Author : Mardha Tilla Septiani (Mrs. CHO-colate)
Genre : Romantic comedy
Cast :
main cast”Cho Kyuhyun. Lee Donghae.
Other: All Super Junior member
Buat yang belum baca PART 1, klik DISINI 🙂
***
 
[Yoorin’s POV]
Aku masih menatap gamang ke arah setumpuk kaset game itu. Argh, aku benar-benar bingung. Rasanya seluruh kaset yang ada di toko ini ingin kubeli. Tapi aku tidak punya uang!!! Uangku habis karena kubelikan tiket untuk acara fanmeeting sialan waktu itu.
Tiba-tiba saja tangan seseorang menarik setumpuk kaset itu dari hadapanku. Aku menoleh dan melihat seorang pria dengan pakaian yang agak aneh. Dia memakai masker, kacamata, dan topi sehingga wajahnya tak terlihat sama sekali.

Pria itu berbalik, kemudian dia berjalan dengan santai menuju kasir. Hei, tunggu dulu…
“yak! APA-APAAN KAU!” teriakku geram dengan sikapnya. Enak saja dia. Aku duluan yang memegang kaset-kaset itu. Aku merasakan beberapa pasang mata langsung menoleh karena mendengar teriakanku. Tapi aku tidak peduli. Yang kupedulikan saat ini hanyalah kaset-kaset game itu!
Pria sialan itu masih saja berjalan dengan santai tanpa mempedulikan teriakanku. Aku berlari menyusulnya dan mencoba membalik tubuhnya. Tapi yang ada dia malah menarik tanganku untuk mengikutinya. “BODOH! LEPASKAN TANGANKU!!!” aku berteriak tapi dia sama sekali tidak peduli. Aku memukul-mukul tubuhnya, tapi dia tidak kesakitan sama sekali. Apa pukulanku terlalu lemah? Ataukah tubuhnya saja yang terlalu kuat?
Dia tetap berjalan menuju kasir sambil tetap menarik tanganku. Anehnya, tidak ada seorangpun yang berusaha menolongku dari pria aneh ini. Entahlah, mungkin para pelanggan di toko itu terlalu kaget melihat penculikan konyol seperti ini. Ya! Apa mereka tak punya hati? Tega sekali melihat perempuan  cantik dan rapuh sepertiku ditarik-tarik oleh pria aneh ini. (cantik dan rapuh? *PLAK!)
Setelah membayar kaset-kaset itu, dia berjalan keluar dari toko. Tanganku? Tentu saja masih ditariknya seperti tadi. Menyebalkan sekali, meskipun aku sudah memukul tubuhnya sekeras mungkin, mecubit pinggangnya sekuat yang aku bisa, dan menendang kakinya semampuku, dia sama sekali tidak bergeming!
Argh! Sudah kuputuskan, sepertinya aku harus belajar bela diri untuk menghajar pria sialan seperti ini!
***
[Kyuhyun’s POV]
Aih~ gadis ini brutal sekali! Bagaimana tidak, sedari tadi dia tidak berhenti memukulku. Apa dia benar-benar seorang perempuan? Mana ada perempuan yang sikapnya sesadis ini.
Aku tidak mempedulikan pukulan darinya yang bertubi-tubi, Karena jujur saja, pukulannya tidak sakit sama sekali. Payah sekali dia, hahaha.
Tapi satu yang aku paling tidak tahan, teriakannya! Suaranya yang cempreng itu benar-benar besar dan berpotensi memekakkan telingaku. Yang benar saja, tingkah lakunya jauh berbeda dengan penampilan yang dia miliki. Penampilannya mungkin terlihat feminim dan lembut, tapi sifatnya? Gadis ini benar-benar brutal.
Setelah membayar kaset itu, dengan di iringi tatapan aneh semua pelanggan toko itu, aku melangkah keluar. Gadis bodoh ini masih saja berusaha melepaskan tangannya.
Sesampainya di depan toko itu, aku melepaskan tangannya. Ia menatapku dengan geram. Dan kulihat dari gelagatnya, ia akan berteriak sekuat tenaga beberapa saat lagi. Segera saja kututup mulutnya itu dengan kaset game yang masih berada di tanganku. Aku tidak ingin telingaku rusak parah karena gadis brutal ini.
Aku menyejajarkan wajahku dengan wajahnya. Badannya pendek sekali ternyata, hanya sebatas bahuku.
Ia terlihat bingung saat aku menundukan wajahku di hadapannya. Aku memperhatikan keadaan sekitar, sepertinya tidak ada yang memperhatikan kami. Aku mendekatkan wajahku, kemudian melepas kacamata yang sedang kupakai agar dia bisa melihat wajahku dengan jelas.
“kau…?!” ucapnya terkejut setengah mati. Gadis bodoh itu sepertinya terhenyak kaget saat melihat wajahku. Ia menunjukkan gelagat akan berteriak lagi, tapi aku segera menutup mulutnya dengan kaset game yang sama, “diam”, desisku pelan. Aku menarik tangannya masuk menuju mobilku yang kuparkir tidak terlalu jauh dari toko game tadi. Terlalu berbahaya berbicara di luar seperti ini. Mungkin saja akan ada yang menyadari kehadiranku.
Anehnya, kali ini dia sama sekali tidak berontak lagi. Aku melirikkan mataku untuk menatapnya, sepertinya stalker bodoh ini benar-benar shock. Wajahnya masih terlihat kaget. Ia seakan tidak punya lagi kekuatan untuk berontak seperti tadi.
