Title : LAST GIFT

Author : Park  Ha Ni

Main Cast : Kim Jong Hyun , Kim Ji Yeong

Length : One Shoot

Genre : Romance , sad

Rating : General

credit song : SHINee : Last Gift

Namaku Kim Ji Yeong , aku adalah seorang pelajar SMA tingkat senior tahun ini . aku juga bekerja sambilan untuk memenuhi kebutuhanku . sejak orang tuaku meninggal aku dituntut untuk hidup mandiri . aku tidak malu menjalani pekerjaanku , aku sangat senang menjalani hidup ini . sekarang pun aku sedang berusaha memperoleh beasiswa belajar di luar negeri . aku bekerja sebagai petugas kebersihan taman , aku sangat bahagia mendapatkan pekerjaan ini . karena setiap hari aku bisa mendengar suara malaikat sedang bernyanyi dengan suara yang merdu malaikat itu bernyanyi di bangku ditengah taman.

Kim Jong Hyun , malaikat yang selalu menyanyikan lagu-lagu indah kesukaanku . Hatiku bergetar ketika aku mendengar suaranya . suaranya yang lembut meluluhkan hatiku .

“ annyeong haseyo Oppa ! “ sapaku

“ anyyeong ! “ sahutnya tanpa melihat ke arahku . pandanganya lurus kedepan.

“ suara oppa sangat indah “ pujiku . Jonghyun tersenyum.

“ Gamsahabnida “ jawabnya .

Aku tersenyum pedih melihat keadaan Jonghyun ,  Ya , Jonghyun buta . dia kehilangan pengelihatannya sejak ia mengalami kecelekaan beberapa tahun lalu . hatiku seperti teriris ketika aku menatap mata indah Jonghyun . aku tidak bisa menahan air mata setiap kali aku menatap Jonghyun . aku merasakan Jonghyun memedam luka yang terlalu pedih . andai Jonghyun mau berbagi denganku mungkin aku akan merasa senang . aku dan Jonghyun berteman sejak lama , sejak aku bekerja di taman ini , Jonghyun adalah orang yang hangat , Leluconnya , nasihatnya , dan aku selalu merasa nyaman bila beradi disisinya . mungkin aku jatuh cinta pada Jonghyun , Cinta pertamaku . tapi aku takut mengungkapkannya pada Jonghyun aku takut Jonghyun menjauhiku . aku takut tidak bisa mendengar suara indahnya lagi . Lama aku memandang wajah Jonghyun . air mataku sudah tak terbendung lagi . Jonghyung sadar aku sedang memperhatikan dia .

“ Jiyeong ah ! “ panggilnya

“ Ne oppa ! “ sahutku

“ apa kau menangis lagi ? “ Tanya Jonghyun

“ aniyo ! “ jawabku sambil menghapus air mataku.

Jonghyun mencoba mencari tanganku dengan meraba-raba . ku raih tangan Jonghyun dan Jonghyunpun menggengam erat tanganku . hingga aku bisa merasakan hangat di dalam genggaman Jonghyun .

“ berjanjilah  ! kau tidak akan menangis lagi ! aku ingin mendengar gelak tawamu !  berjanjilah padaku ! “ pinta Jonghyun sambil mengangkat jari kelingkingnya .

“ Ne oppa ! “ jawabku . sambil mengaitkan jari kelingkingku di kelingking Jonghyun.

Jonghyun mulai menceritakan tentang lelucon-lelucon miliknya padaku . aku tidak bisa berhenti tertawa . mimik wajah Jonghyunpun terlihat bahagia . lalu datang seorang pengawal Jonghyun . menjemput Jonghyun .

“ annyeonghaseyo ! “ kata pelayan Jonghyun sambil membungkuk.

“ annyeonghaseyo ! “ balasku sambil membungkuk .

“ mari tuan kita pulang ! “ ajak pelayan itu.

“ Ne “ kata Jonghyun sambil mengulurkan tangannya aku membantu Jonghyun bediri

“ sampai bertemu besok , Jiyeong ah ! “ kata Jonghyun berpamitan .

“ Ne oppa , hati-hati dijalan ! “ kataku

Aku melihat kepergian Jonghyun , hatiku terasa kosong . setelah kepergian Jonghyun . Jonghyun melambaikan tangannya . aku berfikir aku ingin selalu berada disisinya , menjaga dan melindungi Jonghyun .

