Author: Rahina Lollidela (of course)

Length: Continue

Genre: AU, Tragedy, Mistery, Horror, Romance, Friendship

Casts:

– Miss A

* Jia

* Suzy

* Min

* Fei

– T-ara

* Eunjung

– Many more

Notes:

ANNYEONG!!!!! *semangat45 FFL yeorobeun, apa kabar???!!! Wah, kalo dipikir-pikir lama juga aku gak muncul ya? Pada kangen? *ngarep. Oke. FF ini bertemakan horror. Ya gak horror horror banget sih. Tapi kalo takut, ya… jangan baca ato di skip horror nya ya??? Oke. terus… pernah ngebayangin BIGBANG’s Seungri jadi gila??!! harap laporkan bila ada pemlagiatan ff. Terus… of course, komentarnya!!!! Happy reading!

————————————

“Suzy-ah…,” kata Seungri, manja. Suzy tak bertanggapan dan tetap sibuk dengan sms-nya.

From: Jia

“Kau ini bagaimana? Aku kan sudah menyuruhmu memasak mie!”

To: Jia

“Aku kan juga ingin pergi, eonnie!”

 

Suzy mematikan ponselnya dengan emosi. “Suzy-ah, kau sedang marah?” tanya Seungri. “Jia eonnie keterlaluan. Karena aku maknae, dia menyuruhku melakukan apa pun!” gerutu Suzy. “Mwoya? Jangan emosi begitu..,” Seungri merangkul pundak Suzy. “Tapi mereka menyebalkan!” gerutu Suzy. “Suzy-ah…, film itu… kau tahu…,” kata Seungri. “Hm?” Suzy berusaha melupakan emosinya dan memperhatikan Seungri. “Aku ingin menontonnya bersamamu,” kata Seungri. “Film? Film apa?” tanya Suzy. “Itu,” Seungri menunjuk ke bioskop di dekat taman kota dan sedang terpajang poster film “White; The Curse Of Melody”. “Oppa! Aku kan sudah bilang pada oppa kalau aku tidak suka film horror. Oppa belum mengerti, atau memang tidak mengerti aku?!” Suzy berdiri sejenak dan pergi. “Suzy-ah!”

 

Suzy berjalan menuju apartment nya dengan hati resah. Apa tadi aku berlebihan, ya? pikirnya. Sebenarnya dia ingin kembali tapi pikiran yang lain menahannya untuk kembali dan tetap berjalan pulang. “Lebih baik ku pastikan dia tidak marah,” gumamnya seraya membalikkan badan. Seungri sudah tidak ada. “Dia pasti marah,” gumamnya lagi seraya mengambil dan menyalakan ponselnya kembali. Sambil terus berjalan, Suzy berusaha mengirim pesan pada Seungri.

To: Seungska oppa

Maaf, tadi aku berlebihan. Jangan marah, ya?

From: Seungska oppa

Gwenchana… Salahku. Kuputuskan untuk menontonnya sendiri. Istirahatlah.

 

Suzy tersenyum lega saat membaca balaan dari Seungri. “Hah… seharusnya aku tahu kalau dia sangat baik padaku.”

 

***

 

“Aku pulang,” sapa Suzy saat pintu apartment terbuka. “Dari mana saja, kau?” tanya Jia. “Apa cuma eonnie yang butuh pergi? Aku kan juga butuh pergi,” gerutu Suzy. “Di dapur ada mie. Masih hangat. Makanlah,” kata Min yang baru keluar dari kamar. Suzy langsung mengambil semangkuk mie pedas dan bergabung dengan yang lain di ruang tengah. “Kenapa hari ini sebentar sekali? Biasanya kalau pacaran dengan Seungri kau bisa sampai tiga jam lebih,” kata Fei. “Kami bertengkar,” jawab Suzy dengan santai. “Bertengkar? Ini pertama kalinya dalam sejarah kalian berdua bertengkar. Karena apa?” tanya Jia. “Dia mengajakku menonton film White. Akhirnya aku marah dan pergi. tapi kami sudah tidak apa-apa,” kata Suzy lalu meneruskan makannya.

