Love Way poster

Love Way

Tittle: Love Way

Author: Yurilia

Chapter: Episode 1

Length: Still Unknown

Genre: Romance, Sad, Family, Friendship

Rating: General – PG/13

Main Cast:

  • Lee Yoo Ri
  • Ichirin Kim
  • Choi Kim Zii

Lead Cast:

  • Song Seung Hyun (Member FT Island)
  • Kim Jun Su (Member 2PM)
  • Nich Khun (Member 2PM)
  • Lee Dong Hae (Member Super Junior)
  • Cho Kyu Hyun (Member Super Junior)
  • Cho Jin Ho/Jino (Member SM The Ballad)
  • Jung Jin Young (Member B1A4)

Other Cast:

  • Super Junior
  • 2PM
  • B1A4
  • FT Island
  • and others
Notes:
  • This fiction is originally born from my brain. So, this fiction is absolutely mine!
  • No BASHING and no PLAGIARISM!
  • Want to repost this? Make sure you get my permission and put the credit as well.
  • I just own the story line, the casts is belong to theirselves, their family, and God.
  • I had post this in my personal wordpress acc and my personal facebook acc.
  • Don’t like? Just don’t read it. Easy right?
Relation:
~Episode 1 …….

Ting Tong Ting Tong Ting Tong…….

CEKLAK. “Yoo Ri?” Hong Ki terlihat heran melihat kedatangan gadis ini. Ia sudah terbiasa saat dormnya ini kedatangan seorang Lee Yoo Ri, pasti akan terdengar bunyi bel berkali-kali sampai pintunya terbuka.

“Mana si bodoh Seung Hyun itu?” Tanya Yoo Ri langsung.

“Dikamarnya,” jawab Hong Ki masih bingung. Tapi ia menyadari satu hal, pasti akan ada perang mulut lagi di dorm ini.

“YA! SONG SEUNG HYUN! BANGUN KAU!” teriak Yoo Ri di dalam kamar Seung Hyun. Benar dugaan Hong Ki, bahkan belum tepat satu menit ia memikirkan hal itu, namun semuanya sudah terjadi.

MWO YA?” teriak Seung Hyun tak kalah keras karena merasa acara tidurnya terganggu. “Bisakah kau tak teriak-teriak dirumah orang? Hah?!” ucapnya mulai kesal.

“TIDAK! Jika dirumah itu ada dirimu, Song Seung Hyun-sshi!” jawab Yoo Ri ketus. Lugas. Tandas.

“Mau apa kau kesini?” Tanya Seung Hyun. Kali ini mengecilkan volume suaranya. Mencoba bertanya lembut pada gadis dihadapannya itu.

“YA! Harusnya aku yang bertanya! Kenapa kau ada di sini?! Bukan di café tempat kita janjian unuk bertemu hari ini, Song Seung Hyun yang pikun?!” bentaknya.

Seung Hyun melongo. “Aish~ jinjja, aku lupa! Mianhae, Yoo Ri-ya. Jeongmal mianhae yo. Aku benar-benar lupa,” ucapnya menyesal. Sangat menyesal. Hal itu tergambar jelas di wajah juga matanya.

Untuk yang kesekian kalinya ia melupakan janji kencannya dengan Yoo Ri. Dan untuk yang kesekian kalinya juga Yoo Ri menemukan Seung Hyun sedang tidur disaat seharusnya ia sedang bersama Yoo Ri. “Seung Hyun-ah, kurasa sebaiknya kita putus, aku sudah lelah. Aku tau kau sibuk, aku mengerti, tapi, tak bisakah kau meluangkan waktumu untuk bertemu denganku walaupun hanya 5 menit? 5 menit kau korbankan waktu liburmu untuk bertemu denganku? Tak bisakah?” Yoo Ri terisak diakhir penuturannya.

Seung Hyun segera menghampiri Yoo Ri, dia kaget setengah mati, bahkan Yoo Ri yang ia kenal sebagai gadis yang cuek bisa terisak seperti ini. Dan yang membuatnya terisak adalah dirinya. Kau sungguh pria yang bodoh Seung Hyun! Rutuknya dalam hati.

“Yoo Ri-ya, jangan katakan hal itu, jebal, aku mencintaimu. Bukan maksudku melupakan janji kita,”

“Lalu apa maksudmu?” potong Yoo Ri. Air matanya sudah hampir tumpah.

Seung Hyun langsung menghapus air mata yang belum sempat tumpah itu lembut. Ditengadahkannya wajah Yoo Ri. Ditatapnya mata Yoo Ri dengan serius namun lembut. Tanpa aba-aba, dipeluknya tubuh gadis dihadapannya itu dengan erat. “Jebal, jangan pernah mengatakan putus lagi. Hanya kau yang tau seberapa besar cintaku untukmu. Saranghae yo, Yoo Ri-ya. Jeongmal saranghae yo.” Bisiknya lembut ditelinga Yoo Ri.

