Title : Lovely step sister PART III

Author : AnDee

Length : continue

Genre : Romance

Main Cast :

1. Lee Donghae

2. Park Hanna

3. Cho Kyuhyun

Anyeong reader, andee’s back with part 3. Wish you still enjoy and sit on your chair to read my fiction ^^. Anyway this is originally from my head, sbenernyaa udah dipublish di personal blog author. Entah kenapa mendadak pengen nge’disclaim’ *telat thor, udah part 3*.

Sok yok ah ngelanjut dibaca. Komen dan saran dan kritik dan unek-unek boleh loh yaa di post. Chuuu~

—————————————————————–

Hanna pov

“Ani, mungkin eomma barumu tidak tau kalau kau takut kucing.” Ujar Kyu sambil menyeruput jus jeruknya.

Siang ini aku dan Kyu sedang makan siang bersama di restoran langganan kami yang jauh dari keramaian. Karena semenjak jadi artis dari grup yang mulai mendunia, mengajak dia jalan benar-benar menjadi hal yang merepotkan. Fansnya dimana-mana.

Aku cemberut mendengar jawabannya.

“Yaa, Hanna-ah dari yang aku dengar sebenarnya eomma dan kakak tirimu itu menyayangimu.” Ujarnya kemudian.

“Darimana kau dengar?” tanyaku sambil memicingkan mata

“Dari kau tentu saja, dan segelintir dari Donghae hyung.”

“Ternyata dia mengadu padamu?”

Dia tertawa, “kenapa kalau menyangkut mereka pikiranmu selalu negatif? Ayolah, kau sudah dewasa. Jangan mengambil kesimpulan dari satu sisi saja.”

“Kau cerewet.” Jawabku kesal

“Artinya aku sangat peduli denganmu. Yaa, berubahlah sedikit. Mereka menyayangimu, hargailah kasih sayang mereka.” Dia mencoba menasehatiku lagi.

“Haaiiiss… kenapa kita jadi membahas itu?”

“Coba ingat-ingat, kalau mereka tidak sayang padamu tidak mungkin mereka mengirimu hadiah setiap kau ulang tahun.”

“Formalitas!” jawabku sarkatis.

“Yaa!” Kyuhyun menghardikku.

“Mwo?” tanyaku datar.

Wajah Kyu membuatku tersenyum, dia kelihatan kesal dengan responku.

“Kenapa kau ini susah sekali diberitahu.” Keluhnya kemudian.

“Jinjja?” aku malah balik bertanya sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisku.

“Sudahlah, kita bahas lain kali kalau kau sudah lebih dewasa. Besok malam kau ada acara?” tanyanya kemudian.

Aku menggeleng, “aku ini pengangguran, mana ada acara.”

Dia tersenyum, “baiklah. Temani aku ke acara amal, bagaimana?”

“Tidak masalah.”

“Baguslah, berdandanlah yang cantik.”

“Aku sudah cantik tanpa berdandan.”

Kyu menghela nafas, “baiklah kau benar.”

**

Donghae pov

Aku melihat Kyu dengan tatapan terpana. Bukan karena Kyu, aku masih normal dan dia tidak membuatku terpesona. Tapi gadis yang menggandeng lengannya. Park Hanna. Gadis itu cantik sekali malam ini. Seharian aku tidak di rumah, dan baru sekarang aku bertemu dengannya dan dia kelihatan sangat berbeda. Sangat cantik, lain daripada hari biasanya. Biasanya memang dia cantik, tapi malam ini berbeda. Aku tersenyum sendiri, sebaiknya aku tidak memandanginya terus atau aku akan lebih dalam mencintainya.

Aku menghela nafas, sejak pertama kali melihat fotonya empat tahun lalu aku memang sudah memendam rasa dengannya. Dua tahun kemudian aku bertemu dengannya langsung, sayang responnya sangat dingin. Setiap ulangtahunnya aku selalu mengiriminya hadiah, aku yakin hadiah itu sampai tapi entah dia kemanakan barang-barang yang aku berikan. Boneka teddy bear ukuran sangat besar, kotak musik berbentuk harpa, sebuah PSP warna coklat, warna kesukaannya, sebuah gaun dan terakhir ketika dia wisuda aku sempat mengirimkannya seuntai kalung berlian yang manis. Tapi sampai hari ini, aku tidak melihat tanda-tanda adanya barang yang aku berikan padanya. Lucu memang, aku jatuh cinta dengan foto?

