Tittle :My Love Story
Author : dhee95line
Length : twoshot
Genre : Romance, Friendship
Cast : Keluarga Jung (appa, umma, Jessica, Krystal), keluarga Lee Eusebio (appa, umma, Victoria, Alexander), Choi Minho, Park Jiyeon, Seo Joohyun (Seohyun), Sulli.
NOTE : Maaf kalo ada salah-salah dalam penulisan dan maaf juga kalau tidak suka pada pairing yang dibuat. Jangan lupa kritik dan sarannya. Akhir kata, Happy Reading ^^
P.S : ff ini pernah dipublish juga di fanfictionninea.wordpress.com ^^

FF INI MURNI BUATAN SAYA, HASIL PEMIKIRAN SAYA. JADI HARAP JANGAN MENG-COPYPASTE SEENAKNYA.

Part 1 ^^
Pagi itu sangat cerah, hangatnya mampu menyelimuti seluruh siswa dan siswi di Hanguk Art School, sebuah sekolah seni ternama di Korea. Hari itu entah mengapa Krystal datang lebih awal dari biasanya. Saat ia memasuki kelasnya, disana sudah ada beberapa anak yang sedang mengobrol bersama dan salah satu dari mereka adalah sahabat baik Krystal, yaitu Jiyeon yang sedang terlihat asyik mengobrol dengan Seohyun.
“Annyeong ..” sapa Krystal
“Annyeong..” jawab semua yang ada disana
“Ya, Krystal-ah tumben kau tidak terlambat hari ini?” tanya Seohyun
“Lho, memangnya tidak boleh? “ tanya Krystal balik sambil menyimpan tasnya di sebelah Jiyeon
“aniyo, hanya bertanya. Biasanya kan kau selalu terlambat” kata Seohyun dibarengi anggukan teman-temannya tanda mereka setuju.
“hemm.. aku juga tak tahu kenapa. Tapi baguskan kalau aku tidak terlambat lagi?!” Kata Krystal
“Ya iya lah” kata Jiyeon mengiyakan.
Dari arah luar terdengar suara seseorang yang sangat Krystal kenal, dia datang bersama teman-temannya yang lain.
“Annyeong ..” sapanya pada semua orang di kelas yang langsung dijawab serempak oleh semuanya. Saat itu ia baru tersadar kalau Krystal sudah datang dan sedang duduk bersama Jiyeon dan Seohyun.
“Ya, Krystal-ah tumben kau sudah datang?!” katanya pada Krystal seraya mengacak-acak rambut Krystal.
“Ahhh… ALEXANDER.. kau merusak rambutku” seru Krystal geram
“hahahaha.. jangan marah, nanti kau cepat tua lho!” balas Xander sambil tertawa geli melihat Krystal yang sibuk merapikan rambutnya lagi. Xander adalah teman masa kecil sekaligus musuh Krystal, setiap hari ada saja keisengan Xander pada Krystal, seperti pagi ini.
Keluarga mereka memang sudah bersahabat sejak lama, ayah krystal dan ayah xander, ibu krystal dan ibu xander, jessica dan victoria –kakak xander, dan xander dengan krystal. Dulu kedua keluarga itu bertetangga dan hubungan xander dengan krystal sangat dekat, bahkan tak mau dipisahkan. Orang tua mereka sempat hendak menjodohkan mereka namun tak jadi karena ingin agar mereka menemukan jodohnya masing-masing sesuai keinginan mereka.
Hubungan xander dan krystal mulai agak renggang sejak keluarga eusebio pindah ke China dan keluarga krystal sendiri pergi ke amerika. Selama 5 tahun mereka kehilangan kontak, dan saat mereka kembali ke Korea, ada sedikit harapan pada diri krystal bahwa ia akan bertemu lagi dengan xander. Dan benar saja, mereka bertemu di sekolah mereka kini. Namun sikap xander yang dulu lembut berubah menjadi sangat jahil.

“Diamlah, kau membuat pagiku menjadi buruk hari ini.” Kata Krystal kesal sembari menata rambutnya lagi
“Ok..Ok.. sebaiknya aku pergi karena teman-temanku sudah menungguku dibawah sana” kata Xander sambil berjalan menuju keluar kelas
“menunggumu untuk apa?” tanya Jiyeon
“berlatih sepak bola tentunya, aku kan pemain terbaik di sekolah ini” jawab Xander tanpa membalikkan badan. Tapi tiba-tiba terdengar bunyi bel yang membuat langkah Xander terhenti.
