Title : Dark from Heaven

Author : Mirrellia

Cast : Cho Kyuhyun, Leeteuk, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Shin Ha Kyo (OC)

Backsound : Love is Punishment – K.Will

Length : 1 of 4 Chapter

Mana ada iblis yang baik hati?

Hati pun mereka tak punya…

Setiap iblis, pasti berusaha menarik manusia untuk masuk ke neraka bersamanya.

Kaum iblis mencap diri mereka sebagai kaum tertampan dan tercantik,

sementara di sisi lain mereka di cap sebagai makhluk jahat yang tak punya perasaan.

Tapi tahukah kau, bahwa iblis juga bisa merasakan banyak hal seperti manusia?

Jatuh cinta, bersimpati, dan bahkan rela mengorbankan diri demi kebahagiaan manusia….

Chapter I #The Girl#

Aku memandang sebuah rumah megah yang berdiri indah di hadapanku. Di tangan kiriku tergenggam secarik kertas berisi daftar para penjahat yang harus ku cabut nyawanya hari ini. Ya, aku adalah iblis. Namaku Cho Kyuhyun, aku adalah iblis tertampan jika saja manusia biasa bisa melihatku. Aku memiliki gelar Prince of Evil di kaumku. Gelar itu tak mudah untuk kau dapatkan jika kau merupakan kaum iblis. Banyak hal yang harus kau korbankan untuk mendapatkannya dan sebagai hadiahnya kau hanya akan menangani nyawa para penjahat yang memuja iblis. Kau pasti heran mengapa aku begitu bangga bisa mencabut nyawa mereka. Karna mereka memberikan kekuatan padaku. Mereka yang memuja iblis memiliki eksistensi tersendiri hidup di dunia. Ketika aku bisa membawa mereka ke neraka, aku akan mendapatkan kepingan jiwa.

Baiklah kau pasti semakin bingung dengan perkataanku. Kami kaum iblis bisa menjadi manusia jika kami berhasil mencapai titik dimana kepingan jiwa itu berkumpul menjadi satu. Namun sebelum itu terjadi, kau harus mendapatkan prestisi dari sang raja. King of Evil yang akan memilihmu, ia yang akan menilai sejauh mana kau sanggup mengajak manusia jahat ke neraka. Setelah itu kau akan mendapatkan gelar yang ku miliki sekarang. Tak mudah memang mendapatkan itu semua, karna kami para iblis sebenarnya merasa jijik dengan manusia jahat. Jika kami bisa memilih, kami lebih ingin di jadikan Elf. Para pencabut nyawa manusia yang baik hati. Tapi yang mengherankan para Elf selalu saja menangis ketika melepas jiwa-jiwa murni itu dari tubuhnya. Tak jarang banyak Elf yang mengorbankan diri demi manusia yang seharusnya sudah di jadwalkan untuk mati. Banyak sekali dari mereka yang lenyap karna esensi dari cinta yang mereka rasakan pada manusia-manusia itu.

Keinginanku menjadi manusia sangatlah kuat. Kepingan jiwaku hampir saja terisi penuh dan kini aku mulai bisa merasakan apa yang di rasakan manusia. Kami para iblis tidak pernah menangis, berbeda sekali dengan Elf yang memiliki sebagian kepingan jiwa. Namun sekarang aku bisa menangis, ya setidaknya satu kali saat melihat iblis bernama Lee Donghae lenyap karna menolong seorang gadis yang ingin di bunuh oleh ayahnya. Ia mengorbankan jiwanya sendiri dan menampakkan wujudnya di depan ayah gadis itu. Para iblis di larang untuk menampakkan diri mereka di depan manusia, kami akan menghilang dan langsung di musnahkan. Tapi meskipun begitu ada beberapa hal yang sangat tidak biasa terjadi di dunia manusia. Ada beberapa manusia pilihan yang bisa melihat kami dan para Elf. Merekalah yang di beri berkah untuk melihat kami dan bahkan bisa berbicara dengan kami. Jujur saja aku belum pernah bertemu dengan manusia yang bisa melihatku. Kami para iblis juga di wajibkan menampakkan wujud jika ada yang memanggil kami menggunakan lingkaran setan, dan itulah yang kami sebut pemuja iblis. Kami membuat perjanjian dengan mereka. Kami akan menjadi pelayan mereka untuk beberapa waktu tertentu. Dan yang aku dapatkan adalah jiwanya yang ku antarkan ke neraka dan tak mendapatkan pengampunan sedikitpun.

“Kyuhyun-ssi, jadwalnya sudah berlalu sejak lima menit yang lalu.” Aku menolehkan kepalaku ke arah samping dan mendapati Lee Hyuk Jae – salah satu Prince of Evil sepertiku berdiri tegap dengan sayap hitamnya yang mulai memudar. Ya, sayap hitam kami akan mulai memudar jika kepingan jiwa kami sudah mulai terisi.

