Title : Everlasting Love Song

Author : Aiu Ahra

Genre : Romance

Cast : Kim Joon, Kim Sungje, Jeon Boram and Jung Yoo Mi

Other cast : Boyband and Girlband that I had ever seen.

Lenght : Two-Shoot

Rating : PG-15

Posted on : http://aiuahraff.wordpress.com/2011/08/21/fftwoshoteverlasting-love-song-part-1/

http://aiuahraff.wordpress.com/2011/08/21/fftwoshoteverlasting-love-song-part-2-end/

PART I

Joon sedikit terperanjat ketika Minchul menyodorkan undangan dari pihak Hanguk Music untuk proyek konser besar akhir tahun ini.

“Igeo mwo, Hyeong?” tanyanya bingung lalu membaca undangan itu. Di sana tertera nama T-max sebagai salah satu boyband pengisi acara. Joon paham, Minchul tengah berusaha mengalihkan pikirannya yang belakangan ini hanya dinaungi mantan kekasihnya, Jeon Boram, leader cantik dari girlband T-ara.

“Fokuskan pikiranmu pada konser ini dan ingat pula, kau sudah punya pengganti Boram, bukan?” Minchul mengingatkan. Ya, Joon memang sudah punya kekasih lagi. Namanya Jung Yoo Mi, penulis novel yang baru-baru ini melambung namanya lewat karya perdananya yang berjudul ‘Aozora’.

“Ne, arasseoyo, Hyeong. Sebisa mungkin aku akan fokus…” Joon menunduk. Sementara Minchul mendesah pelan. Ia menoleh ke arah Hanbi dan Chanyang di tepi pintu. Mereka turut prihatin.

*

“Eonni, T-max turut ambil andil dalam konser besar akhir tahun pihak Hanguk Music!!” Jiyeon berseru. Sengaja agar Boram yang berkutat di depan laptopnya buyar dan kaget menoleh ke arahnya.

“Benarkah? Artinya kita satu panggung dengan mereka?” sambung Soyeon yang tengah sibuk menyisir rambutnya yang panjang dan indah.

“Itu artinya Boram akan bertemu Joon oppa lagi, kan?” sambung Q-ri.

Terdengar sorakan Soyeon, Jiyeon, Hyomin dan Eunjung memenuhi kamar. Boram tersenyum tipis menanggapinya.

“Tapi kudengar dari Manager, Supernova juga mengisi acara di sana!” sambung Ryu Hwa Young, member baru T-ara yang kini sedang menyuguhkan orange juice di meja.

“Ommo! Berarti Sungje oppa juga ada di sana, bukan?!” Hyomin membulatkan matanya.

“Apa yang akan terjadi nantinya, ya..,” member T-ara mencoba menebak. Boram tak ambil pusing, ia kembali berkutat pada laptopnya. Membalas pesan chat dari Sungje, kekasihnya.

*

Yoo Mi melepas earphone-nya. Telinganya terasa panas setelah mendengar ocehan Yunhak, kakaknya yang menyuruhnya untuk hati-hati dengan Joon. Usia mereka yang terpaut 8 tahun, membuat Yunhak khawatir, Yoo Mi rentan sensitif dan tersinggung dengan sifat keras Joon. Apalagi setahu Yunhak, Joon tipekal pria yang tak bisa mengumbar perhatian pada kekasihnya. Sementara Yoo Mi adalah gadis belia yang masih haus perhatian.

“Huft, aku harus konsentrasi untuk project novel keduaku, Oppa.. Jangan menekanku begitu…”

“Iya, aku paham. Aku, kan hanya khawatir, adikku. Ya sudahlah, tutup saja telponnya.. Jhal jayo…”

Plip! Yoo Mi menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Ia mendelik ke arah pigura yang memuat fotonya dengan Joon di atas meja nakas. Bibir gadis itu terangkat. Mencipta senyum pada sudutnya. Jujur, dalam hatinya ia sangat menyukai Joon. Terkadang ia menyangka dirinya gila karena perasaannya sendiri. Mengapa bisa dia begitu tertawan pesona rapper T-max itu?

Dan beruntungnya, Joon pun tak menolak ketika ia menyatakan perasaannya. Walau itu masih menyisakan tanya pada Yoo Mi karena Joon tak pernah bilang ‘suka’ padanya.

