Title : If you not…(Part 1/5)

Author : Kim Mi Yoon

Genre : Sad Romance

Lenght : Chapter

Cast :

Song Hae Mi

Lee Junho

Hwang Chansung

 

Cameo :

Park Hae Yoon as eomma Song Hae Mi

 

 

Hae Mi POV

Cekrekk..

Kudengar pintu kamarku terbuka.

Pasti dia, pikirku

“Selamat pagi, agassi…” ucap namja bertubuh tegap sambil menundukkan kepalanya

Kuhampiri dia dan..

Grep..

Aku langsung memeluknya erat

“Oppa, untuk apa kamu memanggilku seperti itu..” kataku

“Hey, jangan seperti ini. Bagaimana kalau ada yang melihat kita?” elaknya sambil berusaha melepas pelukanku

“Ini kan kamarku, jadi oppa tidak usah khawatir..”

“Hajiman..”

“Apa oppa tidak suka aku memelukmu?”

“Hmm..”

“Oppa..” Kali ini kupasang raut wajah sedih

“Tentu saja aku suka. Aku hanya takut ada yang melihat kita berdua seperti ini..” katanya sambil membalas pelukanku

Aku tersenyum mendengarnya, lalu langsung mencium pipinya.

“Aku justru ingin semua orang tau tentang hubungan kita , biar kita tidak usah main kucing-kucingan seperti ini terus..” kataku

“Kau tau kan kalo itu tidak bisa, aku..hanyalah pengawal pribadimu. Status kita jauh berbeda..”

Dia dekatkan wajahnya, lalu mengecup lembut bibirku..

“Saranghaeyo, Hae Mi ya..” bisiknya

 

Lee Junho adalah pengawal pribadiku sekaligus namjachinguku. Usianya 3 tahun lebih tua dariku. Entah kenapa aku bisa fall in love padanya. Itu terjadi sekitar 3 bulan yang lalu..

#Flashback…

“Lepaskan..” Kucoba kibas-kibaskan tanganku agar terlepas dari genggaman seorang namja bertubuh besar

Didepanku kini berdiri 3 namja bertubuh besar yang tidak kukenal

“Kubilang lepaskan tanganku. Apa kau tidak tau siapa aku? Aku ini…”

“HAHAHAHAAHAAA…Agassi, aku tidak tau siapa anda, aku hanya diperintahkan untuk menculikmu. Bagaimana kalo kita main dulu? Neomu yeppeo agassi..” katanya sambil nyengir

“Boleh juga, bos tidak akan tau apa-apa..” sahut namja yang lainnya

“Ok guys, lets do it..” ucap namja yang satunya lagi

Mereka mulai mendekatiku, memasang wajah nyengir yang menyeramkan, lalu memegang kuat tanganku. Aku berusaha menolak, teriak, tapi tidak ada yang mendengar suaraku. Yang bisa kulakukan hanya menangis, menyesal, seharusnya aku tidak pulang sendiri, seharusnya…

Saat aku mulai pasrah, tiba-tiba kudengar bunyi dobrakan pintu, disusul salah satu namja yang mendekatiku, terlempar jauh menabrak dinding. Setelah itu, kedua namja yang lainnya berusaha memukul seseorang yang berusaha menolongku itu, tapi melesat. Orang itu berhasil menghindar lalu memukul keras perut namja itu hingga jauh terlempar. Namja yang satunya lagi berniat menusukkan pisau ke orang itu, tapi orang itu berhasil memelintir tangan namja itu.

“Sebaiknya kalian menyerah sekarang. Kalo tidak, kalian akan masuk penjara karena polisi sudah menuju kesini..” kata orang itu

Orang itu melepas tangan namja yang satunya, membuatnya lari terbirit-birit disusul kedua temannya.

“Agassi” ucap orang itu sambil mendekatiku

Pelan-pelan kupandangi orang itu…

“Junho..” kataku pelan

“Ne agassi. Anda tidak apa-apa..” tanyanya khawatir

Tanpa sadar aku memeluknya, menangis di dadanya..

“Aku..aku takut sekali. Kukira…aku..aku…sudah..sudah…”

“Tenanglah agassi, semua sudah berakhir..” katanya sambil membelai lembut rambutku

“Aku..Aku…takut…Junho..”

“Aku akan selalu melindungimu, Hae Mi ya..”

