Just Story

Author : Kim Hyejin

Main Cast: Choi Minho, Kim Hyejin

Support Cast: Lee Taemin(SHINee), Eomma Minho(?)

Length : One shoot

Genre : Romance

Rating : General

A.N: yang tulisan miring itu berati flashback yah. .semoga gak bingung hehe. .oke cekiprot

“Hyaaa! Apa yang kau lakukan kembalikan diaryku”

Aku menarik sudut bibirku membuat senyuman disana. Aku membuka lembar demi lembar halaman diaryku yang sudah tampak kusam, melihat isinya dan mengenang semuanya entah itu kenangan baik atau buruk sekalipun.

Aku berhenti membalik halaman saat menemukan selembar foto disana, aku mengambilnya dan lagi-lagi aku tersenyum melihat foto yang menurutku lucu dimana kami sedang menggenakan celemek berwarna senada biru dengan wajah belepotan tepung kami berfoto bersama. Aku membalik foto tersebut dan hmm terpampang nama

Choi Minho sarang Kim Hyejin


“chagy ayo berpose”perintah Minho yang ditanggapi dengan malas oleh Hyejin.


“aissh aku sedang mengaduk adonan jangan ganggu aku,lebih baik kau membantuku”


Minho mengerucutkan bibirnya membuat Hyejin mau tidak mau tersenyum melihatnya.


“minho-ya”


“. . . .” Minho pura-pura tidak mendengar.


“ya choi Minho”


“.  . . .”


“kau ngambek?? Seperti anak kecil saja”ledek Hyejin


Minho menoleh cepat mendengar ledekan dari kekasihnya itu”apa kau bilang??”sambil berjalan mendekat kearah Hyejin


“ seperti anak kecil,waeyo??”tanyanya seakan tidak terjadi apa-apa


Tanpa disadari Hyejin Minho mencolek tepung ke pipi Hyejin dengan jari-jarinya yang besar.


“ahhhhh!! apa yang kau lakukan..”kesalnya, Minho tertawa melihat wajah mungil Hyejin belepotan oleh tepung


Plukk


Minho berhenti tertawa saat dirasa ada sesuatu yang mengenai wajahnya


“hahahaahahahahahaa”Hyejin tertawa puas melihat wajah kekasihnya yang tidak jauh beda dengan dirinya sekarang, bedanya tepung yang mengenai muka Minho lebih banyak tentu saja karena dia melemparkan tepung setengah mangkuk-_____-


“upss mian eheheheheh. .”Hyejin masih saja tertawa


Tidak ingin melewatkan moment, Minho segera mengambil kameranya dan memfoto Hyejin yang sedang tertawa lepas.


“apa yang sedang kau lakukan??”tanyanya saat tawanya berhenti


Minho menurunkan kameranya”tentu saja memfotomu. .ayo tertawa lagi”perintahnya


“kau pikir aku gila disuruh tertawa,sinikan kameranya”Hyejin merebut kameranya dari tangan Minho dan menengadahkan tangannya keatas bersiap untuk memotret dirinya dan Minho”lebih baik seperti ini”Minho dan Hyejin segera tersenyum kearah kamera


Jprett


“hyaaa kau ini bisa memotret tidak??”kesal Minho saat melihat hasil potretan Hyejin,bagimana tidak kesal kalau yang terambil hanya bagian hidung keatas==’


Hyejin memanyunkan bibirnya lucu.”sini biar aku saja”Minho mengambil ahli kamera dan mulai memposisikan kameranya”say kimchii. .”

Tes

Aku menyeka cepat air mataku, aku tidak boleh menangis

Tok tok tok

“masuk”

“ada apa Taemin-ah??”tanyaku pada namdongsaengku lebih tepatnya adik tiri.

“kau menangis noona??”tanyanya sambil memegang pipiku.

Aku menggenggam tangannya yang berada dipipiku”ani,aku tidak menangis. .ada apa??”

