Title : last chance (end)
Author : keisya kim
Length : Continue (2/2)
Genre : romance,friendship
Cast : bae seu ji/ suzy (missA)
: ok taecyeon (2pm)
: ok jiyeon (berperan jd kakanya taecyeon,fiktif)

#happy reading ^o^ #

SUZY POV (bae seu ji)

“mwo?! Apa itu benar?”

kakiku lemas,mataku panas dan siap melelehkan butiran air mata.handphone anycall di tanganku kugenggam dengan erat.

“gurre, maaf harus memberimu kabar buruk suzy-a. sebagai sahabat kecil taecyeon kuharap kau mau datang dan memberinya salam terakhir sebelum berpisah. Nae..ara..kalian bertengkar disaat terakhir sebelum kalian berpisah,tapi kuharap kau mau datang dan memaafkannya.. agar…. Dia tenang..”lanjut suara di seberang sana. Aku masih belum sanggup berkata-kata sampai beberapa detik aku tersadar dan mulai membuka mulut
“araseo onni,aku akan datang..” tepat saat jaringan antar kami terputus, handphone anycall ku benar-benar terbanting dan aku terduduk lemas, cairan bening mengalir dari mataku. “jeongmal..eottokae….”

**

Ok taecyeon dia, sahabat kecilku.kami sangat akrab dan mampu untuk saling mengerti satu sama lain tanpa harus ada curhat, mengertikan? Banyak dari teman-teman kami yang mengira kami pacaran, tapi itu sama sekali tidak benar. Baiklah, aku mengaku aku memang menyukainya sejak kecil, tapi dia tidak.
Dia menolakku dengan sangat kejam saat aku mengatakan bahwa aku menyukainya. Itu terjadi tahun lalu, saat kami menjalani wisuda SMU bersama, dan sejak saat itu juga dia menghilang. Aku tidak habis pikir dan tidak mengerti kenapa dia harus menghilang. Aku marah juga kesal dan sedih, jika dia tidak menyukaiku, dia tinggal menolakku saja, itu cukup.aku akan terima dan kami akan menjadi sahabat seperti dulu. Aku akan mendukungnya jika dia menyukai gadis lain, aku tidak akan egois. Tapi dia malah mencaci ku dengan kata-kata yang sangat kejam yang aku tidak pernah tahu bahwa dia bisa menjadi laki-laki jahat seperti itu, melukai perasaan perempuan dengan kata-kata.
selama aku bersamanya, itulah saat pertama dan terakhirku melihatnya seperti itu,sadis. Setelah peristiwa itu, dia menghilang. Kakaknya ok ji yeon hanya berkata bahwa ia mau sendiri,entah sampai kapan, akhirnya hubungan persahabatan kami terputus.

**

“eomma, aku pergi.” Kataku dengan suara parau.
“nae chosimae.”jawab eomma sambil mengantarku ke pintu depan.”jangan banyak melamun di jalan,bahaya. Nae..ara, kamu sedang sedih, tapi kamu harus kuat dan menerima kenyataan, apapun itu nantinya..”
“nae, araseo eomma, aku pergi” aku melangkah keluar gerbang rumah. Kabar bahwa taecyeon mengalami koma membuatku rapuh,kata jiyeon onni, taecyeon sedang ada di titik kritis dengan harapan hidup 15%. Dia sudah mengalami koma selama 2 minggu, kenapanya jiyeon onni tidak memberi tahuku.dan..itu, angka harapan hidup yang sama dengan kematian, aku..takut..kehilangannya,sangat takut. Aku pikir sekarang walau dia menghilang, kami pasti akan bertemu lagi suatu saat bagaimanapun keadaannya. Tapi kalau seperti ini, aku kehilangannya dan tidak akan bertemu lagi dengannya, bagaimana? Eottokae??

