Author : thefeysture

Genre : Romance

Cast  :  Lee Donghae

Kim Eun Ri

Choi Si Won

Kim Kibum

Yeay!! AKu balik!! Haha Setelah sekian lama akhirnya kau balik lagi… wkwk Maaf ya kalo aaku jarang ngepost FF, soalnya aku sekarang udh kelas 9, tiap hari ada aja ulangan atau PR. Maaf ya… Nah, sebenarnya FF ini bukan baru, udah lama namun belum aku publish. Karena gak enak sama author yang lain karena kau belum ngepost lagi, jadinya aku post aja FF ini…

jangan lupa Comment ya!! Gomawoyo~~

Sore itu ketika langit mulai menjadi jingga, dan matahari mulai tenggelam ke peraduannya, seorang gadis mungil terduduk di tepi pantai. Semilir angin pantai di sore itu, menerbangkan beberapa rambutnya yang membuatnya harus beberapa kali menyibak rambutnya. Gadis it uterus tersenyum meilhat kearah lautan biru itu. Tak lama setelah itu, ia pun bangkit dan segera mengambil sebuah tongkat untuk berjalan. Ya, gadis itu memang buta. Memang sangat disayangkan padahal ia  adalah gadis yang cantik dan ceria, Tetapi, kehilangan kedua matanya membuat keceriannya pun pudar.

BLITZ..

Tanpa disadari sang gadis, sesosok laki-laki terus memperhatikannya dari jauh dan tak jarang ia mengambil potret gadis itu. Lelaki itu tersenyum menatap hasil fotonya yang memuaskan untuknya. Ia kembali menatap gadis itu yang tampak mulai meninggalkan pantai itu. Lelaki itu tersenyum lagi tetapi senyum yang susah dimengerti. Tetapi, dari pandangan matanya terlukis  sebuah kesan ketertarikan.

“Kau masih memperhatikannya?” kata seseorang yang membuat lelaki itu sedikit tersentak

Lelaki itu tampak tersenyum pada seseorang yang membuatnya tersentak itu.

“Begitulah. Dia begitu menarik, Kibum-ah..” kata lelaki yang terus saja melihat hasil foto-foto gadis itu di kameranya

“Donghae-ah, dia itu buta..” kata temannya yang bernama Kibum itu

“Lalu? Nobody’s perfect1..”

Kibum hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya yang hanya berani melihat gadis itu tanpa berani sekalipun menghampirinya.

“Kau suka padanya?” tanya Kibum yang membuat Donghae sedikit terbatuk

“Ya!Ya! Kau kenapa?” tanya Kibum lagi sambil tertawa san menepuk-nepuk pundak sahabatnya

“Ya! Aku tidak mungkin suka padanya!” kata Donghae dengan sedikit berteriak

Walaupunn hari itu sudah gelap, tetapi Kibum berani bersumpah bahwa ia melihat wajah Donghae sedikit memerah dan menegang. Kibum pun hanya dapat tersenyum melihat sikap sahabat kecilnya itu.

Gadis buta itu tampak berdiri di balkon kamarnya. Entah apa yang dipirkannya saat itu, tetapi dari raut wajahnya, ia sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya sangat sedih. Sesekali gadis itu mengusap wajahnya yang tanpa ia sadari telah mengeluarkan air mata. Tiba-tiba, pintu kamar itu terbuka. Gadis itu dengan segera menghapus air matanya.

“Eun Ri-ah,,” panggil lelaki yang membuka pintu kamar gadis itu dengan lembut

“Tak bisakah kau mengetuk pintu dulu?” tanya gadis buta yang bernama Eun Ri itu dengan sinis

Lelaki itu hanya menghembuskan nafasnya.

“Aku sudah mengetuk beberapa kali, Eun Ri-ah..”

Tak ada jawaban dari Eun Ri. Gadis itu hanya terdiam. Sedangkan lelaki itu berjalan perlahan mendekati sosok gadis itu.

“Apakah aku tak memiliki tempat di hatimu?” tanya lelaki itu tempat di telinga Eun Ri yang membuatnya sedikit bergidik

“Apa maumu, Siwon-ah?” kata Eun Ri dengan dingin

“Aku hanya mau kau kembali seperti dulu, Eun Ri-ah. Jadilah gadis ceria seperti dulu, Itu sudah cukup bagiku,”

Eun Ri tak mampu berkata-kata. Sesungguhnya ia tak mau menjadi seperti gadis yang mudah putus asa hanya karena kehilangan kedua matanya. Tetapi sikap egoisnya lah yang membuatnya seperti ini. Ia tak mau orang-orang meninggalkannya seperti kedua orang tuanya.

