Title     : Show Me Your Love

Author : Kim Hye Na

Length : One Shot

Genre  : Romance

Rating : All Ages

Cast     : Lee Hyo Ra

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Lee Taemin

********************

Ini bukan tentang seberapa banyak waktu yang kau punya untukku

tapi ini semua hanya tentang seberapa banyak waktu yang kau luangkan untukku

karena taukah kau?

Aku mulai lelah menunggu

Aku sudah cukup lelah untuk terus bertahan

*****************

HYO RA’s POV

SLAPP!

“Yak! Oppa! Lepaskan tanganmu dari mataku!”, teriakku saat ada sebuah telapak tangan yang berusaha menghalangi pandanganku.

“Yak Oppa! Sudah kubila. . . “

“Jangan dilihat, kalau kau sendiri sebenarnya tak ingin melihatnya, Hyo-ah”, suara seorang namja memotong teriakan nyaringku.

Aku hanya bisa tersenyum miris sambil berusaha melepaskan telapak tangan namja yang ada di belakangku ini.

“Aniyo Oppa, gwenchana. Bukankah dengan aku melihat ini segalanya akan jauh lebih mudah dan lebih jelas kan?”

“Hyo-ah. . . “

“Aish, Tae Oppa jangan menatapku dengan pandangan kasihan seperti itu!”, ucapku sambil memukul kepala namja menyebalkan di depanku ini.

“Aigo, dasar dongsaeng tak berperikemanusiaan. . . . .”

Aku tak terlalu tau apa saja kelanjutan omelan dari Taemin Oppa, karena pandanganku sekarang justru sedang terfokus pada seorang namja yang tengah menggenggam tangan seorang yeoja di dalam sebuah restaurant.

-Flashback-

“Mian Ra-ya, aku tidak bisa menemuimu hari ini”, suara seorang namja terdengar dari ujung telepon.

“Wae Oppa? Kita tidak bertemu selama 1 bulan terakhir,dan hari ini kau sedang libur. Tak bisakah kau meluangkan sedikit waktumu untukku?”, suaraku mulai terdengar lirih, rasa rindu yang menumpuk selama 1 bulan terakhir ternyata mencapai puncaknya hari ini.

“aku ada urusan”

“Apa tidak bisa kau tinggalkan urusanmu itu Oppa? Sepenting apa urusanmu itu? Jauh lebih pentingkah dariku?”, aigo, aku mulai merasakan tumpukan air di pelupuk mataku siap meluncur dengan deras.

“Sangat penting Ra-ya. Jauh lebih penting”

“Ah ne, selesaikan urusanmu dengan baik Oppa”

“ne. . .”

Dan sambungan telepon itu terputus begitu saja, bersamaan dengan air mataku yang terus mengalir.

-Flashback end-

Sangat penting Ra-ya. Jauh lebih penting

Aish, kenapa kata-katanya yang itu terngiang di kepalaku. Aigo. Dan pandanganku tertuju pada dua sosok di dalam restaurant itu. Sekalipun keduanya memakai masker dan segenap alat penyamaran lain, aku tau yang di dalam sana adalah Kyu Oppa dan Vic Onnie.

Aku memang seharusnya dari awal sadar, aku bukan siapa-siapa untuk seorang Cho Kyuhyun. Aku hanya adik angkat dari seorang Lee Sungmin –hyung kesayangan Kyu Oppa- yang cukup beruntung bisa menyandang status sebagai yeojachingu evil magnae itu.

-Flashback-

“Oppa jadi pacarku ya?”, ucapku sambil memamerkan puppy eyesku.

“Ani. . “

“Yak Oppa! Kau akan kuadukan pada Sungmin Oppa kalau sampai kau menolakku. Dia tidak akan tega melihatku menangis!”, kali ini kutampilkan evil smirk ku.

“Aigo, Ra-ya! kau merepotkan!”

“Apa susahnya bilang iya Oppa? Bukannya kau juga tidak punya pacar? Jadi tidak ada masalah kan? Ah baiklah, kau jadi pacarku sampai kau menemukan orang yang kau sukai. jika saat itu datang, aku berjanji, aku akan menjauh dari kehidupanmu. Bagaimana penawaran menarik kan?”

“terserah kau sajalah”

-flashbackend-

“3 tahun ternyata tak juga bisa membuatku memiliki hatimu Kyuhyun-ssi”

“Kau bilang apa Hyo-ah?”, Taemin oppa menepuk pundakku, menyadarkanku dari kilasan masa lalu yang lewat.

