Title       : Memories (I) : Happiness

Length  : Drabble (Chap I of III)

Genre   : Romantic,

Cast       : Choi Eun Kyo (OC), Choi Seung Hyun (TOP Bigbang)

Disclaimer :

ADIEZ-CHAN ©ALL RIGHT RESERVED
ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE! NO OTHER AUTHORS! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT CONFIRM AND HOTLINK!
DON’T PLAGIARIZE!

KEEP COMMENT AND NO SILENT READERS HERE PLEASE!

________________________________________

There is never a time or place for true love. It happens accidentally, in a heartbeat, in a single flashing, and throbbing moment.

 

Gadis itu tersentak menatap layar ponselnya yang berdering memekakkan telinga. Nama itu. Nama yang selalu dia mimpikan setiap malam, kini tertengger manis di sana.

Penuh keraguan, dia menjawab deringannya, “Yoboseyo?”

“Princess?”

Deg! Jantungnya meloncat keras dan kemudian terasa hilang dari rongga dadanya. Mati rasa. Dia tak lagi bisa merasakan apapun yang tersaji saat itu, kecuali gema suara yang memasuki perlahan ke telinganya. Seakan air yang mengaliri tiap lobus otaknya.

Panggilan itu… berapa lama dia tak pernah mendengar panggilan itu?

“Nnu… nuguseyo?”

“Nugu? Memangnya yang memanggilmu dengan panggilan ini begitu banyak?”

“Ani. Aku hanya ingin memastikan, Choi Seung Hyun.”

Lelaki di seberang telepon itu tertawa renyah. Tawa yang tidak akan bisa gadis itu lupakan seumur hidupnya.

Tanpa sadar, gadis itu tertawa. Dia selalu ikut tersenyum dan tertawa bersamanya.

 “Senang bila ternyata kamu mengingatku, Eun Kyo.”

Bagaimana bisa gadis itu melupakan seseorang yang menghilang tanpa kabar selama setahun, setelah gadis itu mempercayakan hatinya pada orang tersebut. Ya, lelaki itu menghilang tanpa jejak setelah dia jatuh pingsan ketika gadis itu tak di sampingnya. Setelah pertemuan-pertemuan menyenangkan mereka. Setelah dengan perlahan, dia telah berhasil meluruhkan kerasnya hati batu gadis itu.

Setelah gadis itu menyadari perasaannya yang tergenggam erat untuk lelaki itu.

Walaupun hanya dalam keheningan, gadis itu hanya bisa mencintai lelaki itu. Walau lelaki itu tak akan pernah tahu.

Dan kini, dia merindukannya. Sangat. Merindukannya.

“Kamu di mana? Bukankah kamu kembali ke China semenjak sakit waktu itu? Kamu sakit apa? Kenapa tidak ada seorang pun yang memberi tahuku? Bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Gwenchana. Aku hanya terlalu lelah. Sekarang aku sedang di Seoul. Kamu masih di Cheonan kah?”

“Nee.”

Hening kemudian. Gadis itu menikmati setiap suara yang dengan lembut membelai telinganya. Seakan darah yang menyegarkan setiap anggota tubuhnya, seakan udara yang memasuki rongga parunya. Begitulah yang kini dia rasakan terhadap suara itu.

Candu.

 “Eun Kyo, saranghae…”

“Eh?”

“Saranghae. Jeongmal saranghae.”

“Wa… wae, Seung Hyun? Tidak ingin bertemu denganku dulu?”

“Lebih baik aku mengatakannya sekarang, Eun Kyo. Aku takut aku tidak punya waktu lagi untuk mengatakannya. Dan seperti sebelumnya, setiap detik bersamamu adalah sesuatu yang akan kuhargai selamanya…

Ya. Dalam cinta, tidak ada yang lebih kejam daripada jarak, dan tak ada yang lebih semu daripada waktu. Lelaki itu sangat mengerti keduanya. Bagaimana keterbatasan membuat mereka terkekang. Tak sanggup mengatakan semua yang tersimpan di dalam tiap lapisan hatinya.

Mungkin karena terlampau banyak. Atau mungkin karena cinta yang terlalu dalam.

“Eh? Memangnya kamu mau ke mana? Kamu tidak—”

“Tidak kemana-mana. Aku hanya takut kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Aku tak ingin menyesal ketika aku tak punya lagi kesempatan untuk mengatakannya. Bagaimana, Eun Kyo?”

Gadis itu tersipu malu. Betapa dia terus memikirkannya setiap saat. Betapa dia ingin bertemu dengan lelaki itu sekarang juga. Betapa dia telah menunggu lelaki itu mengatakannya. Bahkan ketika lelaki itu menghilang tanpa dia tahu ada di mana, dia masih menunggunya. Entah kenapa.

 

Mungkin karena arti cinta sebenarnya tidak dinilai dalam sekejap mata.

 

“Nee. Na ddo saranghae.”

There always one person that will always have your heart.

________________________________________________________

to be continued.

sumpah deh, ini drabble paling gaje, ga penting sedunia.

overall, ini hanya satu serpihan kenanganku sendiri yang ingin aku bagi. ada 2 part lain yg akan segera publish, yg juga bakal berhubungan dengan part ini. seperti apa selanjutnya? tunggu saja.🙂

komen tetep ditunggu..😀

gomawoyoo. ^^