Fracta

All characters here belong to themselves

Fracta © blackfreesia

Romance, Ficlet

Cast: Diakhir cerita akan diungkap

Warning: Saat ini kamu akan membaca fic yang abstrak sangat dan gaje.

~~~

Berbaliklah! Kumohon, berbaliklah!

Lihatlah aku! Sapalah aku!

Agar aku bisa melihat paras cantikmu.

Tunjukkanlah senyuman yang selalu kau tunjukkan pada semua orang termasuk aku. Dengan begitu, maka aku akan mengingat senyumanmu sepanjang hari dan mengagumi betapa manisnya senyumanmu.

“Annyeong, Onew.” sapamu ramah dan kau memperlihatkan senyumanmu yang selalu kusukai.

“Annyeong.” Balasku canggung.

Tak mengapa bila kau tak membungkuk 90º derajat. Tak mengapa bila kau segera berlalu. Sungguh. Yang penting, tunjukkanlah senyumanmu.

Tak mengapa jikalau orang yang kau sukai muncul di hadapanmu. Karena aku tahu, matamu akan berbinar-binar, kau akan menunjukkan senyuman yang seratus kali lebih manis dari senyuman yang kau berikan padaku tadi, dan aku akan merasakan kegembiraan yang meluap-luap darimu.

Jadi aku akan pergi. Sebelum aku mengepalkan tanganku kuat-kuat, hingga telapak tanganku sakit. Sebelum, cemburu menguasaiku.

Ya, Ya, Ya aku akan pergi!

~~~

Aku menyukaimu. Sungguh.

Tapi kau tidak menyukaiku. Kau menyukai dia.

Kenapa?

Mungkin dia lebih tampan dari kau

Mungkin suaranya lebih merdu dari kau.

Mungkin dia lebih baik dari kau.

Entahlah.

Pertanyaan tanpa jawaban yang pasti. Dan mungkin jawabannya akan menyakitkan untukku. Lebih baik tidak usah dijawab.

Kenapa?

Setiap melihat kalian berdua, melihat cara kau memandangnya (seolah dia adalah malaikat yang jatuh ke bumi), melihat senyuman yang kau berikan padanya (yang seindah bunga yang bermekaran di musim semi), merasakan kegembiraanmu yang meletup-letup, aku seolah merasa tercabik-cabik.

Biarkan aku berbalik dan pura-pura tidak melihat. Seolah itu adalah halusinasi di siang bolong.

Biarkan yang kuingat hanyalah senyumanmu.

Jangan buat aku tercabik. Kumohon.

~~~

Aku menghindari dan berusaha agar setiap malam, aku tidak mengkhayal, kau dan aku di suatu tempat yang dipenuhi bunga Lily berpegangan tangan, kau merebahkan kepalamu di pundakku, dan selang beberapa detik kemudian kita berciuman. Karena, jika aku terus-terusan berkubang dalam mimpi aku akan menjadi gila dan buta akan kenyataan bahwa kau tidak menyukaiku.

Jangan buat aku memimpikan hal yang tidak mungkin aku raih. Aku tidak ingin hidup terbelunggu mimpi.

Tapi, aku juga tidak mau tercabik. Kau tahu ‘kan, jika mencintai seseorang maka kau harus menerima konsekuesi ;dia tidak berbalik menyukaimu dan malah mencintai orang lain. Kenyataan itulah yang menamparku dengan sangat keras ;dia tidak mencintaiku ;dia mencintai orang lain. Dan itu menyakitkan. Dan aku tidak mau.

Jadi biarkan aku berpaling dari kenyataan dan menolak kenyataan pahit itu. Anggap saja, aku tidak tahu kau mencintainya. Biarkan aku mencintaimu, mengagumimu, memujimu, dan memperhatikanmu dalam diam dan lari dari kenyataan, kalau kau mencintai dia.

Aku tidak mau tercabik. Tidak mau. Karena kenyataan itu sungguh kejam.

Aku tidak mau cinta ini membuatku terjebak di antara mimpi dan kenyataan.

Aku tidak mau gila dan tercabik.

~~~

—Karena Jessica Jung tidak mencintai Lee Jinki, melainkan Kim Jonghyun.

~~~

Ashfghfghhhhhgh saya gak tahu fanfic apa ini? Gaje banget, apalagi gaya bahasanya aneh ><

Ficlet ini dibuat gara-gara saya galau pilih Jongsica atau Onsica soalnya mereka sama-sama manis, tapi Jessica momentnya lebih banyak sama Jonghyun, jadinya saya bikin Onew patah hati #dibakarShawol.