Title : Neo, Saranghae! [Part 3]

Author : Shin EunRa

Length : Continue

Genre : Romance

Rating : G

Main Cast : Choi HaRa (OC), Cho Kyuhyun (Super Junior)

Support casts : Park HyeJin (OC), Lee Donghae (Super Junior)

 

Neo, Saranghae! [Part 3]

 

 

Author’s POV

 

HaRa dan Kyuhyun pun dengan terpaksa mengikuti libur paksaan kedua teman mereka itu. Tapi walaupun terpaksa, mereka tetap menikmatinya. Setelah mencoba seluruh permainan akhirnya mereka berempat memutuskan untuk istirahat sejenak.

“Aaahh….. capeknya. Kita istirahat disana saja gimana?” ucap HyeJin sambil menunjuk sebuah pohon rindang besar.

“Ne, kita istirahat disana saja” balas Donghae. Merekapun menuju pohon rindang besar yang ditunjuk oleh HyeJin.

“Ah Oppa, aku ingin es krim. Gimana kalo kita beli es krim?” ajak HyeJin.

“Baiklah. Kajja!”

“Err… biar aku saja Oppa yang beli es krimnya. Kalian kan capek, jadi istirahat saja dulu” tawar HaRa.

“Kau yakin mau pergi sendirian HaRa-ah? Apa perlu aku temani?” tanya Donghae lagi.

“Ne, HaRa-ah. Biar Donghae oppa menemanimu saja” HyeJin ikut bersuara.

“Ani. Biar aku pergi sendirian saja. Kalian istirahatlah” HaRa pun pergi meninggalkan ketiga temannya itu. Dan tanpa dia sadari ternyata ada yang mengikutinya sedari tadi. Dan Kyuhyun menyadari itu.

 

Author’s POV END

 

 

HaRa’s POV

 

“Wooaahh…. senangnya aku hari ini. Ya walaupun awal-awal agak terpaksa, tapi ternyata menyenangkan juga. Aku masih ingin main. Tapi, semua permainan sudah dicoba semua -__- dan kelihatannya mereka sudah capek semua”

“Aaahh….. capeknya. Kita istirahat disana saja gimana?” ucap HyeJin sambil menunjuk sebuah pohon rindang besar. Tuh kan bener dugaanku -,- tapi sepertinya kenapa hanya aku saja yang tidak merasa capek ya? Hmm.. mungkin aku terlalu bersemangat. Kkk~

“Ne, kita istirahat disana saja” balas Donghae oppa. Kamipun akhirnya menuju pohon rindang tersebut untuk beristirahat.

“Ah Oppa, aku ingin es krim. Gimana kalo kita beli es krim?” ajak HyeJin. Es krim? Wooaaahh aku mau aku mau.

“Baiklah. Kajja!”

“Err… biar aku saja Oppa yang beli es krimnya. Kalian kan capek, jadi istirahat saja dulu” aku menawarkan diri untuk membelikan mereka es krim. Karna ku lihat mereka sudah sangat lelah.

“Kau yakin mau pergi sendirian HaRa-ah? Apa perlu aku temani?” tanya Donghae oppa.

“Ne, HaRa-ah. Biar Donghae oppa menemanimu saja” HyeJin ikut bersuara.

“Ani. Biar aku pergi sendirian saja. Kalian istirahatlah” aku menolak tawaran Donghae oppa. Raut mukanya sudah kelihatan capek sekali. Aku gak tega. Biar aku pergi sendiri saja. Siapa tau nanti ketemu permainan yang ternyata belum aku mainkan. Kkk~

Aku pun pergi meninggalkan mereka bertiga. “Heuh… kenapa yang jual es krim pada gak ada semua ya. Aku harus cari kemana lagi? Semua tempat sudah aku datangi tapi pada ga ada. Hupt. Apa aku kembali saja ya? Tapi, aku ingin sekali makan es krim -___- ani. Bukan hanya aku, tapi HyeJin dan Donghae oppa juga. Kyuhyun? Aku tak tau apa ia juga menginginkan es krim” -,-

“Aiiiisshh… ottokhe? Ah mending aku balik saja. Bilang aja kalo es krimnya memang tidak ada. Toh beneran gak ada yang jual kan. Jadi aku tidak bohong. Lagian ini sudah mau gelap. Aku kan takut gelap .___.” Aku membalikkan badanku berniat untuk kembali ke jalan yang telah aku telusuri tadi. Tapi, ini dimana? Kenapa aku bisa sampai disini? Seingatku tadi aku masih berada di dekat pos infomasi. Tapi ini? Ah~ aku ingat. Tadi aku jalan tanpa melihat arah. Hanya melihat dimana lagi ada toko. Aiishh… paboya! Ottokhe?? (T__T)

“Eomma, tolong aku L hiks hiks“ tiba-tiba ada tangan yang memegang pundakku.

“Agassi, gwenchanayo?” aku menengadahkan kepalaku melihat siapa orang yang tengah mengajakku berbicara.

