Tittle : Byzantium – A Letter for Leader

Length : Ficlet

Cast : Kwon Ji Yong, Choi Eun Kyo (me), Han Soo Hee (OC as YOU)

___________________________________________

October, 9th 2011

Dear Kwon Ji Yong…

Hey, Kwon Ji Yong. Atau aku harus memanggilmu G-Dragon? Kwon Laedah? Baby Yong? Harus dengan panggilan apa aku menyebutmu? Ah, mungkin nama apapun tak lagi masalah untukmu. Karena apa arti sebuah nama. Bahkan Romeo pun tak menyebut perasaan untuk Juliet yang meruah dalam dadanya itu sebagai ‘cinta’. Dia bahkan tak tahu harus ia harus memberi nama apa untuk sebuah ‘dosa’nya itu.

Apa kau bertanya siapa aku? Siapa yang berani menulis rangkaian kata dalam kertas penuh lipatan lusuh dan kusam seperti ini kepada seorang leader BigBang?

Aku Choi Eun Kyo. Gadis yang berdiri di balik bayang-bayang seseorang, yang menatapmu di balik siluetmu. Aku Choi Eun Kyo, sekedar teman dari seorang Han Soo Hee, gadis yang tak bisa mengalihkan sedikitpun bagian dari hidupnya darimu. Karena dirimu adalah dunianya.

Kamu merasa mengenalnya? Tentu saja, dia adalah gadismu! Dia adalah orang yang tersenyum ketika kamu mengembangkan kedua sudut bibirmu. Dia adalah orang yang paling pertama meluruhkan butiran kristal dari kedua bola mata indahnya, ketika kamu tak merasakan kebahagiaan. Dia adalah yang paling pedih terhujam oleh ribuan tombak ketika kamu terluka. Gadis yang bahkan kini tak bisa mengetuk hatimu.

Dialah… -yang bisa kukatakan- paling menderita atasmu.

 

Kwon Ji Yong, jangan menangis lagi. Karena aku yakin, bumi ini tak lagi dapat menampungnya. Dan bagi seorang Han Soo Hee, setiap bulir air mata, tak ubahnya seperti pisau yang dihantamkan bertubi-tubi ke kepala. Juga bagiku, melihat dua orang yang kusayangi menderita oleh perasaannya sendiri, seolah menaburkan garam di atas luka yang baru saja menganga. Bisakah kau menjelaskan rasa sakitnya?

Aku percaya segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, bukan tanpa alasan. Bahkan untuk selembar daun yang jatuh dari pohon sebelum waktunya itu memiliki maksud tersendiri. Mungkin dia ingin membuktikan pada semua, bahwa dia dapat berdiri tanpa sang pohon. Atau mungkin alasan lain yang bisa kamu buat untuk mereka. Mereka bisa saja hadir begitu saja, tanpa memberi arti apa-apa. Ya, kamulah yang memilihkan segala alasan itu. Kamu yang memberinya arti. Karena aku tahu, kamu tak sanggup membiarkan semua yang terjadi berlalu begitu saja tanpa makna. Tentu saja, bagimu, setiap momen adalah sumber dari segala ukiran kata yang menghiasi setiap lagumu.

Bagiku, kejadian ini, juga dengan alasan. Setiap orang mampu berspekulasi. Setiap orang bisa membuat argumentasi tentang sesuatu yang menimpamu. Dan mungkin, aku adalah salah satu dari sekian banyak orang itu. Hanya saja, mungkin aku adalah orang yang memutuskan untuk berada dalam pihak yang netral. Dan berani, untuk mengatakan semuanya padamu.

 

Dari mana aku harus memulai semua ini?

 

Aku tahu, kamu adalah orang yang baik. Kamu mendonasikan uangmu ketika hari ulang tahunmu, kamu mendonasikan baju yang kamu miliki. kamu mengunjungi seorang bocah kecil yang memiliki nama yang sama denganmu, bermain bersamanya, memberikan hadiah untuknya, di sela kesibukanmu. Aku tahu, kamu melindungi seorang anak ketika kamu seharusnya terus bernyanyi saat konser. Aku tahu, kamu begitu menghormati orang lain, meski kamu tahu, kamu adalah senior bagi mereka.

Juga aku tahu, kamu adalah orang yang paling bodoh sedunia. Bahkan jika aku berani bilang, -dan sepertinya aku cukup berani untuk menuliskannya dalam selembar surat bodoh ini- kamu adalah orang terbodoh se-tata surya. Kamu meminum alcohol dengan kadar tertinggi yang bisa ditoleransi oleh manusia. Kamu suka berpesta hingga pagi menyapa dunia. Kamu menyakiti dirimu dengan tattoo-tatto yang sepertinya makin menunjukkan rasa depresimu. Dan kamu merokok. Dan kebiasaan itulah yang menyeretmu dalam semua ini.

Aku tidak menyalahkanmu. Tidak pula membenarkan tindakanmu, tentu saja.