“Donghae hyung.” Sapa Kyu, Hanna masih disebelahnya dan memandangku sejenak kemudian mengalihkan wajahnya ke arah lain.

Aku tersenyum membalas sapaan Kyu.

Kyu menyenggol lengan Hanna, dan akhirnya Hanna tersenyum padaku. Kelihatan terpaksa sekali. Ah kalau boleh jujur aku cemburu pada evil magnae ini, kenapa Hanna menurut sekali padanya? Ah, kenapa aku harus jadi saudara tirinya?

“Dimana hyung yang lain? Apa mereka sedang mencari pasangan masing-masing?” tanya Kyu setengah menggoda

Aku tersenyum, “ani. Mereka sedang mengobrol disana.

“Hanna-ah, kau disini sebentar jangan kabur kemana-mana. Aku ada urusan sebentar.” Ujar Kyu kemudian.

Hanna mengangguk, “kalau kau lama aku akan memasukkanmu ke daftar orang hilang.”

Kyu tertawa dan mengusap kepala Hanna pelan.

Baiklah, adegan di depanku ini cukup membuat hatiku berdenyut-denyut.

Sepeninggalan Kyu suasana jadi agak sedikit kaku. Hanna kelihatan tidak berminat memulai pembicaraan. Memang selalu seperti ini.

“Kau cantik malam ini.” Ujarku kemudian.

“Hm?” dia menoleh ke arahku kemudian mengangguk.

Kenapa tidak tersenyum atau berterima kasih? Pelit sekali! Umpatku dalam hati.

“Oppa.” Tiba-tiba Jessica datang menghampiriku dan menggandeng lenganku.

Aku tersenyum, “hai. Oh iya ini Hanna-ssi, dan Hanna-ssi ini Jessica-ssi.”

“Anyeong..” sapa Jessica ramah.

Hanna tersenyum simpul sambil sedikit menganggukan kepalanya, “anyeong.”

“Kau teman Donghae oppa?” tanya Jessica kemudian.

“Ani dia….” aku baru saja akan menjelaskan kalau dia adik tiriku

“Ne, aku teman Donghae oppa.” Jawab Hanna menyela kalimatku.

Baiklah mungkin dia tidak mau dibilang saudaraku. Terserah dia saja.

“Oh, kenapa aku tidak pernah melihatmu?” tanya Jessica lagi.

“Hanna-ssi baru menyelesaikan kuliahnya di Inggris.” Jawabku kemudian.

Dia tersenyum.

“Ooooh….”

Hanna pov

Kyuhyun muncul menyelamatkan keadaan. Aku tidak tau siapa gadis ini, mungkin pacarnya Donghae tapi dia bertanya terus dan aku tidak mau dia sampai tau kalau aku saudara Donghae. Aku kurang nyaman saja.

“Waaaaa, kau pacarnya Kyuhyun oppa rupanya?” tanya gadis itu.

Baik aku dan Kyuhyun saling berpandangan.

“Ah, ani jessica-ssi. Dia teman baikku dari kecil. Tapii… yaa mungkin akan mengarah kesana.” Jelas Kyu sambil melirik jenaka ke arahku.

Aku memandangnya dengan tatapan sipit, bilang apa dia barusan?

“Jinjaa? Aaaah… chukkae, smoga kalian cepat resmi.” Ujar gadis itu lagi.

Aku hanya tersenyum.

“Ah sudahlah Jessica-ssi, apa kau lapar? Aku akan menemanimu mencari makanan.” Ujar Donghae akhirnya sambil menarik lengan.

Jessica kemudian mengikuti Donghae sambil setengah merajuk. Aku memandang punggung mereka.

“Anyeeeooooonggg…” tangan Kyu menari-nari didepanku.

Aku mengedipkan mata berkali-kali, “ne?”

Dia geleng-geleng, “kau mau aku antar pulang sekarang atau mau makan dulu?”

“Pulang saja. Aku agak lelah.”

“Oke, kajja.” Dia menggandeng tanganku.

Apa kami terlihat seperti sepasang kekasih?

**

———————————————————————-

Gimana readers? Menggantung bin nanggungkah? Haha author sengaja buat pendek-pendek biar kalian bacanya enak. Bocoran sih fiction ini 9 part *kebanyakan gak readers?* dan fict ini sbenernya udah selesai lama hahaha.

Author (me as Andee) biasanya emang nyelsein fictnya dulu sebelom dipost *curhat*

Sekian dan terima saran. Kamsaaa~

———————————————————————–