Title : Complicated in Our Relationship (Part 9)
Main Cast : Evil Couple (Cho Kyuhyun – Song Eunrim)
Support cast : Super Junior member, Soohwa (Yesung GF)
Genre : Romance, Comedy
Rate : 15+
Length : Continue

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide yang melayang-layang dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke word, ijin dulu yaa.. Kalian enak-enakan copas, nanti bisa-bisa jadi kontroversi.. ;)

Yang ketinggalan part sebelumnya, silakan klik di bawah ini..

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7 Part 8

========================================================================

Sekarang biarkan thyz membuat pengakuan dulu..

MIANHAEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!

Jeongmal jeongmal mianhaeeeee buat kalian yang udah menunggu hampir 2 bulan demi lanjutan FFku ini..

Yang udah menagih via FB, mention di twitter, BBM, juga SMS.. Jeongmal gomawoo.. walaupun akhir-akhir ini thyz jarang buka akun pribadiku akhir-akhir ini..

Pasti banyak yang tanya, KOK LAMA BANGET?? Iya kan??

Alasannya sebenarnya sangat sederhana.. I HAVE NO TIME.. TT_______TT

Alasan pertama karena thyz sibuk dengan urusan universitas.. kegalauan menjadi maba entah kenapa menguras waktu dan pikiranku.. dan sampai akhirnya udah hampir 3 minggu baru bisa dapet idenya,

Alasan kedua..  thyz sedang berusaha merintis OL shop.. dan untuk membagi waktu antara pengetikan FF dan jualan itu susah.. jadi di pending lagi deh FFnya..

Alasan ketiga.. begitu mau dirampungin FFnya, ehhh.. MALAH HILANG FILENYA! Thanks to PLN yang udah mematikan lampu rumahku selama 5 menit.. 5 MENIT dan membuat semua skripku tiba-tiba hilang.. HASIL JERIH PAYAHKU SELAMA INI!!! Padahal udah kucoba kembaliin tuh file.. tapi gak tau kenapa, cuma ada sampai save-an terakhir.. TT_____TT alhasil harus diketik lagi..

Alasan keempat.. MENGETIK ULANG = MEMBONGKAR KEMBALI INGATANKU.. dan kalau udah pernah kuketik, maka otomatis ide-idenya udah kehapus dari memori otakku.. huaaaa.. untuk mendapatkan ide dasarnya lama bener.. Belum lagi, udah waktunya jadwal kuliah..

Jadi itulah yang akhirnya menghambat pempublisan FF part ini..

Sampai 5 September, ada kemungkinan akan kupublish lanjutannya, tapi setelah itu.. Thyz bakal ubah status dari FF menjadi drabble.. Buat yang gak tau, drabble itu semacam FF pendek, berkisar 3-4 halaman, tapi keuntungannya, aku bisa publish setiap hari.. (kalau ada ide) daripada nunggu panjang tapi 2 bulan kan? Gimana?

Kalian lebih suka pilihan FF atau drabble? Semua ditangan kalian sih..

Ya sutralah.. daripada kelamaan lagi kan?

Monggo dibaca.. ^____^ jangan lupa feedbacknya yoo.. hehehe..

======================================================================

.Author POV.

@Super Junior dorm

“CEPAT SIAPKAN SEMUANYA SELAGI KYU BELUM MUNCUL!!” teriak Heechul menyuruh.

“SIAP HYUNG!” sahut yang lainnya.

Saat ini suasana di dorm Super Junior sedang sibuk-sibuknya.

BRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKK!!!!!!

Suara pintu membuat semuanya langsung terdiam.

“Hyung!” kata Kyuhyun begitu memasuki ruang tamu.

“AHHHHHHHHH.. Kyuhyunie tersayang. Sudah pulang? Bagaimana kalau hyung memijitkan bahumu? Kau pasti capek..” kata Eunhyuk yang langsung memulai aksi pijatannya begitu Kyuhyun terduduk di sofa.

“Kau mau minum apa? Air? Jus? Kopi? Teh? Susu? Aku sudah membuatkan semuanya loh..” kata Ryeowook sambil membawa 1 nampan berisi seluruh minuman yang tadi disebutkannya.

“Kau tau? Tadi sewaktu hyung jalan-jalan, ada kaset PS yang baru.. Jadi, kubelikan saja untukmu..” kata Donghae yang memberikan sekantong kaset PS pada Kyuhyun.

“Tadi kamar sudah kubersihkan, jadi kau tidak perlu repot-repot lagi..” kata Sungmin singkat.

“Di sini panas ya? Bagaimana kalau kukipaskan?” tanya Yesung yang langsung mengkipasi Kyuhyun tanpa menunggu jawaban lagi.

“YAAAAAAAA HYUUUUUNGGG!! BERHENTI BERMANIS-MANIS RIA PADAKU!!!” jerit Kyuhyun.

Semuanya langsung menghentikan aksi mereka.

“Huaaaa.. Jeballlll~” kata semuanya kecuali Eeteuk, Heechul, dan Sungmin langsung berlutut di depan Kyuhyun. Mereka semua takut jika Kyuhyun sampai mengamuk, apalagi kalau ngambek.

“Dalam rangka apa sih kalian seperti ini?” tanya Kyuhyun acuh tak acuh sambil melihat kaset yang diberikan Donghae.

“K..kau.. ti.. tidak marah?” tanya Ryeowook ketakutan.

“Mau marah kenapa?” kata Kyuhyun yang berjalan ke kamarnya sambil bersiul-siul ria.