Sesampainya di rumah aku mendapatkan surat yang berisi pemberitahuan akan diadakan ujian untuk memperoleh beasiswa ke luar negeri . aku sangat bersemangat . aku mulai giat belajar hingga larut malam . akupun juga meminta izin pengelola taman untuk sementara waktu tidak bekerja. Selama itupun aku tidak pernah melihat dan mendengar suara indah jonghyun . aku sangat rindu pada Jonghyun . setiap pagi aku pergi ke taman namun Jonghyun tidak berada di bangku itu. Begitu pula sore hari ketika aku pulang dari sekolah. Pikiranku melayang memikirkan sesuatu yang tak ingin aku pikirkan , aku khawatir akan keadaan Jonghyun . aku takut terjadi sesuatu pada Malaikatku , Jonghyun .

Larut malam aku keluar rumah untuk menghirup udara malam yang menyegarkan pikiran . aku melihat bintang bertebaran di langit . aku membayangkan bisa melihat bintang bersama Jonghyun . tiba-tiba handphone berbunyi , nomor yang tidak aku kenal . aku menangkat cepat telephone itu .

“ Yeoboseyo “ . jawabku.

‘ Jiyeong ah “ panggil sang penelpone .

Aku kenal suara ini , ini suara malaikatku .

“ Oppa ! “ jawabku senang .

“ Jiyeong ah ! bisakah kau pergi ke taman sekarang ! “ pinta Jonghyun.

“ Ne oppa ! tunggu aku ! aku akan segera kesana ! “ jawabku bersemangat

“ Cepatlah , disini sangat dingin ! “ keluh Jonghyun .

“ Ne oppa ! “ kataku sambil menutup telephone

Aku bergegas menuju taman dengan membawa satu jaket untuk Jonghyun . aku mengayuh sepedaku lebih cepat aku tidak ingin Jonghyun menunggu terlalu lama . sesampainya di taman aku tidak bisa mengatur nafasku . perasaanku gugup bercampur senang . rasanya baru pertama kali aku bertemu dengan Jonghyun .

“ Jiyeong ah , kau sudah datang ? “ Tanya Jonghyun mendengar langkahku

“ Ne oppa aku datang ! Gwenchanayo oppa ? “ tanyaku sambil duduk sebelah Jonghyun.

“ Gwechana Jiyeong ah ! mianhae aku menyuruhmu datang ke sini ! “ katanya

“ aniya , Gwenchana oppa ! oppa jeongmal bogo shipo seo ! “ kataku .

Jonghyun tersenyum mendengarnya .

“ aku ingin melihat bintang bersamamu , bisakah kau menjadi matamu malam ini ? cuaca sangat baik  aku pikir akan bintang di atas sana ! “ kata Jonghyun

“ aku siap menjadi matamu kapanpun kau mau, oppa .“ kataku tulus

Jonghyun kembali tersenyum .

“ apa kau suka bintang ? pilihkan aku sebuah bintang yang paling terang untukku ! “ pinta Jonghyun .

“ Ah , itu ! itu bintang yang paling terang ! “ kataku sambil menunjuk satu bintang yang paling terang malam itu .

“ tapi aku mempunyai bintang yang bersinar . bintang itu milik seorang malaikat . malaikat itu selalu datang menemaniku , meskipun kadang aku tidak bisa melihat bintang itu , karena malaikat membawanya pergi ! kataku sambil memandang kalung bintang milik Jonghyun .

Jonghyun tertawa kecil .

“ aku juga memiliki sebuah bintang kecil , walaupun dia tidak bersinar terang tapi bintang itu sangat hangat , meskipun aku tidak bisa melihat bintang itu , namun aku bisa merasakan begitu banyak cinta dari bintang itu . ! “ kata Jonghyun .

Aku memakaikan Jonghyun jaket yang aku bawa , karena angin berhembus cukup kencang dan membawa hawa dingin . aku takut Jonghyun kedinginan .

“ Gomawoyo Jiyeong ah ! “ katanya

“ Cheonmaneyo , oppa ! “ jawabku .

“ aku dengar kau akan melaksanakan ujian besok , benarkah ? “ Tanya Jonghyun

“ Ne oppa . doakan aku berhasil oppa ! “ pintaku.

