Pertama, saya sebagai author FFL mau minta maaf sebesar-besarnya karena keterlambatan saya nge-post ff ini. Kedua, ff ini ditujukan kepada Renata, pemenang quiz Love Candle, beberapa bulan lalu. Sekali lagi, saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Maaf juga kalau ff yang diinginkan tidak memuaskan…

———————————————————————————

 

Casts:

– Renata Lee

– Cho Kyuhyun

– Others

 

Renata duduk di tepi jendela seraya mendengarkan lagu dari mp3 nya. “Mataharinya tidak mau keluar juga?” gumamnya seraya mencari arah matahari. “Mataharinya kesiangan atau apa sih?! Aku duduk di sini kan untuk mendapat sinar matahari pagi,” keluhnya. “Hah.. nyamannya tinggal sendiri,” lanjutnya seraya mengangkat kaki di depan dada. “Omo! mp3 ku!” Renata baru menyadari kalau mp3 nya sedang dalam perjalanan menuju tanah (jatuh). “Aw!” seorang namja tampak mengaduh saat mp3 Renata jatuh di kepalanya. “Omo! Ah.. eottokhe?!” Renata menutup mulutnya karena cemas. “Ya! Kau! Apa-apaan kau?! Kau sengaja?!” namja itu marah. “Mian… Aku tidak sengaja. Kalau aku sengaja, bukan mp3 yang kujatuhkan,” bela Renata. “Turun!” suruh namja itu. “Ani!” tolak Renata. “Ah… jeongmal! Turun!” kata namja itu lagi. “Ani! Ani! Ani!” BRUKK!

 

Renata terdiam sejenak dan menatap sekelilingnya. “Omo!” kini dia sadar tak hanya mp3 saja yang mengenai namja itu, tapi dirinya juga sama. Namja itu terlihat memejamkan mata, pingsan. “Omo! Ahjussi! Kau tak apa? Kau tak apa? Bangun!” Renata memukul-mukul pipi namja itu. “Ahjussi!!!” teriak Renata. Dengan terpaksa, Renata pun menuntun namja itu ke rumahnya.

 

“iyak! Berat sekali!” Renata menjatuhkan namja itu ke sofa. “Aish! Pundakku hancur,” keluh Renata. “Eh? Apa ini?” Renata tak sengaja menemukan sebuah kalung dengan bandul berbentuk simbol cinta dan berwarna merah. “Dia juga punya?” kata Renata seraya memegang kalung miliknya yang sama persis dengan namja itu. “Hm?” kini Renata menemukan sebuah PSP di kantong namja itu. “Bisa ditebak kalau dia tinggal sendirian. Hah.. Sudah sore. Dia harus dibangunkan secara paksa,” Renata meninggalkan namja itu sebentar.

 

BYURR!!!! “AH!!!!” namja itu terbangun saat seember air menyerang wajahnya. Renata hanya menatapnya dengan berharap namja itu tidak marah. “Kau ini apa-apaan?!” namja itu marah. “Miane…,” kata Renata. Namja itu langsung berubah ekspresi. “Kau menyukaiku?” tanya namja itu tiba-tiba. “Mworago?! Asal bicara kau!” Renata tidak terima. “Ah… mengaku saja. Ku menyukaiku kan?” goda namja itu lagi. “Atas dasar apa aku menyukaimu?” tanya Renata. “Kau mau membawaku ke rumah mu, padahal kau tak mengenalku,” kata namja itu. “Itu karena aku merasa bersalah. Sudahlah! Pergi!”

 

***

Renata duduk di sebuah restoran sushi seraya memainkan bandul kalungnya. “Hah…,” Renata menghela nafas saat mengetahui sendoknya jatuh. Renata hendak mengambil sendoknya. “Mwoya?” katanya saat menemukan sebuah kalung yang sama dengan kalungnya di lantai. Renata langsung memegang kalungnya sendiri untuk memastikan bahwa itu bukan kalungnya. “Kalau bukan milikku, ini milik siapa?” gumam Renata seraya meletakkan kalung itu di meja.

 

“Milikku,” deg! Suara yang familiar terdengar tepat di belakang. Renata terdiam. Perlahan diputar kepalanya menatap namja itu. Namja yang kemarin. “Kau lagi?!” Renata berdiri. “Annyeong!!!” namja itu melambaikan tangannya seraya tersenyum lebar. “Kita bertemu lagi! Kita mungkin jodoh, ya! Bagaimana kalau kita menikah saja?” lanjutnya. “Mwoya? Bisa dibilang jodoh kalau sudah tiga hari! Lagipula kau ini baru saja keluar dari rumah sakit jiwa?!” tanya Renata. “Eh? Sudahlah. Lihat saja nanti. Kalau bertemu lagi, kita harus menikah! Oh, iya. Namaku Cho Kyuhyun. Kau?” namja itu tersenyum. “Cih, setidak laku itu kah kau? Sampai-sampai yeoja yang baru dua kali bertemu saja kau lamar. Aku renata,” tanggap Renata.