Apa jiwa pemberontakmu sudah pergi, hah?!
***
[Author’s POV]
Kyuhyun berusaha konsentrasi menyetir mobilnya. Dia menoleh memperhatikan gadis yang duduk di sebelahnya. Sepertinya pikiran gadis bodoh ini belum sepernuhnya kembali kedunia nyata, batin Kyuhyun.
Ia melepaskan masker, topi, dan kacamata yang tadi ia gunakan untuk penyamaran. Kemudian ia mendaratkan jitakan yang lumayan keras ke dahi Yoorin.
“AWWW…” ringis Yoorin sambil mengusap-usap dahinya. Kyuhyun mencibir nya, “cih~ sudah kembali ke dunia nyata rupanya”.
 “sakit, Cho Kyuhyun bodoh!” Yoorin terlihat sebal pada Kyuhyun. Tangannya masih mengusap dahinya sedari tadi.
Kyuhyun mendecak kesal mendengar perkataan Yoorin, “Ya~ berani sekali kau memanggilku bodoh!” ucapnya. Yoorin diam saja dan hanya memasang tampang sebal. Kyuhyun tetap menyetir dengan hati-hati, “dan lagi, berapa umurmu, hah?!” tanyanya.
 “17 tahun”, jawab Yoorin singkat tanpa menoleh pada Kyuhyun. Kyuhyun agak kaget mendengar jawabannya, “17 tahun?!”, ucapnya sangsi, “kita berbeda 6 tahun dan kau bahkan tidak memanggilku ‘oppa’,” Protes Kyuhyun.
Yoorin  tetap diam tidak peduli akan ucapan Kyuhyun. Dia masih sebal dengan semua perlakuan Kyuhyun terhadapnya. Mulai dari insiden di Fanmeeting waktu itu sampai kejadian di toko game tadi.
Kyuhyun mendengus sebal, “hah~ sopan sekali kau.”
Yoorin tidak tahan lagi dengan ucapan Kyuhyun, “sopan? Sopan katamu?” ucapnya geram. “kau menyuruhku bersikap sopan, apakah kau sudah berkaca terlebih dahulu melihat sikapmu, hah, bodoh?!”
Kyuhyun terlihat tidak terima, namun belum sempat dia membalas perkataan Yoorin, gadis itu sudah mulai mengoceh panjang lagi, “Apa kau ingat bagaimana kau membentakku saat itu? Dan lebih parah lagi, saat kau menarik-narikku di toko game tadi! Cih~ aku tidak sudi memanggil manusia menyebalkan sepertimu dengan sebutan ‘oppa’. aku sudah bersumpah tidak akan pernah bersikap sopan padamu, sejak kau membentakku di acara fanmeeting itu, kau tahu?!”
Yoorin memandang Kyuhyun dengan perasaan jengkel setengah mati. Kyuhyun hanya menghelas nafas berat, kemudian memarkirkan mobil yang dikendarainya di pinggir jalan.
Kyuhyun menggaruk kepalanya dengan gusar. Apa aku harus meminta maaf pada si bodoh ini,batinnya. Hah, tapi gadis ini pasti akan besar kepala jika aku melakukan itu~
Kyuhyun menoleh manatap gadis yang duduk disebelahnya, dia masih menatap lurus ke jalanan dengan tampang sebal tanpa menoleh sedikitpun ke arah Kyuhyun. “Mianhae…” ucap Kyuhyun pelan. Tapi gadis di sebelahnya itu seakan tuli mendengar ucapannya, ia tidak bergeming sama sekali.
Selama beberapa menit tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka. Kyuhyun yang merasa kesal karena permintaan maafnya diabaikan begitu saja, menjitak kepala Yoorin. Yoorin menoleh dan menatap Kyuhyun dengan pandangan menyeramkan, “SAKIT, BODOH!” teriaknya amat sangat keras sehingga membuat Kyuhyun kaget. Ia  menutup telinganya mendengar teriakan super dari Yoorin, “Telingaku bisa tuli mendengar teriakanmu! Kecilkan sedikit!” protesnya.
“tentu saja aku berteriak. Kau memukul kepalaku tadi!” balas Yoorin. Yoorin memukul kepala Kyuhyun lebih keras, “Sakit tidak, hah?!” ucapnya. Namun Kyuhyun tidak merasa kesakitan dengan pukulan gadis itu, “salahmu sendiri. Aku sudah berusaha meminta maaf padamu, tapi kau diam saja!” kata Kyuhyun tidak mau kalah.
Yoorin diam, masih tidak ingin memaafkan Kyuhyun. Enak saja dia, pikir Yoorin. Apa dia bisa berpikir bagaimana perasaanku saat dia mengatakan ‘menghilanglah dari jarak pandangku’?
Kyuhyun tampak sedang berpikir untuk beberapa saat, kemudian Ia mengambil setumpuk kaset yang tadi dibelinya, lalu menyerahkannya kepada gadis yang ada di sebelahnya. “ini…” ucapnya. Yoorin menoleh dan dahinya mengernyit melihat tingkah Kyuhyun. Kyuhyun mendecak kesal, “untukmu, bodoh!”
Mata Yoorin membelalak lebar, “untukku?! Kau serius?” Tanya Yoorin tak percaya.