#Flashback End

Sejak saat itu, aku jadi lebih dekat dengannya. Bahkan aku punya perasaan lebih padanya, begitu juga dengannya. Kami memulai hubungan rahasia ini 1 bulan yang lalu. Sulit menjaga rahasia ini, tapi aku ingin selalu bersamanya, apapun akan kulakukan untuk terus bersamanya.

 

“Oppa, hari ini kita kencan yuk..” ajakku sambil memakai nail art

“Kencan? Kemana?” tanyanya

“Bagaimana kalo kita pergi ke villa Gyeongju? Itu kan tempat bersejarah kita..” jawabku

“Hajiman, hari ini Nyonya besar pulang. Kalo kau tidak ada di rumah..”

“Aku sudah telepon eomma kok, katanya eomma batal pulang hari ini..”

“Mmm..baiklah..”

 

Setibanya di villa Gyeongju..

“Wah..cuacanya bener-bener bagus…” kataku saat melihat pemandangan di villa Gyeongju

Hae Mi POV END

 

Author POV

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hujan lebat mengiringi kedatangan malam.

“Oppa, apa kita tidak bisa pulang hari ini?” tanyaku

“Tadi kau lihat sendiri kan di berita. Jalan utama tertutup karena pohon tumbang, sedangkan jalan lainnya tidak bisa dilewati mobil..” jawabnya

“Jadi, kita harus menginap disini?” tanyaku lagi

“Hmm..sepertinya begitu”

“…”

“Wae? Kau takut aku akan berbuat macam-macam? Tidak usah khawatir, aku….”

“Bukan itu, bagaimana kalo eomma tiba lebih dulu daripada kita?”

“Besok pagi-pagi sekali kita akan pulang..”

Akhirnya Hae Mi dan Junho memutuskan menginap di villa. Hae Mi tidur di kamar utama dan Junho tidur di kamar yang lebih kecil.

Hujan semakin lebat, ditambah gemuruhnya suara petir yang menggelegar di sekitar villa.

“Oppa..” Hae Mi membuka pintu kamar Junho

Tidak ada jawaban dari dalam, mungkin dia sudah tidur, pikir Hae Mi. Hae Mi masuk ke dalam kamar Junho lalu menuju tempat tidur, dimana sesosok tubuh sudah terbaring diatasnya.

“Oppa..” Hae Mi mengguncang pelan tubuh Junho, membuatnya sedikit menggeliat

“Oppa, ireona..” Kali ini Hae Mi menambah kekuatan guncangannya, Junho pun terbangun

“Hmm.. Hae Mi ya, waeyo?” tanya Junho sambil mengucek matanya

“Oppa, aku takut tidur sendirian dikamar… Bolehkah aku tidur disini?” tanya Hae Mi

“Hah? Hajiman..”

“Oppa, jebal….”

“Arasseo, tidurlah disini..” Junho mempersilahkan Hae Mi tidur di kaamrnya

“Oppa, kamu juga tidur disini kan?” tanya Hae Mi sambil membenarkan posisi tidurnya

“Namja dan yeoja tidak boleh tidur bersama kan. Jadi..”

“Tidurlah disini, aku mau kamu memelukku..”

“Hmm..”

 

Sementara itu di USA…

Brakk…

Seorang yeoja 30-an membanting meja didepannya.

“Are you sure?” tanya yeoja itu saat membaca hasil laporan anak buahnya

“Yes, I’ve even sent other detectives to investigate this and the results remain the same..” jawab seorang namja berjas hitam, yang tak lain adalah anak buahnya

“Okay, I understand. I will transfer money into your account. You can go out now..” kata wanita dewasa itu

“Thank you, excuse me..” ujar namja itu lalu keluar dari ruangan itu

Wanita itu membaca kembali hasil laporan yang diberikan anak buahnya itu, kesal melihat wajah yang muncul di laporan itu.

“Tak kusangka, ternyata selama ini kamu berada di dekatku. Aku tidak pernah bisa membalas dendam padamu, Lee Jae Han, tapi aku akan balas dendam pada putramu. Tidak akan kubiarkan putramu bahagia, walaupun dia juga putra kandungku…”

Wanita itu mengambil ponsel miliknya, memencet beberapa nomor lalu menunggu sesuatu

“Siapkan penerbangan ke Seoul malam ini juga, lalu jangan biarkan orang itu pergi jauh..” katanya lalu memutuskan hubungan teleponnya

“Tidak akan kubiarkan kau bahagia..”

 

Keesokkan harinya di Villa Gyeongju

“Apa-apaan ini?” ujar seorang yeoja 30-an melihat pemandangan didepannya

Pemandangan yang benar-benar membuatnya marah.

