Title                 : Story About Us (PART 1)

Author                        : Han RanRan

Rating             : All ages

Cast                 : Lee Donghae (Donghae),Lee Hyukjae (Eunhyuk)

Genre              : Romance, Hurt,Friendship 

Disclaim          : This FF 100% belong to me. DON’T BE A PLAGIATOR

Type                : Continue

Annyeong,chingudeul😀

Semoga part 1 ini tidak mengcewakan kalian. FF ini ASLI hasil pemikiran abal saya. 100% belong to ME. DON’T FORGET TO COMMENT J

Gomawo readers *deep bow

HAPPY READING🙂

***
Saat cinta dan persahabatan dihadapkan pada dua pilihan manakah yang akan kau pilih? Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. 
Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. 

Ini hanya kisah tentang kami. Tentang rasa sakit,penghianatan, persahabatan dan cinta itu sendiri.

 

-AUTHOR POV-

Seoul 2004

Seorang bocah laki-laki terlihat mengerecutkan bibirnya. Terlihat jelas raut kesal dari wajahnya. Di sampingnya terlihat seorang wanita yang membelai kepalanya. Berusaha untuk menenangkan anak semata wayangnya

-DONGHAE POV-

“Shirro umma,Shirro,aku tidak ingin pindah lagi. Aku sudah betah disini. Aku tidak mau umma,” rengekku kepada umma

“Tapi chagi,apa kau ingin berpisah dengan appa? Kita harus mengikuti appamu chagi,”jelas umma padaku,

“Tapi umma aku sudah punya banyak teman disini.”

“Umma tau chagi,tapi umma janji kali ini adalah kepindahan terakhir kita dan umma jamin kau pasti betah disana,” jawab umma sambil tersenyum

“Hah,arraso umma,oh iya umma mengapa umma yakin kalau aku betah di kota itu umma? ” tanyaku ingin tahu

“Rumah kita disana dekat pantai, Hae. Bukankah kau menyukai laut?” jelas umma padaku

“Jinjja? Aku rasa aku benar-benar menyukai kepindahan kita kali ini umma.”

Ya itulah awal mula aku bisa tinggal di Jeolla,gara-gara mengikuti appa. Kami sekeluarga harus pindah ke kota kecil ini. Aku harap ini memang kepindahanku yang terakhir. Aku sudah bosan berpindah tempat untuk mengikuti appa. Pekerjaan appa adalah pegawai bank. Jadi wajar saja kalau appa selalu dipindah tugaskan.

Dan di sinilah aku sekarang di tepi pantai berbaring menatap awan dan mendengarkan deburan ombak. Aku begitu menyukai suasana ini. Tenang dan damai. Jeolla benar-benar mempunyai pantai yang indah. Aku rasa aku tidak menyesal mengikuti kepindahan appa kali ini.

Tiba-tiba

BRAAKK

Ku dengar suara benda jatuh,sepertinya suara itu berasal tidak jauh dariku. Lebih baik aku mencari tahu apa yang terjadi

“Hiks…hiks eomma appa,” rintih yeoja kecil disampingku

Ternyata suara tadi berasal dari yeoja ini. Segera saja kudekati yeoja kecil ini.

“Hei,kau kenapa menangis?” tanyaku kepadanya

“Hiks,aku baru saja terjatuh ketika mencari orang tuaku,aku kehilangan mereka,” jelas yeoja kecil itu terisak

“Jebal,jangan menangis lagi. Sini aku bersihkan lukamu dan nanti kita cari bersama-sama orang tuamu,” jelasku sambil membersihkan lukanya

“Jinja? Arraso aku tidak akan menangis lagi,” jawab yeoja kecil itu sambil tersenyum

OMONA senyuman yeoja itu manis sekali. Wajahnya juga cantik ketika dia tersenyum. Astaga apa yang aku pikirkan.

“Ne,begitu lebih baik,”balasku sambil tersenyum padanya

“Gomawo telah mengobati lukaku dan menghiburku. Han Ahra imnida. Kau bisa memanggilku Ahra,” kata anak itu sambil memperkenalkan diri

“Lee Donghae imnida kau bisa memanggilku Donghae.”

“Emh apakah kita seumuran?” tanya yeoja itu lagi

“Aku rasa iya,umurku 9 tahun. Bagaimana denganmu?”

“Sama,aku juga bermumur 9 tahun Donghae-ah,” jawab Ahra sambil menyunggingkan senyumnya lagi

OMONA aku terpesona lagi dengan senyumannya. Ah lebih baik sekarang aku segera membantu mencari orang tuanya .