**

BUSAN INTERNATIONAL HOSPITAL
Aku sampai di busan, dari kotaku, seoul.aku baru tahu selama ini taecyeon menyembunyikan dirinya di busan.jika hanya di busan harusnya tidak susah bertemu dengannya, jika dia tidak menyebunyikan dirinya,tentu saja.
Suasana rumah sakit serta bau antiseptiknya yang menyengat selalu membuatku tidak nyaman.aku tidak pernah suka mengunjungi bangunan ini. Kamar 809 lantai 8 ruang ICU.aku melangkah dengan langkah bergetar. Aku takut..ketika aku sampai, semuanya sudah terlambat.
Pandangan mataku sudah mampu melihat angka 809 di pintu kaca yang buram. Aku medekat dan mengintip kedalam melalui kaca transparan kecil di depan pintu.”omo~ taecyeon….”aku merintih halus. Taecyeon dengan semua kabel di seluruh tubuhnya,dengan tabung oksigen dan alat bantu pernafasan di wajahnya. Itu..seperti bukan taecyeon. Taecyeon yang kukenal sangat gagah, bukan lemah dan terlihat kesakitan seperti itu..
“suzy-a..”aku menoleh,seorang memanggilku.
“onni”aku berkata dengan suara menahan tangis. Jiyeon onni mendekatiku.
“taecyeon..dia gwencana..”kata onni.
“bagaimana mungkin dia tidak apa-apa, onni dia terlihat kesakitan..”isakku
“gwencana..aku tahu dia kuat suzy. Dan gomawo.. kau datang.” Jiyeon onni memelukku.

**

“ok taecyeon, lemah jantung?”kataku terbata “tapi aku tidak pernah tau..”ucapku dengan suara yang sangat lemah. jiyeon onni sedang bersama ku di taman rumah sakit.tadi aku belum berani masuk ke ruang rawat ICU taecyeon dan onni mengajakku kesini,berbicara.
“nae gurre itu sudah sejak lahir suzy-a,dan dia punya alasan untuk tidak mengatakannya padamu.”
“tapi dia tidak terlihat seperti itu, dia selalu ikut pelajaran olahraga, dia…”aku diam, masih sulit untuk percaya.
“dia kuat suzy-a..dia tidak ingin orang lain mencemaskannya.terutama kamu,kurasa.tapi meski begitu sakitnya selalu kambuh,dan dia menahannya sendiri.menyembunyikannya.” jiyeon onni menatapku. ”waktu kecil dia melakukan transplantasi jantung pertamanya,waktu umurnya 6 tahun.dokter bilang,saat berumur 18 tahun dia harus melakukan transplantasi jantung ke 2nya,jika ia tidak ingin kehilangan nyawanya…..tapi sampai sekarang…. Dia belum,melakukannya..”jiyeon onni terdiam.
“lalu?” aku ingin memastikan tapi aku sendiri juga takut mendengar kenyataan,
“dia bertahan selama 2 tahun, dan sekarang adalah batasnya,begitu perkiraan dokter.dan kita harus siap menerima,..”jiyeon onni menatapku, “kemungkinan terburuk,”
“tapi,” jiyeon onni meneruskan sebelum aku membuka mulut. “jika ia bisa mendapatkan donor jantung dalam waktu dekat,harapan hidupnya bisa kembali”
“adakah itu onni?”
“tidak.sejauh ini belum ada.di dunia kedokteran,jantung adalah hal tersulit untuk dilakukan transplantasi”
“omo~” aku menitikkan air mata, “eottokae onni?”
“berdoalah untuk taecyeon,keluarga kami pun masih menyimpan harapan.” Jiyeon onni tersenyum,senyum yang dipaksakan.”dan ini suzy,kurasa taecyeon menulis semuanya untukmu.tapi dia tidak memberikannya padamu.sebelum terlambat,aku ingin kau membacanya. Ini juga menjelaskan mengapa dia menghilang darimu satu tahun yang lalu”jiyeon onni menyerahkan kotak berwarna hijau cerah dengan motif garis yang minimalis berwarna hitam. Aku mengangguk “nae onni,aku akan membacanya,”

