Author             : Minnie

Length             : Oneshot

Genre              : romance

Cast                 : Lee Gikwang BEAST ,Cho Minkyung (OC) and other ilustration cast.

Disclamer        :

Backsong:

  • All hits track from BEAST’s album

 

******************************************************************************

@Incheon international airport, 4.30 Pm

Minkyung baru mencapai landasan airport berstandart international itu. Kakinya melangkah dengan terburu. Harusnya pukul 2 tadi ia sudah dapat menginjak landasan ini tapi akibat adanya kendala pesawat  maka ia harus menunda pula keberangkatannya.

Kini semua rencananya hancur. Dia berencana untuk memasakan makanan buat Gikwang dan membawakan makanan itu buat Gikwang sebelum konser berlangsung. Tapi jelas rencana itu gagal melihat waktu yang tak lagi berkawan dengannya. Lightstick dan spanduk pun belum ia beli. Bagaimana bisa Minkyung melupakan benda yang paling wajib dibawa oleh b2uty ini? Ini semua karena ia terlalu sibuk pada pasien-pasiennya di rumah sakit dan itulah sebabnya ia tak dapat meluangkan sedikit waktunya untuk mencari goodies BEAST. Kalaupun ia membeli di tempat konser,itupun hanya sia-sia karena jam segini semua goodies pasti telah habis diborong b2uty.

“Ahhh…ottokhe?” Desahnya pelan.Kepanikan  sungguh terpapar jelas di diri Minkyung.

~ringtone~

Handphone-nya membunyikan dering lagu eM-Gie, itu pertanda ada sebuah pesan masuk. Minkyung langsung merogoh sakunya dan melihat tulisan “Kwangie” di layar handphonenya.Ia segera menyentuh layar handphone Samsung-nya dan seketika pesan itu terbuka.

Fr: Kwangie

Kyung-ah, kau sudah sampai di Seoul? Apa aku perlu menjemputmu sekarang?

Minkyung terkekeh pelan. Sekitar 2 jam lagi, konser akan dimulai. Mana mungkin Gikwang menjemputnya? Ini pasti bercanda. Dengan usil Minkyung menulis jawaban yang tak yakin akan dijawab ‘ne’ oleh Gikwang.

To : Kwangie

Aku tak kan keberatan bila kau menginginkannya…

Minkyung mengklik tombol ‘send’ dan tak lama menunggu Gikwang sudah merespon pesan yang dikirim olehnya.

Fr:Kwangie

Baiklah! Aku akan menyuruh manager Joonkun menjemputmu….

Eng ing eng! Sudah Minkyung tebak bahwa Gikwang tak kan menjemputnya sendiri dengan mobil pribadinya, si Mercedes-Benz SLS AMG E-Cell. Sebuah mobil listrik  dengan baterai liquid-cooled high voltage lithium-ion yang memiliki daya 400 Volt yang diletakan pada kap mesin depannya yang memanjang hingga sampai belakang kursi yang membuat Gullwing mendapatkan daya grafitasi yang seimbang dan sangat rendah.Mobil yang mampu menaikan kecepatan dari 0 hingga 100 km/ jam dalam 3.8 detik ini, juga dilengkapi dengan fitur front splitter, color coded grille trim, revised air vents .Lalu dibagian dalamnya terdapat beberapa instrument indikator kecepatan, charge status dan juga jarak yang telah ditempuh. Dan  juga terdapat satu layar sentuh infotainment system yang tak hanya dapat mengoprasikan audio, climate dan navigasi saja namun juga dapat mendisplaykan suplai power yang keluar dari electric motornya.Yang membuat Minkyung bergidik lagi adalah saat ia melihat mobil itu mengeluarkan ‘angel door-nya’ yaitu semacam pintu yang terbuka ke atas. Betapa mewahnya mobil Gikwang saat ini, beda dengan 10 tahun yang lalu saat ia membawa mobil accord keluaran tahun 2011.

Minkyung menyimpulkan senyumnya.Dia sudah membayangkan apa yang dilakukan Gikwang menuju detik konsernya.Pasti Gikwang masih merias diri dengan para chordi nuna BEAST , mencoba berbagai kostum yang akan dikenakan nantinya dan melatih ototnya yang akan ditunjukan pada para b2uty. Minkyung mengerti betul dengan hal ini karena ia juga pernah merasakan bagaimana dirinya tampil di panggung dengan penampilan yang ‘harus’ tampak menarik di mata fans.

Setelah 20 menit menunggu akhirnya manager Joonkun tiba dengan sebuah van hitam yang tampaknya bisa memuat  10 orang itu. Ini terlalu besar untuk seorang Minkyung yang memiliki tinggi 167cm dengan berat 45 kg. Manager Joonkun membuka kaca mobil itu dan menyuruh Minkyung masuk ke dalamnya.Minkyung membungkuk pelan dan masuk ke dalam van itu.