“Apakah aku bisa orang tuaku bisa kembali menyayangiku jika aku tetap ceria?” tanyaku dingin

Siwon hanya mampu terpaku mendengar pertanyaan gadis yang dicintainya itu. Ia ingin mengembalikan kecerian gadis itu, tapi ia tak tahu caranya. Terlalu sulit mengubah gadis keras kepala sepertinya.

Entah darimana Donghae mendapatkan keberanian itu, yang pasti saat ini ia sedang berjalan menghampiri gadis itu. Rasa penasaran telah mengalahkan rasa malu dan tidak percaya diri dalam dirinya. Ia memejamkan matanya sebelum akhirnya duduk disamping gadis itu. Gadis itu sedikit tersentak karena menyadari kehadiran seseorang disampingnya.

“Mengapa kau terus mengikutiku terus, Siwon-ah?” kata gadis itu dengan ketusnya

Donghae hanya terdiam,  tak berani menjawab. Gadis itupun ikut terdiam. Tak ada pembicaraan hanya desahan ombaklah yang terdengar.

“Kau pernah bilang bahwa aku harus seperti dulu. Tapi kau tak pernah menjawab apakah orangtuaku akan kembali jika aku ceria seperti dulu! Apa gunanya aku seperti dulu jika tak ada lagi yang menyayangiku?” teriak gadis itu

Donghae sedikit terkaget mendengar teriakan gadis itu. Ia mulai bersimpati pada gadis itu, ia merasa bahwa gadis itu sedang menghadapi suatu masalah.

“Siwon-ah! Jawab aku!” kata Eun Ri sambil memukul-mukul pelan Donghae

“Bukankah lebih baik aku  mati? Apa yang bisa  kuharapkan lagi dari kehidupan ini?” teriaknya sambil menangis di pelukan Donghae

Donghae pun segera memeluk gadis itu walaupun ia tak mengenal gadis itu. Gadis itu terus menangis dan mencurahkan seluruh kesakitan dan kekecewaannya dalam air matanya. Donghae tak mampu berbuat apa-apa. Ia hanya menunggu sampai gadis itu merasa  tenang.

Tiba-tiba, gadis itu berhenti menangis. Ia mulai menyadari ada sesuatu yang salah. Ia meraba wajah Donghae dan kemudian mendorongnya hingga jatuh tersungkur.

“Aww..” teriak Donghae setelah kepalanya menyentuk pasir di panta itu

“Siapa kau! Aku tahu kau bukan Siwon!” teriak gadis itu sambil menunjuk-nunjuk dengan tongkatnya

“Aku tak pernah bilang kalau aku adalah Siwon dan  turunkan tongkatmu!” kata Donghae sambil membersihkan tubuhnya dari pasir-pasir

“Mau apa kau kesini?” tanya Eun Ri dengan ketusnya

“Kau tak lupa kan kalau ini adalah tempat umum!” kata Donghae dengan santai sambil memperhatikan wajah Eun Ri

Donghae tersenyum simpul saat melihat ekspresi Eun Ri yang kehabisan kata-kata. Karena tak ada yang memulai pembiacaraan, Donghae pun memecah keheningan itu.

“Banyak orang yang sangat mengharapkan umur panjang dan sekarang kau ingin mati? Cih..” kata Donghae sedikit menyindir Eun RI

“Tahu apa kau  tentang diriku? Aku ini buta, apa yang bisa dilakukan orang tanpa mata? Hah?” kata Eun Ri menantang

“Hanya mata, nona! Hanya mata! Tanpa mata, kau masih dapat hidup. Bagaimana tanpa jantung?Hah?”

“Hah! Aku rasa mereka pasti ingin mati juga! Kau tahu, memiliki suatu kelainan itu sangat menyiksa!”

“Kau salah. Tak semua orang dengan mudah menyerahkan hidupnya pada penyakit seperti itu. Hanya orang bodoh yang berputus asa seperi itu!”

“Oh ya? Jangan sok tahu, Tuan!” kata gadis itu dengan tajam

Donghae menahan nafas sebentar dan mengehembuskannya perlahan.

“Adikku. Dia mengidap penyakit jantung dari kecil. Dia tahu bahwa hidupnya tak lama lagi, tapi dia berusaha untuk tetap hidup dan menikmati hidupnya. Kalau saja aku bisa membeli nyawa, pasti akan kubeli nyawamu itu!” Kata Donghae dengan lirih

Eun Ri terperangah mendengar kisah lelaki disampingnya itu.

“Dimana adikmu?”

