Title : My Stupid Stalker {chapter 1}

Author : Mardha Tilla Septiani

Main Cast : SJ Cho Kyuhyun

Support Cast : all Super Junior member

Rating : all age

Genre : comedy, romance

Ps : Fanfic ini udah pernah di publish di blog pribadi aku dan juga di Suju FF

***

 

“­­jika kau bisa memimpikan sesuatu, maka kau juga bisa menggapai impianmu itu”

Aku bermimpi untuk mendapatkanmu, tapi kau terlampau jauh, apakah masih ada kemungkinan untukku bisa menggapaimu?

 

***

 

 

[Author’s POV]

 

“Ya~ cepat! Sebentar lagi acaranya dimulai!” teriak Hyomin pada Yoorin. Sudah 15 menit ia menunggu Yoorin untuk bersiap-siap. Mereka berniat menghadiri fanmeeting Super Junior yang akan diadakan hari ini.

 

Hyomin melirik jam tangannya, kesal menunggu Yoorin, “Aish~ sebenarnya apa yang dia lakukan?”  ucap hyomin penasaran. Dia melangkah menuju kamar Yoorin.

 

Sesampainya di kamar Yoorin, hyomin hanya bisa menganga kaget melihat barang-barang yang dibawa sahabatnya itu, mulai dari kamera sampai video cam. “yak! Kau kira kita ini mau kemana, hah?”, bentak Hyomin. Yoorin mendengus pelan, “Ah, sudahlah. Kau diam saja. Lagipula kau juga seharusnya sudah terbiasa dengan kebiasaanku satu ini”, ucap Yoorin santai.

 

Hyomin mendecak kesal, “mana bisa aku bersikap biasa saja”. Dia berjalan menghampiri Yoorin, “Kau lihat isi tasmu ini? Sepertinya kita lebih cocok pergi tamasya daripada menghadiri fanmeeting.”

Yoorin menatap temannya itu dengan jengah, “Ayolah~ kau seperti tidak tahu aku saja. Sekarang aku balik lagi ucapanmu, mana bisa aku bersikap biasa saja jika akan bertemu Cho Kyuhyun!” ucap Yoorin. “Lagipula kau tahu, kan, profesiku?” Yoorin melirik hyomin yang sedang balas menatapnya.

 

Hyomin mendesah nafas berat, “Ara~ kau itu adalah Stalker Cho Kyuhyun no. 1 di dunia ini. Itu, kan, maksudmu?”. Yoorin hanya diam, namun kepalanya mengangguk semangat mendengar jawaban hyomin. Hyomin terkekeh pelan melihat tingkah sahabatnya itu, “Hah, dasar gila. Kau itu sudah berlebihan terhadapnya, kau tahu? Kita ini adalah fansnya. Jadi bersikaplah sewajarnya saja”.

 

Yoorin tampak kesal mendengar ucapan hyomin, “Kalau aku bersikap biasa saja, aku tidak akan bisa menjadi stalker-nya nomor satu!”, ucapnya dengan nada bangga.

 

Hyomin menggeleng-gelengkan kepalanya, “Aish~ tapi terkadang cintamu terhadap Evil itu agak mengerikan. Bagaimana mungkin kau bisa jatuh cinta pada seseorang yang bahkan tidak tahu bahwa kau ada didunia ini?”

 

Yoorin mengambil buku di atas meja belajarnya. Kemudian ia berjalan mendekati hyomin dan segera memukulkan buku tersebut ke kepala hyomin, “yak! Berhenti mengucapkan kata-kata putus asa seperti itu!”. Hyomin tampak meringis kesakitan, tapi Yoorin tidak peduli, “lagipula dia bukannya tidak mengetahui keberadaanku, hanya ‘belum’ mengetahui. Suatu saat nanti dia pasti akan sadar.”

 

“Aish~ sudahlah. Kau memang tidak bisa dibangunkan dari mimpi gilamu. Teruslah bermimpi!” ucap hyomin. Yoorin menepuk-nepuk bahu hyomin pelan, “terima kasih. Dan kau, teruslah membiarkanku bermimpi~”, ucapnya santai.

 

***

 

[Yoorin’s POV]

 

Bagaimana mungkin kau bisa jatuh cinta pada seseorang yang bahkan tidak tahu bahwa kau ada didunia ini?

