Title : Neo, Saranghae! [Part 4]

Author : Shin EunRa

Length : Continue

Genre : Romance, Comedy (garing) (.__.)a

Rating : G

Main Cast : Choi HaRa (OC), Cho Kyuhyun (Super Junior)

Support casts : Park HyeJin (OC), Lee Donghae (Super Junior)

Neo, Saranghae! [Part 4]

Mianhe~ kalo yang part 4 ini kurang berasa (.___.)v

» Selamat Menikmati « J

Author’s POV

Ajjussi itu menyerang Kyuhyun dengan tinjunya. Tapi, Kyuhyun berhasil menghindarinya. Namun tiba-tiba….

#BUGH

Serangan kedua ajjussi itu pun berhasil mendarat di perut Kyuhyun. Kyuhyun jatuh tersungkur ke tanah. Ajjussi itu tentu saja belum menyerah. Ia menyerang Kyuhyun dengan membabi buta.

“Hahaha rasakan ini anak muda. Siapa suruh kau menantangku ha?” ajjussi itu terus memukuli Kyuhyun. Hingga Kyuhyun hampir tak sadarkan diri. HaRa yang melihat kejadian itu pun akhirnya berusaha membantu Kyuhyun. Ia mengambil batu besar yang ada disekitarnya lalu memukulnya ke ajjussi itu.

#BUGH

Ajjussi itu pun jatuh tersungkur tak sadarkan diri di samping Kyuhyun.

Author’s POV END

Kyuhyun’s POV

“Kyuhyun-ah.. Kyuhyun-ah… jangan mati. Huhuhu” HaRa mendekatiku dengan tangis yang sedikit ditahan. Ternyata ia mengkhawatirkanku. Kkk~ Ia mendekapku erat dalam pelukannya. Hmm… hangat. Aku merasa nyaman berada dalam pelukannya. Ya! Apa yang kau pikirkan Cho Kyuhyun. Kau sudah mulai gila rupanya -,-

“Paboya! Mana mungkin aku mati hanya karna pukulan dari ajjussi itu” balasku dengan suara lirih. Aigoo~ tubuhku sakit semua rasanya -__-

“Huuuaaaaaaa…………” tangisan HaRa pun pecah. “Aku kira kau mati Kyuhyun-ah. Kalo kau mati siapa yang akan mengantarku pulang. Huaaaaa…..” mwo? Ck! Yeoja ini bener-bener ya.

“Ya! Ya! Ya! Jadi kau tidak ingin aku mati supaya aku bisa mengantarmmu pulang gitu? Shireo! Lebih baik aku mati saja kalo begitu” enak saja yeoja ini. Aku bela-belain sampe badan babak belur gini tapi dia hanya khawatir ga bisa pulang -,-“

“Andwe! Kau tak boleh mati Kyuhyun-ah. huhuhu”

“Aiiisshh… kau pasti ingin aku tidak mati supaya aku bisa mengantarmu kan? Setelah kau sampai rumah dengan selamat kau pasti langsung mengusirku”

“Ani. Aku tidak akan melakukan itu, Kyuhyun-ah. Kau telah menyelamatkanku, mana mungkin aku melakukan itu. Hiks hiks”

“Ara. Ara. Ulljima. Lepaskan dulu pelukanmu ini. Kalo kau memelukku begini terus bisa-bisa aku cepat mati” aku benar-benar kehabisan oksigen di dalam pelukannya itu. Awalnya memang hangat, tapi lama kelamaan tambah sesak. Apa dia sebegitunya tak mau kehilanganku yaa?

“Ne? Ah mianhe. Aku tak sengaja memelukmu seerat itu” ucapnya sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang ku rasa tak gatal.

“Kau takut kehilanganku kan? Makanya kau memelukku seperti itu” selidikku. Aku ingin tau reaksinya bagaimana.

“A… ani. Memang kau siapa sampai aku takut kehilanganmu” jawabnya gugup sambil menundukkan kepala. Semburat merah muda mulai menampak pada pipinya. Manis sekali. Aku senang menggodanya seperti itu. Kkk~ Ya! Kau benar-benar sudah gila Cho Kyuhyun-ssi -,-

“Phuahahahaha…………….” seketika itu juga aku tertawa. Aku tak tahan lihat wajahnya itu. Benar-benar lucu dan ma….nis.