“Pasti kepalanya kejedot di suatu tempat..” kata Donghae.

“Atau mungkin dia makan obat pencuci otak tadi?” tambah Eunhyuk.

“Mana ada obat pencuci otak, Hyuk? Aigoo.. kau ini!” balas Donghae lagi.

“Apa jangan-jangan dia ngambek seperti itu sekarang? Bahaya nihh..” ujar Yesung.

“Kalian tenanglah.. mungkin Kyu tidak marah karena kita mendaftarkannya bersama Eunrim?” kata Eeteuk mengambil kesimpulan.

“Ooohhhh..” sahut semuanya serempak.

“Hyung, besok pagi kau harus memasakkanku benda hijau itu!! Hanya benda hijau itu tanpa daging sedikitpun!” perintah Kyuhyun yang kepalanya tiba-tiba menyembul dari balik pintu kamarnya.

Setelah mendapat anggukan dari Ryeowook, kepala itu hilang lagi disertai bunyi pintu yang dibanting.

“Sepertinya kepalanya benar-benar kejedot..” simpul Eeteuk lagi.

“Benda hijau yang dia maksud di sini, sayur kan hyung? Iaa kan hyung? Kalau aku salah.. ottokhee??” cicit Ryeowook.

“Biar aku bicara dengannya..” kata Sungmin yang akhirnya memberi pencerahan.

.Kyuhyun POV.

Aku merasakan Sungmin hyung memasuki kamar. Di luar pasti sedang ribut dengan kelakuanku. Bukannya aku tidak mau marah, hanya saja hari ini terlalu melelahkan untuk mengeluarkan tenaga lagi.

“Kyu gwenchana?” tanya Sungmin hyung lembut.

Aku hanya membalas dengan dengusan pelan. Well, kalau harus dikatakan.. Aku tidak sepenuhnya marah. Mengikuti Mnet Scandal bersama Eun-ah, apa lagi yang perlu kuproteskan? Tapi mengatakan ‘gomawo’ pada para hyungku membuatku mual. Aku bukan tipe yang terbiasa mengatakan hal begituan. Dan begitu aku memasuki dorm, melihat wajah mereka yang sangat ketakutan membuatku semakin ingin tertawa.

“Kau besok mau sarapan.. emm.. sayur?” tanya Sungmin hyung lagi dengan wajah sedikit cemas.

Sayur. Satu kata yang paling kubenci. Kenapa harus ada benda hijau itu sih di dunia ini? Tetapi berhubung besok aku sudah meminta Eun-ah memasakkanku sesuatu, PASTInya dia akan memberiku benda itu. Ughh.. Dan aku harus berusaha terlihat menyukainya di depan kamera. Jadi sebaiknya kucoba saja dengan sarapanku.

“Eun-ah akan membawakanku makan siang besok.. Dan kau tau sendiri apa menu andalannya kan hyung?” jawabku dengan pertanyaan retoris.

“Hooo..” komentar Sungmin hyung sambil mengangguk-angguk paham.

“Dia akan mengunjungi kita besok?” tanya Sungmin hyung lagi.

“Saat kita latihan..” jawabku singkat.

Tiba-tiba bantal yang mendarat tepat di kepalaku.

“Aigooo, Kyu! Kau lupa kalau besok kita latihan koreografi 5jib?!” katanya sambil mendecak kesal.

“Tapi toh MVnya dirilis sebentar lagi kan? Apa salahnya?”

“Tapi dia tidak akan tau, hyung. Dan aku bisa menjamin ketidaktahuannya itu..Aku juga bisa makan di tempat lain kalau kalian mau..” tawarku.

“Hemm, entahlah Kyu.. kita lihat saja besok bagaimana baiknya..” kata Sungmin hyung lalu mulai berjalan keluar dari ruangan.

“Ahh.. Hyung. Katakan pada monyet itu kalau rambut pirangnya membuat mataku sakit.” Seruku sengaja mengeraskan suara saat Sungmin hyung membuka pintu.

.Author POV.

Sungmin menutup pintu sambil cekikikan. “Kau dengar sendiri kan, Hyuk?”

“Arghhh.. Kenapa sih dengan warna rambutku?! Aku kan cuma ingin menyamakan dengan Charlette..” umpat Eunhyuk. (ada yang penasaran siapa Charlette? Hohoho~)

“Tapi kau terlihat pucat dengan warna itu..” komentar Yesung.

“Aku tetap menyukaimu kok, Hyuk..” kata Donghae memberi semangat.

“Gomawoo yeobo..” sahut Eunhyuk yang langsung ingin memeluk Donghae. Tapi tiba-tiba dia menghentikan aksinya.

“Ehm, aku ke kamar dulu yaa.. “ sahut Eunyuk yang nyengir sambil memegang ponselnya.

“Aihhh.. begitulah kalau pasanganku sudah punya couple lain..” gerutu Donghae lalu bergegas meninggalkan ruangan.

***

.Eunrim POV.

Aku harus merencanakan sesuatu. Membuat Kyu cemburu! Itulah yang harus kulakukan. Tapi siapa yang bisa membantuku? Gege Henry? Tidak mungkin, dia ka nada di cina.. Lalu kira-kira siapa lagi?

Aha! Tentu saja.. Kenapa harus susah-susah mencari gege Henry? Ada seseorang yang pasti akan membantuku..

Dengan cepat langsung kusambar ponselku dan mengetik sms.