“Aniyo Oppa, sebaiknya kita pulang sekarang. Aku harus berangkat nanti malam”

“Yak!kau bilang akan menunda keberangkatanmu?”, sungutnya kesal

“Lebih cepat lebih baik kan? Lebih cepat aku pergi, lebih cepat Kyuhyun Oppa mendapatkan Vic Onnie”

“Hyo. . “, panggilnya pelan

“Aku baik-baik saja. Dan maaf, acara jalan-jalan kita hari ini batal. Kajja! Aku harus membereskan barang-barangku”

“Kau tidak sedang mencoba lari dari masalah kan?”

Aku hanya diam, karena sejujurnya aku tidak tau, aku hanya berusaha menepati janjiku, berusaha mengusahakan kebahagiannya. Kebahagian Kyuhyun Oppa adalah Vic  Onnie, bukan aku.

***********************

Suara ramai di sekitar Incheon tidak membuatku beranjak sedikitpun dari tempatku duduk. Pikiranku melayang pada banyak hal. Tentang aku dan Kyuhyun Oppa. 3 tahun aku menjadi yeojachingu Kyu Oppa, tidak ada yang special, aku sadar itu, kami berpacaran hanya karena aku memaksanya. 3 tahun, dan tidak ada yang berubah, terutama perasaan kami. Aku tetap mencintainya, sedang ia, entahlah. Ia selalu membuatku terombang ambing, pernah saat aku berulang tahun, iamemberiku big teddy bear, tapi disisi lain,ia selalu membuatku menjadi prioritas terakhir dalam hidupnya. Aku lelah, tapi rasa cinta ini terlalu besar untuk ku abaikan.

Love oh baby my girl

Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon

Suara Eunhyuk Oppa yang terdengar dari handphoneku membuyarkan lamunanku, kuambil handphone yang kuletakkan di dalam tas.

-Sungmin Oppa~calling-

“Yeoboseyo”, ucapku pelan

“Lee Hyo Ra! Apa maksudmu tidak memberitahu kami tentang beasiswa yang kau dapat? Dan apa maksudmu malam ini seenaknya berangkat ke Perancis tanpa pamit kepada kami?”, suara-suara berteriak terdengar olehku. Aku tahu, itu tadi campuran suara Sungmin Oppa,Heechul Oppa, dan Yesung Oppa. Aku yakin mereka semua –minus Kyuhyun Oppa- sedang berkumpul mendengarkan suaraku. Kuhela nafasku pelan.

“Mianhae, aku hanya tidak ingin mengganggu kalian. Dan aku memang seharusnya berangkat sekarang, jadi maaf tidak memberitahu, aku hanya tidak ingin melihat cucuran air mata kalian untukku”, aku berusaha tertawa, meski jujur aku sudah ingin menangis.

“Yak! Lee Hyo Ra!”

“Oppadeul, gomawo untuk selalu menganggapku sebagai adik kalian sendiri, tidak pernah memandangku sebagai adik angkat seorang Lee Sungmin, atau yeojachingu Cho Kyuhyun. Jeongmal Gomawo. . .”, kutarik nafasku pelan, menahan rasa sesak di dadaku. “ Sungmin Oppa, aku titip Kyuhyun Oppa, jaga dia baik-baik. Arraseo?”

Hening, dan aku tau mereka sedang menungguku melanjutkan ucapanku.

“Doakan aku supaya aku cepat menjadi seorang dokter yang handal disana. Kita akan bertemu 4 tahun lagi.”, tukasku akhirnya

“Kau sudah menghubungi Kyuhyun?”, suara Ryeowook Oppa terdengar dari sambungan telepon.

“Ani, aku akan menghubunginya setelah ini.”

“Jadilah dokter yang baik, Hyo-ah, kami akan selalu mendukungmu.” Suara Leeteuk Oppa kali ini yang terdengar.

“Hyo Ra – ya! Hwaiting!”, aku bisa mendengar suaramereka yang berseru bersamaan.

“Ne! Hwaiting! Gomawo Oppa!”

Dan setelah itu sambungan terputus. Kulirik sekilas jam tanganku, masih ada 10 menit pikirku. Kutekan deretan angka yang sudah kuhapal di luar kepala.

“Yeoboseyo”, ucapku cepat, seolah tak ingin membuang waktu yang ada.

“Yeoboseyo, kenapa bising sekali Ra-ya? Kau sedang dimana?”

