Absolute Music and Art –Inst. 8

 

Hwang Dain story..

 

“Dain-sshi… ada seseorang tuh yang menunggumu di depan rumah,” umma mengetuk pintu kamarku dan masuk, “Lucu sekali orang itu. Dia mengaku kalau dia adalah Maetel dari film kartun Galaxy Express 999.”

Aku memandangi umma dengan heran, Galaxy Express 999? Film apa itu? “Aku percaya umma tidak berbohong padaku, tapi aku hanya mengenal BT X, Shinsen gumi, Curious play, dan Sailor Moon. Apa itu Galaxy Express 99 dan siapa itu Maetel? Berarti dia yeoja dong?”

Umma hanya menyimpan sebuah senyuman kecil, “Lebih baik kamu segera bersiap dan berangkat ke kampus bersamanya. Di dengar dengar ia juga satu kampus denganmu.”

Jurusan seni lukis, jinjja? Tapi aku tidak pernah punya chingu yang akrab denganku di seni lukis. Seni tari aku punya Nana, Seni rupa aku punya Hyori, sementara di seni music hanya Byunghee oppa dan sunbaenim yang lain-lain.

“Dain-sshi…. daripada kamu sibuk memikirkannya, lebih baik kamu pakai celanamu terlebih dahulu.” Tiba-tiba umma membuyarkan lamunanku, “Rotinya sudah siap. Mau dibawa atau dimakan dirumah?”

“Em…. Dibawa saja deh, aku harus segera pergi dengan orang itu. Aku merasa tidak enak dengannya karena ia sudah lama sekali menungguku.” Jawabku sambil memakai celana dan menyiapkan tas butut kesayanganku. Lalu berjalan menuju ruang makan dan menyapa appaku.

“Good Morning my beautiful artist, bagaimana malammu dengan Byunghee? Cukup menyenangkan?” sapa appaku dengan wajah yang jahil.

“Appa-nim, aku tidak melakukan apa-apa dengan Byunghee oppa. Kami hanya sedikit bicara dan ia mendengarkan segala keluh kesahku, oke?” jawabku mengkonfirmasi apa yang kami berdua lakukan kemarin malam dikamarku, “Aku berangkat dulu appa, tadi kata umma ada yang menjemputku dan sudah menunggu sekitar 30 menit. Aku merasa tidak enak dengannya kalau harus makan pagi dulu disini.”

“Oke, hati-hati di jalan ya nak. Oh iya, beritahu si Maetel itu kalau leluconnya membuat appa sakit perut, hehehe.” Pesan appa sebelum aku keluar dari rumah. Ah… aku penasaran, siapa sih namja yang dikata kedua orang tua ku itu Maetel dari Galaxy Express 999? Yeppo kah?

Aku membuka pintu sambil mengencangkan tali sepatuku, “Jesonghabnida sudah menunggu lama, tapi.. aku merasa berterima kasih telah…..”

Dan kau tahu siapa yang kulihat di depan pagar rumah? Sang Maetel dari Galaxy Express 999 itu adalah… Lee Joon sunbaenim.

“Annyeong.” Sapanya dengan gigi kelinci yang menonjol, “Siap untuk berangkat?”

“No need, aku jalan kaki saja.” Aku menarik ucapan terima kasihku untuk sang penjemput yang ternyata adalah dia, dan segera keluar pagar melewati motornya.

“Yak yak~! Aku jauh jauh dari rumahku untuk menjemputmu tauk. Ayolah, jebal~~” seru Joon sunbae di belakangku.

“Pergi saja duluan, aku tidak mau berangkat ke kampus bersamamu. Kita bisa jadi berita besar, kau tidak menyadarinya?” jawabku sambil masih berjalan dengan langkah yang cepat. Namun Joon sunbae berhasil menghalauku dengan motornya yang besar

“Tidak bolehkah aku mengantarmu? Jebal, aku akan menurunkanmu di tempat yang jauh dari kampus. Kau tidak akan menjadi bahan gossip karena bergaul denganku, arra?”

