir menyaksikan perelease-an MV itu. MV yang katanya menghabiskan biaya jutaan US$.

Paduan dance energik dari Seungri serta musik upbeat yang menghentak jantung dan tak lupa potongan adegan action antara Seungri dengan beberapa aktor papan atas Hollywood mengisi layar itu beberapa menit. Setelah MV itu selesai diputar, semua gadis berteriak riuh, menunggu Bongsun memimpin mereka ke acara berikutnya.

“Ya.. uri Seungri-goon, apa yang membuat anda sangat optimis bahwa MV ini akan laku dijual, tak hanya di Korea, tapi juga ke pasar Asia dan Eropa?” Bongsun memulai sesi tanya jawabnya.

“Aku yakin.. cintaku kepada semua fansku di seluruh dunia akan membuat MV ini laku terjual.” Seungri berkata kearah kamera. Semua orang yang ada disana berteriak mendengar jawaban Seungri.

“Lalu apa yang membuat MV ini menjadi spesial?” bongsun kembali mencoba mengorek yang ada di dalam pikiran Seungri.

“karena saat aku ada di Amerika, menyelesaikan shooting MV ini, yang aku pikirkan hanyalah para fansku. Aku berusaha setiap nano-detik yang ada di MV ini dibuat tanpa cela sehingga fansku bisa terpuaskan.” Seungri kembali menjawab dengan percaya diri.

“Aigoo.. uri Seungri-goon adalah orang yang sangat baik. Keurae, setelah ini, siapa yang mau mendapat tanda tangan dari uri Seungri-goon?” Bongsun mengarahkan mic nya ke arah penonton. Semua orang kembali berteriak, tak terkecuali Hye eun dan Kyunghee. “baiklah, bagi kalian yang mau mendapat tanda tangan dari uri Seungri-goon, tetap disini! Kami akan membuka sesi fansign setelah penampilan berikut!” Bongsun menutup sesi interviewnya. Beberapa anak muda kemudian naik ke atas panggung. Menyanyikan beberapa buah lagu. Sepertinya mereka boyband rookie yang baru debut.

“Kyunghee! Kau tahu? Tadi aku dari toilet dan sepertinya aku melihat Seunghyun oppa.” Hye Eun menghampiri Kyunghee yang masih duduk di bangku penonton.

“Seunghyun oppa sekarang ada di balik panggung, Hye eun. Itu tak mungkin Seunghyun oppa.” Kata Kyunghee santai.

“anni! Bukan Seungri oppa yang kumaksud. Seunghyun oppa, yang waktu itu mengantar kita ke music bank. Hanya saja sekarang badannya sangat kurus dan berotot. Ah~ dia makin tampan, Kyunghee. Kenapa kau tak memberitahuku ada namja setampan itu?” Hye eun menjelaskan.

“aku sudah tak bertemu dengannya selama 3 bulan, Hye eun. Ah, mungkin kau salah orang. Aku tahu dia tak akan menjadi lebih tampan dari Seungri oppa.” Kyunghee mencoba merendahkan omongan  Hye eun.

“Tapi dia memang lebih tampan dari Seungri oppa.” Kata Hye eun agak kesal karena Kyunghee tak percaya padanya.

“Aigooo.. bagaimana, apakah kalian sudah siap untuk menerima tanda tangan Seungri?” bongsun kembali memimpin acara. Semua fans mulai berlarian menuju antrian agar mendapat tanda tangan Seungri.

Tiba saatnya Kyunghee mendapat tanda tangan. Dia menyerahkan kotak CD nya dengan rasa deg-degan.

“namamu?” Seungri bertanya dengan ketus.

“Choneun.. Park Kyung Hee imnida. Bangapseumnida.” Kata Kyunghee menggunakan aegyonya yang sama sekali tak ditanggapi oleh Seungri. “igo.. bisakah.. bisakah kau menulis selamat ulang tahun untuk ku di CD itu? Kebetulan hari ini aku ulang tahun.” Kata Kyunghee takut-takut.

“YA! Inma! Setelah itu apalagi yang akan kau minta? Kau sudah cukup merepotkanku dengan datang dan memintaku menandatangani CD ini. sekarang kau malah menyuruh-nyuruhku.” Seungri berkata ketus. “Aku bahkan tak peduli kapan ulang tahunmu. Bersyukurlah aku masih mau menandatangani CD mu!” kata Seungri sambil masih sibuk menulis di atas cover CD milik Kyunghee.