Ponsel Yoo Mi berdering. Ia ingin menggerutu karena lamunan indahnya buyar. Namun niat itu ia urungkan ketika menatap layar ponselnya. Tertera nama orang yang dikasihinya ,’Joon Oppa Calling’.

*

Joon mengendurkan sisa nasinya. Lagi-lagi tak selera makan. Ia teringat Boram. Boram yang mengaku bahagia dengan Sungje. Boram yang tersenyum ketika bersama Sungje. Boram yang selalu berbinar bola matanya bila menatap Sungje. Sungje lagi! Entah apa keistimewaan pria itu.

Dan yang membuat Joon panas hati, seorang fans di twitnya mengirim mention berupa kalimat ‘aku yakin Boram memilih Sungje karena dia mirip denganmu, dia (Sungje) versi ‘baik’ dari dirimu.’

Joon menuju kamarnya. Tak menghiraukan Minchul yang tadi mulai menasehatinya. Ia ingin merenung sejenak. Memulihkan pikirannya. Apalagi, besok masa latihan untuk konser akan dimulai.

‘Mungkin, kita memang tak sepemikiran, Joon. Aku tak bisa bertahan lebih lama dengan seorang yang amat egois..’ walau kalimat itu terucap dalam nada halus namun tetap memiliki inti kata yang menghunus hati Joon berulang-ulang.

‘Aku adalah leader T-ara, punya tugas membimbing hoobae-hoobae-ku. Dan lagi, aku punya jadwal padat untuk bulan ini dan seterusnya. Kita mungkin tak bertemu untuk sementara’

‘Kenapa tidak mencoba memahamiku, Joon? Aku dan kau, kita sama-sama artis yang memiliki jadwal, bukan? Dan, kebetulan jadwal padat itu sedang mampir padaku..’

‘Mungkin baiknya, kita berpisah saja, Joon. Tak ada gunanya kita bersama jika hanya untuk saling melukai. Aku…aku tetap menyayangimu…,’ senyum terakhir Boram di malam itu masih terbayang dalam kotak ingatan Joon. Senyum yang mengiris hatinya. Penyesalan itu pun menyeruak dan membuahkan cetusan kalimat pada diri sendiri ,’andai aku mencoba lebih memahamimu, Boram’.

“Heh, sudah menelpon Yoo Mi?” tanya Minchul yang tiba-tiba sudah berada di tepi ranjang.

Joon menoleh lalu mendesah ,”aku baru saja akan melakukannya,” diraihnya ponsel dan mendial nomor Yoo Mi.

“Yoo Mi gadis yang lugu dan polos, jangan sakiti dia…,” pesan Minchul sebelum meninggalkan Joon.

Joon terdiam. Namun kemudian terperanjat ketika terdengar suara kecil Yoo Mi.

“Ne, Oppa?”

“Kau sudah tidur, Yoo Mi?” dan pembicaraan berlangsung hambar bagi Joon.

*

Panggung ‘Everlasting Love Song’ telah didekor dengan seindah mungkin dengan nuansa Soft Pink Elegant. Perpaduan warna merah muda, putih dan warna ungu kebiruan telah mengisi panggung megah sepanjang 75 meter itu. Sound Sistem dengan kualitas tinggi, alat musik Orkestra dan layar besar sebanyak 100 buah mengisi backgrond panggung itu.

Malam ini, tepat pukul 8 malam, konser besar Hanguk Music yang bertemakan ‘Everlasting Love Song’ akan dimulai. Para artis pendukung telah bersiap-siap di backstage menunggu waktu perform-nya.

Joon membaca daftar pengisi acara. Ada sekitar 30 artis termasuk Boyband, Girlband, Band dan penyanyi Solo. Juga dua MC yang terdiri dari pria dan wanita.

T-max akan perform di tengah acara. Membawakan 2 buah lagu Ballad yang bernuansa Romance dan Sad.

“2pm tampil di awal acara.. Dan Super junior di akhir acara,” ucap Hanbi.

“Siapa saja pengisi acaranya?” tanya Chanyang.

“2pm, D-na, Jang Geun Seuk, Miss-A, Ft.Island, 2am, G.na, Oh Wonbin ft Miryo, T-ara, Supernova, Secret, Kara, F(x), Ss501, CN-Blue, 2Nei, After School, Big Bang, Beast, U-Kiss, Mighty Mouth, Ryeowook ft Beige, Rain Bi, Yesung solo, Clazziquai, F-cuz, T-max, Shinee, Wonder Girls, Super Junior…” jawab Hanbi.

