Title : Dark from Heaven

Length : 2 0f 4

Backsound : In Heaven – JYJ

Cast :  Cho Kyuhyun, Leeteuk, Lee Hyukjae, Lee Donghae, Shin Mirrelle (OC)

Jika dunia bisa melihatku
Jika dunia bisa meraihku
Hal apa yang harus ku berikan pada mereka?
Cinta, simpati atau sebuah kematian…

Chapter I #Living Twice#

Aku terkesiap, merasakan seluruh tubuhku sakit luar biasa. Aku tak bisa bergerak bahkan aku nyaris tidak bisa bernafas. Rasanya seluruh paru-paruku merasa kosong tanpa oksigen. Aku merasakan tubuhku terbakar dan aku sama sekali tidak bisa meneriakkan rasa sakitku. Aku merasa jiwaku lepas dari ragaku. Tidak. Aku bahkan seharusnya tidak memiliki jiwa. Aku seorang iblis. Seharusnya aku musnah, tapi mengapa aku merasakan sakit. Tidak. Apa yang terjadi?

“Kyuhyun-ah, kau sudah sadar?” tanya seseorang padaku.
Suara-suara bising mulai menghinggapi telingaku. Mencoba mendengarkan secara seksama setiap kata yang mereka ucapkan padaku. Aku ingin membuka mata namun entah mengapa sulit rasanya untuk benar-benar melihat. Aku merasa tidur selama berabad-abad.

“Kyu, bicaralah jika kau memang sudah sadar.” Kata seseorang lagi dan entah mengapa aku merasa suara itu begitu familiar di telingaku.

Aku membuka mataku secara perlahan lalu mencoba menggerakkan tanganku. Rasanya begitu menyakitkan dan sangat sulit. Aku terus berusaha untuk bangun hingga sebuah rasa hangat menyapu tanganku. Tangan manusia.

“Hyung, dia sudah sadar. Dia bisa menggerakkan tangannya.” Kata seseorang lagi dengan nada yang begitu gembira. Entah mengapa rasa rindu tiba-tiba menyelimuti hatiku. Aku ingin melihat dengan jelas.

“Kyu…”

Aku menajamkan penglihatanku dan menatap seseorang yang baru saja memanggilku. Seorang pria dengan rambut berwarna keemasan serta satu lesung pipi sebelah kiri tersenyum padaku dengan lembut. Dan saat itulah aku sadari siapa dia, Leeteuk. Tubuhku bergetar hebat, jari-jemariku terasa lemas menahan kekagetanku. Aku meraba punggungku dan tak menemukan sayapku di sana. Aku benar-benar seperti orang bingung sekarang. Mungkinkah aku…

“Selamat Kyu, kau berhasil. Secara perlahan kau akan mendapatkan semua kenangan dari pria yang kau gantikan jiwanya ini.” Bisik Leeteuk padaku. Ia memelukku dan sukses membuatku kaget dan hampir saja meloncat kegirangan.

“Aku manusia?” tanyaku lirih di sela pelukannya.

“Ya, dan kau adalah bagian dari kami.” Jawabnya pelan lalu melepas pelukannya dari tubuhku. Dia, tidak. Mereka tersenyum ke arahku.

***

Hari ini tepat lima bulan setelah aku sadar dari raga manusia ini. Namaku tetap Cho Kyuhyun dan kau tau, ternyata aku adalah member dari sebuah grup terkenal di Korea Selatan. Super Junior. Aku tak menyangka akan menjadi manusia yang di beri berkah suara indah. Terlebih lagi aku di berikan sebuah keluarga yang begitu menyayangiku. Teuki bilang padaku bahwa ingatan manusia ini akan hinggap di pikiranku dan ternyata itu memang benar. Karena secara perlahan aku mulai mengetahui siapa saja orang-orang yang di dekatku serta kenangan yang ku miliki bersama mereka. Teuki juga mengatakan hanya aku dan dirinya yang akan tetap mengingat kenangan sebagai seorang iblis sedangkan Donghae dan Hyuk Jae tidak memiliki ingatan ketika mereka menjadi iblis. Di dunia ini sangat sempit bukan?

Seperti yang di katakan Hyuk Jae, kami bertemu kembali di kehidupan manusia.
Aku berusaha menanyakan alasannya tapi Teuki sama sekali tidak memberitahu, ia hanya mengatakan agar aku hidup dengan baik dan memanfaatkan waktuku di dunia dengan sebaik mungkin. Teuki bilang transformasiku termasuk lama ketika menjadi manusia. Waktu di dunia iblis tidak sama dengan waktu di dunia manusia.

