STAR STAR STAR

 

Author: ChenHye

Title: Star Star Star

Length: Oneshot

Genre: Romance

Cast: Kim Ri Ah, Cheondoong MBLAQ, Lee Joon MBLAQ, MBLAQ Member.

Main OST: Girl`s Generation – Star Star Star

Disarankan nih buat para readers untuk membaca sambil mendengarkan lagu Girl`s Generation Star Star Star. Diputar berulang-ulang ampe habis ya.. soalnya pasti akan lebih ke rasa sedihnya *moga-moga -_- *

“ RiAh.. mianhae, sepertinya hubungan kita cukup sampai disini saja “ kata Cheondoong sambil menggenggam erat tangan RiAh.

RiAh hanya bisa menatap kosong kedua mata bening Cheondoong. Terlihat sekali, mata manis namja ini berkaca-kaca. Seolah tak rela mengatakan kata-kata barusan.

“ Waeyo? Waeyo oppa? Apa aku melakukan suatu yang salah? “ kata RiAh sambil menahan air matanya.

Sudah lebih dua tahun RiAh menyandang sebagai kekasih Cheondoong, sudah banyak kejadian indah yang mereka lakukan, tapi kenapa tiba-tiba Cheondoong mengatakan kata pisah padanya tanpa alasan yang jelas.

“ Ani. Kau tak pernah melakukan sedikit pun kesalahan padaku. Kau adalah yeoja terindah yang pernah ku temui. “ kata Cheondoong. Tanpa terasa air mata telah mengalir di pipinya. Seolah tak rela melakukan ini.

“ Lalu kenapa oppa memutuskan hubungan kita? “ kata RiAh yang air matanya juga telah membasahi pipinya.

“ Mianhae.. aku tak bisa bersamamu untuk waktu yang lama.“ kata Cheondoong sambil segera menghapus air matanya. Ia berusaha menahan perasaannya yang sebenarnya sungguh tak rela. Ia tak ingin memperlihatkan air mata kesedihannya, karena ia mengatakan ini untuk kebaikan dirinya dan seseorang yang ia cintai.

RiAh tertunduk, badannya terasa lemah sekali, rasanya darahnya sudah tak bisa mengalir lagi. Air matapun sudah membanjiri seluruh wajahnya.

“ Benarkah? Tapi mengapa kau menangis? “ tatap RiAh. “ Kau tak ingin mengatakannya kan? Tapi kau tetap memaksakan dirimu untuk mengatakannya. “

“ Berbahagialah RiAh.. aku juga akan berbahagia. Jagalah dirimu baik-baik.“ kata Cheondoong dan membalikan badannya membelakangi RiAh. Air matanya menetes sangat deras, ia tak ingin gadis yang ia cintai menyadari ini. Cheondoong berjalan dengan langkah berat berlalu meninggalkan RiAh.

RiAh terduduk ditempat Cheondoong meninggalkannya, rasanya ia tak mampu lagi menahan badannya. Mata dan telinganya seolah tertutup, tak mampu lagi melihat keadaan sekitarnya dan mendengar suara-suara. Ia hanya bisa mendengar suara tangisan dan detak jantungnya yang melemah.

“ Oppa~ aku sangat mencintaimu.. kenapa kau memutuskan hubungan kita dan meniggalkan ku?? Aku tak mampu melihat mu dan tak mampu mendengar suara-suara disekitarku tanpa

mu?  “

Mobil Cheondoong segera laju berlalu. Cheondoong mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, air matanya terus menetes. Hatinya benar-benar tak ingin melakukan ini, tapi keadaan memaksanya. Ia harus melakukan ini. “ RiAh.. maafkan aku.. aku sungguh mencintaimu.. percayalah.. aku akan segera kembali ke sisimu. Tunggu aku.. “

“ Oppa~ bisakah kau berjanji padaku?  “ kata RiAh yang berbaring dipangkuan Cheondoong sambil menatap langit indah yang dipenuhi bintang-bintang.

“ Berjanji? Aku berjanji akan selalu ada disisimu. “ kata Cheondoong sambil membelai rambut RiAh.

“ Berjanjilah semua bintang yang ada dilangit ini adalah dirimu. “ kata RiAh.

“ I`ll promise, semua bintang ini adalah diriku. Dan kau juga harus berjanji padaku, kau akan menjaga bintang-bintang ini selamannya. “ kata Cheondoong sambil tersenyum.

“ Arraseo. “.

“ Kalau kau rindu padaku di malam hari dan ingin bertemu padaku. Tataplah bintang-bintang ini, dan aku akan segera pergi ke sisimu saat itu juga. “.