**

“aku disini saja onni”kataku di depan kamar tacyeon saat onni mengjakku masuk.”aku akan masuk nanti menyusul.”kataku, jiyeon onni mengangguk dan masuk ke kamar taecyeon.
Aku duduk di bangku yang ada di depan kamar taecyeon, aku menatap kotak hiajau kotak-kotak itu lekat-lekat.mataku mulai panas, aku mulai menangis, “taecyeon-a..mengapa kau menahan sakitmu sendiri?kau menganggap aku apa?..kita sudah bersama sejak kecil..tapi kau tidak pernah menceritakan hal sepenting ini padaku…mengapa?” rintihku sambil terisak. Pelan-pelan aku membuka kotak itu,isinya adalah kumpulan kertas dan satu buku tulis,khas punya cowok.mungkin itu diarynya,tapi baru kali ini aku melihat diary cowok,aku membukanya. Kusut.tulisannya berupa corat-coretan, tapi ada dary di antara coretan itu. Aku tersenyum sekilas, diary cowok tak sebaik diary cewek,tentu saja..
Aku mulai membaca, tahunnya dimulai waktu kami duduk di kelas 10 bangku SMA.tak semua tulisannya penting.ada yang membuatku tertawa,ada juga sebagian diary yang ku tahu kejadiannya,seperti waktu dia bertengkar dengan wooyoun gdan nickhun tak kusangka dia menulisnya seperti ini. Membaca diarynya membuatku bernostalgiadengan masa lalu,bersamanya. Membuatku lupa bahwa orang yang menulis diary ini sekarang hanya memiliki kemungkinan hidaup 15% .
Aku membuka halaman selanjutnya,sebuat kertas yang dilipat terselip di buku itu.kertas berwarna hijau muda.warna kesukaanku.aku membukanya,mataku melebar dan mulai memanas lagi.
Itu..sebuah surat, untukku….

Dear.. suzy-a,
Annyeong suzy..apa kabarmu?aku harap kau selalu sehat.. aku bisa pingsan kalau tahu kau sakit😀
lama tidak melihatmu,lama tidak bertemu denganmu,lama tidak mendengar suaramu,aku merindukan semua itu kau tahu?
Maaf,tak seharusnya aku mengatakan ‘aku merindukanmu’ karna aku yang pergi darimu,benar? Maaf..maaf aku pergi, maaf karna aku ‘harus’ menyakiti hatimu sebelum aku pergi. maaf jika kau sakit hati,namun, jika kau membenciku, itu tidak apa-apa, aku memang salah, dan k au pantas membenciku.
Haruskah aku menjelaskan padamu? Jika kujelaskan maukah kau mendengar penjelasanku?mungkin tidak,jika kau tidak ingin mendengar penjelasanku,sukup sampai sini saja kau membaca suratku.kau boleh membuang,merobek atau membakar surat ini …..
Mengenai kata-kataku yang kasar waktu itu, aku minta maaf.waktu itu aku ingin kau membenciku untuk melupakanku.kenapa kau harus melupakanku?suatu saat kau akan tau suzy….
Aku tidak ingin memberitahumu lebih cepat sebelum kau tahu sendiri.itu menyakitkan untukku dan juga untumu.mengapa menyakitkan untukku? Entahlah… mungkin, karna aku menyayangimu, bukan karna aku mencintaimu…
Saranghaeseo..miaanhae…..
Lalu aku menghilang agar kau dapat melupakanku lebih cepat.rasa cinta itu akan menghilang dengan cepat jika kita tidak saling bertemu.(seperti ‘long distance relationship’ yang yak pernah berhasil..)
Suzy-a..waktu tidak banyak,aku tahu itu tapi kau tidak tahu.jika kita benar-benar menyatukan perasaan kita,itu akan lebih menyakitkan daripada perpisahan ini.
Kupikir begitu..tapi……..perpisahan dan melupakan itu sulit. Aku sangat sulit untuk melupakanmu dan aku selalu merindukanmu. Aku sering sakit sendiri saat merindukanmu. Tapi aku HARUS, harus menahan semua rindu itu agar tidak ada sakit yang lebih sakit lagi.
Suzy-a katakan padaku bahwa sikap yang kupilih ini benar,karna aku tidak yakin..
Jika aku salah,aku harus bagaimana? Aku ini laki-laki bodoh..
Mianhae…
Ok Taecyeon