Aku sebenarnya sedikit heran karena Teuki di izinkan terlahir kembali menjadi manusia. Aku lagi-lagi menanyakan alasanya tapi ia hanya menjawab untuk menjagaku, Donghae dan Hyuk Jae. Hhh jawaban yang benar-benar menyentuh dan mungkin jika Donghae tahu ia akan menangis, mengingat ia yang paling banjir air mata ketika melihatku sadar dari kematian semu.

“Kyu, kau sudah siap kembali ke atas panggung?” tanya Teuki padaku.

“Ne, hyung. Aku sangat merindukan teriakkan para Elf.” Jawabku mantab.

Meskipun aku tahu bahwa aku bukanlah jiwa dari raga ini tapi entah mengapa menyanyi adalah hal terindah yang ku miliki.

“Baguslah…. Kau menggunakan hari-harimu dengan baik.” Ucapnya lagi lalu menepuk punggungku pelan sebelum naik ke atas panggung.

Dan di sinilah aku berada, diantara ribuan Elf yang mencintai aku, mencintai kami.

Chapter II #Finding Love# [3 Years Later]

Pernahkah kau melihat malaikat? Jika kau bertanya padaku, aku akan menjawab pernah. Karena Elf adalah ribuan malaikat yang mencintai kami apa adanya. Mendukung kami ketika kami terjatuh dan selalu peduli dengan semua kerja keras kami. Mereka tak pernah marah jika kami tak menang dalam suatu acara musik, mereka tetap berteriak memanggil nama kami di saat kami menangis dan merasa bersalah. Mereka bagiku bahkan lebih dari sekedar Elf.

Malaikat ataupun iblis, aku tak tahu bagaimana mendeskripsikan sesosok gadis yang baru saja ku temui di koridor apartement. Wajahnya yang dingin menyiratkan sebuah ketertarikan yang begitu mempesona, sama seperti iblis yang selalu memperlihatkan kecantikan yang angkuh. Gayanya yang anggun menandakan ia bukan gadis sembarangan dan aku yakin jika ia seorang Malaikat pastilah ia akan menjadi ratu daripada malaikat itu sendiri. Entah bisikan darimana aku merasa hangat menyusup dalam dadaku. Perasaan yang sudah lama tak ku rasakan bertahun-tahun lamanya menjadi seorang manusia.

“Ya, Kyuhyun-ah tak bisakah kau berhenti memandangi gadis itu?” tanya Donghae seraya memukul kepalaku pelan. Sial! Berani sekali mantan iblis biasa seperti dia menyentuh Prince of Evil sepertiku! Argh. Kenapa aku harus di lahirkan menjadi dongsaeng!

“Dia terlihat sangat menarik Hyung.” Jawabku pelan masih memandang arah gadis itu menghilang.

“Aish, jinja. Dasar kau ini!”

“Hmm, tapi aku seperti pernah melihatnya.” Gumam Eunhyuk pelan. Sekarang ia benar-benar mirip monyet bodoh karena menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ohh, ayolah seandainya mereka ingat bahwa mereka mantan iblis yang tampan! Aku terkadang merasa mual melihat tingkah mereka yang aneh.

“Aku juga sepertinya.” Kata Donghae menambahkan membuatku memutar bola mataku, merasa lelah.

“Jangan pura-pura pernah melihat. Bilang saja kalian juga tertarik!” tukasku kasar lalu meninggalkan mereka yang masih termangu di koridor. Ya! Ingin sekali memukul kepala mereka!

***

#SMe, YGe, JYPe melakukan kerja sama besar dalam membentuk sebuah Group Idola#

Seperti yang di ketahui netizen selama ini bahwa sebuah group biasanya akan debut di bawah satu manajemen. Namun tahun ini sepertinya hal itu tidak berlaku lagi karena tiga perusahaan musik terbesar di Korea telah bekerja sama dalam membentuk Group Idola baru ini. Juru bicara dari ketiga perusahana tersebut mengatakan bahwa Group idola ini akan menjadi fenomenal karena beranggotakan orang-orang yang sangat multitalented. Selain itu…

Sungmi Hyung membacakan berita itu dengan suara keras, membuatku melemparnya dengan sebuah sendok yang tengah ku pegang. Kami semua sedang menikmati makan malam sehabis latihan untuk persiapan acara penutupan akhir tahun di sebuah stasiun televisi. Ku lirik sekilas teman sekamarku itu tapi ia tak peduli dan melanjutkan bacanya namun kali ini tak bersuara.