“Dia sudah meninggal,” kata Donghae dengan sedikt gugup

“Oh. Maaf..” kata Eun Ri merasa sangat bersalah

“Gwenchana2.. Siapa namamu?”

“Eun Ri. Kim Eun Ri. Kau?”

“Lee Donghae,”

*Flash Back

“Eun Ri-ah, ayo kesini!”  teriak Donghae di pantai itu, di pantai tempat mereka bertemu

Sejak perkenalan di saat itu, mereka menjadi dekat. Pantai selalu menjadi tujuan pertemuan mereka. Entah apa yang mereka lakukan, tapi mereka tak pernah bosan disana.

“Dimana, oppa3?” gerutu Eun Rin karena kesal tak bisa menemukan Donghae

“Huh! Katanya kau memiliki pendengaran yang tajam?!?” kata Donghae

“Aish.. Aku tak bisa mendengarmu dengan jelas karena ada suara ombak, oppa!”

Terdengar tawa ringan dari Donghae yang membuat Eun Ri semakin kesal.

“OPPA! DImana kau!” teriak Eun Ri

Tak terdengar suara apapun. Eun Ri semakin kesal karena Donghae berusaha menggodanya.

“DISINI!”  teriak Donghae tepat ditelinga Eun Ri yang membuat Eun Ri terlompat

“OPPA!” teriak Eun Ri sambil memukul-mukul punggung lelaki itu

“Appo4, Eun Ri-ah..” kata Donghae sambil tertawa

Mereka berdua menghabiskan hari itu dengan canda dan tawa. Pertemuannya dengan Donghae telah membawa banyak perubahan pada diri Donghae. Hatinya menjadi lebih terbuka akan arti hidup yang selama ini tidak ia mengerti. Eun Ri pun menjadi seorang gadis yang berbeda, lebih ceria dan semua itu berkat Donghae.

*End Of Flash Back

Eun Ri tampak tersenyum saat mengingat semua kebersamaannya dengan Donghae. Ia merasakan hal yang berbeda bila bersama Donghae. Ia merasa nyaman jika bersama dengannya.  Persis seperti apa yang ia rasakan ketika ia jatuh cinta dengan Siwon. Namun,  ,sekarang ia tak lagi merasakan hal itu ketika ia bersama Siwon, mantan kekasihnya.

“Eun Ri-ah,”

Panggilan Siwon langsung mengagetkan Eun Ri dan menyadarkannya kembali.

“Ne?”

“Apakah kau menyukai Donghae? Lebih” tanya Siwon dengan hati-hati

Eun Ri hanya mendengus mendengar pertanyaan itu.

“Waktu terus berputar tanpa melihat keadaan, Eun Ri-ah. Waktu tak akan kembali, jangan sampai kau menyesal,” kata Siwon dengan pelan dan meninggalkan Eun Ri dalam kebingungannya

Ia tak mengerti madsud perkataan Siwon. Eun Ri memang merasakan hal yang yang berbeda ketika bersama Donghae. Tetapi, apakah itu cinta?

Malam begitu indah dengan gemerlap bintang di langit. Dinginnya malam menambah keanggunan malam itu. Di tengah malam itu, seorang gadis dan seorang laki-laki tampak terduduk bersama di tepi pantai.

“Eun Ri-ah,” panggil Donghae memecah keheningan

“hmm?”

“Kalau aku pergi, kau harus tetap  menjadi gadis yang ceria ya? Kau harus berjanji padaku!”

“Madsudmu?”

“Berjanjilah kepadaku dulu!” kata Donghae

“Baiklah.. Aku berjanji..”

“Jangan pernah bersedih walaupun aku tidak lagi disisimu, Eun Ri! Arraso?”

“Oppa, kau kenapa?”

“Diamlah, Eun Ri. Dengarkan saja!”

“Ne, oppa..”

“Jadilah gadis yang kuat. Walaupun kau memiliki kekurangan, kau harus tetap menjalani hidupmu dnegan baik. Walaupun tidak ada orang tua disampingmu, ada Siwon yang akan selalu menyayangimu, arraso3?”

“Ne..” kata Eun Ri gugup

“Eun Ri-ah… Saranghae5,” Kata Donghae dengan perlahan

“Oppa, aku..”

“Aku tak memintamu menjawab perasaanku. Aku hanya mau kau tahu perasaanku,”

Eun Ri hanya terdiam di tengah keheningan malam.

“Boleh aku tanya sesuatu?” tanya Donghae

“Hmm..”

“Saat kita pertama kali bertemu, kenapa kau tahu bahwa aku bukan Siwon?”