“Waeyo? Sayapku terlihat kerenkah?” tanyanya sambil terkekeh dan mengibaskan sayapnya lebih lebar. Ia menyadari tatapanku yang langsung menuju ke arah sayapnya.

“Haha, tak ada yang sehebat sayap milikku Hyukjae.” Kataku mencemooh. Ya selain aku memiliki gelar Prince of Evil, aku juga di beri hadiah sayap hitam pekat yang menambah ketampananku. Aku tak bangga memiliki sayap ini, karna warna hitamnya menyulitkanku untuk menambah kepingan jiwa.

“Arraseo, kau lah iblis tertampan dan mungkin jika kau sudah menjadi manusia kau akan tetap tampan Kyuhyun-ssi.”

Aku tersenyum kecut mendengarnya. Aku tak peduli jika nanti di dunia manusia aku tak menjadi manusia yang sempurna. Karna bagiku merasakan kehidupan manusia itu sudah lebih dari cukup.

“Kau tak mencabut nyawa pria itu? Kasian sekali dia terus mengerang kesakitan.” Tanya Hyuk Jae sambil menatap pria yang tubuhnya bersimbah darah akibat tusukan benda tajam.

“Aku justru sedang membantunya.”

“Maksudmu?” tanyanya lagi, ku lihat keningnya mengkerut heran.

“Cih, begitu saja tak mengerti. Neraka akan jauh lebih menyakitkan di bandingkan rasa sakit yang ia rasakan sekarang.” Jawabku sinis, lalu sebuah sinar hitam keluar dari tangan kiriku seiring tercabutnya nyawa pria itu. Sangat mudahkan? Ya bagi kami yang memiliki gelar Prince of Evil, mencabut nyawa mereka sangat mudah. Kami hanya perlu mengucapkan mantra yang di berikan lalu jiwanya akan langsung pergi ke neraka. Tapi yang paling menjijikan adalah kami harus melihat bagaimana cara mereka mati.

“Aish, kau ini benar-benar. Mencabut nyawa tidak sesuai jadwal akan mengurangi esensi dari kepingan jiwa. Kau tahu itu kan?” tukasnya sengit. Aku pun hanya mengangkat bahuku seolah tak peduli.

“Sudahlah, aku harus mencabut nyawa yang lain!” serunya lalu mengepakkan sayapnya entah kemana.

“Hhh dasar iblis tengik menggangguku saja!” seruku balik tapi ku yakin ia tak mendengarnya.

Aku mengeluarkan sayapku lalu mengibaskannya lebar-lebar. Sejenak aku memandang kehebohan yang terjadi di depan rumah megah itu. Hhh dasar manusia-manusia jahat, aku sangat yakin manusia yang tinggal di rumah itu adalah manusia yang lebih kejam daripada iblis.

Hhh. Kenapa semua yang ku jemput berhati busuk?

“Apa boleh aku menyentuhmu?”

Suara pelan itu datang seiring dengan rasa hangat yang menjalar melalui tangan kiriku. Seseorang lebih tepatnya gadis kecil menggenggam tanganku dengan lembut.

Dia bisa melihatku.

“Aku benar-benar bisa menyentuh kakak.” Katanya lagi sambil tersenyum riang, mata bulatnya menyiratkan kegembiraan.

“Kau… kau bisa melihatku?” tanyaku memberanikan diri bertanya pada gadis kecil itu. Baru kali ini aku merasakan sentuhan hangat dari manusia dan rasanya begitu menyenangkan.

“Tentu saja. Tapi baru kali ini aku bisa menyentuhmu. Kakak pasti bukan orang biasa. Bicara pun baru pertama kali. Hehe kakak kaget ya?”

Aku tak menjawab pertanyaan gadis itu. Hanya termangu melihat keberaniannya. Apakah ia tak tahu bahwa aku iblis?

“Ha Kyo-ah sedang apa di sini? Ayo cepat masuk ke dalam dan tutup jendela kamarmu. Ada banyak kejadian di depan rumah ini dan mungkin akan timbul keributan. Kau harus cepat tidur.” Seru sebuah suara dari seorang nenek tua yang muncul dari balik pintu kamar gadis kecil itu. Ya, aku kini tengah berada di udara dan tepat di depan jendela kamarnya yang terbuka.

“Ya, sebentar lagi.” Jawab gadis itu lalu menoleh lagi ke arahku.

“Nenek tadi pembantu di rumah ini?” tanyaku setelah nenek itu sudah hilang di balik pintu.

“Ne, oppa.”

Aku tersenyum dingin lalu berbicara perlahan pada gadis itu.

“Kalau begitu, sebagai hadiah karena menemukanku. Aku akan memberitahumu sesuatu. Umur pemilik rumah ini takkan lama lagi. Katakan pada nenek itu untuk mencari pekerjaan baru.”

Gadis itu membeku, namun sedetik kemudian ia bertanya.

“Apa maksud oppa?”

“Dia akan segera mati dan akan masuk ke dalam neraka.” Jawabku ringan masih dengan senyum dingin menghiasi wajahku.