“Ramai sekali, ya!” komentar Minchul.

“Hyeong, Yoo Mi datang tidak?” tanya Chanyang pada Joon.

Joon menoleh.

“Dia ada acara Talk Show dengan sejumlah penulis di Gangwon, mungkin tak akan datang karena acaranya berlangsung lama…,” jawab Joon santai. Ia jadi ingat ucapan Yoo Mi sebelum gadis itu pamit padanya.

‘Aku usahakan datang, Oppa. Aku sangat ingin menonton konsermu. Kau tahu, bahkan aku sudah memesan tiket V-VIP agar bisa melihatmu bernyanyi…’ ada binar bahagia pada bola mata gadis berumur 19 tahun itu.

“Sudahlah, dia datang atau tidak juga tak berpengaruh untuk kita, bukan?” Joon beranjak dan melangkah keluar ruangan. Dia menyusuri koridor dan melihat tiap ruangan, tempat para artis. Langkah Joon berhenti di depan pintu ruangan yang bertuliskan ‘T-Ara’. Sementara di sebelah pintu itu tertera nama ‘SUPERNOVA.’ Ruangan mereka bersebelahan, pikir Joon.

Tiba-tiba pintu itu terbuka. Joon terperanjat. Dan lebih kaget lagi ketika melihat orang yang membuka pintu. Dia Jeon Boram.

*

Acara konser pun dimulai dengan persembahan lagu manis dari 2pm : Only You. Para penonton yang mayoritas kaum hawa bersorak gembira saat Taecyeon dan kawan-kawan memberi mereka sekuntum mawar merah. Belum lagi tuxedo putih yang membalut tubuh ke-enam pria itu membuat mereka bak pangeran.

Kemudian Secret tampil dengan ‘Friends’. Paduan lembut suara ketiga member dengan seorang rapper cantik Jung Hana membuat suasana terkesan indah.

Lalu segelintir boyband dan girlband lainnya turut meramaikan.

Ketika Ryeowook berduet dengan Beige dalam lagu ‘Fallin in Love with friend’ tampak ELF cemburu namun tetap semangat bernyanyi.

Yang menghebohkan ketika D-na, boyband baru yang digosipkan ‘penerus’ DBSK ini menyanyikan Admiring Boy disusul Shining World yang romantis.

Penonton sangat puas dengan performa yang ada. Semangat mereka seolah tak surut karena suguhan artis yang berbeda-beda.

Sementara itu di backstage.

Supernova sebentar lagi mendapat giliran tampil. Yunhak selaku leader pun mengarahkan anggotanya untuk segera bersiap di belakang panggung untuk diberi arahan dari broadcaster.

“Setelah kalian tampil dengan lagu Shining Star nanti langsung disusul lagu Romance… Dan setelah itu member T-ara akan datang untuk berduet Time To Love…”

Supernova mengangguk paham dan mulai memasuki panggung. Sambutan penonton terutama Stargaze pun membahana. Nama Sungje dan Geonil paling sering diserukan.

*

“Bagaimana kabarmu?” tanya Boram sesaat setelah Joon melepaskan tangannya. Tadi pria itu membawanya ke balkon gedung bagian belakang, agar tak seorang pun mengetahui mereka sedang bersama. Apalagi dikabarkan ada paparazzi yang menguntit persoalan mereka hingga sekarang.

Joon menatap Boram tajam. Agaknya ia masih dilanda kesal akibat kata perpisahan yang pernah dicetuskan gadis ini.

“Boram-ah, bisakah kita kembali seperti dulu?” tanyanya.

Boram terkesiap. Ia memandang Joon tak percaya. Apa pria ini sedang bercanda?

“Kali ini aku akan mencoba mengerti keadaanmu dan memahami dirimu. Kumohon, lepaskan Sungje dan kembali padaku….”

[bersambung]

PART II

[End]

Yoo Mi gelisah. Acara Talk Show di Gangwon yang bertajuk ‘Amazing Love Story’ akan berakhir pada pukul 10 malam. Sementara konser di Seoul berakhir pukul 12 malam. Yoo Mi tak yakin dapat menonton Joon dan T-max tampil. Perjalanan dari Gangwon menuju Seoul memakan waktu sekitar 3 jam lebih. Belum lagi bila ada kemacetan di jalan.

