Love Way poster
Love Way

Tittle: Love Way

Author: Yurilia

Chapter: Episode 2

Length: Still Unknown

Genre: Romance, Sad, Family, Friendship

Rating: General – PG/13

Main Cast:

  • Lee Yoo Ri
  • Ichirin Kim
  • Choi Kim Zii

Lead Cast:

  • Song Seung Hyun (Member FT Island)
  • Kim Jun Su (Member 2PM)
  • Nich Khun (Member 2PM)
  • Lee Dong Hae (Member Super Junior)
  • Cho Kyu Hyun (Member Super Junior)
  • Cho Jin Ho/Jino (Member SM The Ballad)
  • Jung Jin Young (Member B1A4)
Notes:
  • This fiction is originally born from my brain. So, this fiction is absolutely mine!
  • No BASHING and no PLAGIARISM!
  • Want to repost this? Make sure you get my permission and put the credit as well.
  • I just own the story line, the casts is belong to theirselves, their family, and God.
  • I had post this in my personal wordpress acc and my personal facebook acc.
  • Don’t like? Just don’t read it. Easy right?
Relation:
~Episode 2~

“Udah lama nunggunya?” Tanya Yoo Ri pelan namun masih bisa didengar Seung Hyun.

“Engga juga.” Jawab Seung Hyun singkat. “Mian,” ucap Seung Hyun lagi.

“Udahlah, lupain aja.” Ujar Yoo Ri yang kontan mendapat sambutan tatapan bingung dari Seung Hyun.

“Maksudmu?” Tanya Seung Hyun bingung.

“Ya lupain aja. Toh semuanya udah kejadian. Kita ga mungkin kembali ke waktu yang lalu kan?” jelas Yoo Ri.

“Kalo bisa, aku mau kok kembali ke waktu yang lalu asalkan disana aku bisa penuhin semua janji aku ke kamu,” ucap Seung Hyun lirih.

“Gwaenchana, kalo kamu ga bisa inget sama janji-janji kamu, aku yang bakal ingetin kamu,” ujar Yoo Ri bijak.

“Jinjja? Bener ini Lee Yoo Ri? Kamu sakit?” Tanya Seung Hyun heran. Dia meletakkan tangan kanannya didahi Yoo Ri dan tangan kirinya didahinya sendiri. “Engga panas kok,” ujarnya kemudian.

“YA! Aku ini Yoo Ri. Lee Yoo Ri! Kamu kenapa sih?” Tanya Yoo Ri sewot.

“Nah! Ini baru Yoo Ri. Ga biasanya aja kamu lembut kaya tadi,” jelas Seung Hyun sambil terkekeh.

“SONG SEUNG HYUN! KELUAR KA….”

Teriakan Yoo Ri seketika berhenti saat Seung Hyun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoo Ri. Bibirnya tepat berada didepan bibir Yoo Ri. Hanya berjarak 5 sentimeter lagi. Wajah Yoo Ri sudah semerah tomat. Seung Hyun makin mendekatkan wajahnya perlahan. Ingin sekali Yoo Ri menghindar tapi dia terlalu kaget sehingga dia tak dapat menggerakkan tubuhnya. Wajah Seung Hyun hanya berjarak 3 sentimeter sekarang.

Bounce to you bounce to you……

Dering ponsel Yoo Ri menginterupsi perlakuan Seung Hyun pada Yoo Ri. Tertera nama Lee Dong Hae di ponselnya. Yoo Ri buru-buru mengangkatnya.

“Yeoboseo, oppa?” jawab Yoo Ri sedikit buru-buru.

“Kau sudah sampai dirumah?” Tanya Dong Hae, sebenarnya ia bingung dengan nada bicara Yoo Ri yang sedikit panik tadi. Tapi ia tak menghiraukannya.

“Ne, aku udah nyampe rumah kok.”

“Seung Hyun gimana?”

“Ini orangnya ada disini. Kami udah baikan kok, hehe”

“Aaah, baguslah. Aku mau ngomong sama dia dong.”

Yoo Ri pun menyerahkan ponselnya pada Seung Hyun. Seung Hyun sedikit ragu dan bingung namun tetap menerimanya.

“Yeoboseo?” sapanya.