“Kenapa? Tuan adalah orang baik. Dialah yang memberi kami tempat tinggal. Kau tidak boleh mengatakan dia akan mati!” seru gadis itu padaku dan membuatku kaget. Aku menatap tajam ke arah matanya yang bulat. Tak ada ketakutan di sana melainkan sorot mata yakin saat mengucapkan kata-kata yang di lontarkannya.

“Seseorang yang mati di depan rumah ini adalah musuh Tuan pemiliki rumah ini. Ia sengaja membunuh dirinya agar tuanmu di tuduh menjadi pelakunya. Entah berapa banyak orang yang telah di bunuh oleh tuanmu itu. Orang-orang yang mati menuntut penyelesaian nasib mereka. Takdir bagi orang-orang jahat telah di tentukan. Dia takkan bertahan sampai musim semi tahun depan. Sebaiknya kau segera bersiap-siap untuk keluar.” Jelasku panjang lebar, aku yakin sekali meskipun ia masih kecil tapi ia mengerti maksud dari ucapanku.

“Selamat tinggal…”

“Chankaman!” serunya, aku menoleh lagi kerahnya.

“Bagaimana kalu dia jadi orang baik? Apakah tuan tidak perlu mati?” tanyanya penuh keyakinan. Membuatku yang bahkan seorang iblis merasakan getar hebat di seluruh tubuhku.

Nama gadis kecil itu adalah Shin Ha Kyo.

Dialah satu-satunya gadis yang bisa menyentuhku.

Chapter II #Wish from Heaven#

Akhir-akhir ini aku sering sekali mengunjungi gadis kecil itu. Entah mengapa berbicara dengan gadis itu membuatku merasakan kehangatan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Seperti sekarang ini aku tengah memperhatikan sosok gadis kecil itu yang tengah bermain di pekarangan rumah.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku ketika nenek yang sedang menemaninya bermain masuk kedalam rumah.

“Menanam akar umbi tulip. Aku mendapatkannya dari guru sekolahku.” Jawabnya riang tanpa menoleh, sibuk dengan tanah dan bibit tanaman yang di pegangnya.

“Ini kan bukan musimnya.”

“Habis, aku tak pernah melihat bunga di rumah ini. Nenek bilang tidak ada orang jahat yang menyukai bunga. Karena itu aku ingin memberi bunga ini untuk tuan.”

Aku tersenyum kecut mendengar ucapan gadis itu. Mana mungkin hanya dengan bunga seseorang yang tadinya jahat bisa menjadi baik.

“HEI! APA YANG KAU LAKUKAN DI HALAMANKU?!” teriak sebuah suara membuat Ha Kyo menoleh kaget. Nenek tua yang tadi menemani Ha Kyo bermain berlari menuju Ha Kyo dan langsung memeluknya.

“Maaf Tuan Lee, tolong maafkan dia.” Ucap Nenek itu sambil membungkukkan badan berulang kali ke arah pria tua yang berdiri di hadapan mereka dengan wajah marah tertahan.

“Sudah kubilang, jangan biarkan anak-anak bermain di depanku!” teriaknya lagi.

“Tapi akar umbinya…” ucap Ha Kyo lemah.

“Akar umbi?! Ini akar umbi untuk menumbuhkan bunga kan?! Kau pikir bisa menumbuhkannya?! BUANG!” Pria tua itu berteriak keras lalu menghempaskan bibit umbi milik Ha Kyo ke tanah. Ingin sekali rasanya aku segera mencabut nyawanya tapi itu tak mungkin aku lakukan. Aku bisa lenyap saat itu juga.

“Nenek Shin aku akan keluar! Dan jangan biarkan hal ini terjadi lagi!”

“Ba..baik tuan.” Jawab nenek lemah.

Aku menoleh ke arah Ha Kyo yang tengah memungut umbi tadi. Aku dapat melihat air matanya meluncur mulus di pipi mungilnya.

“Kenapa kau begitu ingin menolongnya? Kau tidak perlu berbuat apapun untuk kakek itu. Kenapa kau tak biarkan saja dia mati?” tanyaku dingin.

“Omma dan appaku sudah meninggal, karna itu aku tidak bisa tinggal diam. Aku tak bisa membiarkan tuan atau siapapun juga mati!” serunya dengan wajah bersimbah air mata dan langsung berlari menjauhiku.

Pada usianya ini, dia sudah memahami kematian.

Dia hanya tahu bahwa dia takkan bisa bertemu dengan seseorang yang sudah mati.

Itulah kepedihan yang melekat pada dirinya.

“Jadi gadis itu yang bisa melihat setan? Berarti dia juga bisa melihat Elf?”

Aku menoleh ke arah sumber suara dan ternyata Elf bernama Leeteuk tengah terbang di sampingku. Dia dulu adalah seorang iblis, dan ia juga mantan Prince of Evil. Ia berhasil mendapatkan kepingan jiwanya lalu hidup di dunia manusia. Karna kebaikan hatinya selama hidup di dunia, ia diangkat menjadi pimpinan Elf dan sekarang akhir-akhir ini ia sering sekali muncul di hadapanku.