“ Kalau tidak ada bintang bagaimana? “ kata RiAh sambil sekilas memandangi wajah Cheondoong.

“ Kalau tidak ada, akan ku kirimkan spesial untuk mu. Akan ke letakan bintang itu di suatu tempat yang hanya bisa aku dan kau lihat. Aku berjanji bintang itu akan selalu ada setiap malam. Setiap kau ingin melihatnya, bintang itu selalu siap untuk kau pandangi. Tidak akan pergi dan bersembunyi sampai kapanpun, seperti aku yang selalu ada didekatmu. “ kata Cheondoong sambil tersenyum bahagia.

Inilah kenangan paling indah yang tak dapat dilupakan RiAh. Janji bintang Cheondoong padanya. Tapi, kenapa?  kenapa Cheondoong mengingkari janjinya sendiri?

“ Lihatlah langit malam ini, perhatikanlah betapa banyaknya bintang yang bertaburan di langit gelap itu. “ kata suara-suara disekitar RiAh. RiAh hanya bisa terpaku menatap langit di tepi Banpo Bridge.

Setelah tiga hari Cheondoong mengatakan kata pisah padanya RiAh tak bisa bernafas dengan tenang. Ia selalu memikirkan Cheondoong dan menatapi langit untuk melihat pujaan hatinya. Bahkan sampai hari ini ia masih melakukan itu.

“ Mengapa aku tak bisa melihat satupun bintang di langit itu? “ kata RiAh sambil menyepitkan matanya memadang luasnya langit.

“ Waeyo?? Kenapa mataku tak bisa melihat??? “ kata RiAh sambil terus mendongkan kepalanya dan melambai-lambaikan tanganya. Matanya kini dipenuhi dengan air mata yang menutupi pandangannya. Air matapun telah membasahi pelupuk mata dan pipinya.

“ Aku tak bisa melihat mu, oppa.. aku tak dapat menemukan dirimu di langit ini!!!! “ RiAh terus menangis sambil menatap langit.

“ Bagaimana ini?? Aku ingin kau ada disisi ku untuk malam ini. Bogosipooo.. oppa.. Tapi, aku tak bisa melihat bintang-bintang itu. Apakah kau juga tak bisa pergi ke sisiku sekarang juga?? BOGOSIPOOO.. aku sangat merindukanmu.. “ RiAh terus menangis. Hatinya tak mampu lagi menahan kerinduannya.

“ Bintang, aku akan gila! Muncul lah dihadapanku!! “ RiAh terus menangis, pandangannya benar-benar remang, ia hanya bisa melihat air mata yang membasahi pelupuk matanya. RiAh tak mampu menatap langit yang sebenarnya dipenuhi banyak bintang.

Hari-hari terus berlalu, tahunpun sudah berubah. Aku tak ingin menangis lagi. Aku tak mau terus membuang waktuku untuk menatap langit dan menyusuri dunia untuk mencarinya. Aku tak ingin melakukan itu lagi. Aku ingin memulai hari yang baru dan membuka lembaran baru. Merobek lembaran kusam ku, walaupun baru beberapa lembar, lembaran kusam yang ku robek.

“ RiAh ya~ “ teriak seorang namja yang sedang berlari-lari kea rah RiAh.

“ Joon sunbae? “ RiAh segera menolehkan kepalanya dan menenukan seorang namja yang dipenuhi dengan keringat.

“ Haaah.. kau ini. Kemana saja? Aku dari tadi berlari-lari mencarimu! “ kata Joon sambil mengatur nafasnya yang lari kemana-mana. RiAh hanya tersenyum kecil sambil tertawa.

“ Wae? Kenapa kau tertawa?? “ kata Joon sambil menatap tajam RiAh.

“ Haha.. Ani. Kau itu lucu sekali. Kenapa sunbae mau-maunya berlari-lari mencariku? Kenapa kau tidak menanyakannya dengan Jihyun saja. “ kata RiAh dengan sisa tawanya.

“ Hah~ ani. Tidak akan ku lakukan itu lagi. Kau tau tidak, gara-gara kau menyuruhku menemuinya kemaren, ia menghabiskan 100.000 won ku di Sinchon. “ kata Joon dengan wajah boke.

“ Hah? Benarkah? “ kata RiAh dengan terkejut yang disengaja dan tanpa wajah bersalah.

“ Hah? Benarkah? “ balas Joon sambil mengikuti gaya terkejut RiAh dengan wajah kesal. RiAh segera tertawa keras.

“ Mianhae~ baikalah, sebagai tanda maafku, aku akan traktir sunbae makan di café disekitar Sinchon. Kajja!! “ kata RiAh dan segera mengaitkan tangannya ke tangan Joon dan menyeretnya pergi.

