Title : Psikopat

Author : Kim Mi Yoon

Length : One Shoot

Genre : Thriller

Cast :

Hwang Chansung

Lee Junho

Ok Taechyeon

Jang Wooyoung

Nichkhun

Kim Junsu

Cameo :

Han Sunhee

 

Auhor POV

“2PM…2PM…2PM…”

Sorakan teriakan HOTTEST, nama fans 2PM, semakin menggebu-gebu di akhir konser fantastik mereka.

Ya..2PM…Siapa yang gak kenal dengan Boyband yang merajai negeri ginseng ini. 2PM yang terdiri dari 6 namja keren yaitu, Kim Junsu, Nichkhun, Ok Taechyeon, Jang Wooyoung, Lee Junho, dan Hwang Chansung ini berhasil merebut hati yeoja-yeoja, tak hanya di Korea, bahkan di banyak negara di dunia.

Berawal dari pendatang baru terbaik hingga menjadi Boyband ternama di korea. Tak hanya itu, masing-masing personel 2PM juga menguasai bidang akting. Hal itu menambah kepopuleran 2PM. Semakin hari fans 2PM semakin banyak.

Di Ruang tunggu 2PM

Brakk…

Bunyi pintu terbuka

“Hehh..Hari ini bener-bener melelahkan..” kata pria berambut sambil menjatuhkan dirinya disofa

“Aduh, perutku udah laper nih..” ucap pria tinggi yang langsung menghampiri kulkas, membukanya, lalu mengambil pisang, makanan favoritnya

“Hahh..Lega rasanya. Untung suaraku gak berantakan tadi” kata pria berambut hitam setelah meneguk habis sebotol air putih

“Walapun badanku rasanya remuk, tapi aku seneng banget bisa ngehibur HOTTEST..” ucap pria berwajah tampan

“Iya, rasa capek jadi hilang kalo HOTTEST seneng” kata pria bertubuh tinggi besar yang sedang asyik melihat bungkusan kado dari fans

“Woww..amazing…Sorakan HOTTEST membuatku semangat lagi..” kata pria berambut pirang sambil asyik melakukan free dance

Brakk..

Pintu kembali terbuka

“Kalian masih ada job lagi nanti jam 8 malam, karena itu kalian istirahat aja dulu disini..” kata manajer mereka, lalu menutup pintu lagi, meninggalkan member 2PM istirahat

**

Ruang tunggu 2PM jadi hening. Entah karena masing-masing member 2PM sedang istirahat atau karena staf yang masih asyik dengan kegiatannya masing-masing.

“Hmm…Hoamm..” gumam seseorang terbangun dari tidurnya, namja bertubuh tinggi bernama Chansung

“Aduh, kok aku bisa tertidur sih… Udah jam berapa ini?”tanyanya sendiri gaduh

“Hyung?” tanyanya lagi sambil mencari seseorang yang mungkin ada di ruang itu

Kemana sih hyungdeul, pikirnya dalam hati

Chansung pun keluar dari ruang tunggu itu. Dia terus berjalan menyusuri lorong setiap lorong, mencari sesosok manusia, tapi gak berhasil.

Chansung membuka salah satu ruang di dekatnya

Krekk…

“Hey, apa ada orang di dalam sini?” Matanya menyusuri seisi ruang itu, tapi gak menemukan apapun

Dia melanjutkan aktivitasnya, melangkah dalam lorong-lorong yang sepi. Hingga akhirnya tiba di ujung lorong. Chansung membuka satu ruang yang ada disitu, ruang tunggu 2AM.

“Hyung?” tanyanya lagi

Chansung melihat seseorang sedang duduk membelakanginya. Baju yang dipakai orang itu persis sama seperti baju yang dipakainya, baju yang dipakai 2PM setelah konser. Chansung memberanikan diri masuk ke ruangan itu.

“Aah..Junsu hyung, kenapa kau bisa ada disini? Aku mencari kalian kemana-mana tau” katanya kesal setelah melihat rambut orang itu dari dekat, rambut Junsu

“Hyung, kemana yang lainnya?” tanya Chansung lagi, tapi orang itu tetep aja diam

“Hyung, kau mencium bau aneh gak?”tanya Chansung lagi saat dia mencium bau aneh di ruangan tersebut

“Hyung, kau kenapa?” Kali ini Chansung menepuk pelan bahu orang itu dari belakang sofa

Brukk..

