Author : Kim Eunsae

Length : Continue

Genre :  romance

Cast : Kim Eunsae, Shim Hyeri, Han Seahyun, all member SUPER JUNIOR, all member DBSK

HOSPITAL SM

Happy reading readers^,^

Authors pov

“Dr. Eunsae cepat segera ke UGD telah terjadi kecelakan lalulintas yang parah! Membutuhkan bantuan anda segera! Ada anak berusia tiga tahun ikut terlibat dalam kecelakaan ini”ia pun langsung menuju unit gawat darurat melihat kondisi keadaan pasien. Beberapa luka ringan hanya perlu di bius lokal terdapat di bagian tangan serta kaki. Tetapi tampaknya kepalanya harus di rontgen terlebih dahulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berikut juga dengan tangan kiri serta engkel kaki kanannya. Tak lama kemudian pasien pun dilarikan kekamar inap. Setelah berbicara dengan orangtua pasien yang berada di UGD. Sayangnya sang ayah yang menyetir, nyawanya tak dapat di selamatkan.

“Siapa yang bertugas jaga malam ini sebenarnya? Kenapa kalian malah memanggilku?”kata Eunsae agak sebal karena terganggu istirahatnya pada salah seorang dokter jaga. Istirahat itu benar – benar ia perlukan, karena 10 menit lagi ia harus menghadapi oprasi pengangkatan tumor kelenjar getah bening. Asistennya hanya pasrah akan dimarah – marahi oleh seniornya ini. Eunsae dengan segera berlari keruangannya dan lansung menuju kamar operasi. Kali ini ia hanya sebagai asisten dokter saja. Karena dokter Kim Jaejoong lebih suka mengoprasi sendiri setiap pasiennya. Tetapi ia membutuhkan asisten yang cakap seperti dokter Eunsae.

Pasien kali ini adalah anak berumur 10 tahun. Dokter Heechul selaku spesialis bedah pun turut dalam oprasi kali ini. Memakan waktu lebih dari 2 jam, ketika akhirnya tumor itu dapat diambil. “Katakan pada orangtua pasien, tumornya sudah dikeluarkan. Lakukan seperti prosedur yang biasanya”kata Kim Jaejoong pada Eunsae. Ia pun langsung keluar dari ruangan oprasi dan menemui orangtua pasien. Meskipun lebih suka menangani sendiri operasi pasiennya, Jaejoong jarang berkomunikasi dengan orangtua, keluarga atau kerabat pasien.

“Orangtua Park Minha?”tanya Eunsae.

“Oh, de. Bagaimana dokter? Apakah semuanya berjalan dengan lancar?”

“Semuanya bisa tenang. Tumor yang menakutkan itu telah berhasil dikeluarkan. Kami akan terus memantau perkembangan pasien. Pasien juga harus menjalani kemoterapi untuk mencegah agar tumor itu tidak kembali lagi.”Eunsae memperlihatkan tumor yang telah diangkat kepada orangtua pasien. Sebagai prosedur. Setelah berbincang – bincang untuk menenangkan dan meyakinkan orangtua pasien, dokter yang lain pun keluar dan memindahkan pasien keruang rawat intensif.

“Bagaimana? Operasi kali ini sukses bukan Jeajoong-sshi?”tanya Yesung setelah, ia memeriksa beberapa pasiennya, kepada Jaejoong yang hanya mengangguk lalu masuk kedalam ruangannya.

“Seperti biasa”jawab Eunhyuk dan Shindong berbarengan.

“Sudahlah, seperti kalian baru kenal dengannya saja”Eunsae menyemangati.

“Tapi operasinya sukseskan? Siapa dari bagian bedah yang ikut kali ini? Heechul lagi?”tanya Eunhyuk menatap Eunsae.

“Ya, dokter Kim lagi. Sepertinya hanya dia yang sanggup menangani tempramental dari dokter Kim. Hahahahaha”

“Ya! Banyak sekali marga Kim disini! Bikin aku pusing saja! Dan kau satu – satunya dokter anak angkatan kita yang tahan dengannya!”kata Yesung.

“Hyung, kau dan Jaejoong-sshi itukan satu angkatan”kata Shindong dengan polosnya.

Seorang suster yang sangat cantik lewat dihadapan mereka. Otomatis membuat para dokter – dokter pria ini menoleh.”Eh, ada Suster Hyeri. Apa kabar? Kok udah lama gak main sama abang sih?”kata Yesung dengan pedenya menggoda Hyeri, berdiri disebelahnya dan merangkulnya. Hyeri dengan lembut menjauhkan dirinya dari Yesung.

