Title : Lovely step sister PART 4
Author : AnDee
Length : continue
Genre : Romance
Main Cast :
1. Lee Donghae
2. Park Hanna
3. Cho Kyuhyun

-Donghae pov-
Ah, ani noona. Dia teman baikku dari kecil. Tapii… yaa mungkin akan mengarah kesana
Kalimat dari mulut Kyu beberapa hari lalu masih terngiang-ngiang ditelingaku. Apa Kyu memang mencintai Hanna? Walau melirik tajam, tapi Hanna tidak kelihatan marah dengan Kyu? Haaaasssss…. ini benar-benar mengganggu pikiranku. Tiba-tibaa..
BRAAAKKKK!!!
Aku menabrak pagar rumah. Aku memang sedang dalam perjalanan pulang mencoba motor balap baruku tadi. Aku langsung terjembab jatuh ke aspal. Aku rasakan lengan dan lututku perih. Juga bahu kananku.
“Yaaaa, Gwenchana?” Hanna tiba-tiba muncul dan berjongkok di depanku dengan wajah khawatir.
Aku hendak menjawab tidak apa-apa tapi, “aaawww… bahu kananku sakit, lengan dan lututku juga.” Rintihku dibuat-buat agar dia percaya.
“Jinjja? Bagaimana ini? Kita ke rumah sakit saja?”
Beberapa pelayan rumah juga ikut mengerubungiku.
Sebenarnya tidak sesakit itu tapi sepertinya memanfaatkan perhatian Hanna yang jarang sekali aku dapatkan bukan sebuah dosa.
“Tidak perlu, mungkin hanya keseleo saja.”
Dia kemudian dibantu beberapa pelayan itu masuk ke dalam. Dan Hanna mendudukkanku di sofa ruang TV.
“Sebentar, aku akan mengambil obat-obatan.” Dia pamit sejenak.
Kemudian dia muncul dengan kotak P3K di tangannya.
“Bukalah bajumu.” Pintanya.
“Mwo?” aku malah bingung.
“Ne, bagaimana aku bisa membersihkan lukamu kalau kau ditutup rapat dengan lengan panjang seperti ini.” Jelasnya kemudian.
“Aaaahh.. benar.” Apa yang aku pikirkan sebenarnya, ah Lee Donghae!

-Hanna pov-
“Bahumu sedikit memar. Lenganmu juga lecet, atau kita ke dokter saja? Siapa tau ada luka dalam.” Ujarku padanya.
“Tidak perlu, aku tidak apa-apa.” Jawabnya.
Aku kaget mendengar bunyi keras dari depan rumah. Ternyata Donghae jatuh disana. Aku langsung panik. Bukan hanya karena sisi kemanusiaan tapi aku paling tidak tega melihat orang kecelakaan. Aku masih ingat ketika Kyu kecelakaan beberapa tahun lalu dan koma. Aku hampir gila dibuatnya. Dan eomma, aku masih ingat dengan jelas ketika ia meninggal dalam sebuah kecelakaan lima tahun lalu. Dan ketika melihat Donghae kecelakaan, aku langsung berlari ke arahnya.
Aku mengusap pelan setiap luka lecet di bahu, lengan dan lutut Donghae. Dia agak mendesah kesakitan. Aku meniup bahunya agar gel yang aku oles cepat kering.
“Sudah selesai, kalau masih sakit sebaiknya kita ke rumah sakit.” Ujarku sambil merapikan obat-obatan yang aku gunakan.
Dia membalik badannya dan mengenakan kemeja.
Aku menelan ludah, baru sadar ternyata dadanya bidang. Aigooo..
“Tidak perlu, aku baik-baik saja. Gomawo.” Ujarnya.
Aku mengangguk kikuk, astaga apa yang aku pikirkan! Ingat Hanna dia itu saudara tirimu. Ha? Apa aku sudah mengakuinya? Ah terserahlah.
“Tidak ada yang lain yang sakit?” tanyaku kemudian.
Dia menggeleng sambil tersenyum, “Yaa Hanna, kenapa kau menolongku?”
Aku menghela nafas, “karena kita sesama manusia.”
“Hanya itu saja?”
Aku diam sejenak, “baiklah karena setiap melihat orang kecelakaan aku tidak bisa tinggal diam.”
“Wae?” dia bertanya lagi
“Kyu, kau ingat dia pernah kecelakaan dan koma? Itu yang membuatku tidak tega melihat orang yang kecelakaan.” Jawabku. Dia tidak perlu tau alasan lain.
Ekspresinya berubah, “ah ne, baiklah. Sekali lagi terima kasih.”
“Cheonma. Istirahatlah.” Jawabku sambil beranjak pergi.
———————————————————————————————————————-
Author semacam mikir, kok part yang ini pendek banget yaa?

Iklan