Orang itu jatuh seketika dari sofa.

“Hyung” Chansung kaget lalu membalikkan tubuh orang itu hingga menghadap ke arahnya

“Kyaa…HYUNG..HYUNG…KAU KENAPA?..HEY, JAWAB AKU HYUNG…” kata Chansung sambil mengguncang-guncang tubuh kaku Junsu

Ya..Junsu udah gak bernyawa. Tancapan pisau dapur yang tepat di jantungnya yang membuktikan kalo dia dibunuh. Tak hanya itu, tangan kanan Junsu robek dan hampir terlepas dari tubuhnya. Sofa tempat Junsu tadi duduk juga dipenuhi darah, menimbulkan bau aneh yang gak sedap. *yeobo, maafkan istrimu ini..T-T *

“HYUNG…” Chansung menangis sambil memeluk tubuh Junsu

Baju dan tangan Chansung dipenuhi darah Junsu.

Siapa yang melakukan ini? , pikir Chansung dalam hati

“Semoga kau tenang hyung..” kata Chansung pada mayat Junsu sambil menutupi tubuh Junsu dengan sehelai kain yang dia temukan di atas meja lalu dia keluar dari ruang itu

Kali ini Chansung menyusuri ruang demi ruang di lorong tersebut. Dia takut, takut hal yang terjadi pada Junsu akan terjadi pada member yang lainnya.

“Khun Hyung? Taechyeon Hyung? Woo young? Junho? Manajer Hyung?…”tanya Chansung sambil melihat setiap inci ruang demi ruang

Tak ada jawaban…

“KKYAAAAAA…..”

Teriakan seseorang mengagetkan Chansung.

Suara teriakan itu berasal dari lantai diatas tempat Chansung berada.

Chansung langsung berlari ke arah suara itu berasal. Tangga demi tangga ditapakinya hingga akhirnya dia tiba di lantai yang dekat dengan suara itu, lantai 5.

Bukk..

Bukk..

Prrangg…

Brukk…

Cess…

“AAAAAAKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH………”

Teriakan orang itu semakin jelas, teriakan yang memilukan

Brakk…

Chansung melihat seseorang yang memakai pakaian serba hitam keluar dari satu ruangan

“Hey, Neo…”

Orang yang dipanggil itu bukannya berhenti tapi malah mempercepat langkahnya hingga hilang dari pandangannya.

“Aisshh, sial…”

Tiba-tiba keluar cairan merah pekat dari dalam ruangan tempat orang yang barusan pergi.

Chansung mendekati ruangan itu, menyentuh cairan merah pekat itu lalu menciumnya.

“I..I..Ini..Ini da…darahhh….”katanya terduduk lemas

“Tto..lloo..ooonnnggg….” Terdengar suara seseorang

“KYAAAAA…SIAPA ITU..??” teriaknya

“Cha..Channn…sssuunng…nngggiie..”kata orang itu lirih

Chansung memberanikan diri membuka pintu ruang itu, dan disana sudah tergeletak tubuh seorang namja yang sangat dikenalnya, namja berambut merah terang.

“JU..JUNHO..”

Chansung menghampiri Junho lalu mengangkat sedikit kepalanya yang sudah berlumuran darah.

“Cha..Chann..sssuunnggiee..”katanya sambil tersenyum

“Junho ya, siapa…siapa yang melakukan semua ini..??”tanya Chansung pada Junho

“Mmmoo..lllaaayyyooo..”

Chansung membuka jaketnya, lalu dia ikatkan di perut Junho, tepatnya perut Junho yang robek karena baretan pisau. Chansung menarik keras ikatan jaket di perut Junho

“AAAKKKKHHHH…”teriak Junho

“Tahan Junho, untuk sementara ini bisa menahan darah yang keluar dari perutmu. Tiba-tiba HP ku hilang jadi aku gak bisa telepon bantuan sekarang, Hpmu?”tanya Chansung

“Hekkkmmmm…Nnneee….Hpkkuu?Hpkkuu jjugaa hhiillangg enntahh kkemaanna”

Setelah mengikat kuat perut Junho, Chansung mengambil sehelai kain yang ada di sofa lalu dia balut bahu kanan Junho yang robek, memperlihatkan tulangnya.