To : Eunhyuk oppa

Oppa, aku butuh bantuanmu.. Tapi kau tidak boleh memberitahu yang lain? Otte?

PS : Kau sangat cakep loh, oppa~

Sekarang tinggal menunggu oppa yang satu ini membalas smsku. Dia pasti langsung besar kepala kalau dikatakan begitu.. Kekeke~

From : Eunhyuk oppa

Kupikir yeojaku yang meng-sms.. aishh.. kau cuma mengatakan oppa ganteng sewaktu ada maunya.. ada apa sih?

To : Eunhyuk oppa

Ketahuan ya? Hahaha.. Aku hanya ingin kau membantuku membuat Kyu cemburu besok. Itu saja.. Otte? Aku akan membawakanmu buah strawberry besok sebagai tanda terima kasihku..^^

From : Eunhyuk oppa

Aku sih mau Eun-ahh.. Tapi.. kau tau sendiri Kyu akan memanggangku hidup-hidup kalau menyentuhmu kan? Lagipula, aku tidak ingin membuat yeojaku sedih.. Mianhae..

Aigoo.. Beginilah nasib ketika satu-satunya namja paling narsis di Suju sudah ada yang memiliki..

Kalau begitu mau bagaimana lagi?

Ahh.. Daripada aku merencanakan hal yang tak jelas, lebih baik kalau kutunggui saja teaser mereka keluar.. Menurut kabar yang kudengar, sebentar lagi dirilis.. Hohoho~ Aku kan bisa menggoda mereka besok..

***

.Author POV.

Di kediaman Super Junior yang sangat damai.. Pagi yang cerah dan Ryeowook dengan hati gembira sedang memasak sarapan untuk para hyungnya.

“Hyung.. Sarapanku! Palliii!!!” kata Kyuhyun sambil mengetuk-ngetukkan sendok ke piringnya.

“Kau cepat sekali bangun, Kyu?” pekik Ryeowook.

“Aku kan mau makan sarapanku! Ayo hyung!! Palli.. Pallii!” perintah magnae itu lagi tambah mengeraskan ketukan di piringnya.

“Pagi-pagi sudah membuat ribut.. Tumben yaa..” komentar Yesung sambil menuangkan segelas air. “Minum dulu baru makan..”

Dengan cepat Kyuhyun meneguk air yang disodorkan Yesung dan kembali meminta jatah makanannya. “Hyung~ Palliiii!!!”

“Heuhh.. Kau itu kalau ada maunya pasti cepat yaa..” cerocos Ryeowook sambil membawa menu makanan mereka hari ini.

“Pedas?” komentar Kyuhyun.

“Tidak.. aku berusaha untuk membuatmu nyaman makan sayur.. enak kok..” kata Ryeowook memuji hasil masakannya sendiri.

“Padahal aku suka pedas..” protes Eunhyuk di belakang Kyuhyun.

“Biarkan Kyu makan sayuran dulu.. Ini hal langka loh..” balas Sungmin sambil duduk di sebelah Kyuhyun. “Kau mempersiapkan semua kemungkinan?”

“Ho oh.. Dan kalau perlu, sebentar aku akan menyiapkan makanan tambahan.. Siapa tau Eun-ah benar-benar ingin mengerjaiku dengan memasak sayuran super pedas..” sahut Kyuhyun pelan. Dia terus saja menyuapkan brokoli yang dimasak Ryeowook dengan enggan ke mulutnya.

“Mana mungkin Eunrim sekejam itu.. Ayolahh.. Kau terlalu berpikiran tidak-tidak Kyu..” bela Yesung.

“Kita lihat saja nanti, hyung..” komentar Kyuhyun ragu-ragu.

“OMMONAAA! Uri aegyo sudah besar!!” teriak Eeteuk tepat di telinga Kyuhyun.

“YAAAAA HYUNG!! Itu telingaku!!” balas Kyuhyun sewot.

Eeteuk hanya cekikikan tak jelas. “Baguslah.. Karena berarti aku telah sukses membesarkan kalian..”

“Kau sok tua..” balas Kyuhyun. “Ahh.. Memang sudah tua yaa..” tambahnya.

“DASAR MAGNAE KURANG AJAR!”

***

.Eunrim POV.

Dan hari ini aku bangun telat! OMG! Semua ini karena menunggu teaser oppadeul kemarin! Padahal aku sudah memasang alarm, tapi kenapa alarmnya tidak berbunyi??!! Dan kenapa pula aku tertidur di depan komputer? Sekarang setiap badanku menolak untuk bangkit. Terlebih lagi leherku..

Untungnya kemarin malam aku sudah membuatkan bekal untuk Kyu.. Apa lagi kalau bukan, SALAD SAYURAN ala Song Eunrim? Kekeke~ untuk soal makanan aku pasti memberikan hal-hal yang berbau sayur padanya..

Alasan pertama yaitu wajahnya yang menolak makan sayur membuatku sangat ingin tertawa.. Dia memanyunkan mulutnya seperti bebek tapi pada akhirnya tetap memakan masakanku..

Lalu yang kedua, dia benar-benar membutuhkan asupan sayuran.. Aku selalu mendapat sms dari oppadeul bahwa Kyu menolak jika menu makanan mereka ada sayurannya.. Padahal dia membutuhkan makanan itu! Sayur sangat baik untuk menambah daya tahan tubuhnya, dan mempermulus wajah! Dia tak mungkin hanya bertahan dengan bedak kan?