“Sudah lama menunggu,dr.Cho?” Tanya manager Joonkun dengan sedikit gagu.

“Panggil aku dengan namaku saja,oppa! Atau aku akan memanggilmu dengan sebutan ajusshi!” Minkyung membentak pelan dan sedikit menyimpulkan senyumnya.

“Ne,Minkyung-sshi! Lama tak jumpa!” Sapa manager Joonkun lagi.

“Ne! Senang bisa bertemu dengan manager ternasis di Beast ini!” Ledek Minkyung. Manager Joonkun hanya terkekeh pelan. Sesekali ia membenarkan rambutnya yang tampak tidak berantakan. Okay,itulah jiwa narsisnya.

“Sepertinya aku pernah melihat van ini di Nam-gu?” Tanya Minkyung sambil mengeryitkan dahinya.

“Mobil seperti ini kan banyak, Minkyung-sshi.” Jawab manager Joonkun pelan.

“Ahh benar juga!” Minkyung menggangguk pelan dan seperti mencari sesuatu. Ia melirik ke arah pintu van sebelah kanan dan ia menemukan sesuatu. “Tapi goresan tulisan Beast di samping van ini?? Aku yakin cuma van ini yang memilikinya…” Minkyung menunjuk arah tulisan di sisi kanan pintu van itu.

“Ahh…lalu apa yang ingin kau ketahui?” Manager Joonkun langsung ke inti pembicaraan yang diarahkan Minkyung.

“Apakah oppa ikut ke Nam-Gu waktu itu?Waktu Gikwang mencariku?” Tanya Minkyung penasaran dan manager Joonkun hanya menggangguk pelan.

“Lalu kenapa aku tak melihat oppa saat di rumah sakit?” Tanya Minkyung lagi.

“Karena aku pulang ke Seoul….”Jawab manager Joonkun santai.

“HAH?? Tega sekali oppa meninggalkan seorang Lee Gikwang sendirian di Nam-Gu?” Pekiknya Minkyung pelan.

“Bukankah sudah ada kau, Minkyung-sshi? Jadi aku dengan tenang meninggalkannya sendirian di Nam-Gu.” Jawab manager Joonkun dengan santai. “Karena aku membiarkan cinta kalian kembali merayap, di suatu tempat di mana air tidak lagi mengalir.” Lanjutnya.

“eiiiii….. oppa pintar mengeluarkan kata-kata mutiara rupanya?” Minkyung terkekeh pelan.        “Dan sepertinya aku pernah membaca quotes itu…” Lanjut Minkyung sambil melirik ke arah manager Joonkun.

“ahh ne?Sejujurnya itu bukan kata-kataku tapi itu kata-kata Gikwang. Ia mengucapkan itu saat perjalan menuju Nam-Gu . Aku kira memang Gikwang seorang yang puitis tetapi ternyata…” manager Joonkun terkekeh pelan. Begitu pula dengan Minkyung.

@BEAST SEOUL CONCERT, 05.30 pm

Perjalanan berlangsung selama 30 menit karena jalanan yang begitu sesak akan aktivitas kepulangan para pekerja kantor. Minkyung merapikan dirinya yang sebenarnya tidak berantakan. Ia mengoleskan sedikit lipbalm berwarna soft pink di bibirnya .Lalu menaburkan sedikit ‘Loose powder’ di wajahnya dan tak lupa menyemprotkan parfum ke tubuhnya. Ia membuka pintu mobil van yang diparkirkan di belakang panggung itu. Lalu Minkyung mengenakan kacamatanya.

“Untukmu!” Manager Joonkun menyerahkan spanduk bertulis Lee Gikwang dan sebuah lightstick. “Gikwang yang membelikannya…” Lanjutnya. Minkyung tersenyum dan sedikit melonjak. Gikwang seperti sudah meramalkan apa yang terjadi pada Minkyung  hingga dia mampu mempersiapkan goodies special buat Minkyung.

Manager Joonkun menuntun Minkyung hingga mencapai backstage member BEAST tapi di tempat itu tampak sepi. Hanya berbagai kostum yang terpajang di lemari, alat rias yang berantakan di meja rias dan berbagai goodies yang tersisa di meja. Minkyung mendudukan dirinya dan menatap meja rias itu. Untuk sesaat ia merasa bosan untuk menunggu ini.Apakah konsernya sudah dimulai? Mengapa ruang ini sangat sepi?

Krek~~~

“ANNYEONG!!” Sapa beberapa orang kompak dari arah pintu yang terbuka itu. Minkyung menoleh ke arah sumber suara itu.