Mianhae yo, Seung Hyun-ah,” ucap Yoo Ri sambil melepaskan pelukan Seung Hyun dan segera pergi dari dorm tersebut.

Seung Hyun yang masih shock dengan jawaban Yoo Ri hanya diam terpaku melihat kepergian kekasihnya itu. Bodoh bodoh bodoh! Makinya dalam hati. “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaargh!!!”

***

Ting Tong Ting Tong…..

Kini Yoo Ri berada didepan pintu dorm Super Junior lantai 12. Tak lama kemudian, Lee Teuk membukakan pintu. Ia sangat heran begitu melihat Yoo Ri berlinang air mata. Untuk pertama kalinya ia melihat adik dari seorang Lee Dong Hae menangis seperti ini –tidak seperti kakaknya yang mudah sekali menangis. Biasanya gadis ini selalu cuek dengan apapun yang terjadi disekitarnya. Bahkan saat pacarnya tidak datang saat kencan pun, dia akan mengadukannya pada Dong Hae dengan segenap emosi. Marah-marah tidak karuan, bahkan seluruh orang yang ia temui akan kena imbas dari kemarahannya itu.

Gwaenchana yo, Yoo Ri-ya?” Tanya Lee Teuk hati-hati.

“Siapa yang datang, hyung?” Tanya Dong Hae yang baru saja keluar dari kamarnya.

Lee Teuk menggeser posisinya berdiri agar Dong Hae bisa melihat keadaan adiknya yang sedang menangis pelan.

“Yoo Ri-ya? Kau kenapa?” Tanya Dong Hae heran dan langsung membawa Yoo Ri masuk kedalam dorm. “Seung Hyun tidak datang kencan lagi?” Tanyanya lagi. Yoo Ri hanya mengangguk. Tangisannya makin menjadi. Dong Hae bingung harus melakukan apa. Ia sendiri kaget melihat adiknya menangis seperti ini.

Maka ia hanya merengkuh tubuh adiknya itu dan mengusap kepalanya pelan. “Kau kan tau sendiri, jadwalnya padat, dan dia pasti kurang istirahat. Dan satu hal yang penting, dia seorang yang sangat pelupa. Kecuali mengenai musik,”

Belum selesai Dong Hae berbicara, Yoo Ri sudah memotongnya, “tapi Oppa, masa dia tidak bisa berusaha mengingat untuk kencan dengan pacarnya ini?!”

Dong Hae bingung harus menjawab apa. Terkadang, dirinya juga merasa aneh, bahkan ada orang yang sangat pelupa seperti Seung Hyun. “Tapi kau masih mencintainya kan?” Tanya Dong Hae lembut. Yoo Ri mengangguk mantap. “Nah, kan, kau tau bagaimana perasaanmu padanya. So?”

Ting Tong Ting Tong…..

Lee Teuk yang sedari tadi menonton TV –padahal pendengarannya ia fokuskan pada pembicaraan antara Dong Hae dan Yoo Ri– langsung menuju pintu untuk melihat siapa yang datang.

“Hai, oppa!” sapa si tamu.

“Hai, Kim Zii-ya,” sapa Lee Teuk. “Mencari Si Won?” tanyanya. Kim Zii mengangguk sambil masuk ke dorm.

Disana ia mendapati pemandangan yang sangat luar biasa langka. Seorang Yoo Ri MENANGIS!! “YA! Yoo Ri-ya, kau bisa menangis juga?” goda Kim Zii. “Ah! Ichi juga harus tau!!” ujarnya kemudian. Ia pun segera mengambil ponselnya dari sakunya dan menggunakan fitur video call untuk menghubungi Ichi. Dan me-loudspeaker suaranya agar semuanya bisa mendengar percakapannya dengan Ichi.

Mwo ya?’ jawab Ichi diseberang sana dan wajahnya pun muncul di layar ponsel Kim Zii.

Kim Zii mengarahkan kamera ponselnya ke arah wajah Yoo Ri yang sangat berantakan karena menangis. “YA!” teriak Yoo Ri sambil lari dan bersembunyi dibalik punggung Dong Hae.

‘Hahahahahahahahahahahahaha……Seorang Lee Yoo Ri menangis,’ terdengar suara Ichi yang tertawa puas.

“Ya! Awas saja kalian!” teriak Yoo Ri lagi. Kini semua isi dorm menertawakannya.

Tak berapa lama kemudian, Kim Zii mengakhiri video callnya. “Dimana Si Won-oppa?” Kim Zii kembali menanyakan keberadaan kakaknya setelah berhenti tertawa.

“Tidur, sepertinya dia sangat lelah,” jawab Lee Teuk.