“Seung Hyun-ah, awas kau bikin adikku menangis lagi!” Dong Hae pura-pura mengancam Seung Hyun.

“Ah, ne, ne, hyung, tidak akan lagi kok. Mudah-mudahan.” Jawab Seung Hyun sedikit gugup.

Dong Hae tak bisa menahan tawannya. “Jagalah dia. Arrachi?”

“Ne, arrasseo, hyung,” Seung Hyun terlihat lega.

Trek. Tut…tut…tut…

“Oppa ngomong apa aja?” Tanya Yoo Ri penasaran.

“Ada deh,” jawab Seung Hyun jail sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Ck!” Yoo Ri berdecak kesal.

Mereka melewatkan hari itu dengan menonton film-film koleksi Yoo Ri. Berjam-jam berdua dihadapan TV dan DVD player. City of Angeles. A Walk to Remember. Hachiko. 3 film terlewati. Mereka hendak memilih film lagi namun hasrat untuk mengisi perut mereka tak bisa ditahan lagi. Mereka sudah lapar. Maklum, sudah jam makan malam.

Yoo Ri yang tidak bisa memasak bingung mau makan apa. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat 2 porsi ramyeon. Ia dan Seung Hyun pun siap untuk menikmati ramyeon yang sudah sekarang sudah tersaji di meja makan.

Satu suap masuk ke mulut mereka berdua. “HOEK!” Seung Hyun hampir muntah. Tapi Yoo Ri masih sibuk mengecap-ngecap rasa ramyeon yang dibuatnya tadi. ‘Kok kaya ga berasa gini? Perasaan tadi dah tambah garem deh.’ Batinnya.

“YA! LEE YOO RI! Kamu nambahin berapa truk garam sih? Asin begini!”

“Ah! Ternyata ketuker! Nih, harusnya yang ini punya kamu, yang itu punya aku,” sahut Yoo Ri dengan polosnya.

Seung Hyun hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah ajaib pacarnya itu. Kadang ia bisa jadi orang yang super galak. Bisa jadi orang yang super cuek. Atau malah super polos kaya gini.

Acara makan malam mereka yang semula sunyi sepi terganggu oleh dering ponsel Yoo Ri. Ia segera meraih ponselnya dan melihat nama Ichirin Kim tertera di layar ponselnya.

“Yeoboseo?”

‘Yoo Ri-ah, Kim Zii, Kim Zii,’ ucap Ichi menggantung karena panik.

“Kim Zii-onnie? Wae?” Tanya Yoo Ri khawatir.

‘Dia tak ada dimanapun! Dia menghilang!!’

“Mwo? Bagaimana bisa?”

‘Kau ke dorm Super Junior saja. Nanti kujelaskan disana.’

“Ne, arraseumnida.” Yoo Ri menutup teleponnya.

Trek.

“Seung Hyun-ah, ayo kita ke dorm Super Junior,”

“Ngapain? Malem-malem gini?” Tanya Seung Hyun bingung.

“Kim Zii, Kim Zii-onnie hilang!!”

“Mworago ya?!”

Mereka pun pergi ke dorm Super Junior dengan menggunakan mobil Seung Hyun.

***

-Flashback-

Kim Zii menghela nafas karena sekarang ia berada di sebuah toko buku di sebuah mall. Sebenarnya ia ingin bersantai malam ini karena semua tugas kuliahnya untuk besok sudah selesai. Namun semua rencananya hancur saat Ichi tiba-tiba datang ke apartemennya dan memintanya –lebih tepat dibilang memaksa– untuk menemaninya ke toko buku.

“Ichi-ah, udah dapet belum sih bukunya? Aku udah bosen setengah mampus nih!” keluh Kim Zii pada Ichi.

“Belum sih, tapi ada yang rada nyambung sama mata kuliahku,” ucanya lemah.

“Beli aja deh, aku udah capek nih, lagian kamu tadi udah muter-muter kan?”

“Iya deh, iya.”

Akhirnya Ichi mengambil buku yang akan dibelinya dan membawanya ke kasir. Mereka pun keluar dari toko buku tersebut. Langkah Kim Zii yang gontai terlihat kontras dengan langkah Ichi yang masih bersemangat. “Kutraktir es krim yuk?” ajak Ichi.

“Beneran traktir ya?” Kim Zii meyakinkan.

