Foto via google

Seungwon Entertainment

Present

“Aku Cape Ngebatin Terus!”

Author : Seungwon * author namja jadi jangan panggil eonnie dsb”

Judul : Aku capek ngebatin terus!
Cast: Kim Myungsoo,Kim Jaejoong,IU

Cameo : Sungyeol.

Genre : Friendship,Family,AU,OOC

Rated : G

Length : Cerbung (cerita bersambung)

Disclaimer :

Cast adalah tokoh nyata yang real namun dijadikan sebuah cast dalam sebuah fanfiction yang cuman khayalan semata dari author.

Cuap-cuap author :

Anyeong,,seungwon hadir dengan FF baru hehe,padahal masih banyak FF yang bersambung tapi udah gatel bikin pingin bikin yang baru hha.Oiya jangan bash author yah kalau idol kalian agak sedikit dinistakan/dibikin tidak susuai dengan bayangan kalian,namanya juga fanfiction hahahah,,,Judulnya aneh?????Biarin ahhhhhhhhhhhhhh wkwwkkwkwkwkwkw

————————————————————————————————————————————————————————

Pada suatu malam yang dingin ini ada seorang gadis berjalan memasuki sebuah minimarket.Tangannya yang dibalut sarung tangan untuk menghangatkan diri itu memegang knop minimarket lalu membukanya hingga menimbulkan bunyi yang menandakan ada pelanggan masuk.

“Krining,.,.”

“Selamat datang!” Ujar pelayan kasir ramah kepada gadis yang baru masuk itu.Gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum ramah.

Gadis itu berjalan menuju bagian makanan.Dan tanpa berlama-lama dia mengambil beberapa mie instan dan juga beberapa cemilan dan minuman kaleng.

Dia tampak berpikir akan membeli apa lagi.Namun sepertinya tidak ada yang harus dia beli lagi.Sehingga dengan terburu-buru dia beranjak menghampiri kasir.

Gadis itu keluar dengan menggandeng 2 keresek belanjaan.Dia berjalan dengan terburu-buru.Tentu saja karena sudah tengah malam begini dia yang notabennya seorang yeoja cukup ngeri juga berjalan di jalanan sepi seperti sekarang.

Tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat seorang namja yang sedang berdiri di atas jembatan penyeberangan.Gadis itu terpaku melihat namja itu memanjat pagar jembatan itu.Posisinya seakan-akan sudah siap untuk melompat menuju jalanan yang penuh mobil lalu lalang.

“Astaga,apa yang akan dilakukannya?Apa dia akan melompat?Harus aku hentikan!” Ujar gadis itu seraya berlari menuju jembatan.

Dia terus berlari hingga akhirnya dia sampai di tangga.Namun naas ditengah tangga dia terjatuh hingga membuat belanjaannya berserakan.

Namun itu tidak menyurutkan niatnya untuk sampai ke atas.Dia terus menaiki jembatan.

Dengan nafas yang terengah-engah akhirnya dia sampai juga ke atas.Belum sempat dia mengambil nafas tiba-tiba matanya kembali terbelalak ketika melihat namja itu sudah bersiap terjun ke bawah.

“Tidakkk,,…..” Gadis itu mempercepat larinya hingga akhirnya tepat ketika namja itu lompat gadis itu berhasil menggapai tangannya.

Namja itu kaget melihat ada orang yang tiba-tiba menarik tangannya.Gadis itu dengan kasar menarik namja itu agar menaiki pagar pembatas dan masuk kedalam jembatan.Belum hilang kekagetan namja itu tiba-tiba,,,,,

“Plakk,….” Sebuah tamparan keras melayang ke pipi namja itu.

Namja itu hanya bisa melongo dengan sikap gadis di depannya ini.Namja itu hanya menatap gadis itu dengan tatapan kosong.Tak terlihat raut kesakitan karena di tampar gadis itu.