“Jinja? Benarkah perusahaan ikut andil dalam projek itu?” tanya Siwon ke arah Sungmin. Ahh, oke kali ini makan malam bersama mereka terasa menyebalkan.

Aku tidak terlalu suka jika mereka membicarakan hal-hal yang berbau pekerjaan seperti ini.

“Ne, tapi mereka tidak mengatakan group wanita atau group pria. Eteeuk Hyung kau tahu sesuatu?” tanya Sungmin pada Leeteuk dan akupun mau tak mau mulai menyimak pembicaraan ini.

“Aku hanya tahu salah satu anggota group itu.” Jawabnya sambil tersenyum jahil dan tentu saja membuat mata kami semua membelalak lebar.

“Jinja? Kau mengenalnya? Pria atau perempuan Hyung?” kini Eunhyuk mulai bersemangat dan ku yakin otak yadongnya itu berharap bahwa ‘dia’ perempuan.

“Rahasia. Kalian akan melihatnya di acara musik yang kita hadiri besok.” Jawab Leeteuk lagi-lagi tersenyum jahil dan sukses membuat kami semua ingin melemparkannya ke sungai Han.

“Bilang saja kau tidak tahu Teuki. Kau kan suka sekali mengerjai kami.” Seruku pelan tapi semua sumpit yang mereka pegang melayang ke arahku.

“Ya!!! Apa-apaan sih kalian ini?!” tanyaku sambil mengusap-usap kepalaku yang terkena lemparan sumpit.

“Tak bisakah kau sopan terhadap Hyung mu Kyuhyun-ah???” tanya mereka semua serempak sambil menatapku tajam.

Baiklah. Terkadang aku berharap masih menjadi iblis untuk saat-saat seperti ini.

***

Aku melirik jam yang tersemat di tangan kiriku dengan pandangan linglung. Aku baru saja keluar dari toilet dan melihat lagi gadis yang ku temui di koridor apartement waktu itu. Hari ini ia mengenakan sebuah dress putih di atas lutut yang di padu padankan dengan high heel yang cukup tinggi. Jujur saja aku merasa heran dia bisa berada di backstage seperti ini. Karena setahuku hanya kru dan para artis yang boleh berada di sini. Argh, sudahlah. Aku harus fokus pada performance kali ini.

Aku berjalan ke arah waiting room Super Junior dan langsung terbengong-bengong melihat wajah Wookie yang tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.

“Wookie-ah gwenchanayo? Pipimu merah sekali.” Tegurku seraya mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya

“Miinah…”

“He? Aku tidak cantik Hyung, Heechul Hyung yang terlihat cantik.” Kataku lagi dan kini sebuah kotak bedak melayang ke arahku tapi untung saja aku cepat-cepat menangkisnya.

“Gadis itu cantik sekali Kyuhyun-ah….” ucap Wookie lagi masih dengan ekspresi seperti tadi dan benar-benar membuatku mual. Tapi merasa heran dengan gadis yang di bilang Wookie.

“Sebentar lagi giliran kalian.” Seru salah seorang kru pada kami. Aku dan semua hyungku pun bersiap-siap di samping panggung dan ketika nama kami di panggil kami pun mulai melangkah dengan mantap dan menunjukkan semua pesona yang kami miliki.

Aku berusaha berkonsentrasi penuh ketika kami menyanyikan lagu miinah entah untuk yang ke berapa kalinya. Namun tiba-tiba mataku menangkap sesosok gadis yang ku lihat tadi. Pakaiannya masih sama dengan yang ku lihat tadi, bedanya sekarang ia tersenyum riang. Ia duduk di salah satu kursi yang di sediakan untuk para artis yang akan tampil selanjutnya. Namun aku segera menyadari jika ia tidak sendiri melainkan bersama beberapa gadis yang juga memakai pakaian hampir sama seperti dirinya.

Siwon menepuk pundakku sekilas seolah menyadarkanku ke alam nyata. Aku pun berusaha penuh untuk tetap perform dengan baik dan tidak menoleh ke arah gadis itu lagi. Tapi sungguh gadis itu sungguh memikat dan aku benar-benar bingung jika harus mendeskripsikannya.

Aku menghela nafas panjang ketika kami semua telah selesai membawakan lagu miinah. Aku tersenyum ke arah penonton dan melambaikan tangan lalu berlari mengikuti Hyungku yang lain untuk balik ke belakang panggung.

“Kyuhyun-ah kau tadi kenapa? Hampir saja aku menabrakmu tadi.” Tegur Siwon padaku.