“ONNIE!!” Seru Minkyung keras pada ke-5 orang yoega yang kini telah berdiri di depan Minkyung dengan balutan dress yang senada. Yahh… itulah eM-Gie.

“Ahh bogoshipoyo~” Hyunam, sang leader langsung memeluk Minkyung dengan erat.

“Ahhh… uri magnae telah tumbuh besar! Nan Bogoshiphoyo Minkyung-ah!” Kata sang lead dancer, cho Minri. Ia turut memeluk Minkyung.

“Noe !Pabo-ah! Kenapa kau mengganti nomor teleponmu? Kami sangat ingin menghubungimu tapi nomermu sudah tidak aktif..” Kali ini lead vocal,Goo eunjie berbicara dengan nada khasnya.. Minkyung segera merangkul onnie dengan lengkingan 3 oktaf yang tak juga kalah dari suara IU.

“Kau tau, aku benci menjadi magnae dan selalu mengeluarkan aegyo ku! Shireo!Shireo!” Protes sang virtual magnae yang sebenarnya composer ini, Han hyun Im. Minkyung merangkul member eM-Gie ini dengan sangat kuat. Inilah ungkapan kerinduan seorang Minkyung.

“AKu… aku…. Aku tak tau harus mengatakan apa padamu! Tapi aku berterima kasih kepada Gikwang yang telah menemukan kita bersama lagi!Minkyung-ahhh…” Rengek sang songwriters eM-gie ini, K-han. Minkyung memeluk oenni yang sangat cengeng ini. Jelas K-Han menangis keras karena K-han adalah onnie yang paling dekat dengan Minkyung.

“Onnie,jincha jincha jincha jincha mianne! Aku bukan sengaja mengganti nomor handphoneku tapi itu semua karena pencuri brengsek yang mengambil handphoneku saat di bandara Busan. Tepat sehari setelah aku keluar dari dunia entertainment. Mianne!” Katanya dengan penuh rasa penyesalan pada para onnienya. Member eM-gie kembali memeluk Minkyung secara bersamaan.

Krek~~

Kini 2 orang yoega masuk ke ruang rias itu. Dua orang yoega dengan perawakan tinggi yang berbeda. Yang satu berpakaian dress putih dengan pita yang melingkar di kepalanya. Rambutnya sedikit pirang atau terlebih berwarna cokelat kayu dengan riasan wajah yang tak mencolok mata. Sepatu hak yang tampak cukup tinggi itu ia kenakan di kedua ujung kakinya. Minkyung menatap jari kiri yoega itu. Tepat di jari manisnya telah melingkar sebuah cincin berwarna perak dengan mata berlian di tengah. Tak salah, itu adalah Go Hara ‘KARA’ .

Sedangkan yoega yang satu lagi berbalut busana yang terkesan sexy dengan baju yang memperlihatkan pundak dan lekuk lehernya yang dilengkapi dengan mini short berwarna merah terang. Di tengahnya terdapat ‘Belt’ yang bertuliskan ‘4minute’. Tak salah ini adalah Hyun-ah onnie.

“Cho Minkyung!” Hyun-ah yang lalu memeluknya. “ Lama tak jumpa! Aku dengar kau sudah kembali bersama Gikwang oppa?” Tanyanya  sedikit menteror Minkyung. Ini karena dulu Hyun-ah adalah mantan pacar Gikwang.

“Ya begitulahh…” Jawab Minkyung sambil memajang senyum lebarnya.

“Chukkae!”  Dia bertepuk tangan dan memeluk Minkyung lagi. Minkyung hanya tertegun sesaat pada yeoga ini.

“Minkyung? Kau masih mengingatku?” Tanya Hara onnie dengan wajah innocent nya.

“Keurom!! Mana mungkin aku melupakan Hara onnie!” Balas Minkyung sambil memeluk tubuh yang sama mungilnya dengan dirinya.

“Kau seorang dokter bukan?” Tanyanya menyelidik pada Minkyung. “Berikan padaku obat yang cocok untuk menghentikan pukulan keras di kepalaku ini.” Kata Hara sambil menunjuk kepalanya.

“Chakkaman…..Apakah onnie juga merasa mual?” Tanya Minkyung secara bertahap.

“Ahh tidak begitu…” Hara menggerutu dengan dirinya dan terus memegangi puncak kepalanya.

“Periksalah ke dokter bersama Junhyung oppa…” Minkyung tersenyum. “ Dan jangan terlalu lelah melakukan aktivitas bersama KARA. Onnie harus mengurangi itu…” Minkyung kembali memaparkan senyumnya.

“Mungkinkah?”  Hara memegang perutnya dan mengelusnya. Minkyung hanya menaikan puncak alisnya dan mengangkat bahunya lalu berkata,

“ Aku tidak bisa memastikannya…” Minkyung tertawa pelan. Hara mengerti maksud Minkyung dan ia tersenyum lembut.