Tapi kali ini, aku tak ingin menjerumuskannya ke percobaan yang membuatnya kepayahan lagi kan? Jadi tidak lupa kubuatkan dia udang goreng.. Kyuhyun suka hal-hal berbau seafood. Dan aku hanya bisa memasak udang goreng.

“Bagaimana pula caraku membawa semua barang ini?” Komentarku pada diri sendiri. Kutatapi berbungkus-bungkus makanan yang berada di dalam kulkasku. Aku memang sengaja membuat salad sayuran dalam jumlah besar.. Toh sekalian mau kubagikan pada oppadeul.. Tapi dengan jumlah sebanyak itu ditambah dengan menu yang lain, mana cukup kedua tanganku membawa semuanya?

***

Dan di sinilah aku berada.. Di depan gedung SMent dan tampak seperti orang bodoh.. Membawa berbungkus-bungkus bekal dan ternyata aku tak bisa masuk karena satu hal lagi, ELF!

Aishhh.. Jangankan menuju ke pintu depan.. Menerobos mereka saja merupakan hal yang mustahil, ditambah dengan bersusun-susun bekal yang kubawa!

Ughh! Dan si babo itu tak bisa dihubungi! Lengkaplah penderitaanku.. Seharusnya aku tak membawa bekal dengan jumlah sebesar ini.. Tapi, tak enak jika hanya melihat Kyu menyantap makananku sementara oppadeul berbisik-bisik jahil tepat di depanku..

“Ehh, eonni.. Kau bawa bekal sebanyak itu untuk apa?” Tanya seseorang padaku.

Dia memanggilku eonni, tapi dari penampilannya saja sudah terlihat bahwa dialah yang seharusnya kupanggil dengan sebutan itu!

“Emm, tidak bolehkah?” Jawabku asal.

“Kalau dilihat dari jumlahnya, tepat 10 susun.. Berarti untuk oppadeul? Eonni.. asal kau tau saja, aku sudah menunggu di sini selama 3 hari dan mereka bahkan tak menampakkan diri sedetik saja..” balas gadis itu lagi. Aku benar-benar tak menyukai saat dia memanggilku ‘eonni’.

“Siapa bilang kami tidak pernah menampakkan diri?” Tanya suara cempreng yang kukenali.

Dalam sekejap semua pandangan para ELF teralihkan ke sosok oppa berambut pirang itu.

Eunhyuk oppa.. Memunculkan dirinya.. Sendirian.. Tanpa security?

“Ehh, oppaa..” aku ingin sekali menyambungnya dengan dengan ‘bisa tolong bawakan barang-barang ini?’ Tapi sangat tak mungkin kan?  Lagipula, saat ini dia sudah dikerumuni para ELF yang ingin melepas kangen.

“Kenapa kau lama sekali? Kyu sampai menyuruhku membeli makanan..” Kata Eunhyuk oppa di sela-sela kerumunan ELF.

Dan dia mengatakan ‘kenapa kau lama sekali?’ Ohh.. Sekarang kerumunan orang-orang itu menjadi super diam.

“Dia siapanya Kyuhyun oppa??” Tanya seseorang.

“Yeojaku..” Kata Kyu yang tiba-tiba muncul dan langsung menarik tanganku. “Kuserahkan sisanya padamu yaa, hyung!” Sambungnya lagi dan meninggalkan Eunhyuk oppa dibelakang kami.

“Kau mengorbankan Eunhyuk oppa?!” Tanyaku tak percaya dengan apa yang dilakukan Kyu.

“Yaahh.. Setidaknya makanannya selamat..” Balasnya acuh tak acuh sambil menenteng bekal yang kubawa tadi.

“Kau!” Betapa teganya dia mengorbankan hyungnya sendiri! Rasa-rasanya aku ingin mencekiknya seperti yang biasa kulakukan, tapi lagi-lagi ada kamera yang merekam percakapan kami..

“Kan kasihan Eunhyuk oppa dikerubutin ELF, Kyu..” Kataku dengan suara setenang mungkin.

“Dia bisa berimprovisasi kok..” Sahut Kyu tenang.

Dia lalu membawaku ke sebuah ruangan dengan sebuah cermin besar tertempel di tembok. Dan ternyata para oppadeul berkumpul di ujung ruangan tsb.

“Annyeong dongsaengi.. Kau pasti orang yang mau dikenalkan Kyu pada kami..” Kerling Eeteuk oppa.

“Ahh.. Annyeonghaseyo oppadeul.. Ne irumun Song Eunrim imnida.. Bangapseumnida..” Kataku sambil membungkuk hormat.

Lucu juga rasanya memperkenalkan diri pada oppadeul yang sudah kukenal baik dari 2 tahun yang lalu.. Tapi mau bagaimana lagi, akan terlihat aneh jika kami langsung terlihat akrab kan?

“Uri neun syupeo juni~or!” Jawab mereka singkat.

“Kami sudah tau kok..Kyu baru saja memperlihatkan fotomu pada kami..” kata Siwon oppa tenang.

Fotoku? “Darimana kau mendapatkannya?” tanyaku pada Kyu.

“Apa gunanya internet? Hehehe~” jawab Kyu jahil. Dia tidak pernah mengatakan kalau mengoleksi fotoku.

“Aku mencium bau makanan..” Sela Shindong oppa terlihat mengendus-endus bau ruangan.

“Aku membawa makanan oppa.. Kalian mau?” Tanyaku sambil merebut kotak makanan yang dipegang Kyu.

