Title : FF Special GD’s BD ‘My Destiny is Only You, Just You!’
Author : Charleea
Length : Oneshot
Genre : Romance, Sad
Cast : Leena as YOU/OC

G-Dragon / Kwon Ji Yong

Kim Hyun Joong

Supported Cast: Diccha , Thomas, Yuna, Intan, Se7en

A/N: Annyeong! Maaf ni ya, bukannya ngirim lanjutan FF MFR malah ngirim FF lain. Tapi ini FF aku buat Special untuk Ultahnya G-Dragon tanggal 18 Agustus. Dan sebelumnya FF ini pernah aku post di Notes FB-ku http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150280114973112 . So, Enjoy it! ^^

Summary: “Leena, maafkan aku yang sudah datang dan pergi sesuka hatiku, kuharap setelah tahun-tahun yang berat ini, cinta itu bukan hanya perasaan lagi.. tapi itu menjadi belahan jiwamu.. Kalau kau mau menerimaku kembali, kau bisa memukulku sekarang, tapi jika ternyata rasa sakit yang kuberikan lebih besar daripada perjuanganku untuk tetap bersamamu, kau bisa menenggelamkanku di samudera sekarang juga… Please!”

==è Someday before August 18th

“Hey!! Kau ini, kita kan sudah susah payah masuk academy music ternama di Seoul, bisa-bisanya kau di hari pertama yang bersejarah ini hanya melamun seperti itu? Payahh!!” huhh!! Temanku ini, tak bisa apa membiarkanku sendiri dulu? Hmm, tapi mau bagaimana lagi? Dia memang sahabatku!
“Sudahlah Dhicca, kau ini.. inikan hanya efek lelah karena seminggu kemarin jadwal kita padat karena OSPEK!” kilahku

“Pabo-ya!! Sudah berapa lama kita berteman, huh? 10 tahun Lee! Masih berani kau membohongiku? Apa ini masih ada kaitannya dengan Ji?” okay, Dhicca memang selalu tahu apa yang ada di fikiranku. Jangan-jangan dia cenayang lagi, haha..

“Huh! Siapa bilang? Blee><” kucoba mengalihkan suasana dengan pergi menuju ke cafeteria, namun karena aku yang masih ‘terhipnotis’ aura Ji, sialnya kutabrak seorang mahasiswa..

“Aduhhh~ kau.. maaf ya… aku tidak lihat!” keluhku yang setengah meringis, masih mencoba bangkit dari tempat mendarat –jatuh- ku tadi..

“Tidak lihat? Hehe.. kau lucu sekali, aku sudah setinggi ini masih tak terlihat juga? Ya sudah, sini kubantu.. Aku juga tidak berhati-hati tadi…” ucapnya sembari membantuku berdiri..

“Uooh?? Kau kenapa tak marah?” tanyaku heran..

“Kau.. setelah bertahun kulihat pun, raut wajahmu itu tak pernah berubah ya, polos.. terlalu polos untuk dimainkan..” what? Apa maksudnya? Kenapa dia bilang bertahun?
“Ya, aku sudah memperhatikanmu semenjak kita di JHS Lee, sepertinya kau saja yang tak pernah mengenaliku.. Bahkan mungkin kau tidak sadar kita selalu satu sekolah semenjak JHS,,” hmm.. jadi begitu.. pantas saja, toh apa peduliku?

“Heu! Begitulah, aku tak terlalu suka memperhatikan sekitar jadi jangan cepat tersinggung karena sifatku. Oiya, siapa namamu?” sekilas kulirik name tag di jas almamaternya

“Thomas? Uwahh, semester 1 juga ternyata kau.. sama denganku!” seruku.

“Yup! Semester 2 nanti aku akan mengambil jurusan seni music, senang bisa berkenalan secara langsung denganmu Leena. Oiya, kau mau pesan apa?” oh iya, baru kusadari sejak tadi kami sudah berada di depan meja pesan, untung saja pelayannya tak marah karena menunggu lama.

“Ice coffee latte saja, kau?”tanyaku seraya menengok kearahnya

“Ice lemon tea…” jawabnya singkat sambil tersenyum renyah..

+++

Hmmm, udara disini memang sangat nyaman, duduk di kursi yang tepat di bawah pohon rindang seperti ini, sangatlah menghibur.. Untung saja aku bisa dapat spot berharga di academy ini. Semilir angin ditambah alunan lagu Please dari penyanyi kesukaanku memang paling mantap menemaniku menunggu kelas selanjutnya….

“Happ! Tebak siapa??” tiba-tiba sebuah tangan menutupi celah cahaya yang tadi masih sedikit terlihat oleh mataku..