“Junho ya, kau masih bisa jalan?” tanya Chansung ragu

“Hemmm..Sseeperrtinya mmasih bbissa, kkakkiku belum dippootongg…” jawabnya perlahan

“Kemarikan tangan kirimu, biar kubantu tuntun. Kita harus cari yang lainnya, juga harus bisa menemukan telepon supaya bisa telepon ambulance dan polisi”

Chansung menuntun Junho berjalan. Saat mau keluar dari ruangan itu tiba-tiba….

Trrtt..Trrttt…

“Bunyi..”kata Chansung

“HP..”kata Junho

Chansung melihat sebuah handphone diatas meja yang gak jauh dari tempatnya berdiri.

“HP siapa itu?” tanya Chansung

“Ccobba ammbbill aja ddullu..”usul Junho

Chansung mengikuti usul Junho, mengambil handphone itu lalu mengangkat panggilan telepon di handphone itu.

“Nugu?” tanya Chansung

“Siapa aku gak penting. Yang penting, gimana pendapatmu tentang permainanku ini?” tanya seseorang dari balik HP itu

Suara yeoja?, pikir Chansung dalam hati

“Permainan? Permainan apa maksudmu? A..Apa maksudmu..membunuh teman-temanku ini..??”

“HAHAHAHAHAHAAAAA….Seru kan permainannya” kata orang itu

“SSERU APANYA. KAU MEMBUNUH SAHABATKU, APA SERUNYA…”bentak Chansung

“Justru itulah serunya, membunuh orang, melihat darah keluar bercucuran dari dalam tubuh mereka, itu hal yang sangat menyenangkan. Apalagi saat mendengar suara memohon tolong dari orang-orang yang sekarat itu…Itu bener-bener lucu…HAHAHAHAHHAHHAHAAA…..”

“Ka..kau..Kau gila..”

“Gila? Aku memang udah gila. Gila karena kalian…Hahh..permainannya sedikit membosankan ya. Junho oppa belum mati sih. Gimana kalo kita lanjutkan dengan tingkat yang lebih tinggi”

“HYAA, APA MAKSUDMU? HAHH?”

“Ya..Dengan tingkat yang lebih tinggi dari ini. Sekarang lebih baik kau ke gudang peralatan yang ada di lantai 7. Ada seseorang yang menunggumu disana. Oya,jangan lupa tetap bawa HP ini, dengan inilah kita bisa berkomunikasi..Bye..”

Tutt..Tutt..Tutt..

“HYAA..TUNGGU…HEY..”teriak Chansung

“Wwaeyyooo Channnssunngg?” tanya Junho

“Dia, orang ini…Dia yang udah ngelakuin semua ini. Ngebunuh Junsu Hyung, dan juga…berusaha membunuhmu..”jawab Chansung lirih

“Jjunssuu Hyyungg?? Mmaakksuddmu, Junnssuu Hyunnngg udah…”Kata-kata Junho terhenti ketika air matanya keluar membasahi pipi putihnya

“Ayo Junho, kita gak bisa diem aja disini. Sini..”Chansung menuntun Junho

Mereka keluar dari ruangan itu.

“Junho, kau tau dimana ruang operator atau ruang apapun yang ada teleponnya” tanya Chansung

“Sse..pertinyaa adda ddi llanttaaii 6..”jawab Junho

“Aisshh…sial kenapa lift juga mati sih..”gerutu Chansung

“Ddiaa bbennerr-bbenner mmau mmengghaabissi kiitta..”kata Junho

Chansung dan Junho tiba dilantai 6, dimana terdapat ruang operator.

Ruang operator

Chansung dan Junho masuk ke ruangan yang tertulis ruang operator itu.