Teng..Teng..Teng…
“Ahhh… IGEMWOYA!?” keluh Xander
“Ya Xander-ah, kurasa kau harus menunda latihanmu itu” kata Jiyeon di barengi tawa puas dari Krystal.
“hahh… kenapa bisa begini. Padahal ini kan masih pagi, pasti ada yang salah dengan bel itu.” Keluh Xander wajahnya terlihat sangat kecewa.
“sudahlah, cepat duduk. Yuri songsaenim sudah datang tuh” kata Krystal yang telah selesai menata kembali rambutnya. Dengan lemas Xander pun menurut, dan pelajaran pertama itu Xander lalui dengan malasnya.
***
Saat istirahat Krystal, Jiyeon dan Seohyun berjalan bersama menuju kantin, disana terlihat beberapa anak tengah mengantri makanan dan yang lainnya sedang asyik berbincang dengan teman-temannya sambil menyantap makan siang mereka. Saat Krystal, Jiyeon dan Seohyun hendak memesan makanan tiba-tiba seseorang dengan tidak sopannya menyerobot pesanan mereka (krystaltepatnya) dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Alexander.
“YA…XANDER-AH!!! KEMBALIKAN MAKAN SIANGKU” teriak Krystal, tapi Xander sama sekali tidak menggubris dan segera bergabung dengan teman-temannya yang lain.
Akhirnya dengan berat hati (sangat berat hati) Krystal pun memesan makanan yang lain dan segera duduk di tempat biasanya mereka berkumpul, yaitu di meja yang terletak dibawah pohon. Sekolah itu kantinnya memang terkenal paling luas karena selain berada didalam ruangan ada beberapa meja yang disiapkan di taman depan ruangan kantin itu yang ditumbuhi oleh pohon-pohon besar nan rindang.
“Krystal-ah, bisa tidak kau sekaliiii saja tidak bertengkardenganXander?” Tanya jiyeonpadatemannyaitu
“akusihmausaja, tapikaulihatsendirikelakuannya? Diaitusangatmenyebalkan” jawabkrystalsambilmenyantapmakansiangnya.
“tapi, tahugak? Biasanyakalaunamjajailinyeojasampai separah ituberartinamjaitupunyaperasaanlebihpadayeoja yang diausili. Kayak pasanganJongLun sunbaenimitu” Celetukseohyundenganwajahpolos.
“MWO??? ANDWE!! Masaiyaxandermenyukaiku?!Lihat saja kelakuannya.” Sontakkrystalmembantahpernyataanseohyun, sakingkerasnyaiaberteriaksemua orang memperhatikanmerekadengananeh. Krystal pun memintamaaf.
“Mianhe..jeongmalmianhamnida” kata krystalpadasiswa yang adadisanasambilmembungkuk 90o.
“lagi pula kalau pun itu benar,hatikuinicumabuat Minho songsaenimseorang” lanjutkrystalberbunga-bunga.
“hemm.. yaya.. kamitahu! Tapiapagaksalahnihsukasama Minho songsaenim? Diakanlebihtuadari mu” kata Jiyeon
“memangnyakenapa?Cintaitutakmengenalbatasanusia. LagiandiakanCumabeda 5 tahundariumurku (ceritanyagitu, aslinyasihgaktau :P), itutakterlaluburuk.” Ujarkrystalmembeladiri.
“kamu sih enak bisa dekat dengan dengan minho songsaenim karena dia teman unni mu …” kata seohyun
“oh, iyangomong-ngomonggimanakabarhubunganmudengan senior yang di tempat les piano itu?” jiyeonmengubahtopik.
“hah?? MaksudmuKyuhyunoppa?” Tanya krystal. Jiyeonhanyamengangguk
“gimanahubunganmudengannyasekarang??” Tanya jiyeonlagi.
“yah, gitudeh” jawabseohyunmenggantung. “oh, sudahlah! Kenapajadimembahastentanginisih?!” kata seohyunlagi.
Tak lama dariitusuarabeltandamasuk punberdentang, hampirsemuasiswaberanjakkembalikekelasmerekamasing-masingtermasukSeohyun, Krystal danJiyeon.
Tapi sebelumnya krystal pamit ke toiet dulu sementara jiyeon dan seohyun kembali ke kelas. Krystal mencuci tangannya di wastafel dan memandang dirinya di cermin. Tiba-tiba kata-kata seohyun yang bilang kalau xander mungkin menyukainya mulai menggema dikepalanya.