 

konser akan segera dimulai. Penonton diharap tenang……

Suara itu terdengar dari loudspeaker yang dipasang di ruang itu. Semua orang yang ada di ruas rias berlari kecil menuju tempat duduknya di kursi VIP .

Mereka memandang  panggung yang masih tampak begitu gelap. Hanya gemerlap lightstick kebangsaan BEAST yang tampak yang disertai dengan gemuruh suara B2uty. Mungkin 100.000 b2uty hadir di konser itu atau mungkin hanya 99.000.  Minkyung tak bisa memastikan itu karena kapasitas gedung yang mampu memuat 100.000 itu tak terisi penuh pada bagian ujung. Tapi ini sudah cukup membuat gedung bergetar saat b2uty meneriakan nama BEAST yang memekikan telinga.

Setelah 10 menit berlalu,akhirnya  beberapa lampu memancar dari sudut panggung itu. Dan teriakan b2uty semakin buas didengar.Kini Sebuah opening video diputar.

Video itu menampakan foto masa kecil mereka dengan muka yang penuh kesucian, penampilan awal debut dengan lagu “Bad girl”, debut BEAST di jepang dan dunia , tour dunia BEAST  hingga berbagai penghargaan yang BEAST dapatkan hingga detik ini. Lalu sebuah tulisan besar muncul :

if you hold on then we will remain standing.

 If you run then we will destroy ourselves.

The decision is yours …

survive or be lost forever …..!

Deg! Minkyung menelan liurnya dan menatap kembali tulisan besar itu. Apa sebenarnya maksudnya? Saat ia berusaha bertanya pada Hyunam tentang hal itu, Hyunam hanya tersenyum dan mengacuhkan pertanyaan Minkyung.

Member BEAST tiba-tiba keluar seperti ‘flash’ yang mengejutkan. Mereka berpenampilan elegan dengan pakaian putih yang menyelubungi tubuh mereka. Tampak suci. Mata Minkyung beradu pada diri Gikwang yang menunjukan lekukan ototnya melalui singlet putih yang dikenakannya. Dia tak menggunakan pakaian berlengan seperti member BEAST lainnya. Topi yang dikenakan Gikwang tak luput dari pandangannya.

‘Untuk menutupi lukanya? Cihh…. Penampilan yang terlalu sempurna…’

Konser ini kembali mengejutkan Minkyung karena BEAST akan menyanyikan semua lagu hits BEAST di konser ini. Minkyung menggerakan jari jemarinya untuk menghitung lagu BEAST yang menjadi hits.Perlahan ia ,rnghitung dan bergumam…..

“32 LAGU??Ini gila!” Katanya yang nyaris menaikan intonasinya lagi. “Ahh belum lagi lagu solo mereka. Mungkin 40 totalnya? Mereka benar-benar sinting…” Gerutu Minkyung pada dirinya sendiri. Sebenarnya ini ungkapan rasa khawatirnya terhadap Gikwang yang baru saja keluar dari rumah sakit 4 hari yang lalu. Ia takut bila Gikwang kelelahan tapi semua itu Minkyung sampingkan dan mempercayai Gikwang seadanya.

2 jam…

3 jam….

4 jam….

Suara B2uty masih saja menggelegar dalam gedung ini. Minkyung tak menyangka bila stamina gadis-gadis tangguh itu begitu luar biasa kuat. Dalam 4 jam,pita suara mereka terus menyeruakkan nama bias mereka dengan sangat lantang dan nyaring. Apalagi saat bias mereka mendekat ke tepi tubuh mereka, teriakan itu akan semakin garang untuk didengar. Inilah interaksi luar biasa antara BEAST dan b2uty.

Sesekali Minkyung tersenyum malu sambil memangku wajahnya di kedua belah tangannya. Bukan karena terkesima pada penampilan BEAST tetapi terkesima dengan arah pandang Gikwang yang terus mengarah padanya. Kadang sebuah ‘wink’ dilemparkan untuk Minkyung.

Sebuah lagu menuju detik terakhir konser BEAST, mereka nyayikan dengan sangat mengharukan. Lagu yang mendapatkan ‘Perfect all kill’ online chart selama 2 minggu,9 buah piala mutizen dan 2 penghargaan musim  ini, merupakan salah satu tracklist dari album ke-6 mereka.

Will you marry me.

Lirik lagu itu sangat romantis dengan alunan music ballads yang menyentuh setiap saraf-saraf kulit hingga menggerakan bulu kuduk untuk berdiri.  B2uty yang bergaya frontal dengan teriakan mereka, kini telah sedikit meremang. Perlahan Mereka tenang dan tangan mereka melambai di udara.Tampak dari mereka menurunkan tetesan kaca dari bola matanya. Sebegitukah lagu  itu menyedihkan?