Sekarang aku memiliki sahabat baru, namanya Lee Joon, membernya BB MBLAQ. Dia adalah sunbae ku. Aku pertama kali bertemu dengannya saat aku selesai kuliah dan pergi ke Sinchon dengan Jihyun untuk makan malam di sebuah café. Karena café nya terlalu ramai, tidak ada tempat kosong untuk kami. Dan tiba-tiba saja ada seorang namja yang mempersilakan kami duduk dengannya, karena kebetulan ia duduk sendiri saja di meja yang luas dengan kursi tiga. Ya sudah, akhirnya aku dan Jihyun makan malam dengan namja itu. Tiba-tiba saja Jihyun membisiki ku dan berkata kalau ia hari ini benar-benar senang, karena malam ini pertama kalinya ia bertemu dengan idolanya Lee Joon MBLAQ. Aku hanya menggangguk-angguk saja, karena aku tak kenal siapa itu Lee Joon dan MBLAQ, maklum saja aku bukan seorang Kpop Lovers. Dan tiba-tiba saja Jihyun langsung berkata, “ Hai oppa~ apakah kau itu Lee Joon MBLAQ? “ kata Jihyun sambil tersenyum-senyum histeris. Dan namja itu mengganggukan kepalanya. Dan.. dari situ lah aku tau yang namanya Lee Joon MBLAQ. Dan pada akhirnya kami dan Joon sunbae dekat. Tapi, Joon tidak begitu suka dekat-dekat dengan Jihyun, karena Jihyun itu suka sekali memoroti uangnya dan mengajaknya jalan-jalan ke tempat umum. Bukannya Lee Joon tidak menghargai Jihyun sebagai A+ nya, tapi ia takut ada A+ ditempat-tempat umum yang dikunjungi oppa dengan Jihyun. Joon sunbae itu sebenarnya baikkkk sekali. Walaupun temparemtnya kurang ramah, tapi sebenaranya ia baik sekali. Dia mengajariku banyak hal, termasuk tentang chingu-chingu nya sesama boyband. Dia juga membantuku membuat proposal seni yang susahnya minta ampun. Dan minta ampun juga memohon padanya untuk membantuku. *Ya.. sama aja namanya*. Banyak sekali waktu ku yang ku habiskan dengannya. Akhirnya sedikit demi sedikit aku bisa melupakan kesedihanku.

“Give to my Y listen to my Y jebal nareul dorabwa, give to my Y daedaphae naege waeireoneunji mareul haebwa oh yeah!!! “  kata Jihyun yang sedang mendengarkan lagu Y di ponselnya sambil menggerekan-gerakan tangannya ala Lee Joon. *itu lo yang adegan setelah Lee Joon yang tangannya diputer puterin di kepalanya di MV Y*. RiAh segera meletakan telapak tangannya di kening Jihyun.

“ Kau baik-baik saja kan? “ kata RiAh.

“ Aku sangat baik. Baik sekali. “ kata Jihyun sambil terus meniru gaya Lee Joon.

“ Huh~ kalau kau suka pada Joon sunbae, tak perlu sampai meniru gayanya ditempat umum begini. “ kata RiAh sambil memakan makan siangnya.

“ Hei! Kau tau tidak MBLAQ itu punya seorang member yang baru masuk sebelum 15 hari album mereka terbit. “ kata Jihyun dengan gerak-gerik ala tukang gosip.

“ Ani. “ kata RiAh cuek sambil terus memakan makan siangnya. “ Dia itu juga member dadakan, dan sempet dua kali gak lolos audisi. “ kata Jihyun penuh semangat.

“ OooOOhh.. benarkah? “ tanggap RiAh dengan cuek.

“ Ini! Ini dia orangnya. “ kata Jihyun sambil menyodorkan ponselnya kea rah RiAh. Dengan enggan-enggan, RiAh melirik sekilas layar ponsel Jihyun dan kembali memakan makan siangnya. Tapi, tiba-tiba RiAh terdiam. Ia teringat sesuatu. Ia seperti mengenal foto namja yang ditunjukan Jihyun.

Orang itu?? Dia.. dia seperti..

“ Dia cakep kan? “ kata Jihyun sambil menyentuh-nyentuh layar ponselnya.

“ Jihyun, siapa nama namja di foto itu? “ kata RiAh dengan wajah was-was.

“ Thunder. Namanya Thunder. “. RiAh menghela nafasnya, ia seperti otomtis kembali teringat namja itu. Tiba-tiba lembaran kusamnya kembali terbuka, pulih secara tiba-tiba.