Kulihat Taemin memandangku dengan tatapan senduh’apa aku semenyedihkan ini’

“tidak ada apa-apa, aku hanya ingin melihat noona”katanya sambil tersenyum manis membuatku juga ikut tersenyum.

~~~

“kau mau kemana noona??”tanya Taemin saat melihatku mengenakan sneakerku

.

“jalan-jalan kau mau ikut??”tanyaku sambil bersiap akan pergi.

Taemin tampak berfikir sebentar,lalu menggelengkan kepalanya”aku dirumah saja,hati-hati noona. .”

“ehmm jaga rumah baik-baik”

Aku melangkahkan kakiku menuju taman yang tidak jauh dari sini

“noona,bisa tolong ambilkan bola itu”seru anak kecil

Aku melihat bola yang berada didepanku lalu mengambilnya dan menyerahkan pada anak kecil yang kira-kira berumur 6 tahun ini.

“gomawo noona”katanya sambil tersenyum senang.

Gemas, aku mengacak rambutnya pelan.aku berjongkok didepannya mensejajarkan ukuran tubuhnya yang mungil”aigo namja tampan ini siapa namanya??”

“choi Jiwon noona”

“manisnya, mana eommamu??”

“masih membeli sesuatu. .”

Anak sekecil ini ditinggal sendirian”biar noona temani ya”dia mengangguk dan kembali

bermain. Aku memilih untuk duduk dikursi taman yang tidak jauh dari Jiwonnie sekali-kali aku melempar bola dengan pelan kearahnya.


“oppa ini untukmu”seru anak kecil sambil menyerahkan bunga yang dia petik sembarangan tadi menghampiri Minho dan Hyejin yang sedang mengobrol dibawah pohon taman kota(?).


Minho menunjuk dirinya sendiri”untukku??”tanyanya bingung


“ne untuk oppa”


“gomawo adik kecil”senyumya sambil mengacak pelan rambut gadis kecil itu.


Hyejin hanya tersenyum melihatnya”ckckck bahkan anak kecil saja terpesona padamu hahahah”


“hahahha. .aku terkenal diseluruh kalangan”Minho ikut tertawa tapi tawanya terhenti saat anak kecil tadi memanggilnya”oppa. .”


“ne. .”Minho tersenyum manis.


“menikalah denganku”


“hah??menikah??”shock Minho, sementara Hyejin tampak menahan tawanya”ya kenapa diam?? Dilamar tuh”goda Hyejin.


Minho menjitak kepala Hyejin pelan


“aku mau oppa jadi pangeran dan aku jadi puterinya”


Minho melongo parah.


“Hyunmi-ya. .kau disini, aigo eomma mencarimu kemana-mana”wanita yang mengaku eomma anak kecil yang bernama Hyunmi menatap Minho dan Hyejin”maaf telah merepotkan kalian berdua pasti Hyunmi nakal ya??”


“aniyo. .dia anak yang manis”kata Hyejin


Sang eomma tersenyum”Hyunmi ayo pulang appa menunggu”katanya sambil mengenggam tangan Hyunmi


Hyunmi menurut”oppa,onnie aku pulang dulu”


“ne Annyeong”seru Minho dan Hyejin bersamaan


Beberapa menit kepergian Hyunmi, Hyejin langsung tertawa.Minho mengalihkan perhatiannya kearah yeoja disebelahnya”ya apa yang kau tertawakan??”


“ani,hanya saja wajahmu lucu sekali tadi”


Minho tersenyum kecut,ia memandang bunga yang ada ditangannya lalu menyerahkannya pada Hyejin tepat didepan matanya”ini”


“engg??”


“menikalah denganku. .”Minho mengulang kata-kata gadis kecil yang tadi ditujukan padanya.


“menikah??”


“ne, kau harus menjadi ibu dari anakku nanti. .”

Aku tidak kuasa menahan air mataku,ia meluncur begitu cepat.aku menyekanya berkali-kali  menggigit bibirku agar tidak terisak semakin keras, mengingatnya sangat sakit. Aku harus bisa menahan tangisanku

aku tidak suka melihatmu menangis “

“noona,kenapa menangis??”wonnie terlihat bingung dengan keadaanku,aku berusaha tersenyum kearahnya.”gwenchana jiwon-ah. .”

Kurasakan tangan-tangan kecilnya menghapus pelan air mataku”uljima. .”diperlakukan seperti ini membuatku semakin menangis.

“Bogoshippo”lirihku

~~~

“aku pulang”

“noona kenapa lam- omona noona kau berantakan sekali. .apa yang terjadi??”khawatir Taemin

”Taemin. .”

“ne??”

“aku. .aku butuh pelukkan. .”lirihku, Taemin menarikku kedalam pelukkannya. memelukku erat seakan ingin menghilangkan bebanku aku balas memeluknya dan terisak disana.

~~

ku merebahkan tubuhku diatas kasur, memandangi langit-langit kamarku


“bee-ya. .”panggil Minho pada Hyejin ‘Bee’ adalah nama panggilan kesayangan Minho untuk Hyejin.


“mwo??”