 

Mau tidak mau, kata-kata hyomin itu terus terngiang-ngiang di telingaku. Benar, bagaimana bisa aku jatuh cinta pada seorang Cho Kyuhyun yang bahkan tidak mengetahui bahwa aku hidup di dunia ini. Yang bahkan tidak menyadari bahwa aku selalu memandangnya setiap waktu, selalu memikirkannya setiap waktu. Yang bahkan tidak menyadari bahwa aku mencintainya sebegitu besar sampai-sampai aku tidak bisa menoleh lagi kepada pria lain. Sebegitu besar sampai-sampai dihatiku sudah tidak ada lagi celah untuk pria lain.

 

Ah, kenapa takdir terkadang kejam sekali?

Kenapa aku ditakdirkan untuk jatuh cinta padanya, sedang dia sama sekali tidak menyadari hal itu.

 

“Kim Yoorin sang pengkhayal, cepat bangun dari mimpimu atau kita tidak akan pernah pergi ke acara Pangeranmu itu!” ucap Hyomin dengan penuh penekanan pada setiap kata yang di ucapkannya. Aku baru tersadar dari lamunanku setelah dia mengatakan itu.

 

Aku memukul kepalanya pelan, “Kau ini cerewet sekali”, ucapku. Dia menggembungkan pipinya sebal. “Yak! Bisa tidak kau berhenti memukul kepalaku! Dasar Iblis!”, protes hyomin padaku.

 

Aku terkekeh pelan mendengar ucapannya, “iblis katamu?”

 

Hyomin mengangguk malas tanpa memandang ke arahku, “ne, kau itu iblis”, dia berjalan ke luar dari kamarku, aku mengikutinya dari belakang. Dia menoleh ke arahku, “Ah, jadi wajar saja kau bisa suka pada Cho Kyuhyun. Dia juga iblis, kan? Kalian cocok”, ucapnya ­­ringan.

 

Cocok? Hahaha, baru kali ini ada yang mengatakan hal itu kepadaku. Apakah aku benar-benar cocok dengannya? Bisakah aku mendapatkannya? Semakin lama aku semakin tidak yakin.

 

Aish~ sudahlah. Untuk apa aku memikirkan hal-hal menyedihkan seperti itu. Aku tidak akan berhenti bermimpi mendapatkannya atau paling tidak menjadi sahabatnya, sebelum hal itu menjadi kenyataan. Dan aku yakin, hal itu pasti akan terjadi suatu hari nanti.

 

Aku tidak akan berhenti memimpikan hal itu. Bukankah bermimpi itu adalah keahlianku?

 

***

 

[Kyuhyun’s POV]

 

“Kyuhyun-ah, kau harus tersenyum!”  ucap Leeteuk hyung padaku. Aku hanya mengangguk malas, kemudian menyunggingkan senyum di bibirku. Senyum yang dipaksakan. Orang sebodoh apapun bisa melihat bahwa aku tersenyum dengan amat sangat terpaksa.

 

Leeteuk Hyung menepuk bahuku dengan agak keras, “Yak! Kau terlihat seperti orang bodoh dengan senyum seperti itu”, ucapnya protes kepadaku. Aku tidak mempedulikan ucapannya. Aku benar-benar sedang malas melakukan apapun, kecuali tidur atau bermain game.

 

Hari ini kami, Super Junior, sedang mengadakan acara FanMeeting. Dan entah kenapa, mood-ku sedang benar-benar tidak baik. Yang ingin aku lakukan saat ini hanyalah bertemu kasurku dan tidur.

 

Para Fans sudah berdatangan. Mereka berbaris dengan rapi menunggu giliran untuk mendapat tanda tangan kami. Sesaat kemudian, mataku tak sengaja menangkap sosok seorang perempuan di pintu masuk.

 

Aish~ perempuan bodoh itu lagi. Apa dia tidak bisa berhenti mengikutiku kemana-mana?

 

Dia tampak mencari-cari seseorang, sepertinya mencariku. Sepersekian detik sebelum dia berhasil menemukanku, aku segera mengalihkan pandanganku ke arah lain.