“dia pergi dengan seribu janji dan perasaan yang hanya ada untuknya, tapi dia kembali dengan telah melupakan semua janjinya. Dia berubah, begitu pun perasaanku padanya.” Gumam krystal pada bayangannya sendiri.
“lagipula aku sudah menemukan penggantinya…” lanjut krystal
***
Pelajaranselanjutnyaadalahpelajaran yang paling dinantiolehsemuasiswidikelastermasuk Krystal.Ya, sekarangadalahwaktunyabelajarB.Inggrisdengan guru paling tampandan charming di seanterodunia, Choi Minho songsaenim. (lebay… ><, tapiasyikjugakalopunya guru kayak minho!!).
saatminhomemasukiruangankelasparasiswidengancentilnyamengucapkansalam, masing-masingdarimerekamelakukanaegyoterbaikmereka, sementaraparasiswahanyamencibirsirikpadaminhosongsaenim. Tapi Minho songsaenimhanyatersenyummanis, danalhasilseluruhkelasriuhdenganteriakanhisterisparasiswi.
“ok, now please open your book page 56” seru minho, semua murid menurut dan segera membuka buku mereka.
“who want to read the story?” tanya minho lagi, sontak semua siswi mengangkat tangan mereka. Minho terlihat berpikir lalu.
“krystal, can you read it for me?” tanya minho kemudian, semua siswi menatap krystal dengan tatapan iri dan tak sedikit yang mencela.
Krystal pun mengangguk pelan lalu berdiri dari bangkunya dan membacakan cerita yang di perintahkan minho. Wajahnya terlihat berseri dan merona merah, sementara itu xander melihatnya dengan tatapan yang kesal. Seharian itu krystal tak bisa berhenti tersenyum dan sering melamun hingga jam pulang tiba.
“ Hey, Krystal pabo!” seru xander sambil merangkul krystal dari belakang, tapi krystal tak merespon dan tetap berjalan tanpa memperdulikan xander.
“Ya, Jung Krystal… pelajaran itu sudah berlalu sejak beberapa jam yang lalu. Tak bisakah kau berhenti melamun sambil tersenyum begitu? Kau terlihat seperti orang gila” seru xander lagi
Krystal menoleh masih dengan senyuman diwajahnya.
“aku tak peduli.. aku tetap takkan bisamenghapus ingatan hari ini. Ah…. minho songsaenim sangat tampan… kau lihat cara melihatku tadi??” kata krystal sambil kembali menghayal
“apa 5 tahun adalah waktu yang lama bagimu hingga kau dengan mudahnya melupakan semua janji kita? Kau menghapus perasaanmu padaku dan beralih pada pria lain sementara aku dengan bodohnya tetap percaya kau belumlah melupakan segalanya. Aku menyesal tetap menyukaimu sementara kau tak pernah menganggap perasaanku.” kata xander, sambil menatap krystal serius.
“a..a..apa maksudmu?” tanya krystal saat mendengar ucapan xander
“aniyo” kata xander ketus dan kemudian pergi meninggalkan krystal yang masih berusaha mencerna kata-kata xander.
“dia bilang… dia masih belum lupa semuanya.. tapi kenapa dia berubah? Kenapa tak dari dulu dia bicara?” tanya krystal pada dirinya sendiri.
Krystal sampai kerumah dengan wajah yang bingung. Ia masih tak mengerti dengan perkataan xander. Ia masih tak percaya dengan yang dia dengar.
“hey, krystal kau sudah pulang!” sapa jessica- kakak krystal dari arah dapur. Tapi krystal tak menjawab dan terus berjalan naik menuju kamarnya yang ada di lantai 2.
“ada apa dengan anak itu?” tanya umma krystal pada jessica.
“ah, mom. Aku tak tahu, apa dia sedang ada masalah ya? Wajahnya terlihat bingung.” Kata jessica
“sudah sana, coba temani adikmu itu” saran ummanya, jessica mengangguk dan melepas apron yang di pakai.
Didalam kamar krystal masih saja memikirkan perkataan xander. Dia melamun sambil duduk di atas ranjangnya, bahkan ia belum melepas tas dan mengganti pakaiannya. Krystal kembali membayangkan wajah xander saat tadi ia berkata masih menyukainya, wajahnya yang serius, tatapannya yang tajam dan perkataannya yang terdengar sendu.