Air mataku sudah mengalir deras dari tadi.surat itu kugenggam erat sampai rasanya buku-buku jariku memutih. “kau memang bodoh taecyeon,jeongmal babo..”pikirku dalam diam.pergi bukan penyelesaian.dan menahan sakitmu sendiri buka solusinya. Kau…butuh aku,taecyeon..
Saranghae…

**

Setelah menenagkan diri, aku memutuskan untuk masuk ke kamar taecyeon.menyapanya.
“annyeong..taecyeon-ssi”aku mencoba tersenyum. Seandainya dia tidak dalam keadaan koma dia pasti heran melihat mataku yang bengkak.tapi dia koma, koma dengan kemungkinan hidup 15%.
Tidak….dia terlihat seperti tidur, wajahnya terlihat sangat tenang…
“aku menemukanmu,di busan.apa kau heran?kau mau bertanya bagaimana caranya? Aku akan memberitahumu nanti,,” air mata lagi aku menghapusnya. “aku baca diarymu,kau marah? diarymu buruk. Seperti buku corat-coretan .dan.. aku seperti nostalgia masa SMA dulu.waktu kau bertengkar fisik dengan wooyoung dan nickhun , aku masih mengingatnya.sangat mengerikan dan membuat kegemparan.” aku terdiam cukup lama. “aku juga membaca surat dengan kertas hijau itu.untukku kan? Kau membuatku menangis membacanya.. kau jahat!” kataku,
Aku menggenggam tangannya,”tanganmu hangat aku menyukainya.”aku menyentuh pipinya”bahkan, wajahmu tetap seperti dulu.wajah yang tegas.membuatmu terlihat keren.”
“taecyeon-ssi, jeongmal bogo shipoyo…kenapa aku harus menemukanmu dengan keadaan seperti ini? Ini membuatku sedih,kupikir suatu saat kita akan bertemu lagi dengan keadaan yang baik, bukan seperti ini…”aku menangis terisak sambil menggenggam tangannya.
-tiiiitt-
suara mesin,entah yang mana. Membuatku tersadar.aku segera memencet bel untuk memanggil suster dan dokter. Apa yang terjadi??aku takut ini adalah tanda buruk.
Dokter dan suster datang dengan banyak peralatan dan menyuruhku keluar,tanganku bergetar,aku duduk lemas,mencari anycall-ku untuk menghubungi jiyeon onni.aku menceritakan apa yang terjadi padanya.
“aku dalam perjalan kesana,tunggulah dan tenangkan dirimu.berfikirlah positif, semuanya akan baik-baik saja.”kata jiyeon onni.