“Aish, suruh dia menelponku kalo udah bangun nanti! Aku pulang dulu,” pesan Kim Zii. “Oh ya, kau mau ikut pulang tidak Yoo Ri-ya?” ajak Kim Zii.

“Ah, ne. Oppadeul, aku pulang dulu ya!” pamitnya ceria.

“Hati-hati dijalan, Yoo Ri-ya!” pesan Dong Hae.

Mereka berdua pun keluar dari dorm dan bergegas pulang. “Katanya Jun Su-oppa sakit ya? Gimana kabarnya sekarang?” Tanya Yoo Ri saat mereka menunggu bis di halte.

“Lumayan baik, demamnya udah turun,” jawab Kim Zii.

“Syukurlah. Eonni, aku mau kasih tau sesuatu,” kata Yoo Ri sedikit ragu.

Mwo?” Tanya Kim Zii singkat.

“Eng, tapi eonni jangan marah sama aku ya?” tanya Yoo Ri.

“Emang kenapa?” Tanya Kim Zii lagi.

“Janji dulu eonni ga akan marah sama aku!” perintah Yoo Ri.

“Iya, iya. Aku janji. Apa sih yang mau kamu kasih tau?” Tanya Kim Zii penasaran.

Eonni,…” Yoo Ri terlihat ragu. Kim Zii makin penasaran. “Eonni terlihat,…” lagi-lagi Yoo Ri menggantung klimatnnya. Kim Zii makin penasaran dengan apa yang akan dikatakan Yoo Ri.

“Ya! Cepat katakan! Kamu ini kenapa sih?!” Kim Zii sudah tak sabar.

Tepat saat bis yang akan dinaiki Yoo Ri datang, “Eonni terlihat makin gendut sekarang!!” seru Yoo Ri.

“YA! LEE YOO RI! AWAS KAU!” seru Kim Zii karena Yoo Ri sudah berada didalam bis dan bis tersebut sudah berangkat. Sialan! Kukira ada apa! Gerutu Kim Zii.

***

Lee’s house –Lee Yoo Ri & Lee Dong Hae’s house–

Yoo Ri turun di halte yang dekat dengan rumahnya. Ia memutuskan untuk pergi ke minimarket sebelum pulang ke rumahnya. Disana ia membeli lumayan banyak makanan. Setelah selesai berbelanja, ia langsung pulang ke rumahnya.

Dibukanya pintu gerbang rumahnya, ia mendapati seseorang duduk dikursi yang ada di teras rumahnya. Seseorang dengan kacamata hitam dan maskernya. Walaupun tubuhnya tertutup begitu, Yoo Ri sudah sangat mengenali postur tubuh orang tersebut.

Orang yang hampir selalu melupakan janji kencannya untuk tidur karena kelelahan. Orang yang muncul dihadapannya satu setengah tahun yang lalu. Orang yang menjadi kekasihnya sejak satu tahun yang lalu. Orang yang paling dicintainya bahkan setelah dirinya dibuat kesal berkali-kali.

Song Seung Hyun. Kini pria itu sedang duduk sambil menunduk. Rupanya ia tertidur. Tepat saat Yoo Ri hendak membangunkannya, Seung Hyun membuka matanya. Dan ketika ia melihat Yoo Ri, langsung digenggamnya kedua tangan gadis itu dengan erat. Diletakkannya kepalanya diatas tautan tangannya dan Yoo Ri.

Mianhae,” hanya satu kata itu yang mampu diucapkannya.

“Sebaiknya kita masuk, nanti ada orang yang mengenalimu. Aku tak mau hidupku diganggu oleh penggemarmu,” saran Yoo Ri.

Mereka pun masuk kedalam. Duduk diruang TV. Dengan satu tangan yang masih saling menggenggam. Namun tak ada satu katapun yang terucap. Yoo Ri melepaskan genggaman tangan Seung Hyun dan berdiri. “Kau mau minum apa?” tanyanya pada Seung Hyun.

“Apa aja,” jawab Seung Hyun singkat.

Yoo Ri pun beranjak menuju dapurnya dan membuatkan minum untuk Seung Hyun. Sementara Seung Hyun memikirkan bagaimana caranya agar Yoo Ri bisa memaafkannya. Tak lama kemdian, Yoo Ri datang dengan segelas orange juice dan sebungkus potato chips. Dan meletakkannya di meja.

“Udah lama nunggunya?” Tanya Yoo Ri pelan namun masih bisa didengar Seung Hyun.

“Engga juga.” Jawab Seung Hyun singkat. “Mian,” ucap Seung Hyun lagi.

“Udahlah, lupain aja.” Ujar Yoo Ri yang kontan mendapat sambutan tatapan bingung dari Seung Hyun.

“Maksudmu?” Tanya Seung Hyun bingung.

***

To Be Continue~
How was it? I need your comments please🙂