“Sudahlah, Hyunie.. kau takkan bisa memainkanku dengan permainan anak-anak seperti ini..” ucapku pasrah pada sahabatku yang sudah sangat mengenalku ini. Perlahan kusingkirkan tangannya dari mataku dan membuatku mencari dimana dia..

“Kau dimana? Ya! Hyunie, jangan bermain denganku!” kenapa dia tak ada? Kutengok ke sebelah kanan, tak ada… ke belakang, tak ada.. dan kurasa sebuah tangan menepuk bahuku dan membuatku berbalik ke belakang, benar saja.. itu Hyunie.

“Sinikan tanganmu! Sekarang gambar di tanganmu apa yang sedang kau inginkan…” perintahnya sambil menyerahkan spidol biru padaku, sepertinya aku butuh coklat, ya! Manisnya coklat mungkin bisa menyemangati hariku.

“Kau hanya mau coklat berbentuk hati seperti ini? Baiklah…” Hyunie pun meraih tangaku yang kugambari tadi dan memasukkannya kedalam kantong jasnya.. Dalam hitungan ketiga, tanganku dikeluarkan lagi..

“Wahhh.. Hyunie,, sering-seringlah memberikanku coklat seperti ini..” benar sekali, sekarang di telapak tanganku sudah ada coklat berbentuk hati seperti yang tadi kugambar..

“Kenapa hanya coklat? Tak sadarkah kalau aku sudah bertahun-tahun memberikan diriku padamu, jadi kau minta apapun pasti kuberikan.. hehe, dasar Leena, masih saja seperti ini..” ujarnya kemudian mengelus rambutku lembut..

“Ya! Kim Hyun Joong, jangan mulai lagi! Makanya sudah kusuruh kau cari wanita lain, tapi tak ada yang kau bilang cocok. Kau ingat kan 2 bulan lalu? Kau membuatku malu setengah mati Hyunie!”

“Yup! Aku masih ingat dengan jelas, wanita yang kau kenalkan itu langsung berlari pergi setelah kukatakan bahwa kau adalah tunanganku.. Sudahlah, jangan dipikirkan…” ucapnya tenang sambil menepuk bahuku..

“Hya! Kim Hyun Joong!!!!!” kami pun memulai lagi aksi kejar-kejaran seperti saat di HS dulu..

+++

“Hyun Joong sunbae, terimalah pernyataan cinta dariku.. Kumohon, setidaknya pertimbangkan dulu.. Sembari mempertimbangkan, makanlah coklat ini…” siapa yang berbicara seperti itu? Kucoba mendekati keributan di depan kelasku..

“Dhicca, ayo kita lihat itu.. sepertinya ada yang menyatakan cinta..” ajakku pada Dhicca yang sedang berjalan kearahku yang berdiri di depan pintu setelah teman-teman sekelas yang lain meninggalkan kelas terlebih dahulu.

Uwahh!! Apa itu? Hyunie sedang di tembak oleh seorang gadis? Haha.. apa lagi yang akan dilakukan Hyunie untuk menolak gadis itu…

“Hey, Leena! Akhirnya kau keluar juga, kkaja! Aku sudah menunggumu dari tadi, lama sekali kau!” ampun!! Kenapa tiba-tiba Hyunie memanggil dan berjalan kearahku, sekilas kutengok Dhicca yang memandangku dengan tatapan pasrah..

“Oiya, maaf ya nona.. aku tidak bisa menerima pernyataan cintamu. Karena aku sudah mengabdikan diriku pada seseorang, dan sampai kapanpun aku takkan memalingkan perhatianku darinya. Jadi dari pada kau sakit hati menungguku, lebih baik kau cari pria lain saja..” setelah Hyunie mengeluarkan kata-kata mautnya barusan, dia pun merangkulku sembari memperbaiki letak tas samping yang dipakainya..

“Hya! Kalian mau meninggalkanku begitu saja?” tiba-tiba suara Dhicca membuyarkan lamunanku, belum sempat aku berkata, Hyunie sudah mejawab pertanyaan Dhicca

“Kau tak usah khawatir Dhicca, sebentar lagi Se7en hyung akan menjemputmu, tenang saja ya! Kau hanya perlu menunggu dengan manis J” okay, kita lihat apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh Hyunie selanjutnya..

“Dasarr kau Hyunie, karena kejadian tadi.. sebaiknya kau mentraktirku es krim, awas saja kau ya!” bisikku tajam saat Hyun menyuruhku naik ke motor sportnya..