“Apa yang kamu lakukan hah!!!Apa kau bodoh sampai mau melakukan hal gila seperti itu!!!Apa kauuu,,,,,,,,” Gadis itu membrondongi namja itu dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya intinya sama saja.Namun belum sempat gadis itu melancarkan kata-katanya,tiba-tiba namja itu memeluknya dengan erat.

“Ya!!Apa yang kau lakukan??Lepaskan aku!!” Gadis itu berteriak sambil meronta-ronta melepaskan cengkeraman namja itu.Namun sayang namja itu lebih kuat darinya sehingga tidak mudah untuk melepaskan diri dari namja itu.

Gadis itu terus mencoba untuk melepaskan pelukan namja itu.Namun dia merasakan tubuh sang namja itu sedikit bergetar dan pundaknya agak sedikit basah.Ya gadis itu sadar kalau namja yang ada dipelukannya itu sedang menangis tanpa suara.Untuk beberapa saat gadis itu membiarkan namja itu menangis dipelukannya.

Dalam suasana yang dingin itu mereka hanya terpaku sambil berpelukan.Tanpa suara dan tanpa gerakan.Seolah mengerti satu sama lain.Namun gadis itu akhirnya kembali pada kesadaranya,sehingga dengan keras mendorong tubuh namja yang sudah tanpa pertahanan itu.Namja itu tersungkur hingga jatuh dihadapan gadis itu.Dia membuang muka dari gadis itu agar tidak terlihat bulir-bulir air mata yang jatuh dari matanya.

“Euh ,,, Mianhe,,,” Ujar gadis itu karena merasa tidak enak.Gadis itu mendekati namja yang sedang terduduk itu.Di ulurkanlah tangannya pada namja itu.Namun dengan kasar ditepisnya tangan gadis itu.

Gadis itu tersentak kaget karena uluran tangannya di tepis dengan kasar.Namja itu kemudian berdiri lalu dengan angkuhnya menatap tajam pada gadis itu.Sungguh berbeda dengan tatapan sayunya tadi.Tatapannya sekarang lebih tajam aktual angkuh dan lebih meremehkan.

“Mianhe,,,” Sekali lagi gadis itu meminta maaf.Gadis itu menatapnya dengan pandangan tulus.

Sangat bertolak belakang dengan tatapan namja itu.Wajahnya yang memar dan biru-biru itu tak dapat menyembunyikan ekspresi merendahkan pada gadis itu.Tanpa sepatah katapun,namja itu berbalik lalu berjalan dengan gontai meninggalkan gadis itu.

“Hey,,tunggu dulu,kenapa kau pergi begitu saja!” Gadis itu sedang berteriak.Ingin rasanya dia mengejar namja itu,namun mengingat belanjaannya yang jatuh berserakan dia urungkan niatnya itu.

“Huh,dasar namja aneh!” Gerutunya seraya berbalik ketempak belanjaannya berserak.

***

SMA MONGSHUI

Gadis itu terlihat sedang termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.Tatapannya kosong menatap lurus ke arah lapangan.Tangannya memegang sebuah lap kecil,menggosok-gosok jendela yang sudah bersih.

“Apa namja itu baik-baik saja ya?” Pikirannya melayang-layang pada sosok namja galau yang ditemuinya semalam.

“Hmm,sepertinya dia sedang ada masalah berat.Yah tapi seberat apapun masalahnya kenapa dia nekat mau bunuh diri sih.Apa dia bener-bener putus asa.Seberat itukah masalahnya.” Gadis itu asyik dengan pikiran-pikiran tentang namja itu.

“Woyy,,,IU sedang apa kau?Kenapa bengong seperti itu.” Tiba-tiba datang seorang namja berwajah blah bloh dan mengaburkan semua pikirannya.

“Ya!Sungyeol-ah,kenapa kau mengagetkanku seperti itu.Kau mau bikin aku jantungan ya!” Ujar gadis bernama IU itu berpura-pura marah pada sahabatnya itu.