Member BEAST terdiam sejenak dan membiarkan para B2uty menyanyi dengan nada nyaring mereka. Bagaimana teriakan yoega mendominasi lagu itu dengan sangat keras tetapi menyentuh untuk didengar. Beberapa member BEAST turut hanyut di dalamnya sehingga kerlingan mata mereka berubah menjadi bayangan kaca semu dan menetes.

Minkyung melihat sisi kanan-kiri nya….

Hara,Hyun-ah, dan member eM-Gie  terlihat sama dengan BEAST.Mereka juga menangis. Minkyung mengkerutkan jidatnya,Dia tampak bingung. Dalam benaknya, bukankah menonton konser itu menyenangkan?Kenapa mereka menangis semua? Walaupun lagu itu menyedihkan tapi tak seharusnya mengeluarkan tetes air itu begitu deras.

Oppa andwe!(oppa,jangan.)

Oppa gaji mal-ayo!(opa,jangan pergi!)

Oppa, saranghae!(oppa, I love you)

Oppa jebal……! (oppa,aku mohon)

Mendengar teriakan b2uty yang mengenaskan itu dicampur tulisan besar yang terpampang besar di opening video tadi, membuat Minkyung semakin berspekulasi dengan dirinya sendiri. Minkyung sedikit memutar otaknya dan kembali menganalisis tentang konser yang mau mencapai puncaknya ini. Tak lama ia menemukan sedikit titik terang dan menggeleng tak percaya.

Clapp!!!!

Tiba-tiba lampu padam, semua b2uty berteriak.

Memang tak sepenuhnya padam karena masih terdapat pencerahan dari lampu lightstick yang memancarkan gemerlap indah. Minkyung mendengar teriakan yang sangat nyaring di dekatnya. Ia memegang sisi kanan bangkunya,di mana Hyunam onnie duduk dan ternyata kosong. Ia kembali meraba bangku sisi kiri,di mana Hara oennie duduk dan ternyata juga kosong.

“What the hell? ” Umpatnya pelan.

Minkyung panik dan mengemasi barang-barang untuk bersiap sesuatu buruk yang terjadi.

Dan benar…..

Seseorang memegang tangan Minkyung. Sontak Minkyung berteriak dan memukul wajah orang yang tampak samar itu. Orang itu justru mencengkram kuat tangan Minkyung dan membungkam mulut Minkyung dengan tangannya.Tubuh Minkyung serasa terikat oleh borgol-borgol kuat yang mengitari tubuhnya. Orang itu memaksa Minkyung berjalan menuju arah yang dituntun-nya. Minkyung terpaksa mematuhinya arah gerak orang itu  karena tubuhnya yang sangat kaku untuk digerakkan lepas dari orang itu.

Minkyung merasa bahwa kakinya di bawa ke sebuah tangga yang cukup tinggi dari tempat semula. Sekitar 10 anak tangga ia naiki. Dan cengkeraman orang itu merenggang dan mengelus puncak kepala Minkyung.

“Tenanglah sedikit.” Ucap orang itu yang lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Minkyung. “ ini aku, Gikwang.” Lanjutnya.

Minkyung jelas bingung.Dahinya kembali mengkerut. “ Lalu ada apa ini?Kenapa kau..” Tanya Minkyung yang terputus.

CLAPP!!

Lampu kembali menyala. Begitu terang dan menyilaukan. Minkyung menatap ke depan.

Gedung luas dengan desain yang begitu megah dilengkapi dengan langit-langit yang tampak tinggi menjulang membentuk mangkuk terbalik sehingga tampak seperti cekungan. Lampu lightstick begitu tampak indah berkilau. Warna ‘midnight blue pearl’ yang menenangkan. Minkyung melihat ribuan b2uty yang kini letaknya lebih rendah dari Minkyung. Terlihat pula Goo Eunji dan K-han yang menyimpulkan senyum sambil melambaikan tangan pada Minkyung. Kini Minkyung sadar bahwa ia berada di panggung BEAST.

Minkyung menatap sisi kiri-nya.

Benar.Ini Gikwang. Minkyung tersenyum lembut dan menggenggam tangan Gikwang.

Minkyung menebar pandangan ke sisi kanannya. Terlihat jelas 5 namja dan 5 yoega berdampingan dan menebar senyum pada b2uty.

“Ige mwoya?” Bisik Minkyung pada Gikwang. Tapi Gikwang bungkam .

Iringan music ‘will you marry me’ tetap terdengar keras di gedung ini. Musik itu terus berputar sementara member BEAST hanya terdiam menatap para B2uty yang semakin garang untuk menangis.

“Haengbokke?” Sang leader akhirnya berbicara.