“Ahra-ya,kajja kita cari orang tuamu,”ajakku kepadanya

“Ne,Donghae-ah,” jawab Ahra sambil menggandeng tanganku

-END DONGHAE POV-

***

-AHRA POV-

Huwaa pabbo sekali aku gara-gara terlalu senang mencari kerang aku jadi melupakan kedua orang tuaku. Bagamaina ini. Huwaa umma appa dimana kalian. Kenapa aku tidak menemukan kalian daritadi. Umma appa. Hiks. Karena terlalu sibuk menagis aku sampai tidak melihat kalau didepanku ada genangan air.

BRAAKKK

Dengan sukses aku terpeleset. Aish aku masih saja ceroboh. Huwaaa kenapa aku harus terjatuh saat seperti ini? Appo.

“Umma,Appa dimana kalian?” seruku putus asa

Kali ini aku menangis lebih keras. Tiba-tiba seorang namja kecil duduk disebelahku.

“Hei,kau kenapa menangis?” tanyanya padaku

“Hiks,aku baru saja terjatuh ketika mencari orang tuaku,aku kehilangan mereka,” jelasku padanya

“Jebal,jangan menangis lagi. Sini aku bersihkan lukamu dan nanti kita cari bersama-sama orang tuamu,” tambahnya

“Jinja? Arraso aku tidak akan menangis lagi,” jawabku sambil tersenyum

Entah kenapa saat dia berkata jangan menangis  perkataannya seakan menghipnotisku.Suaranya begitu menenangkan. Seperti suara umma yang memberiku kenyamanan

“Ne,begitu lebih baik,” tambahnya lagi

“Gomawo telah mengobati lukaku dan menghiburku. Han Ahra imnida. Kau bisa memanggilku Ahra,” kataku  memperkenalkan diri

“Lee Donghae imnida kau bisa memanggilku Donghae.”

“Emh apakah kita seumuran?” tanyaku

“Aku rasa iya,umurku 9 tahun sekarang. Bagaimana denganmu?”

“Sama,aku juga berumur 9 tahun Donghae-ah,” jawabku sambil tersenyum

“Ahra-ya,kajja kita cari orang tuamu,”

“Ne,Donghae-ah,” jawabku sambil menggenggam tangnnya

-END AHRA POV-

***

-AUTHOR POV-

Dua orang anak kecil terlihat menyusuri pantai. Terlihat yeoja kecil  menggenggam tangan namja kecil disampingnya.

“Umma appa,akhirnya aku menemukan kalian,” teriak yeoja kecil itu sambil berlari ke arah ummanya

“Ne chagi,umma tadi khawatir kau hilang,” kata seorang wanita sambil mengeratkan pelukan pada anaknya

“Ahra-ya kemana saja chagi,appa mencarimu dari tadi.”

“Mian appa,jeongmal mianhe. Aku tadi keasikan mencari kerang,” jawab yeoja kecil itu

“Arraso,lain kali jangan kau ulangi lagi perbuatanmu itu nae Ahra,”tambah pria itu sembari mengelus rambut yeoja kecil disampingnya

“Ne appa,oh ya appa umma kenalkan ini Donghae. Dia yang membantuku mencari appa dan umma,”

“Lee Doghae imnida ahjussi,ahjumma. Kalian bisa memanggilku Donghae,” kata namja kecil itu sambil tersenyum

“Gomawo,Donghae-ah telah membantu Ahra. Oh ya kau bisa memanggilku Han Ahjussi dan istriku Han Ahjumma,” tambah pria bernama Han itu

“Ne Han ahjussi,”

“Sebagai rasa terimakasih kami,bagaimana kalau kita semua makan es krim,”tawar Han Ahjumma

“Huwaa,aku juga mau umma. Ayo Donghae kita makan es krim,” ajak Ahra sambil menggenggam tangan Doghae lagi

“Ne Ahra-ya,” jawab Donghae

“Mulai sekarang kita berteman ya Doghae,” pinta yeoja kecil itu sambil tersenyum

“Arraso,Ahra-ya.”

***

-DONGHAE POV-

Aku rasa kepindahanku Jeolla memang tidak salah. Baru sebentar aku disini aku sudah menyukai kota ini termasuk semua yang ada di dalamnya. Dan jangan lupakan satu hal. Han Ahra. Yeoja itu begitu menarik perhatianku. Senyumannya,tingkah lakunya. Aish semuanya begitu menarik perhatianku.

Aku tidak menyangka ternyata rumahku berada di samping rumah Ahra. Aku baru mengetahuinya ketika kemarin Han Ahjussi mengantarku pulang.  Mereka pun sama terkejutnya denganku. Hal ini semakin membuatku menyukai keputusan appa dan umma.