 

***

“Namja gila. Dia pikir dia siapa? ish!” gumam Renata selama perjalanan ke rumah. “Renata-ssi!” seseorang memanggilnya dari belakang. Renata berbalik, “dia lagi…” “Kau mau aku antar?” tanya namja yang rupanya adalah Kyuhyun. “Aniyo,” Renata menolak dan melanjutkan perjalanannya. “Jinja? Kau yakin bisa menghadapi preman di gang?” tanya Kyuhyun. Renata langsung berbalik. “Aku ambil motorku dulu ya.”

 

“Hei, kau salah arah,” kata Renata saat tahu Kyuhyun mengendarai sepeda motornya berlawanan arah dengan rumah Renata. “Kita jalan-jalan dulu. Aku ingin ke laut barat,” kata Kyuhyun. Renata hanya terdiam. Laut? pikirnya

 

***

“Jadi seperti ini pemandangan laut yang sebenarnya?” gumam Renata. “Belum pernah ke laut? Aku malah selalu ke mari. Ada banyak kenangan di sini,” kata Kyuhyun. “Maksudmu?” tanya Renata. “Ibuku sekarang selalu sibuk, kakak perempuanku di Harvard, appa pergi meninggalkan kami. Dulu… aku dan ibuku tidak selalu bisa bersama. Ibuku bekerja di Busan dan dia pun tinggal di sana. Aku tinggal bersama kerabat di Seoul. Setiap minggu aku dan ibu akan membuat janji di sini. Hhh… Aku merindukannya,” jelas Kyuhyun. Renata tersenyum. “Mau bermain kartu? AKu bawa kartu.”

 

Malam ini aku menemukan sisi baik dari Cho Kyuhyun

Walau pun ini baru kedua kalinya kami bertemu…

Aku merasa pernah bertemu dengannya…

Tapi kapan?

Apa aku mulai menyukainya?

 

***

Sejak saat itu Kyuhyun tak lagi ada mengganggu Renata. Pada kenyataannya Renata mencari-cari Kyuhyun, tapi pikiran itu dibantahnya. “Sebenarnya ada apa dengan dia?” gumam Renata.

 

Renata duduk di sofa seraya bersandar dan menatap langit-langit.

Ini tempat pertama kalinya aku bertemu…

Restoran sushi kedua kalinya…

Laut barat tempat kita bercanda…

Sekarang dia tidak muncul…

Kenapa aku memikirkannya?

Hah…

Aku mulai menyukainya…

 

Drrt~ Drrt~

Ponsel Renata bergetar, eomma. “Eomma!” sapa Renata dengan senang hati. “Renata… bagaimana kabarmu?” tanya eomma. “Baik,” jawab Renata. “Renata, sebenarnya ada yang ingin eomma bicarakan,” kata eomma. “Kau akan dijodohkan. Nanti sore datanglah ke restoran. Mohon jangan kecewakan eomma,” tut-tut-tut. “Eomma! Eomma! Hah!!! Eomma selalu melakukan apapun sesuka hati,” keluh Renata. “Aku harus berangkat atau tidak, ya?”

 

***

Renata berjalan dengan murung menuju restoran milik eommanya. Sebenarnya feeling nya berkata baik. Renata berhenti sejenak di depan restoran seraya menekan nomor ibunya. “Eomma, dia memakai baju apa?” tanya Renata. “Hoodia berwarna putih,” jawab eomma. “Ne.”

 

Renata langsung masuk ke restoran dengan kepala menunduk. Samar-samar terlihat namja dengan hoodie berwarna putih. Renata mendekati namja itu. “Annyeonghaseo,” sapa Renata dengan lembut. Namja itu menengok. “Omo!” Renata dan namja itu tersentak. “Kyuhyun?!” “Renata?!”

 

***

“Ah… kalau tahu begini aku tak akan berhenti bertemu denganmu,” ungkap Kyuhyun seraya bersandar di bangku taman. “Hah… kau ini,” Renata hanya tersenyum. “Kita sudah bisa menikah? Ini ketiga kalinya,” tanya Kyuhyun. “Ani. Belum. Kita belum apa-apa,” kata Renata. “Jadi kau mau?” tanya Kyuhyun. “Molla…,” Renata menatap ke kakinya yang sudah mengetuk-ngetuk tanah. “Kau mau!” tebak Kyuhyun. “Iya kan? Kau mau!”

 

END