“Hah digituin aja kaget.Lagian ngapain sih kau pagi-pagi gini udah bengong.Liat tuh kaca ampe kinclong gitu!” Ujar Sungyeol.

Muka IU tiba-tiba memerah menyadari apa yang telah dia lakukan dengan kaca didepannya itu.

“Tak ada apa-apa cuman bosen aja hehehe.” Ujar IU berbohong.

IU adalah seorang gadis manis dan ceria.Semua teman-temannya menyukai sifat IU yang polos,sehingga kadang-kadang dia menjadi target empuk kejahilan teman-teman sekelasnya.IU memang pintar menyembunyikan kebohongannya dengan ekspresi cerianya itu.Seperti saat ini,dia berbohong pada sungyeol kalau dia tidak apa-apa.Padahal dalam pikirannya ada namja yang bahkan tidak dia kenali.

Tiba-tiba pandangannya fokus ke arah lapangan.Kepalanya melongo keluar jendela dengan tatapan tak percaya.Matanya terbelalak melihat sosok yang tengah berjalan di pinggir lapangan itu.Sungyeol yang bingung dengan sikap IU hanya bisa bengong.

“Ada apa sih!” Tanya Sungyeol sambil mengarahkan pandangannya ke luar jendela.

“Itu dia!”

“Aku yakin,,,,itu dia!”

“Itu memang dia sungyeol-ah” IU mulai berteriak histeris pada sahabatnya itu.

Sungyeol semakin kebingungan.Dia tak menemukan sesuatu di luar sana.Dia semakin bingun ketika IU mulai berlari ke luar kelas meninggalkannya yang kebingungan.

“Weee,,IU mau kemana kau,,,terus dia itu siapa???” Sungyeol berteriak meminta penjelasan.Namun sayang gadis itu sudah menghilang dari pandangannya.

Gadis itu berlari menyusuri lorong sekolah yang sedang ramai itu.Dengan hati-hati dia menerobos setiap kerumunan yang ada disana.Dia menuruni tangga sekaligus dua sampai tiga bar sekaligus.Sungguh sebuah aksi yang tidak patut dicontoh.Dia berlari dan terus berlari hingga akhirnya dia sampai ke luar gedung sekolah.Dia berhenti sejenak untuk mengambil nafas.Dengan nafas yang tersengal-sengal dia kembali berlari menuju lapangan di belakang sekolah.

“Itu dia,,,,aku memang tidak salah.Namja tadi malam itu ada disana.Dia di sekolah ini!” Ujar IU dalam hati mencoba untuk meyakinkan dirinya.

IU terus berlari hingga akhirnya dia sampai di lapangan.Pandangannya diarahkan kesemua penjuru lapangan.Namun sosok yang di carinya itu tidak terlihat.

“Aku yakin tadi dia disini.Disini!!” Pikirnya.

Jodoh memang gak kemana sih.Tiba-tiba dia melihat sosok yang sedari tadi cari sedang berbelok kearah taman.

“Itu dia!” Ujar IU dengan antusias kembali berlari,padahal nafasnya saja belum kembali normal.

Dengan nafas ngos-ngosan dan penuh keringat,IU mendekati sosok namja itu.Namja itu sedang duduk bersandar di bawah pohon.Tatapannya kosong menatap lurus kedepan.Namun tetap saja raut angkuhnya itu sangat jelas terlihat,seakan-akan menjadi warning jika dia tidak ingin didekati oleh siapapun.

IU Mendekatinya dan mulai duduk disamping namja itu.Sosok itu tidak menyadari keberadaan IU disampingnya.Hingga akhirnya IU angkat bicara.

“Hai,,!!” Sapa IU ramah.

Namja itu tetap tak bergeming.Seakan-akan tak mendengar sapaan IU.