 

“Eonnie… kenapa semua iklannya iklan White?!” gerutu Suzy. “Molla. Namanya juga film yang sedang jadi trend,” kata Fei seraya memindah-mindah chanel. “Kalau kau bosan, sms saja Seungri,” saran Fei. Suzy langsung mengambil ponselnya.

To: Seungska oppa

Oppa… sedang apa???

From: Seungska oppa

Sedang menonton white. Ku putuskan untuk membeli DVD nya agar bila kau ingin menonton tidak perlu ke bioskop.

To: Seungska oppa

Begitukah? Setelah dipiki-pikir… tidak ada salahnya mencoba. Baiklah, aku akan pinjam besok.

 

***

 

Suzy berjalan hendak menuju gedung apartment tempat Seungri tinggal. Perasaan sudah tidak enak saat itu. “Kenapa tidak enak begini, ya? Mungkin karena aku akan meminjam DVD film horror,” gumamnya seraya mempercepat jalan.

 

Ting-tong!

“Seungri oppa?!” panggil Suzy. Tak ada jawaban. Suzy memutuskan untuk langsung masuk karena dia tahu passowrdnya. “Oppa???” panggil Suzy. Tak ada balasan. Suzy mencoba menengok ke kamar Seungri, tak ada. “Mungkin di ruang dance,” tebaknya. Tapi tetap tak ada. “Apa mungkin…,” Suzy mengintip sedikit ke kamar mandi. Tak ada juga.

 

“Kau mencari Seungri?” GD sudah di depan pintu. “GD oppa, kau tahu dia di mana?” tanya Suzy. GD berubah ekspresi. “Ikut aku sebentar,” pinta GD. Suzy pun langsung mengikutinya.

 

Rupanya GD mengajak Suzy ke apartment Seunghyun. GD menekan tombol bel apartment Seunghyun dan Seunghyun pun langsung membukakan pintu. “Kau sudah datang? Masuklah, ada yang harus dibicarakan,” ajak Seunghyun. Suzy langsung masuk dengan ragu. Di dalam sudah ada Taeyang dan Daesung. “Duduklah,” pinta Seunghyun. Suzy langsung duduk seraya memasukkan tangan ke kedua kantong hoodienya. “Huf… aku tak yakin harus cerita. Tapi…. Seungri itu gila,” kata Daesung dengan singkat. Suzy terdiam sejenak, lalu tertawa dengan keras. “Kalian bercanda kan?” tanya Suzy di sela tawanya. “tidak,” Suzy langsung berhenti tertawa. “Kami serius,” lanjut Taeyang. “Sepertinya kalian yang gila,” kata Suzy seraya beranjak. “Kami akan antarkan kau padanya,” tahan Seunghyun. Suzy terdiam lalu berbalik. “Antarkan aku padanya,” pinta Suzy. “Taeyang kau yang pergi. Biar kami jemput yang lain,” suruh Seunghyun. Taeyang langsung mengangguk dan mengajak Suzy keluar.

 

“Kau tak mau mendengarkan musik?” tanya Suzy dengan santa karena masih berpikir Seungri tidak gila. taeyang tak menjawab dan hanya berfokus ke depan. Suzy langsung terdiam.

 

