Author : Dian linglung

Genre : action, romantic,

Length : continue

Cast : choi ha ni

choi siwon

yunho

kim heechul

cho kyuhyun

lee donghae

leeteuk

support cast : Park eun chan

shim changmin TVXQ

Jang wooyoung 2pm

Annyeong..

Mian lama, buntu di tengah-tengah ung.. #plak hehe

Happy reading okeh? ^.^

Author POV

Tok..tok..tok..

“Nyonya, ada kiriman sebuah paket.”

“Dari siapa?”

“Tidak ada alamat pengirimnya.”

Lee eun kyo istri dari lee sungmin itu pun akhirnya menerima dan membuka sebuah kotak berukuran sedang.

Bruk..

Eun kyo menjatuhkan kotak yang ada ditangannya.

“Ada apa chagi?” tanya sungmin yang kini sudah berada di samping eun kyo. Eun kyo sama sekali tidak bergeming perlahan air matanya turun.

Sungmin melihat sebuah kotak yang tergeletak di bawah, dia berjongkok dan melihat kotak itu lekat-lekat. Kotak itu berisikan sebuah foto putrinya yang dipenuhi darah segar.

Foto eun chan yang diikat dengan tali di sebuah kursi, tangan eun chan diikat pada tangan kursi, mata sungmin membelalak lebar ketika melihat tangan eun chan yang dipenuhi dengan sayatan-sayatan silet. Mulutnya dibekap dengan selotip yang berukuran besar, rambut ikalnya terlihat acak-acakan, matanya terlihat bengkak entah berapa lama eun chan menangis.

“Eun chan anakku!” gumam eun kyo, tubuhnya mulai terlihat lemas, dia tidak bisa membayangkan seberapa menderitanya eun chan di sana. pembantunya dengan sigap menahan tubuh eun kyo agar tidak terjatuh.

Namun sayang, eun kyo sudah jatuh terduduk disamping suaminya. Sungmin meremas foto yang ditangannya. dia benar-benar tidak bisa menahan emosinya,“SIAPA PENGIRIMNYA?”

“Saya juga tidak tahu tuan, kotak itu sudah ada di depan pintu.”

***

“Pagi!!” sapa yunho ketika masuk ke dalam ruangan.

“Pagi!!”

Yunho berjalan menuju mejanya, dia melihat ke depan meja yang berada dihadapannya yang kosong “Dimana Ha ni?”

“Molla.” Jawab leeteuk sambil mengangkat bahunya.

Pandangan yunho beralih pada kyuhyun yang sedang menatap layar laptopnya dengan serius. “Aku juga tidak tahu hyung.” Ujar kyuhyun tiba-tiba, dia seakan merasakan tatapan yunho.

“Paling dia sedang bersama jonghyun menyelidiki diam-diam kasus ini lagi.” Celetuk donghae.

“Aku rasa itu tidak mungkin, jonghyun sedang berada di incheon sekarang. Dan ha ni tidak mungkin menyelidiki itu sendiri.”

Ckrek..

Shindong masuk ke dalam ruangan “Kalian diminta ke ruangan kepala kepolisian sekarang juga!!”

“MWO?? Apa ada masalah hyung?” tanya kyuhyun.

Shindong hanya menatap mereka satu persatu dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

“Sudahlah lebih baik kita kesana sekarang!.” Perintah yunho.

Kyuhyun, donghae, leeteuk menganggukan kepala dan pergi mengikuti yunho meninggalkan ruangan.

***

“Yak!! Apa lenganmu mau di amputasi choi ha ni sshi?”

“Wae? Ada masalah?” tanya ha ni dingin.

Dokter yang memeriksa ha ni hanya menggelengkan kepalanya, jengah dengan pasien yang ada di hadapannya.

“Luka tembakan di lenganmu mengalami infeksi, ini karena kau memakai plester dengan sembarangan, padahal lukamu masih belum kering.” Jelas dokter sambil membalutkan perban pada lengan kiri ha ni dengan hati-hati.

“Oh!” komentar singkat yang keluar dari mulut ha ni.

