Title : Neo, Saranghae!
Author : Shin EunRa
Length : Continue
Genre : Romance
Rating : G
Main Cast : Choi HaRa (OC), Cho Kyuhyun (Super Junior)
Support casts : Park HyeJin (OC), Lee Donghae (Super Junior)

Neo, Saranghae!

 

HaRa’s POV

Braaaakkkkk!!!

“Aiiishh appo….. Ya! Kalau jalan tuh lihat-lihat!” suaraku naik dua oktaf. Aiish gak liat apa orang segede gini (?) ditabrak. Tugas-tugasku jadi jatuh semua kan. Eh tunggu, ada tangan, tangan siapa ini? Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat tangan siapa itu. Seorang namja yang tadi tidak sengaja menabrakku mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Ya namja. Dan kalian tau, dia tampan ya bisa dibilang sangat tampan malah. Aigoo…..

“Ya! Choi HaRa! Nggak usah pake urat gitu (?) Telingaku sakit dengerin terikanmu itu!” bentak temanku, Park HyeJin, yang cerewetnya ngalahin ummaku -,-

“Mianhe. Aku yang salah. Neo gwenchanayo?” namja itu bertanya padaku.

Aku hanya diam, tertegun menatap wajahnya. DEG! Kenapa jantungku tiba-tiba berdetak sekencang ini? Apa yang terjadi denganku? Tiba-tiba tubuhku rasanya kaku hanya karna melihat namja ini. Apa jangan-jangan ini…..

“Ya! Neo! Gwenchana?” tanyanya lagi.

“N.. Ne…. Nan gwenchana. Choi HaRa imnida” ya! Choi HaRa apa yang baru saja kau lakukan?! Aish paboya! Pasti sekarang mukaku sudah kayak tomat matang .____.

“Ne?” namja itu menautkan kedua alisnya pertanda bahwa dia tak mengerti apa maksud perkataanku barusan. Aigoo apa yang harus aku lakukan? Ya Choi HaRa jeongmal paboya -,-“

“A… Ani… Maksudku aku baik-baik saja” jawabku sekenanya sambil menggaruk bagian belakang kepalaku yang tidak gatal. Entahlah mau ditaruh dimana muka tomatku saat ini.

“Oh, baguslah!” katanya (lagi) lalu mengambil bukunya yang jatuh dan beranjak pergi. Tak selang beberapa langkah, namja itu berhenti dan membalikkan badannya, “Namamu bagus juga” sambil mengeluarkan evilsmirk nya lalu berjalan lagi meninggalkan ku dengan muka tomat (?) yang hampir meledak saking malunya .___.

“Ya! Choi HaRa, gwenchana?” aku hanya melirik temanku itu.

“HyeJin-ah, mukaku pasti jelek banget ya sekarang”

“Ne, tampangmu kayak ayam abis kecebur kolam (?)”

PLETAK

“Ya! Appo! Kenapa kau memukulku”

“Salah sendiri ngasih sebutan kayak gitu. Yang bagusan dikit kek -,- Tapi emang mukaku kayak gitu ya, Hye?”

PLETAK

“Ya! Kenapa kau malah gantian memukulku” kataku sambil meringis mengusap kepalaku yang bekas jitakan HyeJin tadi.

“Itu udah bagus menurutku, HaRa-ah. Hehe… Ya! Ini udah jam berapa? HaRa-ah kita sudah ditunggu Leeteuk seonsaengnim dari tadi” HyeJin panik seketika. Ah iya aku lupa kalau aku dan HyeJin mau ngumpulin tugas minggu lalu. Aish ini pasti gara-gara namja tadi, bakal kena marah lagi nih sama Leeteuk seonsaengnim. Ngomong-ngomong soal namja tadi, aku jadi inget tampang cengok ku (?) -,-

“Aarrghh. Kajja HyeJin-ah” kami pun membereskan tugas-tugas yang berserakan dilantai dan segera menuju ruang Leeteuk seonsaengnim yang tak begitu jauh dari tempat kami berdiri tadi.

 

HaRa’s POV END

Kyuhyun’s POV

Braaaakkkkk!!!