“krystal-ah…” jessica masuk ke kamar adiknya itu dan melihat krystal yang duduk melamun diatas ranjangnya.
“are you ok?” tanya jessica pada adiknya sambil duduk di samping adiknya itu. krystal menoleh dan menatap jessica dengan mata yang berkaca-kaca.
“unni… ottokhae?” tanya krystal pada kakaknya itu.
***
Xander berjalan pergi meninggalkan krystal yang berdiri sendirian. Pikirannya sedang kacau, sepanjang jalan kerumah ia menyesali perkataannya pada krystal tadi. Ia meracau sambil memaki dirinya sendiri. Sampai dirumah pun ia masih menyesali semua yang terjadi.
Xander masuk ke kamarnya dan melempar tasnya asal ke sudut kamarnya, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap kosong langit-langit kamarnya.
“alexander, kau sungguh bodoh! Kenapa kau mengatakan semua itu?! dasar bodoh!” kata xander frustasi sembari mengacak-ngacak rambutnya.
***
“jadi, xander bilang kalau dia masih menyukaimu? Lalu bagaimana perasaanmu sendiri?” tanya jessica setelah krystal menceritakan semuanya.
“iya.. dan sekarang aku bingung.” Keluh krystal
“kenapa kau bingung, kau sudah lama bersamanya kan? Seharusnya kau tahu perasaanmu” kata jessica lagi
“aku terus menunggunya selama bertahun-tahun tapi tak ada kabar, lalu saat aku kembali dan bertemu lagi dengannya, dia berubah… aku kira dia telah melupakan semuanya, karena itulah aku berani untuk menyukai pria lain… ”
“haah~ kalau begini unni juga tak tahu harus bagaimana. Perasaanmu itu hanya kau yang tahu, coba saja pastikan dulu” saran jessica, krystal terlihat memikirkan saran unninya itu.
“ya sudah, sekarang lupakan sejenak masalah ini dan pergi mandi, setelah itu cepat turun untuk makan malam” kata jessica lagi, krystal mengangguk dan jessica pun keluar dari kamar adiknya itu.
***
Hari ini, krystal datang kesekolah agak pagi lagi. Keadaan kelasnya masih sepi, hanya ada seohyun dan beberapa siswa lainnya.
“annyeong..” sapa krystal
“annyeong.. kau datang pagi lagi?!” kata seohyun, krystal hanya tersenyum sambil menyimpan tasnya lalu berjalan kearah seohyun.
“ada yang ingin aku tanyakan padamu” kata krystal setengah berbisik
“mau bertanya apa?” tanya seoyun sambil menutp buku yang ia baca dan memandang krystal
“apa kau pernah merasakan terjebak diantara 2 hati?” tanya krystal hati-hati
“ahh, maksudmu diantara 2 orang yang menyukaimu?” tanya seohyun balik, krystal mengangguk pelan.
“aku… pernah merasakannya” ujar seohyun malu
“jinjja? Dengan siapa?” krystak semangat
“emhh… kyuhyun oppa…dan yonghwa oppa” jawab seohyun lagi, wajahnya merona
“mwo? Maksudmu yonghwa sunbaenim yang anggota CN Blue itu?” tanya krystal tak percaya, seohyun hanya mengangguk kecil. Wajahnya pun semakin memerah karena malu.
“aish~ kenapa jadi membahasku? Kau sebenarnya ingin berkata apa? Memang siapa pria yang kau maksud?” tanya seohyun mengalihkah pembicaraan
“ah iya, mereka itu adalah…” belum selesai krystal berbicara, ia melihat xander masuk ke kelas itu. tatapan mereka bertemu sesaat, namun kemudian xander mengalihkan pandangannya dan duduk diam di kursinya.
Xander berubah, ia tidak lagi menjadi xander yang suka menjaili krystal. Sekarang tiap mereka berpapasan, xander bertingkah seolah tidak melihat krystal, bahkan di kelas pun mereka bertingkah seperti tak saling mengenal. Perubahan sikap ini membuat krystal –dan yang lainnya merasa aneh, ia merasa ada sebagian dari hidupnya yang hilang.
Keadaan ini bertahan hingga seminggu lamanya, bahkan karena masalah ini krystal sama sekali tak tertarik lagi membahas minho. Minho pun merasakan perubahan sikap krystal. Krystal yang biasanya bersemangat saat pelajarannya kini malah sering melamun dan jarang memperhatikan pelajarannya lagi. Karena penasaran minho pun memberanikan diri bertanya pada krystal saat pelajaran telah selesai.