“Aku lebih suka kau memakai kata iblis daripada setan. Itu lebih terdengar keren.” Sahutku dingin.

“Ya, Kyuhyun-ah aku hanya bercanda. Kau IBLIS.”

Aku mendengus kesal. Dasar Elf sialan, dia selalu saja meledekku dan aku tak bisa melawannya. Karna jujur saja ia adalah Prince of Evil yang sangat aku kagumi meskipun sekarang dia seorang Elf.

“Kau bisa menumbuhkan bunga kan?” tanyaku padanya karna tiba-tiba sebuah ide muncul di benakku.

“Ye, aku bisa. Waeyo?” dia mendelik ke arahku curiga.

“Aish kenapa kau harus meminta tolong padamu.” Tukasku kesal, tapi tak ada pilihan lain.

“Teuki, bisakah kau menumbuhkan bunga yang di tanam gadis itu?”

Pada awal musim panas, bunga tulip tumbuh bukan pada musimnya di sebuah halaman.

Bunga bermekaran menghiasi halaman di bawah teriknya sinar matahari.

Keajaiban selalu datang dari mereka yang memiliki harapan.

Chapter III #Flower than Money#

“Tuan! Tuan!” teriak Ha Kyo sambil membawa seikat bunga tulip yang ia petik dari halaman. Aku memandangnya sambil tersenyum kecil, merasa hangat menyusupi bagian dadaku.

“Tulipnya! Tulipnya tumbuh! Aku ingin memberikannya pada tuan!” seru Ha Kyo ke arah tuan Lee sambil menyodorkan bunga tulip yang di bawanya.

“Ya, sudah. Terima kasih.” Ucap kakek itu lalu mengambil bunga dari tangan Ha Kyo.

Aku melihat semburat kebahagiaan muncul di wajah gadis itu. Ia pun berlari lagi ke arah halaman lalu mengambil bibit bunga yang di milikinya. Ia mempunyai banyak sekali bibit bunga.

“Selanjutnya aku akan menanam bunga matahari!” serunya riang lalu mulai menanam.

“Ya, sudah ku bilang jangan berbuat seenakmu!” teriak kakek itu sambil menghampiri Ha Kyo.

“Aku punya banyak bibit bunga. Memangnya tuan benci bunga matahari?” tanya Ha Kyo polos. Entah bisikan darimana, kakek itu ikut berjongkok di samping Ha Kyo lalu mulai membantunya menanam bibit bunga itu.

“Sini, bukan begitu caranya menanamnya! Sinar matahari adalah nyawa bagi bunga ini. Jaraknya harus di buat lebih jarang.” Ucap kakek itu.

“Tuan tahu soal ini?” tanya Ha Kyo mewakili keherananku.

“Tentu saja. Aku ini anak keluarga petani. Sial! Aku harus membeli tanah yang subur.”

Aku menoleh ke arah Ha Kyo dan mendapati wajah mungil itu tertawa melihat kakek itu sibuk menanam bibit bunga. Tuhan, kau menciptakan manusia sebaik dia.

Di halaman yang gersang itu, secara perlahan bunga-bunga pun mulai tumbuh bermekaran.

“Apa kau suka uang?” tanya kakek itu pada Ha Kyo. Cih, pertanyaan macam apa itu?

“Uang?”

“Ne, uang. Dengan uang kau bisa membeli apapun. Kau tahu , namaku bukanlah nama asli. Aku membeli identitas orang lain. Dulu aku banyak berbuat jahat. Aku bahkan mengubah wajahku. Dengan uang segalanya bisa dilakukan. Mungkin karna itulah hidupku tidak bahagia.” Ucap kakek itu pelan. Matanya memandang kosong ke arah tanah.

“Tuan…. aku, lebih suka bunga daripada uang.” Jawab Ha Kyo ringan dan ku lihat wajah kakek itu tersenyum tulus dan bahagia untuk pertama kalinya.

Aku lebih suka bunga daripada uang.

Hmm. Aku tak tak tahu kata-kata yang lebih indah daripada itu.

Chapter IV #Life Can Changed#

Aku memperhatikan Ha Kyo yang tengah berjalan di trotoar. Ia baru saja pulang dari sekolahnya. Entah mengapa hari ini aku ingin sekali bertemu dengan gadis kecil ini. Ia bersenandung pelan di sepanjang jalan, tak peduli beberapa anak seumurannya menatap dia aneh.

“Mereka memang selalu seperti itu.” Katanya pelan seolah bisa membaca pikiranku.

“Aku tidak mempunyai teman di sekolah. Mereka menjauhiku, dan mereka sering kali menyebutku gadis aneh.” Lanjutnya lagi membuatku terkesiap.