“ Hah~ kenapa saat aku melihat foto itu, aku seperti melihat wajah Cheondoong? “ batin RiAh.

“ Aku mau lihat lagi. “ kata RiAh sambil kembali menggenggam ponsel Jihyun.

“ Hah~ tak ku sangka Joon oppa punya chingu secakep itu.. “ kata Jihyun sambil terus memakan makannya. RiAh memandang jelas-jelas wajah namja itu.

“ Keo neon, keo neon, keo neon..  Cheondoong oppa. “ desah RiAh pelan. RiAh terdiam membisu, hatinya benar-benar yakin kalau namja difoto ini adalah Cheondoong, tapi pikirannya menolak, ini tidak mungkin Cheondoong.

“ Ya. Dia adalah Thunder MBLAQ. Ia bukan Cheondoong, bintang ku “ tegas RiAh. RiAh hanya bisa terdiam, pikirannya terus melayang ke bayang-bayang Cheondoong. Ia kembali teringat kenangan manisnya bersama namja itu.

“ RiAh, RiAh~ kau baik-baik saja? “ kata Jihyun sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah RiAh.

“ Jihyun ah~ apa benar bintang.. bintang ku kembali? “ kata RiAh dengan tatapan kosong. Sedangkan Jihyun hanya bisa meyepitkan matanya memandangi RiAh.

Entah sudah berapa tahun aku meninggalkan yeoja yang sangat ku cintai. Tiga tahun, itu yang ku pikirkan. Waktu yang sangat panjang. Aku begitu gila karena sudah meninggalkannya. Aku lebih memilih meninggalkannya daripada meniti karir ku sebagai seorang member Boyband dengan alasan pengabdian. Aku juga meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Padahal jelas-jelas aku masih sangat mencintanya. Apa yang ku pikirkan saat itu? Padahal aku sudah berjanji padanya tidak akan pergi dari sisinya, tapi.. aku sendiri yang mengingkarinya. Semua telah terjadi, apakah mungkin ia masih memikirkan namja jahat seperti ku? Apakah ia masih ingat padaku? Apa juga ia masih mengingat janji bintang ku? bagaimana ini? apa aku masih bisa mengejarnya kembali?

“ Thunder ah~ kenapa kau masih melamun? Hari ini kita ada show di MBC Music Core. Cepatlah kalau kau tidak mau kita pulang terlalu malam.“ kata Seungho sembari menepuk bahu Thunder.

“ Ne, hyung. Aku segera bersiap-siap. “ kata Thunder dan sekilas menatap bintang-bintang yang terus ia pandangi dari tadi.

RiAh memandangi langit yang dipenuhi bintang. Entah sudah berapa lama ia tidak memandangi langit malam. Terakhir kali ia memandangi langit malam, saat RiAh menangis ditempat terakhir kali ia bertemu dengan Cheondoong. Malam itu, ia berjanji untuk tidak menangis lagi. Tapi itu tak membuatnya berhenti menangis, ia kembali menangis saat memandangi bintang. Dan malam ini, RiAh kembali berjanji dalam hatinya.

“ Aku berjanji, aku tidak akan menangis lagi ketika memandangi bintang. Aku akan segera menghapus dirimu, aku tidak akan lagi menganggap dirimu bintang. “ kata RiAh sambil terus memandangi bintang. Namun, perlahan-lahan air matanya kembali menetes. Air mata itu terus menetes dan kembali membasahi pipinya.

“ Kenapa.. kenapa aku kembali menangis?? “ teriak RiAh sembari menekukan kepalanya dilengan tangannya.

“ Cheondoong oppa~ tak bisakah kau kembali ke sisiku??? “ RiAh berteriak sekencang-kencangnya.

“ Star Star Star.. kumohon biarkan Cheondoong oppa pergi ke sisi ku. Bawa dia padaku. “ RiAh terus menangis.

“ Kalau kau tak mengizinkan ia terbang ke sisiku, bawalah diri ku terbang ke sisi nya. Bawa aku!! Sekali saja.. “.

“ Aku mencintaimu sebanyak bintang di langit ini! Ku mohon.. kembali ke sisi ku.. “ RiAh hanya bisa menangis sambil terpaku menatap langit.

“ Kajja!! Kajja!! Ayo RiAh!! “ kata Jihyun sembari menarik-narik lengan RiAh. RiAh hanya berjalan lemas mengikuti Jihyun yang terus membawanya berjalan menyusuri lorong kampus.

“ Omoooo. Semoga saja mereka belum pergi. “ kata Jihyun sambil terus menyeret RiAh.