“Untuk apa aku berbohong, hah?!” ucap Kyuhyun ketus. Yoorin tidak peduli dengan ucapan Kyuhyun, ia langsung menyambar kaset yang ada di tangan pria itu. Mata Yoorin tak lepas memandang setumpuk kaset yang ada di tangannya, sedangkan Senyum lebar merekah di bibirnya.
Kyuhyun terkekeh geli melihat ekspresi gadis itu. “hah~ mudah sekali. Ternyata harga dirimu bisa dibeli hanya dengan kaset game”, ucap Kyuhyun berusaha menahan tawa.
Mendengar ucapan Kyuhyun itu, sontak saja emosi Yoorin kembali memuncak ke ubun-ubun. Ia melemparkan tumpukkan kaset yang baru saja Kyuhyun berikan padanya.
“yak! Sakit, bodoh!” teriak Kyuhyun kesakitan. Namun Yoorin tak mempedulikan ringisan Kyuhyun dan malah memukul-mukul lengan maknae Super Junior itu.
Memang pukulannya itu sama sekali tidak sakit bagi Kyuhyun, berbeda jika gadis itu melemparnya dengan tumpukan kaset, hanya saja ia merasa risih. “yaaa! Berhenti memukulku! Mianhae!! Mianhae!” ucap Kyuhyun sambil berusaha menghindari pukulan Yoorin, “maafkan ucapanku. Jadi sekarang berhentilah memukulku seperti orang gila begini.”
“SHIREOOOOOOO!!!” teriak Yoorin, “aku tidak mau memaafkanmu! AKU TIDAK MAAAA… hmmmph… hmmmph,” ucapan Yoorin terhenti saat Kyuhyun menyumpal mulut gadis itu dengan kaset game yang tadi dilemparkan Yoorin.
“aigoo~ tolong, aku benar-benar minta tolong jangan berteriak seperti itu! Kekuatan suaramu itu bisa membuat kaca mobilku pecah saking kerasnya,” kata Kyuhyun.
Yoorin menatap Kyuhyun dengan tajam. Ia merasa kesal pada pria itu. Baru saja ia berniat memaafkan semua tingkah lakunya, tapi Kyuhyun sudah membuatnya sebal lagi. Dasar evil, batin Yoorin.
“shireo! Pokoknya aku tidak mau memaafkanmu, Cho Kyuhyun!” ucap Yoorin.
“ah, baiklah~ aku akan memberikanmu kaset game lebih banyak lagi,” jawab Kyuhyun dengan malas. Mata Yoorin tampak terbelalak sesaat, namun ia segera mengatur lagi ekspresi wajahnya agar tidak terlihat terlalu senang karena mendengar ucapan Kyuhyun, “SHIREO!” tolak Yoorin, meskipun sebenarnya ia sangat tergiur akan tawaran Kyuhyun.
Kyuhyun hanya diam saja, ia bingung harus bagaimana menghadapi gadis dengan teriakan super ini.
“ah!” kata Yoorin tiba-tiba, “aku mau memaafkanmu, asalkan kau mengenalkanku pada Donghae Oppa.”
“hee? Donghae hyung? Waeyo? Bukankah kau stalker-ku? Sepertinya kau hanya menyukaiku di super junior, kan?” tanya Kyuhyun dengan percaya diri.
Yoorin menggelengkan kepalanya, “aniyo~ itu dulu, Cho Kyuhyun-ssi. D-U-L-U. Sekarang idolaku adalah Super Junior Lee Donghae.”
“wae?” tanya Kyuhyun agak kecewa.
Yoorin mendecak kesal, “kau ini bodoh atau apa? Bukankah kau sendiri yang berkata ‘menghilanglah-dari-jarak-pandangku’?” ucapnya dengan penuh penekanan, “aku sudah berhenti jadi stalker-mu. sudahlah~ kau tenang saja,”
Kyuhyun terdiam sesaat setelah mendengar ucapan gadis itu. Namun kemudian ia hanya mengibas-ngibaskan tangannya pelan, menandakan bahwa ia tidak peduli lagi dengan hal yang tadi mereka bicaran, “ah, sudahlah, aku tidak peduli”, ucapnya.
“jadi bagaimana? Kau mau, kan, mengenalkanku pada Hae oppa?” pinta Yoorin.
Kyuhyun menatap gadis itu dengan sebal, “ck. Menyusahkan saja.” Ucap Kyuhyun. Yoorin tampak tersenyum kegirangan mendengar jawaban pria itu. Kyuhyun sendiri heran dengan sikapnya. Untuk apa dia peduli dengan gadis ini? Toh baik dia memaafkan Kyuhyun atau tidak, sama saja, kan? Tidak ada keuntungan yang berarti bagi Kyuhyun. Tapi mengapa ia merasa tidak terima dan kecewa jika gadis di sebelahnya ini memasang tampang sebal terhadapnya, apalagi memukulnya secara terus-terusan seperti tadi, meskipun pukulannya tak terasa sakit sedikitpun bagi Kyuhyun.
Cih~ kenapa kau jadi seperti ini, Cho Kyuhyun? Batin nya.
BLETAK!
Pukulan singkat di kepala Kyuhyun itu membuatnya tersadar dari lamunannya, “ya! Appo~” ringis Kyuhyun. Kyuhyun melirik ke sebelahnya, memastikan apa yang digunakan Yoorin untuk memukulnya. Ia merasa sedikit heran. Karena jika gadis ini memukulnya dengan tangan, ia tidak akan merasa sakit. Tapi kali ini rasanya sakit sekali bagi Kyuhyun.