“Tenang saja, kau hanya perlu memelukku selama perjalanan kesana, ara?” belum sempat kujawab, dia sudah menancapkan gas motornya sekencang mungkin…

==è

“Bbukk!” aduhh!! Siapa lagi yang kutabrak kali ini? Jangan sampai yang kali ini malah memarahiku berbeda seperti yang beberapa hari kemarin kutabrak..

“Kau tak apa kan Lee? Maaf ya, aku buru-buru.. hehe, kuharap pertemuan kita selanjutnya tidak dengan tabrakan seperti ini lagi, ok? Annyeong!!” setelah kuangkat wajahku, kulihat sekilas sosok Thomas berlalu menuju seseorang di ujung gerbang academy..

“Ne, hyung? Ahh.. iya aku sudah melihatmu!” kudengar Thomas berbicara di telponnya dan melambai kearah gerbang.  Sudahlah, bukan urusanku juga..

“Hey, mau kemana kau Lee? Mau berjalan melewatiku begitu saja? Kemari!” suara Hyunie yang khas, membuatku lagi-lagi mengangkat wajahku untuk melihat kearahnya, setelah ku melangkah mendekatinya, pandangan Hyunie menatap lurus ke depan, dimana mengarah ke belakangku, karena sekarang Hyunie berada tepat di depanku..

Dengan berat, dia menghela nafas panjang yang lebih terdengar seperti keluhan, sedetik kemudian dia memelukku dengan satu tangannya dengan sangat erat, membuat wajahku terbenam di dadanya.

“Mulai sekarang, kau harus lebih kuat ya Leena, setidaknya cobalah untuk kuat demi aku dan Dhicca, ok?” beberapa menit kemudian, Hyunie mengarahkan kepalaku menghadapnya. Jujur, aku sedikit bingung..

“Walaupun aku tak mengerti apa maksudmu, tapi.. baiklah, akan kucoba. Lagipula aku kan generasi Golden Lady! Hehe” kekehku kemudian menariknya memasuki gedung utama..

+++

“Eh, iya kan ya? Ada anak baru? Wahh.. baguslah.. GD? yang terkenal itu? Uwahhh ><” kumasuki kelasku yang tengah riuh dengan kabar tentang seorang anak baru di academy ini.

“Annyeong Dhicca!”

“Eh, Leena.. baru datang aja!” balas Dhicca pada sapaanku dan melepaskan headset yang sedari tadi di pakainya

“Kau tahu penyebab kebisingan di kelas ini?” tanyaku langsung padanya

“Anak baru, semester 3, jurusan seni music, selebihnya.. aku tak tahu, jika tertarik cari tahu saja!” jawab Dhicca singkat kemudian memakai headsetnya lagi.. huh! Apa peduliku? Sudahlah.. bukan urusanku.

+++

‘Leena, nanti pulang bareng ya? Tunggu aku di basement, ok? Karena mungkin aku ada urusan sebentar J’ kubaca lagi berulang-ulang pesan yang dikirimkan Hyunie, karena sudah setengah jam lebih kutunggu dia di parkiran ini, sampai-sampai kuabaikan ajakan Dhicca pulang bersama. Padahal kan biasanya jika aku pulang bersama Dhicca, kita akan mampir makan es krim dulu. Kau harus membayar mahal Hyunie.

Karena tak ada kursi disini, akhirnya kuputuskan untuk berjongkok sambil bersandar di salah satu tiang beton penyangga basement yang terdekat dengan motor Hyunie. Kututup sebentar mataku, mengistirahatkan penglihatanku sementara. Namun, semenit kemudian hembusan nafas hangat terasa di pipiku..

“Oo? Hyun? Sejak kapan kau disini? Kau lama sekali!” rengekku setelah melihat sosok Hyun di sampingku. Tapi, sepertinya ada yang salah dengan wajahnya.. Ehmm, sedikit.. lebam?

“Wajahmu… Kau habis berkelahi ya?” tanyaku pelan sembari mengusap pipinya yang sedikit memerah.

“Hal tidak penting seperti ini, tak perlu kau tahu. Sekarang, ayo pulang! Sudah malam, nanti appa dan omma marah lagi padaku.. :D” godanya seraya menarikku berdiri..

“Kau ini, seenaknya saja menganggap appa dan ommaku sebagai orang tuamu! Nanti apa kata orang-orang?” yup! Hyunie memang seperti ini, selalu memanggil orang tuaku dengan sebutan appa dan omma..