“Makanannnn!!!” Teriak oppadeul yang terlihat seperti orang kelaparan. Apa jangan-jangan mereka memang lapar yaa?

“Heyy!! Jatah buatku mana?!” Seru Kyuhyun yang lalu merebut kembali kotak makanan itu.

“Begini yaa Mr. Kyuhyun yang super pelit, kau liat.. Bekal makanan itu ada 10 susun! Jadi kalian semua kebagian kok.. Tidak mungkin kau makan semuanya kan?” Jelasku sambil merebut lagi kotak makanan itu lalu membaginya kepada oppadeul.

Susunan terakhir memang sengaja kubuatkan untuk Kyu, karena jatah sayurnya double dari yang lainnya. Kekeke~

“Kita menghemat uang makan sehari..” Kata Donghae.

“Dan sepertinya makanan ini enak..” Tambah Siwon oppa.

“Emm, Eunrim-ssi..” Kata Ryeowook oppa tiba-tiba berada di sampingku. “Bisakah kau mengajarkan cara membuat salad ini?” Tambahnya dengan wajah berbinar-binar.

“Hahaha.. Caranya gampang kok oppa.. Kau cuma harus memotong-motong bahannya sesuai keinginan dan menambahkan campuran saus mayonais dan saus tomat..” Jelasku.

“Ohhhh.. Aku tau sekarang!” Teriak Ryeowook oppa bersemangat.

“Bagianku mana?” Tanya Kyu tidak sabaran. Dengan cepat langsung kuberikan kotak makanan yang dari tadi kupegang.

“Lalu, bagianmu mana?” Tanya Kyu lagi. Ommonaa!! Aku lupa hanya membawa bagian untuk oppadeul dan melupakan diriku sendiri!

BRAAAKKK! Tiba-tiba suara pintu membuat kami semua kaget.

“AKU SEKARAT!!” Jerit Eunhyuk oppa yang datang dengan tergesa-gesa.

“Ommo.. Oppa gwenchana?” Tanyaku setengah penasaran bagaimana dia bisa lolos dari gerombolan ELF tadi.

“Grr.. Kalau mau meninggalkanku jangan seperti itu dong, Kyu! Mereka semua mengerumuniku dan bertanya status hubunganmu dengan dia..” Tunjuk Eunhyuk oppa padaku.

“Dan ini pesananmu!” Tambahnya sambil melempar sebuah kantong plastik pada Kyu.

“Tapi kau bisa berimprovisasi dengan baik kan?” Kyu menampakkan evil smilenya. “Untukmu saja.. Aku kan sudah punya bekal darimu..” Katanya memberiku kantong plastik tadi.

“Kenapa kau memesan makanan?” Tanyaku sewot. Kalau kau tidak mau makan bekalku yaa terserah! Aku toh tidak akan memaksamu untuk memakannya.

“Karena.. Aku sudah punya perasaan kalau kau pasti belum makan dan tidak membawa bagianmu..” Jawab Kyu sambil menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahnya. Dia menyuruhku duduk terpisah dari oppadeul?

“Kenapa kita tidak bergabung dengan oppadeul?” Tanyaku lagi.

“Aku bosan melihat wajah mereka!” Bughh.. Sebuah sendok melayang tepat di dahi Kyu.

“Kami sudah memberi kesempatan berduaan, jangan malah tak tahu berterima kasih ya!” Gertak Heechul oppa.

Tanpa banyak tanya lagi, aku langsung duduk di samping Kyu dan membuka kotak makan siangku.

“Dari mana kau tau aku suka spaghetti?” kataku terpana.

Dia hanya tertawa tanpa suara.

“Kau membuat semua ini?” Tanya Kyu disela-sela lahapannya.

“Eumm..” Anggukku pelan.

Dengan lahapnya Kyu menelan semua salad yang kubuat, tanpa protes sama sekali. Wahh.. Sejak kapan dia melahap sayuran?

“Kau tau Eunrim-ssi, tadi pagi Kyu memintaku untuk.. Ehh.. Tidak jadi!” kata-kata Ryeowook oppa langsung terputus begitu saja.

“Meminta oppa melakukan apa?” Tanyaku sambil melirik ke arah Kyu. Pasti dia yang menyebabkan Wookie oppa yang malang itu berhenti berbicara.

“Kyu sarapan sayuran tadi pagi..” Kata Sungmin oppa cepat.

Ohh.. Pantasan saja Kyu bisa melahap semua salad itu, ternyata dia sudah membuat persiapan!

“Memangnya kenapa dengan sarapan sayuran?!” Balas Kyu dengan kata-kata menusuk.

Sebelum semuanya berantakan dan membuat sesuatu yang tidak diinginkan terekam kamera sebaiknya kualihkan saja perhatian mereka.

“AHH! Oppadeul! Kau tau? Kemarin aku menunggu teaser kalian, tapi ternyata belum dirilis! Kapan sih?” Tanyaku.

“Itu.. Rahasia..” Kata Eeteuk oppa sambil tersenyum jahil.

“Toh cepat atau lambat dia akan tau kan, hyung?” Balas Kyu yang memberiku i-phonenya. Kulihat di layarnya sudah tertulis kata ‘MV Mr. Simple’. Dia bukannya mau memperlihatkanku teaser tapi langsung MV?

“ANDWEEE!! Itu menyalahi aturan, Kyu! Eunrim tidak boleh tau dulu!” Seru Donghae oppa.