Wooyoung menyentuh kening ha ni “Ha ni~a, kau demam.” ujar wooyoung, tangannya kemudian menyentuh leher ha ni dengan cepat ha ni menepis tangan wooyoung.

“Aku tidak apa-apa.” Wooyoung menatap ha ni khawatir “Sungguh!” tambah ha ni.

“Tidak apa-apa bagaimana? Jelas-jelas kau ini demam.” Ha ni hanya tersenyum tanpa membalas perkataan wooyoung, berusaha menenangkan temannya ini.

Jang wooyoung, dokter yang memeriksa ha ni sekaligus teman ha ni menghela nafas. Dia sungguh tidak habis pikir, kenapa dia memiliki teman yang sedingin ini. Bahkan dia lebih dingin dari es yang ada si kutub selatan. Dia sama sekali tidak mempedulikan kondisinya saat ini.

Wooyoung beranjak dari ruang pemeriksaan menuju mejanya, dia menuliskan resep untuk ha ni. Ha ni mengikutinya dan duduk di depan wooyoung.

Wooyoung mendelik pada ha ni “Awas kalau kau tidak meminum obat ini dan mengoleskan antiseptik pada lukamu tepat waktu. Akan ku pastikan kau tidak akan bisa menembak orang lagi!”

“Cerewet sekali kau jang wooyoung sshi! lagipula aku memegang pistol dengan tangan kanan bukan tangan kiri.” Ujar ha ni enteng.

Wooyoung melotot pada ha ni “Jangan bantah ucapanku choi ha ni sshi !!”

Ha ni mendengus mendengar apa yang di ucapkan wooyoung.

“Aku pergi! Gomawo untuk hari ini!” ha ni beranjak dari kursinya meninggalkan wooyoung.

Tanpa ha ni sadari wooyoung memperhatikannya sampai pintu ruangan tertutup.

“Kalau aku tahu akan seperti ini, aku takkan melepasmu untuk Heechul hyung.” Ujar wooyoung dengan nada penyesalan yang sangat kentara.

***

“Apa kalian tidak bisa bekerja dengan cepat hah??” tanya sungmin dengan penuh emosi. Sungmin menatap yunho, leeteuk, donghae dan kyuhyum bergantian.

“Mianhamnida lee sungmin sshi, sejauh ini kami bertindak sesuai prosedur yang ada. Kami tidak mau bertindak gegabah.”

“Sesuai prosedur katamu? Kalian bekerja seperti kura-kura, sangat lambat. Aku kecewa dengan kinerja kalian. ” Ujar sungmin sambil menggebrak meja. “dan kau cho kyuhyun” sungmin menatap kyuhyun tajam.

“Polisi macam apa kau? Melindungi seorang gadis saja tidak bisa. Aku tidak akan pernah menyerahkan anakku padamu!” ujar sungmin tegas.

Perkataan sungmin mengagetkan semua orang yang berada di ruangan, semua orang menatap kyuhyun.

“Mianhamnida!” hanya kata maaf yang keluar dari mulut kyuhyun. Kyuhyun menundukan kepala dalam, entah bagaimana perasaannya saat ini. Hanya satu hal yang pasti, setelah keluar dari ruangan ini dia pasti di hujani pertanyaan-pertanyaan dari hyung-hyungnya mengenai hubungan kyuhyun dengan gadis yang disandera black evil.

Tok.. tok..

“Mianhe, terlambat!” ujar ha ni. Dia langsung berdiri di sebelah kyuhyun.

“Kau darimana ha ni sshi?” tanya minho.

“Dari rumah sakit.” Jawab ha ni dengan nada dingin seperti biasa.

Siwon yang dari tadi hanya duduk diam,kini ia beranjak menghampiri sungmin. Dia membungkkukan badan “Mianhamnida lee sungmin sshi hal ini sepenuhnya kesalahan saya.” Semua orang yang berada di sana kaget dengan apa yang dilakukan siwon. Mereka tahu benar bagaimana tabiat siwon yang sebenarnya.