“Sudahlah, kan suka-suka aku..” jawab Hyun sambil memakaikanku helmnya yang memang sudah biasa dia bawa untukku. Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki menuruni tangga dari arah gedung utama menuju parkirandi basement tempat Hyun dan aku sekarang. Dengan cepat, Hyunie pun menutup kaca helmku yang memang ber-riben hitam, sehingga sedikit menghalangi penglihatanku.. Sedikit banyak yang bisa kulihat, wajah orang itu berdarah dan babak belu. Apakah dia juga yang menyebabkan lebam di wajah Hyun?

“Ada apa Hyunie? Kau terlihat aneh sepanjang hari ini…” kucoba mencari tahu apa yang salah dengan Hyunieku ini..

“Tak apa Lee, pegangan yang erat ya!!” sejurus kemudian Hyun mengaitkan tanganku di pinggangnya, kurasakan dari tangannya.. ehmm, suhu tubuhnya memanas…

==è

“Okay, sekali lagi maaf karena hari ini saya tidak bisa mengajar kalian karena ada panggilan mendadak, jadi hari ini saya akan digantikan oleh asisten saya dari semester 3. Saya harap kalian bisa menghormatinya seperti saya. Saya permisi~” huhh!! Jang-sangnim mau kemana sih? Aku kan sudah susah-susah beli stick drum hanya karena kelas drum hari ini..yahh.. yang penting masih tetap diajar lah..

“Lee..Leena.. kau harus.. lihat ini…” setelah suara bergetar Dhicca menyadarkanku dari lamunanku, serentak terdengar suara riuh dari teman-teman sekelasku. Aku pun tertarik untuk melihat apa yang sedang di’histeris’kan oleh teman-teman sekelasku ini..

“……..” what?? Aku.. speechless……………. Itu, aku tak salah lihat kan? Ku kucekan mataku berulang kali, menajamkan kembali penglihatanku. Dadaku, sepertinya ada genderang besar yang tengah dipukul didalamnya.. sesak.. aku bingung antara senang atau marah. Dan tanpa kusadari, setitik air mataku telah jatuh menyusuri pipiku, tepat saat mata itu menatapku. Tepat kearahku!!

“Okay, adik tingkat.. aku G-Dragon. Aku akan menggantikan Jang-sangnim hari ini untuk mengajari kalian bermain drum, sekarang keluarkan stick drum kalian..” suara itu… sejak kapan ya sudah tak kudengar? 2 tahun yang lalu? Yah.. tepat sekali…

+++

‘Leelee! Entar pulangnya bareng lagi ya! Tunggu aku di tempat kemarin, ara?’ dasar Hyun! Kenapa lagi anak ini? Memanggil namaku, dengan frase nama yang berbunyi seperti nama bunga, hmm.. ya sudahlah! Aku, juga sepertinya harus mencari hiburan sepulang sekolah nanti. Aku mau meyakinkan hatiku bahwa yang tadi itu bukan Ji yang dulu, lagipula aku sudah berjanji pada Hyun untuk kuat. Kuat!! Berarti, inikah maksudnya kemarin? Mollayo~

Di sinilah aku sekarang, menunggu Hyun di tempat kemarin. Kali ini baru 15 menit aku menunggu.. Dan satu persatu mahasiswa di academy ini sudah pergi meninggalkan parkiran dengan kendaraan mereka, coba saja aku punya kendaraan juga…

“GD sunbae… gomapseumnida untuk hari ini, dan coklat ini.. sebagai ungkapan rasa terima kasihku untuk sunbae. Kuharap ke depannya kita bisa semakin dekat, aku duluan sunbae!” iuh~ suara siapa itu? Terkesan manja dan genit sekali! Aku pun mencoba berbalik kearah suara yang berasal dari belakangku itu, dan langsung saja kudapati seseorang sedang berjalan kearahku..

“Hey.. kau Leena yang semester 1 dari kelas A itu kan? Beruntung sekali aku bisa bertemu denganmu…” gadis yang kuyakini merupakan asal suara yang tadi pun mengulurkan tangannya kearahku.. Okay, sepertinya aku butuh berkenalan dengannya..

“Aku Intan mahasiswa semester 1 dari kelas B, kau pacarnya Hyun Joong sunbae kan? Sudahlah.. tak usah malu padaku..” Ampun deh! Hyun!!!! Kau membuatku kebingungan sekarang

“Ehh, aniyo.. yang kemarin-kemarin itu hanya salah paham saja. Tak usah di pikirkan, ok?” kilahku..

“Kau tak usah seperti itu Lee, hey kau temannya Leena ya? Terima kasih ya sudah menemani Leena menungguku!” sejak kapan Hyunie sudah di sebelahku? Malah sekarang tangannya merangkulku erat, Intan pun bergegas pamit pulang padaku. Setelah sosok Intan pergi, kulihatada sosok lain di belakangnya, dia… dia.. G-Dragon, Ji ku yang dulu.. sejak kapan dia disitu?