“Hyeri-ya, kamu suka gado – gado ya?”tanya Shindong dengan polos(emang di Korea ada yang jual gado – gado? -___-“).

“Kenapa emang?”Hyeri menatapnya dengan penasaran.

“Soalnya kau mengulek – ngulek hatiku”Shindong menatapnya dengan tatapan seolah hanya Hyeri seorang yang dapat mengertinya. Sontak semua orang tertawa dengan rayuan kampungan ala Shindong.

“HAHAHAHAHA. Hyung, gini nih gaya merayu seorang Cassanova sejati!”kata Eunhyuk dengan pedenya.

“Perhatikan Cassanova beraksi! Hyeri. Cantik deh, mau gak malem ini nemenin abang dangdutan?”katanya lagi sambil mengedip – ngedip kearah Hyeri, nakal! Hahaha semuanya sontak tertawa terbahak – bahak mendengar rayuan Eunhyuk yang sama sekali gak mutu! Wajar soalnya dokter anak disini pada gila – gila semua. Apalagi melihat Suster Hyeri yang memang kondang akan kecantikannya.

“Sudahlah, kalian ini. Setiap hari menggoda Suster Hyeri saja! Padahal, ada aku disamping kalian!”kata Eunsae dengan tampang memelas.

“Aku sebenarnya, kesini ingin berbicara pada dokter Eunsae. Kau sudah selesai?”

“Iya, sebentar lagi. Aku sedang menunggu dokter Seohyun datang untuk menggantikanku. Kalau kau sudah lelah, pulang duluan saja” Eunsae dan Hyeri memang tinggal di apartemen yang sama.

“Kemana perginya dokter malas itu?! Baru asisten dokter saja sudah sombong! Padahal baru tahun pertamanya! Bagaimana jika, sudah senior? Ratu shopping kok mau jadi dokter anak? Aneh bin ajaib!”kata Eunhyuk dengan sengit.

“Hush! Kau tidak boleh bersikap seperti itu”kata Eunsae bijak.

“Dokter Kim”panggil sebuah suara. Eunsae dan Yesung langsung menoleh kearah suara tersebut. Dokter Park Jungsoo yang memanggil mereka terlihat binggung.

“Maksudku, dokter Kim Eunsae. Ada waktu? Ada beberapa hal yang harus aku tanyakan padamu? Bisa ikut keruanganku?”tanya dokter Jungsoo ahli Toraks.

“De, dokter Park. Dokter Shindong, tolong sampaikan pesanku pada dokter Seohyun”kata Eunsae lalu pergi bersama Jungsoo.

“Akhir – akhir ini, sepertinya mereka berdua semakin akrab ya?”Eunhyuk mulai bergosip.

“De, aku mulai mencium sesuatu yang gak beres nih”kata Yesung dengan tampang sok tahu.

“Tentu saja, kau mencium sesuatu yang tidak beres Hyung. Lihat, Eunhyuk sedang melepas sepatunya!”jerit Shindong. Yesung langsung menatap Eunhyuk dengan tatapan mematikan. Eunhyuk segera memakai sepatunya kembali dengan tampang bersalah.

“Mianhae Hyung. Tapi Shindong Hyung, bukan kakiku yang dimaksud Yesung Hyung! Maksudnya itu ada hubungan antara Eunsae dengan dokter Park!”jelas Eunhyuk.

“Apakah, benar? Mereka berdua ada hubungan?”tanya Hyeri tak terduga.

“Tentu saja begitu! Dokter Park, adalah calon presiden direktur di Hospital ini atau kalau tidak dokter Yoochun. Kecuali kau memikirkan dokter anak haram itu Cho Kyuhyun. Akan sangat bagus bagi karir Eunsae nantinya. Dan kita sebagai teman – temannya yang paling setia pasti akan kecipratan juga. Kenaikan jabatan misalnya?”kata Eunhyuk dengan muka penuh harap.

***

Sementara itu diruang kerja dokter Park, Eunsae sedang duduk dan membaca berkas pasien yang ada didepannya. Seorang pasien yang mengidap penyakit hati bawaan dengan umur 20 tahun. Jelas bukan bidangnya.”Jaejoong-sshi yang merekomendasikanmu. Aku tidak tahu, apa kau mau menangani kasus dengan permintaan khusus seperti ini. Orangtua dari pasien ini adalah teman baik keluarga kami. Sehingga mereka menginginkan dokter yang benar – benar cakap dibidangnya”kata Jungsoo seraya tersenyum padanya.

“Gamsahamnida dokter Park, karena telah mempercayaiku”jawab Eunsae.