Salah satu pengawal maju, berusaha membangunkan seorang namja yang masih asyik tidur sambil memeluk seorang yeoja.

“Ireona..” paksa pengawal itu

“Hmm…” Namja itu bangun, mengucek matanya, lalu memfokuskan matanya melihat seseorang yang sudah berdiri di depannya

“Nyo..Nyo..Nyonya besar..” ucapnya gugup sambil menunduk malu lalu turun dari tempat tidur

“Apa yang kaulakukan? Kurang ajar sekali kau..”

“Hoamm…Oppa..” Yeoja itu pun ikut terbangun

“EOMMA…” ujarnya kaget melihat seseorang yang berdiri didepannya

“Song Hae Mi, apa yang kaulakukan disini bersama pengawal pribadimu sendiri?”

“Eomma, aku..begini..kemarin, aku..”

Wanita itu melirik ke arah namja yang masih menunduk malu, “Apa ini salah satu perlakuan sebagai pengawal pribadi, tidur dengan majikanmu sendiri? Ini memalukan, menjijikkan…”

“Jo..Joisonghamnida Nyonya besar, saya…saya…”

“Hehh..apa lagi yang mau kaujelaskan? Ini hanya salah paham? Kau ketiduran disini? Lagipula untuk apa kalian berdua ada di tempat ini? Apa kalian SEDANG MEMADU CINTA?”

“Nyo…nyo…nya besar..sa..saya…saya….”

“Iya, kami sedang memadu cinta..” kata Hae Mi pada Hae Yoon, eommanya

“Song Hae Mi, apa yang..” ucap Hae Yoon

“Sudah saatnya rahasia ini dibongkar. Selama ini, aku dan Junho oppa, pengawal pribadiku, berpacaran..” ucap tegas Hae Mi

“Agassi..”

“Song Hae Mi, apa-apaan kau ini. Apa kau mabuk?”

“Eomma, aku tidak mabuk, ini benar. Aku mencintai Junho oppa, begitu juga sebaliknya. Jadi, izinkan kami menjalin cinta” kata Hae Mi

“YA SONG HAE MI, apa yang kaupikirkan? Berpacaran dengan pengawal, dan kau minta aku untuk mengizinkanmu? Sampai kapanpun, aku tidak akan menyetujui hubungan kalian. TIDAK AKAN PERNAH..” ucap Hae Yoon

“Hanya karena statusnya pengawal, eomma tidak mengizinkanku pacaran dengannya? Aku tidak masalah dengan statusnya itu. Kalo perlu, akan kulepas statusku sebagai putri eomma..”

“Agassi” cegah Junho

“Oppa, sudah saatnya kita jujur..” ucap Hae Mi pada Junho

“Bukan karena itu, tapi karena…” lanjut Hae Yoon

“Lalu karena apa?”

“Karena kalian berdua saudara kandung…” ucap Hae Yoon pelan

To Be Continued…

 

 

 

 

Title : If you not…(Part 2/5)

Author : Kim Mi Yoon

Genre : Sad Romance

Lenght : Chapter

Cast :

Song Hae Mi

Lee Junho

Hwang Chansung

 

Cameo :

Park Hae Yoon as eomma Song Hae Mi

 

 

“Hanya karena statusnya pengawal, eomma tidak mengizinkanku pacaran dengannya? Aku tidak masalah dengan statusnya itu. Kalo perlu, akan kulepas statusku sebagai putri eomma..”

“Agassi” cegah Junho

“Oppa, sudah saatnya kita jujur..” ucap Hae Mi pada Junho

“Bukan karena itu, tapi karena…” lanjut Hae Yoon

“Lalu karena apa?”

“Karena kalian berdua saudara kandung…” ucap Hae Yoon pelan

**

“Mwo?” ucap Hae Mi dan Junho berbarengan

“Ne, eomma sudah menyelidiki semuanya. Walaupun kalian beda ayah, tapi kalian tetap saudara kandung karena aku yang melahirkan kalian berdua. Junho, dia..dia adalah putra kandungku bersama lelaki brengsek yang sudah merenggut paksa keperawananku. Saking bencinya pada orang itu, aku membuangnya saat dia baru lahir…” ucap Hae Yoon dengan sedikit bergetar

“Eomma, itu bohong kan. Karena eomma mau memisahkanku dengan oppa, eomma melakukan semua ini. IYA KAN?” ucap Hae Mi kasar

“Eomma tidak bohong. Kau bisa lihat semua ini..” Hae Yoon menyerahkan seberkas data laporan pada Hae Mi

Hae Mi membaca satu demi satu data laporan itu.