“Mianhe Hyung, hanya kurang fokus tadi.” Jawabku sekenanya. Sekarang kami semua balik ke arah kursi yang di sediakan untuk kami dan melihat perform artis selanjutnya.

Aku meneguk segelas air tanpa jeda, aku merasa tenggorokkanku akhir-akhir ini sangat kering. Aku melihat ke arah panggung dan tiba-tiba lampu panggung di matikan seolah menyembunyikan group idola yang akan tampil. Awalnya aku benar-benar tidak peduli jika saja gadis itu tidak berdiri di atas panggung dengan lampu sorot mengarah padanya. Gadis-gadis lain yang ku lihat tadi duduk bersamanya juga berdiri di atas panggung. Mereka berlima terlihat seperti malaikat dengan dress putih yang mereka kenakan. Suara-suara bergemuruh mulai terdengar dari segala penjuru termasuk beberapa artis. Ya mereka berhasil memukau seluruh isi ruangan ini termasuk aku.

***

“Annyeong… Mirrelle imnida.” Ucap gadis itu lembut dan tersenyum ke arahku, lebih tepatnya ke arah kami. Baru kali ini aku melihat wajahnya dari dekat dan aku baru menyadari jika ia keturunan western.

Ternyata ia dan gadis lain yang bersamanya tadi adalah girl group baru yang di beritakan di banyak media karena di bentuk di bawah tiga perusahaan. Ku akui mereka benar-benar bertalenta. Tidak hanya pintar bernyanyi mereka juga pintar memainkan alat musik. Dan yang membuatku sangat terkejut adalah lagu yang mereka nyanyikan tadi adalah ciptaan dari Mirrelle.

“Jadi kau anggota yang berasal dari SMe?” tanya Donghae pada Mirrelle di sertai anggukan kecil dari gadis itu.

“Dan yang lainnya?” kini Siwon yang bertanya. Aish, mereka menatap gadis ini seolah-olah akan memakannya.

“Lee Sang Mi dan Kim Rae Sun di bawah JYPe dan Han Hyo Mi serta Do Hee Ji di bawah manajemen YGe.” Jawabnya lagi.

“Aish, jinja? Jadi kau sendirian?” tanya Eunhyuk.

“Bisa di bilang seperti itu.” Ia tersenyum lagi. Ah, benar-benar membuat orang lain terpikat.

“Bisakah kalian menjauh darinya, kalian seperti ingin menerkamnya.” Ucap Eeteuk yang baru muncul dan langsung berdiri di samping gadis itu.

“Gwencahana oppa.”

“Hmm.. Mirrelle-ssi nama group kalian Fleur kan? Apakah ada artinya?” tanyaku tiba-tiba membuat mereka menoleh ke arahku.

“Bunga. Dalam bahasa Perancis artinya bunga.” Jawabnya lugas sambil tersenyum dingin ke arahku.

Aku lebih suka bunga daripada uang.

Entah mengapa kata-kata itu seperti sihir yang membangunkanku dari tidur panjang.

Chapter III #Miracle Mirrelle#

Dia seperti malaikat yang baru saja di turunkan raja Elf ke bumi. Aku juga sampai harus bertanya pada Leeteuk tentang gadis bernama Mirrelle itu. Menurutku mungkin saja ia adalah Elf yang terlahir lagi sebagai manusia. Ya, kemungkinan itu selalu ada kan? Karena menurutku ia tak hanya cantik tapi ia memiliki kharisma.

Aku tidak bisa melepas pandanganku dari gadis itu sedetik pun. Aku akan bersusah-susah untuk mencuri-curi kesempatan melihat perform Fleur di tengah kesibukanku sebagai anggota Super Junior.

Aku sudah gila? Ya aku memang benar-benar sudah gila! Jika aku terus-terusan bersikap seperti ini, mungkin sebentar lagi para Hyungku akan mengirimkanku ke rumah sakit jiwa. Karna sejujurnya mereka kadang tak tahan dengan tatapanku ke arah Mirrelle.

“Kyuhyun-ssi boleh pinjam handphonemu?” tanya seseorang dan aku langsung menoleh. Mataku seperti bersinar melihat pemandangan indah di depanku ini. Mirrelle.

“Untuk apa? Kau tahu, aku tidak bisa meminjamkan handphoneku sembarangan.” Jawabku dingin dan merasa menyesal telah menjawab seperti itu.