“Tunggu disini Junho, aku akan cari teleponnya..”kata Chansung sambil menyenderkan tubuh Junho di dinding

“Aahh..ini dia..”katanya setelah menemukan telepon yang dicarinya

Chansung menekan nomor bantuan polisi, tapi..

“Aisshh…teleponnya udah dimatikan..”ucapnya kesal lalu membanting telepon itu ke sembarang tempat

Brakk..

Prangg..

Brukk..

Chansung menjatuhkan dirinya lalu menangis lagi

“Bagaimana ini..Kita bener-bener gak bisa keluar dari sini..hikss..hikss…”Tangis Chansung meledak

“Channssunggiiee…ppassttii addaa carranyaa..kkitta ggakk bolleehh nyeerraahh..”kata Junho

“Junho, kau benar. Kita gak boleh nyerah seperti ini. Kalo kayak gini, dia pasti akan tertawa senang. Ayo Junho”

Chansung dan Junho kembali berjalan. Kali ini mereka mereka menuju lantai 7, lantai yang diperintahkan orang itu.

Saat menaiki tangga, tubuh Junho semakin lemah, langkah mereka semakin pelan dan sesekali terlihat Junho menekan perutnya yang terus mengeluarkan darah.

“Junho ya, kau gak apa-apa?” tanya Chansung khawatir

“Hmmm..”Junho menggigit bibir bawahnya, tanda rasa sakitnya gak bisa ditahan lagi

“Junho ya,coba kulihat lukamu..”

Chansung melepas tangan Junho yang menggenggam erat perutnya. Dibukanya jaket yang mengikat perut Junho.

Dan..Bener aja, robekan perut Junho semakin melebar karena gerakan-gerakan yang dilakukannya. Darah mengucur semakin deras dari dalam perut Junho.

“Cha..Chaannssuunnggiiee..aakku..uddaahh.. gaakk.. tahhan llaggii…”kata Junho semakin lirih

“Ju..Junho…kau..kau gak boleh nyerah”Chansung kembali mengikat kencang jaket yang sudah berlumuran darah itu pada perut Junho

“AAAKKKHHH…”

“Sini, biar kugendong..Kau harus kuat Junho. Bertahanlah..”pinta Chansung sambil menggendong Junho di belakangnya

“Aakkann kkuucobba ssekkuatt ttennaggaa..”kata Junho pelan

Chansung menggendong Junho lalu meneruskan perjalanan menuju gudang peralatan yang berada di paling ujung lantai 7.

Begitu membaca tulisan ruang gudang peralatan, Chansung dan Junho berhenti di depan ruanga itu.

“Hey, apa ada orang didalam sini?” kata Chansung sambiil mengetok pintu

“Hmm..”Ada suara seseorang dari dalam

“Hey, siapa didalam. Jawab aku..” Chansung mempercepat ritme ketukannya

“Chansung..”Suara orang dari dalam itu makin jelas

“Hyung, Khun Hyung..Kau gak apa-apa?” tanya Chansung khawatir

“Hmm..Ne..Tapi aku gak bisa liat ruangannya gelap..Ehh??..Kenapa ini..?”

“Hyung kau kenapa..?”

“Aku gak bisa menggerakan tangan dan kakiku. Rasanya tangan dan kakiku diikat kuat..Aahh..sial, aku gak bisa liat apapun..”

“Tenang hyung, aku akan menolongmu..”

Chansung menurunkan Junho lalu menyenderkannya di dinding dekat pintu. Setelah itu, dia bermaksud membuka pintu ruangan itu, tapi pintu itu gak terbuka, pintu itu terkunci. Tanpa aba-aba, Chansung langsung mendobrak pintu itu. Pertama kali mencoba, pintu itu masih gak bergeming. Dua kali mencoba, pintu itu terlihat mulai kebuka. Dan akhirnya tiga kali mencoba..

Brakk….

Krekk….

“AAAAAAAAAKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH……..”

Brukk…

Cess….

Croott…

Darah segar memuncrat ke arah Chansung dan Junho yang berada didepan pintu

“Hyu..Hyung…” kata Chansung sambil menatap sendu ke arah tubuh Nichkhun

“Hhyyyuunnggg…”Tangis Junho dan Chansung meledak

Ya..Tubuh Nichkhun terbagi menjadi beberapa bagian, tangan dan kakinya yang masih terikat masih tergantung di dinding.