“Ya! Kau mengerjaiku ya!” dia langsung memukuliku pelan dengan mengerucutkan bibir mungilnya itu.

“Aw aw aw. Ya! Choi HaRa kau ingin membunuhku ha?” aigoo~ tubuhku jadi tambah sakit semua -___- pukulannya sih tidak keras, tapi karna kondisi tubuhku yang babak belur seperti ini makanya jadi tambah sakit.

“Ah mianhe. Kau sih, siapa suruh mengerjaiku” ucapnya masih dengan mengerucutkan bibirnya.

#Chu~

Reflek aku langsung menciumnya. Dia terlihat kaget, begitu pula diriku. “Aigoo~ apa yang sudah kau lakukan Cho Kyuhyun-ssi. Kau telah menggali kuburmu sendiri” rutukku dalam hati.

Kyuhyun’s POV END

HaRa’s POV

“Kyuhyun-ah.. Kyuhyun-ah… jangan mati. Huhuhu” aku mendekatinya dengan tangis yang sedikit ku tahan. Aku mendekapnya erat dalam pelukanku. Aku tak mau kehilangannya.

“Paboya! Mana mungkin aku mati hanya karna pukulan dari ajjussi itu” balasnya dengan suara lirih.

“Huuuaaaaaaa…………” tangisku pun pecah. “Aku kira kau mati Kyuhyun-ah. Kalo kau mati siapa yang akan mengantarku pulang. Huaaaaa…..” aku benar-benar gak tau lagi harus mengatakan apa. Masa aku mau bilang ‘aku tak mau kehilanganmu’ -,-a Ani. Ani. Mau taruh dimana mukaku nanti. Kenal aja barusan -__-

“Ya! Ya! Ya! Jadi kau tidak ingin aku mati supaya aku bisa mengantarmmu pulang gitu? Shireo! Lebih baik aku mati saja kalo begitu” ani. Bukan gitu Kyu~ (T_T)

“Andwe! Kau tak boleh mati Kyuhyun-ah. huhuhu” aku tak mau kehilanganmu Kyu~

“Aiiisshh… kau pasti ingin aku tidak mati supaya aku bisa mengantarmu kan? Setelah kau sampai rumah dengan selamat kau pasti langsung mengusirku” ya! Kau ini, walaupun tubuh penuh luka gitu tapi tetep aja bisa marah-marah (“¬_¬)

“Ani. Aku tidak akan melakukan itu, Kyuhyun-ah. Kau telah menyelamatkanku, mana mungkin aku melakukan itu. Hiks hiks” aiisshh… jebal~ mengertilah .___.

“Ara. Ara. Ulljima. Lepaskan dulu pelukanmu ini. Kalo kau memelukku begini terus bisa-bisa aku cepat mati”

“Ne? Ah mianhe. Aku tak sengaja memelukmu seerat itu” ucapku sambil menggaruk-garuk belakang kepalaku yang tak gatal.

“Kau takut kehilanganku kan? Makanya kau memelukku seperti itu” MWO?

“A… ani. Memang kau siapa sampai aku takut kehilanganmu” aiisshh… kenapa jadi gugup begini sih. Ku rasa muka ku sudah seperti kepiting rebus sekarang. Aigoo~ aku benar-benar malu (>,<)

“Phuahahahaha…………….” seketika itu juga dia tertawa. Mwo? Dia sengaja ternyata. Awas kau Cho Kyuhyun (!`3`)

“Ya! Kau mengerjaiku ya!” aku langsung memukulinya, tentu saja dengan pelan, karna tubuhnya pasti masih sakit.

“Aw aw aw. Ya! Choi HaRa kau ingin membunuhku ha?” biar saja kau mati. Ah ani. Aku tak mau kalo kau mati -,-a

“Ah mianhe. Kau sih, siapa suruh mengerjaiku” ucapku masih dengan mengerucutkan bibirku. Aku kesal sekali dengan dia.

#Chu~

MWO? Apa yang dia lakukan? Dia tiba-tiba men….ciumku >////< “Ya! Cho Kyuhyun, kau cari mati ha? Aku… sudah tidak perawan😮 Ani. Maksudku bibirku >,< huuaaaa eommaaaaaa………..” Reflek aku langsung mendorongnya. Aku lalu berlari meninggalkannya. “Eomma, ottokhe?? (T_T) Kenapa dia melakukan itu. Hiks hiks” aku tak tau kenapa tiba-tiba air mataku mendesak untuk keluar dari persembunyiannya.