“aigoo! Kau sudah gila. Kau memukulku dengan apa, hah?!” protes Kyuhyun marah. Yoorin lalu mengangkat dua buah buku yang berada di tangan kanan dan kirinya, “Novel Harry Potter. Hard Cover. Yang satu Harry Potter ke-5, 1200 halaman. Lalu yang satunya lagi Harry Potter ke-7, 1000 halaman,” jelas gadis itu tanpa rasa bersalah sedikitpun. “bagaimana? Kau suka kepalamu ku pukul dengan buku mahal yang masih baru ini? Aku baru membelinya tadi.”
Kyuhyun kesal mendengar ucapan gadis itu, “ya~ Kenapa kau memukulku?!”
 “salahmu sendiri. Dari tadi aku memanggilmu, tapi kau sama sekali tidak menyahut. Kau sudah benar-benar tuli sepertinya.” Jawab Yoorin.
Kyuhyun mendecak kesal, “hah, aku hanya sedang memikirkan…” ucapan nya terhenti sesaat sehingga membuat Yoorin merasa heran.
“…sesuatu,” kata Kyuhyun kemudian, sambil menggaruk kepalanya dengan gusar.
“ah, sudahlah,” jawab Yoorin, “aku tidak peduli lagi denganmu. Tadi aku hanya ingin bertanya saja. Kaset game ini masih untukku, kan?” tanya gadis itu sambil menunjuk beberapa kaset game yang tadi dilemparkannya.
“ambil saja,” kata Kyuhyun dengan malas, “lagipula kaset game itu sudah terkontaminasi oleh air liurmu sepertinya. Menjijikkan.”
BLETAK!
Lagi-lagi Yoorin memukul kepala Kyuhyun dengan novel yang berada ditangannya.
“yak!” Teriak Kyuhyun kesal, “masih untung aku mau memberimu kaset itu!”
“kau harus menjaga bicaramu dihadapanku, Cho Kyuhyun-ssi. Atau novel-novel inilah yang akan mendarat dengan sempurna di kepalamu,” ancam Yoorin. Kyuhyun mengacuhkan ucapannya, kemudian mengambil PSP yang berada di dalam tasnya. Sementara Yoorin sibuk mengumpulkan kaset-kaset yang sudah tersebar akibat lemparannya sendiri.
“kau suka bermain game?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Kali ini Yoorin menoleh ke arah Kyuhyun sambil mengangguk dengan semangat, “tentu saja. Kau pikir untuk apa aku ke toko game, jika aku tidak suka bermain game?”
Kyuhyun memasang muka kesal mendengar jawabannya, “kau ini ketus sekali”, ucap nya. Yoorin mendelik menatap pria itu, “kau kira kau tidak ketus? Sifatmu itu jauuuuh lebih parah.”
“Ah, sudahlah” ucap Kyuhyun sambil mengibas-ngibaskan tangannya lagi ke arah Yoorin dengan malas, “kau, siapa namamu?” Tanya nya lagi.
“Mwo?!” Tanya Yoorin kaget. Kyuhyun menatap gadis itu dengan jengah, “apa kau tuli? Aku bertanya siapa namamu!” ucap Kyuhyun mengulangi pertanyaannya.
Seorang Cho Kyuhyun menanyakan namaku? Astaga, sepertinya dewi Fortuna sedang berterbangan di sekitarku, batin Yoorin.
“Kim Yoorin…” ucapnya gugup.
Kyuhyun tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, “hmm… Kim Yoorin-ssi, kau punya PSP?” Tanya Kyuhyun. Yoorin hanya menganggukkan kepalanya. Kyuhyun menoleh ke arahnya dan berkata, “mau bertanding game denganku?”
***
“YAAAAAAAAAA!!!! AKU MENANG!!” teriak Yoorin amat sangat bahagia. Kyuhyun menutup telinganya untuk yang kesekian kali, kemudian menjitak dahi Yoorin lagi, “kau benar-benar berniat membuatku tuli, hah?! Kecilkan suaramu!” ucap Kyuhyun sebal.
Yoorin tidak mempedulikan ucapannya, dia masih tersenyum kegirangan karena berhasil mengalahkan Kyuhyun, “hahahaha, kau kalah dariku, Cho Kyuhyun!” ucapnya dengan nada penuh kemenangan.
Kyuhyun jengkel setengah mati. Bagaimana mungkin seorang GaemGyu dikalahkan seperti ini? Oleh seorang perempuan pula! Cish~ dia tidak terima.
“Kau hanya beruntung tadi, kau tahu?!” ucap Kyuhyun membela diri, “ayo tanding lagi!” ajaknya pada Yoorin.
Yoorin memukul kepala Kyuhyun pelan, “heh, bodoh, terima saja kekalahanmu dariku! Kau mau bertanding lagi? Apa kau tidak lihat sekarang sudah jam berapa? Kita sudah bertanding selama 4 jam” jelas Yoorin panjang lebar pada Kyuhyun.
Kyuhyun menoleh menatap keadaan diluar mobilnya. Hari sudah gelap. Benar juga, sejak 4 jam yang lalu mereka sibuk bertanding game hingga lupa waktu.
“aish~ terserahlah. Yang penting kita harus tanding lagi! cepat”, ucap Kyuhyun. Dia benar-benar tidak bisa menerima kekalahannya atas gadis ini. Yoorin menggeleng kencang, “shireo! Ini sudah malam. Aku harus pulang,” ucapnya.