“Iya! Yuk?”

“Yuk!”

Kim Zii berubah bersemangat sambil berjalan menuju café es krim yang ada di mall tersebut. Setelah masuk kedalam café tersebut, mereka duduk dan memesan es krim yang mereka mau.

Pesanan datang. Sendok demi sendok es krim mendarat mulus di mulut mereka. Mereka memakan es krim sambil ngobrol dan bercanda. “Eh, kita tuh beruntung banget ya, punya keluarga artis. Pacar artis juga.” Ujar Kim Zii.

“Kamu tuh sama Yoo Ri yang punya pacar artis. Lha aku? Masih jomblo gini,” ujar Ichi sedikit kesal.

“Lho itu si Nich Khun? Kalian deket kaaaan?” ledek Kim Zii.

“Cuma temen, Kim Zii-ah! TEMEN!” jelas Ichi.

“Temen apa temen?” ledek Kim Zii lagi.

“Sialan! Cuma temen tau!” Ichi tetap keukeuh.

Hati memang tak bisa berbohong. Walaupun dimulut bilang engga, tapi hati tetap mengakuinya. Ichi memang memendam perasaan pada seorang pria bernama Nick Khun yang tak sengaja dikenalnya di minimarket karena sebuah tabrakan diantara keduanya sehingga membuat barang belanjaan mereka tumpah-ruah di lantai minimarket.

Sudah 2 tahun sejak kejadian tersebut. Belum pernah terucap sebuah pengakuan diantara keduanya. Namun hubungan mereka sudah sangat dekat.

“Huuuu….udah deh, ngaku aja, muka kamu udah kaya kepiitng rebus tuh!” goda Kim Zii.

Mereka sibuk memperdebatkan kedekatan yang terjalin antara Ichi dan Nick Khun. Masuklah dua sosok manusia, pria dan wanita, bergandengan tangan dan terlihat sangat romantis. Pemandangan itu membuat Ichi kaget setengah mati. Kim Zii yang heran melihat ekspresi Ichi mengedarkan pandangannya hingga ia juga melihat apa yang Ichi lihat.

Dua orang manusia duduk tak jauh dari meja mereka. Kim Zii tak mengenali sang wanita. Namun ia bisa sangat mengenali sang pria walaupun pria itu duduk membelakanginya. Seseorang yang icintainya selama 5 bulan terakhir. Pria yang selalu mewarnai harinya dengan kata-kata indahnya yang sekarang terbukti gombal!

BYUR! Kim Zii menumpahkan air mineral yang barusan dipensannya diatas kepala seorang Jun Su. Setelah menumpahkan semua airnya, Kim Zii menyunggingkan devil smirknya pada Jun Su.

“Oh, ternyata gosip bahwa kau playboy itu benar! Mulai sekarang kita PUTUS!” Dan Kim Zii pun melenggang keluar café. Terus berjalan tanpa melihat ke belakang. Meninggalkan Ichi yang masih terdiam.

Ichi masih terdiam membeku setelah menyaksikan aksi Kim Zii. Begitu sadar, ia langsung membayar pesanannya dan keluar untuk mencari Kim Zii. Sejauh matanya memandang, ia tak menemukan Kim Zii dimanapun. Ia berkeliling mall sampai kakinya hampir copot, tetap saja tak menemukan Kim Zii.

Drrt…drrt…drrt…

From: Choi Kim Zii

Km pulang aja. Aku duluan.

Ichi memutuskan untuk pulang. Tapi perasaannya tidak enak.ia masih memikirkan Kim Zii. Sahabatnya yang satu ini sangat mencintai Jun Su. Jadi bagaimana nasibnya sekarang? Ia ingin tahu keadaan Kim Zii sekarang.

Ichi mencoba menghubungi Kim Zii namun nihil! Tak satupun teleponnya diangkat. Ia coba menelpon rumah Zii tapi Jung Ahjumma bilang kalau Kim Zii belum pulang. Ia coba menghubungi Siwon, namun jawabannya sama, Kim Zii tidak ke dorm.

Kemana anak itu? Ini sudah hampir tengah malam! Batinnya.

-Flashback Ends-

To Be Continue

I need your comment. Really need it cause your comments are like oxygen for author.🙂