Sungmin hanya mendelik, dia langsung pergi meninggalkan siwon yang masih membungkukan badan tanpa mempedulikan permintaan maafnya sama sekali. Dia membanting pintu dengan sangat keras.

Ha ni memberanikan diri menghampiri siwon “Oppa? Ada apa sebenarnya?”

Ha ni sama sekali tidak tahu dengan kotak yang dikirim oleh black evil ke rumah sungmin dan ke kantor polisi. Bahkan yunho, leeteuk, donghae, kyuhyun juga tidak tahu menahu mengenai hal itu. Sejak sampai di ruangan mereka langsung di bentak oleh sungmin.

Siwon menegakkan badannya “Minho sshi, shindong sshi tolong perlihatkan kotak itu pada mereka.”

Minho dan shindong masing-masing membawa satu kotak di tangan mereka. Mereka meletakkan kedua kotak tersebut di atas meja. Siwon berjalan mendekati meja dan membuka kotak tersebut.

Yunho, leeteuk, donghae, kyuhyun dan ha ni kaget dengan isi kotak itu. Mata mereka melebar. Isi kotak itu dipenuhi darah segar, darah segar yang menutupi foto yang ada di dalamnya. Di salah satu kotak terdapat sebuah pin berbentuk animasi wajah seseorang.

“kedua kotak ini dikirimkan ke alamat lee sungmin dan ke kantor polisi. Tidak salah lagi, ini dikirim oleh black evil.” Jelas siwon.

Ha ni maju mendekati kedua kotak itu, dia mengambil foto dan pin yang ada di dalam kotak dengan sapu tangan, dia tidak mau mengambil resiko karena kemungkinan sidik jari pelaku masih tertempel di dalamnya.

Yunho, leeteuk dan donghae mendekati ha ni, mereka penasaran dengan foto dan pin itu. Seketika mata ha ni membelalak lebar dengan apa yang dilihatnya dalam foto itu. Foto seorang gadis yang menjadi sandera black evil. Kondisi gadis itu sangat menyedihkan dengan luka siletan yang sangat banyak di tangannya.

Ha ni melirik pada kyuhyun yang sedari tadi hanya menatap dengan tatapan kosong kotak itu. Dia seakan tahu bagaimana perasaan kyuhyun. Karena dia satu-satunya orang yang tahu hubungan kyuhyun dan gadis itu.

“Sudah kuputuskan tim ini resmi kububarkan.” Ujar siwon

“MWO??”

Semua orang kaget terkecuali minho dan shindong. Mereka tahu kalau ini akan segera terjadi. Banyal kejutan yang terjadi hari ini, yunho hanya bisa diam.

“Maksud anda apa siwon sshi?” tanya ha ni dengan bahasa formal. Dia belum mengerti situasi yang terjadi sebelum dia datang. Terlalu banyak kejutan.

“Kalian berhenti menyelidiki kasus ini. Aku akan mengganti kalian dengan tim yang baru.”

“Tapi kenapa?”

Siwon diam, dia tidak menjawab pertanyaan ha ni. Dia berjalan menuju mejanya.

Ha ni tidak bisa mengendalikan emosinya, dia membanting foto dan pin yang sedang dipegangnya dan berjalan menuju meja siwon “Jawab pertanyaanku!” ha ni menatap siwon tajam, siwon membalas tatapan ha ni tak kalah tajam.

“Aku salah, kalian masih belum matang. Kasus ini terlalu berbahaya untuk kalian.”

“Kami baru memulainya dan sekarang anda menghentikan kami dengan alasan yang sama sekali tidak masuk akal.”

“Ini sudah keputusanku!” ujar siwon tegas.

“Setidaknya biarkan kami membantu penyelidikan.” Ujar kyuhyun yang akhirnya membuka mulut.

“Tidak, kalian akan kembali dengan tugas kalian semula.”

“SIWON SSHI!!” teriak ha ni.

Minho yang sedari tadi hanya menonton dia langsung memegang ha ni dan mnyeretnya keluar. Ha ni meronta-ronta mencoba melepaskan genggaman minho dari tangannya. Genggaman minho terlalu kuat.