Pagi ini, Joon sunbae membawa chingu-chingu nya, katanya sekalian mau jumpa fans dan mengenalkan chingu nya pada RiAh dan Jihyun. Tentu saja Jihyun tidak melewatkan kesempatan emas ini. Jihyun juga tak mau sahabatnya, RiAh sampai ketinggalan kesempatan berharga ini. Itu sebab Jihyun menarik-narik tangan RiAh dan mempercepat langkahnya untuk bertemu chingu Joon.

“ THUNDER! THUNDER! THUNDER! “ teriakan ini terus terdengar bersahut-sahutan diseluruh lorong kampus. Langkah Jihyun pun semakin lebar, ia segera menerobos kerumbunan mahasiswa yang mengerubuni member MBLAQ. RiAh hanya menyandarkan badannya di dinding dan memandangi kerumbunan di dekatnya, ia menolak ajakan Jihyun yang membawanya untuk masuk ke kerumbunan itu.

“ RiAh ya! “ teriak Joon sambil berlari kecil ke arah RiAh. RiAh hanya memalingkan sedikit kepalanya.

“ Hei, kenapa kau disini saja, kajja.. aku kenalkan pada chingu-chingu ku. “ kata Joon sambil menarik lengan RiAh.

“ Sunbae~ “ RiAh menahan lengannya. Joon segera membalikan badannya.

“ Mworago? “ tanya Joon. RiAh hanya terdiam, ia ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi ia lontarkan.

“ Kenapa? kau ingin mengatakan sesuatu? “ kata Joon sambil memperhatikan wajah RiAh yang lesu. “ Kau sakit ya? Kenapa wajahmu kusam begini? Matamu juga sembab, kau habis menangis? Siapa yang membuatmu menangis? “ beribu pertanyaan keluar dari mulut Joon.

“ Aku tidak apa-apa. Kajja.. aku tak sabar ingin melihat sahabat-sahabatmu. “ kata RiAh yang berjalan duluan dan meninggalkan Joon yang menatapnya dengan tatapan khawatir.

Thunder hanya tersenyum tipis memandangi puluhan fans A+ yang terus meneriakan namanya. Seung Ho, GO, dan Mir malah tersenyum penuh pesona.

“ Hyung~ siapa yeoja yeppo yang bersamamu itu? “ tiba-tiba mata Mir tertuju pada Joon yang berjalan kea rah mereka sambil menggandeng tangan RiAh.

“ Ah.. Kemari, aku ingin mengenalkan yeoja ini pada kalian. “ kata Joon sambil melambaikan tangannya ke arah chingu-chingu nya. Seunng Ho, GO, dan Mir pun segera berlari kea rah Joon dan Thunder mengikutinya dari belakang.

“ Annyeong haseyo.. nae neon Mir, Seung Ho, GO, Thunder,  imnida “ sapa Mir sambil membungkukan badannya, diikuti member yang lain.

“ Annyeong haseyo~ nae neon Kim Ri Ah imnida. “ balas RiAh.

Tiba-tiba Thunder terdiam, kata-kata Kim Ri Ah seperti tertempel diotaknya. Ia segera mengangkat kepalanya yang hanya ia tundukan dari tadi. Matanya segera tertuju pada yeoja yang bernama RiAh itu.

“ RiAh.. apa itu kau? “ batin Thunder. Ia benar-benar memperhatikan seluruh badan RiAh dari bawah sampai atas.

“ Ini RiAh. Ia benar-benar Kim Ri Ah. Caranya bicara, berdiri, memandang, dan gerak-gerik badannya, dia.. Kim Ri Ah, star star star.. “ batin Thunder yang terus menatap lekat RiAh. Tiba-tiba mata RiAh yang ia hamburkan kea rah empat namja itu berpaling ke arah Thunder, batinnya merasakan ada yang memanggil namanya, dan suara itu berasal dari batin Thunder. Kini kedua mata mereka saling bertemu, Thunder semakin yakin bahwa yeoja yang ia tatap adalah RiAh. RiAh juga berpikir sama, tiba-tiba saja jiwanya menjadi damai dan tenang saat ia memandang mata Thunder. Rasa ini sama seperti saat ia memandang mata Cheondoong.

“ Cheondoong oppa~ “. “ RiAh~” desah Thunder dan RiAh bersamaan. Tubuh Thunder terasa ringan dan langkah kakinya terasa sangat ringan, tanpa sadar ia melangkah mendekati RiAh.

“ Thunder oppa! “ tiba-tiba Jihyun menepuk pundak Thunder dan itu membuat Thunder terdiam dan memberhentiakan langkahnya.

“ Hei! Jihyun ah~ “ sapa Joon sambil melambaikan tangannya ditengah obrolannya bersama Seung Ho, GO, dan Mir.