“Jadi kau kesepian?” tanyaku lagi. Kini aku tidak menggunakan sayapku untuk terbang. Melainkan berjalan di samping Ha Kyo seolah aku ini manusia.

“Anni. Aku tidak pernah merasa kesepian. Aku selalu bisa mendengar suara bisikan pohon dan bunga. Selain itu aku juga bertemu dengan oppa. Aku tidak sendirian. Iya kan?” jawabnya polos. Aku berhenti berjalan dan menahan tangan kecilnya, lalu memandangnya tepat di kedua matanya yang indah.

“Ha Kyo-ah, kau tahu kau adalah manusia berhati malaikat yang pertama kali ku temui. Aku selalu berharap bisa bertemu denganmu lagi suatu saat nanti.” Kataku sambil tersenyum tulus.

“Mengapa harus nanti oppa? Bukankah kita sudah bertemu? Aku pasti tidak akan melupakan oppa.” Serunya riang. Sinar matanya mengkilat bercahaya, membuatku merasakan perasaan hangat dari gadis kecil ini.

“Agashi…” panggil seseorang dan membuat kami berdua menoleh. Tentu saja ia hanya bisa melihat Ha Kyo tidak denganku.

“Kau sedang apa? Kakak akan mengajakmu ke tempat yang menyenangkan.” Kata pria itu lagi sambil menarik tangan Ha Kyo dengan kasar. Aku menyadari bahwa pria ini ingin melakukan sesuatu yang buruk pada Ha Kyo. Tapi aku sama sekali bingung harus berbuat apa, karna iblis tidak di perkenankan untuk membantu manusia.

“Tidak. Aku tidak mengenalmu.” Jawab Ha Kyo penuh ketakutan.

“Ayo ikut!” bentak pria itu padanya sambil terus menarik tangan Ha Kyo dengan kasar.

Sial! Apa yang harus ku lakukan?

“Lepaskan! Oppa tolong aku! Kumohon!” teriak Ha Kyo lagi.

Argh! Sial! Tidak ada pilihan lain.

Aku berdiri di belakang Ha Kyo lalu mengucapkan sebuah mantra. Saat itu juga sebuah sayap hitam keluar dari tubuh Ha Kyo yang mungil. Memperlihatkan kekejamanku sebagai iblis, aku tak ada pilihan lain selain merasuki tubuh Ha Kyo dengan sebagian tubuhku.

“Gyaaa!” pria itu berteriak dengan kencang lalu lari dengan tergesa-gesa. Meninggalkan Ha Kyo tanpa sedikitpun menoleh lagi ke arahnya.

Cih, intuisinya peka sekali.

Aku menarik lagi sebagian tubuhku dari Ha Kyo. Tenagaku benar-benar habis untuk merasuki jiwa murni seperti Ha Kyo. Kami para iblis di beri kekuatan untuk merasuki tubuh manusia agar mereka jatuh ke dalam pelukan iblis. Tapi jiwa Ha Kyo begitu murni sehingga aku membutuhkan seluruh tenagaku untuk merasukinya. Aku hampir saja mati jika saja aku terlambat menarik tubuhku.

“Oppa, gwenchana? Kau pucat.” Tanya Ha Kyo padaku sambil meraba keningku. Merasukinya sama saja dengan bunuh diri.

“Gwenchana. Kau lebih baik pulang sekarang. Sepertinya ada yang ingin kau lenyap dari dunia ini.” Kataku pelan. Argh. Sepertinya aku mulai melemah. Aku harus mengorbankan satu lagi kepingan jiwaku.

“Ne, oppa.” Jawabnya lalu segera berlari menuju rumahnya.

Argh. Kenapa ada seseorang yang ingin melukai gadis kecil itu. Apa manusia tidak bisa membedakan mana yang harus di bunuh dan mana yang tidak.

“Hei, hei. Sepertinya kau sangat menyayangi anak itu.”

Suara itu lagi. Pasti itu Leeteuk.

“Jangan ikut campur urusanku.” Tukasku sengit.

“Menjadi urusanku karna kau berusaha merasuki jiwa murni seperti dia.”

Aku terdiam mendengar perkataan Leeteuk. Sebenarnya ia bisa saja membuatku lenyap karna merasuki jiwa murni. Sebagai pimpinan Elf ia mempunyai hak untuk melenyapkan iblis yang merasuki jiwa murni. Karna sejujurnya kami hanya di perbolehkan merasuki manusia yang jiwanya sudah terkontaminasi.

“Aku hanya merasukinya sebagian. Dan itupun untuk menolongnya dari pria jahat.”

“Apapun alasanmu, kau tak berhak merasukinya.”

“Argh. Arasseo.” Kataku lagi. Aku mengucapkan sebuah mantra lagi dan sebuah bola kecil berwarna putih muncul di hadapanku.

“Sudah yang keberapa kau menelan kembali kepingan jiwamu?” tanya Leeteuk padaku saat aku menelan bola itu perlahan dan dengan cepat tenagaku kembali lagi.