 

Aku tidak kenal siapa perempuan gila itu. Tapi yang pasti, dia selalu mengikutiku kemana-mana. Hampir di setiap acara yang aku hadiri, dia selalu ada. Bahkan eunhyuk hyung dan yesung hyung malah memberinya gelar ‘stalker sejati Cho Kyuhyun’. Apa dia tidak memiliki kegiatan lain, kecuali mengikutiku?

 

Eunhyuk hyung berbisik ketelingaku, “Kyuhyun-ah, stalker sejatimu datang lagi”, ucapnya sambil tersenyum geli mengejekku. Ingin sekali aku memukul monyet satu itu. Apa dia tidak tahu bahwa mood-ku sedang tidak baik? Jika saat ini kami ada di dorm, mungkin aku akan segera melaksanakan niat itu. Sayangnya, saat ini banyak sekali mata yang melihat ke arah kami. Bisa-bisa aku di bantai fans Monyet ini jika melakukannya .___.

 

Aku melihat sekilas ke arah perempuan bodoh itu, sedari tadi matanya tak lepas menatap ke arahku. Menyebalkan.

 

Aku selalu pura-pura tidak menyadari keberadaan stalker-ku itu. Walau pada kenyataannya aku sadar dia sering sekali mengikutiku kemana-mana. Bodoh saja jika aku tidak sadar akan dia. Bagaimana mungkin aku tidak mengetahui seseorang yang selalu mengekoriku kemanapun aku pergi. Tapi… ah, sudahlah, biarkan saja. Aku malas mempedulikan stalker bodoh ini. Bukannya apa, aku hanya agak merasa risih dengan sikapnya. Apa dia tidak punya kehidupan sendiri untuk dijalani?

 

Awalnya aku berharap dia akan merasa bosan dan segera berhenti menjadi stalker-ku. Tapi yang ada malah sebaliknya, dia semakin menjadi-jadi. Ck, aku sebal sekali padanya!

 

Saat ini dia sudah berdiri di hadapanku. Sudah tiba gilirannya untuk mendapat tanda tanganku. “Kyuhyun oppa…”, ucap perempuan itu kepadaku sambil meletakkan sebuah kotak dihadapanku. Hadiah, sepertinya. Suaranya terdengar bergetar. Apakah dia gugup? Aku diam saja tidak mempedulikan ucapannya dan hanya mengambil kertas yang ada di tangannya dengan agak kasar, kemudian mencoretkan tanda tanganku di atas kertas itu. Sepertinya dia terkejut ketika kertasnya kutarik secara kasar dan tiba-tiba.

 

Aku menyodorkan kertas itu kepadanya. Tapi tangannya tak bergerak sedikitpun untuk mengambil kertasnya. Aku menoleh menatapnya, sesaat aku terpana menatap wajahnya. Cantik. Jika saja tingkahnya itu tidak seperti orang bodoh, mungkin aku sudah jatuh cinta padanya.

 

“Hei, bodoh! Cepat ambil kertas ini!” sergahku kasar. Beberapa pasang mata langsung menoleh ke arah kami. Dia terlihat agak kaget, tapi sesaat kemudian dia malah balas membentakku, “yak! Tak bisakah kau bersikap sedikit lebih baik kepadaku?! Aku sudah berusaha dengan sangat keras agar bisa mengikuti acara ini dan bertemu denganmu!!!” ucapnya setengah berteriak.

 

Aku kaget mendengar ucapannya. Perempuan ini, berani-beraninya dia membentakku di hadapan semua orang.

 

“Hah, lain kali kau tidak usah datang kalau begitu”, ucapku pelan agar hanya perempuan di depanku ini saja yang mendengar perkataanku. Matanya terbelalak lebar. Dia hendak membalas ucapanku, tapi aku langsung memotongnya, “Kau itu stalker-ku, kan? Bisa tidak kau berhenti mengikutiku kemana-mana? Apa kau tidak bosan, hah?! Menghilanglah dari jarak pandangku!”

 

Dia tampak sangat kaget dan juga kesal. Sesaat kemudian dia berbalik meninggalkan tempat itu tanpa mengambil kertas yang sudah kutandatangani untuknya.

 

“Cish~ dasar bodoh!”  rutukku pelan.

 

Teukkie hyung menatapku dengan agak kesal. Begitu pula dengan hyungdeul yang lain. Ah, masa bodoh. Jangan salahkan aku, salahkan saja perempuan menyebalkan itu!