Kyunghee tak dapat menahan airmatanya lagi. Satu tetes sudah terjatuh dari pelupuknya. Hye eun mencoba menenangkan Kyunghee dengan menepuk bahunya. Kyunghee tak kuat lagi, sejurus kemudian ia berlari, meninggalkan antrian. Berlari entah kemana tujuannya.

Setelah sampai di lantai dasar, Kyunghee yang airmatanya berlinangan tetap berlari seperti orang linglung. Sampai-sampai Kyunghee menabrak seseorang dan jatuh terduduk di lantai. Kyunghee tak sempat melihat siapa yang ia tabrak. Ia terlalu malu untuk menatap matanya. Ia hanya terduduk di lantai, menutup wajahnya dan menangis. Ia tak pernah mendapat perlakuan sekasar itu. Dan yang lebih menyakitkan, orang yang ia impi-impikan untuk menikahinya suatu hari nanti, di Paris adalah orang yang melakukan itu.

“mianhae.. gwenchanayo?” sebuah suara berat menyergap telinga Kyunghee dan sebuah tangan besar menepuk punggungnya. Mau tak mau ia mengangkat wajahnya. Kyunghee hanya mengangguk singkat dan mengelap semua cairan bernama ingus, airmata, keringat dan minyak dari wajahnya. Wajahnya terlihat sangat buruk sekarang.

“Kyunghee?” namja yang ditabraknya itu menyebut namanya, lalu menatap lurus ke arah matanya. Kyunghee yakin sekarang ia dan namja itu menjadi pusat perhatian semua orang disitu. Tapi Kyunghee tak peduli. Ia malah balas menatap mata namja itu tajam mencoba mencari tahu siapa namja itu.

Retina coklat tua nya yang dibingkai dengan mata indah. Tulang pipinya sangat tajam terlihat serta hidungnya mancung sempurna. Kakinya tinggi jenjang dan badannya mulus berotot. Saat ini ia tampak berkeringat seperti habis melakukan pekerjaan berat.

“earth to kyunghee! Can you hear me?” namja ini menggerak-gerakan tangannya tepat di depan wajah Kyunghee, mencoba mengembalikan kesadarannya.

“Ne?” Kyunghee hanya menjawabnya singkat. Masih dengan mata menatapnya.

“kuantar kau pulang. Sepertinya kau tak dalam keadaan yang baik untuk naik kereta sejauh 17 km.” Kata namja itu lalu menarik tangan Kyunghee lembut menuju parkiran, dan masuk ke dalam mobil bentley hitamnya. Dan dari situlah Kyunghee baru sadar siapa namja ini.

“Choi Seunghyun?” kata Kyunghee saat mereka sudah ada di dalam mobil.

“Ne?” yang ditanya menjawab singkat. Choi Seunghyun memasukkan kunci kontaknya dan menyalakan mobil itu.

“Neo jeongmal Choi Seunghyun?” Kyunghee bertanya lagi, meyakinkan.

“ne. Siapa lagi namja yang kenal dirimu sejak 13 tahun yang lalu?” kata Seunghyun menaikkan sudut bibirnya, tersenyum manis kepada Kyunghee.

“kau.. kau berbeda.” Kata Kyunghee jujur.

“gomapta.” Katanya mengusap pelan puncak kepala Kyunghee. Kyunghee menikmati sentuhannya, seperti yang selalu ia inginkan, seorang kakak yang akan selalu ada untuk menjaganya. Suasana mendadak hening. Tak ada yang berani mengangkat suara.

“apa yang kau lakukan tadi di mall?” Seunghyun bertanya pada Kyunghee sambil tetap menyetir.

“aku.. aku datang ke acara pereleasan MV seungri oppa. Dan pada saat fansigning, saat aku memintanya menuliskan selamat ulang tahun untukku, dia malah berkata ketus padaku.” Entah kenapa semua isi hati Kyunghee keluar dengan sendirinya.

“well, kukira kau masih suka dengan Seunghyun yang penyanyi itu” kata Seunghyun.

“Seungri itu nama baru dari Seunghyun.” Kyunghee hanya menjawab singkat. Sebenarnya ia mulai malas mengingat-ingat makhluk bernama Seungri itu.