“Ah, arraseo. Kalau begitu aku akan meminjam ke Leeteuk oppa saja. Gomawo Kyuhyun-ssi.” Ucapnya lagi lalu langsung menghilag dari hadapanku. Argh. Bodoh kau Cho Kyuhyun! Seharusnya aku menghentikan sikap angkuhku di depan seorang gadis! Argh! Kebiasaan angkuh ketika menjadi iblis belum bisa hilang dari diriku!

“Kau akan menceritakan apa?” tanya Donghae sambil menghempaskan tubuhnya di sampingku. Aku hampir saja lupa jika kami sedang berada di ruang tunggu untuk tampil di Strong Heart bersama anggota Fleur.

“Cinta pertamaku.” Jawabku enteng.

“Ya, kau ingin membuatku masalah lagi ya?” tanyanya antusias.

“Tidak Hyung, hanya ingin membuat seluruh Elf gempar!” jawabku sinis.

Memangnya tidak boleh aku menceritakan cinta pertamaku? Lagipula cintaku itu untuk gadis berumur sembilan tahun yang keberadaannya sekarang sama sekali tidak aku ketahui. Mungkin saja dia sekarang sudah mati.

“Kalau kau apa?” tanyaku balik.

“Rahasia.” Jawabnya singkat tapi benar-benar sukses membuatku ingin mencekiknya saat itu juga.

***

“Mirrelle-ssi, apa yang membuatmu ingin menjadi anggota group idola?” tanya Lee Seung Gi ketika acara Strong Heart mulai memperkenalkan yang hadir pada episode kali ini, dan sekarang giliran Mirrelle yang di perkenalkan. Semua mata menatap gadis itu dengan antusias, aku pun yang duduk di sebelahnya berusaha untuk tetap terlihat biasa dan tidak memalukan.

“Aku hanya senang bernyanyi dan menari. Ku pikir menjadi group idola adalah sesuatu yang sangat menarik untuk menyalurkan sesuatu yang ku suka.” Jawabnya cerdas.

“Mengapa kau tak menjadi solois? Bukankah hanya kau yang berasal dari SMe?” kini Kang Ho Dong bertanya padanya.

“Awalnya aku berencana debut sebagai solois namun ketika aku di tawarkan menjadi anggota grup idola aku langsung tertarik. Karena bagiku bernyanyi bersama orang lain membuatku berasa lebih hidup.”

Aku sekarang benar-benar bingung dengannya. Kata-kata yang keluar dari bibirnya terasa seperti sihir bagiku.

“Mirrelle-ssi kau menulis Meet an Angel. Bisa kau ceritakan maksudnya?” tanya Seung Gi dan ku rasa mereka memutuskan untuk Mirrelle yang bercerita pertama kali.

“Ahh… Meet an Angel. Sejujurnya aku bingung apakah ini kenyataan atau ini hanyalah mimpi bagiku. Aku pernah mengalami kecelakaan ketika umurku tiga belas tahun. Saat itu aku mengalami amnesia sementara dimana beberapa ingatanku tidak bisa ku ingat.”

“Hoo… kau pernah amnesia?”tanya Kang Ho Dong antusias begitu juga dengan artis lainnya.

“Ne, aku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk pulih dan aku merasa menjadi orang yang baru. Namun bagiku ada satu ingatan yang sebenarnya cukup mengganggu dan aku sendiri bingung apa itu nyata atau mimpi.” Ia berhenti sejenak lalu melanjutkannya dengan helaan nafas yang cukup panjang. “Aku merasa pernah bertemu dengan malaikat. Dalam ingatanku aku merasa mengenalnya dan pernah berbicara padanya.” Dia berhenti berbicara dan membuat semua yang hadir menggumamkan kata-kata ‘benarkah?’

“Mungkin agak terdengar aneh, tapi ingatan itu sangat jelas di pikiranku. Aku mencoba untuk menanyakan ke seorang pskiater, karena jujur saja aku takut mengalami halusinasi atau aku mulai gila.” Katanya lagi sambil tertawa pelan.

“Jadi kau pernah menganggap dirimu gila?” tanya Shindong Hyung tanpa basa-basi.

“Hahaha, ne. Karena ingatan itu terasa sangat nyata. Dan pskiater pun bilang aku harus mengikuti beberapa terapi kejiwaan.” Jawabnya sambil tertawa dan kontan yang berada di situ juga tertawa.

“Tapi kau tidak benar-benar gila kan?”

“Haha tentu saja tidak. Aku menolak dan memutuskan untuk tidak bercerita lagi ke orang lain dengan apa yang ku rasakan tentang hal itu. Dan sekarang aku baru mempunyai keberanian untuk menceritakan hal aneh ini.”