 

***

 

[Author’s POV]

 

Yoorin berjalan menuju pintu keluar tanpa mempedulikan tatapan semua orang. Kesal dan menyesal, hanya dua kata itu yang sibuk berkeliaran di otaknya.

 

Kesal, karena sikap Kyuhyun padanya. Dan menyesal, karena tidak mengambil kertas berisi tanda tangan Kyuhyun untuknya.

 

Yoorin menginjak-injak tanah yang ia pijak dengan kesal. Matanya menatap lantai itu dengan dingin, “lihat saja kau, Cho Kyuhyun! Berani-beraninya kau berkata sekasar itu terhadapku!” ucapnya dengan geram. Ia menginjak tanah tempatnya berpijak dengan semakin kuat, “Aku-tidak-akan-pernah-bersikap-sopan-padamu!” Yoorin   mengucapkan kata-kata itu dengan penuh penekanan.

 

Sesaat kemudian raut mukanya langsung berubah 180 derajat. Dari sebelumnya terlihat sangat menyeramkan, berubah menjadi raut muka menyesal teramat sangat, “Argh~ Kim Yoorin pabooooo~” lirihnya. Dia menjambak rambutnya dengan pelan, “Aigoo~ aku mau tanda tangannya!!!”

 

Tiba-tiba terdengar derap langkah yang berlari menuju kearahnya. Yoorin menoleh dan mendapati Hyomin tengah menyusulnya. “Yak! Tunggu aku, rin-ah!” teriak hyomin dari jauh. Yoorin menghentikan langkahnya, menunggu hyomin menyusulnya.

 

“mau… ke…mana…kau?” Tanya Hyomin dengan nafas tersengal setelah berhasil menyusul Yoorin. Yoorin melirik ke arah Hyomin, “Pulang”, ucapnya singkat.

 

Hyomin membelalak kaget, “Pulang? Rin-ah, setelah bersusah payah datang kemari, kau ingin pulang begitu saja, hah?” ucap Hyomin. Ia membalik tubuh Yoorin menghadapnya, “Ayolah~ apa kau tidak akan menyesal? Kau bahkan belum mengambil tanda tangan Cho Kyuhyun-mu!”

 

“Hyomin pabo, apa kau pikir aku masih bisa berjalan ke dalam sana dengan santai setelah membentak Cho Kyuhyun, eh?” ucapnya sinis. Dia melepaskan cengkraman tangan Hyomin, “lagipula… dia juga menyuruhku menghilang dari jarak pandangnya”, lirihnya pelan. Hyomin hanya bisa menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu dengan pelan.

 

Yoorin melirik ke arah hyomin dengan tatapan yang sulit dijelaskan, “Hyomin-ah, kau mau kan memberiku… er… tanda tangan nya? Kau sudah dapat, kan?” Tanya Yoorin penuh harap.

 

“IGE MWOYA?!” mata Hyomin membelalak lebar, “SHIREO!!!” teriaknya lagi. Yoorin menutup telinganya mendengar teriakan Hyomin, “Yak! KECILKAN SEDIKIT VOLUME SUARAMU, BODOH!!!” teriaknya tak kalah kencang.

 

Hyomin memukul bahu Yoorin pelan, “Kau menyuruhku mengecilkan volume suaraku, sedangkan kau sendiri malah berteriak lebih kencang!” rutuknya sebal. Ia mendelik tajam ke arah Yoorin, “pokoknya, aku tidak mau menyerahkan tanda tangan Kyuhyun kepadamu! Enak saja kau, aku sudah susah-susah mendapatkannya” ujar Hyomin yang membuat Yoorin menghela nafas kecewa.

 

“Ya~ kau kan sahabatku! Ayolah, berikan kepadaku saja, jebal~” Pinta Yoorin dengan nada manja. Hyomin merasa mual melihat tingkah manja Yoorin yang terlihat amat dipaksakan. Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya, “S-H-I-R-E-O!”, ucapnya dengan nada penuh penekanan.

 

“Hyomin-ssi, jebal~”

 

***

 

[Kyuhyun’s POV]

 

Acara fan meeting hari ini sudah selesai. Ah, aku benar-benar merindukan kasurku. Aku mempercepat langkahku menuju mobil untuk segera kembali ke dorm, namun terdengar seseorang memanggilku. “Kyuhyun-ssi, tunggu”, teriak pria itu dari kejauhan. Aku menghentikan langkahku dan menunggunya menghampiriku.