Yoo Mi tak mendengarkan moderator yang sedang berbicara di depan. Gadis itu larut dalam pikirannya sendiri. Ia menghitung waktu.

“Jung Yoo Mi ssi, dapatkah anda memberi masukan tentang ‘Menulis yang Baik’ untuk para hadirin di sini? Anda selaku penulis baru pasti punya kiat-kiat apik dalam menulis.”

Yoo Mi buyar. Ia tersenyum kaku lalu memegang mikropon. Mulailah ia mencetuskan kalimat-kalimat tentang kepenulisan. Walau ia sendiri tak paham apa yang ia katakan karena pikirannya sedang melambung. Terbang ke Seoul, menjemput Joon.

‘Aku ingin datang, Oppa…’

*

Seorang broadcaster mulai menyuruh T-ara untuk bersiap di belakang panggung. Namun member T-ara mendadak kelabakan karena tak menemukan Boram.

“Sudahlah, tak ada waktu. Kebetulan Boram juga tak ambil andil di Time To Love. Aku akan meminta orang untuk mencarinya,” putus broadcaster itu. Kemudian T-ara pun memasuki panggung, bergabung dengan Supernova guna duet dalam lagu Time to Love.

Yunhak, Sungmo dan Sungje yang juga tak ada peran dalam lagu itu perlahan keluar panggung.

“Mengapa Boram tak ada? Bukankah setelah lagu ini mereka tampil utuh?” tanya Sungje.

“Kau cobalah menghubunginya,” saran Yunhak.

“Tak ada gunanya, Boram meninggalkan ponselnya di sini,” ucap si broadcaster.

“Tapi, aku sudah meminta beberapa kru untuk mencarinya..,” lanjutnya.

“Sebaiknya kita juga ikut mencari,” ajak Sungje. Ketiga pria itu pun pergi.

*

“Coba mengertilah, Joon. Saat ini kita sudah punya pengganti, bukan? Kau sudah ada Yoo Mi dan aku dengan Sungje. Jika kita kembali, maka ada 2 hati yang akan tersakiti, Joon…,” Boram tertunduk. Dalam hati, tak bisa ia pungkiri dulu ia sangat mencintai pria ini. Namun keegoisan yang bergayut dalam benak Joon membuat cinta itu pada akhirnya runtuh.

“Aku tahu, Boram tapi… Aku tak bisa dengan mudah melupakanmu.. Kau juga cobalah pahami aku…,” Joon menatap Boram renyuh.

“Aku tetap menganggapmu bagian indah dalam hidupku. Namun, itu tak berarti kita mesti bersama, kan?”

“Boram..,” Joon meraih tubuh Boram dan dipeluknya erat. Boram tak mengelak. Namun tak sepenuhnya menyukai tindakan Joon ini.

“Pernahkah kau berpikir, Joon? Bahwa orang yang kini bersama kita adalah orang yang terbaik sekalipun dia bukan orang yang paling kita cintai…”

“Aku mencintaimu, Boram…,” desis Joon.

“Maaf, aku minta maaf. Aku sudah punya Sungje dan aku ingin mencintainya seperti dia menata perasaan indah itu untukku… Maaf, aku tak bisa…,” Boram melepaskan pelukan itu lalu melangkah menjauh. Seketika ia terkejut ketika mendapati Sungje, Yunhak dan Sungmo secara tiba-tiba di depannya.

Mereka terdiam. Boram tahu ada kekecewaan tersirat dalam bola mata Sungje. Ia yakin, Sungje melihat adegan tadi. Boram tak berani buka mulut. Ia bungkam. Menyerahkan keputusan pada Sungje.

“Kemana saja? T-ara sudah akan tampil. Ayo, Boram…,” Sungje menghampiri lalu menggamit tangan gadis itu. Ada seulas senyum hangat dan ramah pada sudut bibir Sungje. Sejenak ia melirik Joon. Lelaki itu memandangnya datar.

Selanjutnya Sungje membawa Boram bersama Sungmo. Sementara Yunhak tetap tinggal. Dia ingin bicara dengan Joon, kekasih adiknya.

“Joon Hyeong, sebenarnya aku tak ingin ikut campur dalam masalah ini. Aku ingin menyerahkan tanggung jawab Yoo Mi seutuhnya padamu. Namun jika kau memang tak mampu, kumohon sudahi saja hubungan kalian..”

Joon bergeming. Hanya diam dan larut dalam pikirannya sendiri.

