Author :Dian Linglung

Length : Continue

Cast : choi ha ni

Jung yunho

Cho kyuhyun

Lee donghae

Leeteuk

 

 

Support cast : choi minho

   kim heechul

   eunhyuk

   shim changmin

   zhoumi

   shin eun ji

 

Annyeong.. sebenernya sih ini belom kelar, tapi takut readersnya kabur jadi buru2 di post dech.. hehehe

happy reading!

 

Author POV

“YAK!!! Eunhyuk~a apa yang kau lakukan?” zhoumi mndorong eunhyuk menjauhi eun chan saat dia berusaha membuka kancing baju eun chan,

“Yak!! Hyung kau menggangguku saja!” ujar eunhyuk

“Ckckc.. kau mabuk?” zhoumi membuka jaketnya dan memakaikannya pada eun chan yang terlihat sangat ketakutan.

“Memang benar dia sandera kita, tapi kau jangan melakukan hal itu padanya.”

“Wae? Heechul hyung saja menggoreskan pisau pada tubuhnya hal yang sangat menyakitkan baginya, tapi yang kulakuakn sama sekali tidak akan membuatnya sakit.”

Zhoumi hanya diam, dia hanya melakukan hal yang menurut kata hatinya itu sangatlah salah.

“Ini lebih baik, dibandingkan kau yang membunuh polisi itu.” Tambah eunhyuk.

Zhoumi diam, semuanya salah.hal yang mereka lakukan ini salah besar. Zhoumi tiba-tiba ingat dengan perkataan eun ji kemarin.

 

Flashback

“Oppa,apa kesibukanmu sekarang? aku jarang sekali bisa bertemu denganmu pada siang hari.” Tanya eun ji ketika zhoumi dan eun ji berada di rumah eun ji untuk makan malam.

Zhoumi diam, dia hanya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Dia bingung harus menjawab apa pada eun ji. Gadis yang sangat dia cintai. Gadis yang sama sekali tidak ingin dia sakiti. 

“Aku bekerja di sebuah konstruksi.” Jawab zhoumi berbohong tanpa menatap eun ji.

Eun ji meraih tangan zhoumi dan memegangnya erat, “Oppa!! Kau tidak merahasiakan apapun dariku kan?” 

Rahasia? Banyak rahasia yang dimiliki zhoumi dari mulai dia pernah masuk penjara, menjadi anggota black evil karna rasa dendamnya pada polisi, merampok, bahkan membunuh. Tapi zhoumi tidak ingin eun ji mengetahuinya dia tidak mau mengecewakan eun ji, dia tidak ingin kehilangan eun ji.

Zhoumi mengangguk, “Percaya padaku, aku tidak merahasiakan apapun darimu.” 

Eun ji tersenyum, “Ne, aku percaya padamu oppa, kaulah satu-satunya orang yang aku percaya.”

Zhoumi menatap mata eun ji yang memancarkan ketulusan di setiap perkataannya, hal ini membuat perasaan zhoumi campur aduk. Dia mengutuk dirinya sendiri karena telah banyak berbohong pada eun ji.

Flashback end

 

Sudahlah lanjutkan saja! Aku tidak akan ikut campur kalau kau kena amukan heechul hyung.” Ujar zhoumi melangkah meninggalkan eunhyuk, dia hanya ingin menyelamatkan eun chan.

***

 

 

Malam yang dingin di pinggiran kota, lebih tepatnya di sebuah kedai kecil di pinggir jalan. Ha ni, kyuhyun, yunho, donghae, leeteuk duduk berhadapan di sebuah meja kecil yang berada di pojok kedai. Tak ada percakapan berarti diantara mereka. Mereka hanya menatap gelas kecil yang kosong, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

 

Pembubaran team, kasus pembunuhan saksi, sanksi yang diberikan siwon pada ha ni dan kyuhyun, markas black evil yang sampai sekarang belum ditemukan memenuhi kepala mereka.