“Ya! Kau ini, cepat sekali larimu. Kau tak kasihan denganku yang lagi sakit ini ha?” aku hanya diam. Aku tak mau berbicara padanya setelah apa yang ia perbuat tadi.

“Ya! Kau tak mendengarku ha? Ya! Choi HaRa!” kurasa dia memegang pundakku dan membalikkan tubuhku ke hadapannya.

“Hiks….. hiks…. hiks…..” aku hanya bisa menutupi mukaku yang sekarang sudah banjir oleh air mataku.

“Ya, gwenchana? Kenapa kau menangis Choi HaRa? Sstt…. ulljima” kurasa sekarang dia menarikku ke dalam dekapannya.

“Wae? Wae Kyu? Kenapa kau melakukannya padaku? Wae? Hiks…. hiks… hiks…” aku kesal sekaligus senang (mungkin). Aku kesal karna dia telah merebut first kiss ku. Tapi, aku juga senang karna dia yang melakukannya. Namja yang membuatku tertarik sejak pertama kali bertemu dengannya.

“Mianhe, HaRa-ah. Aku… reflek melakukannya. Aku tak tau kenapa aku bisa seperti itu. Mianhe”

“Kau jahat Kyuhyun-ah. Aku benci denganmu! Hiks…. hiks….” aku terus memukuli dada bidangnya itu. Aku tak peduli apakah dia merasa sakit atau tidak. Yang jelas aku kesal dengannya.

“Mianhe, HaRa-ah. Jeongmal mianheyo” ucapnya dengan suara lirih.

“Aku benci kau Cho Kyuhyun! Hiks hiks” aku tetap memukulinya. Sampai tiba-tiba kurasa tubuhnya mulai condong ke arahku.

“Ya! Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan ha? Kau itu berat tau!” aku berusaha mendorongnya supaya tidak ke arahku. Tapi apa daya, tubuhku lebih kecil dari dirinya. Dia jatuh di atasku.

“Ya! Kyuhyun-ah, jangan becanda! Ini tidak lucu!”

“…..”

Aiisshh… apa sih yang sebenarnya diinginkan namja ini -,- Tunggu, kenapa dia tidak bergerak sama sekali? Apa dia pingsan? Ani, pasti dia hanya becanda. Tapi kalo dia memang becanda, kenapa dari tadi gak bangun-bangun?

“Ya! Kyuhyun-ah, ireona! Kau itu berat. Ara. Ara. Aku akan memaafkanmu. Tapi kau bangunlah, Kyuhyun-ah”

“…..”

“Kenapa tak ada respon? Apa jangan-jangan dia beneran pingsan lagi?” aku pun segera mengecek keadaannya. “Omo! Dia beneran pingsan! Aigoo~ ottokhe?? Kyuhyun-ah… Kyuhyun-ah, ireona” usahaku sia-sia. Dia tak kunjung bangun juga. “Aigoo~ ottokhe? Tubuhnya berat sekali. Mana mungkin aku menggendongnya” aku berusaha untuk melepaskan diri dari tindihan tubuhnya itu. Tapi, tetap tidak berhasil. Aku sudah kehabisan tenaga. “Aku harus mencari bantuan. Semoga saja masih ada orang yang bisa mendengar teriakanku. Tuhan aku mohon bantu aku sekali lagi”

“TOLOOOOOOONGG!! TOLOOOONGG!! TOLOOOONGGG!!” aku berteriak sekeras mungkin yang aku bisa. “Suaraku. Suaraku sudah hampir habis. Ottokhe? Ani. Aku tak boleh menyerah. Akan ku coba lagi. Tuhan aku mohon, kirim seseorang untuk menyelamatkan ku dan Kyuhyun”

“TOLOOOONGGG!! TOLOOOONGG! Tolooooongg!!” aku berteriak lebih keras lagi (kurasa). “Suaraku. Aku sudah tidak sanggup lagi. Tenggorokkanku sakit sekali. Sekali lagi, aku pasrah padamu Tuhan”

HaRa’s POV END

##TBC##

TBC dulu yaa kkk~ :p