“Ini pertama kalinya Yoo Mi jatuh hati dan tergila-gila pada lelaki, aku hanya tak ingin dia terluka dan trauma jika cinta pertamanya gagal. Jika, kau memang tak pernah punya perasaan apa pun padanya, sudahi saja, Hyeong. Sebelum Yoo Mi membaca keadaan ini dan ia jadi terluka…,” Yunhak mendesah lalu pergi.

Joon menghela nafas pelan. Yoo Mi, gadis yang selalu tampak ceria itu tengah berputar di kepalanya.

‘Joon Oppa, a..aku menyukaimu. Aku merasa konyol mengatakan ini padamu, dan kesannya aku murahan, tapi..aku sungguh menyukaimu..,” itu kalimat yang diucapkan Yoo Mi ketika meminta Joon menjadi kekasihnya.

‘Oppa, suatu saat ketika T-max sudah fakum aku akan menuliskan buku Memoriam tentang kalian.. Itu salah satu impianku..’ senyum Yoo Mi mengembang bahagia.

Ponsel Joon berdering singkat. Pesan dari Yoo Mi.

‘Oppa, tunggu aku, ya. Aku akan datang, melihat dan mendengarmu bernyanyi’

Joon mendesah. Tegakah dia menyakiti hati gadis lugu itu?

*

Joon baru saja kembali ke ruangan T-Max sesaat sebelum tampil. Minchul bersyukur karena tak mesti kelabakan mencarinya.

“Aku tahu kau sedang dilema, Joon. Kita akan refreshing setelah ini agar pikiranmu tenang,” Minchul menepuk pundak Joon.

“Gomawo, Hyeong…,” Joon tersenyum seadanya.

T-Max pun tampil. Pertama membawakan lagu Ballad-Romance berjudul ‘Romantic Blues.’ Penonton terharu dibuat mereka. Kemudian dilanjutkan dengan lagu ‘Words that I Can Say’ yang bergenre Sad.

Lagu ini sangat mewakili perasaan Joon saat ini.

[ Word that I can say

Now the word that I can say to you

is not really surprising,

Lets break and you hate it.

I hate to stop comeback to you again.

I keep trying to end the relationship.

Now you are not by my side,

till all memories stay well.

Now in the end

I’m not look back]

[Now I Say go, live well.

I sent you away

after comeback

I’m comeback

Tears are hiding the pain]

[All the words “happy” are lie.

Are the words “ok” are lie.

The word painful to crazy

the word I want to say.

I’m going to cry harder.

I cry till I break the letter.

I say I love you

I say I love you

is the last word that I can say (T-Max)]

Dari balik panggung Boram memandangnya. Namun hanya sejenak karena ada Sungje di sisinya. Perlahan dia memejam karena mendapat kecupan sayang di keningnya.

“Terima kasih untuk cintamu, Sungje…,” bisik Boram yang disambut senyuman Sungje.

*

Konser berakhir sempurna dengan penutupan yang tak kalah manis dari Super Junior dengan ‘No Other’. Mereka juga berteriak ‘Happy New Year 2011′ ke seluruh penonton. Berakhirlah persembahan tahun baru Hanguk Music malam ini.

Ponsel Joon berdering. Panggilan dari Yoo Mi. Dia bilang sudah berada di depan gedung. Joon tak percaya gadis itu menepati perkataannya. Segera ia keluar menyusul Yoo Mi setelah pamit dan meminta member T-Max lainnya untuk pulang lebih dulu.

“Yoo Mi!” gadis dengan mantel biru dan scraft putih itu menoleh dan lekas berlari ke arah Joon yang baru keluar dari gedung.

“Kenapa gedungnya sepi, Oppa? Apa konsernya sudah selesai?” tanya Yoo Mi. Ia terlihat letih. Di dahinya tampak keringat dingin bercucuran.

“Kenapa kau tetap datang? Bukankah kau sudah tahu konsernya berakhir sebelum kau datang?!” bentak Joon.

Yoo Mi menunduk.

“Dan kalau pun tadi konser tetap berlangsung, kau juga tak akan melihatku bernyanyi, bukan?”

Yoo Mi mengangkat kepalanya ,”maaf, Oppa.. Harusnya aku batalkan pertemuan di Gangwon sebelumnya, atau aku pamit pulang lebih dulu agar sempat melihatmu di atas panggung… Atau, aku…,” suara Yoo Mi tertahan. Pada matanya tersimpan pantulan keputus-asaan. Dia sungguh terobsesi menyaksikan Joon bernyanyi, namun dia tak dapat men-cancel jadwalnya.