 

Mungkin benar apa yang dikatakan siwon, kalau mereka masih belum siap menangani kasus seperti. Kasus yang sangat terorganisir, penjahat-penjahat yang sudah sangat berpengalaman, bukan penjahat kelas teri yang biasa mereka tangani.

 

Apalagi mereka sudah menemukan fakta baru mengenai black evil, mereka adalah dalang pembunuhan 2 orang pemancing yang berada di perbatasan korea selatan dengan korea utara. Motif pembunuhan mereka tak lain karena 2 pemancing tersebut melihat mereka sedang bertransaksi senjata dengan 2 orang warga korea utara.salah satu dari warga korea utara itu tertangkap, pihak kepolisian belum berhasil membuka mulut pelaku mengenai transaksi senjata ilegal itu, pelaku tersebut ditemukan meninggal di sel penjaranya dengan mulut berbusa sebelum dia menjelaskan kepada siapa dia menjual senjata. Satu lagi pelaku yang terlibat dengan penjualan senjata ilegal ditemukan tewas mengambang di laut dengan luka tembak di dada kiri.

Banyak kejanggalan yang ditemukan polisi saat itu, namun karena tidak adanya saksi. Kasus itu pun di tutup.

 

Sebelum terjadi kasus pembelian senjata ilegal. Black evil juga terlibat perampokan di berbagai bank dan toko perhiasan di pusat kota mereka juga tidak segan-segan membantai siapa saja yang ada di hadapan mereka bahkan tiga orang polisi yang ingin menangkap mereka tak luput dari sasaran peluru mereka.mereka sama sekali tidak takut dengan polisi ataupun hukum yang akan menjerat mereka.

 

Kyuhyun menyambar botol soju yang ada dihadapannya dan menuangkan isinya ke dalam gelas kecil. Ia langsung meminumnya dengan sekali teguk. Ha ni, yunho, leeteuk, donghae menatap kyuhyun.

“Wae? Selagi aku bisa minum, aku akan minum.soju ini benar-benar enak.” Komentar kyuhyun. Dia menuangkan arak beras dan meminumnya lagi. Dia meletakkan gelas kosong di meja sambil tetap menatap gelas itu dengan tatapan sedih.

Setelah pertengkaran kyuhyun dan donghae tadi sore, dan penjelasan serta permohonan dari ha ni dan kyuhyun untuk melanjutkan kasus black evil. Akhirnya yunho menyetujuinya, dia bahkan menjelaskan resiko-resiko yang akan mereka hadapi dari mulai dipecat jadi polisi atau mati dibunuh black evil.

 

Mereka akhirnya sepakat, meskipun awalnya donghae menentang tapi akhirnya dia setuju. Mereka akan menyelidiki kasus secara diam-diam, mendahului team investigasi 1.

 

Yunho mengangkat gelas kosong dan menyodorkannya ke arah kyuhyun “Aku juga mau minum!”

“Aku juga!” leeteuk pun melakukan hal yang sama seperti yunho.

Hanya ha ni dan donghae yang tidak menyentuh gelasnya sama sekali. Mereka hanya menonton.

“Kau tidak minum?” tanya ha ni pada donghae.

“Kau bertanya padaku?” donghae malah balik bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Yeah!!” jawab ha ni dengan nada jengkel yang sangat kentara.

“Tidak, aku sama sekali tidak tertarik dengan minuman beralkohol.” Jelas donghae yang ditanggapi oleh ha ni dengan anggukan kepala.

“YAK!!! Sudah jangan minum lagi.” Larang ha ni pada kyuhyun yang tidak berhenti minum.ha ni merampas botol soju dari tangan kyuhyun. Kyuhyun tidak melawan, dia malah menggembungkan pipinya dan menatap ha ni dengan mimik sebal. Donghae, yunho, dan leeteuk tertawa melihat tingkah kekanak kanakan kyuhyun.

Ha ni menoyor kepala kyuhyun “Pabo!!”

 

Kyuhyun benar-benar mabuk dia menghabiskan lima botol soju sendirian, sampai ia akhirnya tidur dengan membaringkan kepalanya di meja.