“Aku sedang di Incheon, Oppa”

“Eh? Kau menjemput siapa?”

“Aku akan ke Perancis”, jawabku singkat.

“Kau berlibur kesana?

“Aniyo, aku mengambil beasiswa di Sorbonne, aku akan ada disana selama 4 tahun”

“Jangan bercanda, Ra-ya!”

“Aku serius Oppa, dan aku tadi melihatmu dengan Vic Onnie, kalian pasangan yang serasi”, ucapku dengan nada suara tertahan. Aku sadar dengan apa yang kukatakan, aku tau apa yang kukatakan akan melukai diriku sendiri. Cish, senjata makan tuan.

“Yak apa maksudmu?”,nada suara Kyuhyun Oppa mulai meninggi.

“Bisakah kau mengijinkanku menyelesaikan kalimatku dulu Oppa?dengarkan aku. Arraseo?”

“Arra. . “

“Aku akan memenuhi janjiku Oppa, cukup sampai sini apa yang sudah 3 tahun kita jalani. Gomawo, untuk mau menerima tawaranku saat itu. Gomawo, Gomawo”.

TREKKK.

Kututup flip handphoneku, air mataku tak terbendung, dan pada saat yang sama pengumuman keberangkatan terdengar. Kuhela nafasku, mulai melangkah.

“Selamat tinggal Kyuhyun-ssi”

**********************************

KYUHYUN’s POV

“Aniyo, aku mengambil beasiswa di Sorbonne, aku akan ada disana selama 4 tahun”. Mendengarnya mengatakan hal itu seketika membuatku dilanda kepanikan dan ketakutan. Aku takut kehilangan dia.

“Jangan bercanda, Ra-ya!”.

“Aku serius Oppa, dan aku tadi melihatmu dengan Vic Onnie, kalian pasangan yang serasi”. Victoria? Aigo, jadi tadi dia melihatku. Dia pasti salah paham.

“Yak apa maksudmu?”,nada suaraku mulai meninggi.

“Bisakah kau mengijinkanku menyelesaikan kalimatku dulu Oppa?dengarkan aku. Arraseo?”, suaranya terdengar meminta. Dan aku tak mungkin menolaknya.

“Arra. . “

“Aku akan memenuhi janjiku Oppa, cukup sampai sini apa yang sudah 3 tahun kita jalani. Gomawo, untuk mau menerima tawaranku saat itu. Gomawo, Gomawo”.

Dan tak terdengar apapun lagi.

“Ra-ya?” “Ra-ya?”, panggilku berulang kali, dan aku sadar, baru saja ia mematikan teleponnya.

Janji? Janji apa Ra-ya? Aish. Kulajukan mobilku cepat, mencari jalan menuju Incheon, dan tiba –tiba Taemin menelponku.

“Apa?” ucapku ketus, aku sedang tidak ingin diganggu. Aku harus mengejar gadisku sekarang.

“Hyo Ra sudah berangkat hyung”

“Apa maksudmu?”

“Jangan mendadak bodoh,hyung. Kau sedang menuju Incheon kan? Dia sudah pergi”, ucapan Taemin terdengar sinis di telingaku.

“Kenapa kau tau dia mendapat beasiswa, sedang aku tidak hah?”, aku mulai marah. Aku namjachingunya, sedang Taemin hanya sahabatnya.

“Apa pedulimu? Kau terlalu mengutamakan gengsimu,Hyung”,lagi-lagi nada sinis kudengar.

“Kau berhutang cerita padaku Taemin!”, bergegas kuarahkan mobilku menuju dorm SHINee. Magnae itu harus menceritakan segalanya.

*******************

HYO RA’s POV

Sudah tiga hari aku pergi, dan aku merindukan Seoul, merindukan Oppa-Oppaku, dan merindukannya. Aku merindukannya, sangat. Tapi, aku tau, aku takkan pernah mampu menggapainya. Hatinya bukan untukku. Kurentangkan tanganku, menikmati udara malam Sungai Seine. Kupejamkan mataku pelan, merasakan angin malam menerpa wajahku.

“Tuhan, aku merindukannya. . “, batinku.

Dan tiba-tiba sepasang tangan sudah memelukku dari belakang. Mendekapku seakan takut kehilanganku.

“Jangan pernah menjauh dari jangkauan pandangku lagi. Rasanya menyesakkan saat tak menemukanmu di sekitarku, tidak mendengar omelanmu setiaphari. Kajima”, sebuah suara yang sangat amat kurindukan terdengar berbisik lirih di telingaku. Air mataku turun lagi, entahlah, aku berharap ini bukan mimpi.