“Donghae ayo turun,ada Ahra disini,”panggil umma membuyarkan lamunanku

“Ne umma,aku segera turun dari kamarku,” jawabku

Ahra. Kenapa dengan mendengar namanya saja membuatku tersenyum. Apa ada yang salah dengan otakku kenapa aku memikirkannya terus.

“Yak,Donghae-ah ayo kita ke pantai. Aku ingin mencari kerang lagi,” kata Ahra sambil menarik lenganku

“Ha? Bagaimana cara kita kesana Ahra-ya? kau tau jarak pantai dari sini cukup jauh” tanyaku padanya

“Itu gampang,kita ke sana naik sepeda. Cepat ambil sepedamu,aku tau jalan pintas menuju ke pantai, tidak sampai 10 menit kita pasti akan sampai kesana,” jawabnya dengan cengiran lebar

“Arasso, aku ambil sepedaku dan pamit pada umma dulu.”

“Ne,aku akan menunggumu di depan.”

-END DONGHAE POV-  

***

-AHRA POV-

Akhirnya setelah membujuk Donghae dia mau menuruti keinginanku untuk ke pantai. Dia memang teman yang baik. Aku sangat senang dia mau menjadi temanku. Apalagi setelah mengetahui bahwa dia tetanggaku. Dia adalah teman pertamaku disini. Selama aku tinggal disini tidak ada anak seumuran denganku. Hal itu dikarenakan rumahku yang agak jauh dari pusat kota. Jadi tidak banyak orang tinggal disekitar rumahku. Tapi sekarang ada Donghae disampingku. Jadi aku tidak akan merasa kesepian lagi.

“Ahra-ya boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Donghae disampingku

“Tentu saja Donghae-ah,kau ingin menanyakan apa?”

“Mengapa kau menyukai pantai Ahra-ya?”

“Karena aku merasa tenang dan nyaman jika berada disini. Dengan menatap langit dan mendengarkan suara ombak itu membuatku nyaman ,” jawabku sambil tersenyum

“Ahra-ya kau tahu,aku juga menyukai pantai dengan alasan yang sama sepertimu,” kata Donghae disampingku

“Jinja?”

“Ne,aku sangat menyukai pantai dan laut Ahra-ya,” tambahnya lagi

“Donghae-ah,ada satu lagi alasan menyukai pantai,aku menyukai pantai juga karena kerang ini,” jelasku sambil mengeluarkan kerang yang selalu aku bawa

“Wae?” tanya Donghe sambil memperhatikan kerangku

“Kerang ini sangat spesial buatku Donghae-ah. Coba kau dekatkan kerang ini ke telingamu dan pejamkan matamu ,” jawabku sambil menyerahkan kerang ini pada Donghae

“Ini suara ombak Ahra-ya?Ini bagus sekali,Bagaimana kau mendapatkan kerang sebagus ini Ahra-ya?’

“Aku mendapatnya 2 tahun yang lalu dari bocah laki-laki ketika aku menolongnya,” jawabku sambil tersenyum

“Kau sungguh beruntung Ahra-ya mendapatkan benda sebagus itu. Hehe,” jawab Donghae sambil mengacak-acak rambutku

“Yak hentikan LEE DONGHAE! Kau mengacak-acak rambutku !’ seruku sebal

“Haha mian Ahra-ya,” kata Donghae sambil menjulurkan lidahnya kepadaku

“Yak Dasar,Fishy jelek!” ujarku sambil memukul lengannya

“Fishy? Mengapa kau memanngilku Fishy?” tanyanya sambil membulatku matanya

“Karena kau menyukai laut,” jawabku asal

“Dasar,bukankah kau juga sama denganku?”

“Kalau untukku itu pengecualian Donghae-ah.kekeke,” jawabku terkekeh

“Yak itu tidak adil Ahra-ya!”

“Haha,Donghae-ah bolehkah aku meminta sesuatu padamu?” tanyaku padanya

“Tentu saja,” jawabnya sambil menganggukan kepala

“Apkah kau mau  berjanji menjadi temanku selamanya Donghae-ah?” tanyaku

“Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku mau menjadi temanmu selamanya Ahra-ya,” jawabnya sambil memandangku

“Jinjja?”

“Ne,Ahra ya. Selamanya,” jawab Donghae sambil mengaitkan kelingkingnya dengan kelingkingku

“Ne,Selamanya,” balasku lagi

Aku tersenyum setelah mendengar perkataannya. Yak kali ini aku mempunyai sahabat. Aku tidak ingin kehilangan teman lagi. Aku tidak ingin seseorang meninggalkanku sama seperti seseorang yang meninggalkanku dua tahun lalu.