Sampai di ruangan mereka, minho melepaskan genggaman tangannya kasar. “Kendalikan emosimu choi ha ni sshi.”

Ha ni memegangi pergelangan tangannya yang sakit, dia menatap minho tajam “Siapa yang akan menyelidiki kasus ini?”

“Belum ditentukan, kemungkinan tim investigasi 1 yang dipimpin oleh yesung.”

Ha ni menyambar tasnya “Sial” umpatnya. Dia langsung berlari keluar.

“Yak! Kau mau kemana?” tanya minho, ha ni tidak mempedulikan pertanyaan minho dia membuka pintu dan menutupnya dengan kasar.

***

“HA NI~A!!!” Panggil kyuhyun. Ternyata kyuhyun mengikuti ha ni ketika mereka berpapasan di lorong. Kyuhyun ingin tahu apa yang akan dilakukan ha ni selain itu dia juga ingin menghindari pertanyaan-pertanyaan hyungnya, Ia belum siap.

Ha ni terus berjalan tanpa mempedulikan pangilan kyuhyun, saking kesalnya kyuhyun memukul kepala ha ni dari belakang.

Ha ni berbalik dan menatap kyuhyun tajam, “YAK!! KAU MAU MATI HAH?” teriak ha ni sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Dia sama sekali tidak mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya.

“Ikut aku!” ajak kyuhyun, tanpa meminta persetujuan kyuhyun langsung menyeret ha ni ke sebuah taman.

Kini, emosi ha ni sudah bisa dikendalikan. Ha ni melirik ke arah kyuhyun yang sedang duduk di sampingnya. Kyuhyun sedang menyesap kopi yang ada di tangannya. Ha ni penasaran dengan perasaan kyuhyun saat ini.

“Kau tidak apa-apa?”

Kyuhyun menatap ha ni dengan alis bertaut “Kau mengkhawatirkanku?” kyuhyun malah balik bertanya.

“Aku sungguh menyesal menanyakan itu padamu.”

Mendengar itu kyuhyun hanya tersenyum kecut, “Bukankah kau pernah bilang padaku, jangan campur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Aku sedang melakukannya sekarang.”

“Kita sedang tidak bekerja kyuhyun~a, jadi kau bisa mengeluarkan emosimu sekarang.”

Kyuhyun menghela nafas, helaan nafas yang terasa berat baginya. Pikirannya mulai menerawang “Bagi seorang laki-laki melindungi orang yang dicintainya, berada di dekatnya, selalu ada di saat suka maupun duka, menjadi tempat berkeluh kesahnya adalah hal yang paling penting karena itu merupakan tugas seorang laki-laki. Tapi, selama ini aku belum pernah melakukan semua itu untuknya yang bisa aku lakukan hanya mengawasinya dari jauh, itu pun gagal. Kalau aku tahu akan menjadi seperti ini aku tak akan berani menyukainya, jatuh cinta padanya, dan tergila-gila padanya.”

Ha ni mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut kyuhyun dengan seksama, tatapan ha ni yang tadinya tatapan kekhawatiran berubah menjadi tatapan kagum. Dia kagum, karena semua perkataan itu meluncur dari mulut seorang cho kyuhyun. Pria yang ia tahu mulutnya itu lebih tajam dari pisau, pria yang selalu berbeda pendapat dengannya, pria yang selalu menjadi teman bertengkarnya seperti tom dan jerry.

“Hanya satu yang bisa kulakukan sekarang, menyelamatkannya dan membunuh orang-orang yang telah menculiknya.” Lanjut kyuhyun, dia meremas gelas plastik yang dipegangnya sampai tidak berbentuk dan melemparnya ke tempat sampah.

Ha ni tersenyum, “Baiklah, lebih baik sekarang kita pergi ke kompleks perumahan tempat lee sungmin tinggal.” Ajak ha ni sambil berdiri.

“Mwo? apa yang mau kau lakukan? kau mau melanggar perintah oppamu?”