 

“Wae? Ada apa?” ucapku setelah dia berhasil menyusulku. Pria itu adalah salah satu staff acara Fanmeeting hari ini. Dia tampak merogoh tasnya mencari sesuatu. Setelah berhasil menemukan barang yang dimaksud, dia menyodorkannya kepadaku.

 

“ini…” ucapnya. Aku mengernyitkan alisku heran. “ini…?” tanyaku.

 

“ini milikmu, Kyuhyun-ssi. Tadi tertinggal di dalam. Bukankah itu hadiah dari fans yang membentakmu tadi?” tanyanya. Aku menepuk dahiku pelan, “Ah, ne. aku lupa” ucapku kemudian mengambil hadiah itu dari tangannya. “Kamsahamnida”, aku membungkukan badanku ke arahnya.

 

Aku melangkah masuk ke dalam mobil dan meletakkan hadiah itu di sebelahku.

 

Ah, iya… perempuan itu. Apa aku telah berlebihan membentaknya? Apa aku harus minta maaf? Tapi… aku juga tidak mau ingin di ikuti terus-terusan oleh dia.. ya sudahlah, toh dengan aku membentaknya tadi, mungkin dia akan berhenti menjadi stalker-ku. Bukankah itu bagus?

 

Aku menolehkan pandanganku ke hadiah yang tadi dia berikan padaku. Sedikit penasaran, aku membuka bungkus yang menutupi hadiahnya itu.

 

“MWO?!” teriakku kaget. Dia… perempuan itu… memberikanku…

 

“Aish~ aku sudah lama sekali mencari kaset game ini!” ucapku kegirangan. Aku benar-benar sudah lama mencari kaset game ini. Dan hebat sekali perempuan itu bisa memberikannya kepadaku. Tahu darimana dia kalau aku memang  mencari ini?

 

***

 

[Author’s POV]

 

Semua member mengernyit heran ketika melihat Kyuhyun melangkah masuk ke dorm. Ekspresi mukanya begitu senang. Senyum tak lepas dari bibirnya.

 

Yesung menghampiri Kyuhyun, “Kyuhyun-ah, kau kelihatannya senang sekali. Ada apa?” tanyanya. Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook ikut menyimak percakapan mereka.

 

Kyuhyun menggeleng pelan, sambil tetap tersenyum, “Ani… tidak ada apa-apa. Memangnya aku kenapa?” ucap Kyuhyun santai. Ia melangkah menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di atas sofa itu. Yesung mengikuti Kyuhyun dari belakang. “Kau ini aneh sekali. Tadi saat acara fanmeeting kau terlihat bosan setengah mati, bahkan sampai membentak fans. Tapi sekarang kau malah tak berhenti tersenyum seperti orang gila”, Yesung menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah”, panggil Leeteuk yang baru saja datang ke dorm mereka. Kyuhyun menoleh, memastikan siapa yang  memanggilnya. “Ne. ada apa hyung?” Tanya Kyuhyun. Leeteuk berkacak pinggang menatap Kyuhyun, “Kenapa kau membentak ELF tadi?” ucap leeteuk dengan nada dingin.

 

Kyuhyun yang tadi merebahkan tubuhnya di sofa, segera bangun. Dia menggaruk-garukkan kepalanya dengan gusar, “ehm… mianhae, hyung. Dia itu stalker-ku. Aku hanya… kesal… dia selalu membuntutiku”, ucap Kyuhyun pelan.

 

Leeteuk mendecak kesal, “Kyuhyun-ah, sebelum bertindak kau harus berpikir dulu apa akibatnya. Anti fans Super Junior sudah cukup banyak. Jadi kurasa kau tidak perlu menambahnya lagi.”

 

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya, tampak tidak mempedulikan lagi ucapan Leeteuk. Ia beranjak menuju kamarnya sambil membawa kaset game. Langkahnya terlihat amat ringan.

 

“dasar EvilMaknae”, rutuk Leeteuk yang di ikuti anggukan setuju semua member.

 

***

Tommorow morning

 

“Aish~ kepalaku pusing”, ucap Kyuhyun sambil memijat-mijat dahinya. Ia tidak tidur semalaman. Apa yang dilakukannya? Tentu saja bermain game. Game dari kaset yang baru saja didapatnya kemarin.