“Ha ni~a apa kau tahu soal gadis yang disandera itu?” tanya donghae.

“Ne, aku tahu. Bahkan aku tahu bagaimana perasaannya saat ini.” Jawab ha ni

“Kenapa dia tidak menceritakan soal gadis itu pada kami sejak awal?” tanya leeteuk.

“Aku tidak tahu oppa, mungkin dia merasa bisa menyelesaikan ini sendiri. Tapi dia sadar dia tidak bisa melakukannya. Oppa tahu sendiri gengsi seorang cho kyuhyun itu setinggi langit.”

Leeteuk menganggukan kepala mengerti dengan perkataan ha ni.

“Kalian ternyata sangat dekat ya?” tanya yunho tiba-tiba.

“Mereka memang dekat, saking dekatnya mereka sering sekali bertengkar mengenai hal-hal kecil. Dulu, aku dan onew yang harus memisahkan mereka.”

Ha ni tak menanggapi penjelasan dari leeteuk, dia melamun. Mimik ha ni berubah mendung mendengar nama onew.

“Dulu?”

“Ne, dulu. Sebelum kalian datang kami selalu terlibat dalam kasus yang sama. Aku, kyuhyun, ha ni dan onew.” leeteuk melirik ha ni yang berubah murung “Mianhe ha ni~a!!” ucap leeteuk dengan mimik penuh penyesalan.

Ha ni menatap leeteuk dan tersenyum “Gwenchana oppa!”

 

Dulu ha ni sangat sensitif mendengar nama kim heechul, kini bertambah satu nama yaitu onew. dua nama itu mampu merubah mood ha ni hanya dalam beberapa detik.

 

“Aku dan kyuhyun mantan anngota team investigasi 1.” Ujar ha ni tiba-tiba. Tak pelak perkataan ha ni mengagetkan donghae dan yunho. “Sejak kami lulus sekolah kepolisian kami langsung dimasukan ke dalam team. Team investigasi no 1 yang ada di kepolisian pusat. Team yang berisikan polisi-polisi terbaik dari yang terbaik. Namun sayang, mereka tidak memiliki hati, dan tidak mempedulikan proses.”

“Maksudmu?” sela yunho.

“Mereka sama sekali tidak mempedulikan praduga tidak bersalah. Entah itu kasus pencopetan atau perampokan sekalipun. Mereka langsung mengeksekusinya di tempat. Berbeda dengan kasus korupsi yang mereka tangani mereka berubah menjadi lembek. Aku sangat malu mengaku diriku polisi anggota team investigasi 1. aku tak bisa melakukan tugas sesuai kode etik kepolisian.aku dan kyuhyun memiliki pemikiran yang berbeda dengan mereka, kami memutuskan untuk keluar dari team laknat itu.”

 

Yunho dan donghae sangat terkejut dengan penjelasan ha ni mereka sama sekali tidak menyangka team yang sedari dulu dielu-elukan ternyata sangatlah busuk.

 

“Jadi, aku dan kyuhyun sama sekali tidak menginginkan mereka menyelidiki kasus black evil. Meskipun kenyataannya mereka bersalah, kasus ini tergolong berat. Kalau pun harus di bunuh, biar aku yang membunuh mereka dengan tanganku sendiri.” Tambah ha ni matanya memancarkan kemarahan.

 

Tak heran, onew orang yang paling dekat dengan ha ni harus mati ditangan black evil, dan lagi dia harus tahu siapa sebenarnya kim heechul. Orang yang dua tahun terakhir mengisi hati dan pikirannya. Banyak pertanyaan yang ingin sekali dia lontarkan pada heechul.

 

“Baiklah, mulai besok kita mulai penyelidikan secara diam-diam. Ha ni~a kau dan kyuhyun mata-matai toko bunga di daerah daigu…”

“ANDWE!!!” yunho belum selesai berbicara, donghae langsung memotongnya. Leeteuk yang duduk di samping donghae langsung memukul kepala donghae tanpa ampun.

Plak..

“YAK!!!! Kau itu kenapa?”