“Menurutmu aku akan diam saja menunggu mereka ditangkap oleh tim investigasi 1. aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau aku tak akan pernah melepas black evil aku akan membunuh orang yang telah membunuh onew. bukankah kau tahu? Kalau aku bukan tipe penurut.” Ujar ha ni dengan seringaian khasnya.

Kyuhyun berdiri dan menatap ha ni, “Dan kau juga tahu, kalau aku sangat pembangkang sama sepertimu”

***

Siang hari di kompleks perumahan mewah di incheon, kompleks perumahan yang penghuninya adalah orang-orang kelas atas. Kompleks yang di siang hari sangat hening karena ditinggalkan para penghuninya. Hanya seorang lelaki setengah baya yang sedang asik dengan tanaman-tanaman hiasnya di depan rumahnya.

Tak jauh dari rumah laki-laki setengah baya itu, terparkir sebuah mobil van hitam.

“Kau itu bodoh atau apa? Hah?”

“Mana aku tahu kalau dia ternyata melihatku meletakkan kotak itu di depan pintu rumah.” Elak sang pria.

Wanita dan pria itu adalah seung ma dan changmin. Mereka kini sedang berada di kompleks perumahan tempat lee sungmin tinggal. Mereka sedang memperhatikan gerak gerik seorang pria setengah baya yang sedang sibuk dengan tanaman hiasnya.

“Cepat habisi dia! Sebelum dia membuka mulut pada orang lain.” perintah seung ma. Changmin mengangguk mengerti, dia memegang pistol yang kemudian disembunyikan di balik jaket kulit yang sedang ia pakai.

Dia membuka pintu mobil, dan melangkahkan kaki. Namun, ia enggan melangkah lagi. dia melihat sebuah mobil BMW melaju mendekati rumah itu. Seorang pria dan wanita keluar dari mobil dan menghampiri pria setengah baya sasarannya. Dia kemudian menutup kembali pintu mobil. “Sial!” gerutunya.

“Kita terlambat, kalau heechul tahu kalau kau ceroboh matilah kau!”

“Tidak ada kata terlambat dalam kamusku.” Ujar changmin enteng. Dia membuka sebuah koper berisi senapan, dia mengeluarkan senapan itu dan kemudian tersenyum penuh arti pada seung ma.

Seung ma mengerti dengan senyuman changmin itu, dia memutar kunci mobil. Changmin memasukkan peluru pada senapan, kemudian dia membuka jendela mobil. Dia menghadapkan mulut senapan pada jendela yang terbuka. Dia mulai membidik sasarannya yang sedang berdiri di antara seorang wanita dan pria.

Duarr…

Satu tembakan itu melesat dan mengenai tepat di dada sebelah kiri pria setengah baya. Mobil yang dikemudikan seung ma langsung melesat cepat meninggalkan mereka.

Seung ma dan changmin tertawa puas, mereka berhigh five merayakan keberhasilan membunuh satu-satunya saksi mata.

***

Ha ni POV

Kami sedang dalam perjalanan menuju kompleks perumahan tempat lee sungmin tinggal. Kami akan mencari tahu siapa yang meletakkan kotak itu ke depan rumah lee sungmin. Aku yakin pasti ada orang yang melihatnya. Meskipun keyakinanku ini hanya 0,0001% terbukti benar, tapi tidak ada salahnya kalau kami mencoba.

“Kau tahu alamatnya?”

“Aku pernah sekali kesana, waktu itu aku mengantarkan eun chan pulang.” Ada raut sedih di wajah kyuhyun saat dia menyebut nama eun chan. Aku tidak mau bertanya lagi. Aku yakin perasaanya saat ini sangat kacau.

Tak lama kami memasuki kompleks perumahan mewah di daerah incheon. Kompleks ini sangat sepi, keyakinanku mulai ciut melihat keadaan ini.

Kyuhyun melajukan mobilnya pelan. Kami mulai mencari orang yang bisa memberi informasi soal kejadian tadi pagi.

“Kyuhyun~a berhenti! Disana ada seorang ajusshi.” Perintahku sambil menunjuk seorang pria setengah baya yang sedang asik berkebun.