 

Kyuhyun berjalan ke luar kamar dan mendapati member lain sedang sarapan. Eunhyuk memperhatikan kantung mata Kyuhyun yang terlihat menghitam. “Kyuhyun-ah, apa kau tidak tidur semalam?” tanyanya penasaran.

 

Kyuhyun mengangguk malas, “ne, aku bermain game semalaman~”, ucapnya sambil mengambil beberapa makanan untuk sarapannya sendiri. Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya heran, “Kau ini tidak ada bosan-bosannya bermain game”.

 

“Tentu saja. Aku ini GaemGyu!” ucapnya dengan nada bangga. Ia melanjutkan sarapannya.

 

“Kyuhyun-ah”, panggil eunhyuk lagi. Kyuhyun menatapnya dengan jengah, “wae? Apalagi Hyung?”

 

“Kau ini. Aku hanya ingin bertanya mengenai tingkahmu kemarin. Kau aneh sekali. Sebenarnya ada apa?” Tanya eunhyuk penasaran. “Apa masih ada hubungannya dengan perempuan yang kau bentak itu?”

 

“perempuan itu?” ucap Kyuhyun. Ia tampak berpikir untuk beberapa saat dengan pandangan menerawang. “Hyung, apa menurutmu aku sudah keterlaluan saat membentak stalker gila itu?” tanyanya.

 

Eunhyuk memukul bahu Kyuhyun pelan, “Aish~ Bukannya menjawab pertanyaanku, kau malah bertanya balik,” sungutnya. Kyuhyun balas memukul bahu eunhyuk dengan tenaga yang jauh lebih kuat, “Yak! Jawab saja Hyung!”
Eunhyuk mengusap-usap bahunya yang dipukul oleh Kyuhyun. Dia ingin membalas, tetapi takut jika Kyuhyun akan membalas justru lebih kuat lagi. “iya! Kau keterlaluan! Dia itu fansmu!” ucap Eunhyuk yang masih kesal. “Ku doakan semoga kau mendapat karma! Semoga kau tidak punya fans lagi,” tambah eunhyuk sebelum berlari menuju kamarnya. Dia harus menghindar dari pukulan maknae tersayangnya itu.

 

“MWO?!” teriak Kyuhyun kaget. Dia hendak memukul eunhyuk lagi, namun Hyungnya itu sudah lenyap di balik pintu kamarnya. “Aish! Dasar monyet sialan,” rutuk Kyuhyun kesal.

 

Yesung, sungmin, dan wookie hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan mereka. Yesung mendekatkan wajahnya ke arah Sungmin dan wookie, kemudian berbisik pelan, “inilah akibatnya kalau iblis dan monyet disatukan dalam satu dorm”. Wookie dan Sungmin mengangguk-anggukan kepala mereka tanda setuju.

 

Kyuhyun mendelik tajam ke arah mereka, “Hyung, apa yang kalian bicarakan?” tanyanya dengan nada bicara yang dingin. Yesung, sungmin, dan wookie langsung menggelengkan kepala mereka sambil tersenyum lebar, senyum yang amat sangat dipaksakan. “Ani… tidak ada hubungannya denganmu, Kyuhyun-ah”, ucap Yesung.

 

Kyuhyun menyadari tingkah mereka yang aneh, tapi dia cuek saja dan melanjutkan sarapannya, “terserah kalian saja”, gumam Kyuhyun.

 

Kenapa tuhan kejam sekali memberikan maknae mengerikan seperti dia di grup ini, batin Yesung.

 

***

The next week

 

Kyuhyun membetulkan letak kacamatanya sebelum keluar dari mobil. Ia mengambil masker dan topi, kemudian memakainya dengan rapi. Tidak boleh ada fans yang menyadari keberadaannya, meskipun ia hanya akan pergi ke toko game.

 

Ia berjalan masuk ke dalam tokoh itu dengan hati-hati. Matanya menatap ke sekeliling dengan was-was. Namun sepertinya tidak ada yang menyadari penyamarannya itu. Kyuhyun tersenyum puas, “penyamaran yang sempurna. Hebat sekali, Cho Kyuhyun”, ucapnya bangga pada dirinya sendiri.