“Neo, kenapa sendirian di tempat sesepi ini? Kemana teman-temanmu? Dan kenapa kau menangis? Ulljima” tanya ajjussi itu sambil mengusap pelan rambutku. Ah sepertinya dia orang baik. Apa dia bisa membantuku? Semoga saja.

“Aku tersesat sewaktu mencari toko yang menjual es krim. Ajjussi bisakah kau membantuku kembali ke teman-temanku?” pintaku pada ajjussi itu. Aku mohon Tuhan, semoga ajjussi ini mau membantuku kembali ke teman-temanku.

“Ne. Aku akan mengantarmu ke teman-temanmu. Kajja!” ajjussi itu langsung menarikku dan mengajakku jalan. Ah syukurlah terima kasih Tuhan, Kau telah mengirimkan orang baik untuk menolongku.

“Kenapa dari tadi tak sampai-sampai juga ya?” tanyaku dalam hati. Seingatku kami sudah berjalan cukup lama. Dan ajjussi ini tetap saja menggandeng tanganku -,-“ Aiisshh… aku risih. Tapi aku juga gak berani ngomong ke ajjussi untuk tidak menggenggam tanganku. “Tunggu, sepertinya ada yang aneh. Kenapa jalannya semakin sepi? Dan ini, kenapa makin banyak pohon disini? Apa ini hutan?”

“Err… ajjussi. Bisakah kau melepas peganganmu? Tanganku sakit”

“Aku takut kau tersesat lagi, makanya aku menggandeng tanganmu. Apa aku terlalu keras memegangmu, Agassi?” tanya ajjussi itu sambil menatapku tajam. Iya, bukan hanya keras, tapi aku juga risih kau pegang seperti itu ajjussi -,-“

“N.. ne” jawabku gugup. Aku takut dengan tatapan ajjussi itu. Seakan-akan ia ingin memakanku hidup-hidup.

Hari sudah semakin terlihat gelap. Tapi dari tadi perjalananku dengan ajjussi ini tak membuahkan hasil. Sepertinya ajjussi ini juga tersesat -,-a karna dari tadi yang aku lihat hanya pohon pohon dan pohon. Ku beranikan diri lagi untuk bertanya ke ajjussi itu.

“Ajjussi, kenapa dari tadi kita belum sampai-sampai juga? Apa kau tidak salah jalan?”

“Ani. Sebentar lagi kita akan sampai” katanya. Sampai dimana? Dari tadi aku tak melihat adanya bangunan sedikitpun. Yang ada hanya pohon-pohon ini -,-

“Kita sudah sampai” kata ajjussi itu lagi.

“Ini dimana? Aku tak melihat adanya teman-temanku disini? Ajjussi, kau membawaku kemana?” tanyaku dengan perasaan takut.

“Aku membawamu ke tempat indah, Agassi. Kau tak perlu dengan teman-temanmu itu. Mereka tidak ada yang peduli denganmu. Jadi, kau disini saja bersamaku. Otte?” jelas ajjussi itu dengan mengeluarkan seringai yang menakutkan.

“Shireo! Ajjussi, kau sudah janji akan mengantarku kembali ke teman-temanku. Tapi, apa yang kau lakukan? Kau malah membawaku ke tempat yang gak jelas seperti ini. Aku ingin pulang! Hiks hiks” teriakku pada ajjussi itu. Tuhan tolong aku. Selamatkan aku dari ajjussi jahat ini, Tuhan.

“Ssstt… ulljima, Agassi. Kau tenang saja. Setelah kita bermain-main puas disini aku akan mengantarmu ke teman-temanmu” ajjussi itu berusaha memelukku.

“Shireo!” aku berlari menghindari ajjussi itu. Tapi, dia lebih cepat dari perkiraanku. Dia menjatuhkan ke tanah, lalu menindihku dengan badannya yang berat itu.

“Ajjussi, apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!”

“HAHAHA kau tenang saja, Agassi. Aku akan memberikanmu yang terbaik. HAHAHA” tawanya menggelegar.

“Lepaskan! TOLONG! TOLONG!” aku berteriak sekeras mungkin. Berharap ada yang mendengar teriakanku lalu menolongku. Tuhan aku mohon, selamatkan aku dari orang jahat ini.

“HAHAHA percuma saja kau teriak sekeras apapun. Tak akan ada yang mendengarnya. HAHAHA”

“TOLONG!! TOLOOOONG!! TOLOOONGG!!” aku berteriak semakin keras, sekeras yang aku bisa.

“HAHAHA teriaklah sekeras-kerasnya, Agassi. Tak akan ada yang menolongmu. HAHAHA”

“Tolooong! Hiks hiks eomma tolong aku. Hiks hiks. Tolooong!!” habis sudah tenagaku kali ini. Tuhan, aku pasrah dengan semua ini. Aku serahkan semuanya padamu, Tuhan.