“lapar”


“lalu. .”Hyejin mengangkat sebelah alisnya


“buatkan aku sesuatu”


“kau kan bisa buat sendiri”kata Hyejin sambil memindah-mindah channel TV yang ada diruang tengah rumahnya.


“aku lelah, jebal aku lapar sekali.”rengek Minho, membuat Hyejin mendengus kesal.


“bee-ya.”


“ara ara, aku buatkan”Hyejin beranjak dari duduknya  tapi dengan cepat tangannya ditarik Minho hingga Hyejin kembali pada posisi semula”ya!! apa yang kau laku-“


Chu~


Minho mencium kilat bibir Hyejin”gomawo jagi”

~~~

“kamsahamnida ahjumma”aku memberikan beberapa lembar won dan membawa cake yang tidak terlalu besar ditanganku.

Aku masuk ke dalam mobil dan mengarahkan mobilku menuju suatu tempat.


Sesange mureup kurko nunmul heulil tae
Pokpung sok bal momchul tae geudaeman so itdamyon
Iron apeum, gotongjeum gyondil su ineun gol yo

Ojik geudaeman, ojik geudaeman
Naege itdamyon, naege itdamyon in my life

Mataku memanas mendengar lagu ini, lagu ini adalah lagu yang sering kami dengarkan jika sedang berada ditempat favourite kami.

Aku melangkah masuk ke dalam bangunan yang serba putih itu sambil membawa cake yang aku beli tadi, bau obat-obatan menusuk hidungku. Aku mematung didepan sebuah kamar sebelum akhirnya memberanikan diri untuk masuk”Annyeonghaseyo ahjumma”sapaku

“Hyejin-ah, kau datang”terlihat sekali dari wajahnya beliau keletihan.

“ne ahjumma”aku melirik namja kesayanganku dengan sedih yang ternyata diketahui oleh Choi ahjumma.

“jagalah dia ahjumma pulang sebentar untuk mengambil pakaian”

“ne ahjumma hati-hati dijalan”

Choi ahjumma menepuk bahuku pelan lalu berjalan keluar kamar.

Dan disinilah aku sekarang dirumah sakit yang menjadi tempat kekasihku dirawat.

Aku mendekat kearahnya meletakkan cake di meja dan duduk didekatnya.

Aku mengambil tangannya yang dipenuhi dengan alat-alat medis yang tidak kuketahui

namanya.

“Annyeong. .bagaimana kabarmu jagi??”aku mengelus pipinya pelan, tidak ada respon apa-apa darinya. Aku menghela nafas sesak, Minho mengalami koma selama 1bulan akibat kecelakaan yang menimpanya dan sampai sekarang belum ada kemajuan yang berarti.

Ah hampir lupa, aku mengambil cake tadi lalu menancapkan angka 1 dan 9 disana tidak lupa menyalakan lilinnya. Aku membawa kue tart itu lalu menyanyikan lagu happy birthday.

“saengil chukkahamnida saengil chukkahamnida saranghaneun kim Hyejin saengil chukkahamnida”aku meniup lilin itu sendiri.

“saengil chukkae. .”isakku pelan.

saengil chukkahamnida saengil chukkahamnida saranghaneun nae yeoja saengil chukkahamnida”


Minho datang membawa  brownies kesukaanku ditangannya   “make a wish??”


Hyejin tersenyum lalu menutup matanya rapat-rapat ‘semoga disetiap tahun aku bisa merayakan hari ulang tahunku bersamanya amin’


“palli tiup lilinnya jagi”


Fuuhh. .


“nah sekarang tutup matamu”kata Minho sambil mengikatkan sehelai kain dikedua mataku.


“kita mau kemana??”tanya Hyejin bingung


“kau akan tahu nanti”Minho tersenyum melihat wajah kekasihnya yang kebingunggan. Ia terus menuntun tangan lembut yeojanya menuju tempat yang sudah dipersiapkan dengan matang oleh Minho.


“sudah sampai, buka matamu jagi”perintah Minho saat melepaskan ikatan kainnya.


Hyejin membuka matanya perlahan dan begitu matanya terbuka alangkah terkejutnya Hyejin melihat taman yang berhiaskan penuh dengan balon warna-warni yang cerah diikatkan pada setiap tempat yang memungkinkan untuk diikatnya balon tersebut, Haejin memnandangnya dengan mata berbinar-binar. Yang menjadi inti adalah dimana beberapa balon yang diikatkan pada boneka-boneka kecil yang membentuk love ditengah-tengah taman.