“Hahaha. Lalu dalam ingatanmu seperti apa malaikat itu Mirrelle-ssi?” tanya Lee Seung Gi.

“Mungkin kalian akan menganggapku aneh. Tapi salah satu alasan mengapa aku berani menceritakan hal ini karena aku bertemu dengan Cho Kyuhyun, dalam ingatanku wajahnya sangat mirip sekali dengannya. Tapi jika malaikat biasanya bersayap putih, dalam ingatanku ia malaikat bersayap hitam.” Jawabnya jujur dan aku benar-benar seperti di sambar petir mendengar ucapannya.

Shin Ha Kyo.
I want a girl with a mind like a diamond
I want a girl who knows what’s best
Like an Angel in the Dark Hell.

***

“Teuki, katakan siapa dia? Ku mohon katakan!” seruku berulang-ulang. Kami berdua sekarang berada di kamarku hanya berdua. Aku butuh bicara dengannya tentang gadis bernama Mirrelle itu.

“Apa? Siapa?”

“Mirrelle. Kau pasti tahu siapa yang ku maksud. Ku mohon beritahu aku!” seruku lagi. Perasaan ini begitu meluap-luap, aku tidak bisa berada dalam keadaan bingung seperti ini.

“Dia Mirrelle. Shin Mirrelle anggota dari Fleur.” Jawabnya ringan. Aku memutar bola mataku dan merasa ingin membunuhnya sekarang juga.

“Bukan itu maksudku! Dia, dia benarkah dia gadis kecil itu?!”

“Ya, dia gadis kecil itu.” Jawab Teuki pelan. Aku langsung jatuh terduduk dan air mataku mulai menetes. Akhirnya… akhirnya aku menemukan dia.

“Tapi bukan dengan jiwanya. Hanya raganya Kyuhyun-ah.”
Aku mendongak, menatapnya dengan pandangan bertanya.

“Dia mantan Elf yang di lahirkan menjadi manusia. Tapi ia tidak mengingat dirinya yang seorang Elf. Ia mendapatkan ingatan masa lalu dari Shin Ha Kyo. Gadis kecilmu itu sudah mati Kyuhyun-ah.”

“Tidak, tidak mungkin. Kau bohong! Dia tidak mungkin mati! Dia gadis yang baik! Gadis abadiku Hyung!”

“Sadarlah, ia sekarang sudah menjadi Elf dan mungkin tengah melihatmu. Kau harus belajar menguasai dirimu Kyuhyun-ah. Jika kau mencintai gadis kecil itu, relakanlah. Karena kau tahu, jiwa yang berada di tubuhnya sekarang adalah Elf wanita terbaik yang di miliki bumi ini. Bersyukurlah karena raganya di gantikan oleh jiwa murni yang mulia Kyuhyun-ah.” Kata Teuki lagi dan itu sangat menohok jantungku.

“Mirrelle adalah sebuah keajaiban, ia hidup setelah mengalami kematian selama satu bulan. Kau tahu, ketika tubuh pria yang kau pakai koma dalam empat hari, itu adalah waktu yang sangat cukup lama di dunia Elf dan iblis. Kau harus menghargainya. Karena Mirrelle adalah Miracle.”

Miracle is for those who cry and hurt
Because they can appreciate how important a life

Chapter IV #What’s Wrong# [Mirrelle POV]{Ending}

Hai, namaku Shin Mirrelle. Tahun ini umurku menginjak duapuluh tahun, aku member termuda di Fleur. Aku berterima kasih pada Tuhan karena menciptakanku dengan semua bakat yang di berikannya ini. Namun menurutku Tuhan itu adil, meskipun aku memiliki banyak anugerah aku tidak memiliki orang tua. Aku hanya hidup seorang diri setelah nenek Shin yang merawatku meninggal beberapa tahun yang lalu. Aku di limpahkan kekayaan yang berasal dari Tuan Lee, majikan dari nenek Shin.

Awalnya aku kesepian tapi setelah tinggal Di Seoul dan menempati gedung apartemen yang sama dengan Leeteuk oppa membuatku tidak merasa sendiri lagi.

Aku mengenalnya ketika hari di mana aku mendatangani perjanjian dengan SMe. Saat itulah aku bertemu dengannya dan ia sangat ramah padaku. Semenjak itu kami seperti menjadi kakak adik, ia selalu mengirimkan pesan padaku sekalipun itu hanyalah hal-hal yang tidak terlalu penting. Dan aku juga merasa sudah mengenalnya dengan baik.