“Kyuhyun Oppa?”, panggilku pelan.

“Ne, ini aku”, balasnya sambil memutar tubuhku. Dan kini aku bisa melihat kedua matanya.

“Mianhae, karena aku selau mengacuhkanmu. Bisakah kau memberiku satu kesempatan lagi? Aku membutuhkanmu Ra-ya, bukalah hatimu untukku sekali lagi!”, ucap Kyu Oppa. Aku bisa melihat ketulusan dimatanya. Tapi. .

“Lalu Vic Onnie?”

********************

KYUHYUN’s POV

“Lalu Vic Onnie?”, suara nya terdengar lirih. Aku tersenyum ke arahnya.

“Dia hanya sahabatku, tak lebih. Di hatiku hanya ada namamu Ra-ya, 3 tahun lalu,hari ini,dan seterusnya. Saranghae”, tuntasku akhirnya. Tak ada gunanya aku mempertahankan gengsi lagi di depannya,jika pada akhirnya aku harus kehilangannya.

-Flashback-

“Jelaskan padaku Taemin-ssi!”, ucapku dengan nada berbahaya, emosiku sudah sampai puncaknya.

“dia mencintaimu, dan dia sudah sangat lelah untuk terus bertahan seorang diri. Dia lelah karena selalu menjadi prioritas terakhir. Dia lelah Hyung. Ditambah kedekatanmu dengan banyak yeoja,terutama Vic nuna.”

“Tapi aku dan Qiannie hanya bersahabat,seperti kau dan dia”. Belaku

“Tak pernahkah hyung berpikir perasaannya? Kau kadang jauh lebih mementingkan Vic nuna. Itu melukainya”

“Tapi dia tak pernah protes!”

“Karena dia merasa, dia bukan siapa-siapamu, ditambah kau tak pernah mengungkapkan apapun padanya,Hyung”

“Kau tau aku akan kesusahan untuk mengungkapkan perasaanku padanya, orang lain saja tau aku mencintainya, sedang dia tidak sadar!”

“Wanita membutuhkan penjelasan dan kejelasan,Hyung. Dan terakhir, dia berjanji, dia akan meninggalkanmu saat kau menemukan pilihan hatimu. Dia berpikir, kau mencintai Vic nuna, karena kau tak menjelaskan apapun. Kau hanya punya satu kesempatan lagi,hyung! Aku dengar lelaki Perancis tampan-tampan”

-Flashback end-

“Jangan berbohong,Oppa. Kau tidak perlu mengatakan itu hanya supaya Sungmin oppa tidak memarahimu”, suaranya yang tertahan dan usahanya melepaskan genggamanku di bahunya menyadarkanku dari lamunanku.

Kutahan kedua tangannya, kugenggam jemarinya.

“Aku tidak berbohong Ra-ya. Jeongmal saranghae”

*************************

AUTHOR POV

“Aku tidak berbohong Ra-ya. Jeongmal saranghae”, suara Kyuhyun terdengar jelas namun lirih.

“Oppa,andwae. . “

“Aku serius. Mianhae, aku tidak mengatakan apapun sebelumnya. Aku terlalu yakin kau akan selalu di sisiku. Aku tidak pernah berpikir kau akan lelah, mianhae. Jadi, mulai sekarang bisakah kau membagi semua rasa lelahmu itu bersamaku. Bertahanlah di sampingku, saat ini dan seterusnya”

Mata Hyo Ra sudah terlihat berkaca-kaca.

“Arraseo?”, pinta Kyuhyun

“Ne”

“Saranghae,Ra-ya“, ucap Kyuhyun sambil merengkuh badan Hyo Ra. Meletakkan dagunya di atas kepala Hyo Ra, menikmati waktu yang berlalu dengan kelegaan.Kyuhyun tidak kehilangan gadisnya, dan itu melegakan.

“Nado saranghae,hyun Oppa”

********************

Karena apapun yang terjadi, sesulit apapun jalan yang harus kutempuh.

Aku tau, aku akan selalu berada di sisimu

Karena kau adalah hidupku

-END-

Annyeong reader, Gita imnida, 95lines.hehe. Mian kalo jelek, ini ff pertamaku, jadi mohon kritik dan sarannya. Selain komen, Kritik dan saran bisa langsung ke accountku @cyramentari. Makasih udah mau baca ^^ :*