“baik, pelajaran hari ini selesai. Kalian bisa pulang kerumah masing-masing dan jangan bermain dulu kemana-mana, arra?” kata minho
“Ne, songsaenim.” Jawab mereka serempak sambil beranjak keluar dari kelas sementara minho membereskan barang-barangnya.
Krystal, jiyoen dan seohyun keluar kelas terakhir, krystal terlihat sangat tidak bersemangat. Saat sedang membereskan bukunya, krystal sempat menoleh ke bangku xander, tapi xander mengacuhkannya dan pergi begitu saja. Ada perasaan aneh dihatinya tiap kali xander bertindak dingin padanya.
“krystal-ah, ada yang mau aku tanyakan padamu bisa kau tinggal dulu?” tanya minho saat krystal hendak pergi.
“ah, ne songsaenim.” Kata krystal, jiyeon dan seohyun pun memberi kode akan menunggu di taman.
“krystal… apa kau sedang ada masalah akhir-akhir ini?” tanya minho
“ah..aniyo. wae?” tanya krystal balik
“kau selalu terlihat tak bersemangat dan selalu sedih akhir-akhir ini. Kau bahkan sering tidak memperhatikan pelajaranku” jelas minho, krystal menunduk
“jusunghabnida songsaenim” kata krystal pelan
“jika kau memang ada masalah, kau bisa cerita padaku. Mungkin aku bisa membantumu. Lagi pula melihat wajahmu yang muram itu membuatku ikut sedih” aku minho.
Krystal sempat kaget dengan perkataan minho barusan, ada rasa senang yang muncul saat tahu kalau minho yang selama ini disukainya begitu khawatir padanya.
“euh..maksud anda apa?” tanya krystal
“kalau boleh jujur, sebenarnya selama ini aku memperhatikanmu. Aku tak tahu kau menyadarinya atau tidak, tapi kau tak pernah mau lepas dari mataku.” Kata minho lagi, ia menatap lurus mata krystal dengan tatapan lembutnya.
“ta..tapi… apa itu benar?”
“tentu saja, dan karena akhir-akhir ini kau berubah aku jadi khawatir. Apalagi kau selalu terlihat sedih. Krystal-ah… kembalilah ceria seperti dulu.”
“dan saranghae” lanjut minho
Jantung krystal serasa berhenti berdetak, ia tak menyangka kalau minho berani menyatakan perasaan padanya di sekolah. Jujur saja krystal senang karena ternyata perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi ada perasaan lain dihatinya, krystal juga tak mengerti apa itu.
Sementara itu, di luar kelas ada seseorang yang sendari tadi mendengarkan percakapan minho dan krystal. Orang itu juga terlihat kaget saat mendengar pengakuan dari minho, dengan wajah kesalnya orang itu pun pergi meninggalkan tempatnya berdiri.
“krystal-ah… mungkin kau kaget, tapi kalau kau menolak juga tak apa. Aku mengerti” kata minho lagi saat melihat krystal hanya diam dan tak memberi tanggapan apapun.
“mian, songsaenim. Aku juga menyukaimu, tapi bisakah kau memberiku waktu? “ tanya krystal kemudian.
Minho terlihat kecewa, namun ia berusaha tersenyum dan mencoba mengerti krystal.
“baiklah, minggu depan kita mulai libur musim panas, aku tunggu jawabanmu hingga akhir liburan. Bagaimana?”
“baiklah, terimakasih.” Kata krystal sambil membungkuk dan pamit pulang.
***
Xander terlihat duduk di salah satu kursi di taman sekolahnya itu, ia terlihat sedang melamun sendirian. Sekarang ia sedang bingung, ia merasa sangat bersalah dengan sikapnya pada krystal akhir-akhir ini. Sungguh ia tak bermaksud bersikap dingin pada krystal, hanya saja tiap kali mengingat krystal yang tersenyum bahagia karena pria lain –minho hal ini membuatnya kesal.
Saat sedang menyesali perlakuannya ia merasakan pundaknya di tepuk seseorang, ia langsung berbalik dan menemukan jiyeon dan seohyun yang tersenyum padanya.