“ Jiyeong ah , Figthing ! “ kata Jonghyun sambil mengangkat tangannya.

“ Ne oppa ! bisakah oppa menyanyikan sebuah lagu untukku ? “ pintaku

“ Ne ! “ jawab Jonghyun .

Jonghyun mulai bernyanyi . malaikatku mulai bernyanyi . aku senang bisa mendengar suara indah itu lagi . aku menyandarkan kepalaku di bahu jonghyun . dan Jonghyun bernyanyi sambil menggengam tanganku.

***

Keesokan harinya aku memulai ujian , teringat kata-kata Jonghyun aku sangat bersemangat . aku mengerjakan ujian dengan hati bahagia . Setelah menunggu beberapa minggu , pagi sekali seorang tukang pos mengantarkan surat untukku . ternyata itu surat hasil ujianku beberapa waktu lalu .dan ternyata aku berhasil mendapatkan beasiswa di luar negeri . aku senang bukan main . aku segera berlari menuju taman , mencari-cari sosok malaikatku . aku tidak menemukan malaikatku di bangku di tengah taman , aku mengedarkan pandangan ke seluruh taman , ternyata malaikatku duduk di bangku di pinggir taman .

“ oppa ! “ panggilku sambil berlari. aku berhambur ke pelukan Jonghyun.

“ lihat aku berhasil , oppa ! “ kataku bersemangat .

“ Chukahabnida ! “ jawab Jonghyun sambil membalas pelukanku.

“ Oppa , jeongmal gamsahabnida telah mendoakanku !” tambahku

“ Ne , cheomaneyo Jiyeong ah ! “ jawabnya .

Aku melepaskan pelukanku .

“ aku harus segera pergi Jiyeong ah ! “ kata Jonghyun ,  mimik wajahnya pun berubah . aku khawatir sekali . pelayan Jonghyun datang , aku membantu

Jonghyun bediri .

“ sampai jumpa , Jiyeong ah ! jaga dirimu ! “ katanya Lirih .

“ Ne , oppa ! jaga dirimu juga ! “ jawabku . hatiku cemas melihat jonghyun

***

Tiket dan surat-surat serta kelengkapan lain sudah berada di tanganku . ini adalah hari terakhirku di kota ini . besok aku harus pergi meninggalkan negeri ini . dan ini hari aku ingin menghabiskan hari bersama malaikatku . aku pergi ke taman untuk bertemu dengan Jonghyun . namun aku tidak menemukan malaikat itu . aku menunggu cukup lama ditaman , hingga akhirnya aku putuskan untuk pergi kerumah Jonghyun . ternyata Jonghyun tidak berada di rumah ,  Jonghyun sedang berada di rumah sakit . hatiku berubah menjadi cemas tidak karuan . aku pergi kerumah sakit .

Sesampainya di rumah sakit , aku melihat malaikatku terbaring lemah di tempat tidur ,tidak ada guratan senyum di wajahnya , yang ada hanya wajah pucat pasi . Jonghyun terbangun mendengar suara angkah kakiku .

“ siapa itu ? “ Tanya Jonghyun

“ ini aku Oppa ! aku datang menjengukmu !” kataku

“ Jiyeong ah, darimana kau tau aku ada disini ? “ kata Jonghyun sambil mencoba bangun dari tempat tidurnya .

“ andwae oppa ! jangan bangun , tetaplah tidur ! “ cegahku .

“ Jiyeong ah ! mianhae membuatmu khawatir ! “ kata Jonghyun tulus sambiltersenyum , namun kepedihan masih terlihat di balik senyumnya .

“ aniyo oppa ! istirahatlah , dan cepatlah sembuh ! “ harapku .

“ Jiyeong ah ! sebentar lagi aku akan bisa melihatmu ! “ kata Jonghyun sambilmeraba tanganku

“ cepatlah pulang dari study di luar negeri agar kita bisa melihat bintang besama ! “ kata Jonghyun sambil menggenggam hangat tanganku .

“ kenapa kau tau kalau aku akan pergi oppa ! aku tidak akan pergi oppa , aku akan selalu menjagaku ! “ kataku tulus .

“ Jiyeong ah . ini adalah cita-citamu jadi gapailah ! “ nasihat Jonghyun .

“ mianhae , oppa ! “ kataku terharu .