“Aiiishh appo….. Ya! Kalau jalan tuh lihat-lihat!” Ck! Yeoja ini teriakannya bikin kupingku sakit. Aku melirik jam yang ada di tanganku sekilas, gawat udah telat nih, lebih baik ku bantu saja ni yeoja dan cepat-cepat pergi dari sini. Aish bukuku juga jatuh berantakan lagi -,-

“Ya! Choi HaRa! Nggak usah pake urat gitu (?) Kupingku sakit dengerin terikanmu itu!” sama kupingku juga sakit gara-gara teriakan temanmu itu -,-

“Mianhe. Aku yang salah. Neo gwenchanayo?” aku mencoba memastikan keadaan yeoja ini. Kalau dia sampai kenapa-kenapa kan aku juga yang repot. Aish yeoja aneh! Ditanyain malah bengong gitu -,- Apa dia terpesona dengan wajah tampanku ini yaa? Kkk~ tak bisa dipungkiri aku memang namja tertampan di sini *author: narsis amat ni orang -,-“*

“Ya! Neo! Gwenchana?”

“N.. Ne…. Nan gwenchana. Choi HaRa imnida” Mwo? Aku gak salah dengarkan?

“Ne?”

“A… Ani… Maksudku aku baik-baik saja” haha dasar yeoja aneh -,- pake mengelak segala lagi. Jelas-jelas tadi dengar kalo dia ngenalin dirinya. Ck!

“Oh, baguslah!” aku pun bergegas mengambil bukuku yang jatuh tadi dan segera pergi karna udah gak ada banyak waktu lagi yang tersisa. Bisa-bisa nilai ujianku gak keluar lagi. Tapi tunggu, ga ada salahnyakan aku ngerjain yeoja ini. Aku pun berhenti dan membalikkan badanku. Ku lihat dia masih terpaku menatapku dengan muka tomatnya (?) itu.

“Namamu bagus juga” kuperlihatkan evilsmirk-ku yang biasanya membuat semua yeoja terkapar-kapar (?) melihatnya. Haha kena kau! Kalian lihat mukanya? Seperti tomat yang mau meledak (?) Haha lucu sekali.

 

Kyuhyun’s POV END

Author’s POV

Dua orang yeoja sedang terlihat asik menikmati coffe mereka di sebuah café tak jauh dari kampus mereka.

“Haaah…. untung saja Leeteuk seonsaengnim masih bermurah hati menerima tugas kita tadi. Kalo tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan nilai ujian kita nanti, HaRa-ah”

“Ne, HyeJin-ah. Leeteuk seonsaengnim memang daebak!” seru yeoja yang dikenal dengan nama Choi HaRa.

“Ne, kau benar HaRa-ah”

Disaat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba pikiran HaRa kembali mengingat kejadian tadi pagi saat seorang namja tak sengaja menabraknya. ‘Aiiish… benar-benar malu kalo mengingatnya’. Lalu ia mengambil sebuah buku yang tertinggal milik namja itu dan mulai membukanya.

“Cho Kyuhyun” ucapnya pelan.

“HyeJin-ah”

“Ne, ada apa HaRa-ah?”

“Kau ingat namja yang tadi pagi menabrakku? Namanya Cho Kyuhyun!” ucap HaRa antusias.

“Ne. Aku tau, dan dia dari jurusan Post Modern Music!” jelas HyeJin lebih antusias daripada HaRa/

“Ne? Kau tau darimana, HyeJin-ah?”

“Aigoo HaRa-ah, dia itu sangat terkenal di fakultasnya karena suaranya yang bagus itu. Ani, bukan hanya di fakultasnya saja, tapi seluruh kampus pun mengenalnya. Dan dia termasuk deretan namja yang paling diincar semua yeoja di kampus ini. Salah satunya aku, kkk~ Masa kau tak tau itu, HaRa-ah”

“Ani. Aku tak pernah mengetahuinya sama sekali” ucap HaRa polos.

Author’s POV END

 

HaRa’s POV

Oh… jadi namanya Cho Kyuhyun. Dan dia sangat terkenal di kampus ini? Kenapa aku ga tau yaa -____-a

“Oh ya satu lagi HaRa-ah, dia dekat banget lho dengan Donghae oppa!”

“Jeongmal HyeJin-ah?” tanyaku tak percaya.