Aku tidak bisa menjawabnya, maka aku hanya terdiam dihadapannya dengan kepala yang tertunduk. Sebenarnya aku ingiiiin sekali menolaknya, tapi…

“Ah kenapa sih kau ini? Kaja.” Ia menarik tanganku dan menyuruhku untuk duduk di jok belakang motornya.

 

~~~~~

 

Jung Byunghee story..

 

To: Shin Hyoni

 

Aku sudah di depan kompleks rumahmu, kau dimana?

 

Aku melirik kaca spion dan menemukan Hyoni dengan gitarnya sedang mencari cari sesuatu. Kuklakson dengan mobilku, sehingga ia bisa segera menemukanku dan kita berangkat ke kampus bersama.

“Gamsahabnida sunbaenim… sudah mau menjemputku disini,” jawab Hyoni dengan muka yang agak memerah, sepertinya ia sangat kelelahan. “Tapi… kenapa tumben sekali?”

“Anii, aku hanya ingin berlatih lebih pagi. Dosen memberikan waktu seminggu untuk libur dan berlatih untuk tesnya.” Jawabku sambil mulai menyetir, “Penampilan paling baik akan dipromosikan untuk mengikuti festival kampus bulan depan. Hebat bukan?”

Tak kuduga, Hyoni mengangguk dengan semangatnya, “Nee nee~!! Aku sagat menantikan hari-hari itu sunbaenim~!! Aku ingin sekali melakukan perform di festival kampus~!!”

Aku tersenyum melihat semangat Hyoni yang tinggi dan ketertarikan yang luar biasa. Aku tak menyangka ia bisa sebegitu bergairahnya jika menyangkut masalah musik.

Oh… aku lupa, padahal aku ingin menanyakan sesuatu padanya, “Emmmmm Hyoni-sshi, ada yang ingin kutanyakan padamu.”

“Nee, ada apa sunbaenim?” tanya Hyoni yang penasaran, “Semoga saja aku bisa menjawabnya.”

Mwo? Jawaban apa itu? Kekekeke menggelikan sekali, “Aku tahu kalau kau dan Seungho adalah tetangga, teman bermain sejak kecil…. Dan yang ingin aku tanyakan adalah….. apa kamu mempunyai perasaan terhadapnya?”

“Oh, jeolte aniiyo.” Jawabnya tanpa ragu-ragu, “Seungho panda dengan bibir tebal seperti itu? Jelas sekali ia bukan tipeku, meskipun ia juga jago bermain gitar dan piano… tapi, dia jelas bukan tipeku.”

Aku mengangguk angguk dengan ragu. Berarti, sudah terlihat jelas bahwa mereka berdua benar-benar hanya tetangga dan bukan pasangan kekasih. Paling tidak berita ini bisa membuat Dain sedikit gembira bukan? “Lalu…. Apa Seungho sedang menyukai seseorang? Apa ia menceritakannya padamu?”

“Aniiyo, dia tidak pernah cerita apapun masalah percintaan atau yeoja yang ia sukai. Dia biasanya akan tersenyum aneh kalau yeoja itu ada di sekitarnya,” jawab Hyoni, “Memangnya kenapa?”

Aku menggeleng dengan penuh semangat, “Ahahahaha soalnya dia selalu menyimpan rahasia dariku, sehingga membuatku penasaran.”

Mobilku segera memasuki parkiran kampus music dengan mulusnya. Kumatikan mesin, lalu kubantu Hyoni keluar dari mobil dan membawa gitarnya.

“Gamsahabnida sunbaenim…. Aku sangat senang kita bisa menghabiskan waktu lebih sering,” jawab Hyoni sambil membungkuk sedalam dalamnya.

“Tak perlu dipikirkan Hyoni-sshi… kita kan,…. Mwoya?!”

Aku melihat sesosok Lee Joon yang melintas di parkiran kampus seni rupa bersama dengan dongsaengku, Hwang Dain. “Mwoya?? Apa yang ia lakukan dengan si otot idiot itu?”

“Otot idiot, siapakah itu sunbaenim?” tanya Hyoni dengan kebingungan. Upsss aku tidak sengaja mengatakan hal kasar di depannya.

“Ah anii…. Hanya seseorang yang kurasa aku mengenalnya. Kaja, kita harus segera latihan.” Ajakku berjalan memasuki gedung music sementara tangan kiriku sibuk memencet mencet HP, mengirimkan satu pesan untuknya.

Aku harus tahu kenyataan tentang mereka berdua yang sebenarnya, harus~!!

 