“ mianhaeyo , aku tidak bisa mengantarmu ! “ kata Jonghyun.

“ aniyo oppa ! gwencana ! “ silahku .

“ aku ingin bernyanyi untukmu , bolehkah aku bernyanyi ? “ Tanya Jonghyun

“ Ne , Oppa ! “ jawabku .

Malaikatku mulai bernyanyi . lagu yang sangat aku sukai . Jonghyun menyanyikan lagu Nothing Better . suara lirih Jonghyun terdengar sangat merdu di telingaku dan sangat menenangkan jiwaku . suara Jonghyun benar-benar indah .

“ suara Oppa sangat indah ! akan merindukan Oppa ! “ kataku .

Jonghyun tersenyum manis , mungkin ini adalah senyum termanisnya .

Aku belum pernah melihat senyum ini .

“ Jika kau merindukan aku , carilah bintang yang paling terang dilangit , aku adalah bintang terang itu , aku akan selalu menemanimu ! “ kata Jonghyun.

“ oppa , cepatlah sembuh ! saat aku kembali aku akan membawakan banyak bintang untukmu  ! aku berjanji ! “ janjiku aku mulai menangis  .

“ Jiyeong ah ! jangan menangis ! bukankah sudah berjanji tidak akan menangis ! bolehkan aku menyentuh wajahmu ! “ pinta Jonghyun .

Aku meletakkan tangan Jonghyun di wajahku , Jonghyun mencoba bangkit dari tempat tidurnya . Malaikatku menyentuh mataku , menyeka air mataku . aku melihat mata indah Jonghyun yang penuh ketulusan , Jonghyun bangkit dan mengecup lembut keningku. Kecupan yang hangat . dan aku tak kuasa menahan kepedihan ini . aku ingin memeluk erat malaikatku , aku tidak ingin melepaskannya , aku dan Jonghyun hanyut dalam pelukan penuh kasih sayang itu . hingga aku sadar keadaan Jonghyun semakin melemah . aku memanggil dokter untuk Jonghyun dan aku berpamitan untuk pulang .

***

Aku sudah sampai di bandara sebentar lagi pesawat yang aku tumpangi akan meninggalkan negeri ini . butuh waktu cukup lama untuk sampai di negeri tempat aku menuntut ilmu ini .

Sesampainya di negeri orang ini aku menjalani kehidupanku seperti biasa , aku giat belajar dan bekerja . aku selalu ingin menyelesaikan studyku ini . hari-hariku selalu di isi oleh nasihat-nasihat Jonghyun yang selalu aku ingat dan suara merdunya selalu menyejukkan hatiku. Aku juga menetapi janjiku , aku mengumpulkan banyak bintang untuk malaikatku .

***

Setelah melalui satu tahun yang panjang akan mendapatkan liburanku yang pertama . aku memutuskan untuk pulang . aku sangat ingin bertemu dengan malaikatku .

Aku menginjakkan kakiku di negeri ini lagi . tidak banyak perubahan di negeri ini . yang ada didalam pikiranku sekarang hanyalah Jonghyun . aku ingin melihat dan mendengar suara indahnya lagi . akhirnya aku sampai dirumah , setelah meletakkan barang-barang , aku bergegas berlari menuju taman sambil membawa tas yang penuh berisi bintang , aku duduk di bangku di tengah taman dimana dulu aku dan jonghyun duduk bersama, aku menunggu malaikatku dengan hati bahagia . namun Jonghyun tak kunjung datang . aku tidak akan menyerah menunggu malaikatku . aku menunggu hingga larut malam berharap Jonghyun akan datang , namun sampai pagi hari aku belum menemukan malaikat itu , hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi kerumah Jonghyun . sesampainya di sana , rumah itu tampak sepi . ada seorang pelayan datang menghampiriku .

“ annyeonghaseyo “ sapaku sambil membungkuk .

“ annyeong “ balasnya .

“ jonghyun oppa , apakah aku bisa betemu ? “ tanyaku .

“ siapa anda ? “ tanyanya lagi .

“ Kim Jiyeong ,bisakah aku bertemu ?” jawabku .

“ tunggu sebentar nonna ! ‘ kata pelayan itu sambil berlalu .

Aku senang sebentar lagi akan betemu malaikatku . tapi aku di buat tidak mengerti ketika pelayan itu datang dengan sebuah mobil.