-END AHRA POV-

***

-AUTHOR POV-

Seoul  2011

Seorang yeoja terlihat terburu-buru menuju toko buku dengan ditemani seorang namja disebelahnya. Tampak wajah kesal dari yeoja itu.

“Yak Lee Donghae pabbo,pabbo,pabbo kau menyebalkan!” teriak yeoja itu kesal

“Aish jangan teriak-teriak disini Ahra-ya. Aku tahu kau kesal padaku tapi jangan begini. Kau tahu tindakanmu tadi memalukan,” balas namja disebelahnya

“Kenapa kau menumpahkan kopimu ke komikku? Kau tahu komik itu limited edition. Aku tidak yakin dapat membelinya lagi. Huweee umma ,” kata yeoja itu

“Mianhe Ahra-ya aku kan tidak sengaja, Salahmu sendiri tadi mengagetkanku. Mian nanti aku ganti komikmu dengan barang lainnya,”

“aku TIDAK MAU,kau tau bagaimana perjuanganku membeli komik itu. Dan sekarang kau merusaknya. Padahal aku belum sempat membacanya. Kau benar-benar sahabat yang baik LEE DONGHAE,” kata yeoja itu sarkastik

“Aish kau benar-benar mengerikan  jika sedang marah Ahra-ya.”

***

-DONGHAE POV-

Yeoja disebelahku benar-benar mengerikan ketika marah. Berbeda dengan sifatnya 7 tahun lalu. Ya tidak hanya sifatnya yang berbeda. Semuanya telah berubah. Wajahnya,Kelakuannya. Tapi hanya satu yang tidak berubah sampai saat ini. Perasaanku padanya. Saat pertama kali bertemu dengannya aku sudah tertarik padanya. Lalu kemudian aku menyukainya. Hingga saat ini. Aku mencintainya. Tapi,aku memilih menyimpan rasa ini. Sendiri.

“Yak FISHY pabbo jangan melamun,kau tahu kau harus cepat-cepat mengganti komikku!’ seru Ahra disampingku

“Ne ne,ayo kita  ke toko buku,”

“Ahjumma,apakah masih ada komik ini?” tanya Ahra sambil menunjukkan komiknya yang basah

“Maaf agesshi komik itu sudah tidak ada disini,” kata ahjumma itu sambil membetulkan letak kacamatanya

“MWO,yak ini gara-gara kau fishy pabbo! Aku jadi kehilangan komik itu,” kata Ahra sambil menatap sinis kepadaku

“Mian Ahra,aku menyesal apa kau tidak mau memaafkanku? “ pintaku

“Hish iya iya aku memaafkanmu Donghae-ah,” balas Ahra sambil tersenyum kecut

“Kamshahamida kau memang sahabatku yang paling baik,” kataku sambil meyubit pipinya

“Ah Appo Donghae-ah!”

Saat kami akan keluar dari toko buku ini kami dikejutkan suara seorang namja dari belakang.

“Ehm Maaf Agesshi apa kau mencari komik ini?” tanya namja itu

“Ne,aku memang tadinya ingin membeli komik itu. Tapi kata ahjumma komik itu sudah habis. Apa komik itu punyamu?” tanya Ahra pada namja itu

“Ne,ini punyaku tapi kalau kau memang menginginkan komik ini. Ini kuberikan padamu saja. Toh aku sudah pernah membacanya,” kata namja itu lagi

“Jinjja,kau benar-benar baik,kamshahamida ” balas Ahra

“Ne,kau memang benar-benar baik. Kamshamida …….,

Saat aku menolehkan wajahku kebelakang untuk mengucapkan terimakasih pada namja itu. Aku merasa tidak asing dengan wajah namja itu. Waktu 9 tahun tidak akan bisa membuatku melupakan wajahnya. Aku sangat mengenalnya. Dia sahabatku sebelum aku pindah ke kota Jeolla ini. Dulu kami sering menghabiskan waktu bersama. Tampaknya namja itu juaga mengenaliku. Aku tidak menyangka akan bertemu lagi dengan sahabatku.

“Kau Donghae kan? Sahabatku di Mokpo ?” tanya namja itu yang sama terkejutnya denganku

“Ini benar kau?……..”

……………………………………………………………

-TBC/END-

 

 

Yak,akhirnya selesai juga part 1 ini. Gimana menurut kalian? Abal-kah? Gaje-kah T_T

Masih ingin dilajutkan atau tidak itu terserah readers sekalian.  Berhenti disini atau lanjut di next chapter itu juga terserah kalian. Oke jadi saya harap respon dan commentnya yaa chingu ^^ v

Gomawo *deepbow J