~~~~~

 

Cho Hyori story..

 

“Jagiya… ssst sssst, Jagiya.”

Aku tersadar dari lamunanku saat kudengar Cheondung oppa memanggilku, “Anu…. Lihat hasil tembikarmu.”

Aku sangat terkejut melihat tembikar yang sedang ku kerjakan menjadi hancur dan berbentuk meliuk-liuk seperti badan seorang wanita. Otomatis aku menghentikan mesin pemutar tembikar dan misuh-misuh melihat hasil karyaku, ada apa denganku? Kenapa jadi seperti ini?

“Kamu… sedang memikirkan aku?” tanya Cheondung oppa dengan senyumnya yang manis, “Tenang.. aku tidak akan melepaskanmu dengan Joon hyung lagi kok,”

“Mwoya? Aku hanya sedang melamun saja tau, pikiranku sedang kosong~!” aku mencubit pelan lengan oppaku yang menggemaskan ini, “Ngomong-ngomong…. Ada apa datang kesini secepat ini? Kuliahmu sudah selesai?”

“Nee… makanya aku kemari, untuk melihat yeochin ku membuat sebuah mahakarya,” jawab Cheondung oppa yang suka menggoda, “Yak, bagaimana kalau kamu buatkan satu tembikar untukku sebagai kenang-kenangan?”

Aku mengangguk sambil mengolah tanah liat yang masih tersisa di pojok ruangan, “Ide bagus. Untung saja sisa tanah liat ini belum aku simpan kembali. Kemarilah oppa, mari membuatnya bersama.”

Oppa mengambil segenggam tanah liat basah dan menaruhnya dan mesin pemutar, “Lalu… bagaimana cara membentuknya?”

“Irokke, mesinnya dinyalakan…. Lalu buat dasarnya,” aku memperagakan apa yang kukatakan dengan baik, “Lalu…. Bentuk atasnya seperti….”

Belum selesai aku bicara, Cheondung oppa menaruh tangannya diatas tanganku sehingga kami membuat tembikarnya bersama. Aku terdiam sambil menelan ludah berkali-kali, nafas Cheondung oppa menerpa nerpa leherku. Membuatku deg-degan~!!

“Oke… finiiiish~!!” jawabku antusias, “Tunggu tembikarnya agak mengeras selama 10 menit dan baru kita bisa membentuk… aish oppa~~!!”

Cheondung oppa mengoles hidungku dengan sisa tanah liat yang menempel di tangannya, otomatis kami jadi perang tanah liat. Muka kami berdua menjadi belepotan sana-sini, dan kami hanya tertawa melihat wajah satu sama lain.

“Hahahahaha yeppuda, nae yeoja chingu~” Cheondung oppa memotretku dengan wajah yang belepotan tanah, “Seperti anak yang terlantar. Hahahaha.”

Aku berusaha merebut HP nya dengan sekuat tenaga, “Oppa, kembalikan~~ wajahku jelek sekali disitu~!! Ah jebal, tolong dihapus~!! Je…”

Tanpa sadar, aku tersandung sesuatu yang membuatku jatuh menindihnya. “Eh? jesonghabnida oppa~!! Huff untung saja tidak ada barang yang jatuh. Kalau iya, bisa petaka ini…”

Saat aku hendak bangkit, Cheondung oppa memegangi kedua pipiku agak kencang…. Lalu ia segera bangkit dari tempatnya.. duduk, dan….. ia mencium bibirku.