 

HaRa’s POV END

 

 

Kyuhyun’s POV

 

“Aiishh… mereka ini apa gak capek yaa. Masih ada berapa permainan lagi yang harus dicoba? Aiisshh.. jinjja!” gerutuku dalam hati. “Aku ingin istirahat woyyy…..!!” teriakku dalam hati. Ya! Mana denger mereka kalo kamu teriaknya dalam hati -,- Kyuhyun pabo! Ani! Aku gak pabo. Aku jenius. Buktinya aku memenangkan olimpiade matematika dulu -___-

“Aaahh….. capeknya. Kita istirahat disana saja gimana?” ucap HyeJin sambil menunjuk sebuah pohon rindang besar. Nah! Dari tadi kek. Gak tau apa badan dah remuk kayak gini.

“Ne, kita istirahat disana saja” balas Donghae hyung. Kamipun segera menuju pohon rindang besar tersebut.

“Ah Oppa, aku ingin es krim. Gimana kalo kita beli es krim?” ajak HyeJin. Es krim? Sepertinya boleh juga tuh.

“Baiklah. Kajja!” bagus hyung. Kalian yang beli dan aku nanti tinggal memakannya. Kkk~

“Err… biar aku saja Oppa yang beli es krimnya. Kalian kan capek, jadi istirahat saja dulu” tawar HaRa. Heuh? Anak ini, kenapa malah menawarkan diri sih. Gak capek apa ya? Dasar yeoja aneh -,-

“Kau yakin mau pergi sendirian HaRa-ah? Apa perlu aku temani?” tanya Donghae hyung. Dia sudah besar hyung, tak perlu ditemani juga bisa.

“Ne, HaRa-ah. Biar Donghae oppa menemanimu saja” HyeJin ikut bersuara.

“Ani. Biar aku pergi sendirian saja. Kalian istirahatlah” keras kepala juga ni anak. Tapi, ya sudahlah toh dia yang menawarkan untuk pergi sendiri. Tunggu, sepertinya ada yang membuntuti

kami. Ani, bukan kami, tapi HaRa! Tuh kan bener. Itu orang yang sama. Siapa tau ajjussi itu orang yang berbahaya. HaRa, aku harus mengikutinya.

“Hyung, aku akan menyusul HaRa” ucapku lalu meninggalkan mereka berdua.

“Ya! Kyuhyun-ah, kenapa gak dari tadi saja” balas Donghae hyung.

“Baru kepikiran sekarang hyung” teriakku.

“Aiiishh… anak itu”

Aku terus berlari mencari HaRa. Tapi kemana yeoja itu. Kenapa jalannya cepat sekali. “Apa aku hubungi dia saja? Tapi, aku tak punya nomornya. Donghae hyung! Dia pasti punya nomornya HaRa. Kau memang jenius Cho Kyuhyun. Kkk~”

Aku pun segera mengambil handphoneku dan menghubungi Donghae hyung. “Aiisshh… kenapa disaat seperti ini harus baterai low sih!” “Aarrgghh!!” teriakku kesal sambil mengacak-ngacak rambutku. “Harus kemana lagi aku mencarimu, Choi HaRa?!”

“Kakiku capek sekali. Mungkin sebaiknya aku istirahat dulu sebentar” aku berjalan ke kursi panjang yang berada di dekatku. Ku teguk air mineral yang baru saja ku beli tadi. “Ah segarnya” angin sore hari memang menyejukkan. Ku pejamkan mataku perlahan, menikmati sejuknya angin yang berhembus lembut di mukaku.

“Lepaskan! TOLONG! TOLONG!”

“Heuh? Suara siapa itu? Sepertinya ada yang meninta tolong?” ku pertajam perndengaranku supaya lebih jelas.

“TOLONG!! TOLOOOONG!! TOLOOONGG!!”

“Ini, suara HaRa! Iya, aku tak salah dengar. Itu, memang suara HaRa” ku ikuti darimana asal suara itu. “HaRa-ah, bertahanlah. Aku akan menolongmu”

“Tolooong! Hiks hiks eomma tolong aku. Hiks hiks. Tolooong!!”

“Suaranya semakin jelas” ku percepat langkahku. Aku tak ingin HaRa kenapa-kenapa.

“YA! Lepaskan dia!” teriakku pada ajjussi itu. Heuh. Ternyata dugaanku benar. Ajjussi itu memang mengincar HaRa dari tadi.

“Kyuhyun-ah~” ucap HaRa lirih. HaRa-ah, aku disini. Kau tenang saja.

“Hahaha siapa kau anak muda. Mau jadi pahlawan ha?” ya! Beraninya ajjussi ini. belum tau siapa aku ya.

“Maju sini kalo berani ajjussi. Jangan hanya sama yeoja saja kau berani” tantangku.

“Ya! Anak muda! Kau menantangku ha? Baiklah rasakan ini”

 

Kyuhyun’s POV END

 

 

##TBC##

Iklan