“kenapa kau melamun disini?” tanya jiyeon
“bukan apa-apa” jawab xander ketus
“Ya, kau sedang menyesali sikapmu pada krystalkan?” goda seohyun
“sudah kubilang aku tidak sedang melamunkan apa-apa” bantah xander
“xander-ah, kami tahu sudah lama kau menyukai krystal. Dan dia memang kurang peka pada perasaanmu, tapi kau tak perlu bertingkah dingin seperti ini juga kan?” tanya jiyeon lembut
“aku tahu… hanya saja, aku selalu kesal tiap kali mengingat krystal yang tersenyum bahagia karena pria lain” jawab xander lemah.
“minho songsaenim maksudmu?” tanya jiyeo lagi, xander mengangguk.
“kurasa, kini krystal sudah agak sadar tentang keberadaanmu. Kenapa tak kau coba saja bicara padanya baik-baik?” saran seohyun
“kurasa kau benar, tapi apa dia sudah pulang?” tanya xander
“belum, dia masih berada dikelas” jawab seohyun, xander pun segera melesat ke kembali ke kelasnya.
“yah, aku harus meminta maaf dan membicarakannya baik-baik” ujar xander sambil berlari ke kelasnya.
“tapi, bukankah disana juga ada minho songsaenim?” tanya jiyeon
“oh, iya. seharusnya aku tak suruh dia ke kelas. Bagaimana ini?” ujar seohyun saat sadar akan kebodohannya.
“xander pasti akan terluka lagi” kata jiyeon lemah, tapi mereka berdua sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi karena xander sudah berlari jauh dari mereka.
Saat sampai di koridor kelasnya , xander melihat pintu kelasnya masih terbuka. Itu berarti didalam masih ada orang. Xander pun berjalan cepat ke depan pintu kelasnya, namun kemudian langkahnya terhenti saat mendengar suara yang sangat ia kenal. Minho songsaenim.
Xander berusaha mempertajam pendengarnya, siapa tahu ia salah dengar. Namun kemudian harapannya hancur begitu sampai di ambang pintu kelasnya dan melihat krystal dan minho sedang berduaan di dalam kelas. Ia merasakan sakit yang teramat sangat di hatinya, apa lagi saat ia mendengar pengakuan dari minho.
“… saranghae” kata-kata itu keluar dari mulut minho, dan xander bisa melihat ekspresi kaget di wajah krystal. Namun dibalik kekagetan itu, xander juga melihat ada perasaan bahagia yang terpancar dari mata krystal.
“akhirnya kau tak bertepuk sebelah tangan lagi, jung krystal” gumam xander pelan.
Perasaannya kacau, hatinya remuk dan sakit. Xander tahu kalau krystal amat menyukai minho. Tapi kenyataan ini terlalu mengejutkan baginya, ia juga tahu kalau minho selalu memberi krystal perhatian yang lebih. Tapi kejadian yang baru saja dilihatnya terlalu menyakitkan, kenyataan ini terlalu pahit baginya.
Xander keluar dari gedung sekolahnya dan pulang kerumahnya dengan perasaan yang tak menentu. Ia masuk ke kamarnya dan melemparkan tasnya asal. Ia melemparkan apa pun yang bisa diraih tangannya. Ia sungguh terlihat frustasi.
Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Ia memandang cermin dihadapannya dengan tatapan kesal, bayangan kejadian saat itu terus berulang di kepalanya. Kekesalannya kian memuncak dan ia pun meninju cermin dihadapannya hingga retak bahkan pecah. Darah mulai mengucur dari tangannya yang masih terkepal di cermin, rasa sakit yang mulai menjalar ditangannya tak dihiraukannya. Sakit yang ia rasakan akibat pukulannya ke cermin itu tidak berarti apa-apa jika dibanding dengan rasa sakit yang kini bersarang dihatinya.
“AAAARRRGGGHHHHH!!!” xander berteriak saking frustasinya.
Krystal pulang dengan wajah bingungnya lagi. Belum selesai masalahnya dengan xander kini pikirannya mulai dipenuhi pula dengan kejadian yang baru saja terjadi disekolahnya. Kejadian yang memang ia harapkan, namun bukan saat ini. Bukan saat ia sedang memiliki masalah dengan teman masa kecilnya.
“kau kenapa lagi?” tanya jessica yang duduk disamping krystal.