“Umhhh ummmmh….” Aku membalas ciumannya pelan-pelan dan mencoba tidak membuat suara yang mengundang seseorang datang kemari. Hajiman… ottokaji? Cheondung oppa menciumku dengan penuh nafsu. Bahkan ia tak segan untuk menggigit bibirku.

“Yak oppa…. Geomanhaja~” aku melepaskan bibirnya dari mulutku, “Ini sudah 10 menit, hasil karya kita mau diapakan?”

“Oh iya, aku lupa saking asiknya menciummu hehehehe,” Cheondung oppa membantuku bangkit dan kami mulai menghias tembikarnya.

Aigo… kenapa aku terpikirkan oleh kejadian barusan ya? aigo aigo… wajahku pasti sudah memerah seperti kepiting rebus pedas~

 

~~~~~

 

Hwang Dain story…

 

From: Byunghee oppa

 

Im watching you, sister. What do you do in this morning? Have you go to campus with someone?

 

Celaka dua belas~ ottokke? Kalau dia sudah bicara bahasa asing itu artinya ia sangat serius~!! Apa ia tahu kalau tadi aku berangkat ke kampus bersama Lee Joon sunbae?

 

To: Byunghee oppa

 

We need to talk okay? I just want to explain something.

 

 

 

“We’re just friends okay? He just want to be nice with me.” Aku memberikan pembelaanku kepada Byunghee oppa yang MEMANG MELIHATKU tadi pagi bersama Lee Joon sunbae, “Aku sudah menolaknya. Tapi… ia memaksaku, bahkan ia sudah menunggu dari pukul 7 pagi di depan rumah. Apa aku harus tega? Dia hanya butuh teman dekat~!”

“Okay, whatever…. But I want to warn you,” jawab Byunghee oppa, “He’s like a wolf in Sheep skin. Don’t you look at his face? Dari situ saja sudah terungkap kalau dia idiot,”

“Kenapa sih oppa melihatnya dari sisi luar saja? Oppa kan belum mengenalnya.” Jawabku kesal, “Paling tidak… ia masih mau menemaniku saat aku sendirian, daripada menunggu Seungho sunbae yang… tak pasti ia menyukaiku atau tidak. Dirasanya saja juga memang bertepuk sebelah tangan.”

“Kau juga menilai Seungho dari luarnya saja. Bahkan kau tidak berani mendekatinya lagi kan?” tembak Byunghee oppa. “Listen, Hyoni dan Seungho tidak punya hubungan khusus. Bahkan Hyoni mengatainya Seungho panda berbibir tebal, kau masih punya kesempatan dongsaeng.”

“Yah… but im tired of waiting,” jawabku ngeles, “Oke… beri aku waktu satu minggu untuk membuktikan kalau Joon sunbae tidak mempermainkanku dan hanya menganggapku chingu, bagaimana?”

Byunghee oppa berdecak kesal, “arraseo!! Berikan aku satu minggu juga untuk membuktikan… kalau Seungho bisa membuatmu jatuh cinta lagi. Bahkan kalau perlu, kau bisa jadi yeoja nya~!!”

Mwoya? Kenapa oppa tiba-tiba mengatakan hal yang tidak penting itu? Astaga… membuat wajahku merona saja~~

“Nee, buktikan saja kalau bisa.” Aku menjawab tantangan oppaku sambil membaca pesan dari….

 

From: Joon sunbaenim

 

Kau sudah keluar kelas? Apa lebih baik kita pulang bersama?

 

“Kalau kau kalah, buatkan aku kimbap selama seminggu ya~!!” tantang Byunghee oppa sambil menunjuk nunjuk dahiku.

Ah kimbap… susah sih, tapi semoga saja aku yang menang. “Kalau aku menang, biarkan aku berteman dengan Joon sunbae oke? Jaelgeyo oppa, Joon sunbae sudah menungguku untuk pulang. Annyeong~!!”