Kyuhyun masih memikirkan cara lain, Yoorin yang kesal akhirnya berkata, “lain kali saja! Pokoknya sekarang aku mau pulang!” ucapnya kemudian membuka pintu mobil itu. Namun tangannya ditahan oleh Kyuhyun.
“Ya sudah! Lain kali kau harus bertanding lagi denganku!” ucap Kyuhyun kesal. Yoorin menghela nafas ringan, “ara~ kau tenang saja”, ucapnya santai.
“Hei, Bodoh, kau mau pulang?” Tanya Kyuhyun pada gadis itu. Yoorin menatap Kyuhyun, “tentu saja. Kau pikir aku mau disini terus-terusan, hah? Aku sudah muak melihat tampang iblis-mu itu.”
“­cepat masuk. Biar ku antar. Aku sedang baik hati hari ini” ucap Kyuhyun singkat, namun mampu membuat Yoorin hampir pingsan.
***
“ini rumahmu?” Tanya Kyuhyun saat mereka telah sampai di depan rumah Yoorin. Yoorin mengangguk malas, kemudian menoleh ke arah Kyuhyun, “aku pulang dulu. Terima kasih sudah mengantarku,” ucap Yoorin sambil membungkukkan badannya ke arah Kyuhyun.
Kyuhyun tampak kaget, “wah, untuk pertama kalinya kau bersikap agak sopan terhadapku hari ini. Hebat~” ejek Kyuhyun. Yoorin hanya mendengus sebal.
Ia mengeluarkan handphone miliknya, “berapa nomor handphonemu?” Tanya Kyuhyun santai.
“Mwo?!” Tanya Yoorin tak percaya. Lagi-lagi dia kaget. Entah sudah berapa kali hari ini dia dibuat kaget oleh pria sialan itu.
“Ck~ inilah akibatnya terlalu sering berteriak. Kau jadi tuli! Telingamu sudah rusak! Aku bertanya berapa nomor handphonemu!” jawab Kyuhyun garang. Yoorin merutuk sebal, kemudian menyebutkan nomor handphonenya pada Kyuhyun.
Setelah menyimpan nomor handphone Yoorin, Kyuhyun menyimpan handphonenya kembali. “Baiklah, jadi karena kau sudah berjanji untuk bermain game denganku lagi, ketika jadwalku kosong, aku akan langsung menghubungimu. Dan Kau…” Kyuhyun menempelkan jari telunjuknya di dahi Yoorin, kemudian mendorongnya pelan, “kau harus datang kapanpun aku suruh”, ucapnya sinis.
Yoorin baru akan membuka mulutnya untuk protes, namun lagi-lagi Kyuhyun menyumpal mulutnya dengan kaset game, “tidak usah protes”, ucap Kyuhyun, “awas saja kalau kau berani-beraninya tidak datang. Kau akan menyesal seumur hidup”, Kyuhyun menatap Yoorin dengan dingin. Mau tidak mau, Yoorin sedikit takut.
“Baiklah, Tuan Evil”, ucap Yoorin kesal.
Aigoo~ ternyata Cho Kyuhyun yang ku kagumi selama ini adalah seorang iblis! Bagaimana ini? Sekarang aku sudah terjebak didalam lingkaran iblisnya, pikir Yoorin.
Argh, sepertinya aku harus meralat perkataanku beberapa saat yang lalu. Yang beterbangan di sekitarku bukan dewi Fortuna, tapi Raja Iblis.
 
***
 
Few Days Later…
Drrrt… drrrt… drrrt…
Yoorin mengambil handphonenya yang bergetar di atas meja. Ia bangkit menuju meja itu, dan mendapati ada sebuah pesan baru.
Sender         : EVIL
Hei, stalker bodoh, cepat datang ke dorm. Bawa PSP-mu! Awas kalau kau berani-beraninya tidak datang.
Yoorin menghela nafas berat membaca sms itu, kemudian mengetikkan sebuah balasan untuk iblis yang mengiriminya pesan itu.
To : EVIL
Aku bukan stalker-mu lagi! Kau ini bodoh atau apa, hah?
Dan tenang saja, aku pasti datang. Jadi kau bersiap saja menerima kekalahanmu, bodoh!
Selesai mengetik pesan itu, Yoorin segera mengirimkannya ke Kyuhyun. Tak lama kemudian, handphone Yoorin bergetar lagi, menandakan ada pesan yang baru masuk.
Sender         : EVIL
Baiklah~ kita lihat saja nanti.
“cih~” Yoorin mencibir pelan setelah membaca pesan itu.
***
[Yoorin’s POV]
Kyuhyun tertawa puas melihat kekalahanku. Sialan! Kali ini aku kalah darinya. Sepertinya dia sudah berlatih mati-matian agar tidak kalah lagi dariku.
“Cuih~ berlebihan sekali”, cibirku padanya, “kau baru menang sekali, aku juga begitu. Kita masih imbang, Tuan Cho!” ucapku kesal. Argh~ aku benci sekali melihat tawa kemenangannya! Benci! Benar-benar benci! Aku tidak suka melihatnya menang dariku!
“oh, ya? aku tidak peduli,” ucap iblis itu padaku, “yang kupedulikan hanyalah…” Kyuhyun menyeringai menghadapku, “kali ini kau kalah dariku! Itu yang penting”, katanya santai.
Saat ini aku sedang berada di dormnya. Dan di dorm ini benar-benar sepi sekali. hanya ada Kyuhyun sendirian, entah kemana perginya member yang lain.