“Mmh.. biar aku dan leeteuk hyung saja yang ke toko bunga itu.” Dahi yunho berkerut heran.

“Ya sudah, aku dan kyuhyun ke club.”

“Eh? Pagi-pagi?”

“Ne, aku akan menyelidiki di daerah sekitarnya dan mencari informasi tentang eunhyuk. Lagipula besok aku dan kyuhyun diliburkan.”

Belum ada tanggapan dari yunho, dia terlihat sedang berpikir.

“Donghae~a kau pergi ke daigu sendirian saja, shindong hyung pasti curiga kalau kau dan leeteuk tidak ada. Dan kau ha ni~a sebaiknya kau hati-hati, aku takut ada yang mengenalimu karna penampilanmu kemarin terlalu mencolok.”

Donghae dan Ha ni menganggukan kepala.

“Kalian harus berhati-hati jangan gegabah. Donghae~a setiap tindakanmu kau harus berkoordinasi dengan leeteuk. Dan kau ha ni kau harus menghubungiku turuti semua perintahku. Sekecil apapun kesalahan kalian nyawa adalah taruhannya.”

 

Ha ni dan donghae mengganggukan kepala lagi. Ha ni melihat ke arah donghae yang sedang menatap layar handphonenya dengan tatapan lembut eh?

“Donghae sshi kau menyukainya bukan?” tanya ha ni tiba-tiba setelah dia melihat foto yang ada di layar handphone donghae. Foto itu adalah foto sebuket mawar yang donghae beli kemarin.

“Ne?”

“Menyukai gadis pemilik toko bunga itu, shin eun ji.”

Donghae tampak kaget dengan apa yang diucapkan oleh ha ni.leeteuk dan yunho juga, mereka menatap donghae dengan tatapan penasaran.

“Lebih baik kau berhenti menyukai gadis itu, sebelum kau menyukainya lebih dalam lagi.” Lanjut ha ni.

“Waeyo? Ini bukan ursanmu.” Elak donghae

“Gadis itu yeojachingunya zhoumi. Kalau kau terus memaksakan diri kau akan merasakan apa yang kyuhyun dan aku rasakan. Tersiksa! Aku hanya mengingatkanmu saja terserah padamu kau mau mendengarkan aku atau tidak.” Tegas ha ni

“Menyukai seseorang bukankah hal yang alami terjadi pada manusia? Kau jangan khawatir, meskipun aku adalah tipe orang yang akan mengejar apapun yang ku mau namun kali ini berbeda. Perasaanku saat ini biarkan aku sendiri yang merasakan,aku tdak mengharapkan kalau dia membalas rasa sukaku dengan menyukaiku.”

Donghae berdiri dan menundukkan kepalanya “Aku pulang duluan!”

***

 

 

Di sisi lain eun ji sedang berjalan mondar mandir di dalam toko bunga miliknya. Dia sedang memikirkan sesuatu, dia kemudian menatap sebuah surat kabar yang tergeletak begitu saja di meja. Eun ji mengambilnya, membaca kembali apa yang menjadi berita utama. Berita utama hari ini mengenai black evil dan kasus pembunuhan seorang pria setengah baya yang pelakunya diduga anggota black evil.

 

Black evil, kelompok mafia yang dalam seminggu terakhir ini menjadi berita utama di media cetak maupun media elektronik. Eun ji yang biasanya tidak tertarik dengan semua berita itu kini berubah. Hari ini salah satu surat kabar memasang foto-foto anggota black evil. Foto-foto itu diambil ketika black evil sedang melancarkan aksinya di sebuah bank.

 

Eun ji merasa dia mengenali salah satu dari mereka, tapi dia tidak yakin. Karena semua anggota black evil memakai masker.

“Tidak mungkin!” gumam eun ji sambil menggelengkan kepalanya.

Kriing…

Lonceng yang di pasang di pintu berbunyi, itu tandanya ada seorang pengunjung yang datang. Tapi itu tidak mungkin, ini sudah larut malam.

 

Eun ji langsung berbalik menuju ke arah pintu dan tersenyum manis,dia tahu siapa yang baru saja datang. Eun ji menyembunyikan surat kabar di balik badannya.