“Jinjayo? Hahahaha.. kurasa dia tak sanggup memiliki nama sama dengan orang setampan aku. Hahahahaha” Seunghyun kembali tertawa. Membuat suasana mobil ini menjadi lebih nyaman untuk Kyunghee.

“kau sendiri, apa yang kau lakukan disana?” Kyunghee mulai melupakan kejadian di mall barusan

“latihan rutin. Dua bulan lagi aku akan memulai debutku sebagai rapper dari salah satu boyband jadi aku harus menjaga penampilanku.” Jawab Seunghyun mencoba menjelaskan.

“latihan rutin, maksudmu?” Kyunghee kemudian mengarahkan pandangannya kepada Seunghyun.

“Gym. Thats it.” Jawab Seunghyun singkat.

Suasana kembali sunyi. Tak ada lagi yang membuka pembicaraan. Sekitar 10 meter dari rumah Kyunghee, Seunghyun menghentikan mobilnya.

“W..waegurae, Seunghyun-ah?” Kyunghee mulai punya firasat tak enak.

“aish~ neo jinja! Tak pernah memanggilku oppa. Aku kan dua tahun lebih tua darimu.” Seunghyun mengeluh.

“Kau kan bukan anak dari appa-eommaku.” Kata Kyunghee angkuh.

“Seungri oppa mu itu juga bukan anak kandung appa-eomma mu.” Skakmat. Tak ada yang bisa Kyunghee bicarakan lagi. Suasana kembali hening untuk beberapa detik berikutnya.

“Baiklah sudah saatnya kau pulang.” Kata Seunghyun. “Saengil Chukkahamnida, Kyunghee-ya” kata Seunghyun sambil menyodorkan sebuah amplop putih kepada Kyunghee.

“Mwoya igo?” tanya Kyunghee memperhatikan amplop itu, curiga. Lalu ganti memperhatikan mata polos Seunghyun. Mata itu menyiratkan perintah untuk membuka amplop. Kyunghee membukanya perlahan. Takut merusak isinya. Dikeluarkannya beberapa lembar kertas putih didalamnya.

NAME : KYUNG HEE, PARK

DATE : JULY 1ST 2011

DESTINATION : CHARLES DE GAULE AIRPORT, PARIS, FRENCH

DEPARTURE TIME :

Kyunghee tak sanggup membaca sisa kertas itu. Ia menahan nafasnya ketika membaca nama airport itu. “Igo.. neo.. neo jinja Choi Seunghyun?” Kyunghee bertanya masih tak percaya. Seunghyun hanya mengangguk tak mengerti arah pembicaraan Kyunghee. “boarding pass ini.. untukku?” Seunghyun kembali hanya mengangguk.

“itu.. hadiah ulangtahunmu.” Kata Seunghyun malu-malu.

“wae? Kenapa tepat di ulang tahunku dan kenapa ke Paris?” Kyunghee masih menatap nanar ke arah Seunghyun yang tertunduk.

“boarding pass itu.. kubeli hari ini. tepat saat aku menandatangani kontrak kerjaku dan mendapat pra-honorku. Aku sudah pernah berjanji padamu aku akan mewujudkan mimpimu.” Kata Seunghyun yang kontan membuat  ingatan Kyunghee kembali ke 10 tahun yang lalu, dimana mereka berdua bermain di taman dan melontarkan mimpi mereka masing-masing di masa depan.

Seunghyun mengangkat tangannya hendak menyentuh pipi Kyunghee yang masih asik dengan pikirannya. Kaget, Kyunghee malah menarik badannya mundur beberapa centi, membuat Seunghyun juga tak jadi melakukan niat awalnya.

“Saranghaeyo.” Seunghyun menggumamkan kata itu dengan cepat. Keringat sebesar biji jagung jatuh dari pelipisnya.

“Ne? Mianhae, Seunghyun. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri, jadi aku tak dengar. Kau bilang apa tadi?” Kyunghee memasang tampang polosnya. Sebenarnya ia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Seunghyun. Namun ia berpura-pura polos agar Seunghyun lebih berani.