IU tak menyerah sampai disitu saja.Digoyang-goyangkannya bahu namja itu.Tentu saja hal itu membuat namja itu tersontak kaget.Namja itu menatap IU dengan pandangan heran.

“Siapa kau?” Tanya namja itu.

“Kau tidak aku?” IU balik bertanya.Namja itu hanya menggelengkan kepalanya.

“Apa kau tidak ingat,aku yang tadi malam menyelamatkanmu waktu di jembatan!” Ujar IU.

“Ohhh!” Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut namja itu.

“Hah kok cuman ohh doang.” Ujar IU bingung.

“Terus apa,aku harus bilang terima kasih???Cih,jangan harap!!” Jawab Namja itu dengan ketus.

“Aish,basa basi dikit napa.”  Kata IU dengan kesal.

Hening,,,,Tak ada sepatah katapun yang keluar dari kedua orang itu.Pohon besar yang menaungi mereka tampak bergoyang-goyang kala angin yang menyejukan bertabrakan dengan daun-daun di tubuhnya yang besar itu.

“Ngomong-ngomong kenapa tadi malam kau mau loncat dari jembatan!” Tanya IU dengan hati-hati.

“Bukan urusanmu!” Jawab namja itu dengan ketus.

“Yasudah kalau gak mau jawab.Hmm namamu siapa?Kelas berapa?Kenapa aku tak pernah melihatmu?” Tanya IU dengan antusias.

“Apa kau tidak bisa bertanya satu-satu,cih!!” Jawabnya dengan ketus.

“Kim Myungsoo.3-F!” Namja yang ternyata bernama Kim Myungsoo itu memperkenalkan dirinya sambil membuang muka.

“Oh,,,Aku IU kelas 3-A!Bagaimana kalau kita berteman saja!” Ujarnya dengan percaya diri.

Tanpa menjawab ajakan IU,tiba-tiba myungsoo menyenderkan kepalanya pada bahu IU.

“Jika kau ingin jadi temanku,diam dan tenanglah.10 menit,,ehh tidak 5 manit saja!” Ujar Myungsoo dengan tegas.

IU yang kaget hanya bisa menelan ludah.Membiarkan namja bernama kim myungsoo itu bersandar pada bahunya.Namun semakin lama jantung IU semakin berdetak kencang tak karuan.Darahnya seperti mendidih.Mukanya memerah karena malu.

“Euh,,,Anu,,,Kalau boleh tahu kenapa wajahmu memar-memar seperti itu??” Tanya IU dengan gelagapan untuk menutupi rasa malunya.

“Kau tidak perlu tahu.Tapi percayalah ini bukan karena tindakan kriminal!” Jawab Myungsoo dengan tenang sambil menutup matanya.

IUpuun diam,tak berani untuk bertanya-tanya penyebab luka-luka memar di wajah myungsoo yang sekarang sudah mulai baikan.

Merekapun terdiam.Hanya angin yang berhembus dan gemerisik daun yang terdengar.Alunan suara angin ternyata membuat mereka tertidur.Tertidur dengan posisi seperti itu tanpa berubah sedikitpun.

**

Malam Hari,Kediaman KIM.

Malam ini,rumah bergaya jepang itu tampak tidak seperti biasa.Lampu-lampu di halaman belum menyala,Membuat sekitarnya gelap-gulita.Tampak suara-suara yang berbeda berteriak-teriak sedang beradu argumentasi.Meskipun tidak terlalu jelas dari luar,toh suara itu tetap terdengar.

“Sudahlah ayah,ini semua salah ayah.Kenapa ayah belum sadar juga sih!!” Namja bernama Myungsoo itu berteriak keras pada namja dewasa dihadapannya.

“Jadi kau menyalahkan ayah hah!!Kau sama saja seperti ibumu,mau menang sendiri!!” Ujar namja didepannya yang tak lain adalah ayahnya.Kim Jaejoong.