“Mianhe chagiya! Aku terlambat menjemputmu.” Ujar zhoumi dengan penuh penyesalan, zhoumi langsung memeluk eun ji.

“Gwenchana!” jawab eun ji dia berusaha setenang mungkin, dan berusaha mengeyahkan pikiran buruk tentang kekasihnya ini. Pikiran bahwa zhoumi adalah salah satu dari anggota black evil.

Zhoumi melepas pelukannya, “Apa kau sudah makan?”

Eun ji menggeleng lemah

“Yak!! Kenapa belum makan? Ya sudah ayo kita makan, aku yang traktir.” Ujar zhoumi dia segera membereskan toko eun ji dan menutupnya. Eun ji hanya memperhatikan zhoumi yang sibuk sendiri sesekali eun ji tersenyum melihat zhoumi yang kerepotan membawa pot-pot bunga dan memasukannya ke dalam toko.

Dalam 5 menit zhoumi sudah menyelesaikan pekerjaannya, eun ji hanya tinggal mengunci toko.

“Selesai!” ucap eun ji pada zhoumi dan tersenyum padanya.

“Kajja!” zhoumi memegang tangan eun ji mengajaknya berjalan.

Baru saja beberapa langkah, eun ji menghentikan langkahnya tiba-tiba.

“Waeyo? Apa ada yang tertinggal?” tanya zhoumi dengan alis bertaut.

Eun ji tidak menjawab, dia hanya melangkah lebih dekat pada zhoumi, dia pun berjinjit berusaha menyamakan tingginya ddengan zhoumi dan mencium pipi zhoumi singkat. “Gomawo!”

Zhoumi kaget dengan perlakuan eun ji tapi dia tidak bisa menutupi rasa senangnya dia kemudian memeluk eun ji erat “Anything for you chagi!” eun ji pun membalas pelukan zhoumi tak kalah erat.

 

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jauh.dia langsung melajukan mobilnya meninggalkan mereka.

 

“Bodoh!kenapa aku bisa jatuh cinta padanya!” ucapnya, dia kemudian menggigit bibir bawahnya berusaha menahan air mata dan sakit hatinya.

***

 

 

Tok.. tok..

“Masuk!” pinta siwon

“Apa ada masalah siwon sshi?” tanya minho

 

Siwon tidak menjawabnya dia hanya menyuruh minho duduk dengan isyarat tangan dia pun duduk di depan siwon.

Ini sudah larut malam tapi siwon masih saja berdiam diri di ruangannya. Banyak hal yang mengganggu pikirannya saat ini.

“Aku memintamu untuk mengawasi ha ni, kau pasti tahu apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Dia tidak mungkin begitu saja melepaskan kasus black evil.”

Minho menggangguk, pikirannya mengenai ha ni sama dengan siwon.

“Ne, aku juga berpikiran hal yang sama.”

“Kau hanya perlu mengawasinya dari jauh, dan membantunya jika mengalami kesulitan. Laksanakan tugas ini secara diam-diam. Aku sedang dalam pengawasan sekarang.”

“Ne, aku akan melaksanakan tugas ini sebaik mungkin.”

“Aku mengandalkanmu minho sshi.”

***

 

_TBC_

 

belom kelar lo ye.. hehe,, mian.. mood nya jelek bgt pas bikin part 5.. mmh kayanya give up or die 1 part lagi dech.. gmn? sesuju tak?? hheheh.. idenya suka mentok di tengah2..

 

kayanya zhoumi bakalan tobat gak y? atau tetep jahat? kasih saran..

 

add aku okeh? plus kasih saran buat part selanjutnya aku butuh banget… http://www.facebook.com/profile.php?id=100000016706961


Seperti biasa, yang baca ff ni harap ngasih kritik, saran, tanggapan,tambahan,celaan juga boleh.

ini demi kemajuan saya sebagai penulis *cikiciw bahasenye berat sangat #pletak

kamsahamnida buat yang baca *bow*