Kyuhyun menghentikan mobilnya, kami pun keluar dari mobil dan menghampiri pria itu.

“Permisi ajusshi!” sapaku. Pria itu terlihat terkejut setelah melihat kami.

“Mianhamnida! Kalau kami mengganggu anda.”

“Gwenchana. Ada perlu apa ya?”

“Apa tadi pagi ajusshi melihat seseorang yang mencurigakan membawa sebuah kotak?” tanyaku langsung. Aku tidak mau membuang waktu.

Pria itu terlihat sedang berpikir “Ne, aku melihat seorang pria berpakaian serba hitam, dia….

Duar..

Belum sempat pria itu melanjutkan ucapannya, ada seseorang yang menembaknya tepat di jantung. Aku menahan tubuhnya yang terhuyung ke belakang. Pandanganku langsung menuju asal tembakan.

“Ajusshi!!” panggilku dan kyuhyun berbarengan.

Kyuhyun membantuku membaringkan ajusshi di pangkuanku. Dia kemudian mengambil pistol yang ada di balik kemejanya, dia berlari mengejar sebuah mobil van hitam yang melaju amat kencang. Mobil itu, mobil black evil. Aku sangat yakin.

“Ajussshi! Ajusshi! Apa kau mendengarku?” panggilku sambil menepuk-nepuk pipinya. Sama sekali tidak ada respon.

Aku meletakkan jariku di leher pria itu, aku tidak merasakan apa-apa. Pria ini sudah tewas. Kyuhyun kembali dengan mimik kecawa, dari melihat mimiknya saja aku tahu, dia kehilangan mobil van itu.

***

Kompleks perumahan yang 30 menit yang lalu sepi, kini menjadi sangat ramai sirine mobil polisi dan ambulance yang memekakkan telinga. Aku yakin, pembunuhan kali ini akan menjadi hot news karena di saksikan langsung oleh kedua polisi yang berada di sana.

Siapa lagi kalau bukan aku dan kyuhyun. Aku dan kyuhyun dilarang mendekati TKP, polisi daerah incheon mencurigai kami terlibat dalam pembunuhan, yang benar saja. Kami di interogasi layaknya pelaku penembakan, lihat saja setelah selesai kasus ini aku akan memberi mereka pelajaran.

Mayat pria itu sudah dimasukkan pada sebuah kantung mayat. Sepertinya aku dan kyuhyun melihat objek yang sama yaitu kantung mayat.

Keyakinanku 0,0001% soal saksi mata itu musnah sudah. Meskipun begitu aku yakin pria yang dilihatnya itu black evil tapi pria yang mana? Anggota black evil ada 5 orang. Dan kami baru menyelidiki 2 orang diantaranya.

“Ada 2 orang.” Gumam kyuhyun, aku menengok ke arah kyuhyun yang berdiri di sampingku.

“Mwo? apa maksudmu?”

Kyuhyun menatapku dan memegang bahuku, “Orang yang ada di dalam mobil itu ada 2 orang dan yang membunuh ajusshi itu adalah seorang pria.” Ucapnya yakin.

“Kau melihat wajah pria itu?”

“Ne, aku melihatnya tapi tidak terlalu jelas.”

“Bagus, tidak apa-apa bukankah kita punya foto-foto anggota black evil di kantor.”

Aku dan kyuhyun berjalan menuju mobil.

“Mau kemana kalian?” suara ini, aku sangat mengenalnya. Aku dan kyuhyun berbalik, seorang pria tinggi besar menghampiri kami. “Bukankah aku sudah bilang kalian berhenti menyelidiki black evil. Kalian akan mendapatkan sanksi dariku.” Ujar choi siwon, yeah kepala polisi sekaligus oppaku itu marah besar.

“Berikan senjata kalian!” perintahnya lagi, oh my god! Seorang polisi tanpa senjata sama seperti ular yang tidak memiliki taring dan bisa.

Aku dan kyuhyun menuruti perintahnya menyerahkan senjata kami.

“Mulai saat ini kalian tidak boleh terlibat kasus apapun. Kalau kalian melanggar perintahku kalian akan ku pindah tugaskan ke daerah terpencil.”