Hari ini aku memutuskan untuk tetap berada di apartemenku. Kebetulan hari ini Fleur tidak ada jadwal sama sekali dan aku juga sedang malas untuk sekedar berjalan-jalan menikmati cuaca hari ini. Ya, aku tetap tinggal di apartemen milikku sendiri, bukan tinggal bersama member Fleur lainnya. Dalam perjanjian kontrak, Sme tidak mengizinkanku untuk tinggal di dorm Fleur karena aku memiliki jadwal solo sendiri.

Meskipun aku bagian dari Fleur namun aku lebih sering datang seorang diri ke acara realit-reality show di stasiun tv. Tak jarang para fans pun mencapku bukan bagian dari Fleur karena aku sibuk melakukan kegiatan soloku sendiri. Sebenarnya, itu bukan keinginanku tapi yasudahlah toh mereka tidak tahu apa yang sebenarnya ku jalani. Satu hal yang ingin ku tunjukkan adalah suaraku mampu membuat orang lain terhibur.

Aku memutuskan untuk surfing di internet dan membuka account twitterku. Tidak ada hal yang selalu indah di dunia ini. Selain aku memiliki fans tentu saja aku memiliki antis. Mereka yang menjadi antisku biasanya mempunyai alasan karena aku tidak dekat dengan anggota Fleur yang lain. Bagaimana aku bisa dekat jika aku hanya bertemu dengan mereka saat latihan dan perform saja? Terkadang aku bingung sendiri dengan posisiku.

Aku menghela nafas panjang ketika melihat sebuah nama yang baru saja membuat tweet terbaru. GaemGyu. Ya, Cho Kyuhyun. Namja tengik satu itu akhir-akhir ini menghiasi pikiranku dimanapun dan kapanpun. Bukan, bukan karena aku menyukainya, tapi karena aku terkadang merasa risih dengan tatapannya. Ia menatapku seolah aku ini krystal kaca yang mudah pecah. Tatapannya seolah bisa menembus segala bagian dari isi kepalaku. Namun akhir-akhir ini tatapannya padaku berubah drastis, ia memandangku dengan sinis dan tatapan jijik ketika aku tak sengaja bertemu anggota Super Junior di gedung Sme.

Aku sempat menanyakan hal ini pada Teuki oppa tapi ia hanya menjawab Kyu sedang lelah dan akan kembali seperti semula. Aku mencoba untuk percaya pada

Teuki oppa, tapi rasanya sulit jika melihat perubahan sikap Kyu padaku. Padahal ku pikir kami berdua bisa berteman dengan baik dan berlatih vokal bersama. Tapi sepertinya aku harus mengubur keinginanku itu dalam-dalam.

Kruyuukkkkk.

Aish, perutku ini benar-benar tidak bisa di ajak kompromi sama sekali ya. Aku pun berdiri dan berjalan ke arah dapur, aku membuka kulkas dan tidak aku temukan apapun di sana selain air minum. Argh. Lagi-lagi aku lupa membeli bahan makanan. Pabo!! Aku mengambil handphoneku lalu mengirimkan sebuah pesan singkat ke Leeteuk oppa. Aku selalu saja begini jika sudah mengalami kesulitan.

Orang yang pertama kali ku beritahu pasti dirinya, karena jujur saja dia adalah malaikatku yang baik hati.

Oppa, kau punya bahan makanan?

Sepertinya aku lupa membeli bahan-bahan.

Kau ada di dorm tidak?

Aku menimbang-menimbang handphoneku di tangan, menunggu balasan dari Teuki oppa hingga sebuah telepon masuk ke handphoneku.

“Yoboseyo? Kau ada di dorm?” tanyaku langsung karena yang menelponku adalah Teuki oppa.

“Ne, kau ke lantai sebelas saja sekarang. Aku sedang berada di dorm bawah.” Jawabnya.

“Hmm baiklah. Aku ke sana oppa.” Kataku lagi lalu memutuskan panggilan itu.

Aish. Semoga saja tidak ada iblis sialan itu.

***

Aku menarik nafas panjang sebelum memencet tombol intercom yang berada di depan pintu apartemen Super Junior. Dengan berat hati aku menekan tombol itu lalu menyebutkan namaku sambil menampakkan wajahku di depan intercom. Aku sangat berharap yang membukakan pintu untukku bukanlah Kyu, karena jujur saja aku lelah sekali di tatap aneh olehnya. Tapi sepertinya harapanku itu tidak terkabul, karena sekarang ia tengah berdiri di depan pintu sambil menatapku lagi-lagi dengan pandangan dingin. Sebenarnya apa sih salahku?