Minho yang berdiri disampingnya tersenyum senang melihat Hyejin yang terlihat amat manis.

Hyejin melangkah mendekat kearah balon-balon itu masih dengan pandangan yang tidak bisa diungkapkan, ia melangkahkan kaiknya masuk ke dalam ‘love’ tidak lama Minho menyusulnya “senang bee-ya??”


Hyejin mengangguk semangat”sangat senang. .ini semua kau yang persiapkan  jagi??”


“tentu saja”bangga Minho


“gomawo ini sangat indah. .”Hyejin tersenyum manis


“ada satu lagi Bee-ya”


“ehmm apa??”


Minho menyerahkan balon berwarna biru yang dibawahnya diikatkan pada cincin silver”will you marry me??”(inspirasi Yesung no other hehe)


Hyejin menangis mendengarnya antara terharu dan bahagia, ia mengangguk pelan. Minho tampak senang dan segera memakaikan cincinnya dijari manis Hyejin yang masih menjadi tempat balon itu diikat, saat cincin itu sudah terpasang manis dijari Hyejin balon berwarna biru itu dibiarkan terlepas begitu saja.


Minho berjalan mendekati Hyejin dan memeluknya


“saranghae”


“na do saranghae Minho-ya”


Minho melepaskan pelukannya dan menyentil hidung kekasihnya”panggil aku oppa bee-ya. .aku lebih tua 1tahun darimu”


“kekekekee. .ne ne oppa”


“aigo kyeopta. .”


“kekekekee. .kau berlebihan oppa” geli Hyejin


Minho mendekatkan wajahnya ke wajah Hyejin sampai dahi mereka bersentuhan


“tidak ada tanda terima kasih untukku?” goda Minho


Hyejin tersenyum lalu. .


BRAKKK


-tbc-


Aku melihat hasil tulisanku dan membacanya ulang

DORR

“ya oppa kau mengagetkanku!!”teriakku sambil memukul lengannya

“hahahaha sedang apa serius sekali??”tanya Minho oppa sambil memelukku dari belakang.

“sedang membuat fanfict oppa, seperti biasa hehehe”

“aishh kau ini selalu saja, kali ini siapa yang menjadi korbanmu??kemarin Onew hyung kau buat meninggal,kemarin juga Taemin kau buat kecelakaan. kau ini seperti tidak ada genre lain saja kenapa juga harus tragis”

“aigo panjang sekali pertanyaanmu oppa, kali ini yang jadi castnya kita oppa baca sendiri saja”

Minho oppa membaca hasil tulisanku terkadang wajahnya berubah-ubah kadang aneh,tersenyum dan terkekeh sendiri(-.-)’

“lumayan jagi, apalagi yang bagian ditaman itu, apa kau ingin aku mengabulkannya sungguhan??”tanyanya polos, membuatku yang sedang minum tersedak dibuatnya.

Uhuk uhuk

“ya aku masih sekolah dan oppa juga harus bersama SHINee. .”

Minho oppa tertawa’cish dia sudah mulai gila’

“aku kan hanya bertanya. .”aku memalingkan kepalaku berusaha menutupi jantungku yang berdetak  kencang saat mendengar ucapannya’choi minho babo’

“oh ya ngomong-ngomong tulisanmu itu tidak dilanjutkan??”

“besok saja aku lelah. .”

Minho oppa mengangguk”jangan buat aku mati Kim Hyejin”

Aku terkekeh pelan”ehmm aku tidak janji oppa hahahaha”

“aishh awas kau ya”Minho mengilikitik(apaan deh) Hyejin.

“rasakan ini”

“hahah ampun oppa . .geli”

-Author pov-

BRUKK

Auwwww

Mereka berdua terjatuh dari atas tempat tidur dengan posisi Hyejin menindih Minho.

Mereka berdua bertatapan lama sebelum akhirnya bibir mereka menempel

“hyung ayo ma-”kedatangan Taemin membuat Hyejin segera bangkit dari tubuh Minho dan merapikan pakaiannya.

Tampak Minho yang kesal dengan kehadiran Taemin, sementara yang dipandang malah cengangas-cengenges “upss. .sorry hyung”Taemin buru-buru keluar dan menutup pintu kamar Minho

“YA!!! LEE TAEMINNNN. .”


~END~

Gimana??geje yah?? hehehe. .

Aslinya pengen bikin Minho mati, tapi gak tega. .author blum siap jadi janda*apa deh

Apa ada yang bingung ama ceritanya??kalo ada tanya dikomen aja nanti aku jawab tapi kasih goceng dulu*plakkk

Gomawo udah baca. .minta komennya yah*ngemis bareng Minppa