“ nonna , masuklah aku akan mengantarkanmu ! “ pinta pelayan itu

Aku masih tidak mengerti , tapi aku memenuhi perintah pelayan itu . Sepanjang perjalanan aku bertanya dalam hati , apa Jonghyun sedang berada di suatu tempat . aku sudah tidak sabar melihat Malaikatku.tiba-tiba mobil berhenti .

“ nonna kita sudah sampai , mari ikuti saya ! “ kata pelayan itu

Aku tidak mengenali tempat ini . pohon-pohon rindang mengelilingi bukit-bukit . udaranya pun menenangkan jiwa . aku menyusuri jalan sepatak yang terjal . hingga aku sampai pada sebuah gundukan tanah yang besar yang diatasnya terdapat sebuah batu . di batu itu terukir nama Malaikatku . aku masih tidak mengerti apa maksud dari semua ini.

“ ini adalah makam tuan Kim Jonghyun ! “ kata pelayan itu .

Seketika itu tubuhku terjatuh, seakan tubuhku hancur , hatiku terasa teriris pedih, aku terjatuh didepan batu Jonghyun , aku tidak bisa menahan kepedihan ini , air mata yang aku pendam selama ini pecah tak tertahankan . aku menyalahkan diriku .

“ apa aku pergi terlalu lama ? kenapa Oppa meninggalkanku, Oppa sudah berjanji akan melihatku , oppa juga berjanji akan melihat bintang bersamaku kenapa Oppa pergi ? , maafkan aku Oppa ? aku meninggalkanmu  “tangisku .

“ Tuan , tidak ingin nonna sedih , maka dari itu tuan tidak ingin nonna tau Penyakit tuan yang sebenarnya !” jelas pelayan itu . tangisku semakin keras

“ Oppa aku membawakanmu banyak bintang ! kenapa kau pergi “ . ratapku

“ Tuan menitipkan ini untuk nonna sebelum dia pergi ! “ kata pelayan itu Sambil menyerahkan sebuah kotak kecil .

Sebuah kotak kecil berwarna biru , berhiaskan pita kecil yang manis . aku membuka kotak itu , aku menemukan sebuah kotak musik kecil yang berisi sebuah lagu kesukaanku , Nothing better . dan sebuah kalung bintang milik Jonghyun dan sebuah surat untukku

“ Jiyeong ah , apakah kau baik ? , jangan menangis ! bukankah kau sudah berjanji padaku agar tidak menangis lagi . aku akan selalu melihatmu di langit . aku akan menjadi bintang yang paling terang, sehingga dengan mudah kau bisa menemukanku , aku akan selalu menjagamu , hingga kau tak kesepian lagi ! , aku akan menyanyikan lagu yang indah buatmu , Jiyeong ah terimalah hadiah terakhir dariku . aku berterima kasih padamu atas semua cinta yang kau berikan padaku ! Jiyeong ah Saranghaeyo “ . isi surat Jonghyun . hatiku terasa teriris , aku bisa meraskan Jonghyun sedang melihatku , aku tidak bisa berhenti menangis .

“ Oppa , Nado Saranghae ! “ teriakku sambil menangis .

Aku menghetikan tangisanku , aku meletakkan semua bintang yang aku bawa di makam Jonghyun . aku akan berjanji akan kembali kesini dan membawa banyak bintang lagi . aku juga berjanji tidak akan menangis aku akan selalu bahagia.

Pelayan Jonghyun mengantarku pulang . sesampainya dirumah aku memandangi kotak musik kecil itu. Aku membuka kotak musik itu , alunan yang keluar dari kotak musik itu mengingatkanku pada suara indah Jonghyun , aku melihat bintang-bintang di langit , aku menemukan satu bintang yang sangat terang dan aku yakin itu adalah Malaikatku ,

Aku mencoba menata hatiku lagi , aku percaya Jonghyun selalu ada di hatiku , Jonghyun adalah bintang yang paling terang , Malaikat itu telah pergi menuju surga . aku percaya itu . aku memakai kalung Jonghyun  Kalung ini sangat indah , ketika aku memegangnya seakan aku bisa merasakan Jonghyu menggenggam tanganku . Oppa terima kasih telah mengisi hatiku ,Oppa Saranghaeyo.