**
aku sedang di ruang dokter bersama jiyeon onni
“keadaanya membaik.”ujar dokter baek, datar (-,-)
“sebaik apa?” Tanya jiyeon onni.
“mungkin sebuah keajaiban,kemampuan rangsang otak & jatungnya meningkat.kemungkinan hidupnya meningkat menjadi 40%,tapi kita belum tahu apa yang akan kita lakukan untuk penanganan selanjutnya sebelum melakukan beberapa tes.tapi berdoalah, agar terjadi keajaiban ” ujar dokter baek. “dan..jiyeon-ssi..”
“nae?”
“kita menemukan donor jantung yang cocok untuk transplantasi jantung selanjutnya.jika dari keluarga ok dan keluarga pendonor sepakat dengan beberapa hal dan ketentuan.kita bisa melakukan transplantasi jantung sesegera mungkin,tapi juga mempertimbangkan kondisi taecyeon-ssi”ucap dokter.
“omo~”aku memekik.”benarkah itu dokter?” aku memastikan dan dokter mengangguk.
“ini data dan riwayat pendonor. Ia mengalami kecelakaan parah,juga kematian saraf otak.tapi jantungnya masih berdetak.ia tidak punya harapan hidup lagi,dan keluarganya sudah ikhlas jika kami menghentikan perawatannya dan membiarkannya wafat dengan tenang”
Aku dan onni mengangguk.menyedihkan memang cerita pendonor itu,tapi diatas itu kami menginginkan taecyeon kembali.
“baiklah dokter,kami akan membicarakan hal ini pada anggota keluarga yang lain.dan akan memberikan kepastian tindakan,sesegera mungkin”ucap jiyeon onni

**

KAMAR 809,BUSAN INTERNATIONAL HOSPITAL

Kamar ini dingin,hening,dan sepi. Hanya ada suara-suara mesin yang menyedihkan.mesin-mesin itu seolah berkata bahwa tanpa mereka sebuah nyawa akan pergi. Mesin-mesin itu memberikan seorang harapan hidup yang sangat berarti. Mesin..ya,apa jadinya jika alat-alat bisu itu tidak ada? Aku akan kehilangan seorang yang sangat berarti dalam hidupku.

“taecyeon-a” aku menggenggam tangannya. “apa kau mendengarku? Aku yakin di bawah alam sadarmu, kau mampu mendengarku..”aku menatap wajahnya
“dokter bilang harapan hidupmu meningkat menjadi 40%. Kau….pasti akan sadarkan? Setidaknya untuk membuka matamu, kumohon…demi apapun, bukalah matamu… nan…jeongmal bogo shipo…”suaraku mulai tercekat.
-Klik- suara pintu dibuka, aku menoleh, “onni..”
“suzy-a.. kau menangis lagi?”
“ani..yo…”aku mengusap mataku.
“aku ingin bicara padamu,juga eomma dan appa, sekarang”kata jiyeon onni. Aku mengangguk mengikuti langkahnya.

**

“seu ji..” ibu taecyeon memelukku, “terimakasih kau mau dating untuk taecyeon..”
“nae ajuma..” aku menjawab lirih,
“kau memaafkannya? Setelah apa yang dia lakukan padamu 1 tahun yang lalu?”
“nae..aku tak pernah marah padanya,” jawabku.ibu taecyeon mentapku dan tersenyum.”lalu ajuma,bagaimana keadaan taecyeon?”tanyaku
“seperti yang kau tahu”jawab ibu taecyeon
“mengenai transplantasi jantung itu?”
“itu..sulit. seu ji-a ternyata kita harus memastikan dulu keadaannya.lebih baik oprasi itu dilakukan saat dia sudah sadar.agar tidak memperburuk keadaannya.”
Aku diam,cukup lama.”lalu apakah ia akan kembali seperti biasa?jika nanti oprasi dilakukan?”
“mollayo…kita hanya bisa berdoa, seu ji-a..kuatka taecyeon,ajuma rasa, keadaannya membaik setelah kau berbicara padanya, karnanya..tetaplah disisinya..”
Aku mengangguk