“Hemm, aku akan menunggu kok oppa, tidak adil rasanya jika aku duluan mendengar daripada yang lainnya..” komentarku sambil memberikan kembali i-phone di tanganku pada Kyu.

“Hyung, aku akan menahan Eunrim sampai kita selesai latihan. Jadi dia PASTI akan mengetahui semua lagu juga koreografi Mr.Simple..” Tuntut Kyu.

“Sudahlah.. Biarkan saja Eunrim mendengarnya.. Toh dia tidak akan membocorkan lagunya..” Kata Eeteuk oppa menengahi.

“Lagipula, hari ini dan besok.. Apa bedanya?” Tambah Siwon oppa.

“Dan kurasa itu bisa membuat Kyuhyun betah di ruangan ini..” kata Shindong.

Aku jadi merasa tak enak karena membuat oppadeul beradu mulut.

“Ehh, kalau kalian mau aku bisa menunggu di luar..” Saranku.

“ANDWE!” Pekik Kyu.

“Wae?” Tanyaku bingung. Apa Kyu jadi over protektif lagi? Bukannya itu keputusan terbaik? Kalau aku keluar, siapa tau saja bisa bertemu dengan yang lainnya.. Misalnya saja.. f(x) atau Shinee? Aku sangat merindukan Taemin dan Vic eonni..

“Kau harus menontonku..” Rengeknya seperti anak kecil.

Mwo? Dia terserang penyakit apa? Kenapa childishnya kambuh lagi?

“Kalau begitu terserahlah.. Tapi aku tidak akan mendengar lagu kalian..” Janjiku sambil mengambil headset dari tasku. Benda itu memang ‘most item’ yang tidak boleh kulupakan setiap melangkahkan kakiku dari rumah.

“Pokoknya kubilang kau HARUS menontonku..” Sergah Kyu yang tiba-tiba merebut mp3 playerku lengkap dengan headsetnya.

.Kyuhyun POV.

“Yaa Kyuhyunie.. Kan kau bisa membiarkan Eun-ah berkeliling kantor kita.. Dia toh tidak bakalan hilang kan?” Bisik Sungmin hyung tepat di telingaku.

“Dan kulihat ada Taemin tadi di luar.. Eun-ah pasti akan senang sekali..” tambah Yesung.

“Hyung, aku tadi sudah mengumumkan kalau dia itu yeojaku..” Jawabku singkat.

“MWOO?!” Seru yang lain setelah mendengar komentarku.

“Shhhh.. Hati-hati kamera!” Desisku pelan.

Aku lalu berbalik untuk melihat di mana posisi kamera sekarang, dan ternyata semua kru lagi sibuk mewawancarai Eunrim. Dari perkiraanku sih, pasti dia sedang diwawancarai bagaimana rasanya menjadi orang pertama (selain para staff sment) yang bisa melihat dan mendengar koreografi Mr.Simple secara langsung.

“Yaa! Kau tau kan betapa berbahayanya mengatakan ‘dia itu yeojaku’ di depan para ELF?! Bisa-bisa besok Eun-ah sudah in memorial!” Pekik Donghae.

“Aku setuju dengan Hae.. Lagipula, aku sudah merasakan bagaimana rasanya menghadapi mereka tadi.. Kau sangat TEGA meninggalkanku sendirian!” Sambung Eunhyuk.

“Maka dari itu aku tidak mengizinkannya meninggalkan ruangan ini!” Sahutku.

“Tapi kau tidak bisa menyekapnya terus-terusan di sini kan, Kyu?” Tanya Siwon.

“Besok iklan tentangku dan Eun-ah akan diluncurkan.. Aku rasa para ELF akan mengerti kenapa kukatakan hal seperti itu tadi setelah mereka melihat iklannya..” Jelasku sambil meletakkan barang-barang sitaanku dari Eunrim tadi. ‘SHINee – Juliette Japan Vers.’? Dia sebegitu kangen dengan Taemin kah? Grrrr.. Aku tak rela! Eun-ah milikku!

“Tapi itu besok..” Kata Yesung mengulang perkataanku.

“Aku akan membawanya ke suatu tempat setelah latihan ini selesai, hyung.. Aku harap kalian mengerti..” Kataku mengakhiri obrolan rahasia kami.

***

.Eunrim POV.

“Hemm.. Mereka mengulang tarian itu berkali-kali.. Kurasa begitu keluar dari ruangan ini aku sudah menghafalnya di luar kepala..” Komentarku sinis.

Sudah 3 jam aku menunggu  seperti orang bodoh. Dengan acara Kyu menyita semua benda-benda penyokong hidupku, maka 1 detik terasa bagaikan 1 jam bagiku.

Dan selama 3 jam ini, hanya mendengar 2 lagu terus-menerus membuatku tambah bosan. Di sepuluh menit pertama memang rasanya seperti surga. Aku adalah orang pertama yang mendengar Mr.Simple! Bayangkan saja bagaimana rasanya.. Tapi setelah 5 kali mendengar lagu itu, telingaku sudah mulai meminta stok lagu lain. Sementara selain Mr.Simple, mereka hanya memutar lagu ‘Superman’ atau apalah namanya.

Ughh.. Membuatku mati gaya.

2 jam yang lalu, aku mencoba keluar dari ruangan ini.. Dan hasilnya? Belum juga kusentuh kenop pintunya, Kyu sudah mendahuluiku dan memasang badannya sehingga menutupi pintu. Dia menghancurkan latihan mereka hanya untuk melarangku keluar. Betapa bagusnya hal ini!