“Tunggu dulu, maksud nyonya aku..aku ini adalah putra kandung nyonya, yang nyonya buang hanya karena nyonya membenci appaku?” tanya Junho

“Ne” jawab Hae Yoon sambil terduduk diatas sofa di dekatnya

“Siapa namanya? Aku ingin tau nama appaku dan dimana dia sekarang..”

“Namanya Lee Jae Han. Soal keberadaan dia, aku tidak tau sama sekali karena aku tidak mau tau apa-apa tentangnya lagi”

Brukk..

Hae Mi terjatuh dari tempatnya berdiri, dia terlihat begitu syok dengan hasil laporan ditangannya.

“Ini..ini..tidak mungkin..tidak mungkin..TIDAK MUNGKIN..” Air mata keluar dari mata Hae Mi yang kecil

Junho menghampiri Hae Mi berusaha mengangkatnya lalu mendudukannya di atas tempat tidur. Setelah itu, dia membaca hasil laporan yang berserakan di lantai.

“Bolehkah aku minta tolong?” tanya Junho pada Hae Yoon

“Minta tolong apa?” tanya Hae Yoon balik

“Selama ini, aku selalu ingin tau bagaimana orang tua kandungku. Jadi, bolehkah aku minta anda untuk menyelidiki keberadaan appaku?” pinta Junho

“Oppa, untuk apa kau katakan itu? Apa kau percaya kata eomma? Ini pasti bohong oppa..” Hae Mi berusaha menahan niat Junho

“Aku sendiri tidak tau kebenarannya. Yang ingin kutau sekarang adalah keberadaan appaku..” kata Junho

“Baiklah, aku setuju. Akan kucari keberadaannya…” Kali ini Hae Yoon berdiri lalu keluar dari kamar, disusul pengawal-pengawalnya

“Aku tidak bisa percaya. Mana mungkin kau dan aku saudara kandung. Oppa juga tidak percaya kan?” tanya Hae Mi pada Junho tapi Junho hanya diam

“Oppa..”

“Entahlah, saat ini aku tidak bisa memikirkan apa-apa. Sebaiknya kita pulang dulu…” ujar Junho lalu keluar dari kamar

**

Seminggu pun berlalu

Tok..Tok..Tok…

Terdengar suara pintu diketuk

“Masuklah” ujar seseorang dari dalam ruangan

Krekk..

“Nyonya memanggil saya?” ucap seorang namja saat memasuki ruangan

“Ne, kemarilah Junho. Aku sudah mendengar kabar tentang Lee Jae Han” kata Hae Yoon

“Lalu, dimana dia?”

“Dia…sudah meninggal” Hae Yoon menyerahkan beberapa berkas pada Junho

Junho membaca tulisan di berkas itu.

“Korban tabrak lari, Lee Jae Han?” kata Junho perlahan

“Ne, dia dikubur di daerah Daejoon. Kau mau kesana?”

“Ne..”

“Ini alamatnya, pergilah kesana..” Hae Yoon menyerahkan secarik kertas pada Junho

“…”

“Wae?”

“Bisakah anda juga pergi denganku..mmm…eommonim?”

“Mianhae, aku tidak bisa pergi denganmu, dan…jangan panggil aku eommonim. Melihatmu mengingatkanku dengannya, membuatku jijik. Sekarang pergilah…” ucap Hae Yoon tanpa melihat Junho

“Saya permisi dulu, Nyonya besar” kata Junho lalu keluar dari ruangan itu.

“Mianhae, jeongmal mianhae…Anakku..” Tanpa sadar, airmata keluar dari mata Hae Yoon, membasahi pipinya

**

“Mwo? Aku tidak setuju. Apa-apaan ini..” ucap Hae Mi kesal

“Kau harus setuju, kita tidak ada pilihan lain. Hwang Group akan kerjasama dengan perusahaan kita jika kau bersedia menikah dengan putra tunggal mereka” ujar Hae Yoon, eomma Hae Mi

“Eomma, apa ini salah satu trik eomma untuk memisahkan aku dengan Junho oppa?”

“Hae Mi ya, ini satu-satunya cara kita menyelamatkan perusahaan. Saat ini perusahaan hampir mengalami kebangkrutan dan membutuhkan dana dari investor. Salah satu investor yang bisa dipercaya adalah Hwang Group…” jelas Hae Yoon

“Kenapa harus menikah dengan putranya? Ini keterlaluan. Pasti ini rencana eomma kan, eomma ingin memisahkan aku dengan Junho oppa..”