**

Sudah tiga hari sejak dokter mengatakan kondisinya membaik. Tapi sejauh ini masih tidak ada yang terjadi, aku selalu disini,dirumah sakit.menjaganya.terkadang bersama jiyeon onni dan ajuma. Aku hanya keluar untuk mencari makan atau membeli sesuatu yang penting, selain itu aku tidak ada mood.
aku masuk ke kamar sambil tersenyum sebaik mungkin….
“bagaimana keadaanmu?aku yakin hari ini kau akan sadar, kau harus!”kataku setengah memaksa. Aku duduk disampingnya “kau kuat demi aku kan? Makanya kau harus sadar demi aku.” Aku tersenyum
Aku melihat jarinya, berharap ada gerakan disana. Jika iya, itu akan menjadi harapan yang bagus.
-tik-
Mataku trebelalak, omo~ya tuhan.. harapan aku tadi, mungkinkah menjadi kenyataan? Jarinya..telunjuknya bergerak..
-tik-
Terjadi lagi,jarinya memberi respon.. aku menatap seluruh tubuhnya,matanya..aku berharap matanya terbuka…

**

OK TAECYEON POV

Mimpi,aku bermimpi tentang segala hal. tentang kematian atau harapan hidup.tentang suzy. Mimpi yang panjang… tapi mimpi yang pendek untuk suzy, aku melihatnya menangis. Aku merasakan sakit di dadaku, tapi aku tak bisa melakukan apa-apa. Aku mendengarnya memanggil-manggil namaku, tapi tak mampu bicara untuk membalas panggilannya, dan dia menangis lagi…

Silau…

Ada cahaya masuk ke mataku,aku melihat buram..mataku berusaha menyesuaikan. Dimana aku?bau ini..bau obat? Rumah sakit? Aku kenapa? Aku berusaha mengingat. Aku jatuh, jantungku sakit. Aku mati? Tidak ini bukan alam baka, berarti aku masih hidup..
“tae…taecyeon?”panggilan,seorang perempuan.suara yang familiar untukku.mataku melihat wajah itu, wajah yang sama dengan gadis yang menangis dimimpiku,suzy?
“ya tuhan! Matamu terbuka! Kau sadar? DOKTER!!!!”ia berteriak
Aku melihat banyak orang mendatangiku,menggunakan baju putih, dokter?mataku menerawang, pasti aku sudah membuat banyak orang cemas.beberapa lama mereka memeriksa banyak hal pada tubuhku.mereka selesai.mereka keluar, aku mencoba menggerakkan tanganku dan membuka oksigen di mulutku.tapi aku tidak bisa duduk, banyak kabel di sekujur tubuhku.
“taecyeon!ya tuhan..kau benar-benar sudah sadar?”seorang wanita masuk dan menghampiriku
“nunayo..”
“suzy-a! kau benar! Taecyeon sudah sadar!”nuna berkata sambil melangkahkan kakinya ke pintu kamar. Suzy? otakku berfikir sebentar, aku meninggalkannya dan menyembunyikan diriku darinya selama satu tahun. tapi sekarang, dia ada disini? Bagaimana mungkin? tapi itu benar. Sekarang dia ada disini dan melangkahkan kakinya keranjangku.dengan langkah yang pelan,kurasa. Dia menatapku dengan pandangan mata yang tidak kumengerti. Dia mengangkat tangannya sambil mengepalkannya,seperti akan memukulku. Aku menatapnya dia ingin memukulku dia memang pantas melakukannya. Aku pasrah ketika dia mengayunkan tangannya, tapi dia hanya memukul ruang kosong dan jatuh terduduk. Menangsis.
“suzy-a..”aku mencoba memanggilnya dengan suara pelan dan serak.
“taecyeon..kau sadar akhirnya, aku senang…terima kasih.” dia menatapku. ”kufikir kau tidak akan bangun lagi..” ia terisak..
“suzy-a”
“kau bersembunyi, merahasiakan sakitmu dariku,kau jahat sekali…. Aku bisa bersamamu jika kau butuh aku.” Aku melihatnya menghapus air matanya dengan telapak tangannya “aku baca diary mu dan kotak hijau itu, juga suratmu..maaf”katanya,
Aku berfikir cepat,berarti ia sudah tahu…
“nae gwencana..kau sudah tahu semuanya, aku lega..”