“Neee!!!” Teriak b2uty nyaring.

“Joaaa???” Junhyung berbicara.

“NEEEE!!! Joaaaaa!!” Balas b2uty dengan lengkingan super tinggi.

“B2uty-ah, noemu noemu noemu noemu yeppo!” seob-seob mulai mengambil titik lemah b2uty dengan pujiannya.

“Aaaaaaaaa…..” Teriak b2uty girang.

“Saranghae!” Gikwang melingkarkan tanganya di atas kepalanya dan ia menyeret tangan Minkyung untuk mengikutinya.

“Aaa…… saranghae oppa!!” Jawab b2uty yang mengikuti gerak Minki couple ini.

Si pangeran arab dan pangeran 4 dimensi hanya bungkam di sini. Tampak bahwa mereka menangis begitu kuat.  Diikuti Doojon oppa yang perlahan meneteskan air matanya. Sang leader ini berusaha mengusap lembut serpihan air itu lalu memejamkan matanya dan menghela napasnya. Kemudian menebar pandangannya kembali ke b2uty.

“Kalian tau bahwa hari ini adalah hari penentuan masa BEAST. Di mana BEAST akan berlanjut atau berhenti sampai pada titik ini…” Doojon menghentikan orasi-nya sejenak. Ia meneguk liurnya untuk menghilangkan rasa sedihnya.

“Sesuai dengan tema kami hari ini. Happy wedding. Kami mengajak kalian untuk berpikir sejenak tentang kehidupan kalian dan kehidupan member BEAST. Kalian punya jalan hidup kalian sendiri dan begitu pula kami. Kalian mempunyai kisah cinta tersendiri  begitu pula kami. Dan bisa kalian lihat di sini….” Doojon menunjuk membernya yang telah didampingi pasangannya mereka..

“Junhyung dengan Hara KARA, Hyunseung dengan Minri eM-Gie, Yoseob dengan Hyun im eM-Gie, Dongwoon dengan Hyun-Ah  4minute, Gikwang dengan Minkyung ex eM-gie dan saya dengan Hyunam eM-Gie…” Doojon mengganti posisi mic-nya ke tangan kirinya sedangkan tangan kanan-nya menggengam telapak tangan seorang leader eM-Gie,Hyunam.

“Dengan ini kami menyatakan dengan terang-terangan bahwa mereka adalah pasangan kami . Jika kalian terkejut,itu wajar. Karena hubungan saya,Hyunseung,Dongwoon dan Yoseob tak pernah terpublikasi. Kami menyembunyikan ini dengan rapi. Semua demi menjaga perasaan kalian. Tetapi setelah beberapa tahun berlalu , kami merasa berdosa untuk menutupi ini semua dan sampai akhirnya hari ini kami mendeklarasikan hubungan ke-6 member ke public.” Jelas Dojoon. Susah rasanya mengungkap rahasia yang telah mereka tutupi selama bertahun-tahun ini.

“Kami bukan lagi anak muda yang berumur belasan atau berkepala 2 tetapi kami sudah berkepala 3. Itu artinya hidup kami akan semakin singkat untuk mencari pelabuhan cinta kami . Dan tak mempungkiri bila suatu saat, entah hari ini, besok, lusa atau tahun depan,kami akan menikah dengan pasangan yang berada di samping kami.” Kini Yoseob mengeluarkan argumentnya. Ia mengatakan dengan penuh ketegasan walapun hatinya merasakan kesesakan melihat para B2uty-nya menangis. Saat keputusan ini diambil, Yoseob lah yang paling merasakan kesedihan yang begitu menggores hatinya .Itu karena dia adalah member yang paling dekat dengan B2uty. Ia merasakan kesalahan yang begitu mendalam.

“Maka dari itu, kami tak mau melukai hati kalian terlalu jauh. B2uty dan BEAST memang pada jenjang yang berbeda tapi b2uty dan BEAST mempunyai selera music yang dipersatukan dalam ikatan persahabatan di lingkaran ‘midnight blue pearl’. Kami mencintai kalian begitu pula kalian yang seharusnya mencintai kami pada porsi yang sesuai. Bila kalian membenci pasangan kami, itu juga wajar karena kalian mencintai kami dengan porsi utuh dan sempurna. Dan kami tak menginginkan itu.” Jelas Junhyung yang sedikit menampilan wajah amarahnya. Ia sangat mengingat bagaimana awal pernikahan Junhara ditolak oleh b2uty dan Kamilia. Bagaimana Hara begitu banyak menerima tamparan dari b2uty dan juga terror dari b2uty. Memang kehidupan entertaiment ini sungguh tak adil bahkan tak memperbolehkan dua merpati yang sedang jatuh cinta untuk melenggangkan sayapnya ke bangku pelaminan.Tapi itu sudah berlalu.