“Ne, hanya ini satu-satunya cara agar kamu bisa melupakan dia, sekaligus menyelamatkan perusahaan…”

“Eomma jahat, kenapa..kenapa eomma seperti ini? Aku tidak percaya Junho oppa adalah oppa kandungku, aku…aku…” Airmata mengucur dari mata Hae Mi

“Dia memang oppa kandungmu. Kalo kamu tidak percaya, kita bisa tes DNA. Hasilnya akan tetap sama…”

“Aku TIDAK AKAN PERNAH PERCAYA…” Hae Mi berlari keluar dari ruangan

Brakk…

**

Malam pun tiba..

Ckiitt…

Sebuah mobil berhenti di depan pintu masuk, lalu keluarlah seorang namja dari dalamnya.

“Oppa..” teriak seseorang sambil berlari menghampiri namja itu

“Hae Mi agassi..” ucap namja itu sopan

“Oppa, antar aku ke suatu tempat..” ucap Hae Mi

“Kau mau kemana malam-malam begini?” tanya namja itu, namja bernama Junho

“Nanti akan kujelaskan..”

Junho dan Hae Mi masuk kedalam mobil. Hae Mi menaruh barang-barnagnya dikursi belakang dan Junho mulai menjalankan mobil. Mobil melaju, keluar dari halaman hingga akhirnya jauh dari kawasan rumah.

“Sebenarnya kau mau kemana?”

“Kita akan kabur..”

“Mwo?” kata Junho sambil mengerem

Ckiittt…

“Hae Mi, apa yang kau pikirkan? Kau..” Junho melihat kearah Hae Mi

“Ini semua kulakukan agar kita bisa bersama oppa. Kita pergi jauh dari sini, ke Busan, atau Daejoon, atau keluar negeri sekalian, agar tidak ada satupun yang bisa memisahkan kita lagi. Aku tidak mau berpisah denganmu..” jelas Hae Mi sambil menangis

“Tapi bukan seperti ini caranya..”

“Lalu, bagaimana caranya? Aku sudah dijodohkan dengan putra Hwang Group. Aku tidak mau menikah dengan namja lain selain oppa. Apa yang akan kita lakukan? Apa yang harus kita lakukan oppa?”

“Aku tau soal itu. Nyonya besar sudah pasti menjodohkanmu dengan orang yang sederajat denganmu. Lagipula..” Junho memalingkan mukanya dari Hae Mi, menatap kosong kearah jalanan

“Lagipula, kita ini saudara kandung. Kita tidak boleh menikah..” lanjutnya

“Oppa percaya dengan itu?”

“Entahlah, tapi aku merasa kalo itu benar. Hari ini aku sudah ke tempat appaku. Appaku sudah meninggal tapi barang-barangnya masih disimpan tetangganya. Dan dari semua barang-barang itu aku menemukan sebuah surat berisi permintaan maaf dan sebuah foto yang sangat mirip dengan nyonya besar. Aku yakin appa ingin menemui nyonya besar, tapi Tuhan sudah berkehendak lain..” jelas Junho

“Kenapa…kenapa Tuhan jahat sekali pada kita? Kenapa Dia tidak mengizinkan kita bersama?” Tangis Hae Mi semakin deras

“Sebaiknya kita pulang dulu..” Junho memutar balik mobil

“ANDWAE..” Hae Mi memegang setir mobil menyebabkan mobil berkelok-kelok di jalan yang masih sepi

Ckiitt…

Brumm…

“Hae Mi, lepaskan..” Junho berusaha melepas tangan Hae Mi dari setir mobil

“Aku..tidak mau kembali…”

Ckkkiiiittt….

“Hae Mi ya, kita bisa celaka kalo seperti ini..”

“Lebih baik kita celaka daripada kita berpisah..”

Bruuummm….

Hae Mi berusaha mengarahkan setir mobil kearah lain hingga menyebabkan mobil melaju kencang menuju pinggir jalan. Mereka tidak sadar bahwa didepan mereka berdiri pohon besar dan..

“AAAAKKKHHHHHH….” teriak Junho dan Hae Mi bersamaan

Brakkk….