“Itu.. Itu karena Siwon memiliki tanda lahir di wajahnya..” kata Eun Ri pelan

“Kau perhatian padanya. Jagalah dia, Eun Ri. Dia sangat menyayangimu dengan segala kekuranganmu..”

Eun Ri menangis saat itu juga.  Ia juga tak tahu mengapa ia menangis, ia hanya merasa terharu dan ingin menangis di pelukan Donghae.

“Eun Ri-ah, jagalah matamu nantinya!”

Pemakaman Umum Korea di Seoul Pusat…..

Saat itu, pemakaman umum itu tampak ramai oleh orang-orang berbaju hitam. Banyak dari mereka yang menangis tak dapat menahan kesedihan melihat orang yang mereka sayangi meninggal dunia. Tak ada yang menyangka ia dapat meninggal di usia yang muda. Belasan orang berkumpul di sekitar suatu makam yang terlihat masih basah. Di nisan itu tertulis sebuah nama.

Rest In Piece

Lee Donghae

Tak ada yang pernah menyangka kepergiannya. Selama ini, ia menyembunyikan penyakitnya sendiri. Seakan itu adalah sebuah rahasia hingga ia tak membiarkan seorang pun tahu tentang penyakitnya.

Hingga hari telah siang, tersisa 3 orang di pemakaman itu. Kibum, Eun Ri dan Siwon. Mereka merasa sangat sedih atas kepergian Donghae. Tak ada yang pernah menyangka hal tersebut.

“Kibum oppa, mengapa ia bisa tiba-tiba meninggal seperti ini?” tanya Eun Ri di tengah tangisnya

“Dia memiliki penyakit kelainan jantung. Aku juga baru tahu hal itu kemarin,”

“Penyakit yang sama seperti adiknya,” gumam Eun Ri

“Adik? Donghae tak punya adik..” kata Kibum

“Apa? Tapi dia bilang..”

“Donghae berbohong, Eun Ri. Semua yang penyakit tentang adiknya, sebenarnya adalah penyakitnya,” kata Siwon yang membuat Eun Ri menatapnya heran

*Flash Back

“Kau hebat, Donghae-ssi. Bisa membuat Eun Ri menjadi seperti dulu padahal aku saja yang sudah lama mengenalnya, sangat sulit  mengubahnya,” kata Siwon di suatu café dengan nada menyindir

“Aku juga tak tahu..” kata Donghae sambil menatap jendela café dan meminum kopi pesanannya

“Kau menyukainya?” tanya Siwon

“Hmm.. Begitulah. Tapi sayang, takdir tidak mempersatukan ku dengannya,”

“Madsudmu? Aku akan merelakannya asalkan dia selalu tersenyum,”

“Ini tidak ada hubungannya denganmu, Siwon-ssi,”

“Lalu?”

“Aku sakit, Siwon-ssi. Kelainan jantung sejak kecil,”

Siwon sedikit tersedak mendengar pernyataan Donghae. Ia meminum vanilla pesanannya lalu menatap Donghae dengan tajam.

“Eun Ri pernah bercerita bahwa adikmu juga mengidap penyakit yang sama kan?” tanya Siwon dengan hati-hati

Donghae tertawa singkat.

“Kau percaya itu? Aku memang berbakat menjadi seorang actor,” katanya santai

“Aku serius, Donghae-ssi!” kaat Siwon dengan tajam

“ Aku tak pernah memiliki seorang adik. Akulah yang mengidap penyakit jantung,”

“Apa?”

“Siwon-ssi, aku akan memberikan mataku pada Eun Ri. Jadi, kau harus menjaga Eun Ri untukku, arraso!”

Siwon menatapnya tak percaya.

“Baiklah,”

“Ini rahasia kita, Siwon-ssi. Jangan beritahu dia sebelum waktunya,”

Siwon tampak berpikir sejenak dan mengangguk.

*End Of flash Back

Eun Ri tak henti-hetinya menangis di pemakaman yang tanahnya masih basah itu. Ia menyesal karena tak mengetahui hal ini sejak awal.

“Donghae oppa, kau berjanji akan menjaga mata ini dengan baik. Gomawo6,”

Eun Ri menarik nafasnya sebentar dan menatap nama  yang terukir di batu nisan itu.

“Nado Saranghae7,”

THE END

Note :

  1. Nobody’s Perfect : Tidak ada seorang pun yang sempurna
  2. Gwenchana : Tidak apa-apa
  3. Oppa : Kakak laki-laki
  4. Appo : Sakit
  5. Saranghae : Aku mencintaimu
  6. Goimawo : Treima Kasih (tidak formal)
  7. Nado. Sranghae : Aku juga mencintaimu