Mau kuletakkan di mana lagi wajahku setelah sukses menghancurkan latihan oppadeul? Akhirnya aku kembali ke tempatku semula dan kembali menonton latihan mereka.

Sementara itu, si PD-nim yang mengaku sudah diberitahu Eeteuk oppa bahwa aku dan Kyu memang sudah berhubungan sebelum acara ini, terus menerus menanyaiku ini dan itu. Dia memang berjanji tidak akan mempublish status hubungan kami yang sebenarnya dan akan mengedit adegan-adegan yang akan membongkar rahasia ini, tapi tetap saja aku masih merasa was-was. Pesan terakhirnya sebelum wawancara berakhir bahkan membuatku keringat dingin.

“Eunrim-ssi, kuharap akan lebih banyak lagi adegan skinship.. Berpegangan tangan, berpelukan, bahkan adegan kissing sangat kami harapkan. Dan berhubung kalian memang sudah menjalin hubungan sebelumnya, pasti hal-hal ini sudah biasa kan? Jadi kuharap kalian bisa bekerja sama..” Pesannya sambil menepuk-nepuk bahuku.

Haaa!! Sudah kuduga! Cepat atau lambat, mereka pasti akan meminta hal itu. Aigooo.. Ottokhe? Jangankan di depan kamera, di belakang kamera aka tidak tersorot media saja, kami sangat jarang melakukan skinship! Dan sekarang PD-nim meminta adegan seperti itu ditambah?!

“A..akan kuusahakan ajushi..” Komentarku pasrah.

***

.Kyuhyun POV.

“Latihan hari ini disudahi dulu..” Kata Eeteuk menyudahi latihan kami.

Aku menoleh ke satu-satunya sumber kehidupanku sekarang.. Tertidur pulas, tentu saja itu yang akan terjadi. Bukan juga salahnya kalau sampai tertidur, menonton kami selama 5 jam tentu saja membosankan.

“Hyung, kalian harus mengurus masalah di luar..” Kataku sambil terus melihat wajah Eun-ah dari ujung ruangan.

“Waeyo? Kenapa harus kami??” Tolak Eunhyuk mentah-mentah.

“Karena tidak mungkin aku membiarkan gadisku keluar kan?” Jawabku sambil memberikan tatapan mematikan.

“Ara.. Aku akan membantumu kali ini..” Kata Heechul angkat bicara.

“Yaahh, kalau Heechul hyung sudah angkat bicara seperti itu yaa apa boleh buat..” Sahut Donghae juga mengiyakan.

“Pastikan mereka menghilang untuk sementara waktu.. Dan bisakah sesorang mengambilkan tas perlengkapanku dari van dan memberikannya ke kru TV? Setelah itu biar mereka yang mengurusnya..” Pintaku.

“Heuhh.. Hidup ini susahh.. Susaaahhh..” Ulang Yesung berulang-ulang sebelum meninggalkan ruangan.

Setelah mereka semua pergi, sebaiknya aku membersihkan diriku dulu. Tidak mungkin Eun-ah akan dekat-dekat denganku kalau penuh keringat seperti ini.. Dan sebaiknya sebelum para kru datang.

***

.Eunrim POV.

“Baby Eun-ah.. Ireonaa..” Bisik seseorang lembut di telingaku.

Begitu mataku merespon suara tersebut, tampaklah Kyu yang hanya beberapa inci dari wajahku.

“YAAAAA!!!” Teriakku refleks mendorong namja babo itu.

Dengan terhuyung-huyung dia mundur ke belakang.

“Kenapa kau mendorongku sih?!” Tanya Kyu dengan nada sedikit kesal. “Aku kan berusaha membangunkanmu dari tadi!”

Ahhh.. Iya juga yaa.. Aku baru ingat kalau sekarang masih berada di gedung latihan mereka. Dan tertidur di sini? Wahh.. Suatu bahan rekaman yang menarik, ditambah lagi dengan acara mendorong Kyu.. Dia sih, membuatku kaget setengah mati. Begitu mataku terbuka, yang kulihat wajahnya yang tampak sangat dekat denganku. Aku kan kaget bercampur malu juga!

“Jadi status tawananku sudah berakhir sekarang?” sahutku mengalihkan perhatian.

“Hemm, belum.. Kau masih harus kutawan hingga besok..” Balas Kyu sambil mengerling jahil padaku.

“MWOOO?! Aku mau dibawa ke mana lagi??” Seruku bingung.

“Hmm, kau liat saja nanti.. Ayo kita berangkat!” Ajak Kyu yang langsung menarik tanganku.

Dengan keadaan masih setengah sadar baru kuperhatikan kalau ternyata kami yang menjadi penghuni terakhir ruangan. “Oppadeul odieya?” Tanyaku penasaran.

“Mereka tak mau menunggu seseorang yang tidurnya sangat lelap sekali..” Jawab Kyu sambil cekikikan tak jelas.

Aku menggerutu tak jelas. Aishhh, siapa juga yang menyuruhku menunggu tak jelas selama hampir 4 jam hah? Kau bahkan tak mengizinkanku ke manapun.. Semua barang-barang penyokong hidupku kau sita, dan sekarang kau protes karena aku ketiduran?!

“Berapa lama aku tertidur?” Tanyaku.

“Entahlah.. Mungkin sekitar 1 jam?” Jawab Kyu.

Kalau begitu aku sudah menunggu selama 5 jam.. Mereka sangat.. Gigih yaa? Latihan selama itu tanpa merasa capek sama sekali.