mobil yang mereka tumpangi akan berparkir. Suzy melihat sekeliling. Rumah sakit jiwa. “Apa dia benar-benar sakit jiwa?!” tanya Suzy. Taeyang hanya diam. “Taey oppa, jawab aku!” kata Suzy. Taeyang hanya diam dan membukakan pintu untuk Suzy. “Oppa!” Suzy beruaha menyamakan langkah dengan Taeyang yang sudah di depannya.Mereka sudah sampai di front office. “Aku ingin menjenguk Lee Seunghyun,” kata Taeyang. Perawat yang ada di sana langsung mengantarkan mereka ke sebuah ruangan di ujung koridor. “Mohon hanya sebentar,” pinta perawat itu. Taeyang langsung membukakan pintu untuk Suzy. Suzy langsung masuk ke ruangan itu dengan penuh harapan. Terlihat jelas Seungri yang diikat kuat di dalam ruangan yang kosong sedang berusaha memberontak. “Oppa!” Suzy berteriak seraya menangis. Suzy hendak mendekatinya tapi Taeyang menahan tangannya. Suzy menatap Taeyang sejenak lalu melepaskan tangannya dan tetap bersikeras mendekati Seungri. “Oppa…. ini Suzy…,” katanya. Seungri hanya menatapnya deng pandangan marah. Suzy hendak memeluknya tapi Seungri memberontak dan tak sengaja membuat Suzy terlempar ke dinding. Pada saat yang sama, Jia, Fei, dan Min datang menyaksikan. Suzy menangis di tempatnya. “oppa… ini aku…,” Suzy berusaha mendekat, tapi hal yang sama kembali terjadi. Suzy mulai melemas. “Suzy-ah!” Seunghyun langsung mendekati Suzy dan menuntunnya keluar. “Oppa! Oppa!!!” Suzy memberontak tapi tak bisa.

 

***

 

“Kami menemukan DVD ini sedang diputar saat dia mulai marah,” kata Taeyang pada Jia seraya memberikan DVD film White. “White?” tanggap Jia. “Mustahil kalau ada hubungannya. Mungkin dia seperti itu karena film ini mengingatkan pada obsesinya menjadi artis,” jelas Taeyang.

 

***

 

“Kau yakin ini tak apa?” tanya Jia pada Fei yang sedang menyalakan DVD player mereka. “Tentu. Kita harus tahu yang terjadi,” kata Fei seraya memutar filmnya. Mereka berempat pun mulai fokus pada film itu. Suzy tak seperti biasanya. Biasanya dia akan berteriak. Tapi kali ini dia hanya diam. Mungkin karena perasaannya yang sedang rapuh.

 

Drrt~ Drrt~

Ponsel Jia berbunyi tepat saat film selesai diputar.

From: Taeyang

Seungri sudah mulai baik. Dia sudah dipindahkan ke ruang pasien reguler.

 

“Seungri sudah dipindahkan ke ruang reguler. Dia sudah baikan,” ungkap Jia. Yang lain tersenyum, tapi tidak dengan Suzy. Dia terus memperhatikan cover DVD itu.

 

***

 

“AHHH!!!!!!!!!” Suzy membanting pintu dengan keras seraya mengucurkan air mata. Kakinya sudah bergemetar, tangannya tak bisa memegang apa pun. “Suzy-ah!” semua langsung datang. “Seungri oppa….,” ungkapnya di sela-sela tangisannya. Fei yang mendengarnya langsung menyingkir sementara yang lain menenangkan Suzy. Fei berusaha menghubungi GD. “Yeoboseyo? GD-ah, ada apa?” tanya Fei. “Apakah Suzy di sana baik-baik saja?” GD balik bertanya. “Tidak. Ada apa?” tanya Fei lagi. “Seungri… Seungri… dia bunuh diri. Tiga jam setelah dipindah ke ruang reguler, dia langsung bunuh diri,” jelas GD. “Mwoya?!”

 

***

 

“Sebenarnya ada apa ini?” tanya Jia pada yang lain saat Suzy sudah tidur. “Seungri pergi,” tanggap Fei seraya menatap tajam cover DVD film White. “Kalau begitu kenapa Suzy bisa menangis separah itu?” tanya Min. “Maksudku… dia meninggal. Dia bunuh diri tiga jam setelah dipindah ke ruang reguler,” jelas Fei masih dalam posisi yang sama. “Mwoya?!” yang lain terkejut. Tiba-tiba Fei terbelalak. “Bisakah kalian baca tulisan di sudut kanan bawah?” pinta Fei seraya memberikan DVD nya. Hanya boleh ditonton oleh minimal lima orang secara bersamaan. “MWOYA?!”

 

To be continued…