Tiiiinnnnn……

 

Sementara itu…

“Nyonya, anda ingin saya tuangkan anggur lagi..?” tanya salah satu pegawai rumah tangga

“Ne..” jawab seorang yeoja dewasa 30-an, Hae Yoon

Pegawai rumah tangga itu menuangkan anggur kedalam gelas tinggi hingga mengisi setengahnya, lalu diberikan kepada Hae Yoon yang sedang asyik berdiri didepan jendela, memandang jalanan luas.

Hae Yoon meminum anggur dari gelas itu hingga habis. Saat akan menaruh gelas itu dimeja, tiba-tiba gelas itu jatuh dan pecah…

“Nyonya, anda tidak apa-apa?” tanya pegawai rumah tangga

“Kenapa..kenapa gelasnya tiba-tiba jatuh..?”

“Biar saya yang bereskan, sebaiknya nyonya duduk dulu..” Pegawai rumah tangga mempersilahkan Hae Yoon itu duduk lalu keluar dari ruangan itu

“Kenapa, hatiku tidak enak? Rasanya sakit sekali.. Apa terjadi sesuatu dengan Hae Mi atau…Junho..?” tanya Hae Yoon pada dirinya sendiri

Kriingg… Telepon berdering, yeoja itu mengangkatnya

“Yeoboseyo..” katanya

“Apa ini kediaman Song Hae Mi dan Lee Junho?” tanya seseorang dari seberang

“Ne. Ini siapa?”

“Kami dari Myeongsan Hospital. Song Hae Mi dan Lee Junho mengalami kecelakaan dan keadaannya sangat kritis. Apakah keluarga dari kedua orang ini bisa datang?”

“…”

“Yeoboseyo?”

“Ah, ne. Kami akan kesana segera..”

 

Mobil melaju kencang menuju Myeongsan Hospital.

Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi. Karena keegoisanku, putra dan putriku mengalami ini. Ini semua salahku. Salahku… Akan kulakukan apa saja asal mereka berdua bisa selamat, pinta Hae Yoon dalam hati

Author POV END

**

Hae Mi POV

4 hari kemudian

Aku membuka mataku perlahan. Kulihat sekelilingku, putih. Ini dimana, pikirku sekilas. Kulihat lagi, dan akhirnya aku yakin, aku ada di rumah sakit. Tapi, kenapa aku bisa disini?

Kucoba ingat apa yang terjadi.

Ahh..

Kepalaku pusing sekali.

Kupegang kepalaku, ternyata kepalaku sudah diperban.

Krekk…

Pintu kamar terbuka dan masuklah dokter bersama seorang yeoja, yang kuyakin itu adalah eomma.

“Kau sudah sadar?” tanya dokter saat melihatku

“Ne. Sudah berapa lama aku tidak sadar?” tanyaku pada dokter

“Sudah 3 hari kau tidak sadar akibat kejadian itu..” ucap dokter

“Kejadian itu? Eomma, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada disini?” tanyaku pada eomma

“Kau tidak ingat?” tanya eomma balik

“Aku, ahh..kepalaku…” Aku meringis sambil kupegang kepalaku, berusaha mengurangi sakitnya

“Jangan dipaksa, akan berbahaya bagi tubuhmu. Kau bisa pelan-pelan mengingatnya..” ucap dokter mencegah niatku

“Apa yang terjadi pada putriku, dok?”

“Putri ibu mengalami geger otak ringan, benturan di kepalanya tidak terlalu parah. Dia hanya perlu istirahat yang cukup lalu dia bisa ingat semuanya..”

“AAHHH…” Aku berusaha mengingat yang terjadi tapi malah membuat kepalaku semakin sakit

“Tolong jangan dipaksa, sebaiknya anda istirahat saja..” saran dokter

Tiba-tiba muncul bayangan Junho oppa, saat-saat bahagia bersamanya, lalu muncul bayangan kecelakaan mobil dimana ada aku dan Junho oppa..

“Aku ingat. Eomma, dimana Junho oppa?” tanyaku pada eomma

Eomma terlihat kaget mendengar ucapanku

“Eomma, katakan padaku dimana Junho oppa? Saat itu dia bersamaku. Dia baik-baik saja kan? Dia ada di kamar berapa?” tanyaku bertubi-tubi tapi tidak ada yang dijawab eomma

Eomma hanya diam lalu menghela napas panjang..

“Junho, dia..” ucap eomma

“Dia baik-baik saja kan..” kataku lagi

“Dia… Dia sudah meninggal…” ucap eomma pelan

“Mwo?”

To Be Continued…

 

 

Ini sudah pernah dipost di : http://www.facebook.com/cyndi.minoz

cyndikim.blogspot.com

Kamsahamnida..^-^