Kalau saja aku bisa meringankan sedikit beban namja di depanku ini..

“Kenapa kau cemberut?” Tanya Kyu sambil membukakanku pintu mobil. Ohh, aku menghayal sampai tidak sadar kalau kita sudah di tempat parkir sekarang.

“Anii.. Kita mau ke mana sih?” Ulangku lagi.

Ketika Kyu masuk ke dalam mobil dia hanya menjawab singkat. “Menyelamatkanmu dari kemungkinan amukan ELF..”

Aku mengerti sekarang. Karena masalah yang tadi? Ommo.. Ommoo.. Kau memang sangat berani membuat pengakuan di depan mereka semua, tapi ada harga yang tentunya harus kau bayar sebagai konsekuensi perkataanmu kan?

Dan, akulah salah satu faktor yang membuatmu bertambah lelah. Kau mau menyelamatkanku tapi tidak memikirkan dirimu sendiri? Hebat sekali.

Seandainya aku sudah mempunyai ijin mengemudikan mobil, aku akan langsung mengambil alih kunci itu dari tanganmu. Sayangnya ijin di sini sangat susah kudapatkan, terlebih lagi karena umurku yang masih sangat jauh dari batas minimum mengemudikan mobil. Aishhh..

“Tapi kenapa aku tidak melihat satupun ELF di sini?” Tanyaku lagi.

Kyu hanya senyum tak jelas. Dia sudah pintar berakting sekarang? “Tidurlah dulu, kau capek menungguku dari tadi kan?”

Bukannya aku yang seharusnya mengatakan hal itu?!

“Ani, aku belum ngantuk..” Kataku sambil menekan tombol play di tape mobilnya.

A day feels like a year. My heart continues to sink because it only looks for your trace for days.

When I forcefully swallow a bite of food, it feels like a grain of sand. The day without you has stopped. Just like this now.

My love, my kiss, my heart.

I’ll bury them all. A place deep in my heart.

One love, one kiss, to my heart.

I’ll try to forget everything. I’ll erase everything.

The sound of my heart ringing. It feels like a lie. This pain too. Like the writing that has been washed away and smudged, you and I have been blurred and erased.

The world is the same but when I look around, it is only you who is not by my side.

I lost you. I lost everything.

I can’t even turn back time.

My love, my kiss, (my kiss) my heart.

I’ll bury them all. (I’ll bury them) A place deep in my heart.

One love, one kiss, to my heart. I’ll try to forget everything. I’ll erase everything.

It feels as if only the memories that are like broken pieces are stuck in it.

Deep in my heart. Deep in my heart. In a place deep in my heart.

The image of your face covered in tears haunts me. It hovers. It hovers. You who took my everything.

Last love, last kiss, last dream. My heart that knows you only remembers you.

Only remembers you.

Goodbye my love my kiss

It feels like it will have stopped. I’ll try to forget.

Like this without you. Just like this now.

My love, my kiss, (Kiss in my heart) my heart.

I’ll bury them all. I’ll bury them all.

A place deep in my heart. You are my love.

One Love, (one love) one kiss, (one kiss) to my heart.

I’ll try to forget everything. I’ll try to forget everything.

“Lagu apa ini? Cuma KRY kan yang menyanyi?” Komentarku pada lagu itu. Kurasa lagu ini lumayan.. Sayang artinya agak sedih.

“Ada dalam album kami.. My Love, My Kiss, My Heart.. Dan yaa, ini porsi untuk KRY..” Jawab Kyu dengan sabar.

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku. “Kenapa liriknya sedih?” Tanyaku lagi untuk kesekian kalinya.

Dia menatapku sekilas. Aku menangkap sorot kesedihan juga di matanya. “Aniyoo.. Tidak usah kau pikirkan artinya.. Tidak semua lagu harus gembira kan?” Sahutnya.

“Ahh, kau berniat membeli album kami?” Dia tiba-tiba mengalihkan perhatiannya. Aku sebenarnya masih ingin bertanya, tapi sudahlah..

“Yupp.. Tapi aku kurang setuju dengan konsep album kali ini.. Cover yang berbeda-beda? Kurasa itu tidak adil..” Komentarku.

“Kau akan membeli cover siapa?” Tanyanya cepat.

Covermu tentu saja babo.. Tapi itulah yang kutakutkan. Jika semua ELF berpikiran sama sepertiku, maka kemungkinan ada cover yang tidak laku terjual.

“Rahasia..” Jawabku misterius.

“Coverku kan?” Godanya tepat sasaran.

“Kalau sudah tau kenapa harus bertanya lagi?” Ujarku sambil membuang muka.

“Hahaha.. Karena jawabannya sudah jelas tertulis di jidatmu..” Kata Kyu.

Aku menggembungkan pipiku. Apa isi benakku semudah itu ditebak?

“Sudahlah.. Aku tidak akan memaksamu membeli coverku.. Kalau memang kau mau cover yang lain silakan.. Toh isinya akan tetap sama kan?” Katanya sambil memarkir mobilnya.

Di mana pula tempat ini?

“Ayooo..” Ajak Kyu.

“Kau menculikku ke mana hah?” kataku.

“Villa keluargaku.. Waeyo?” balasnya pelan.

-continue-

=================================================================

Nah.. nahhh.. bener” harus continue di sini.. bukannya karena mau buat kalian penasaran.. tapi.. tapi.. karena udah bener” abis idenya.. TT______TT

Saran dong.. donggg.. donggggg..