“Tentu saja,,,kalau bukan karena ayah pasti sekarang ibuuuuu,,,,,,,,,”

“Myungsoo,DIAM!!AYAH MUAK MENDENGAR KAU MEMBICARAKAN IBUMU TERUS!!!” Ayahnya mulai menggebrak meja makan hingga membuat semua yang diatasnya acak-acakkan.

Myungsoo tersentak mendengar teriakan ayahnya itu.Namun ego Myungsoo yang sama-sama keras membuat suasana lebih memanas.

“AKU BENCI PADA AYAH!!!AYAH MEMANG TIDAK PERNAH PEDULI PADA IBU!!!” Myungsoo berteriak seraya beranjak dari kursi dan hendak pergi meninggalkan ayahnya yang masih terduduk di meja makan itu.

Namun kata-katanya itu pelak membuat ayahnya semakin murka dan kesal.Dikejarnya Myungsoo yang hendak pergi ke kamarnya di lantai 2.Ketika Myungsoo sedang menaiki tangga tiba-tiba ayahnya menjambak rambutnya dari belakang.

“AWWWW!!” Myungsoo meringis kesakitan ketika rambutnya dijambak.

Tanpa rasa kasihan,ayahnya memukul wajah Myungsoo hingga dia tersungkur dari tangga.Myungsoo semakin kesakitan ketika kepalanya membentur tembok.Ayahnya menghampiri Myungsoo yang tengah meringis kesakitan.Dijambaknya sekali lagi rambut Myungsoo,membuatnya menengadahkan mukanya pada Jaejoong.

“Jadi kau lebih membela ibumu dari pada ayahmu hah!!” Ujar Jaejoong pelan dihadapan Myungsoo.

“OK,rasakan sendiri akibatnya lebih memilih ibumu yang brengsek dari pada ayah” Lanjutnya.

Jaejoong menyeret Myungsoo yang tengah meringis kesakitan.Diseretnya Myungsoo hingga keruang tamu.Dibiarkannya Myungsoo tergeletak sendiri di tengah ruangan itu.Jaejoong kemudian pergi meninggalkan Myungsoo.Dia masuk kesebuah ruangan yang tak lain adalal gudang.

Myungsoo meringis,dipegangnya kepalanya.Cairan kental berwarna merah terasa ketika tangannya menyentuh kulit kepalanya.Darah sedikit demi sedikit mengucur dari kepalanya.Myungsoo hanya bisa pasrah,”toh ini bukan yang pertama kalinya.” Pikir Myungsoo.

Beberapa saat kemudian Jaejoong datang membawa sebuah tali tambang.Tali itu bukan sembarang tali,namun sebuah tali yang akan dibuatnya untuk menyiksa Myungsoo.Ya,itu adalah sebuah pecut.

“Kita lihat sampai kapan kau akan tetap membela ibu kesayanganmu!!!” Ujar Jaejoong tampak meremehkan.

Jaejoong mulai mencambuk punggung Myungsoo.Matanya penuh dengan tatapan kemarahan.Pecutan demi pecutan dilayangkan oleh jaejoong hingga membuat baju Myungsoo robek-robek dan akhirnya berdarah disana-sini.

“Ctar,,,,”

“Ctar,,,,”

“Sudah ayah bilang,ibumu yang meninggalkan kita!”

“Ctar,,,”

“Ctar,,,”

“Dia itu tidak peduli dengan ayah ataupun kau!”

“Ctar,,,”

“Ctar,,,”

“Hentikan ayah,jangan hina ibu terus!!!” Myungsoo akhirnya bersuara.Ditengah kesakitan yang dideranya,dia tak tahan juga mendengar ibunya dihina seperti itu oleh ayahnya.

Jaejoong yang mendengar itu semakin kalap,dia terus mempercepat cambukannya.Entah sudah berapa puluh punggung Myungsoo kena pecutan.Punggungnya yang putih sudah berwarna merah karena darah yang keluar dari setiap pori-pori kulitnya.