Lain sisi,Minkyung mengerucutkan bibirnya.Pembicaraan itu terlalu bertele-tele. Panjang dan membingungkan. Tapi Minkyung bisa menangkap perkataan BEAST yang cukup panjang itu.Setidaknya Minkyung memahami bahwa BEAST akan meminta pendapat B2uty untuk kelanjutan grup BEAST, tetap berkarya di depan b2uty atau bubar? Member BEAST sepertinya telah menimang ini semua. Memang tak ada gunanya bila BEAST berkarya tanpa adanya fans yang mendukung. Hal pertama yang memang menjadi motif mereka untuk bubar adalah masalah percintaan. Mereka tak mau menimbulkan banyak antis yang timbul tenggelam menghajar kepopuleran BEAST. Dan juga tak mau membuat b2uty terlalu tergantung dan akhirnya ketagihan terhadap BEAST.

“Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Jika ditanya apakah kami puas dengan waktu 12 untuk karya kami?Tentu saja tidak. Kami ingin berkaya lebih untuk semua orang mungkin hingga akhir napas ini berhembus. Tetapi bila mengingat 12 tahun bersama kalian,bersama teriakan dan dukungan kalian, kami rasa ini sudah sangat cukup.Dan kami sangat berterima kasih dengan itu semua pada kalian.” Dongwon mulai mengeluarkan sedikit pendapatnya. Tapi tetap saja air mata itu tetap membasahi kedua belah pipi lembutnya.

“Dan seperti yang dikatakan di opening video, jika kali bertahan maka kami akan tetap berdiri.Jika kalian lari maka kami akan menghancurkan diri kami.Keputusan berada di tangan kalian.Tetap hidup atau menghilang selamanya??” Doojon melirikkan matanya ke Gikwang dan Gikwang menggangguk pelan.

Member BEAST saling bergandeng erat pasangan mereka dan menyanyikan kembali lirik ‘will you marry me’ .

~sing~

Minkyung berusaha meraih tangan Gikwang yang terlepas. Ia menoleh ke sisi kanannya dan ia melihat Gikwang telah berlutut di sampingnya dengan wajah yang menelungkup ke arah bawah.

“Kwangie, kau kenapa? Apa kepalamu sakit lagi? Apakah lukanya membuka?” Kata Minkyung  dengan panik melihat Gikwang yang masih menelungkupkan badanya. “Lee gi kwang?Kau masih hidup-kan?” Minkyung mendekatkan diri ke Gikwang.

Tangan kiri Minkyung meraih pundak Gikwang dan menghuyung-huyungkan tubuh Gikwang. Tangan Gikwang dengan cepat menangkap tangan Minkyung dan memegangnya lembut.Gikwang membuka kotak yang berada di tangan kanannya lalu menengadahkan kepalanya dan menyodorkan kotak itu pada Minkyung. Mata Gikwang  tertancap tajam di mata Minkyung.

“Kau telah mengguncangku, mengobrak-abrik sedikit egoku, menunjukkan hambatan dan kecanduan. Patah hatiku terbuka sehingga cahaya cintamu bisa masuk, membuatku jadi putus asa dan keluar dari kontrolku yang harus mengubahku hidup, kemudian memperkenalkanku  pada cintamu yang menguasai rohaniku .” Gikwang  membuka kotak yang berada di tangan kirinya dengan sentikan ibu jarinya.

“Will you marry me, Cho-Minkyung?”  Kata Gikwang dengan mic nya.

Minkyung menelan liurnya melihat jelas cincin perak berkilau dengan sebuah inisial kecil ‘MG’ di atasnya. Arti inisial yang sebenarnya terlihat ambigu, MG menggambarkan grup masa lalunya yaitu eM-Gie atau MG menggambarkan singkatan Minkyung-Gikwang.

Entah apa yang akan dijawabnya. Ia tak tau harus menerima atau menolak. Lebih tepatnya ia tak mau untuk menjawab pertanyaan itu di depan b2uty. Ia tak mau menyakiti perasaan b2uty. Minkyung berpikir bahwa ini keterlaluan. Minkyung terlihat berpikir sejenak dan memilih kata yang tepat untuk dilontarkan.

“Tidak untuk di tempat ini. Aku tak kan menjawabnya.” Jawab Minkyung pelan. Gikwang justru mencengkram kuat tangan Minkyung. “Ahh mwe??Kau sungguh tega melakukan ini di depan b2uty.” Jawab Minkyung sambil menunjuk ke arah b2uty.