Namun, baru saja aku memikirkan kemana perginya mereka, pintu dorm menjeblak terbuka. Yesung oppa, sungmin oppa, Wookie oppa, dan Eunhyuk oppa berjalan masuk dengan santai. Tetapi mereka langsung terlihat kaget saat meyadari bahwa aku ada disana.
Eunhyuk berjalan mendekatiku, “hei, bukankah kau gadis stalker itu?” tanyanya. Aish~ memalukan sekali! Aku kan sudah berhenti menjadi stalker pria bodoh itu!
Belum sempat aku menjawab pertanyaan eunhyuk, Kyuhyun sudah berbicara, “ne, Hyung. Dia stalker gila itu”, jawabnya asal.
Aku menggeleng kencang, “A… Ani! Aku sudah berhenti menjadi stalkernya!” bantahku. Eunhyuk, Yesung, wookie, dan Sungmin tampak mengernyitkan dahi mereka dengan heran. “Berhenti?” Tanya Yesung memastikan. Aku mengangguk pasti menjawab pertanyaannya itu.
“Kenapa?” tanyanya lagi. aku diam saja, malu menjawab pertanyaannya.
Wookie tampak mengangguk-anggukkan kepalanya, “ah~ aku tahu. Pasti karena ucapan Kyuhyun padamu saat fanmeeting itu, kan?”
Bingo! Tepat sekali.
Benar-benar memalukan! Kupastikan mukaku saat ini benar-benar memerah karena menahan malu.
Eunhyuk oppa terkekeh geli melihat ekspresiku, “aigoo~ stalkermu ini lucu sekali Kyuhyun-ah,” ucapnya sambil mencubit pipiku. aku hendak berusaha melepaskan tangannya, namun belum sempat aku melakukan hal itu, tangan Eunhyuk sudah di tarik oleh Kyuhyun. Membuatku bingung sendiri dengan sikapnya.
Kyuhyun mendaratkan jitakan di dahiku, kemudian menoleh ke arah Eunhyuk, “hyung, perempuan bodoh seperti ini kau bilang lucu? Apa kau sudah but… AWWW!”
Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, aku sudah memukul badannya sekuat tenaga. Dan sepertinya kali ini pukulanku lumayan kuat, karena sekarang dia meringis kesakitan.
“Rasakan itu!” ucapku sambil tersenyum puas, “siapa suruh menjitak kepalaku terus-terusan.”
Oppadeul tertawa terbahak-bahak melihat Kyuhyun meringis kesakitan. Tak lama kemudian, Yesung oppa bertanya padaku, “ngomong-ngomong, kenapa kau ada disini, nona….? Ah, siapa namamu?” ucapnya penasaran.
“Ah, iya. Maaf terlambat memperkenalkan diri. Kim Yoorin imnida,” sapaku hormat kepada mereka sambil membungkukkan badan. Mereka ikut membungkukkan badan dan tersenyum kepadaku. Huaaaa, lama-lama aku bisa pingsan melihat senyum mereka itu -.-
“Yoorin-ah”, panggil Yesung oppa padaku, “kenapa kau ada disini?” tanyanya. Aku menoleh ke arahnya, “aku bermain game dengannya, oppa”, jawabku sambil mengedikkan kepalaku ke arah Kyuhyun.
“Dan aku yang memenangkan pertandingannya!” ucap Kyuhyun bangga, membuatku kesal saja melihatnya. Sungmin tampak heran melihat kami, “kalian sudah lama saling kenal?” tanyanya.
Kyuhyun melirik ke arah Sungmin, “tidak juga, hyung. Aku baru mengenalnya kemarin. Dan Sepertinya kemarin adalah hari tersial seumur hidupku,” ucap Kyuhyun asal, membuatku mengerucutkan bibirku karena kesal mendengar ucapannya.
Eunhyuk oppa kembali tertawa dan mencubit pipiku lagi, “Kyuhyun-ah, dia pacarmu?” tanyanya. Tangannya masih mencubit pipiku dengan gemas. Aigoo~ sakit.
Kyuhyun kembali menarik tangan Eunhyuk oppa dari pipiku. Ah, baik juga setan satu ini.
“Pacarnya?” ucap Kyuhyun tampak kaget, “hah, memalukan sekali. Aku mana mau pacaran dengan gadis brutal ini!” kata Kyuhyun dengan nada merendahkan. Ah, menyebalkan sekali Iblis ini. Mau tidak mau aku emosi mendengar ucapannya itu. Aku baru bertemu langsung dan bercakap-cakap dengannya tiga kali, tapi ia bahkan sudah mengataiku ‘Bodoh’ ratusan kali?
Aigoo~ Yoorin-ah, pria seperti inikah yang selama ini kau kagumi setengah mati? Sepertinya kau sudah benar-benar tertipu!
***
[Author’s POV]
 
“Pacarnya?” ucap Kyuhyun tampak kaget, “hah, memalukan sekali. Aku mana mau pacaran dengan gadis brutal ini!” kata Kyuhyun dengan nada merendahkan.
Yoorin memasang tampang sebal karena mendengar ucapan itu, “Yak! Kau kira kau itu tidak memalukan apa, hah?! Aku juga tidak sudi jadi pacarmu!!!” bentak Yoorin. Kyuhyun hanya mencibir pelan mendengar ucapan Yoorin, “cih~ kau tidak mau jadi pacarku? Kau kira aku mau?! Percaya diri sekali kau…”
Kyuhyun berjalan dengan santai mendekati Yoorin, kemudian melanjutkan ucapannya, “ah, salah… seharusnya aku bilang ‘kau kira ada pria di dunia ini yang mau jadi pacarmu?’ gadis Brutal sepertimu mana ada yang mau!” ucap Kyuhyun pada Yoorin. Kali ini Yoorin diam saja. Bukannya berniat mengalah, hanya saja ia tidak bisa membalas perkataan pria itu.