“Kedua kalinya. Waeyo?” aku balik bertanya.

“Untuk siapa pertama kalinya?” leeteuk malah bertanya kembali.

“Aish… kau ini. Untuk Lee Donghae. Aku memberikannya pada Lee Donghae sebelum dia lenyap. Ku pikir itu akan menolongnya, tapi ternyata tidak. Padahal jika kita menelan kepingan jiwa dari iblis lain, kekuatan kita akan berlipat ganda. Tapi ternyata itu semua omong kosong.” Jawabku sinis.

“Haha tentu saja tidak berguna, dia menampakkan wujudnya di depan manusia. Tapi kau tahu, dia mendapatkan prestisi besar dari raja Elf.”

“Eh, jinja? Apa itu?” tanyaku penasaran.

“Dia menjadi manusia tanpa harus susah-susah menjadi Prince of Evil.” Kata Leeteuk pelan tapi sukses membuatku kaget.

“Mwo? Bagaimana mungkin? Dia hanya iblis biasa, bahkan dia tidak memiliki kepingan jiwa!” seruku keras, merasa tidak adil atas apa yang di dapatkan Lee Donghae. Memang, dia lenyap karna menyelamatkan seorang gadis, tapi bukan berarti dia bisa semudah itu menjadi manusia.

“Dia memiliki kepingan jiwa yang sempurna. Bahkan lebih sempurna dari kepingan jiwamu.”

“Maksudmu?” tanyaku semakin tak paham.

“Dia mencintai gadis itu. Suatu perasaan yang sama sekali tidak di miliki iblis sepertimu. Bahkan aku sangsi denganmu, meskipun kau memiliki kepingan jiwa belum tentu kau bisa mencintai seseorang dengan tulus seperti Donghae.”jelas Leeteuk dan aku hanya bisa diam mendengarnya.

Ya, dia benar. Donghae lebih manusiawi daripada aku yang hampir lengkap kepingan jiwanya. Donghae bisa menangis tanpa harus memiliki kepingan jiwa. Aku sendiri bingung mengapa ia bisa menjadi iblis. Haha. Dunia ini lucu sekali.

“Kyuhyun-ah…” panggil Leeteuk pelan.

“Mwo?”

“Kehidupan manusia bisa berubah. Begitu juga dengan kita. Sekalipun kau iblis, kehidupanmu bisa berubah.” Ucapnya tegas lalu terbang ke langit sambil mengepakkan sayap putihnya yang bersinar indah.

Tertawalah jika kau merasa hal itu lucu.

Menangislah jika kau merasa hatimu begitu sakit.

Karna dua hal itulah kau akan terlihat lebih manusiawi sekalipun kau iblis.

Chapter V #The Destiny#

Aku menggertakkan gigiku dengan tak sabar, kemarahan itu tiba-tiba saja muncul setelah mendengar bahwa ada musuh dari tuan Ha Kyo yang ingin membunuh gadis kecil itu. Entah dorongan dari mana aku ingin mencari tahu penyebab di ganggunya Ha Kyo lusa kemarin. Dan ternyata benar, musuh kakek tua sialan itu ingin menghabisi nyawa Ha Kyo karna Ha Kyo akan menjadi pewaris tunggal dari semua kekayaan kakek tua itu.

“Manusia benar-benar serakah!” umpatku keras merasa frustasi karna bingung apa yang harus ku lakukan.

“Ck.ck.ck. Kyuhyun-ssi jika manusia serakah kenapa kau ingin menjadi manusia?”

Aku menoleh ke arah sumber suara. Lee Hyukjae. Aku melirik ke arah sayapnya yang kini benar-benar memudar, bahkan nyaris berwarna putih seperti Elf. Hanya pakaiannya saja yang menandakan dia seorang iblis.

“Kau tak perlu tahu alasannya.” Jawabku sengit, merasa terganggu dengan ketenanganku yang di usiknya.

“Ah, arraseo. Bagaimana gadis kecil itu?” tanyanya membuat mataku mendelik, darimana seorang Hyuk Jae tahu aku sedang berurusan dengan gadis kecil itu.

“Semua kaum iblis dan kaum Elf tahu hal ini. Kau bahkan sekarang benar-benar populer karna berusaha menyelamatkan gadis kecil itu.” Lanjutnya lagi seolah bisa membaca pikiranku. Ah, lebih tepatnya melihat isi kepalaku karna ia di anugerahi dengan pembaca pikiran.

“Gadis itu tak pantas mati muda.” Kataku lirih, entah mengapa ada rasa getir yang menyusup di dadaku.

“Kau sepertinya menyayangi gadis kecil itu. Hei Kyuhyun-ssi, dia itu baru berumur 9 tahun. Mana mungkin kakek-kakek sepertimu memiliki perasaan terhadap anak kecil?” katanya meledekku. Penggunaan kakek-kakek yang ia katakan seperti berusaha menyadarkan diriku yang memang sudah menjadi iblis selama berabad-abad.