“ Oppa!! “ balas Jihyun dengan senyumannya.

“ Kalau yeoja yang bersama Thunder itu namanya Nam Ji Hyun. Dia sahabat RiAh. “ kata Joon memperkenalkan Jihyun pada chingu-chingu nya.

“ Aigoooo!!! Joon ah~ kau itu terlalu banyak memiliki sahabat wanita. “ sergah GO.

“ Ah.. Jihyun itu fans ku. Fans kalian juga, ia sangat mengidolakan Thunder. “ tatap Joon kea rah Thunder.

“ Kajja.. bagaimana kalau kita makan siang bersama? “ kata SeungHo.

“ Ahhh.. kajja kajja. Aku lapar! “ kata Mir sambil memusut perutnya.

“ Kajja.. “ kata Joon sambil mengaitkan lengannya ke tengan RiAh. RiAh yang matanya dari tadi hanya memandang Thunder segera mengikuti Joon dengan sisa tatapannya. Thunder hanya terdiam sambil memandangi Joon dan RiAh yang bergandengan tangan.

“ Oppa! Kajja.. “ sergah Jihyun sambil menarik lengan Thunder dan pergi mengikuti yang lain.

“ Kenapa? kenapa mataku tak berhenti menatapnya? Kenapa hatiku begitu yakin kalau dia namja yang ku maksud? Ha.. ayolah RiAh, berhenti memikirkannya. Aku yakin ini pasti karena aku terlalu sering memikirkan Cheondoong, sehingga aku menggangap Thunder adalah

Cheondoong. “ batin RiAh sambil memakan kimchinya.

“ Dia benar-benar RiAh. Aku sangat yakin kalau dia RiAh. Yeoja yang aku tinggalkan tiga tahun yang lalu. “ batin Thunder. “ RiAh.. aku Cheondoong RiAh. Aku Cheondoong bintang mu. Apakah kau tidak mengenaliku? “ Thunder tak henti-hentinya menatap lekat-lekat RiAh.

“ Hei, apa kau sedang memikirkan sesuatu? “ tanya Joon yang memandangi RiAh yang sedang mendongakan kepalanya ke langit. Mereka berdua sedang duduk di tepi Sungai Han.

“ Hah? Aku hanya sedang bingung. “ kata RiAh.

“ Bingung? Waeyo? “.

“ Sunbae, kau pernah merasakan rasanya di tinggalkan kekasihmu? “ tanya RiAh yang matanya masih menatap langit. Joon menatap datar ke arah RiAh.

“ Aku memiliki seorang kekasih. Kami sudah berjanji untuk selalu bersama, bahkan ia menitipkan bintang padaku. Ia memintaku untuk selalu memandangi bintang ketika aku ingin bertemu dengannya. Dan saat itu, ia berjanji akan segera datang ke sisiku. Tapi.. kenapa dia meniggalkan ku begitu saja? Tanpa alasan yang jelas. “ RiAh terus menatap bintang. Air mata kembali membasahi pelupuk matanya.

“ Aku seperti orang gila. Berdiam diri dan memandangi bintang setiap malam. Berdoa pada bintang, berharap bintang membawa ia kembali ke sisiku. Kalaupun bintang tidak mengizinkan itu, biarkanlah aku terbang ke sisinya, biarkanlah aku terbang ke sisinya, sekali saja. Tapi, kenapa bintang hanya tertawa memandangku. Ia tak mau berbicara. Ia tak mendengar perkataanku. Ia mengabaikan diriku yang selalu memandanginya setiap malam. “ RiAh terus menangis ia tak sedikitpun menyentuh pipinya. RiAh membiarkan air matanya yang terus terjatuh. Joon hanya bisa memandang RiAh dengan tatapan iba, ia tak sanggup melihat yeoja yang selama ini selalu bersemangat bersamanya, ternyata menyimpan luka dalam dihatinya. Joon menyandarkan kepala RiAh dipundaknya dan menenangkannya.

“ Jangan menangis. Bintang sedang melihatmu. Sebentar lagi ia akan mengabulkan doa mu. Maka.. jangan menangis lagi dihadapannya. “ kata Joon sambil menyandarkan kepalanya dikepala RiAh. Ia hanya tersenyum dan memikirkan sesuatu.

“ Star Star Star.. biarkan aku terbang. “ gumam RiAh.

RiAh menundukan kepalanya di meja café. Sudah satu jam ia terduduk disini. Tapi, Jihyun belum juga datang. Tik Tok! Ponselnya berbunyi.