Merasa hukuman cambuk yang dilancarkannya pada Myungsoo kurang,diapun kembali menyeretnya.Kali ini dia membawanya ke kamar mandi.Myungsoo yang semakin lemah hanya bisa diam dengan perlakuan ayahnya ini.

Jaejoong kembali menjambak rambut Myungsoo.Kali ini dia tenggelamkan wajah Myungsoo kedalam bak mandi.Sontak Myungsoopun gelagapan ketika kepalanya mulai dibenamkan kedalam bak mandi.Banyak air yang terminum olehnya,sebab tanpa persiapan mengambil nafas dia sudah terbenam ke dalam air yang dingin itu.

Beberapa detik kemudian jaejoong mengangkat Myungsoo dari bak.

“Bluarrr,,,,” Air berjatuhan ketika kepala Myungsoo diangkat paksa.

Tanpa sempat Myungsoo menarik nafas,tiba-tiba Jaejoong kembali membenamkan wajah Myungsoo kedalam bak.

“Bluk,,bukk,,bluk,,,buk,,,bluk,,,buk,,,”

Myungsoo tampak lemah.Dadanya mulai sesak karena kebanyakan minum air.Tubuhnya semakin lemah.

Jaejoong kembali menarik kepala Myungsoo dari bak,lalu membenamkannya kembali.Beberapa kali Jaejoong melakukan itu berulang-ulang hingga semakin lama,Myungsoo semakin lemah.Sadar Myungsoo semakin lemah,Jaejoongpun menarik Myungsoo lalu mendorongnya hingga terjatuh dilantai kamar mandi yang licin itu.Kepalanya membentur westafel hingga membuat Myungsoo meringis kesakitan lagi.

Jaejoong terduduk dihadapan Myungsoo yang sekarang berbaring lemah.Nafasnya sedikit tersengal-sengal karena lelah,matanya sudah tak segalak tadi.Tatapannya sudah mulai melembut.Dia memejamkan matanya sejenak,memikirkan apa yang telah dia lakukan pada anaknya itu.

Tiba-tiba matanya terbuka dan terbelalak melihat Myungsoo yang terbaring lemah dan penuh luka.

“Myungsooo,,,,”

Jaejoong tiba-tiba memeluk erat Myungsoo.Air matanya tak terbendung lagi.

“Maafkan ayah,,,Maafkan ayah Myungsoo”

Pria itu sekarang menangis dihadapan putranya.Sebuah tangisan yang tulus dan tentunya sebuah pelukan yang hangat.Air mata Myungsoopun pecah.Dia menangis tersedu-sedu seperti ayahnya.

Entah seperti apa,keadaanya yang tadinya panas sekarang kembali menghangat.Apa perlu sebuah lukakah untuk menghilangkan amarah ayahnya??Kalau memang iya,Myungsoo rela terluka setiap hari,yang penting ayahnya kembali seperti semula.

***

————————————————————————————————————————————————————————

Bersambung ya hehehe

Astaga bersambung lagi,tadinya mau bikin oneshoot eh malah nambah utang FF yang bersambung lagi hehehe

Yah intinya penasaran gak apa yang sebenarnya terjadi pada jaejoong dan myungsoo?

Terus apa hubungan Myungsoo dan IU??

Yah liah aja episode selanjutnya entar hehehe

Ditunggu Komentnta dehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Saran kritik ato bash

Facebook fanta susu soda

Twitter @seungwonation

Like FanPagenya ya Seungwon Ent

~~~~

OIYA mau promosi lagi nih hehe,,,,

Telah dibuka Blog fanfiction

FFFanboy.wordpress.com

Sebuah blog fanfiction yang authornya namja semua.

KAMI MASIH MENCARI AUTHOR-AUTHOR NAMJA.

Jadi yang merasa namja silakan daftar hhe.

Author seungwon caw cawwwwwwwwwwww ^^