“Bisa tidak kau pergi dari sini? Kau menggangguku.” Tukasku kasar. Jujur saja perkataannya itu membuatku muak. Justru karna itulah aku ingin menjadi manusia, merasakan sakit dan kematian. Tidak seperti iblis yang langsung lenyap dan jiwanya kembali lagi ke api neraka. Hah! Menjijikkan!

“Ya! Kau berani sekali mengusirku. Dasar iblis dingin!” seru Hyuk Jae.

“Kau, berapa lama lagi kau bisa menjadi manusia?” tanyaku mengalihkan pembicaraan, dan jujur saja kemajuan Hyuk Jae meningkat pesat.

“Ah, itu… satu kali lagi.”

“Maksudmu?” tanyaku lagi, merasa kurang mengerti dengan jawabannya.

“Aku hanya tinggal menangani satu lagi kematian, dan itu di jadwalkan hari ini.” Jawabnya lirih.

“Haha, jadi kau ke sini untuk menyampaikan perpisahan padaku. Chukkae Eunhyuk-ssi.” Kataku dengan malas, tapi melihat kepalanya yang menggeleng lemah membuatku mengernyit heran.

“Waeyo?”

“Aku akan bertemu denganmu lagi nanti. Bahkan tidak lama lagi setelah aku menjadi manusia, kau akan lahir menjadi manusia juga.” Katanya pelan membuatku terkejut, seketika itu juga sayapku berkibar lebar di hadapannya.

“Haha, kau selalu mengepakkan sayapmu ketika kaget Kyuhyun-ssi.” Ejeknya padaku dan aku langsung menarik lagi sayapku. Aneh memang, tapi sayapku ini seperti hidup sendiri.

“Darimana kau tahu? Aku bisa menjadi manusia?”

“Takdir, takdirmu itu menjadi manusia Kyuhyun-ssi. Kau adalah iblis terhebat.”

Aku semakin tidak mengerti dengan ucapannya. Ia bilang takdirku adalah manusia, tapi ia juga mengatakan aku iblis terhebat. Apa maksudnya?

“Jangan membuatku bingung.” Kataku dingin, memperlihatkan kekejamanku yang selama ini di takuti oleh iblis-iblis biasa bahkan yang sudah mendapat gelar Prince of Evil sekalipun.

“Iblis pintar sepertimu pasti mengerti. Ah, sudah jadwalnya. Sampai jumpa Kyuhyun-ssi, kita bertemu di dunia manusia!” serunya sambil tersenyum licik ke arahku lalu langsung terbang ke langit yang luas!

“Cih! Sampai jumpa monyet bodoh!”

Aku terhenyak kembali dan merenung. Aku sama sekali tidak mengerti ucapan Iblis satu itu. Jika takdirku menjadi manusia, mengapa aku harus di jadikan iblis terlebih dahulu? Hah! Semakin memikirkannya semakin membuatku gila!

Aku memutuskan untuk menemui Ha Kyo daripada bingung memikirkan perkataan Hyuk Jae. Dan keputusanku sangat tepat, karna melihat gadis kecil itu sedang tersenyum melihat bunga membuat perasaan hangat itu timbul lagi dengan cepat.

“Masih mencoba menanam?” tanyaku pada Ha Kyo dan ia sedikit kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba.

“Ah, ne oppa. Aku suka sekali melihat bunga bermekaran di sini.” Jawab Ha Kyo polos dan entah mengapa tubuhku seperti menerima sengatan listrik melihat wajahnya. Ah, sial. Ada apa denganku?

“Oppa, aku tiba-tiba saja merindukan tuan Lee.” Kata Ha Kyo lirih.

Aku terdiam. Sekarang sudah awal musim semi dan artinya tidak lama lagi kakek tua itu akan mati dan masuk neraka.

“Aku, sudahkah aku membuatnya menjadi orang baik oppa?” tanyanya pelan namun sukses membuatku terhenyak hebat.

“Oppa, jawab aku. Kau pasti tahu kan?”

“Aku hanya mengetahui kematian orang jahat.” Jawabku dengan nada tegas yang di paksakan.

Aku melirik ke arah Ha Kyo dan mendapati wajahnya tiba-tiba berubah menjadi murung. Melihat itu membuatku ingin sekali mengutuk diriku sendiri. Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu.

Aku mengalihkan pandanganku dari wajah Ha Kyo ke arah lain dan menjauh dari jangkauannya. Aku benar-benar tak ingin melihatnya seperti ini namun aku juga bingung harus bagaimana menghiburnya, karna iblis tidak bisa membuat orang ceria.

Tiba-tiba Aku menangkap sesosok pria yang memakai jaket hitam serta topi dan kacamata hitam. Gerak-geriknya sangat mencurigakan dan ia seperti mengenggam sesuatu di balik jaketnya.