“ RiAh, mian aku terlambat. Sekarang aku ada di Banpo, kalau aku kesana akan memakan waktu yang lama dan itu membuatmu semakin bosan menunggu, bagaimana kalau kau pergi menemuiku di Banpo saja? Ppali ya, sebentar lagi malam tiba, kau harus cepat sampai di Banpo sebelum malam. “

RiAh hanya bisa menghela nafas membaca pesan dari Jihyun.

“ Yang benar saja ia menyuruh ku untuk menemuinya?? Hah~ ia benar-benar tidak menghargai diriku yang sudah membeku menunggunya, Jihyun, mati kau! “ batin RiAh dan segera keluar dari café dan mencari taksi.

RiAh menyipitkan matanya dan menghamburkan matanya ke seluruh tepi jembatan Banpo yang dipenuhi lampu. Jalan sangat macet, oleh sebab itu RiAh sampai di Banpo pada malam hari. RiAh terus menghamburkan pandangannya, tapi ia tak dapat menemukan Jihyun, karena terlalu banyaknya manusia-manusia dan silaunya lampu di Banpo ini. Bahkan ada Bye Bye Sea yang menyanyikan lagu Mischievouse Kiss.

“ Ada acara apa ini? kenapa band rock indie ini tampil disini? “ gumam RiAh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. RiAh segera merogoh ponselnya dan menelpon Jihyun, tapi tak diangkat-angkat.

“ Jihyun ah!! Dimana kau??? Lihat saja kalau aku menemukanmu, mati kau! “ desah RiAh. Tiba-tiba saja lampu-lampu di Banpo mati. RiAh terdiam, ia benar-benar terkejut dan segera mendongakkan kepalanya ke langit, karena langit begitu terang dan banyak bintang yang bertaburan.

“ Star Star Star.. “ RiAh menghela panjang nafasnya. “ I Miss U.. “

Tiba-tiba lagi, terdengar alunan biola disusul lagu Star Star Star Girl`s Generation. Dan perlahan-lahan lampu menyala dan muncul seorang namja yang memegang sebuah microphone dan menyanyikan lagu Star Star Star Girl`s Generation itu. RiAh memandang lurus namja didepannya. Ia dapat mengenali siapa namja yang ada didepannya. Cheondoong, namja itu adalah Cheondoong. “ Nan nal byeol byeol byeol byeomankeum saranghae wattdeon geoya neoreul chaja, jeo molliseo neon shining star byeol byeol byeol byeolmaleul da hae bwado pyohyeoni an dwae jeongmal neomuna dab dabhae, ijena eoddeke haeya hana.. “ Cheondoong bernyanyi sambil berjalan mendekati RiAh. RiAh hanya bisa terdiam terpaku. Air mata telah membasahi pipinya untuk yang kesekian kalinya. RiAh segera berjalan mendekati Cheondoong dan memeluknya.

“ Oppa~ “ desah RiAh dipelukan Cheondoong.

“ RiAh.. mianhae.. maafkan aku karena sudah meninggalkan mu terlalu lama. “ kata Cheondoong yang juga memeluk RiAh.

“ Oppa~ kemana kau selama ini? kenapa kau baru muncul dihadapanku? “ kata RiAh.

“ Maaf.. maaf aku baru memperlihatkan diriku. Sebenarnya aku.. aku.. “

RiAh terus memeluk Cheondoong. Ia tak ingin melepaskannya lagi dan itu membuat Cheondoong mengurungkan niatnya melanjutkan kata-katanya.

“ Bagaimana? Doa mu sudah terkabul bukan? Bintang mendengarkan doamu bukan? Ia menyampaikannnya padaku secara detail. “ kata Cheondoong mengalihkan perkataannya.

RiAh terdiam ia memandang kedua mata Cheondoong.

“ Oppa.. darimana kau tau? “ tanya RiAh.

“ RiAh.. mulai sekarang jangan menangis lagi. Bintangmu telah kembali. “ kata Joon sambil tersenyum.

“ Sunbae.. “ RiAh tercengang. Ia terkejut melihat Joon, GO, Mir, SeungHo, dan Jihyun yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

“ Hyung yang memberi tahu doamu padaku. Ia menyadari tatapan mataku yang selalu menuju ke arahmu saat kita bertemu, hyung bahkan menyadari tatapanmu yang juga terus menatapku. “ kata Cheondoong sambil memandang Joon dengan senyuman bahagia. Joon membalasnya dengan senyuman kembali.

“ Sunbae.. kau itu hebat sekali, bagaimana mungkin kau mengenali namja yang ku maksud malam itu? “ kata RiAh.

“ Aku seorang sunbae, tentu saja aku tau. “ kata Joon sambil tersenyum. RiAh hanya bisa membalasnya kembali dengan senyuman.