Setelah beberapa saat bertatapan dengan Ji, rasa sakit yang tadi datang lagi.. dan refleks kuremas jas Hyun yang tepat di samping tanganku. Seakan mengerti maksduku, Hyun segera membawaku pergi tanpa menghiraukan Ji yang masih menatap kami.

+++

“Leena, sudah mau pulang?? Sebentar lagi jam 9 lho..” setelah berjam-jam saling berdiam, akhirnya Hyun membuka pembicaraan terlebih dahulu.. seperginya kami dari academy tadi, Hyun memang tak langsung membawaku pulang, tapi dia membawaku ke pinggiran sungai Han. Sejak saat itulah, dia membiarkanku merenung seperti ini..

“Ehmm, baiklah.. aku juga sudah capek. Aku gerah…” jawabku seadanya dan berjalan mendekati Hyun yang sedari tadi duduk di atas motornya, sedangkan aku hanya bersandar di pembatas sungai.. Setelah jarakku cukup dekat dengan Hyun, aku terkejut karena Hyunie langsung memelukku dengan satu tangannya

“Kau ini.. ku tunggu dari tadi tidak menangis-menagis juga.. menangislah.. jangan berlagak kuat untuk saat ini..” bisiknya lembut di telingaku..

“Bukannya,, kau sendiri… yang menyuruhku untuk kuat?? Payah kau!!” balasku dengan suara yang sedikit bergetar, dan sedetik kemudian setitik air mataku sudah jatuh di bahu Hyun..

“Hyun… aku.. tidak bisa menangis…” ucapku pelan “Aku rasa, sudah terlalu banyak air mata yang kukeluarkan untuknya, sampai sampai stok air mataku habis..kau lihat? Aku hanya bisa terisak Hyunie,, bisakah dia tahu? Kalau ini semua terjadi padaku? Kenapa dia tak memberiku kabar selama ini? Tiba-tiba saja dia sudah melejit bersama boyband nya, setelah bertahun pergi tanpa menyuruhku berhenti menunggunya, egois sekali dia??” lanjutku yang masih terisak..

“Sudahlah.. yang penting kau sudah mengatakan hal itu padaku kan? Jangan kau pendam sendiri, ok? Sekarang kita pulang dan istirahat ya? Karena matahari esok takkan bersinar jika kau tak tersenyum…” Hyunie,, kau… baik sekali.. terlalu baik untuk sekedar temanku, tapi maaf.. aku tak bisa membalas perasaanmu. Karena kau sudah tahu alasanku.

==è

“Eh, Thomas.. akhirnya kita bertemu lagi ya. Tentunya tidak dengan tabrakan seperti kemarin kemarin, hehe” sapaku pada Thomas yang sedang mengambil buku di rak paling atas di perpus ini.

“Oh, Leena toh.. hehe iya nih, maaf yang kemarin itu aku nabrak kamu karena aku lagi nyari kakakku..”

“Temanmu, Lee?” tiba-tiba Dhicca yang sudah mendapatku buku yang dicarinya, berjalan kearahku.

“Iya Dhicca, kenalin ini Thomas. Dan Thomas, ini Dhicca.. Kuharap kita bisa jadi teman baik ya!” aku pun memperkenalkan Dhicca pada Thomas..

“Leena, aku pinjam kartu perpus mu dulu deh ya, aku lupa bawa kartu..” segera kukeluarkan kartu perpus yang terbuat dari mikha ini pada petugas perpus yang sepertinya satu angkatan dengan kami..

“Leena, tulisan apa itu di belakang kartumu?” tanya Thomas saat melihat sebuah tanda tangan lengkap dengan tulisan kecil disampingnya. Langsung saja, Thomas merebut kartu dari petugas itu..

“Leena milik Hyun? Kabar itu benar toh? Kau benar-benar berpacaran dengan Hyun Joong sunbae? Kipikir kau.. berpacaran dengan G-Dragon..” apa yang baru saja Thomas katakan? Semua mata sekarang menatapku penuh tanya.

“Eeeh? Dari mana kau dengar kalau aku berpacaran dengan GD?” elakku dengan wajah yang kubuat terkejut..

“Dari G-Dragon sendiri, dia tak mungkin berbohong padaku.. dia kan, hyung ku!” jawab Thomas dengan yakin, sangat yakin..

“Hehe.. aku memang tidak berpacaran dengan Hyun, dia itu sahabatku sama seperti Dhicca. Tapi jangan membuat gossip seperti itu Thomas, mana mungkin aku berpacaran dengan GD? Dia itu kan sangat terkenal! Bercanda mu ada-ada saja!” kilahku lagi..