Mungkinkah…

“Kyuhyun-ssi…” panggil seseorang dan aku menoleh. Lagi-lagi Leeteuk terbang di sampingku sambil menggenggam daftar kematian di tangannya.

“Kau… sedang apa?” tanyaku pelan, ketakutan menyusup ke dadaku.

“Melakukan tugasku. Akan ada orang baik yang mati di sini.” Jawabnya tersenyum sedih.

Tidak.tidak mungkin. Tidak boleh. Gadis kecil itu…

Aku langsung mengeluarkan sayapku dan mengepakkannya lebar-lebar, dan saat itulah pria berjaket tadi berlari sambil mengeluarkan sebuah pistol dan mengacungkannya ke arah Ha Kyo yang tengah berdiri di hadapan bunga-bunga indah itu.

Tidak. Ku mohon jangan dia. Jangan membunuhnya. Tuhan, Tuhan apa yang harus ku lakukan? Dia tak pantas mati, dia masih berhak untuk merasakan ciptaanMu. Ku mohon-ku mohon.

“HENTIKAN!!!!!” teriakku di depan pria itu dan menampakkan wujudku di hadapannya. Sayapku berkibar dengan kuat, memperlihatkan semua kemarahanku yang tak mampu kutahan.

“KAU, MANUSIA SERAKAH. TIDAK PANTAS UNTUK HIDUP!” teriakku lagi, aku bisa merasakan tubuhku mulai terbakar dan mulai terlihat transparan.

“Jiwamu akan masuk ke neraka. Itulah yang akan kau terima dari keserakahanmu.” Kataku lagi dan mengucapkan sebuah mantra sebelum aku benar-benar menghilang, pria itu pun menembak dirinya sendiri dengan pistol yang di bawanya.

“Ha Kyo-ah semoga Tuhan menjadikanmu malaikatku.” Bisikku lirih dan terakhir yang ku dengar hanya jeritan dari seorang gadis kecil yang ku cintai. Shin Ha Kyo.

Chapter VI #Love is Life# {Leeteuk POV}[Ending]

Aku hanya bisa menatap dalam diam ketika Kyuhyun menghampiri gadis kecil yang terlihat ketakutan saat pria berjaket itu berlari ke arahnya. Kau mungkin bingung mengapa aku tak mencegah Kyuhyun yang menolong gadis kecil itu, padahal aku adalah Elf dan sudah seharusnya aku memperingatkan dia.

Cho Kyuhyun. Dialah iblis terhebat setelah masaku. Iblis yang tercipta karena kecerobohan raja Elf. Ya, dia bukanlah seorang iblis. Takdirnya adalah seorang manusia, namun karena kecerobohan raja Elf ia malah terlahir sebagai iblis. Ku pikir awalnya ia akan menjadi iblis biasa yang tidak mempunyai kekuatan lebih apapun. Tapi ternyata aku salah, ia menjadi iblis yang sangat di hormati karena mahirnya ia membawa manusia jahat ke dalam neraka. Ia di anugerahi kekuatan untuk menarik manusia jahat ke pelukannya. Gelar Prince of Evil yang di terimanya membuat ia semakin berkeinginan menjadi manusia. Ia dan Hyuk Jae, dua iblis yang selalu memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu yang ingin di raih.

Dan sekarang, ketika Kyuhyun mempertaruhkan nyawanya untuk seorang gadis kecil, aku hanya bisa menangis dan diam. Takdirnya sebagai manusia mengharuskannya lenyap sebagai iblis. Ya, ia takkan kembali ke neraka. Ia akan langsung terlahir sebagai manusia karena cintanya terhadap gadis kecil itu. Cintanya terhadap jiwa murni yang seharusnya Elf lah yang menjaganya, bukan seorang iblis seperti Kyuhyun. Dia mempertaruhkan semua yang ia miliki. Ia tak keberatan untuk lenyap padahal impiannya adalah menjadi manusia dengan mengumpulkan kepingan jiwa secara utuh. Ia korbankan seluruh kepingan jiwanya hanya untuk seorang gadis kecil yang bahkan tidak akan mengingatnya ketika ia beranjak dewasa. Karna kekuatan untuk melihat kaum iblis dan kaum Elf akan hilang jika manusia sudah menginjak usia 13 tahun.

Aku kembali memandang kertas kematian yang berada di genggamanku. Di kertas tertera nama gadis itu dan waktu kematiannya. Ya, seharusnya memang gadis itu yang mati, tapi pengorbanan Kyuhyun membuatnya tetap hidup. Dan ketika Kyuhyun lenyap, kertas itu juga lenyap dari tanganku.

Kyuhyun-ssi, selamat karna kau berhasil menjadi manusia.

Maybe my love for you no more than a dim candle light shines in the midst of thousands of other bright light.
B
ut let the light was still burning in your heart, because one day my light will shine more brightly when other light goes out.

Because Love is Life.

To Be Con…

note : oke, haha selamat membaca readers. semoga suka dan jangan lupa kritik dan sarannya di tunggu yaa… gomawo. *bow*