Aku yakin, dalam kehidupan seorang idola sepertimu, kamu dituntut untuk tampil sempurna, sehacur apapun keadaanmu. Kamu selalu memaksakan dirimu untuk tersenyum, memasang ekspresi sepalsu mungkin untuk menyenangkan setiap manusia yang datang ke konsermu. Hingga aku tak lagi heran, ketika kamu melampiaskan rasa marah, sakit, frustasi, kebencianmu, dalam kebiasan-kebiasaan itu. Sekali lagi aku mengatakan, aku tidak pernah menyalahkanmu untuk semua.

Namun, pernahkah kamu berpikir tentang seorang Han Soo Hee? Gadis yang kamu pilih, namun tetap terabaikan. Terhempas ketika kamu menginginkan ruang. Pernahkah terlintas secuil saja dari benakmu, satu tetesan bening air mata yang jatuh ketika dia memikirkanmu, beserta kebiasaan-kebiasaanmu? Bahkan saat ini, di balik dinding penghalang yang kamu bangun antara kamu dengan Soo Hee, apakah kamu pernah memikirkan, betapa dia ingin merengkuhmu dalam pelukannya? Ingin membisikkanmu tepat di samping telingamu, bahwa dia ada di sampingmu, dan kamu tidak akan pernah sendiri. Apakah kamu pernah membayangkan, betapa tersiksanya Soo Hee, mengetahui segalanya, kesedihanmu, kehancuranmu, namun tidak darimu. Betapa dia menyalahkan segala yang terjadi atas dirimu, sebagai kesalahannya.

Dan bagaimana denganku, yang ingin menghancurkan dinding pertahanan yang kamu buat hingga kamu tak sanggup mencari setiap kepingannya, dan membiarkan kamu, berlari kepada Soo Hee, dan menumpahkan segalanya.

Karena aku, maupun Soo Hee, tidak pernah menuntutmu untuk sempurna.

Karena ketidaksempurnaan itu yang membuatmu sempurna.

Karena rasa cinta itu, tidak hanya ada ketika kamu tersenyum, namun juga ketika kamu menangis.

 

Jangan mengutuk dirimu sendiri, Kwon Ji Yong. Maafkanlah dirimu. Kamu harus melakukannya. Percayalah, mengutuki dirimu sendiri tidak akan membawamu kemanapun. Ia hanya akan membiarkanmu bergulat dengan lumpur yang terus mencoba menenggelamkanmu hari demi hari hingga kamu tak lagi mampu untuk bernafas. Saat ini kamu sudah merasakannya kan? Bagaimana sesaknya hingga kamu tak sanggup lagi dapat menghirup udara yang sekian banyak tersaji di sekitarmu.

Tempatmu bukan di sini. Bukan dalam kegelapan ini. Bukan dalam pekatnya semua rasa kecewa dan putus asa. Kamu membutuhkan warna. Kamu merindukan itu semua. Yang bercahaya. Kamu tahu itu.

Kwon Ji Yong, tutup matamu, dan biarkan dirimu sendiri menuntunmu menuju jalan dari segala kegelapan ini. Biarkan dirimu menari. Menari dalam tarian yang paling indah, bersama BigBang yang selalu kamu banggakan itu, tentunya. Karena Soo Hee suka melihatnya. Dan tentu saja, aku pun suka melihatnya. Kamu mengerti apa yang kumaksud, bukan? Bagaimana aku turut bahagia ketika sahabatku sendiri bahagia.

Menarilah, biarkan percikan-percikan warna keluar dari setiap gerakan tubuhmu menuju udara. Membiarkan setiap luwesnya melukis angin yang berhembus. Bernyanyilah, biarkan suaramu terdengar oleh segenap dunia yang mencoba menuli akan eksistensimu. Menghancurkan segala penghalang dari seluruh kreativitas yang masih bisa kamu ciptakan.

Sebab melihatmu, adalah seperti melihat seorang maestro yang membuat mahakarya di suatu kanvas maharaksasa.

 

Kwon Ji Yong, berjanjilah padaku, untuk Soo Hee. Berhentilah dari semua kesedihan ini dan berikanlah hatimu kedamaian. Maafkan dirimu dan kesalahanmu. Jangan jadikan mereka sebagai hantu dalam hidupmu. Jadikan satu episode hidup ini sebagai pelajaran, dan melengganglah dengan bangga, karena kamu bisa melalui itu semua.

Karena hidup adalah bukan tentang seberapa besar sakit yang kita rasakan, namun bagaimana rasa sakit itu, dapat membuat kita jauh lebih kuat.

 

Atas semua yang terjadi, tersenyumlah, Kwon Ji Yong.

 

 

Sincerely,

Choi Eun Kyo

_____________________________________________

Humm… ini surat pertama saya yaa…🙂

kenapa saya memnjadikannya sebuah surat? mungkin karena dengan begitu saya bisa lebih mengeksplor perasaan saya.

Apakah itu Byzantium? Byzantium adalah warna ungu tua, yang merupakan simbol berkabung. dan gambar di atas adalah Bunga Petunia (yang berwarna byzantium) yang merupakan simbol dari rasa penyesalan, dan mengatakan, “jangan bersedih”.

cukup mewakili kan?

Yaaa… saya memang nggak bagus banget dalam mengukir kata, diksi saya tidak se-oke Mirellia, atau Patricia. surat saya tidak bisa se-glamour Dicta. tapi ini ungkapan hati saya.😀

for d comments, gomawoyoooo… (_ _)