Sementara itu, kepala, paha, perut, dadanya berserakan dimana-dimana. Ruangan ini ternyata udah diset baik dengan menaruh gergaji di tempat-tempat yang memungkinkan untuk memotong bagian-bagian tubuh dengan cepat ketika pintu

dibuka. Dengan kata lain, menolong Nichkhun berarti membuatnya mati mengenaskan.

“Hyung..mianhae..”Chansung melangkah masuk dan menemukan kepala Nichkhun

Chansung memeluk kepala Nichkhun sambil menangis. Setelah itu, Chansung kembali menaruh kepala Chansung di lantai lalu dia menuju dinding dimana tangan dan kaki Nichkhun masih terikat.

Chansung melepas ikatan di tangan dan kaki Nichkhun, mengumpulkan tubuh-tubuh Nichkhun yang lainnya lalu menyatukannya di lantai bersama dengan kepalanya.

Junho menangis memeluk tubuh Nichkhun yang sudah gak bersatu itu. Lalu Chansung dan Junho menutup tubuh Nichkhun dengan sehelai kain yang ditemukan di dekat mereka.

Trrtt…Trrtt….

Chansung mengangkat Hpnya.

“HYA, APA KAU PIKIR INI LUCU HAH??…SIAPA KAU?..TUNJUKKAN DIRIMU, JANGAN SEMBUNYI-SEMBUNYI SEPERTI INI DAN MEMBUNUH SATU PERSATU SAHABATKU..” teriak Chansung kesal

“HAHAHAHAHAHA..Bagaimana, semakin seru kan? Kali ini kutunjukkan padamu bagaimana rasanya darah temanmu memuncrat keseluruh tubuhmu. Rasanya sangat menyenangkan kan….”

“HEY, AKU GAK SUKA PERMAINAN INI. CEPAT TUNJUKKAN DIRIMU…”

“Kau gak suka permainan ini?? Memang agak membosankan..Gimana kalo kita naikkan lagi levelnya….Heheheee…”

“APA KATAMU?? MAKSUDKU ADALAH HENTIKAN PERMAINAN INI….”

“Hentikan?? Sekali mencoba kau gak bisa berhenti. Baiklah terserah padamu, mau ikut permainan ini atau gak. Yang penting aku akan beritahu tempat selanjutnya yang harus kau datangi. Ruang konser kalian tadi. Yang ada di lantai 2. Kali ini aku ingin mempercepat ritmenya. Aku akan memakai 2 orang sekaligus…Baiklah, kuharap kau bisa melihatnya..HAHAHAHAHHAHHAAA….”

Tutt..Tutt…Tutt…

“HEY..HEY..”

“Aisshh sial. Junho ya kita harus kelantai 2 sekarang..”kata Chansung sambil melirik ke arah Junho

Junho terlihat sangat kesakitan, dia meringkuk di dekat tubuh Nichkhun sambil memegang perutnya yang terus mengeluarkan darah.

“Junho ya…” Chansung menghampiri Junho, mengangkat sedikit kepalanya

“Hehh..Hehh…Chaann…Hehh..ssunnggg…..” kata Junho sambil mengatur nafasnya

“Junho, kau harus bertahan, kita pasti akan selamat. Jadi kau harus kuat….”Airmata Chansung menetes jatuh ke wajah Junho yang udah pucat

“Chaann…sssuuunngggg…..Ssseeellaammaatkkaan Taeeehhyeeoonn hhyyuungg ddaannn wwooyyoouungg….Mmiaaannhae..aaakkku ggakk bbissaa mmemmbbanntuumuuu….”Suara Junho semakin mengecil

“Junho, jangan banyak bicara, kau harus bertahan” pinta Chansung

“Uhhukk..Uhhukk…”

Dari mulut Junho keluar darah

“Junho ya..Junho ya…”Chansung sedikit mengguncang tubuh lemah Junho

“Uhhukk…Uhhukk…Uhhuukkk…Chaannn…sssuuuunnnngggg……..”