 

Matanya menatap ke seluruh penjuru toko, mencari kaset game yang menarik perhatiannya. Tiba-tiba pandangan Kyuhyun terhenti pada seorang perempuan. Perempuan itu…

 

***

[Kyuhyun’s POV][

 

Aku menajamkan pandanganku menatap perempuan itu. Hei, bukankah dia itu si stalker bodoh yang memberiku kaset game beberapa hari lalu? Sedang apa dia disini?

 

Entah setan apa yang merasukiku sehingga Aku berjalan mendekatinya. Jujur saja, aku penasaran dengan apa yang sedang dilakukannya, Karena sedari tadi dia sibuk berbicara seru di telpon sambil memegang setumpuk kaset.

 

Aku pura-pura mencari kaset game yang ada di dekatnya, sementara perempuan bodoh ini tidak menyadari keberadaanku sama sekali dan masih sibuk berbicara di telpon.

 

Raut mukanya terlihat bingung, “Aigoo~ hyomin-ah, bagaimana ini? Banyak sekali kaset game yang ingin kubeli!” ucapnya pada seseorang yang ia telpon. “Tapi aku tidak punya uang lagi. Aku bisa jadi gelandangan kalau membeli semua kaset ini”, lirihnya. Eh? Kalau tidak punya uang, kenapa memaksakan diri? Apa dia juga maniak game sepertiku?

 

Sesaat kemudian air mukanya terlihat sebal ketika mendengar ucapan temannya, “Aih, biarlah. Aku rela menjadi gelandangan demi kaset-kaset ini”, ucapnya. Beberapa menit setelah itu, dia memutuskan sambungan telpon. Aku masih memperhatikannya, tapi dia tidak curiga sedikitpun terhadapku. Apa penyamaranku yang terlalu sempurna atau perempuan ini terlalu bodoh sampai tidak sadar akan kehadiranku?

 

Perempuan itu kembali memandang setumpuk kaset game yang ada ditangannya, “Argh~ yang mana yang harus kubeli”, ucapnya pelan. Cish~ kalau tidak punya uang ya tidak usah beli saja, kan? Apa dia benar-benar mau jadi gelandangan karena kaset game?

 

Untuk beberapa saat ia masih saja sibuk dengan pikirannya sendiri. Lama sekali, Cuma untuk menentukan kaset yang akan dibeli saja butuh waktu begitu lama untuknya? Kalau benar-benar mau, beli saja semuanya. Kalau tidak punya uang, ya tidak usah beli! Benar-benar perempuan bodoh. Mau tidak mau, aku agak kesal melihatnya.

 

Hah~ sudahlah. Aku akan berbaik hati padamu untuk kali ini, hanya kali ini saja. Sebagai permintaan maafku karena telah membentakmu waktu itu. Sekaligus sebagai ucapan terima kasih atas kaset game yang kau berikan.

 

***

 

[Yoorin’s POV]

 

Aku masih menatap gamang ke arah setumpuk kaset game itu. Argh, aku benar-benar bingung. Rasanya seluruh kaset yang ada di toko ini ingin kubeli. Tapi aku tidak punya uang!!! Uangku habis karena kubelikan tiket untuk acara fanmeeting sialan waktu itu.

 

Tiba-tiba saja tangan seseorang menarik setumpuk kaset itu dari hadapanku. Aku menoleh dan melihat seorang pria dengan pakaian yang agak aneh. Dia memakai masker, kacamata, dan topi sehingga wajahnya tak terlihat sama sekali.

 

Pria itu berbalik, kemudian dia berjalan dengan santai menuju kasir. Hei, tunggu dulu…

 

“yak! APA-APAAN KAU!” teriakku geram dengan sikapnya. Enak saja dia. Aku duluan yang memegang kaset-kaset itu. Aku merasakan beberapa pasang mata langsung menoleh karena mendengar teriakanku. Tapi aku tidak peduli. Yang kupedulikan saat ini hanyalah kaset-kaset game itu!

 

Pria sialan itu masih saja berjalan dengan santai tanpa mempedulikan teriakanku. Aku berlari menyusulnya dan mencoba membalik tubuhnya. Tapi yang ada dia malah menarik tanganku untuk mengikutinya. “BODOH! LEPASKAN TANGANKU!!!” aku berteriak tapi dia sama sekali tidak peduli. Aku memukul-mukul tubuhnya, tapi dia tidak kesakitan sama sekali. Apa pukulanku terlalu lemah? Ataukah tubuhnya saja yang terlalu kuat?