“Mwo?” gila. Ini benar-benar gila. Sabar ha ni, sabar! Kalau kau emosi kau akan memperparah sanksi yang di berikan padamu.

“Siwon sshi, saya mohon berikan kami keringanan. Setidaknya biarkan kami menyelidiki kasus.” Kyuhyun memohon dengan emosi yang dia tekan sampai tingkat yang paling rendah.

“Sudahlah, lebih baik kita pergi.” Ajakku, kyuhyun memelotiku. Aku hanya memberi isyarat padanya dengan tatapan kalau-kau-memohon-kau-akan-membuat-hukuman-kita-lebih-berat.

Kyuhyun mengerti dengan isyaratku. Aku menekan punggung kyuhyun sampai menunduk “Maafkan kami!” ucapku. Selesai mengucapkan kata maaf aku langsung menarik kyuhyun meninggalkan siwon. Aku melihat dengan ekor mataku Minho yang berdiri disamping siwon menatapku dengan alis bertaut.

***

“Ini dia, pelaku penembakan tadi siang.” Ujar kyuhyun sambil mengacungkan sebuah foto di tangannya padaku.

Kami sedang berada di ruangan kerja kami di kepolisian, tidak ada orang disini jadi kami bisa bebas mencari data-data yang kami perlukan.

“Shim changmin? Kau yakin?” tanyaku lagi

“Ne, aku yakin!” jawab kyuhyun.

Ckrek.. pintu ruangan tiba-tiba terbuka aku dan kyuhyun panik.

“Sedang apa kalian di sini?” tanya donghae, pria sok ganteng yang agak menyebalkan ini bertanya dengan nada angkuh.

“Tentu saja bekerja, hyung!”

“Bukankah kalian sedang mendapatkan sanksi tidak boleh menangani kasus apapun.” Secepat inikah dia tahu soal kejadian tadi siang? Jangan-jangan semua polisi tahu. Argh!!!

“HYUNG!!! Apa semudah itu kau melepaskan kasus ini hah?” aku melirik ke arah kyuhyun, dia sepertinya sudah tidak bisa mengendalikan emosinya.

Donghae beringsek maju ke arah kyuhyun dia menarik kerah baju kyuhyun.

“Kau membentakku kyuhyun~a?” donghae sangat menakutkan kalau sedang marah, aku baru tahu. Dan kenapa dia tiba-tiba marah? Hanya karna bentak-membentak, kekanakan sekali.

“Sudahlah donghae sshi, lepaskan kyuhyun!” ujarku menengahi sambil berusaha melepas cengkraman tangan donghae.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN?” teriak seseorang, aku, kyuhyun, donghae mencari asal suara. Ternyata itu yunho, dibelakangnnya juga berdiri leeteuk yang terlihat kaget dengan pemandangan yang dia lihat.

Donghae melepas cengkramannya, dia berjalan mundur.

“Apa yang sebenarnya terjadi??”

***

Eun chan POV

Argh!! Sekujur tubuhku rasanya sangat sakit, perih. Bau amis menyeruak di hidungku, bau amis darah yang berasal dari tubuhku sendiri. Darah yang keluar dari goresan-goresan kecil yang dihasilkan oleh pisau lipat. Siapa lagi pelakunya melainkan penjahat-penjahat itu.

Aku membuka mataku perlahan yang terasa berat. Cahaya matahari yang masuk lewat jendela kecil menyilaukan mataku, kupejamkan sesaat mencoba beradaptasi dengan cahaya.

Setelah beberapa detik mataku sudah mulai terbiasa, kutegakan kepalaku kemudian kusapukan penglihatanku ke seluruh ruangan. Ruangan yang menurutku seperti gudang yang sudah lama ditinggalkan. Ruangan ini sangatlah pengap, Atapnya dipenuhi sarang laba-laba, dindingnya juga ditumbuhi lumut dan jamur. Hanya ada sebuah sofa lusuh dan tv kecil. mereka tidak menyanderaku di tempat yang terpisah, ini semakin mempersulitku untuk melarikan diri. Botol-botol minuman keras tergeletak dimana-mana.