“Annyeong oppa, aku ingin mencari Teuki oppa.” Kataku berusaha tetap ramah.

“Seluruh Elf tahu kalau dia tinggal di lantai duabelas.” Tukasnya kasar dan sama sekali tidak mengizinkanku masuk. Menyebalkan sekali.

“Aku juga tahu oppa, tapi dia bilang sedang ada di sini.” Kataku lagi masih berusaha tersenyum. Baiklah, anggap saja Tuhan sedang menguji kesabaranku.

“Dia tidak ada di sini. Kau mengganggu kami.”

“Aish, kau….!”

“Ya, Kyuhyun-ah kenapa kau tak menyuruhnya masuk?” tiba-tiba Wookie oppa muncul lalu langsung menarik tanganku untuk masuk ke dalam dorm. Ah, untunglah dia menyelamatkanku, kalau tidak aku sudah benar-benar meluapkan kekesalanku pada namja sinting itu.

“Gomawo oppa.” Kataku ramah dan lalu terdengar suara dentuman pintu yang di tutup dengan keras.

“Tak usah di pikirkan, Kyu sedang mengalami masalah kejiwaan.” Seru Teuki oppa yang muncul dari dapur sambil membawa beberapa bahan makanan.

“Hahaha, ne oppa.” Jawabku sambil tersenyum kikuk.

“Ini, kau bawa saja semuanya. Kau itu terlihat semakin kurus jika di bandingkan ketika kau belum debut.” Kata Teuki oppa lagi sambil menyerahkan semua bahan makanan itu ke tanganku.

“Sepertinya ini terlalu banyak, lagipula aku juga hanya makan sendirian.”

“Siapa bilang kau akan makan sendirian?” tanya Wookie.

“Eh?” aku bergumam heran.

“Kau akan memasak untuk kami Mirrelle-ssi.” Kata Eunhyuk oppa tiba-tiba, matanya mengerling nakal ke arahku dan itu sukses membuatku begidik ngeri.

“Eh? Tapi…” belum selesai aku menjawab tiba-tiba Kyu keluar dari kamarnya lalu berdiri di hadapanku sambil menatapku dengan tajam.

“Bisakah kau keluar dari sini?” tanyanya pelan namun pandangan matanya membuatku takut.

“Kyu-ah apa yang kau lakukan?” tanya Eunhyuk oppa sambil menarik tangan Kyu namun langsung di hempaskannya dengan kasar.

“Aku ingin kau keluar sekarang juga dari sini!” teriaknya lagi tepat di depan wajahku. Semua bahan makanan yang ku pegangpun jatuh ke lantai karena sejujurnya tubuhku mulai bergetar menahan takut.

“Wajahmu, suaramu, auramu membuatku MUAK!” teriaknya sambil tetap menatapku. Air mataku tak bisa aku bendung lagi. Baru pertama kalinya aku di hina seperti ini oleh seorang namja. Padahal selama ini aku tidak berlaku kasar ataupun berlaku menyebalkan di depan Kyuhyun.

“Wa..waeyo?” aku memberanikan diri untuk bertanya meskipun ku yakin suaraku nyaris tidak terdengar.

“Karena kau menjijikkan! Kau seharusnya tak perlu muncul di hadapanku! Seharusnya kau tak perlu berharap menjadi manusia!!”

Deg. Apa maksudnya?

“Kyu, Hentikan! Kau sudah kelewat batas!” kini Teuki oppa membelaku dan ia memberi jarak di antara aku dan Kyuhyun.

“A..apa salahku Kyuhyun-ssi?” tanyaku lagi. Aku benar-benar bingung dengan sikap dan hinaannya.

“Sudahlah, Mirrelle. Dia hanya sedang kelelahan.” Ucap Teuki oppa lalu menarikku untuk keluar dari dorm. Tapi sebelum benar-benar aku keluar dari dorm, aku dapat mendengar jawaban dari mulut Kyu dengan sangat jelas.

“Karena kau hidup Mirrelle-ssi. Ah, tidak. Kesalahanmu adalah kau bernafas dengan raga gadis yang ku cintai.”

I will became the shade in the hot summer
I will become your umbrella when it rains
I will become the small chair when you become tired from walking
So that your happiness will be doubles, I will laugh with you.
.Fin.

Note: I’m comeback! Hehehehe. Ni bikinnya benar-benar dengan keadaan bingung. Hohoho. Kalo author lagi normal ini akan tetap ada lanjutannya. Hehehe. Oke saya kabur! Jangan lupa comment!