Author : Claudhia Safira (Park Hye Joong)

Title : Strawberry Lovellipop

Length : Continue

Genre : Romance

Cast :

* Casts :
– Kim Hyun Joong  (SS501) as Kim Hyun Joong
– Park Hye Joong as Park Hye Joong
– Kim Hyung Joon (SS501) as Kim Hyung Joon
– Song Hye Ra as Song Hye Ra
– Heo Young Saeng (SS501) as Heo Young Saeng
– Kim Hyun Ra as Kim Hyun Ra
– Kim Kyu Jong (SS501) as Kim Kyu Jong
– Song Hyu Rin as Song Hyu Rin
– Park Jung Min (SS501)  as Park Jung Min
– Han Sang Mi as Han Sang Mi
Extended Casts :
– Kim Min Joo as Hyun Joong’s mother
– Park Min Ho as Hye Joong’s father
– Byun Jang Moon (A’st1)  as Jang Moon
– Sung In Kyu as (A’st1) In Kyu
– Kang Hye Neul as Hye Neul
– Park Jung Jin (A’st1)  as Jung Jin

 

CHAPTER 3

HAPPY  DAY  WITH  NOONA

***

Sejak pagi hari Hye Joong menyibukkan diri di dalam kamarnya.

“Hye Joong? Kau sedang sibuk?” Tanya Ayah.

“Appa? Aniyo, Keunyang, aku  hanya bingung memilih pakaian………………” ucap Hye Joong.

“Eodiga?” Tanya Ayah.

“Pergi ke taman hiburan!” jawab Hye Joong.

“Dengan siapa?” Tanya Ayah.

“Hyun Joong!” jawab Hye Joong.

“Aku kira kau pergi berkencan dengan pacarmu. Karena sepertinya kau excited sekali.” Ucap ayah.

“Appa……………………………………”

“Ya….ya…. baiklah, ayah tidak akan ikut campur. Ayah pergi ke dapur dulu!” ucap Ayah.

“Berkencan? Pacar? Tidak masuk akal!” ucap Hye Joong seraya senyum – senyum sendiri.

Tak lama berselang ………………………..

“Noona, kau sudah siap?” Tanya Hyun Joong.

Hye Joong lantas keluar dari kamarnya. Hyun Joong sempat tertegun melihat Hye Joong dengan kaos lengan pendek warna putih dan rok pendek warna hijau, plus rambutnya yang ditali dengan poni samping yang membuat Hye Joong tampak terlihat segar dan cantik.

“Ada yang salah dengan penampilanku?”

“Aniyo, noona neomu yeppeo!” puji Hyun Joong.

Muka Hye Joong jadi memerah karenanya.

Saat mereka hendak keluar rumah, tiba – tiba saja ibu memergoki mereka berdua.

“Wah ……….. wah ……………… kalian sudah seperti anak kembar saja!” ucap ibu.

Mereka berdua tampak heran.

“Lihatlah, kalian berdua memakai baju yang seragam. Sama – sama memakai kaos warna putih dan bawahan berwarna hijau!” ucap Ibu.

“Ini hanya kebetulan bu!” ucap Hyun Joong dengan sedikit rasa malu.

“Kalian berdua hati – hati di jalan. Pulang jangan malam – malam!” ucap ibu.

“Baik bu!” ucap mereka berdua.

Sesampainya di taman hiburan, mereka langsung memainkan semua wahana yang ada di situ. Mulai dari bianglala, roller coaster, rumah hantu, dan masih banyak lagi. Hari itu benar – benar dilalui mereka dengan penuh rasa gembira. Saat sedang asyik – asyiknya berjalan, tiba – tiba ada yang tak sengaja menabrak Hye Joong, sehingga Hye Joong sempat terjatuh. Agar Hye Joong tidak terjatuh lagi, Hyun Joong menggenggam erat tangan Hye Joong.  Entah mengapa perasaan Hye Joong menjadi campur aduk. Jantungnya seakan berdetak sangat kencang hingga ia tak bisa mengontrolnya. Belum lagi ketika ia menatap wajah Hyun Joong, rasanya ada sesuatu yang membuat Hye Joong gugup saat menatapnya. Ini adalah pertama kalinya semenjak kenal Hyun Joong 10 tahun lalu, ia merasakan perasaan yang begitu aneh.

“Noona, kau mau foto?” Tanya Hyun Joong.

“Ne?” Tanya Hye Joong yang sedang tak berkonsentrasi.

“Kau mau kan foto bersamaku?” Tanya Hyun Joong sekali lagi.

Hye Joong hanya menganggukkan kepalanya.

Fotografer pun langsung mengarahkan kedua orang itu sehingga anglenya bisa tepat.

“Maaf, apa kalian bisa sedikit berdekatan lagi?” ucap fotografer itu.