“Arro. Aku mengandalkanmu. Sebenarnya, ini memang bukan pasienmu. Dokter Jessica yang menanganinya dari divisiku. Tapi seperti yang kau ketahui dengan sangat jelas, ia belum bisa meyakinkan pasien ini agar mau dioperasi. Kemungkinan hidup seperti yang kau lihat didalam berkas. Sangat tinggi, hanya saja ia orang yang takut pada kata “operasi””

“Anda tidak bisa menyalahkannya Jungsoo-sshi. Sebagian besar orang memang takut mendengar kata yang satu itu”ujar Eunsae seraya mencoba bercanda. Jungsoo tersenyum padanya.

“Jadi? Kau mau menerimanya?”Eunsae menggangguk setuju.

“Kalau begitu kau boleh keluar”namun sebelum Eunsae sempat beranjak Jungsoo memegang tangannya mencegahnya pergi.

“Ada hal lain Jungsoo-sshi?”tanyanya binggung.

“De, tolong sampaikan pada Suster Hyeri, agar bersiap – siap pukul 8 pagi”kata Jungsoo sambil mengedipkan mata. Eunsae tersenyum mengerti.

Di apartemen Eunsae dan Hyeri.

“Dokter Park akan menunggumu jam 8 pagi, Hyeri-ya”kata Eunsae.

“Mo?”sahut Hyeri tak percaya.

“Apa? Kau pasti mikir, yang macem – macem ya?”goda Eunsae memancingnya.

“Jam 8 pagi itu jadwal operasi pertama dokter Park besok. Ia ingin agar kau yang mendampinginya”jelas Eunsae.

“Oh arro, tak usah diingatkan”jawab Hyeri seolah tak acuh.

“Seahyun lembur lagi hari ini?”tanya Eunsae. Hyeri menggangguk. Lalu mereka langsung masuk kekamar masing – masing. Mempersiapkan diri menghadapi esok dan tidur.

Eunsae baru saja terlelap ketika mendengar ponselnya berbunyi. Ia langsung bangun dengan sigap.”Josohamnida dokter Kim, ada pasien Shim Baekhyun tiba – tiba mengeluarkan darah dari mulutnya. Aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi-“tanpa mendengarkan penjelasan dari asistennya, ia langsung pergi menuju rumah sakit. Ia dan Hyeri memang menyewa apartemen yang dekat dengan Hospital tempat mereka bekerja.

Ia sampai tak lebih dari 10 menit, karena berlari dari apartemennya ke Hospital. Tampak Yesung dan beberapa suster sedang kewalahan menghadapi pasien ini. Eunsae segera mengambil alih pasien itu.”Apa yang terjadi dokter Yesung?”tanyanya sambil memeriksa catatan terakhir pasien dan sang pasien sendiri. Pasien itu tengah dibius dan Yesung dengan fokus mengeluarkan cairan dari dalam tenggorokannya.

“Sepertinya ia memakan sesuatu yang manis. Makanya kerongkongannya luka lagi. Padahal bekas operasinya belum sembuh betul. Bukankah, aku suruh kalian agar jangan memberinya makanan apapun? Air saja belum boleh lewat dari kerongkongannya”bentak Yesung pada beberapa suster.

Eunsae membantu Yesung mengeluarkan cairan itu. Memeriksa keadaan kerongkongannya agar steril lagi dan tidak mengeluarkan darah. Akhirnya pendarahan pun berhenti.

“Gomawo”kata Eunsae lemah pada Yesung. Pasien ini memang tanggung jawabnya, entah apa yang terjadi kalau Yesung tidak segera datang.

“Gwenchana, traktir aku minum. Maka kita impas”guraunya lalu menatap asisten dokter dan para suster.

“Siapa yang terakhir, mengunjungi pasien ini?”tanya Eunsae. Mereka semua memandangnya dengan takut.

“Josohamnida dokter Eunsae. Kami tidak mungkin melarang perintah yang anda berikan. Tak ada satupun yang berani memberikan makanan kepada pasien ini. Kami tahu resikonya dokter Eunsae.

Lagipula, para penjengguk juga sudah kami beritahu tentang kondisi puasa yang harus dijalani pasien. Di sini juga tidak ada makanan yang manis – manis”jelas salah seorang co as dokter.

“Tapi pasien jelas memakan sesuatu yang manis. Bagaimana mungkin, kalian sampai tidak tahu! Apalagi tidak berusaha mencegahnya! Nyawanya sangat mungkin tidak tertolong tadi! Dan ia baru 12 tahun!”sahut Eunsae berang.

“Dokter Eunsae, itu… eh… itu”kata suster dengan tampang takut – takut.

Nb: ^,^ jangan lupa comment yah. Kalau banyak yang comment ff nya mau dilanjutkan hihihi. Don’t bashing please!