If It’s Not U, It Can’t Be Anyone Else

Cast                  :

–          – Kwon Ji Yong

–          – Han Yong Woo

–          – Choi Seung Hyun

Length              : Two Shoot [first publish on my facebook: Mona Kwon, klo ada yang maw add silakan ^^]

Genre               : Drama

Summary            : Jangan pernah mencintai seseorang seperti bunga, karna bunga kan layu kala musim berganti. Cintailah ia seperti sungai, karna sungai mengalir selamanya.

Recommend Song: Haru Haru By Bigbang & It Has To Be You By Yesung SUJU

~~~ ❤ ~~~

Annyeong chingudeul ^^ author gaje kembali lagi dengan ff gaje lainnya. Aq harap kalian ga bosan ya buat baca ff bergenre gaje 😀 Bailkah, silakan dilahap aja ff ini, daripada nanti aq dilempar gaho ama kalian ^^ Happy Reading!!

~~~*****~~~

“Mianhae… Oppa, it’s over now. Kita sudah tidak bisa bersama seperti dulu lagi. Mengenai hubungan kita, aku sudah menyerah sejak lama. Dan sekarang, kumohon padamu…relakan aku pergi” ucap Yong Woo terisak. Air mata yang sejak tadi dibendung, tumpah sudah bersama dengan rasa sakit yang meledak-ledak didadanya.

“Tapi… Yong Woo-ah.. Sebenarnya ada apa?? Katakan padaku alasan kau memutuskanku??” seru Jiyong. Kedua tangannya meremas bahu Yong Woo dan mengguncangnya pelan.

Yong Woo menatap Jiyong dengan pandangan yang kabur karena air matanya yang terus turun. Dengan susah payah Jiyong menahan agar air matanya tidak ikut keluar. Hanya saja deru napasnya tidak teratur membuat gadis itu semakin ingin menangis.

“Oppa, aku memutuskanmu bukan tanpa alasan. Hanya saja….aku tidak bisa menjelaskannya padamu. Lagipula ada hal di dunia ini yang tidak memerlukan alasan, termasuk masalah kita”

“Omong kosong!! Aku tau kau menyembunyikan sesuatu dariku, chagiya. Kumohon katakan padaku. Apa aku telah membuat kesalahan yang tidak kusadari, hingga kau marah dan memutuskanku??”

“Tidak, oppa. Kau tidak membuat kesalahan apapun”

“Lalu mengapa? Katakan padaku, Yong Woo-ah!! Jebal!!”

“Aku mencintai orang lain. Dan oppa tau siapa orang itu” Yong Woo berkata sambil menahan napasnya. Menunggu reaksi Jiyong.

Kali ini Jiyong sudah tidak bisa menahan air matanya. Pria itu lemas dan jatuh berlutut sambil tangannya terus menggenggam kedua tangan Yong Woo. Ia tertunduk dan terisak mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh gadis yang sangat ia cintai itu. Ia tidak mau percaya, namun tetap saja hal itu membuat hatinya perih.

Tepat pada saat itu, seorang pria sedang berdiri tak jauh dari mereka. Pria itu terus memandang ke arah Jiyong dan Yong Woo dengan tatapan mata yang tajam, lalu ia mulai melangkahkan kakinya.

“Jiyong-ah, aku tau ini sulit untukmu. Tapi kumohon lepaskan Yong Woo. Bukankah ia sudah mengatakan alasannya padamu” ucap pria itu to the point.

Mendengar kalimat itu, Jiyong mendongakkan wajahnya hingga pandangannya beradu pada seorang pria yang ternyata ia kenal. Malah Jiyong sangat mengenalnya. Pria itu adalah Choi Seung Hyun, sahabatnya sendiri.

“Hyung, apa maksudmu bicara seperti itu??”

“Aku yakin kau sangat paham dengan maksudku” Seung Hyun membuang pandangannya dari Jiyong

“Hyung, ada apa denganmu sekarang? Bukankah dulu kau yang sangat mendukung hubunganku dengan Yong Woo” tanya Jiyong heran sambil berusaha berdiri.