“Okay, nanti akan kutanyakan lagi pada hyung..” sungutnya

“Uwah… tanda tangan Hyun Joong sunbae.. bagusnya..” puji si petugas tadi setelah memegang lagi kartuku..

“Kau suka Hyun?” dia mengangguk kecil “Tak kusangka Hyun punya banyak fans ternyata, pesonanya sepertinya takkan hilang ya Dhicca?” kali ini Dhicca yang mengangguk pasrah.

“Ohiya..ehm..” kulirik name tag petugas itu “Yuna, kau mau mengenal Hyun lebih dekat? Tapi jangan berharap padanya, ok? Dia sedikit cuek pada gadis-gadis lain..” kutawarkan sebuah kesempatan pada Yuna

“Mau.. aku mau sekali Leena. Bisa berkenalan dengannya saja aku sudah sangat senang..” jawabnya sekilas setelah melirik name tagku.

“Okay, kalau begitu kau bisa berteman dengan kami, ini Dhicca dan ini Thomas. Selamat bergabung bersama kami!” sambutku riang padanya..

“Senang berkenalan dengan kalian, dan aku sebenarnya seangkatan dengan kalian. Aku kelas C, dan tugas sampinganku yah.. menjaga perpus ini selama istirahat.”

“Ya sudah kalau begitu, aku, Leena dan Thomas pergi dulu ya. Sampai bertemu lagi!” pamit Dhicca yang mengambil alih pembicaraan. Kuyakin sekarang dia tahu, kalau aku tengah bingung dengan tingkah Ji yang seperti itu. Dan baru kutahu, kalau ternyata adik yang dulu sering di ceritakan Ji padaku adalah Thomas, kenapa baru sekarang aku sadar? Setidaknya jika aku sudah mengenalnya dari dulu, aku kan bisa menanyakan kabar Ji..

+++

“Leena, kita mampir sebentar di taman itu ya, aku ingin membelikanmu sesuatu di pasar malam yang ada di sampingnya..” ujar Hyun yang kemudian menghentikan laju motornya kemudian memarkirkannya di tempat terdekat.

“Kau tunggu disini dulu, aku sebentar saja, ok? Jangan kemana-mana ya!” pinta Hyun sembari mendudukkanku di sebuah bangku panjang di taman itu..

~ Author POV ~ *singkat aja kok J*

Hyun melangkah kakinya dengan cepat menuju seorang penjual balon, kemudian diserahkannya beberapa lembar uang kepada penjual tersebut. Dan segera, tangannya sudah menggenggam sejumlah balon yang banyak..

Drrtt.. Drrtt…

“Yobuseyeo?” sapa Hyun

“Hyun, aku.. bisakah.. aku yang menggantikanmu untuk memberikan benda itu pada Leena? Semenjak perkelahian kita waktu itu.. kupikir,, aku harus menjelaskan semua dan meminta maaf pada Leena, bisakah kali ini lagi.. aku mendahuluimu?” pinta sebuah suara dari seberang telepon..

“Huhhhhhhhh!!!!” desah Hyun panjang..”Ppaliwa! Dalam 5 menit jika kau tak berada di hadapanku, aku takkan mengalah untukmu lagi!!” lanjut Hyun pada akhirnya.

+++

Leena tengah berdiri memainkan rumput dengan kakinya, menandakan betapa bosannya dia menunggu Hyun.. Tiba-tiba seseorang berjalan mendekatinya dengan menggenggam balon dalam jumlah banyak yang menutupi wajahnya.

“Hyun, kau kah itu? Lama sekali kau!” teriak Leena pada sosok itu, membuat sosok itu berjalan lebih mendekati Leena. Saat jaraknya sudah sangat dekat, balon-balon itu pun dilepaskannya melayang dengan bebas di udara, membuat Leena melihat keatas kearah balon-balon itu pergi..

“Kau ini.. balon-balon itu pasti mahal kan? Kenapa di lepas begitu saja?”perlahan Leena menurunkan pandangannya kearah sosok itu, dan betapa terkejutnya Leena sampai badannya bergetar hebat..

“Leena,, maafkan aku yang sudah datang dan pergi sesuka hatiku, kuharap setelah tahun-tahun yang berat ini, cinta itu bukan hanya perasaan lagi.. tapi itu menjadi belahan jiwamu.. Kalau kau mau menerimaku kembali, kau bisa memukulku sekarang, tapi jika ternyata rasa sakit yang kuberikan lebih besar daripada perjunganku untuk tetap bersamamu, kau bisa menenggelamkanku di samudera sekarang juga… Please!”  G-Dragon.. itulah sosok yang ada di hadapannya sekarang..