Akhirnya air mata gadis itu tumpah ruah di pipinya. Namun ia mencoba menahan alirannya dengan segera menghapusnya lalu menengadah agar air matanya tak jatuh lagi. Gadis itu tersenyum getir di antara derai air mata yang tak mau berhenti.

“Maaf, Oppa. Lain kali, aku tak akan memintamu untuk menungguku. Maaf…”

Joon menatap Yoo Mi. Perlahan menyadari sifat egoisnya turut tercurah pada gadis ini. Jika di hadapannya sekarang adalah Boram, maka dia akan balas membentak Joon. Namun ini adalah Yoo Mi, yang hanya mengucapkan maaf padahal ia sama sekali tak bersalah.

Joon mendekat. Perlahan tangannya turun ke atas pipi gadis itu dan mengusap air matanya.

“Maaf, Oppa.. Aku yang terlalu bersikeras. Ini salahku, maafkan aku…”

“Tak apa, Yoo Mi. Kau tak salah, tak apa-apa…”

Kini isak Yoo Mi terdengar. Segera Joon mendekap tubuhnya. Membiarkan gadis itu menangis di sana. Ia pun berpikir, mengapa tak mencoba memahami kekasihnya yang lugu ini. Seperti yang dikatakan Boram tadi, mungkin saja orang yang saat ini bersamanya adalah orang yang terbaik. Yang mencintainya.

“Aku sangat ingin melihatmu bernyanyi sebagai kekasihku, bukan sebagai orang terkenal yang selalu kulihat di layar kaca. Aku ingin sekali berbangga hati melihat kekasihku bernyanyi, Oppa…”

Joon semakin mengeratkan dekapannya. Dikecupnya puncak kepala Yoo Mi pelan.

“Kau sungguh ingin melihatku bernyanyi?”

Yoo Mi mengangguk. Joon pun melepaskan pelukannya dan menyeka sisa air mata gadisnya. Joon tersenyum hangat -untuk pertama kali- kepada Yoo Mi. Jantung Yoo Mi berdesir halus melihatnya. Ah, apapun itu Yoo Mi memang akan selalu berdebar bila memandang Joon.

“Ikut aku,” Joon menggamit tangan Yoo Mi dan membawanya untuk memasuki gedung.

Yoo Mi duduk di kursi yang ada. Sementara Joon memutar musik lagunya lewat I-phone yang ditaruh di depan pengeras suara. Ia mengambil mikropon lalu menunggu musik mengalun.

“Spring in Sky, winter was gone… This is an everlasting love song…only for you…”

Joon menciptakan lirik rapp sederhana.

Kemudian ia menyanyikan ‘Lion Heart.’

Yoo Mi tersenyum bahagia. Terharu. Joon menyanyikan potongan-potongan lagu romance boyband-nya. Dan kini ia menyanyikan ‘Become One’ yang hanya terdiri dari 2 bait lirik.

“Himi deulgo oerowo jichil ttae

eonjekkajirado neol jikilge

uri du soneul moa nal barabwa

Neowa naega hanaga doel suitge. Yeongwonhi neoreul

jikilge eotteohal siryeoni dagawado

Nae soneul japgo hamkke hae

Nae mami ni mamgwa hanaga doel su itge”

Yoo Mi tepuk tangan lalu menghampiri Joon.

“Lagu yang indah, Oppa. Gomawo…,” ucapnya. Joon tersenyum lalu mengusap pipi gadis itu.

“Maafkan aku…” desisnya pelan. Yoo Mi tak mengerti.

“Maaf untuk apa, Oppa? Kau tidak melakukan kesalahan apa pun”

“Maaf untuk kesalahan yang tidak kau ketahui..,” Joon menatap dalam ke arah mata Yoo Mi.

Gadis itu tersenyum.

“Apa pun itu, aku maafkan, Oppa…,” dipeluknya tubuh kekar itu hangat. Joon membalas dan tangannya turun membelai rambut Yoo Mi.

“Terima kasih untuk cintamu, Yoo Mi…,” bisik Joon yang lalu disambut anggukan gadis itu. Dalam hati, Joon berjanji akan menjaga dan menyayangi Yoo Mi sepenuh hati.

[end]