Junho memejamkan matanya, perlahan tangan Junho yang ada di lengan Chansung jatuh menyentuh lantai

“Junho ya, hey…buka matamu…”Chansung mengguncang tubuh Junho, berharap Junho membuka matanya kembali

“Junho ya..Junho..JUNHO YAA….hiiikksss…hhiiiikkssss…..”Chansung menangisi Junho yang sudah gak bernafas lagi

Dia menutup wajah Junho dan Nichkhun dengan sehelai kain yang tadi menutupi tubuh Nichkhun.

“Semoga kalian tenang..”kata Chansung sambil mengusap sisa airmata di pipinya

Chansung keluar dari ruangan itu dengan setengah berlari, menuju lantai 2.

“Aku..hehh…aku akan menyelamatkan mereka.hehh..” ucapnya ditengah lari

Setibanya di lantai 2, dia langsung menuju stage tempat konser tadi. Perlahan dia buka pintu itu. Gelap…tapi dengan pasti Chansung melangkah masuk ke dalam. Tiba-tiba..

Brakk…

Pintu tertutup kencang saat Chansung masuk. Dan tiba-tiba dari stage panggung mulai diterangi lampu. Chansung hanya diam aja melihat stage panggung.

Trrtt..Trrrtttt….

Chansung mengangkat HP nya

“Kau harus lihat stage terus ya..”ucap seseorang dari balik HP

Dari tengah panggung muncul seseorang dari bawah stage, tubuh seorang namja bertubuh tinggi, dimana kakinya dirantai kuat agar dia gak bisa kemana-mana. Dia berontak dan teriak-teriak, meminta kakinya dilepas.

Chansung memicingkan matanya, memperjelas siapa orang di panggung itu. Baju yang sama dengan yang dipakainya, tubuh tinggi dan besar.

“Taechyeon hyung..”ucap Chansung pelan

“Bingo..heheheee..Taechyeon oppa terkenal dengan kekuatannya…Kalo gitu gimana kalo kita tes aja. Kita akan tau seberapa kuatnya Taechyeon oppa…HAHAHAHAHHAHAHAAAA…”

“Andwae…Andwae…TAECHYEON HYUNG…”

Chansung menghampiri Taechyeon, tapi baru setengah jalan tiba-tiba ada yang jatuh dari atas menimpa tubuh Taechyeon.

“AAAAAKKKKHHHHHHHH……”

Lampu-lampu sorot yang ada persis diatas Taechyeon jatuh menimpa tubuhnya hingga hancur berkeping-keping

“TAECHYEON HYUNGGG…..” Chansung hanya bisa teriak melihat tubuh Taechyeon yang remuk

“HYA, KUBILANG HENTIKAN….”

“Sekarang lihat ke atas stage..”

Chansung melihat kearah atas stage, gak ada apa-apa. Lama-kelamaan mulai muncul bayangan seperti tangan orang, disusul kepala, badan hingga kakinya yang diikat

“WOOYOUNG AH…” teriak Chansung

“Hehh..?? Chansung..Chansung..kenapa aku diikat seperti ini?” tanya Wooyoung berusaha melepas dirinya yang diikat

Chansung berlari ke arah stage. Chansung berusaha menggapai tangan Wooyoung tapi gak bisa, karena tangan Wooyoung masih sangat jauh dari gapaian tangannya.

“Aku juga gak tau. Tapi yang pasti ada yang dendam dengan kita..”

“Hey, apa itu…?? Apa..Apa itu..Taechyeon hyung..??” tanya Wooyoung lagi saat melihat potongan-potongan kecil seperti tubuh manusia

“Ne…Mianhae, aku gak bisa menolong yang lainnya…”jawab Chansung masih tetep berusaha menggapai kaki Wooyoung

“Yang lainnya..??…Maksudmu…??…Yang lainnya..juga udah…hhhiiikkssss…hihhiiikkkssss….”Wooyoung larut dalam tangisnya

“Aissh..Gimana caranya nih..?”

“Chansung Ah, itu apa..?? Mungkin aja itu ada hubungannya dengan tali ini..” Wooyoung menunjuk sesuatu kearah kirinya

Chansung melihat arah yang ditunjuk Wooyoung, dan melihat tali yang muncul dari sela-sela kayu yang dijejerkan di dinding.