“Ne. Kalo kau tak percaya silakan tanyakan sendiri sama Donghae oppa-mu itu. Hehe….”

“Aish…. ni anak. Aku dan Haeppa itu cuma berteman baik saja, gak lebih. Jangan bikin gosip yang nggak-nggak deh Hyen” aku bersiap memukul HyeJin karena kesal dengan omongannya tadi -,-

“Hehehe… ne ara, ara. Aku hanya becanda HaRa-ah” ck. Dia mengeluarkan puppy eyesnya, aku jadi gak tega memukulnya kalo dia udah memasang jurus itu -,-“

“Tapi HaRa-ah, sepertinya Donghae oppa menyukaimu. Bisa dilihat dari gelagatnya kalo sedang ngomong ma kamu” anak ini mulai lagi -,-

“Ya! Park HyeJin! Sudah ku jelaskan berapa kali kalo aku dan Donghae oppa itu tidak ada apa-apa! Kenapa kau masih membahasnya, kau minta dipukul hah” aku sudah naik pitam. Ingin banget ku bungkam mulut ni anak biar gak nyebarin gosip tentang aku dan Donghae oppa.

Orang-orang yang berada di dalam cafè pun menoleh ke arah kami karena teriakanku tadi. Ah aku ga peduli, aku udah terlanjur kesal sama omongan HyeJin -,-“

“Ne, ne. Ampun HaRa-ah. Janji gak bahas itu lagi. Peace” ucapnya sambil membentuk tanda ‘V’ pada jarinya.

“Aku hanya gak mau ada gosip-gosip aneh tentang aku dan Donghae oppa, HyeJin-ah”

“Ne, araso. Mianhe HaRa-ah” ucap HyeJin sambil memelukku.

“Ne, gwenchana. Maafkan aku juga HyeJin-ah karna tadi udah marah-marah sama kamu” aku pun balas memeluknya.

“Ne, sama-sama HaRa-ah” kami pun tersenyum satu sama lain. Ah hari sudah mulai gelap ternyata. Kami pun memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing. Haahh… aku lelah sekali. Ingin segera sampai rumah dan bermimpi indah (tidur maksudnya)

(┌●˛●)┌  ► (┌●˛●)┌  ►  (┌●˛●)┌

 

Drrrt.. drrrt… drrtt..

Aish siapa sih pagi-pagi telepon. Mengganggu tidur indahku saja.

“Yeoboseyo?” sapaku malas.

“Ya! Choi HaRa, ireona!” aish ternyata nenek bawel yang telepon. Kalian tau kan? Itu si Park HyeJin, bawelnya gak ketulungan. Makanya ku panggil dia nenek bawel. Kkk~

“Ya! Park HyeJin! Ada apa pagi-pagi udah telepon? Mengganggu tidur cantikku saja” jawabku kesal.

“Sudah kau lanjutin saja nanti tidur C.A.N.T.I.K mu itu” katanya sambil menekankan kata ‘cantik’ -,- “Sekarang kau mandi 20 menit lagi aku jemput di rumah. Temani aku ke suatu tempat. Ara?!” ck. Ni anak seenaknya saja nyuruh-nyuruh orang buat nemenin dia.

“Ara. Memangnya kita mau kemana, HyeJin-ah?” jawabku malas.

“Kau bakal tau nanti. Sudah ya aku tutup, dan cepat siap-siap sana”

Click!

“Ck. Dasar!” aku pun segera membersihkan diri dan bersiap-siap sebelum HyeJin datang. Oh ya kebetulan hari ini aku tidak ada kuliah. Rencananya aku ingin menghabiskan liburku ini dengan berdiam diri di rumah. Tapi itu semua sudah dirusak sama nenek bawel itu -,-“ sudahlah aku mandi dulu.

“Ah… segarnya. Mandi di pagi hari itu memang menyegarkan”

Ding dong… ding dong…

“Itu pasti HyeJin” ku langkahkan kaki ku untuk membukakan pintu. Dan benar saja, HyeJin sudah nongol di depan pintu dengan senyum gak jelasnya itu -,-

“HaRa annyeong~!”

“Ne, masuklah. Aku masih mau berganti pakaian”

“HaRa-ah, berdandanlah yang cantik. Ara?”