“Ehm…. Baiklah!” ucap Hyun Joong.

“Aigoo………………. Kenapa kalian kaku sekali?” keluh fotografer itu.

Hyun Joong lantas meletakkan tangannya di samping bahu Hye Joong.

“Nah….. begitu baru bagus. OK…. Siap……………. Cheeeeeees” ucap fotografer itu.

“Bagaimana noona hasil fotonya? Noona suka?” Tanya Hyun Joong.

“Eh….. iya aku menyukainya.” Jawab Hye Joong.

“Simpanlah satu untuk noona. Yang satu biar aku yang menyimpannya” ucap Hyun Joong.

“Ayo kita ke wahana selanjutnya!” ajak Hyun Joong.

Beberapa jam kemudian ………………………..

 

“Noona….. aku lapar!” ucap Hyun Joong tiba – tiba.

“Beli saja makanan!” ucap Hye Joong.

“Kau kan kakakku, jadi traktirlah aku makan!” ucap Hyun Joong.

“Di mana – mana pria lah yang mentraktir wanita makan!” ucap Hye Joong.

“Tapi kita kan saudara, jadi itu tidak berlaku. Dalam hubungan saudara, yang tua lah yang harus mentraktir yang muda!” ucap Hyun Joong.

“Kau ini…………… kita hanya berbeda usia satu tahun!” ucap Hye Joong.

“Entah itu satu tahun, sepuluh tahun, atau bahkan satu bulan sekalipun, tetap saja intinya kau lebih tua daripada aku, jadi kau yang harus mentraktir!” ucap Hyun Joong.

“Ya………..ya………………. baiklah……………… aku memang tidak akan pernah menang berdebat denganmu. Kau mau makan apa?” Tanya Hye Joong.

Hye Joong dan Hyun Joong lantas pergi ke sebuah rumah makan. Hyun Joong segera memanggil pelayannya.

“Pasangan suami istri baru ya? Pasti sedang berbulan madu. Kalian mau pesan apa?” Tanya pelayan itu.

“Pasangan suami istri? Memangnya aku dan Hyun Joong tampak seperti pasangan suami istri?” ucap Hye Joong dalam hati.

“Iya benar, kami baru saja menikah. Kami memesan masakan yang paling enak di sini!” ucap Hyun Joong.

“Baiklah pesanan Anda akan segera kami antar!” ucap pelayan.

“Hyun Joong ah, kenapa kau bicara seperti itu? Kita kan bukan pasangan suami istri!” ucap Hye Joong.

“Noona, tak ada salahnya sekali – kali kita menganggap diri kita sebagai pasangan suami istri!” ucap Hyun Joong dengan santainya.

“Neo sinca!” ucap Hye Joong.

“Noona, apa hari ini kau senang pergi bersamaku?” Tanya Hyun Joong.

“Tentu saja aku senang pergi bersamamu” jawab Hye Joong.

“Aku ingin setiap hari seperti hari ini. Aku melewati hari demi hari bersama noona di sampingku” ucap Hyun Joong dengan raut senang.

“Hei…… kita tidak akan bisa bersama selamanya!”

“K….. kenapa begitu?” Tanya Hyun Joong penasaran.

“Memangnya kau tidak butuh menikah? Mempunyai seorang istri lalu mempunyai anak. Kalau kau sudah menikah nanti, tentu kau akan menghabiskan waktumu bersama keluargamu. Begitupun denganku. Kelak aku akan menjadi seorang istri. Sebagai seorang istri yang baik, pastinya aku harus berbakti kepada suamiku. Mencurahkan semua perhatianku padanya.” Ucap Hye Joong.

Hyun Joong tak bisa berkata apa – apa. Ia hanya bisa terdiam seribu bahasa.

Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan telah tiba.

“Hyun Joong ah, kenapa kau melamun? Ayo makan! Kau bilang tadi kau lapar!” ucap Hye Joong.

Hyun Joong dan Hye Joong lantas memakan hidangan yang telah mereka pesan. Sesekali Hye Joong menyuapi makanan ke Hyun Joong, seperti yang ia lakukan ketika masih kecil. Hyun Joong juga melakukan hal yang sama. Dia juga menyuapi Hye Joong. Mereka berdua kelihatan senang sekali hari itu.

Hari ini aku sungguh senang, bisa menghabiskan waktu bersama noona. Tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu yang lain. Sesuatu yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Noona, terkadang aku sempat berpikir. Andai saja kita tidak ditakdirkan untuk menjadi saudara tiri. Apakah kau akan tetap perhatian kepadaku? Apakah kau tetap akan tetap menyayangiku? Entah mengapa rasanya aku merasa tidak senang jika kau hanya menganggapku sebagai adik. Sungguh ini adalah sesuatu yang sangat aneh.

………………… ………. ………………