Dengan pelan-pelan Chansung menarik tali itu, dan….

Shett… *gak tau bunyinya apaan..ckckck..*

Crott…

“AAAAAAAAAKKKKKKKKHHHHHHHHHH….”

Tess..Tess….Tess…

“WOOYOUNG AH…”

“Uhuukkk…Chaannnssuungg…”

Tubuh Chansung sudah dipenuhi 8 bilai pisau yang banyak menusuk daerah perut serta bagian dadanya.

“Uhuukk……”

“Wooyoung Ah…Mi..Mianhae…”

“Gak …appaa…..appppaaaaaa…AAAAAAAKKKKKKKKKKKHHHHHHHHH…..”

Wooyoung menghembuskan nafas terakhirnya dan….

“WOOYOUNG AH……”

Srett..

Pintu masuk stage terbuka

“Hahahahhahaaaa….Ini sangat menyenangkan..”

“NEO. Kau gila..Kau pengecut…”

“Aku memang udah gila oppa. Hmm…mungkin lebih tepatnya disebut Psikopat..”kata orang itu sambil nyengir

Dorr…

Dengan cepat orang itu menembak ke arah Chansung, Chansung jatuh seketika.

 

Chansung mulai membuka matanya saat dia rasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia sadar tubuhnya gak bisa digerakkan sama sekali karena tangan dan kakinya direntangkan dan diikat kuat. Dia juga lihat darah terus keluar dari sayatan-sayatan di kaki dan tangannya.

“Kau udah sadar oppa?” tanya seseorang mendekatinya

“Neo….”

“Hmm..lama banget sadarnya. Kan gak seru kalo Cuma main sendiri…”katanya sambil memainkan pisau di tangannya

“A..Apa yang membuatmu membenci kami..?”tanya Chansung takut

“Benci? Memangnya sejak kapan aku bilang benci kalian..?”

“Kalo bukan benci lalu apa? Kau membunuh kami satu persatu..Apa tujuanmu?”

“Aku gak pernah membenci kalian, tapi kebalikannya. Aku ini fans kalian. Aku sangat menyukai kalian. Saking sukanya sampai aku ingin merasakan darah kalian satu persatu..”katanya sambil mengambil sedikit darah dengan telunjuknya lalu memasukkannya kedalam mulut

“Hmm…Udah kuduga, darahmu yang paling enak. Makanya kusiapkan yang paling enak di terakhir…Hahahahaaa…”Chansung yang melihatnya merasa jijik

Pisaunya mulai dimainkan di tubuh Chansung. Dia tempelkan pisau itu di wajah Chansung, di maju mundurkan pisau itu, membuat Chansung bergidik ngeri.

“Oppa lain kali hati-hatilah kalo mau minum atau makan sesuatu ditempat asing. Kalian gak sadar kan kalo minuman yang kalian minum itu sudah kuberi obat bius…Hahaha…”

“Hmm…Kita coba sedikit dulu ya..”

“AAKKHH…”Chansung meringis saat pisau menyayat wajah mulusnya

Darah segar keluar dari sayatan di wajahnya itu. Orang itu hanya menatap puas korbannya yang gak berdaya, dia colekan sedikit, mengambil darah yang keluar dari wajah Chansung dan dimasukkan lagi ke dalam mulutnya

“Hmm..ini enak sekali oppa..”

“Neo…Akku..akan…AAAAAAKKKKKHHHHH…”

Dengan cepat yeoja itu merobek perut Chansung

“Hehh…Hehhh…Hehh… Henhhhtiiihhhhkkkkaaaahhhhnnnnhhh… Jeeehhhhbbbbaaahhhhlllll……” kata Chansung memohon

“Kau tau oppa, sekali memulai gak bisa berhenti, baik kita mulai permainannya…”

Sekali lagi pisau menyayat lengan Chansung, mengulitinya dengan puas. Setelah itu dia berpindah ke kaki Chansung. Dia sayat-sayat kecil di pahanya Chansung, lalu menusuk-nusukkan ujung pisau itu pada daging-daging di pahanya.