“ahh,unni… kau membuatku kaget” kata krystal
“suruh siapa melamun sampai tak sadar kalau aku masuk ke sini” ejek jessica
“kenapa wajahmu kusut begitu?” tanya jessica lagi
“aku… bingung. Tadi saat pulang sekolah minho oppa menyatakan perasaannya padaku.” Ujar krystal lemah
“oh, bagus dong! Bukankah kau memang menyukainya? Lalu kenapa kau harus bingung?” tanya jessica
“aku memang mengharapkan dia membalas perasaanku, tapi entah kenapa saat ini bukan saat yang tepat” jelas krystal
“maksudmu?” jessica tak mengerti maksud adiknya itu
“aku senang minho oppa membalas perasaanku dan bahkan menyatakannya padaku secra langsung, tapi perasaan senang ini tak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Perasaan ini hanya perasaan senang biasa seperti kau baru saja mendapat kado ulang tahun dari temanmu. Hati dan pikiranku saat ini sedang penuh dengan cara agar xander kembali seperti dulu lagi” jelas krystal lagi
“maksudmu, kau tidak benar-benar menyukai minho? Dan sekarang kau justru lebih memikirkan xander?”
“entahlah unni… aku sendiri bingung… “ keluh krystal, jessica pun tak bertanya lebih dalam lagi.
“baiklah, sekarang ganti bajumu, makan dan beristirahatlah” kata jessica sebelum keluar dari kamar adik tersayangnya itu.
***
Liburan musim panas telah dimulai sejak 3 hari yang lalu, tapi krystal sama sekali tidak memiliki rencana untuk pergi kemana pun. Ia lebih memilih berdiam diri di kamarnya, mencoba mencari jawaban atas semua pertanyaan yang memenuhi pikirannya beberapa hari terakhir ini.
Jessica tahu kalau adiknya itu sedang banyak pikiran, namun ia tak ingin melihat wajah adiknya yang selalu murung disaat orang lain bersenang-senang menjalani liburannya. Seperti sore ini, seharian krystal diam di kamarnya, entah apa yang dilakukannya.
“krystal-ah…” seru jessica sambil masuk ke kamar adiknya dengan nampan berisi potongan buah-buahan favorit krystal
“oh, unni.. wah, buahnya terlihat segar sekali”kata krystal riang melihat nampanyang jessica bawa.
“kenapa kau malah berdiam diri di kamar terus? Apa kau tak ada acara?” tanya jessica
“aniyo” jawab krystal singkat sambil memasukkan sepotong apel kedalam mulutnya.
“haah~ kau banyak berubah sejak xander tak lagi bersamamu” keluh jessica
“unni~…” krystal memukul unninya itu pelan
“oh, iya aku baru ingat. Umma punya bingkisan untuk keluarga eusebio, tolong antarkan ya! Unni ada kuliah sekarang. Jangan lupa OK, annyeong” kata jessica, sambil beranjak pergi.
“UNNI~ !!! aku tak bilang aku setuju…” teriak krystal, namun jessica tak menghiraukannya.
Akhirnya dengan sedikit berat hati krystal pun pergi ke rumah keluarga eusebio. Rumah itu berada cukup jauh dari perumahan tempat keluarga krystal tinggal.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya bis yang ditunggu krystal datang. Ia naik dan duduk di salah satu kursi kosong yang ada di samping jendela. Ia duduk dan menyimpan bawaannya di kursi sebelahnya, bis memang kosong saat itu. hanya ada 4 penumpang yang duduk saling berjauhan.
Setelah menempuh sekitar 30 menit dengan bis, dan 5 menit jalan kaki krystal pun sampai di depan rumah keluarga eusebio. Ia merapikan rambutnya sedikit dan kemudian memencet bel yang ada di dekat pintu pagar. Tak lama menunggu terdengar suara pembantu rumah tangga keluarga itu yang kemudian membukakan pintu untuknya.
Didalam rumah ia disambut oleh victoria –kakak perempuan xander. Victoria tersenyum manis pada krystal, begitu pun krystal.
“aigoo… kau semakin terlihat cantik krystal-ah…” puji victoria saat mereka sudah duduk di ruang keluarga
“ah, unni bisa saja… unni juga semakin cantik kok!” puji krystal balik
“oh, iya. ini ada bingkisan kecil dari umma dan appa. Kemarin mereka baru kembali dari Jepang, semoga kalian suka” kata krystal sambil menyerahkan bingkisan yang dibawanya.