“nan saranghaeyo.” Kata itu terdengar jelas dari mulut Seunghyun. Kyunghee diam terpaku. Meski sudah mendengar gumaman kata itu, mendengarnya secara jelas membuat Kyunghee merasa melayang, namun juga berat untuk menjawab. “Ah~ aku tahu suasana hatimu sekarang sedang buruk, tapi.. aku hanya ingin kau tahu bahwa aku menyayangimu. Sejak kita masih kecil, biarpun aku selalu berusaha menyaingimu, tapi ada dorongan di hati kecilku untuk selalu melindungi mu.”

Kyunghee benar-benar mati langkah. Teringat akan semua rasa sepi ketika Seunghyun pergi. Racauan di setiap mimpinya memanggil nama Seunghyun serta ayunan kosong disebelahnya ketika ia pergi ke taman. Tapi sekarang, Kyunghee sendiri masih belum tahu apakah yang ia rasakan pada Seunghyun hanya sekedar suka, sayang atau benar-benar cinta.

“Jadi aku akan pergi sendiri?” Kyunghee bertanya polos dan retorikal kepada Seunghyun.

“Anni. Mana mungkin orang tuamu akan mengijinkanmu jika kau pergi sendiri? Aku akan ikut. Mimpimu kan dicium dan menikah di Paris. Aku tak mungkin mewujudkan yang kedua, jadi mungkin kita bisa ber…” Laki-laki polos di depan Kyunghee ini malah membocorkan semua rencananya.

“Aish arro, arro. Tak usah kau lanjutkan.” Kata Kyunghee menghentikan kalimat Seunghyun. Air muka Kyunghee berubah, lebih cerah. Pipinya bersemu merah malu-malu mendengar rencana Seunghyun. “Lalu, kenapa harus ini? oh jangan bilang kalau ‘Love is always wait,wait for the right time.’” Kata Kyunghee kemudian.

“Anni. Buatku, ‘Love can’t wait, just take a time and make it perfect’. Semua terjadi begitu saja. Penandatanganan kontrak ku, tabrakan di mall tadi, patah hatimu pada Seungri, dan.. pernyataan cintaku tadi… semua terjadi layaknya air mengalir.” Kata Seunghyun percaya diri. Kyunghee tersenyum merekah.

“Aku pulang oppa.” Kata Kyunghee sejurus kemudian ia keluar dari mobil. Dari belakang, Seunghyun ikut keluar dari mobil dan mereka berjalan beriringan ke rumah Kyunghee dalam diam.

“Anyeong, Seunghyun. Jalga~” kata Kyunghee lalu hendak membuka pagar rumahnya.

“Chakkaman!” kata Seunghyun menghentikan kegiatan tangan Kyunghee. “Kau belum menjawab aku.”

“Kau tak bertanya apa-apa, Seunghyun.” Kata Kyunghee terlihat cool, padahal menahan tawa.

“Ah.. kau benar. Maukah kau.. maukah kau pergi ke paris denganku?” kata Seunghyun akhirnya. Sejujurnya Kyunghee kecewa. Dalam pikirannya barusan, ia mengharapkan Seunghyun bertanya maukah ia menjadi kekasih Seunghyun.

“Ne~ aku mau. Itu kan impianku.” Kyunghee menatap Seunghyun santai sambil tersenyum manis.

“Jinjayo?” Seunghyun tampak kaget. Kyunghee hanya tertawa kecil melihat ekspresi lelaki yang mulai disukainya itu.

Kyunghee lalu mendekatkan bibirnya ke pipi Seunghyun. “Nan jeongmal joahae, oppa.” Kata Kyunghee manis lalu segera masuk ke dalam rumahnya.

Seunghyun terdiam beberapa detik lalu tertegun, “Ya! Park Kyunghee, katanya kau mau dicium di Paris?” gumam Seunghyun pelan.

“aku memang mau dicium di Paris, yang tadi aku lakukan kan mencium kau. Sudah sana pulang, Jalga!” kata Kyunghee manis lalu menutup pintunya.

~~~

a/n:  this is a long oneshot with a longtime of work to make it. I make this before my final exam held AND when the final exam was held, i was sick ’till i’ve got to had a bed rest in hospital. still, when I already out from the hospital i need to make-up test almost all subject in the exam. and today (23062011), I’ve done this ff. *spread the confetti* THANKS FOR READING. COMMENTS ARE ALWAYS WELCOME ^^

Iklan