Teriakan dan tangisan Chansung gak dihiraukannya. Yeoja itu asyik menyayat dan menguliti tubuhnya.

Srett…

“AAAAAAKKKKKKKHHHHHHHHHH……”

Dengan cepat yeoja itu memotong salah satu kaki Chansung

“AAAAAAKKKKKKHHHHHHHHHH…..”

Tanpa aba-aba yeoja itu langsung memotong kaki Chansung yang lainnya…

“HAHAHHAHHAHAHAHHAAAAA…..Ini bener-bener mengasyikkan… Oppa, Saranghae..”

Yeoja itu mengangkat tinggi-tinggi pisaunya tepat di atas dada Chansung. Dia mengedipkan sebelah matanya, lalu dengan cepat dan kencang menusukkan pisau ke jantung Chansung.

“AAAAAAAAAKKKKKKKKHHHHHHHHH……….”

**

“AAAAAAAAAKKKKKKKKHHHHHHHHH……….”

Chansung membuka matanya

“Hya..Chansung Ah, Kau ini kenapa sih?” kata seseorang

“Mimpi kali dia..” kata orang yang lainnya

“Hehh..Kebanyakan makan pisang tuh..”

“Chansungie, kau gak apa-apa” kata seseorang berambut pirang mendekati Chansung dan memeriksa kondisinya

“Hyung..Kalian..Kalian masih hidup..?”tanya Chansung

“Hya..Tentu aja kami masih hidup..”jawab Taechyeon

“Hyungdeul..”Chansung langsung menghampiri member 2PM yang lainnya dan memeluknya satu persatu

“Iiihhhh…apaan sih..Jangan peluk-peluk, aku masih normal tau..” kata Junho

“Hehh…Chansung cuci muka dulu sana, trus minta di make up ulang..” kata Junsu sambil membuka botol air minum

“Hyung, jangan..” Chansung mencegah Junsu meminum air putih lalu langsung merebut botolnya

“YA Chansung, tenggorokanku udah kering tau. Berikan airnya..” Junsu berusaha merebut botol air minum dari tangan Chansung

“Hyung, kumohon..jangan minum ini. Nanti kita semua akan mati..”

“Gimana caranya air bisa membunuh kita semua..??” kata Junsu kesal

“Bukan airnya, tapi…”

Brakk..

Pintu ruang tunggu terbuka

“Sudah waktunya kita pergi. Kajja..” ajak manajer mereka, lalu dia pergi lagi

“Ayo…”ajak Taechyeon

Taechyeon pun keluar disusul Nichkhun, Wooyoung, Junho, lalu Junsu dan Chansung.

“Junsu hyung, mianhae..nanti akan kubelikan air minum tapi bukan yang ini..”kata Chansung pada Junsu yang masih cemberut

“Aku kan hausnya sekarang, bukan nanti…”Junsu masih kesal dengan sikapnya Chansung yang aneh

Member 2PM pun keluar dari ruang tunggu tanpa menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka.

Plokk…

“Han Sunhee, sedang apa kau disini?” tanya seseorang pada seorang yeoja yang sedang asyik melihat member 2PM

“Aahh,eonni..Ani, aku hanya mengecek keadaan korban aja kok..Hehehee…” jawab yeoja itu sambil tertawa kecil

“Hahh?? Korban? Apa maksudmu..?”

“Kita gak boleh sedikitpun lengah disaat korban itu mengeluh sakit. Korban itu bisa aja menipu kita, karena itu dengan cepat kita harus mencengkeramnya kuat-kuat hingga dia gak mampu bernafas..”kata yeoja yang bernama Sunhee itu semangat

“Sunhee Ah, apa sih yang kau katakan?..Membuatku merinding aja..”

“Aahh, aniyo eonni. Kajja, masih banyak yang harus kita siapkan…”

Untuk mencengkeram korban kita..hehehehe…pikir yeoja itu dalam hati

 

The End

 

Ini sudah pernah dipost di : *www.facebook.com/cyndi.minoz

*cyndikim.blogspot.com

Kamsahamnida..^-^