“ Sebenarnya aku adalah Thunder. Aku adalah Thunder, member MBLAQ. Aku pergi meninggalkanmu untuk mewujudkan impian noona ku, Sandara. Aku dua kali tidak lulus audisi. Akhirnya aku pasrah, aku berpikir aku tidak akan mungkin bisa menjadi seorang member boyband, dan tiba-tiba manajem yang dulu dua kali menolak ku akhirnya memanggilku untuk menjadi pengganti anggota MBLAQ yang baru keluar. Aku sangat bingung saat itu. Aku bahagia karena aku memiliki kesempatan untuk menggapai impian noona ku. Tapi aku juga sedih, karena aku sudah menyandang menjadi kekasihmu, aku tak ingin meninggalkanmu. Aku sangat frustasi, aku bingung. Aku takut kehilanganmu dan aku juga takut membuat harapan noona ku hancur, jika aku menolak permintaan itu. Tapi, keadaan memaksaku. Jadi aku memilih untuk menerima tawaran itu dan meninggalkan mu untuk sementara. Maafkan aku, aku tidak bermaksud apa-apa. Maafkan aku, karena aku tak memberitahumu dengan jelas, aku takut kau yang akan pergi meninggalkanku untuk selamanya. Aku memakai nama Thunder sebagai nama panggungku. Jadi, aku tetaplah Cheondoong, bintang mu. “ kata Cheondoong dengan wajah penuh bersalah. RiAh terdiam mendengar penjelasan Cheondoong, tapi ia segera tersenyum.

“ Hah.. jadi kau….. orang yang masuk di boyband MBLAQ 15 hari sebelum album mereka di liris? Malang sekali nasibmu, apa kau baik-baik saja disana? “ tanya RiAh dengan senyuman bahagia dan tangisan haru yang masih membasahi pipinya.

“ Aku… baik-baik saja. “ kata Cheondoong. “ Tapi.. kau kenapa tidak mengenaliku?? “ tanya Cheondoong.

“ Mmm.. aku ragu. Aku ragu kalau kau adalah Cheondoong. Lagipula untuk apa kau mengganti namamu dengan sebutan Thunder? “ tatap RiAh. Cheondoong hanya tertawa kecil.

“ Kau tetap saja pabo seperti yang dulu. Siapa suruh kau tidak mengikuti perkembangan boyband. Hah~ boyband ku ini boyband yang sangat terkenal. Kalau kau mengikuti perkembanagnnya kau pasti tau siapa aku dan nama asli ku. “ kata Cheondoong sambil mengacak-acak rambut RiAh.

“ Hah~ aku itu tidak suka boyband. Makanya aku tidak mengikuti perkembangannya! Masa kau tidak tau kalau pacarmu ini tidak menyukai boyband, bukankah kau pacarnya? Bagaimana ini? bahkan kau tidak tau salah satu yang dibenci pacarmu. “ tatap RiAh. RiAh dan Cheondoong mulai lagi melakukan aktivitas yang telah lama tidak mereka lakukan, berdebat yang tidak jelas.

“ Hah.. benarkah?? Kau juga tidak tau sesuatu yang ku alami selama aku pergi, “ kata Cheondoong sambil tersenyum tipis. “ Kau tau, setiap hari aku merindukanmu dan selalu memandangi langit dan berdoa, agar kau selalu ingat padaku dan merasakan diriku yang sebenarnya selalu ada disisimu. “.

“ Hah.. kau juga harus tau aku setiap hari menangis menatap bintang, padahal aku sudah berjanji untuk tidak menangis dan melupakan dirimu yang menjadi bintang, tapi.. aku tak mampu. “.

Cheondoong hanya bisa tersenyum melihat wajah RiAh yang kembali bahagia seperti dulu.

“ Mulai sekarang, aku tak akan meninggalkanmu lagi dan membiarkanmu menangis lagi. Percayalah.. “ kata Cheondoong dan kembali memeluk RiAh.

“ Star.. star.. star.. oh baby~ star.. star.. star.. “

Hah.. aku sangat senang orang yang ku cintai telah kembali ke pelukan ku. Kini aku akan segera merobek lembaran kusamku, semuanya yang kusam akan ku robek. Dan melanjutkan lembaran baruku yang menyenangkan bersama orang-orang yang kucintai.

THE END

Gomawo ya yang udah mau baca.. semoga aja ni FF gak ngebingungin buat kalian *soalnya aku sering bgt bikin FF yang ngebingungin, gaje, aneh, dan ngawur, maklum author pemula >_< * mohon bimbingannya.. gomawo..