“Aku mau,” ucap seseorang. Sontak seluruh member Super Junior yang berada di dalam ruangan itu menoleh ke arah sumber suara. “Dong…Hae opp..a?” ucap Yoorin terbata-bata sambil menoleh ke arah pria itu.
Mau tidak mau ia merasa gugup. Meskipun Yoorin tahu ucapan pria itu tidak serius, tapi yang mengucapkannya adalah seorang Super Junior Lee Donghae! Pria yang paling disukainya didunia ini, tentu saja setelah Cho Kyuhyun.
Donghae berjalan ke arahnya sambil tersenyum, “aku mau, Cho Kyuhyun-ssi,” ucapnya mengulangi lagi perkataan yang telah ia ucapkan. Yoorin semakin gugup mendengar ucapan Donghae. Sebrutal dan sesadis apapun dia menurut Kyuhyun, Yoorin tetaplah seorang gadis yang tentu saja akan merasa gugup jika idolanya, Lee Donghae, berkata seperti itu.
Kyuhyun diam saja tidak menanggapi ucapan ikan itu. Sepertinya ia sudah kehilangan kosakata untuk membalas ucapan Donghae. Sedangkan member yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat kejadian itu. Casanova~ donghae sang Casanova telah beraksi.
“Nona… ah, mianhae, siapa namamu?” Tanya Donghae pada Yoorin. Gadis yang ditanya itu malah hanya menundukkan wajahnya semakin dalam. Aigoo~ mukaku pasti sudah seperti kepiting rebus, batin Yoorin.
“agasshi…” panggil Donghae lagi sambil menepuk-nepuk bahu Yoorin. Ia mengangkat wajahnya menatap Donghae, “ne? Waey..o oppa?” tanya Yoorin gugup.
Donghae tersenyum geli melihat ekspresi gadis di depannya ini, “aku bertanya siapa namamu, agasshi” jawabnya. Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam langsung menjitak kepala Yoorin pelan, “dia memang begitu hyung! Telinganya sudah tuli karena terlalu sering berteriak,” ucap Kyuhyun.
“yak! Cho Kyuhyun!!!” Yoorin menendang kaki pria itu dengan kuat sehingga membuatnya meringis kesakitan. “sakit, bodoh!” protes Kyuhyun dengan kesal.
“sakit? Kau bilang sakit? Harusnya kau berpikir siapa yang tiba-tiba menjitak kepalaku!” balas Yoorin.
Eunhyuk berjalan memisahkan keduanya, karena aura membunuh sudah terpancar dari diri masing-masing, “kalian ini. Hebat sekali, baru kenal beberapa hari saja kalian sudah bertengkar ratusan kali sepertinya,” ucap Eunhyuk.
Baik Kyuhyun maupun Yoorin hanya diam saja tak berniat menanggapi eunhyuk.
“jadi… namamu siapa, nona?” tanya Donghae lagi. Yoorin segera beralih menatap sosok yang tadi bertanya padanya, “Yoorin. Kim Yoorin imnida.”
“ah, arasseo!” ucap Donghae sambil menjentikkan jarinya, “jadi… Yoorin-ssi, kau bukan pacarnya Kyuhyun, kan?” tanyanya memastikan.
Namun belum sempat Yoorin menjawab pertanyaannya, Kyuhyun sudah berbicara sambil mendecak dengan sebal, “bukankah sudah jelas?”
Donghae tampak tersenyum sumringah, “ah~ Bagus!” ucapnya senang, membuat Kyuhyun dan Yoorin menautkan alis masing-masing karena heran. Bagus? Apa maksudnya? Batin Kyuhyun.
“nah,  karena dia bukan pacarmu, dia untukku saja, Kyuhyun-ah”, ucap Donghae santai sambil menarik tangan Yoorin untuk mendekat ke arahnya. Ucapan Donghae itu berhasil membuat Kyu berteriak kaget, “MWOYA?!”  ucap Kyuhyun.
Donghae tidak mempedulikan ucapan Kyuhyun, kemudian melirik ke arah Yoorin, “kalau begitu, Yoorin-ah, berhubung kau bukan pacarnya evil itu, kau jadi milikku saja, ara?” ucap Donghae santai.
“MWOYA?!” teriak Kyuhyun lagi. namun kali ini ia tidak berteriak sendirian, karena Yoorin juga melakukan hal yang sama.
“aish~ dasar Casanova,” rutuk Kyuhyun pelan. Donghae mengernyit heran, “he? Apa katamu barusan” Tanyanya. Ucapan Kyuhyun yang terlalu pelan membuatnya kesulitan mendengar perkataan iblis itu.
Kyuhyun mengacuhkan Donghae dan berjalan menarik tangan Yoorin menuju pintu dorm. Yoorin yang masih kaget karena mendengar ucapan Donghae hanya bisa menurut saja saat Kyuhyun menarik tangannya.