“Ji,,, kau jahat!! Seenaknya menyuruhku memilih saat kau datang tanpa mempedulikanku! Kau jahat Ji, jahat!!!” teriak Leena sesudah berhasil mengumpulkan segala kekuatan yang dimilikinya. Namun, sosok Ji langsung meraih Leena ke dalam pelukannya. Memeluknya dengan erat seakan tak ingin Leena pergi dari hadapannya. Awalnya, Leena memberontak dan memukul Ji, hingga tenaganya terkuras dan Leena pun membenamkan wajahnya di dada Ji….

“Menagislah Lee, aku hanya ingin kau kembali seperti dulu. Bersikap seperti saat aku belum pergi, saat aku masih selalu ada di sampingmu. Kumohon..” bisik Ji pelan

“Kau tahu, aku sekarang sudah tak bisa mengeluarkan air mataku lagi.. Aku capek Ji, kau harus membayar mahal untuk ini.. Aku pikir, aku harus memastikan perasaanku padamu.. apakah aku masih mencintaimu atau tidak..” ucap Leena yang masih dipeluk oleh Ji.. sekilas perhatian Ji tertuju pada Hyun yang berlalu pergi sembari melambaikan tangannya pada Ji.. membuat Ji yakin bahwa Hyun memberikan kesempatan pada Ji untuk berusaha.

“Sampai saat itu, aku akan sabar Lee, aku akan menunggumu.. Dan kumohon saat kau menjawab pertanyaanku nanti, jawaban yang kau berikan membuatku terbang melayang, ok?” Ji pun mengelus punggung Leena perlahan dan melayangkan kecupan singkat di puncak kepala Leena.

+++

“Kau, temannya Leena kan? Kenapa kau disini dengan bercucuran air mata, huh?” tanya Hyun pada gadis yang waktu itu di temuinya di basement.

“Yah,, aku Intan yang waktu itu.. kenapa kau, bisa dengan tenangnya melepaskan orang yang kau sukai begitu saja? Tidakkan kau berusaha sedikit untuk mempertahankannya?” tanya Intan pada Hyun yang berlagak seakan tak terjadi apa-apa.

“Sudah, aku sudah pernah berusaha dengan sangat keras. Sampai terkadang kurasa, dalam hidupku aku hanya akan mencintai Leena seorang, tak ada yang lain. Tapi ternyata, sekeras apapun ku mencoba.. Leena memang bukan untukku, dia itu ditakdirkan untuk Ji. Jadi jika kau punya perasaan lebih pada Ji, kuburlah mulai sekarang sebelum perasaan itu tumbuh lebih besar.” Jelas Hyun pada Intan sebelum melangkah pergi meninggalkna Intan yang masih terdiam di posisinya.

~ Author POV end ~

==è One day before August 18th

“Leena, kau sudah dapat undangan dari GD? Besok kan dia ulang tahun! Kami semua dapat undangan darinya lho!” suara Yuna membuatku sadar dari heningku, kemudian Dhicca menyentuh bahuku dan menenangkanku. Seakan tahu suasana hatiku sekarang.. Aku sendiri sedang bingung dengan hatiku, apakah aku masih suka padanya atau tidak. Karena setiap bertemu dengannya, yang aku rasa hanyalah sesak yang mencekik. Bukan debaran jantung seperti dulu..

“Iya Leena, tadi pagi aku, Yuna dan Hyun dapat undangan dari GD di dalam locker kami masing-masing, kau dapat tidak?” tanya Dhicca perlahan mencoba tak menyinggungku..belum sempat kujawab, terdengar sebuah pengumuman dari speaker di cafeteria tempat kami berkumpul.. Kulayangkan sekilas pandanganku, ternyata sedari tadi Hyun juga ada disini, pantas saja Yuna begitu bersemangat, tapi Hyun hanya terdiam dengan tangannya yang menopang dagunya..

“Perhatian.. perhatian.. diberitahukan kepada saudari Leena semester 1 kelas A, bahwa anda diundang oleh G-Dragon untuk menghadiri pesta ulang tahunnya besok di AStar Ball Room pukul 6 sore, kehadiranmu sangat dinantikan. Jadi pastikan kau datang. Terima kasih…” seketika semua mata yang ada di cafetarian menatap penuh tanya padaku..

“Mollayeo~~” jawabku singkat sambil menggelengkan kepalaku.

==è August 18th  G-Dragon’s BD

“Uwah.. mewah sekali dekorasinya!!” puji Yuna saat kita memasui Ball Room tempat pesta ultah Ji..