Minkyung melirik sejenak ke arah b2uty yang tersebar di sekeliling panggung itu. Wajah mereka terlalu rumit untuk ditebak,apakah mereka ingin Minkyung bersama Gikwang atau tidak? Minkyung tak bisa membaca dari raut mereka. Sebagian b2uty hanya menangis dan sebagian b2uty tersenyum masam. Entah apa namanya ini, tapi Minkyung bisa mengerti perasaan mereka. Sejenak Minkyung kembali memutar bola matanya dan memikirkan sesuatu.Lalu dia tersenyum singkat.

“Aku akan menjawab pertanyaan Gikwang setelah b2uty memutuskan tentang karier BEAST.” Jawab Minkyung melalui micnya.

Doojon mengangguk pelan pertanda mengerti.

“Tetap nyalakan lampu lightstick kalian bila kalian menginginkan kami tetap berkaya tanpa memikirkan dari sisi kehidupan pribadi kami. Berjanjilah pada kami bila kalian mencintai kami karena music dan kualitas kerja kami bukan karena fisik kami. Dan kami juga akan berjanji untuk memberikan karya yang lebih mengagumkan dan dashyat daripada sekarang serta fanservice yang memuaskan. Tapi bila kalian muak dengan kehadiran kami bersama pasangan kami, maka redupkan lightstick kalian dan jangan pernah nyalakan lagi sampai akhir kalian menghela napas..” Jelas Doojon dengan sangat lancar karena memang kata-kata ini sudah ternaskah dengan baik.

Semua member BEAST kembali berdiri sejajar dan saling bergandengan. Tetapi tidak dengan Gikwang yang masih berlutut di hadapn Minkyung. Jelas Gikwang tak kan berdiri sebelum Minkyung menjawab lamarannya maka ia tetap pada posisinya dengan tangan kiri yang memegang telapak tangan Minkyung.

Semua member menutup mata mereka dan menghela napas mereka.Lalu membuka mata mereka kembali…

Lampu perlahan redup. Dan pancaran lightstick itu terlihat jelas. …..

14 detik..

……..

30 detik..

………

50 detik…

……….

60 detik…

…………

Pancaran lightstick masih terpampang jelas. Tak ada satupun lightick yang padam .

Ini pertanda bahwa fans Korea tetap menginginkan BEAST berada di atas panggung dan menyumbangkan suara mereka pada masyarat luas. Minkyung secara reflek langsung memaparkan senyum lebarnya. Gikwang mengambil jari manis Minkyung dan memasang cincin perak itu lalu memeluk Minkyung. Tak lama, Minkyung menyadari bahunya yang basah akibat tetesan air mata Gikwang.

Saranghae….” Bisiknya pelan. Gikwang melepas pelukannya dan menghadap ke b2uty. Ia menghempaskan badannya berkali-kali ke b2uty. Entah ucapan terima kasih atau semacamnya yang ingin ia ucapkan. Air mata Gikwang terus mengalir deras walaupun air itu telah ia hapus beberapa kali.

Semua member tampak berlutut dan menelungkupkan wajahnya pada kedua belah tangan mereka. Mereka menangis keras. Pasangan mereka memojokan diri di sudut panggung termasuk Minkyung. Mereka bergandeng erat sambil  menatap bangga B2uty yang mampu memberikan ketulusan cinta dan dukungannya pada BEAST.

“Kami bangga hari ini bisa berdiri di hadapan kalian dan memberikan yang terbaik bagi kalian. Dan mari kita lanjutkan perjuangan ini secara bersama-sama hingga akhir!!”  Seru Doojon yang mulai membangkitkan dirinya. Semua member turut berdiri dan saling bergenggam lalu membungkuk.

BEAST memang tidak bisa melakukan sesuatu yang besar . Tapi mereka bisa melakukan hal-hal kecil berupa cinta yang besar untuk B2uty.

Selamanya dan tak akan pernah berakhir….

~FIN~

Uwaaa…. Ni bener” final dari ‘Because U R my idol’…

Kurang dpt feel nya kah???

Ga begitu romantic memang soalnya part ini lebih ke BEAST..

Kekkeke….

Ada yang mau protes ttg kata” yg dilontarkan Gikwang waktu ngelamar Minkyung?? Aneh? Sweet? Atau malah ambigu??

Sebenarnya itu bukan asli kata”  pemikiran author melainkan hasil referensi dari sebuah buku yang ditulis oleh Elizabeth Gilbert yang filmnya dimainkan oleh Julia Robert~ ehm ada yang tau nama filmnya???

kekeke…

Lain waktu, author akan kembali dgn cast donghae (?),masih bingung pairingnya mau anggota GB(dara/ sunye) atau OC aja….  *masih rencana dan gag pasti*

Kekekkekek~

Yg mau kenalan ma author bisa follow @aubrey_DGS atau add  destiaubrey@yahoo.com  *ciahhh sok amat

Don’t be silent reader!

Don’t bash!

 

 

 

 

 

Iklan