Donghae melongo heran melihat tingkah Kyuhyun, ”Yak! Kyuhyun-ah, kau mau membawanya kemana?!” Tanya Donghae. Kyuhyun menoleh sekilas sebelum membuka pintu, “ke tempat yang tidak ada kau!”ucapnya tajam. Beberapa saat kemudian, baik Kyuhyun maupun Yoorin sudah menghilang dibalik pintu dorm.
***
“Kau mau membawaku kemana?” Tanya Yoorin. Saat ini Kyuhyun dan Yoorin sedang berada di dalam lift.
Kyuhyun melirik ke arah Yoorin, “pulang”, ucapnya singkat dengan raut muka kesal. Yoorin heran melihat raut muka pria itu, “kenapa lagi kau? Kenapa memasang muka kesal begitu?” tanyanya.
“Bukan urusanmu,” ucap Kyuhyun sambil menatap tajam ke arah Yoorin.
BLETAK!
Yoorin mendaratkan jitakan keras ke kepala Kyuhyun, membuat Kyuhyun meringis kesakitan. Ia mengusap-usap kepalanya yang sakit, “YAK! BODOH! Kau ini semakin hari semakin brutal saja! Bisa tidak kau berhenti memukul kepalaku, hah?!!” bentak Kyuhyun pada Yoorin.
“Berhenti katamu?” ucap Yoorin dengan nada mengejek, “apa kau tidak bisa berpikir bahwa kau juga sering memukul kepalaku, Mr. Cho?” tanyanya.
Kyuhyun menatap Yoorin dengan sinis, beberapa saat kemudian ia balik memukul dahi gadis itu dengan keras. “AWWW!” teriak Yoorin, “sakit, babo!” ucapnya. Kyuhyun mendengus pelan, “ah~ apa kau tidak bisa berpikir bahwa kepalaku juga sakit karena kau pukul, Ms. Kim?” ucap Kyuhyun meniru ucapan Yoorin.
Yoorin mengerucutkan bibirnya karena kesal, “dasar iblis!” rutuknya. Kyuhyun memicingkan matanya menatap gadis di sebelahnya, “he? Apa katamu tadi?” desisnya geram.
Yoorin mendecak sebal, “aku tadi bilang kalau kau itu IBLIS! Kau sudah tuli, hah?!” ucap Yoorin sinis.
TING!
Kyuhyun baru saja mengangkat tangannya, berniat menjitak dahi gadis itu lagi, ketika pintu lift berdentang terbuka. Leeteuk dan Heechul yang hendak melangkah masuk menuju lift, kaget melihat adegan yang terjadi di hadapan mereka. Ditambah lagi dengan aura membunuh yang terpancar dari kedua orang itu.
“Kyuhyun-ah, apa yang sedang kau lakukan? Siapa gadis ini?” cecar Eeteuk. Baik Kyuhyun maupun Yoorin tidak ada yang menjawab pertanyaan dari leader super junior itu. Heechul menatap ke arah Yoorin, mengamati wajahnya, “ah, rasanya aku tidak asing dengan wajahmu”, ucapnya sambil berusaha mengingat-ingat.
Kyuhyun menoleh ke arah Heechul, “tentu saja, hyung. Dia ini stalker gila yang selalu membuntutiku”, jawabnya asal. Yoorin menundukkan mukanya menahan malu. “aish~ berapa kali aku harus bilang kalau aku sudah berhenti jadi stalker-mu”, rutuknya pelan.
Kyuhyun tampak malas membahas hal itu dan segera menarik tangan Yoorin berjalan keluar dari lift. “Kami pergi dulu, hyung”, ucap Kyuhyun santai.
“Kalian mau kemana, Kyuhyun-ah? Kencan?” Heechul menggoda magnaenya itu. Namun sepertinya itu keputusan yang benar-benar salah, karena beberapa detik setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun dan Yoorin segera memukul Heechul.
“Mwoya?! Kencan dengan gadis brutal ini? Argh, kau sudah gila, hyung!!” ucap Kyuhyun tak terima.
“Ya! Aku juga mana mau kencan dengan Iblis terkutuk ini!” seru Yoorin  tak mau kalah.
Heechul masih meringis kesakitan akibat pukulan dua orang itu, “ya~ appo. Aku kan Cuma bertanya saja, kenapa kalian memukulku~!” ucapnya, membuat Kyuhyun merasa mual melihat tingkah hyungnya itu. “Itu karena pertanyaanmu keterlaluan hyung”, jawab Kyuhyun. “aish~ kenapa hari ini semua orang mengira bahwa gadis bodoh ini adalah pacarku? Hidupku sial sekali sepertinya” kata Kyuhyun lagi, membuat Yoorin menatapnya dengan tajam.
Dia melirik ke arah Yoorin, “ppali~” ucapnya memanggil gadis itu, kemudian berjalan santai meinggalkan Leeteuk yang masih heran dan Heechul yang masih kesakitan. Yoorin berjalan mengikuti Kyuhyun dari belakang.
Leeteuk bergidik ngeri melihat mereka, “Aigoo~ jika mereka berjalan beriringan seperti itu, rasanya seperti melihat Raja Iblis dan Ratu Iblis yang sudah bersatu.”
***
-T.B.C-
 
Note from author:
Okay, mianhae kalo ada yang kecewa sama part ini 😦
Author juga rada-rada bingung, haha 😀
Tapi, anyway, enak banget ya jadi si Yoorin,
Direbutin setan ama ikan! Haha
Author juga mau deh ah di rebutin Kyuhyun sama Donghae *curcol*
Oia, please give me your comment, dear 🙂
Twitter :
@mardaa_