“Ne?” tanyaku tak mengerti. Maksud anak ini apa, kenapa aku disuruh berdandan yang cantik? Memangnya mau kemana?

“Sudahlah cepat sana. Kita sudah terlambat” katanya seraya mendorongku ke kamar untuk mengganti pakaian. Aku pun segera berganti pakaian.

“Sampai kapan kau mau membaca majalah itu, HyeJin-ah” aku sudah selesai berganti pakaian dan berdandan. Aku rasa aku sudah cantik. Itu menurutku.

“Aigoo HaRa-ah. Kan sudah ku bilang berdandanlah. Kenapa kau tak memakai make up sama sekali sih” mulai deh nenek bawel ini -,-

“Ini sudah pake make up, HyeJin-ah!” seruku tak mau kalah.

“Aiissshh… jinjja. Sepertinya aku harus turun tangan” ucapnya sambil mengeluarkan evilsmirk.

“Ap.. apa maksudmu, HyeJin-ah” tanyaku ragu. Sepertinya aku mengerti maksud perkataannya itu.

Dia pun langsung menarikku ke dalam kamar (lagi) dan me-make over mukaku (?) ini. Haaahhh….. apa yang harus aku lakukan? Aku tak suka memakai make up! Aku lebih suka natural .____.

“Taraaaaa!!” seru HyeJin yang memekakkan telinga -,-

Ku buka kedua mataku. Kalian tau apa yang aku lihat? Ya.. diriku yang sudah dimakeover oleh HyeJin. Aku….. tak percaya dengan bayangan yang dicermin itu adalah aku.

“Bagaimana bagus kan? Neo yeppeo!” seru HyeJin senang dengan hasil karyanya.

“HyeJin-ah, aku tak salah lihat kan?” tanyaku masih kurang yakin dengan penglihatanku.

“Aniyo. Itu benar-benar kau Choi HaRa” ucapnya lagi meyakinkanku.

“Gomawo, HyeJin-ah” aku pun langsung memeluknya.

“Ne. Cheonma, HaRa-ah. Ya sudah, kajja! Kita sudah terlambat” ajaknya. Oh iya aku ingin sedikit mendiskripsikan penampilanku dan HyeJin hari ini. Rambutku yang panjang awalnya aku ikat tinggi, tapi sama HyeJin ikatanku itu dilepas. Dan rambutku dibiarkan tergerai ke bawah dengan aksesoris pita kecil sebagai ‘pemanis’ katanya -,-a Kalo HyeJin, dia rambutnya pendek sebahu dan tidak memakai aksesoris di kepalanya. Saat ku tanya mengapa ia tak memakainya, dia hanya menjawab ‘aksesoris yang ku pakai sudah terlalu banyak, HaRa-ah’ dan benar! Lihatlah itu apa saja yang ia pakai di tangan dan lehernya -,-

HaRa’s POV END

Author’s POV

Dua yeoja itu pun akhirnya pergi menuju tempat yang di maksud oleh HyeJin. Rasa penasaran masih menyelimuti HaRa karena temannya itu tak mau mengatakan kemana mereka akan pergi.

“Nanti kau akan tau sendiri, HaRa-ah. Sudahlah tenang saja, aku gak akan membawamu ke tempat yang aneh-aneh kok” jelas HyeJin.

“Kalo begitu kenapa kau mendandaniku, HyeJin-ah? Kau tau sendiri kan aku tak suka memakai make up” tanya HaRa yang masih tak biasa dengan make up yang menempel di wajahnya itu.

“Aiisshh… kau ini cerewet sekali. Nanti kau akan tau sendiri kenapa aku mendadanimu seperti itu. Sudahlah kau nikmati saja dulu itu make up yang menempel di wajahmu. Jarang-jarangkan ini terjadi. Aku beri tau ya, kau itu lebih cantik dengan memakai make up, HaRa-ah. Jadi, berterimakasihlah padaku”

“Ne, ne. Gomawoyo, Park HyeJin” ucap HaRa sambil tersenyum paksa.

Tak berapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Lotte World.

“Ah akhirnya sampai juga. Kajja HaRa-ah, kita sudah terlambat” ajak HyeJin.

Author’s POV END