 

Dia tetap berjalan menuju kasir sambil tetap menarik tanganku. Anehnya, tidak ada seorangpun yang berusaha menolongku dari pria aneh ini. Entahlah, mungkin para pelanggan di toko itu terlalu kaget melihat penculikan konyol seperti ini. Ya! Apa mereka tak punya hati? Tega sekali melihat perempuan  cantik dan rapuh sepertiku ditarik-tarik oleh pria aneh ini. (cantik dan rapuh? *PLAK!)

 

Setelah membayar kaset-kaset itu, dia berjalan keluar dari toko. Tanganku? Tentu saja masih ditariknya seperti tadi. Menyebalkan sekali, meskipun aku sudah memukul tubuhnya sekeras mungkin, mecubit pinggangnya sekuat yang aku bisa, dan menendang kakinya semampuku, dia sama sekali tidak bergeming!

 

Argh! Sudah kuputuskan, sepertinya aku harus belajar bela diri untuk menghajar pria sialan seperti ini!

 

***

 

[Kyuhyun’s POV]

 

Aih~ perempuan ini brutal sekali! Bagaimana tidak, sedari tadi dia tidak berhenti memukulku. Apa dia benar-benar seorang perempuan? Mana ada perempuan yang sikapnya sesadis ini.

 

Aku tidak mempedulikan pukulan darinya yang bertubi-tubi, Karena jujur saja, pukulannya tidak sakit sama sekali. Payah sekali dia, hahaha.

 

Tapi satu yang aku paling tidak tahan, teriakannya! Suaranya yang cempreng itu benar-benar besar dan berpotensi memekakkan telingaku. Yang benar saja, tingkah lakunya jauh berbeda dengan penampilan yang dia miliki. Penampilannya mungkin terlihat feminim dan lembut, tapi sifatnya? Perempuan ini benar-benar brutal.

 

Setelah membayar kaset itu, dengan di iringi tatapan aneh semua pelanggan toko itu, aku melangkah keluar. Perempuan bodoh ini masih saja berusaha melepaskan tangannya.

 

Sesampainya di depan toko itu, aku melepaskan tangannya. Ia menatapku dengan geram. Dan kulihat dari gelagatnya, ia akan berteriak sekuat tenaga beberapa saat lagi. Segera saja kututup mulutnya itu dengan kaset game yang masih berada di tanganku. Aku tidak ingin telingaku rusak parah karena perempuan brutal ini.

 

Aku menyejajarkan wajahku dengan wajahnya. Badannya pendek sekali ternyata, hanya sebatas bahuku.

 

Ia terlihat bingung saat aku menundukan wajahku di hadapannya. Aku memperhatikan keadaan sekitar, sepertinya tidak ada yang memperhatikan kami. Aku mendekatkan wajahku, kemudian melepas kacamata yang sedang kupakai agar dia bisa melihat wajahku dengan jelas.

 

“Kau…?!” ucapnya terkejut setengah mati. Perempuan bodoh itu sepertinya terhenyak kaget saat melihat wajahku. Ia menunjukkan gelagat akan berteriak lagi, tapi aku segera menutup mulutnya dengan kaset game yang sama, “diam”, desisku pelan. Aku menarik tangannya masuk menuju mobilku yang kuparkir tidak terlalu jauh dari toko game tadi. Terlalu berbahaya berbicara di luar seperti ini. Mungkin saja akan ada yang menyadari kehadiranku.

 

Anehnya, kali ini dia sama sekali tidak berontak lagi. Aku melirikkan mataku untuk menatapnya, sepertinya stalker bodoh ini benar-benar shock. Wajahnya masih terlihat kaget. Ia seakan tidak punya lagi kekuatan untuk berontak seperti tadi.

 

Apa jiwa pemberontakmu sudah pergi, hah?!

 

***

 

– T B C –

 

Yaaap,

Makasih buat reader yg udah baca 🙂

Comment, please ~

 

Author’s twitter : @mardaa_

Author’s blog : thedreamofagirl.wordpress.com

*promosi, wkwkw*

Iklan