“Aigoo… kau tak perlu sampai mengantarkannya sendiri kesini, ahjumma jadi malu” kata sebuah suara, itu adalah Chanmi ahjumma. Ia adalah ibu dari xander dan victoria. Ia datang dengan teh dan kue kering.
“oh, gwenchana. Lagipula aku sedang tak ada kegiatan”ujar krystal
“memangnya kau tidak ada acara bersama teman-temanmu?” tanya victoria
“ani, mereka sedang berlibur bersama keluarganya masing-masing” jawab krystal
Saat mereka sedang berbincang di ruang keluarga dengan riangnya, seseorang datang dengan tiba-tiba.
“Umma… aku lapar. Apa makan malam sudah-“ ucapan orang itu berhenti saat sadar kalau krystal duduk bersama ibu dan kakaknya.
“akhirnya kau keluar dari kamarmu juga, sudah beberapa hari ini kau berdiam diri dikamar terus” omel ibunya, tapi dia hanya berdiri mematung disana.
“xander-ah… kau bilang kau lapar? Kebetulan tadi krystal membawa makanan untuk kita, bagaimana kalau kita makan bersama saja? Lagipula sudah masuk jam makan malam” saran victoria
“tidak usah unni, aku pulang saja” tolak krystal sambil berdiri dan hendak pergi
“jangan seperti itu, kau tak usah sungkan. Makan saja disini, nanti aku telfon umma mu dan biar xander yang mengantarmu pulang nanti” kata Chanmi ahjumma
“tapi…” krystal hendak menolak lagi, tapi victoria segera menariknya ke ruang makan.
Di ruang makan keadaan sedikit terasa canggung, xander dan krystal sama sekali tak bertegur sapa atau berbincang apapun. Krystal lebih banyak mengobrol dengan victoria atau chanmi ahjumma. Selesai makan mereka berbincang lagi sebentar di ruang keluarga.
“Ah, unni, ahjumma sepertinya aku harus pamit pulang sekarang. Terimakasih untuk makan malamnya” ujar krystal sopan.
“ah, tunggu dulu biar xander yang mengantarmu pulang.” Kata chanmi ahjumma sambil beranjak hendak memanggil xander di kamarnya.
“Aniyo, tidak usah ahjumma. Aku bisa pulang sendiri” tolak krystal
“aish~ sudah jangan membantah. Tidak baik anak gadis pulang sendirian malam-malam begini” ujar chanmi ahjumma. Krystal ingin menolak lagi tapi chanmi ahjumma terus memaksa. Akhirnya malam itu krystal pulang dengan diantar oleh alexander.
“ahjumma, sekali lagi terimakasih makan malamnya. Aku pamit pulang, annyeong” pamit krystal pada chanmi ahjumma dan victoria. Mereka melambaikan tangannya dan krystal pun masuk kedalam mobil.
Mobil yang dikemudikan xander ini melaju dengan santainya. Suasana didalam mobil saat itu penuh dengan aura kecanggungan. Dan jujur saja krystal tak suka dengan keadaan ini, krystal rindu saat-saat dimana xander selalu menjahilinya dan membuatnya kesal. Jika harus memilih, ia lebih memilih xander yang selalu membuatnya kesal daripada xander yang mendiamkannya dan bertingkah dingin padanya.
“bagaimana kabar hubunganmu dengan minho songsaenim?” tanya xander tiba-tiba yang sukses membuat krystal yang memandang keluar jendela menoleh pada xander.
“hubunganku?” tanya krystal bingung, xander mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan didepan
“iya, bukankah kalian sudah jadian?” tanya xander lagi, krystal diam dan kembali memandang keluar jendela
“ani, aku belum menjawab apapun padanya.” Kata krystal lemah
“waeyo? Bukankah kau sudah lama suka padanya?” tanya xander tak percaya
“molla, aku hanya merasa itu bukan saat yang tepat.” Jawab krystal lagi.
Xander tak bertanya lebih jauh dan sepanjang sisa perjalanan itu mereka habiskan dengan diam dan hanyut dengan pikiran masing-masing.
“kita sampai” kata xander saat telah berada di depan rumah krystal. Krystal memandang sekeliling sebentar lalu melepas sabuk pengamannya. Tapi krystal tak langsung keluar, ia diam dulu didalam mobil.
“xander-ah…” panggil krystal
“hmm?”
“tak bisakah kita kembali seperti dulu lagi? Tak bisakah kita tetap seperti dulu?” tanya krystal sambil menatap xander.
To Be Continued

Iklan