“Hey, Intan! Mari bergabung dengan kami!” panggilku kearah Intan yang tengah meneguk minumannya sendiri.

“Kau kesini dengan siapa?” tanyaku pada Intan yang sudah berjalan mendekati kami.

“Sendiri.”jawabnya singkat, kukira dia sedang ada masalah.. Matanya menyiratkan perasaan yang sedang dia pendam.

“Okay, mari kita mulai acara ulang tahunnya……” heu! Acara pun dimulai, ada basa-basi sang mc yang menurutku sama sekali garing. Dan sebagai pembuka, Big Bang –bandnya Ji- tampil membawakan lagu Tonight.. Di situlah muncul juga sosok Ji yang sedari tadi kucari dalam peredaran mataku. Setelah itu acara potong kue, dan lain-lain.. Kalau boleh jujur, aku sudah sangat bosan sekarang.. inginku pulang saja..

“Terima kasih kepada semua yang sudah datang, besok aku bersama Big Bang akan pergi ke New Zealand untuk syuting video klip terbaru kami. Mohon dukungannya, dan untuk malam ini aku masih menanti jawaban penting dari seseorang, untuk itu.. jika bisa, jawablah sekarang..” mendengar perkataannya, aku hanya melengos dan menurunkan pundakku. Rasanya capek sekali sekarang..

“Hyun, antar aku pulang..” pintaku pada Hyun yang sedang menggenggam tangaku, menahanku agar tidak jatuh…

+++

Disini aku sekarang, menatap keluar rumah dari jendela kamarku. Hujan deras, sampai-sampai tak ada satupun kendaraan yang berlalu lalang di depan rumahku. Tapi hatiku masih saja sesak, dan kali ini diserati debaran kuat di setiap tarikan nafasku… ‘Aku harus menemui Ji’ batinku..

Beginilah aku, sekarang aku tengah menerjang derasnya hujan menuju apartment Ji, mencoba mencari jawaban akan perasaanku padanya yang akupun tak mengerti sebenarnya apa yang membuatku bisa senekat ini.

“Teetttt… Teetttt!” kupencet beberapa kali bel pintu di apartmentnya.. Ayo, bukalah!

“Leena?? Kenapa kau basah kuyup? Ayo masuk dulu!” ajaknya kemudian menarik tanganku. Dia pun menghilang dari pandanganku sebentar, kemudian kembali dengan membawa beberapa barang di tangannya..

“Ini handuk, dan bajuku.. memang agak kebesaran. Tapi, lebih hangat dari pada bajumu yang kau pakai sekarang..” segera, Ji menyerahkan benda-benda tadi padaku dan  mendorongku untuk masuk ke kamar mandinya..

“Mau coklat hangat?” tawarnya padaku setelah aku keluar dari kamar mandinya dengan bajunya yang sangat kebesaran, tapi untunglah.. itu menutupi setidaknya sampai atas lututku..

“Boleh..” jawabku pelan..

“Kenapa tadi kau pergi begitu saja? Aku mencarimu lho!” kini, Ji tengah duduk di hadapanku dengan menyerahkan secangkir coklat hangat yang tadi kumau.

“Aku.. itu..ehmm, Ji.. bisakah kau peluk aku?” tanyaku ragu.. awalnya Ji menatap heran padaku, namun sedetik kemudian di rengkuhnya tubuhku..

“Bisakah kau.. emm.. menciumku?” tanyaku lagi.. yang berhasil membuatnya tersenyum kecil dan mengelus rambutku.. beberapa saat kemudian, di kecupnya perlahan bibirku..

“Itu.. manis Lee J, masih seperti dulu.. kupikir sudah ada yang menggantikan stempel bibirku di sini..” ucapnya perlahan sambil mengusap bibirku pelan..

“Kau masih mau menunggu jawabanku?” tanya perlahan. Dan dia mengangguk yakin..

“Saranghae……” bisikku pelan, mungkin sangat pelan..”Lalu,, bagaimana nanti, jika kau pergi lagi?” kali ini aku tertunduk, tak berani menatapnya dan mendengar jawaban yang menyakitkan..

“Kau tahu, kemanapun aku pergi.. kemanapun aku berjalan. Tujuan akhirku itu hanya padamu, hanya kamu Leena.. saranghae J” ucapnya sembari mengelus pundakku.

“Saengil chukae nae Ji! Seharian aku belum sempat mengucapkan selamat padamu!” beginilah aku dan kisahku.. kuaharap tak satupun dari kalian merasa jealous padaku…. Bye!!!

-End-

Note:

–          JHS: Junior High School

–          HS : High School