Suasana di ruangan ini sangat sepi, kemana penjahat-penjahat itu? Sempat terpikir di benakku untuk melarikan diri, tapi pikiranku langsung ku enyahkan. aku benar-benar tidak bisa bergerak, tubuhku benar-benar lemas setelah apa yang dilakukan mereka kemarin lagipula mereka mengikatku di kursi dengan sangat kencang.

Mataku kini menatap objek yang menarik perhatianku, sebuah pisau yang tertancap di dinding bukan pisau yang kulihat melainkan sesuatu yang tertancap di pisau itu. Sebuah foto, foto lee sungmin foto appaku. Orang yang sangat kusayangi setelah eomma, orang yang sangat ingin kutemui untuk meminta penjelasan padanya tentang apa yang pernah ia lakukan dulu yang mengakibatkan aku harus merasakan ketakutan, dan penyiksaan. Perlahan air mataku turun. Air mata yang selama ini menjadi teman yang selalu mengiringi kesedihanku.

Aku menggeleng keras, menyadari pikiran bodoh yang baru saja terpikir. Tidak.. tidak mungkin appa melakukan hal yang keji seperti apa yang dikatakan pria yang bernama kim heechul itu.

‘appa mianhe! Aku telah memikirkan hal yang tidak sepantasnya. Aku percaya padamu appa.’

Aku harus kuat, aku tidak boleh putus asa. Appa pasti akan menyelamatkanku, disaat itu aku harus tetap hidup.

Ckrek..

Ada seseorang yang membuka pintu, mereka sudah kembali. Derap langkah kaki mulai Mendekat ke arahku.

“Annyeong gadis manis! Bagaimana tidurmu?” bau alkohol langsung menyeruak di hidungku. Dia menundukkan badannya menyejajarkan wajahnya dengan wajahku.

“Sombong sekali kau tidak menjawab pertanyaanku.” Bodoh! Bukankah mulutku dibekap.

“Ah ya! Aku lupa” dia mulai menyadari kebodohannya. Dalam sekali tarikan dia melepas selotip yang membekapku, aku mengerang kesakitan.

“LEPASKAN AKU, BODOH!!” teriakku langsung setelah dia membuka selotip bukannya marah tapi dia malah tersenyum nakal.

“Ckckck… ternyata kau sangat cantik ketika sedang marah.” Ucapnya dengan nada menggoda eh? Menjijikan. Dia terus menatapku, perlahan wajahnya semakin mendekat, aku memalingkan wajahku. Dia malah memegangi wajahku dengan kedua tangannya. Posisiku sungguh terjepit saat ini. Apa yang akan dia lakukan? Keringat dingin terus mengucur deras.

“Kau takut? Tidak usah takut padaku. Aku bukan heechul hyung yang suka membuat goresan-goresan yang menurutnya indah dan artistik di tubuhmu dengan pisau lipatnya. Kami memang satu kelomppok tapi aku punya cara berbeda utuk bermain denganmu.”

wajahnya mulai mendekat sangat dekat sampai aku bisa merasakan deru nafasnya di wajahku. Aku berusaha memberontak sekuat tenaga.

“Ayolah… aku tidak akan menyakitimu, kau malah akan menyukainya” setelah dia berkata seperti itu, aku mulai merasakan sesuatu menyentuh bibirku aku menutup mataku, perlahan air mataku turun.

–TBC–

Mian gak bisa nepatin janji. #dikeroyok readers. Niatnya akhir juli selesai tapi berhubung idenya mampet jadi gak bisa.. mian.. mian.. mian

Part 4 nyeritain soal kisahnya kyuhyun yang menurut aku sendiri jelek apalagi kata-kata yang so manis itu.. sueerrr aku gak bisa nulis yg so sweet so sweet gmna gitu #ditimpuk readers.

Buat yang biasnya heechul ma eunhyuk yang jadi antagonis di ff ini. Mian banget.. mereka jadi jahat karna masa lalu yg kurang mengenakan.

Sekali lagi mianhe *bow*