“Ya, aku tau itu. Tapi kenyataannya tidak lagi. Karena sekarang aku mendukung diriku sendiri”

Alis Jiyong bertaut, bingung akan penjelasan yang baru saja dikatakan Seung Hyun.

“Mendukung dirimu sendiri?? Maksudmu, kau….” kata-kata Jiyong menggantung. Ia semakin bingung, tapi sedetik kemudian ia menyadari maksud dari ucapan Seung Hyun.

“Hyung…..” kata Jiyong tercekat. Ia tidak mampu meneruskan ucapannya. Matanya sudah berkaca-kaca. Dengan pandangan seolah tak percaya, Jiyong menghampiri Yong Woo yang sejak tadi hanya diam tak bergeming.

“Chagiya..ani Yong Woo-ah. Benarkah itu?? Semua yang dikatakan Seung Hyun hyung, apakah itu benar??” tanya Jiyong. Pandangannya mengisyaratkan agar Yong Woo berkata sebaliknya.

Sambil menahan air mata yang sejak tadi menyeruak keluar, Yong Woo berusaha bicara. Namun tak satupun kata terucap. Gadis itu hanya bisa menatap Jiyong lirih.

“Mianhae…..oppa”

Sejenak Jiyong terdiam, tubuhnya kaku bagai patung mendengar jawaban Yong Woo yang hanya satu kata itu, namun sangat mendalam artinya bagi Jiyong.

“Guraeyo??! Ne, aku mengerti” ucap Jiyong setelah bisa mengendalikan dirinya. Ia membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan Yong Woo dan Seung Hyun. Namun ia menghentikan langkahnya, dan kembali kepada Yong Woo.

“Yong Woo-ah, bolehkah aku memelukmu sebentar saja sebelum aku pergi dari sini”

Baru saja ia mendekatkan tubuhnya pada Yong Woo, namun tindakannya dicegah oleh Seung Hyun yang berdiri di sebelahnya.

“Andwae!! Kurasa kau tidak bisa memeluk Yong Woo. Karena aku yakin tindakanmu itu hanya akan membuat Yong Woo merasa amat bersalah padamu. Jiyong-ah, jeongmal mianhaeyo.. Jebal, lepaskan Yong Woo”

Tubuh Jiyong yang hanya berjarak beberapa senti dari Yong Woo, ia tarik kembali. Karena ia tak mau membuat gadis pujaannya merasa bersalah padanya, mau tidak mau ia menuruti perkataan Seung Hyun. Walaupun Jiyong amat sangat ingin memeluk Yong Woo, namun ia menahan perasannya itu.

Jiyong hanya bisa menatap Yong Woo yang tertunduk karena air matanya yang tidak mau berhenti. Lalu ia menarik dagu gadis itu hingga mereka saling bertatapan. Diusapnya pipi Yong Woo yang basah dengan kedua tangannya.

“Saranghaeyeo, Yong Woo-ah” ucap Jiyong yang membuat Yong Woo semakin terisak.

Dengan enggan Jiyong menarik tangan dan tubuhnya, menjauh dari Yong Woo dan Seung Hyun. Ia melangkahkan kakinya gontai, sambil sesekali mengusap air matanya dengan kasar menggunakan punggung tangannya.

“Kau jahat, Seung Hyun oppa!!” ucap Yong Woo setelah Jiyong tak lagi ada di penglihatan mereka.

~~~~~ To Be Continue ~~~~~

Akhirnya selesai juga ff ini… Oops, maksudnya untuk chapter 1 ya. Klo kalian suka n berniat untuk baca lanjutannya, aq tunggu kritik n sarannya ^^ Klo ga, ya sampai disini perjumpaan (?) kita TT

Baiklah chingudeul sekalian, aq tunggu komen kalian semua yaaa… Annyeong *tebar bunga mawar 🙂